Saya Kembali untuk melanjutkan Fic ini, Author mohon maaf dengan sangat atas keterlambatan Update yang terlalu lama ini, Hal ini karena Author sedang banyak tugas dari sekolah,

Author kembali mengucapkan terimakasih bagi yang telah bersedia membaca dan mereview chapter sebelumnya, Fic ini memang lebih panjang dari Fic yang telah Author Buat sebelumnya.

Akhir kata, Enjoy the Story

Disclaimer: Semua tokoh bukan milik Author, yang Author miliki hanya FF ini

Chapter 6: The Plan

Jounouchi, Yugi, Honda, Marik, dan Anzu telah sampai di Tokyo, tempat penculikkan Mokuba dan Shizuka berada, mereka memutuskan untuk menemui Kaiba dan Ryo terlebih dahulu.

"Dimana kita akan mencari Shizuka!?" Tanya Jounouchi, dia sekarang sedang berfikir dimana Shizuka berada dan bagaimana mereka menyelematkannya, Sebelum akhirnya Yugi mengingatkan Yugi akan tujuan mereka kemari.

"Bukankah kita kemari untuk membantu Kaiba untuk menyelamatkan Mokuba?"Tanya Yugi kepada Jounouchi, "Tapi aku tidak bisa mengabaikan Shizuka yang menurut Ryo sedang Diculik!" Jawab Jounouchi, "Aku tidak Menyuruhmu untuk mengabaikannya, tapi bukankah lebih baik kita menemui Kaiba dulu? Kemungkinan pelakunya sama dengan yang menculik adikmu."

Jounouchi terdiam kemudian Honda meyakinkan Jounouchi, "Benar kata Yugi, Jounouchi...Kita baru sampai kemari dan kita belum begitun akrab dengan wilayah disini, lebih baik kita mencari Kaiba dan Ryo terlebih dahulu, kemudian kita susun rencana penyelamatan mereka." Kalimat itu dijawab dengan Anggukan Anzu, Marik, dan Yugi sementara Jounouchi hanya diam.

Kemudian Jounouchi menyadari bahwa Ryo mengetahui Posisi mereka, terbukti dia mengatakan bahwa ia akan menyelamatkan Shizuka, kalau dia tidak tau, dia tidak dapat menyelamatkannya, kan?

Mereka akhirnya sepakat untuk mencari Kaiba dan Ryo terlebih dahulu, mereka mencari di pusat kota Tokyo dan menemukan Kaiba disana.

"Kalian datang juga." Kaiba terlihat cerah saat mereka menghampirinya yang masih memegang GPS untuk melacak posisi penculik Mokuba, "Kaiba, apa kau tahu dimana Posisi mereka?" tanya Yugi kepadanya, "Ya. Aku tahu."

"Mereka ada di koridor belakang stasiun Tokyo, menurut GPS ini ada sekitar delapan orang didalamnya dan dua orang diluar..."Lanjut Kaiba, "Total 10 Orang?" Tanya Yugi, langsung di selak Jounouchi, "Apakah Ada Shizuka disana?!" Tanya Jounochi.

"Shizuka? Mana mungkin dia ada disana?" Tanya Kaiba kebingungan, "Dia DICULIK Kaiba!" Jounouchi memberikan penekanan pada kata 'diculik' dari kalimat yang dikatakannya kepada Kaiba yang direspon dengan ekspresi Kaiba terkejut mendengarnya.

"Kau lebih Baik serius Jounouchi, kau hanya BERCANDA, kan?" Kaiba tidak bisa menahan Kekhawatirannya terbukti dari suaranya, Jounouchi mengangguk.

"Ini serius Kaiba, dia kemarin diculik sekelompok orang, dan kami berpikir bahwa pelakunya adalah orang yang sama." Terang Jounouchi, "Kami tidak memberitahumu karena takut menambah pikiranmu akibat Mokuba diculik."

Kaiba menghela nafas kemudian dia menyandar ke tembok salah satu bangunan yang ada disana, kemudian dia menatap kosong aspal di jalan raya yang ramai itu, Honda menyadari Reaksi Kaiba berusaha mencairkan suasana.

"Daripada hanya diam disini, lebih baik kita selamatkan mereka..." Kaiba terkejut mendengar perkataan itu akan tetapi ia harus mengakui bahwa yang dikatakan Honda itu ada benarnya, tiba-tiba ada panggilan dari handphone Kaiba.

Kaiba kemudian mengangguk-angguk saat mengadakan percakapan itu kepada seseorang disana, "Ya...ya...saya akan menunggu anda disini." Kaiba kemudian menutup teleponnya dan disambut dengan tatapan maut Jounouchi.

"Ada apa? Kau mau pergi rapat lagi, hah?" Jounouchi menanyakan hal yang paling klasik dari kehidupan seorang Seto Kaiba, "Memang biasanya aku ditelpon untuk kepentingan rapat...tapi kali ini berbeda...aku sedang menunggu temanku disini." Jawab Kaiba.

