Disclaim
Semua Cast adalah milik tuhan, agensi, pair dan diri mereka sendiri.
Pair
TopGD and lil YunJae, KrisTao
Warn
BL, AU, hugar (humor garing), genderswitch for Jae, have a lot of gajenese, OOC
.
.
Chapter 3
Pagi hari, check! Tidak mendung, check! Sarapan pagi? Check! Mandi? Check! Bangunkan yeodongsaeng? Sedang di lakukan. Sepertinya, hanya itu kegiatan Seunghyun setiap paginya.
Ah, jangan lupa jika ia juga sering lari marathon di pagi hari. Tentu itu karena yeodongsaeng kesayangannya yang sangat susah di bangunkan –padahal dirinya sendiri saja juga susah di bangunkan–.
Lari menuju sekolah berharap gerbang belum di tutup, hei, ini akan sangat memalukan jika ia, seorang ketua klub Kendo dan anak Gyojangnim terlambat untuk masuk kelas. Dan semua itu di karenakan adik perempuannya yang suka rewel di pagi hari.
Rambutnya yang berantakan lah, bajunya yang masih kusut lah, airnya yang masih dingin. Ah, sungguh sifat manjanya itu terkadang membuat Seunghyun pusing sendiri. Entahlah, ia berpikir, bagaimana jika nanti adiknya ini menikah. Tapi tentu saja akan masih sangat lama!
"Oppa~~ Joongie mau roti bakar pakai selai stroberi, bukan kacang~!" rengek Jaejoong tanpa menyentuh roti bakar buatan 'Oppa' tersayangnya itu.
Seunghyun mendesah, sangat lelah, fisik maupun batin sepertinya. "Joongie, sudah Oppa bilang, selai stroberinya sedang habis, kau makan saja apa yang ada." Seunghyun berucap tanpa melihat Jaejoong yang kini menggembungkan kedua pipinya kesal.
.
.
"Selamat Pagi~ nae Jaejoongie~" sebuah ucapan salam dari seseorang di belakang mereka.
Kedua Choi bersaudara itu menatap orang yang tengah berlari dengan kedua tangan terbuka. Choi Jaejoong hanya tersenyum manis melihat namja yang tengah berlari kearahnya, berbanding terbalik dengan namja lain bernama Choi Seunghyun di dekatnya yang tengah bermuka masam.
Salah satu tangan Seunghyun memegang bungkusan panjang berwarna hitam yang ia sandang, melepas bungkusan itu dan mengibaskannya cepat kearah namja itu. Jung Yunho namanya, seorang namja mengaku-ngaku sebagai kekasih yeodongsaengnya.
Tipis, tapi Yunho masih bisa menghindar, namun tetap saja ia harus mengeluarkan keringat dingin. Jika sedikit saja kena, mungkin dirinya akan terluka. Oh, sebenarnya sehebat apa tebasan pedang bambu Seunghyun?
"Jung Yunho, jangan berbuat mesum di dekat sekolah maupun di tempat umum!" ucap Seunghyun dengan menepukkan pelan pedang bambunya di bahu.
"Ups, mianhae, Seunghyun-ah…" ucap Yunho dengan senyum aneh miliknya. Namja itu melirik Jaejoong, lantas mendekatinya dan menggandeng tangan yeoja cantik itu. "Kajja kita masuk, sebelum gerbang di tutup~" ucap Yunho dengan senyuman.
Ingin rasanya Seunghyun mengoyak Yunho saat ini juga, tetapi ia harus tahu, Yunho adalah salah satu anggota Klubnya. Aish, andai ia tak mengenal Yunho, entah jadi apa Yunho saat ini.
.
.
Bel istirahat siang berdendang dengan sangat indahnya di telinga berbagai murid yang sudah kelaparan. Beberapa detik bel berbunyi, setengah kelas di seluruh ruang kelas di sekolah itu mulai kosong, murid-muridnya tengah mencari, merantau ataupun mengais di kantin meminta makanan. Oh, sungguh malang nian.
