Update! Ini merupakan chapter ke tujuh di fic ini, Author sangat menyesali terlambatnya Update karena Author harus berhadapan dengan tugas yang sangat menumpuk, hingga tidak sempat mengupdate.
Kembali, Author mengucapkan terimakasih kepada mereka yang telah bersedia membaca dan memberikan review pada Fic ini, Fic kalian sangat berarti demi kemajuan fic ini dan fic yang akan datang.
Akhir kata, Enjoy the story
Disclaimer: Semua tokoh bukan milik Author, yang Author miliki hanya FF ini
Chapter 7: Conflict in team
Hasil Rapat telah menghasilkan Keputusan, sudah diadakan pembagian Tugas dalam rencana penyelamatan ini, yaitu sebagai berikut:
Perhatian lawan: Kaiba Seto, Jounouchi Katsuya, Tenma Yakaou, Marik Ishtar
Teman-teman yang ditahan: Ryo Bakura, Yugi Mutou, Honda Hitoro.
Polisi (Jika Terdesak): Anzu Masaki.
"Apa-Apaan ini!? Kenapa aku menjadi pengalih Perhatian!?" Tanya Jounouchi Frustasi, "Aku Tidak Mau Matiii!" Teriaknya.
"Jounouchi, Kita cukup mengalihkan perhatian saja, tidak perlu sampai harus kehilangan nyawa." Terang Kaiba berusaha Menenangkan Orang yang dia anggap sebagai Pecundang itu.
"Tapi, Aku tetap tidak mau!" Jounouchi tetap menolak Posisinya walaupun itu merupakan hasil undian yang adil yang dilakukan oleh mereka.
"Aku saja yang menjadi pengalih perhatian." Tiba-tiba Ryo berbicara setelah konflik yang disebabkan oleh penolakan Jounouchi. Ia akhrinya memutuskan untuk mengubah posisinya dengan Jounouchi.
Kaiba mendengus kesal akibat Jounouchi terus menolak posisinya, Namun dia Juga mengapresiasi keputusan Ryo sehingga menghentikan Konflik yang sedang berlangsung disana.
"Yasudah kalau begitu...kau lebih baik sekarang menjadi penyelamat setelah kami mengalihkan perhatian, kau ingin menjadi pahlawan, kan?" Kaiba berkata demikian dengan tatapan tajam kepada Jounouchi Katsuya, "Ternyata kaulah orang yang pengecut."
Di Domino, Mai telah kembali dari Amerika, Namun ia tidak menemukan siapapun temannya disana, akhirnya ia memutuskan untuk ke toko game milik kakek Yugi.
"Selamat Siang, Kakek. Apa saya bisa bertemu dengan Yugi dan kawan-kawan?" Tanyanya sopan kepada Sugoroku, "Yugi belum kembali dari Tokyo", Jawabnya, "Tokyo?"
"Kudengar adik dari Kaiba, Mokuba dan adik Jounouchi, Shizuka telah diculik di Tokyo." Terang Sugoroku.
'Hah' hanya kata itu yang bisa keluar dari Mai, ia terkejut mendengar perkataan Kakek Sugoroku dan memutuskan segera menyusul mereka ke Tokyo.
"Er...saya rasa, saya juga harus membantu mereka...terimakasih banyak atas infonya kek, selamat pagi." Ia mengucapkan salam dan pergi meninggalkan toko game itu.
Mai pergi ke Tokyo dengan mobil Sport miliknya, dia pergi dengan kecepatan penuh karena ini menyangkut temannya, tentu saja atas dasar persahabatan dia memutuskan untuk pergi membantu mereka.
"Apa saja yang dilakukan si bodoh itu hingga Shizuka diculik?" Ia tidak habis pikir karena Jounouchi yang Overprotective terhadap adiknya tiba-tiba lengah dalam melindungi adiknya.\
Di Tokyo, Kaiba yang geram terhadap Protes Jounouchi akhirnya menerima Usulan Ryo untuk menukar Posisinya dengan Jounouchi.
"Baiklah, atas Dasar Konflik yang tidak kita inginkan ini, maka posisi akan mengalami sedikit perubahan, Yaitu..."
pengalih perhatian: Kaiba Seto, Tenma Yakaou, Marik Ishtar, dan Ryo Bakura.
penyelamatan Tawanan: Yugi Mutou, Honda Hitoro, Dan Jounouchi Katsuya.
pemanggil Polisi: Anzu Masaki
Akhirnya, kali ini semua anggota setuju dan posisi ini tidak diprotes oleh siapa pun termaksud Jounouchi yang sudah setuju kali ini.
