Assault

Disclaimer: Semua Tokoh bukan milik Author, yang author miliki hanyalah FF ini

A/N: Setting waktu Fic ini adalah 3 tahun setelah kejadian New Bbonds. Fic ini juga menyambung dari kisah New Bonds akan tetapi, pairing utama dalam fic ini berbeda dari fic New Bonds

Chapter 2: Critical Woman

Sudah tiga hari ini sang ibu tidak pulang kerumah, ini jelas membuat Shizuka menjadi sedikit cemas dengan keadaannya. Ia berusaha menelpon ibunya, namun selalu gagal. Handphone-nya selalu dalam keadaan tidak aktif.

Shizuka kemudian berjalan-jalan ke taman untuk menenangkan pikirannya, ia menikmati pemandangan kota Tokyo di minggu pagi, ramai dengan sinar matahari yang tidak begitu panas. Ia dapat mengerti bahwa cuaca hari itu bagus.

Ia kemudian pergi ke restaurant untuk sarapan, ia menikmati hidangannya hingga ia melihat seseorang yang familiar baginya, ia berpenampilan rapih, mengenakan celana jeans hitam dengan bajunya yang berwarna biru dan jas putih menutupi badannya yang tinggi itu, juga rambutnya yang putih sedikit lebih panjang dan teratur sejak terakhir mereka bertemu.

"Ryo?" Tanya Shizuka ketika ia melihat pria itu berjalan mendekatinya, "Kau Shizuka…..?" Tanya Ryo sedikit ragu, Shizuka tertawa kecil kemudian memberikan Ryo pelukan hangat yang lama tidak pernah ia berikan sejak ia pergi ke Tokyo.

"Ya, ini aku. Lama tidak berjumpa." Jawab Shizuka sambil tersenyum menatap Ryo yang sepertinya sudah berdamai dengan 'dirinya' yang lain dalam millennium ring. "Aku kangen padamu, kak Jou, dan teman-teman." Lanjut Shizuka.

"Kami juga sama." Balas Ryo dengan senyum kecil khasnya, "Jounouchi memberikan salam padamu." Lanjut Ryo yang dibalas pertanyaan Shizuka.

"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Shizuka kepada Ryo, "Mereka baik-baik saja, Kaiba sekarang sedang pergi ke Amerika." Jelas Ryo. Shizuka hanya mengangguk kemudian memakan makanannya, mereka bercakap-cakap tentang kejadian yang terjadi di Domino selama Shizuka tidak ada disana.

Sampai pembicaraan mereka dihentikan oleh telepon Ryo yang bordering, "Halo?" jawab Ryo kepada sang penelpon, sedangkan Shizuka hanya sesekali melirik kepadanya, "Ah. Iya, aku mengerti. Baik, aku akan kesana." Respon Ryo kepada seseorang yang menelponnya.

"Ada apa?" Tanya Shizuka sesaat Ryo menutup teleponnya, "Mereka menemukan seseorang." Jawabnya, "Siapa?" Tanyanya agak merinding, "Entah, lebih baik aku kesana sekarang." Jawab Ryo, "Boleh aku ikut?" Tanya Shizuka, "Ya." Jawabnya singkat.

Setelah mereka sampai di rumah Sakit, mereka menemukan seseorang di ruang tengah rumah sakit tersebut,

"Siapa kau?" Tanya Ryo karena ia merasa tidak mengenali sosok dihadapannya itu. "Aku Richie, orang yang menemukan Orang itu." Jawabnya. "Kau? siapa itu?" Tanya Ryo. "Aku tidak tahu, aku hanya menemukannya di koridor belakang stasiun Tokyo." Jawabnya

Ryo memandang orang itu dengan tatapan curiga, "Ada apa? Lebih baik kau cepat memeriksanya,kan?" Tanyanya. "Suster sedang memeriksanya, tapi…..kau serius bukan penjahatnya?" Tanya Ryo dengan nada penyidik. Richie tercenggang mendengarnya.

"Aku? Melukai? Tidak…..tidak…..buat apa aku melukainya?" tanyanya dengan suara yang cukup mengerikan. "Baiklah kalau itu memang apa yang kau nyatakan." Jawab Ryo masih dengan nada penuh keraguan walau akhirnya, dia masuk ke dalam ruangan diikuti oleh Shizuka.

'Sialan, tak kusangka dia bisa mencurigaiku begitu….? Tapi apa landasannya mencurigaiku? Apa dia ada disana saat insiden itu?' pikir Richie dalam hatinya, 'atau jangan-jangan kalung yang menggantung di lehernya dapat merasakan aura jahatku…..karena itu Millennium Ring?' Richie kembali berfikir dan berhasil menyimpulkan sesuatu.