"Hei, Hyun! Ayo ke kantin!" ajak Kris dengan setengah memaksa, merengek bahkan meronta-ronta. Agak lebay, tetapi memang demikian.
Menaikkan sebelah alisnya, ia menggeledah tas yang menempel dengan nyaman di mejanya, mencari bekal makannya, dan gotcha! Dapat. "Ayo…" ucap namja itu cepat, kemudian berdiri di susul Yunho.
"Aigo, kau membawa bekal?" ucap Yunho menatap satu tumpuk kotak bekal yang di bawa Seunghyun.
Namja itu kemudian mengangguk, "Menghemat uang selama Omonim keluar negeri itu bukan hal yang buruk."
"Seunghyun-hyung~! Yunho-hyung dan Kris-hyung juga!" kembali sebuah suara mendarat di pendengaran namja dengan gelar mata tajam anak gyojangnim.
Ketiga namja yang terpanggil oleh suara itu menolehkan kepala mereka, kedua kaki mereka berhenti sejenak dan tersenyum ramah pada namja yang memanggil. "Yo, Seungri-ah!" sapa keduanya.
Dua? Lalu Seunghyun? Ia memperhatikan kotak besar yang di bawa Jiyong di sebelah Seungri. Terlihat ada kerutan di dahinya saat melihat kotak besar tersebut. Sepertinya namja manis itu mengetahui apa yang ada di pikiran Seunghyun, kemudian tersenyum kecil melihat wajah heran namja sangar di depannya.
"Apa yang kau bawa… Jiyong-ah?" tanya Seunghyun pada akhirnya.
"Ini bekal, hyung…" ucap Jiyong seraya mengangkat kotak besar itu.
Seunghyun hanya mengangguk, kemudian kembali berjalan mengikuti kedua kawannya yang sudah melangkah bersama Seungri ke kantin. Diikuti oleh Jiyong yang berjalan di belakangnya, ia terlihat tak enak jika berjalan bersebelahan dengan Seunghyun –walau sebenarnya, Seunghyun tak akan mempermasalahkannya–.
Namja berambut hitam cepak itu kembali mengangkat sebelah alisnya, menengok sedikit kepada Jiyong. "Kenapa kau berada di belakangku?" tanya namja itu kemudian menarik tangan Jiyong hingga sang namja manis berdiri di sebelahnya.
Doki!
'Ap—Mwo? Perasaan apa tadi itu?' batin Jiyong dengan wajah horror. Wajah manisnya jadi terlihat lucu saat itu, kedua mata melebar menampilkan raut wajah kekagetan. Ia melirik tangannya yang masih di genggam Seunghyun, entah mengapa wajahnya terasa hangat. Tidak hanya wajah, namun tangannya juga terasa hangat.
.
.
"Itadakimasu!" teriak ketujuh orang yang tengah berkumpul pada satu meja di kantin. Memakan makanan mereka masing-masing, dan sepertinya mereka sedikit terperangah dengan bekal yang di bawa oleh Jiyong.
"Hei, Jiyong-ah… apa bekalmu itu seriusan?" tanya Kris mendahului yang lain. Sedangkan keempat orang lain hanya menatap Jiyong, menanti jawaban namja manis bak yeoja itu.
Bibir Jiyong mengerucut lucu, sangat menggemaskan bahkan terlihat manis. "Ini memang porsiku, memangnya kenapa?" tanyanya kembali. Semua menggeleng sedikit heran, kenapa namja bisa semanis ini?
"Omo~ Jiyongie neomu keyopta~!" teriak Jaejoong girang, yeoja manis itu kemudian memeluk Jiyong yang berada di tengah-tengah antara Seunghyun dan Jaejoong.
Sebenarnya namja yang tengah duduk di hadapan Jaejoong itu sedikit iri kepada Jiyong yang tengah di peluk oleh yeoja chingunya. Tapi, hei, Jiyong dan Jaejoong itu seperti dua gadis yang saling berpelukan, dan tak membuatnya merasa cemburu –karena Yunho menganggap Jiyong itu yeoja–. –andai Jiyong mendengar ini mungkin saja Yunho sudah habis sekarang–.
