"Sasuke-san, Sasuke-san,"
'Hm... suara siapa itu, suaranya begitu menggoda,'
"Sasuke-san, ayo bangun, aku sudah membuat sarapan untukmu dan Itachi-kun,"
'Suara Naruto, ya, hm... aku jadi ingin mendengar bagaimana suara desahannya diatas kasur dengan wajah sexy yang terus meminta lebih membuatku semakin bergairah, begitu pula saatku tindih dan kubiarkan Sasuke junior keluar masuk dengan begitu cepat di lubang sempit dan hang-'
"HUUWAAAA! TEME, KENAPA BAGIAN BAWAHMU BASAH HAH! DASAR MESUM!"
BUUAAGHH
"Naruto-nii, kenapa kau- HUUWAA! Kenapa ayah tiduran dilantai seperti itu dan lagi wajahnya..."
"Ah, Itachi-kun, ayahmu itu habis terjatuh dari kasur kok, sudah ayo kita sarapan,"
Naruto dan Itachi pun pergi, meninggalkan Sasuke yang terkapar.
'Tidak kusangka pukulan Naruto begitu keras,'
Aku Mau Kau Jadi Ibuku!
Disclaimer : kalau milikku, pasti banyak adegan sasunaru (kyyaaa), tapi kenyataannya milik Masashi Kishimoto
Pairing : SasuNaru
Rate : T
Warning : AU, OOC, Typo, Alur kadang kecepetan, Shounen-ai, dll.
Penjelasan umur:
Uchiha Sasuke 25 tahun
Uzumaki Naruto 21 tahun
Uchiha Itachi 5 tahun
m(_ _)m
Yup, pagi yang biasanya biasa saja kini menjadi begitu luar biasa didalam kediaman Uchiha. Sarapan yang biasanya dihuni oleh kesunyian, kini terdengar suara tawa hangat hanya karena kemunculan seorang Uzumaki Naruto.
"Tidak kusangka ternyata kau ini mes*m, Teme," gerutu Naruto menyiapkan sarapan.
"Hn,"
"Naruto-nii, kenapa wajahmu lesu seperti itu, apa karena ayah ya?"
"Ah, bukan kok, Itachi-kun, ini hanya karena ulah pria tua menyebalkan yang kutemui dikereta,"
Mendengar ucapan itu, radar Uchiha mulai menangkap kalau sudah terjadi hal buruk pada calon Ibu/Uke-nya.
"Kenapa, Dobe?"
"Kemarin, saat aku naik kereta, ada pria tua yang meraba-raba bokongku. Dasar pria tua mesum! Sama seperti kau, Teme!"
'APA? ADA YANG MERABA BOKONG NARUTO! KUBUNUH PRIA TUA ITU!'
"Sasuke? Kau menelepon siapa?"
Tanpa menjawab pertanyaan Naruto, Sasuke tetap fokus pada telepon miliknya. Itachi pun menarik pelan baju Naruto.
"Tenang saja, Naruto-nii, pria tua itu tidak akan pernah muncul lagi untuk selama-lamanya," ucap Itachi menyeringai.
Wah wah wah, dasar Uchiha...
Sasuke POV
Akhirnya Itachi berangkat sekolah juga. Sungguh kurang ajar sekali pria tua itu, dia tidak tahu hukumannya bila mengganggung milik Uchiha. Tapi kalau dipikir-pikir...
JIIITTTT
"Kenapa kau menatapku begitu, Teme?"
"Hn" memalingkan muka. Sasuke kembali menatap bokong itu.
Hm... ternyata benar. Bokong itu, entah mengapa begitu menarik perhatian. Terlihat begitu sexy dan seperti berteriak 'sentuh aku! Sentuh aku!'. Aku jadi penasaran bagaimana rasanya saat aku menyentuh bokong yang tampak lembut dan kenyal itu. Ingin sekali kuhancurkan kain yang menutupi hal indah ini.