Tak lama kemudian Seseorang datang bersama orang yang sangat dikenal Yugi Cs. " , saya dengar Mokuba di culik oleh seseorang." Tanya orang itu, "Lebih tepatnya Willer, aku kenal orang itu." Jawab Kaiba, "Saya sudah menemukan Lokasi mereka, Mokuba ditahan di Koridor belakang Stasiun Tokyo bersama Kak Gekkou." Jawab Orang itu yang ternyata adalah Tenma Yakaou, teman rapat Seto Kaiba dan Adik dari Tenma Gekkou.

Honda menyadari bahwa Ryo ada bersama orang itu, "Ryo, sedang apa kau bersamanya?" Tanya Honda, "Aku bertemu dengannya saat melacak posisi keberadaan Shizuka." Jawab Ryo, "Kau bertemu dengannya...itu berarti..." Jounouchi hendak mengambil kesimpulan, tapi ragu mengungkapkannya.

"Ya...Shizuka dan Mokuba ada di tempat yang sama...dengan penculik yang sama." Lanjut Yugi sepertinya mengetahui maksud perkataan Jounouchi, Jounouchi bernafas lega kemudian tersenyum kepada mereka.

"Berarti kita dapat menyelamatkan mereka sekaligus, lebih baik kita susun rencananya sekarang." Kata Ryo kepada orang-orang itu, Kaiba mengangguk kemudian tanpa berkomentar, "Dimana lokasinya?" Tanya Yakaou, Kali ini Kaiba merespon dengan kata-kata, "Lebih baik di apartemen milikku saja." Semua mengangguk setuju.

Akhirnya mereka semua pergi ke apartemen mewah milik Kaiba, mereka disana menyusun rencana untuk operasi penyelamatan orang-orang yang diculik oleh mereka.

Apartemen Kaiba.

"Jadi apa yang akan kita lakukan?" Tanya Jounouchi kepada mereka yang ada diruangan itu, "Lebih baik kita lakukan serangan secara mendadak." Jawab Kaiba, "Apa maksudmu?" Tanya Jounouchi, "Kita menggunakan Polisi tanpa diketahui mereka." Terang Kaiba.

"Menggunakan Polisi?" Tanya Anzu ragu kepada Kaiba, "Salah satu dari kita datang belakangan dengan sergapan mendadak sehingga mereka tidak berkutik, yang lain alihkan perhatian mereka." Terang Kaiba kepada Anzu sekali lagi agar ia mengerti maksud rencana mereka. Anzu hanya mengatakan 'Oooh...' pada rencana mereka

"Itu tindakan pengecut, Kaiba! Aku tidak ingin adikku diselamatkan oleh rencana seperti itu!" Jounouchi menolak Usulan Kaiba yang dibalas oleh pertanyaan Yugi, "Kau Punya Rencana lain yang lebih baik?"

Jounouchi menaikkan sebelah alisnya kemudian menjawab, "Kita hadapi mereka satu per satu." Jounouchi menjawab dengan penuh semangat, "Kau Gila apa!? Jumlah mereka mungkin lebih sedikit dari kita tapi..." Sebelum Kaiba menyelesaikan kalimatnya, Jounouchi langsung memotongnya, "Lihat? Jumlahnya lebih sedikit kita bisa langsung mengepung mereka!"

Kaiba hanya menarik nafas mendengar kenekatan Jounouchi, "Aku tahu kau memang Bodoh dan sering bercanda dan menghasilkan tindakan bodoh, tapi Jounouchi sekarang adalah waktunya serius...kumohon." Kaiba tetap menganggap Usul Jounouchi adalah hal yang nekat.

"Aku tidak bercanda...setelah ini kita akan dianggap pahlawan oleh mereka." Jounouchi menunjukkan sedikit keseriusan pada kalimatnya kali ini. "Dasar Bodoh." Kaiba berkata demikian Sambil Menggelengkan Kepalanya, sampai Yugi berbicara.

"Jounouchi, Untuk menjadi seorang pahlawan...tidak harus melakukan sesuatu yang dapat membahayakan diri sendiri, kita cukup berbuat baik kepada seseorang dan orang itu akan menganggap kita sebagai pahlawan." Jounouchi termenung mendengar kalimat Yugi tersebut.

Marik akhirnya berbicara kepada mereka, "Bagaimana jika yang mengalihkan perhatian mereka jangan semuanya? Cukup satu atau dua orang?", Kaiba terheran dengan pernyataan Marik, "Kalau begitu untuk apa dengan Jumlah sebanyak ini?" Tanyanya, "Kita bagi tiga kelompok Tiga orang mengalihkan perhatian, Tiga orang Menyelamatkan Para orang yang Ditahan, Dua orang memanggil Polisi jika kita terdesak." Ujar Marik dengan senyuman Khasnya.

"Rencana yang bagus...tetapi resiko yang dihadapi para pengalih perhatian sangat besar sehingga membutuhkan orang yang lebih banyak sedangkan yang memanggil polisi cukup satu orang." Kaiba Setuju dengan Usul Marik tetapi mengubah Jumlahnya.