"E-Eh?" ucap Jiyong, namja manis itu berusaha melepas kedua tangan Jaejoong yang tengah memeluknya erat.
"Jae habiskan makananmu dulu…" ucap Seunghyun. Namja bertatapan tajam itu membuka kotak bekalnya, dan tara! Bekal imut bernuansa lucu terlihat di dalam kotak bekal.
Yunho dan Kris sweatdrop melihatnya, "Seunghyun… apa-apaan bekalmu itu?" ucap keduanya.
Jiyong menoleh, mencoba melihat raut wajah Seunghyun. Datar. Sepertinya namja bertatapan tajam itu sama sekali tak peduli dengan apa yang di katakan oleh teman-temannya ini.
"Oppa jahat! Bekal Seunghyun-oppa yang buat 'kan Jae…" ucap yeoja manis itu dengan nada sedih. Ia melihat Yunho yang sudah terlihat bersalah, sebenarnya ia tak senang berbohong seperti ini, tapi kasihan Oppanya jika ia tak berbuat seperti ini.
Seunghyun melirik Jaejoong kemudian Yunho dan Kris, "Kalian membuat Jae bersedih, siap-siap sajalah Jung Yunho, Wu Yi Fan." Seunghyun kemudian memakan bekalnya yang berbentuk cantik itu lahap.
Kalian berpikir bekal itu buatan Jaejoong? Hahaha, pikirkan lagi. Karena itu seratus persen buatan Seunghyun. Well, jika kalian melihat Seunghyun memiliki julukan sebagai menakutkan, manly, dan sebagainya. Sebaiknya kalian melihat dirinya di rumah. Hahaha, namun mari kita ceritakan nanti saja.
Untuk masalah bekal, semua orang bisa mengira bahwa Jaejoonglah yang membuat bekal itu. Oke, ini adalah keuntungan sendiri bagi Seunghyun. Well, tidak ada salahnya juga memiliki dongsaeng yeoja walau agak jahil dan manja.
.
.
"PUKUL YANG BENAR! MENEBAS, BUKAN HANYA MENGAYUN SAJA! GUNAKAN TENAGAMU!" suara teriakan kian menggema di lapangan Sekolah Menengah Atas itu.
Seperti biasa, latihan klub Kendo benar-benar berat. Hawa panas yang menyengatpun tak di perdulikan jika Seunghyun tengah memperhatikan mereka. Yeah, karena sebentar lagi turnamen dan mereka tak ingin mengecewakan Gyojangnim –sebenarnya mereka hanya takut Seunghyun atau malah Gyojangnim menghukum mereka–.
"Ingat! Sebentar lagi Turnamen Kendo akan di adakan, dan hanya beberapa orang dari kalian saja yang akan mengikutinya." Seunghyun mencoba melunakkan suaranya, ia berdiri di tengah-tengah dengan pedang bambu yang tertahan di pundaknya, bersiap untuk menebas sesuatu yang terasa mengganggu. "Apa kalian siap?!"
"Ya! Kapten! Kami siap!" teriak seluruh anggota, memecahkan keheningan.
Seunghyun menggerakkan kedua berliannya memperhatikan anggota klubnya. "Jika kalian siap, apa kalian tahu konsekuensi jika kalian kalah?!" bentaknya lagi. Walau terdengar mengerikan.
Ingin rasanya seluruh anggota klub Kendo itu melarikan diri dari lirikan sang Leader, namun apa daya? Mereka sudah sampai di sini, kabur berarti mati. "Ya, Ketua!" teriak mereka affirmatif.
Di lain tempat, dua manajer yang tengah membuat camilan pembangkit semangat itu sedang asyik bercanda. Bahkan mereka tak memperhatikan apa saja bahan yang mereka masukkan. Well, kalian tahu? Jaejoong, sebenarnya sangat buruk dalam memasak. Jika di depan Gyojangnim? Dia hanya memanaskan masakan yang sudah di buat Oppanya di rumah.