JIIITTT
"TEME! KENAPA WAJAHMU DIDEPAN BOKONGKU HAH!"
"Hn, sexy,"
Mendengar ucapan itu wajah Naruto memerahlah sudah.
"Boleh kupegang?"
"A, a, a, a, apa ka, kau bilang Teme?"
"Boleh kusentuh bokongmu?"
"Ke, kenapa?"
"Karena aku ingin sekali meremas-rem-"
BUAAGHH
"Aku pergi belanja dulu,"
Dengan begitu Sasuke kembali ditinggalkan dalam keadaan terkapar.
End Sasuke POV
m(_ _)m
Akibat ulah mesum seorang Uchiha Sasuke, sekarang Naruto jadi berkeliaran tidak jelas entah kemana tujuannya karena memang ia sebenarnya tidak ingin pergi berbelanja. Itu hanya alasan saja agar dia jauh dari Sasuke untuk sementara ini.
Tapi sekarang ini Naruto merasa cukup mengasyikkan juga berjalan-jalan seperti ini. Kenapa? Karena sejak tinggal dirumah duo Uchiha itu, Naruto jadi jarang keluar rumah. Sekali pun keluar hanya untuk mengantar Itachi sekolah dan berbelanja saja. Sisanya, ya dia habiskan didalam rumah besar itu. Hal itu tidak perlu dipertanyakan. Pasti butuh waktu banyak untuk membersihkan rumah sebesar itu 'kan?
Kembali ke Naruto yang masih asik memperhatikan benda-benda yang ada ditoko yang ia lewati sepanjang jalan dan tidak memperhatikan depannya.
BUUUKKK
"Aduh,"
"Ah, maaf, apa kau tak apa-ap... Naruto?"
Mendengar namanya disebut, Naruto menatap orang yang menabraknya itu. Seorang pemuda tampan berambut oranye yang begitu Naruto kenal dan... tidak ingin ditemui. Tapi kenapa malah ketemu coba.
Apa yang kalian lakukan bila bertemu dengan orang yang tidak kalian ingin temui? Lari? Sudah pasti 'kan.
"NARUTO! TUNGGU!"
Dan sepertinya Naruto juga mengambil pilihan itu. Ia langsung saja berlari menjauhi pemuda itu. Tapi apa daya, lari Naruto sedikit lamban dan lari pemuda itu, diluar dugaan sangat cepat.
"Kena kau," ucap pemuda itu berhasil mencengkram erat lengan Naruto.
Jelas saja Naruto bisa tertangkap 'kan?
"Lepas, lepaskan aku!" ucap Naruto berusaha melepaskan cengkraman itu.
Pemuda itu pun tampak kesulitan menangani perlawanan Naruto itu.
"Naruto, tunggu dulu," berusaha menarik Naruto.
Naruto tetap berusaha sekuat tenaganya untuk terus melawan.
"Nggak mau, lepas, Kyuubi,"
"Tapi Naruto, jelaskan dulu padaku kenapa selama ini kau lari dariku, HAH?" bentak pemuda itu pada akhirnya kesal dan membuat Naruto terdiam.
"Sekarang jelaskan. Kenapa kau lari dariku?" tanya pemuda bernama Kyuubi itu dengan penuh penekanan.
Naruto tetap diam dan berusaha melepaskan diri. Pemuda itu pun mulai kesal juga.
"Jawab Nar-"
"Lepaskan dia,"
Sebuah suara yang terdengar begitu sangar dan penuh penekan terdengar membuat Kyuubi segera melepas cengkramannya. Hal itu langsung dimanfaatkan Naruto untuk kabur dan berlari ke asal suara itu. Naruto berlari dan berlindung dibalik punggung seorang Uchiha Sasuke yang sekarang tengah menatap Kyuubi.
"Siapa kau?" tanya Sasuke cukup kesal pada pemuda didepannya yang sudah megang-megang Naruto.
"Harusnya aku yang bertanya begitu. Apa hubunganmu dengan Naruto, Hah?"
