Assault
Disclaimer: Semua Tokoh bukan milik Author, yang author miliki hanyalah FF ini
A/N: Setting waktu Fic ini adalah 3 tahun setelah kejadian New Bbonds. Fic ini juga menyambung dari kisah New Bonds akan tetapi, pairing utama dalam fic ini berbeda dari fic New Bonds
Author mohon maaf sebelumnya karena terlalu lama tidak Meng-Update Fic ini, sebernarnya, konsep ceritanya udah ada, tapi karena Author sedang berada dalam hari Ujian, maka author belum sempat mengupdate cerita ini.
Chapter 3: Shocking News
"Ryo…ini…..ini" Shizuka terisak saat ia hendak mengatakan siapa dia sebenarnya, "Siapa dia Shizuka? Kau mengenal orang ini?" Tanya Ryo dengan heran karena Shizuka langsung menangis saat melihat korban itu.
"Dia…adalah….Ibuku…" Jawab Shizuka dengan teriak, "Ia hilang tanpa kabar selama tiga hari ini, Ia tidak pulang ke rumah…" terang Shizuka, Ryo hanya mengangguk dan berusaha untuk menenangkannya.
"Sudah…..kau harus sabar Shizuka, ibumu sudah tenang disana." Ucap Ryo dengan penuh berharap bahwa ia akan kembali tenang dan mengikhlaskan kematian sang ibu.
Akan tetapi, tangisan Shizuka masih terdengar, walau sudah tidak separah tadi, "Kau ingin memberitahu Jounouchi?" Tanya Ryo, Shizuka terdiam sejenak lalu mengangguk, "Akan tetapi. Handphone milikku sedang mati, baterainya habis." Jawab Shizuka, "Tidak masalah, gunakan saja milikku." Sahut Ryo.
Shizuka menerima Handphone milik Ryo kemudian memanggil nomor Jounouchi, "Halo?" jawab Jounouchi dari seberang sana, "Kakak, ini aku." Ujar Shizuka, "Oh. Shizuka, Kau menggunakan nomor Ryo?" Tanya Jounouchi, "Ya, dia sedang bersamaku sekarang." Jawab Shizuka, "Begitu….Kalau begitu, ada apa?" Jounouchi menanyakan maksud Shizuka melefonnya.
Shizuka diam sejenak membuat Jounouchi sedikit bingung, "Shizuka?" panggil Jounouchi memastikan apa dia masih ada disana atau tidak, "Ah. Iya."Shizuka merespon dengan suara sedikit kikuk, "Ada apa sebenarnya?" Jounouchi semakin bingung ketika tiba-tiba Suara Shizuka terdengar seperti dia sedang menahan tangis.
"Ibu…..Ibu…..telah….meninggal…"Ujar Shizuka pelan, ditambah dengan isakan yang membuat suaranya terpotong, "APA!?" Jounouchi yang mendengarnya terkejut seketika ketika mendengar perkataan Shizuka barusan.
"Kau pasti bercanda Shizuka…..itu tidak mungkin…TIDAK MUNGKIN!" Jounouchi berteriak sambil tersiak, "Aku Serius, Kak Jou. Untuk apa aku bercanda untuk hal seperti ini?" Tanya Shizuka, "Ryo itu dokter…mengapa dia TIDAK melakukan SESUATU!?" Jounouchi berteriak histeris dengan isakan dan mulai menyalahkan Ryo sebagai penyebab semua ini.
Shizuka kembali menangis akibat perkataan Jounouchi barusan, ia tidak mengetahui bagaimana Ryo berusaha keras untuk menyelamatkannya, bagaimana ekspresi wajah dan perasaan hatinya ketika dia mengetahui bahwa ia gagal menyelamatkannya, terlebih saat mengetahui bahwa ia adalah ibu dari teman dekatnya di domino.
Jounouchi terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengeluarkan suara kembali, "Berikan handphone-nya kepada Ryo. Aku perlu bicara padanya." Kata Jounouchi dengan nada dingin, sedingin nada yang dulu menghiasi suara Kaiba sebelum ia berpacaran dengannya tiga tahun lalu.
Shizuka kemudian memberikan handphone itu kepada Ryo, dalam hatinya, ia bersyukur karena Jounouchi tidak disini. Kalau dia disini, ia bisa langsung memukul Ryo karena kemarahannya. Jounouchi memang lemah dalam mengendalikan emosinya. Ryo kemudian menjauh dari Shizuka untuk mengadakan pembicaraan dengan Jounouchi.
"Ryo…."Jounouchi membuka pembicaraan diantara mereka, Ryo tidak menjawab apapun, ia hanya diam sampai Jounouchi melanjutkan kalimatnya, "Kenapa kau biarkan ibu kami meninggal begitu saja?" Tanya Jounouchi dengan intonasi suara yang tinggi menunjukkan bahwa ia sedang marah.
"Kami, sudah berusaha semaksimal Mungkin untuk menyelematkannya, Tapi….." Ryo berusaha menjelaskan namun langsung dipotong Jounouchi, "Tapi apa…..? kau malah membiarkannya meninggal, kan?" Tanya Jounouchi dengan nada yang kurang menyenangkan.
"Dengarkan dulu aku Jounouchi, dia itu sudah dalam keadaan kritis. Kami tidak dapat berbuat banyak karena…..ia sudah kehilangan banyak darah…menurut shizuka, ia sudah hilang selama tiga hari." Ryo berusaha untuk menenangkan Jounouchi, namun bukannya tenang, Jounouchi malah semakin emosi.