"Jiyongie, kenapa tiba-tiba pindah ke sekolah ini?" tanya Jaejoong yang tengah mengaduk cairan di dalam stoples merah.
Jiyong di sebelahnya mengiris sebuah lemon –entah itu bisa di katakan mengiris, karena irisannya yang cukup—tidak, itu sangat tebal!– untuk di campurkan dengan cairan yang tengah di aduk oleh Jaejoong. "Eumm, karena Eommaku di pindah tugaskan di daerah ini. Aku, mau tak mau harus ikut," namja manis itu sekilas menoleh pada Jaejoong namun pandangan namja itu kembali kepada potongan lemonnya.
Jaejoong meletakkan stoples itu di dekat Jiyong, dan Jiyong memasukkan potongan lemon kedalam cairan yang sedikit mencurigakan itu. Jika kalian melihatnya, sebenarnya cairan itu mirip madu, namun entah kenapa warnanya bisa agak kekuningan. Sebenarnya apa yang di campurkan Jaejoong hingga warnanya bisa berubah seperti itu?
Tanpa curiga apapun, Jiyong langsung memasukkan potongan lemon itu dan menutup stoples tersebut dan menyimpannya di lemari pendingin hingga waktu istirahat di laksanakan.
.
.
Keringat mengalir dengan mulus di leher Seunghyun, klub Kendo saat ini tengah mengistirahatkan tubuh mereka. Beberapa ada yang berteduh, dan lainnya asyik mengobrol bersama tentang hal sepele.
Seorang yeoja dan seorang namja berdiri membagikan handuk bagi anggota klub yang sedang mengistirahatkan tubuh mereka. Seunghyun hanya menatap keduanya sedikit tak peduli, toh mereka melakukan apa yang di lakukan oleh manajer pada umumnya.
"Ah, Seung—" Jiyong mendekatinya dengan tangan terjulur membawa sebuah handuk kering. Namun kegiatannya terhenti saat Jaejoong telah menyerahkan handuk itu terlebih dulu.
"Oppa, ini handuknya~ jangan terlalu memaksakan diri, arrasseo?" ucap yeoja itu dengan senyum manisnya, membuat Seunghyun mau tak mau ikut tersenyum dan mengangguk setelah menerima handuk tersebut.
Namja manis itu hanya berdiri tak jauh dan melihat senyum Seunghyun. Ah, sepertinya ada sesuatu yang aneh di rasakan namja manis ini. Jantungnya berdetak cepat, pipinya terasa panas dan perutnya terasa, seperti ada berjuta kupu-kupu yang menggelitik perutnya. Rasa apa yang sedang ia rasakan saat ini? Ah, membingungkan.
"Kau kenapa Jiyong-ah?" suara serak namun dalam itu membuat Jiyong kembali ke jalannya semula.
Tangannya masih terlihat terulur, sadar dengan hal itu Jiyong langsung menariknya dan memberikan handuk yang berada di tangannya pada anggota lain. Namja itu kemudian menggeleng dan menatap Seunghyun dengan wajah polosnya. Seunghyun hanya mengangguk, kembali melakukan kegiatannya yang tertunda.
"Woah, Manajer, apa yang kau bawa?" ucap salah seorang anggota klub yang tak sengaja melihat Jaejoong membawa sebuah toples berukuran lumayan besar di tangannya. Pemuda itu langsung mendekati Jaejoong dan diikuti beberapa anggota klub yang sepertinya penasaran.
Jaejoong tersenyum manis, "Hehehe~! Tebak apa yang aku bawa!" dengan sedikit melompat-lompat, Jaejoong melakukan aegyo dan bertanya kepada beberapa orang yang sepertinya sangat penasaran.
Beberapa ada yang menjawab makanan, well, itu memang makanan. Semua orang tentu saja tahu. Ada juga yang mengatakan itu obat penghilang sifat gahar Seunghyun, dan ada juga yang mengatakan jika di dalam toples itu kosong.