Sasuke pun menatap pemuda itu. dan langsung pergi dengan membawa Naruto.
"Tung-"
"Berani mengganggu Naruto lagi..."
Tanpa perlu mengetahui lanjutan perkataannnya, Kyuubi sudah tahu apa yang akan terjadi hanya dari tatapan membunuh itu.
Naruto dan Sasuke pun pergi. Tadinya Author mau menulis begitu, tapi Naruto melepas genggaman Sasuke dan melangkahkan kakinya menuju Kyuubi.
"Naruto?"
"Maaf, Sasuke, boleh aku pergi dengannya sebentar?" ucap Naruto menatap Sasuke.
"Kenapa?"
"Aku harus menyelesaikan masalahku dengan Kyuubi. Aku, aku akan kembali, hanya sebentar saja. Jadi, bolehkah?" tanya Naruto yang wajahnya sendiri penuh kekhawatiran. Tampaknya masalahnya dengan pemuda itu, masalah yang sangat sulit.
"Kau harus berjanji kalau kau akan kembali," ucap Sasuke. Naruto yang terdiam menundukkan kepalanya.
"Bagus bila kau sudah memutuskan seperti itu, Naruto. Sekarang ikut aku," ucap Kyuubi yang langsung menarik Naruto pergi.
Naruto hanya bisa tersenyum miris menatap Sasuke saat ia dan Kyuubi masuk kedalam taksi yang dipanggil oleh Kyuubi.
'Sebenarnya ada apa?'
m(_ _)m
"Wah, Itachi-kun, belakangan ini kau terlihat sangat senang. Apa ada hal bagus yang terjadi?" tanya Iruka pada Itachi yang tengah memakai sepatunya.
"Hn, sejak beberapa minggu yang lalu, Naruto-nii tinggal dirumahku," ucapnya tersenyum.
"Naruto?"
"Iya, sudah ya, aku pulang dulu, Iruka-sensei,"
"Apa kau tak apa pulang sendiri, Itachi-kun?"
"Hn, tidak apa-apa,"
Itachi sangat senang meski tidak ia tampakkan pada wajahnya. Ia tidak sabar untuk segera sampai ke rumah dan menemui Naruto, calon ibunya. Sepanjang jalan menuju rumah ia juga memikirkan apa yang akan dimasak Naruto untuk makan malam nanti. Soalnya, masakan Naruto sungguh enak.
"Aku pulang," ucap Itachi membuka pintu rumahnya. Tapi, rumahnya tampak begitu sepi.
Memang sih, rumahnya itu dari dulu sudah sepi. Tapi belakangan ini Itachi selalu disambut sambutan hangat Naruto saat ia pulang. Hanya saja, sekarang, tidak ada suara Naruto yang menyambutnya.
"Naruto-nii? Ayah?" ucap Itachi cukup keras, berharap yang ia panggil menyahutinya.
BRRAAAKKK
Suara pintu yang dibuka dan ditutup dengan keras itu sangat mengejutkan Itachi. Dilihatnya siapa yang membuka pintu seperti itu. Dan disanalah, seorang Uchiha Sasuke dengan penampilan yang terlihat kacau.
"Ayah?"
"Itachi, apa Naruto sudah pulang?" tanya Sasuke berusaha mengatur nafasnya.
"Tampaknya bel-"
Tanpa mendengar ucapan Itachi hingga selesai, Sasuke berlari memasuki rumah, membuka setiap pintu ruangan, berharap menemui Naruto di dalam salah satu ruangan itu. Tapi, tidak ada. Naruto tidak ada dirumah ini.
"SIAL!" teriak Sasuke.
"Ayah, ada apa?" tanya Itachi heran melihat tingkah ayahnya itu.
"SIAALL!"
Bersambung...
Maaf bila updatenya lama dan maaf juga kalau ada kekurangan :(
Terima kasih sudah membaca dan mereview C:
Please, review ^^
Mohon kritik dan saran yang membangun^^