Mai akhirnya tiba di Tokyo dan dia bertemu dengan pasukan Yugi Cs. Dia melihat Kaiba disana dan langsung menamparnya.
"Apa-Apaan kau Ini Kujaku, datang dan tiba-tiba menamparku, CEO Yang terhormat ini!?" Kaiba Emosi setelah Mai menamparnya, "Kau yang apa-apaan, Kaiba Seto! Kau yang tiga tahun lalu mengklaim bahwa Shizuka adalah pacarmu dan akan melindunginya! Tapi sekarang dia malah diculik!" Mai menjadi ikut Emosi setelah Kaiba marah kepadanya.
"Aku juga tidak tahu! Aku sedang Di Amerika waktu penculikan Itu terjadi!" Tegas Kaiba kepada wanita yang merupakan pacar dari Jounouchi tersebut, "Lihat? Kau malah pergi ke Amerika saat 'Itu' Terjadi padanya!" Mai semakin Emosi kepadanya, "Itu Kepentingan Kaiba Corp, Seseorang yang bukan CEO Sepertimu mana mengerti!?" Kaiba juga semakin emosi karena Mai Terus Menyalahkannya, Sebelum akhirnya Jounouchi angkat bicara.
"Yang harusnya disalahkan atas Kasus ini adalah Ryo, mai. Bukan Kaiba...Kalau seandainya dia bisa melindungi Shizuka disini...ini tak akan terjadi." Perkataan Jounouchi disambut keheranan oleh Semua Orang disana yang mendengarnya, tak terkecuali Kaiba.
"Jou...aku tidak pernah melihatmu membela Kaiba ada apa sebenarnya?" Mai mengatakan dengan Ekspresi Wajah Bingungnya, Jounouchi hanya menghela nafas sebelum akhirnya ia berkata
"Semenjak Shizuka menjadi Pacar Kaiba...Aku berusaha untuk mengerti tentangmu Kaiba...mengapa kau dapat disukai dengan sikapmu itu...dan aku dapat menyadari bahwa kau ada diposisi Sulit. "Ooh...Jou" Yugi merespon jawaban temannya itu.
Kaiba hanya terdiam, ia tidak mengucapkan sepatah katapun sejak Jounouchi membelanya dihadapan Mai, Sebelum Akhirnya Mai mengatakan sesuatu yang memanaskan suasana.
"Kalau Memang Kaiba itu pacar dari Shizuka, Seharusnya dia kan yang melindungi Shizuka, bukannya malah pergi Ke Amerika untuk Mengurusi rapatnya yang hampir TIDAK pernah selesai." Ia memberi penekanan kepada kata Tidak karena Kaiba memang terlalu sering rapat.
Kali ini, Kaiba Merespon, "Sesungguhnya aku pergi setelah dia pulang ke Tokyo." Ujarnya tenang walaupun Singkat, itu cukup membuat Mai diam.
Yugi hanya diam mendengar perdebatan antara Mai dengan Kaiba, 'Kenapa Mai yang baru datang langsung memperkeruh suasana?' begitu pikirnya dalam hati, melihat Mai yang terus menerus Memancing Kaiba untuk marah,.
Marik akhirnya mengeluarkan suaranya, "Oi...apa kita sudah selesai disini? Daripada kita hanya berdebat satu sama lain, lebih baik kita melaksanakan Rencana Operasi penyelamatan Mereka! Dan anda , anda mau membantu atau pergi dari sini?" Mereka semua tersadarkan oleh Perkataan Marik Barusan.
Mai kemudian menaikkan sebelah alisnya lalu berkata, "Aku tentu saja ikut. Apa bagianku dalam rencana ini?" Tanyanya kepada mereka, "Karena kau Wanita, lebih baik kau membantu Anzu untuk memanggil Polisi jika kita terdesak."
Mai tidak terima keputusan Kaiba, "Apa kau meremehkan kemampuanku karena aku wanita, ?" Ujarnya sembari Menaikkan Kedua Alisnya, "Tidak."
"Aku hanya mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang ada, Aku ingin kau membantu karena Salah satu dari kalian menunggu di Pos Polisi, sedangkan yang satunya melihat Kondisi di arena." Terang Kaiba.
Mai mengangguk Paham kemudian dia menyetujui penempatan Posisinya dalam Rencana ini, Kaiba menamai kelompok ini dengan Xtreamination team.
"Hidup, Xtreamination Team!" Ujar mereka serempak sambil melakukan Tos kepada masing-masing tangan yang ada disana.