"Uuu~ memang makanan sih, tapi lebih spesifik dong!" Jaejoong menggembungkan pipinya kemudian membuka toples itu dan berteriak, "Tada~! Makanan penambah semangat!"
Apa yang di lihat oleh Jaejoong dan Anggota klub sepertinya berbeda. Dalam pandangan Jaejoong itu adalah manisan lemon yang ia buat bersama Jiyong tadi, sedangkan Anggota klub lainnya melihat isi dalam toples itu adalah sebuah genangan lumpur yang di campur cuka dan sedikit wasabi dengan potongan aneh yang berwarna kuning kehitaman mengambang di atas genangan lumpur itu.
Hening terjadi di antara Jaejoong dan Anggota Klub. Beberapa anggota klub saling pandang dan kembali melirik apa yang Jaejoong bawa.
"Ini benar makanan?" tanya salah satu di antara mereka, memberanikan diri. Tentu saja Jaejoong menganggukkan kepalanya.
Melihat keramaian yang terjadi hanya di satu sudut, menarik perhatian Seunghyun. Pemuda berwajah gahar itu melangkahkan kedua kakinya mendekati kerumunan yang di buat anggota klubnya sendiri. "Ada apa?" ia bertanya pada salah satu anggotanya, namun tak ada yang menjawab.
"Oppa!" wajah Jaejoong kembali cerah saat melihat Seunghyun berjalan mendekatinya. Jaejoong kemudian mendorong toplesnya mendekat ke arah Seunghyun. "Oppa yang akan menjadi penyicip pertama!" ucap gadis manja itu dengan senang.
Seunghyun menatap sekilas apa yang ada di hadapannya, "Apa yang kau buat?" ucapnya tidak yakin ini sebuah makanan atau bukan.
"Ini makanan penambah semangat, Oppa!" kembali menggembungkan pipinya, Jaejoong masih saja terus menyodorkan toplesnya. "Aku membuatnya bersama Jiyongie~ ayo di makan Oppa~" ucapnya dengan masih menggembungkan pipi tembamnya itu.
Kembali hati Seunghyun bergolak, antara memakannya atau tidak. Ah, dia lupa membawa obat sakit perutnya. Kembali memperhatikan Jaejoong yang beraegyo agar ia mau mencoba makanan yang mungkin akan menjadi pengakhir kehidupannya.
Sekali helaan, dua kali dan pada akhirnya, "Baiklah, akan ku makan."
Seunghyun mengambil potongan lemon yang terdekat darinya, sedikit susah karena genangan yang terlihat seperti lumpur itu agak licin dan lengket. Ia menenggak salivanya dengan paksa dan kemudian mendekatkan potongan lemon itu dan memakannya.
Ada sensasi aneh yang menyebar dari indra perasanya. Rasa asam, pedas, mual dan aneh. Entah apa yang adiknya masukkan dalam makanan itu, membuatnya ingin segera berlari menuju toilet yang ada di dekatnya dan membuang apa yang sedang berada di mulutnya ini. Tidak enak karena Jaejoong terus memperhatikannya makanan, ia pun terpaksa menelan benda aneh itu.
"Bagaimana rasanya Oppa?"
Hening kembali menyelimuti tempat itu, seluruh anggota klub yang melihatnya makan benda aneh itu berdoa dalam hati, semoga ketua klub mereka ini tidak apa-apa setelahnya. Jika memang sudah saatnya, semoga ia bisa tenang di sisi Tuhan di atas sana.
"Ermh… Enhak…" ucapnya, hanya kalimat singkat itu saja. Sang ketua klub kendo ini berjalan meninggalkan kerumunan anggotanya.
Sedikit lebihnya banyak yang kagum pada sang ketua klub, ia bisa dengan sangat hebatnya dan super gentle memakan makanan aneh itu tanpa protes sedikitpun. Padahal mereka yakin, setelah ini Seunghyun pasti berlari ke toilet terdekat dan memuntahkan isi perutnya.