Didalam Ruangan.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Ryo saat ia memasuki ruangan, "Dia kritis dokter! Ia terlalu banyak kehilangan darah!" jelas sang suster sedikit panik, "Jangan panik. Kita coba bertindak, Shizuka, maaf. Aku harus mengurus pasien ini, bisa kau tunggu diluar sebentar?" Ryo memberikan Instruksi kepada perawat dan suster yang ada disana dan bertanya kepada Shizuka. "Baiklah" Shizuka kemudian menuju pintu keluar ruangan itu.

"Shizuka." Panggil Ryo mendadak saat Shizuka hendak membuka pintu, "Ada apa?" Tanya Shizuka, "Berhati-hatilah kepada orang yang bernama Richie tadi, Millennium Ring merasakan sesuatu yang jahat dari orang itu, tapi entah apa itu." Terang Ryo., "Ok." Jawab Shizuka seraya ia meninggalkan ruangan itu.

Diluar, Shizuka melihat Richie sedang bersama beberapa preman yang merupakan penyerang dari ibunya, namun Shizuka yang belum mengetahui apa-apa hanya menuruti perkataan Ryo untuk menjauhinya.

"Apa kalian sudah membunuhnya?" Tanya Richie. "Kami membiarkannya sekarat." Jawab salah satu dari preman itu, "Kalian Bodoh! Jika nanti Dokter itu dapat menyelematkannya bagaimana? Ia pasti akan menuntut kita! Kita pasti dipenjara, tahu! Bodoh!" omel Richie panjang lebar.

Shizuka tidak sengaja mendengar beberapa percakapan mereka, dan ia dapat menyimpulkan bahwa mereka hendak membunuh orang itu dan Richie bersandiwara dengan membawa korban itu ke rumah sakit agar mereka tidak dicurigai kepolisian karena dianggap menolongnya, ini berarti apa yang menjadi kecurigaan Ryo itu benar!

Didalam Ryo dan para asistennya berusaha keras untuk menyelamatkan Orang itu, dia menggunakan seluruh kemampuan yang ia bisa untuk menyelamatkan orang itu.

Tapi…

Mereka gagal, kondisi orang itu ternyata sudah tidak dapat diselamatkan. Luka yang ia alami terlalu parah, kondisinya sudah sangat kritis menyebabkan Ryo dan perawat-perawat yang membantunya tidak bisa berbuat banyak.

Mengetahui kenyataan ini, Ryo sangat terpukul. Ia menganggap dirinya gagal menyelamatkan pasiennya, gagal untuk pertama kalinya dalam tugasnya sebagai dokter. Dari sekian banyak orang yang ia tangani selama ini, ia baru gagal kali ini.

Ryo duduk dikursinya kemudian ia mengeluarkan Ekspresi Face-palm dengan wajah sedih dan kemudian, ia meremas jas putihnya.

"Apa ada keluarga dari orang ini?" Tanya Ryo pelan kepada para perawat yang daritadi hanya diam melihat ekspresi sang dokter. "Keluarga tidak diketahui, mereka tidak disini." Jawab mereka, Ryo hanya menjawab menghela nafas, "siapkan dia untuk dimakamkan." Ujarnya kemudian pergi keluar ruangan itu.

Shizuka yang duduk di kursi didepan Ruangan itu hanya menatap Ryo dengan tatapan heran. Ia heran sejak keluar dari Ruangan itu, Ryo menjadi lesu dan tidak sesemangat tadi.

"Ryo, aku ingin Tanya sesuatu kepadamu." Kata Shizuka saat Ryo duduk disampingnya, "Apa?" tanyanya, "Kau ini….sekarang seorang dokter?" Tanya Shizuka. "Ya."Jawab Ryo singkat dengan sedikit senyum pada wajahnya, "Berarti aku tidak sendiri saat lulus nanti." Ujar Shizuka Riang, "Kau…..sedang dalam pendidikan kedokteran?!" Tanya Ryo kaget mendengar pernyataan Shizuka tadi, "Ya. Sudah semester akhir sekarang." Jawabnya. Ryo hanya mengangguk.

"By the way, bagaimana keadaan orang tadi?" Tanya Shizuka, "Tidak baik, kami terlambat memberikan pertolongan sehingga ia meninggal sekarang." Jawab Ryo. Entah kenapa, Shizuka sangat ingin melihat orang yang dikatakan Ryo sudah meninggal ini.

"Kau ingin melihatnya?" Tanya Ryo tidak percaya, Shizuka mengangguk kemudian masuk ke dalam ruangan itu. Ryo ikut masuk untuk mendampingi Shizuka.

Ryo terkejut, saat didalam ia melihat Shizuka meneteskan airmata saat melihat mayat orang itu, "Kau kenapa, Shizuka?" Tanya Ryo ragu-ragu, "Ryo…..Ini…..ini…." Shizuka mencoba menjawab pertanyaan Ryo, namun ia terus terisak-isak saat hendak menyebutkan siapa dia sebenarnya.

Terimakasih untuk yang sudah mereview chapter sebelumnya.