"Jadi maksudmu, ia sudah terluka selama tiga hari tanpa pertolongan? Kenapa kau tidak menolongnya?!" Jounouchi berteriak di handphone-nya mengakibatkan Ryo mendengarnya dengan sangat keras, "Ia baru ditemukan tadi." Jawab Ryo, "Kenapa kau tidak membantu mencarinya saat ia baru hilang?!" Jounouchi kembali bertanya kepada Ryo, "Aku tidak tahu bahwa ibu kalian hilang tiga hari yang lalu, kalau aku tahu, aku juga akan membantu mencari!" tegas Ryo kepada Jounouchi.
Jounouchi hanya mendengus kesal mendengar jawaban Ryo tersebut, atau lebih tepatnya alasan Ryo. Baginya, perkataan Ryo itu seperti alasan agar dirinya tidak disalahkan!
"Berikan Handphone-nya ke Shizuka, ada yang ingin kubicarakan." Kata Jounouchi kepada Ryo. Tidak ingin emosi Jounouchi terpancing kembali, ia pun segera memberikan handphone itu ke Shizuka.
"Ya?" Respon Shizuka saat ia menerima Handphone itu dari Ryo, "Shizuka. Dengan situasi begini, siapa yang akan menemani dan melindungimu disana?" Tanya Jounouchi, "Aku akan baik-baik saja. Disini masih ada Ryo." Jawab Shizuka, "Aku tidak perlu kesana?" Jounouchi kembali bertanya, "Tidak." Jawab Shizuka, "Kalau begitu, aku ingin bicara kembali dengan Ryo, apa dia masih disana?" Tanya Jounouchi, "Ya, sebentar biar kuberikan kepadanya."
"Ryo, kau masih berapa lama disana?" Tanya Jounouchi, "Sekitar Satu semester…..kurang lebih 6 bulan" Jawabnya, "Kalau begitu, kau akan pulang ke Domino dalam waktu yang sama dengan Shizuka Wisuda, selama itu bisakah kau….." Jounouchi berbicara sebelum dipotong Ryo.
"Aku tahu apa yang ingin kau bicarakan. Tenang saja, selama aku disini, aku akan selalu menemani dan melindunginya Sekuat yang aku bisa." Ujar Ryo.
Kemudian, Ryo memberikan Handphone itu lagi kepada Shizuka karena Jounouchi teringat sesuatu dan ingin menyampaikannya kepadanya.
"Sis, apa kau masih mengharapkan Kaiba?" Tanya Jounouchi, "Sejujurnya…..Ya." Shizuka menjawab pertanyaan Jounouchi, "Kalau begitu aku akan berbicara sesuatu kepadanya." Ujar Jounouchi, "Ada apa dengannya? Lebih baik kalian tidak bertengkar." Ujar Shizuka cemas ketika Jounouchi mengatakan bahwa ia akan berbicara kepada Kaiba, karena biasanya jika Ia berbicara dengan Kaiba, akhirnya mereka malah bertengkar, "Tentu saja kami tidak akan".
Jounouchi kemudian memutuskan sambungan komunikasi dan Shizuka mengembalikan Handphone itu ke Ryo. "Bagaimana? Apa kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Ryo, "Ya. Sedikit, maaf karena aku menelpon Jounouchi, Ia jadi marah kepadamu." Shizuka berkata dengan ekspresi bersalah menghiasi wajah manisnya itu, "Tidak masalah." Ryo menjawab dengan sebuah senyuman kecil diwajahnya.
Ryo kemudian mengantarkan Shizuka pulang ke apartemennya, kemudian ia menemaninya sebentar sebelum akhirnya Shizuka mengantuk dan memutuskan untuk tidur. "Jika terjadi sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungiku. Selamat malam." Ucap Ryo sebelum ia pergi meninggalkan Apartemen itu, "Ok Ryo, Terimakasih. Selamat Malam." Jawab Shizuka.
Sementara itu, di Domino, Jounouchi masih tidak percaya bahwa ibunya telah meninggal, terlalu sulit baginya untuk menerima kenyataan yang pahit ini, apalagi ia tidak disana saat ibunya meninggal, karena ia di Domino sedangkan ibunya di Tokyo,
Jounouchi kemudian bercerita kepada teman-temannya tentang kejadian ini, mereka Semua Terkejut kemudian menyatakan bahwa mereka turut berduka cita atas kejadian itu, Jounouchi berterima kasih kepada teman-temannya yang pengertian itu.
Pada kemalaman Harinya, Jounouchi Telah berada di apartemennya. Setelah mandi dan makan malam, ia kemudian mengambil Handphonenya dan mencari nomor dari Kaiba disana, ya, sesuai perkataannya kepada Shizuka, dia hendak membicarakan sesuatu kepada sang CEO Yang sedang berada di Amerika tersebut. setelah ketemu, Jounouchi memanggil nomor tersebut.
Baiklah, Sekarang Saatnya membalas Review...
-XY:Wah...Udah Ketauan ya? semua tebakanmu Benar!
Kaiba:Sepertinya orang itu sangat berarti bagi Shizuka, katanya keluarganya.
:Yeah...
Yo & Jepta Subaktyo: Makasih ya atas Supportnya.
Ok, tunggu kelanjutannya...Author akan berusaha kali ini tidak begitu lama Updatenya.