"Ketua memang hebat…" ucap beberapa anggota dan di jawab dengan anggukan kepala oleh anggota yang lain.
Well, memang cerita di siang hari yang agak aneh, Ketua, semoga kau baik-baik saja!
.
.
"Kau tahu, Oppa?" Jaejoong bertanya kepada Seunghyun yang tak jauh darinya. Yeoja cantik ini tengah duduk dengan sebatang es loli di tangannya.
"Apa?" jawaban singkat di berikan oleh Seunghyun. Ia sedang sangat sibuk saat ini.
Hening sebentar, karena Jaejoong tengah menikmati esnya dengan riang. "Sudah hampir jam 5…" ucapnya santai.
"Yak! Diskon hari ini resmi di buka!" teriak seorang pedagang di toko bahan makanan, menggoyangkan lonceng yang ia bawa sebagai penanda diskon yang tengah di lakukan oleh toko tersebut.
"Hanya hari ini, daging has dalam hanya lima ribu won, kol dan lobak hanya lima ratus won per kilo. Jangan lupa ayam dengan potongan utuh hanya tiga ribu won!" ucap kembali sang pedagang.
Memang, pedagang itu hanya berbicara dengan santai dan seperti tak ada beban. Tapi, apa kalian tahu apa yang terjadi dengan rombongan ibu-ibu di dekat pedagang itu?
Well, hanya hal biasa, seperti di pasar biasa.
Mereka seperti sekumpulan Macan yang melihat mangsa tak berdaya dengan jarak 200 meter saja. Kebringasan tak ter-toleransi, aksi desak-desakkan seperti sedang unjuk rasa dan tawuran pun terjadi. Beberapa ada yang membawa golok dan pisau dapur, beberapa ada yang membawa tongkat, dan yang lainnya berdesakan mengambil barang diskon sebanyak-banyaknya.
Lalu, sedang apa Seunghyun di—lho? Dimana Seunghyun?
Ah, sepertinya Namja tampan itu tengah adu otot dengan ibu-ibu bringas itu. Dengan kecepatan tinggi dan sangat terlatih, Seunghyun akhirnya mendapat apa yang ia inginkan.
"Hebat~ Oppa keren sekali~!" ucap Jaejoong berusaha menyemangati. "Yaayy~! Hari ini makan rebusan~ rebusan~" ucapnya dengan riang dan sedikit melompat-lompat di samping Seunghyun yang terlihat kembali kalem.
Manik matanya tidak sengaja melihat ke arah seseorang yang sepertinya ia kenal tengah melihat kumpulan ibu-ibu bringas di hadapannya dengan pandangan takut. Seunghyun berpikir, jika orang itu pasti juga ingin mengambil apa yang tengah menjadi diskon di tempat itu.
Yakin dengan siapa orang itu, namja tampan itu berjalan mendekat. Menarik tangan namja mungil dengan wajah manis itu.
"Sedang apa di sini?"
.
.
To be continued.
.
.
A/N:
Hello~ missed me? Missed me?
teehee, mianhaeee~ sangat-sangat-sangat lama apdet, silahkan sifat kemalesan saya dan ujian-ujian yang langsung seabrek! Yah, nasib anak tahun akhir~
well, tapi saya tetap ingin melanjutkan apa yang tengah saya buat, untuk yang rikues apdet cepat, maaf, tidak bisa di laksanakan~
tapi semoga suka dengan Chap aneh ini~
Oh Yeah, saya akan kembali hiatus setelah ini, mohon di maafkan ne~
Dan doakan UN saya mendapat nilai yg baik~! :Dd
Thnx fo all reader...
Mrs. Panda | thepaendo | jennychan | Sora Hwang | Mrs Kim siFujoshi | unknown | Li Chylee | Miharu Koyama | Jaylyn Rui | Hana Ajibana | cheonsa . sha | fujo yaoi | hatakehanahungry | MJ | ajib4ff | TopGD Shipper | 13ginger | kutunakal
