"SIAL!" teriak Sasuke.
"Ayah, ada apa?" tanya Itachi heran melihat tingkah ayahnya itu.
"SIAALL!"
Aku Mau Kau Jadi Ibuku!
Disclaimer : Kita hidup di dunia nyata, jadi kenyataan sebenarnya adalah Naruto itu milik Masashi Kishimoto, bukan punyaku :'( tapi cerita ini milikku :)
Pairing : SasuNaru
Rate : T
Warning : AU, OOC, Typo, Alur kadang kecepetan, Shounen-ai, dll.
Penjelasan umur:
Uchiha Sasuke 25 tahun
Uzumaki Naruto 21 tahun
Uchiha Itachi 5 tahun
m(_ _)m
Itachi POV
"Ayah! Sebenarnya ada apa?" tanyaku mencengkram celana Ayah.
Sungguh aku tak mengerti. Tiba-tiba pulang seperti orang kesurupan, lalu berteriak-teriak tidak jelas begitu. Sungguh membuatku cukup kesal.
Dan sekarang lihat, sepertinya Ayah mulai mengatur nafasnya kembali. Memang seharus seperti itu sikap seorang Uchiha, tetap tenang dalam keadaan apapun.
"Itachi, Naruto dibawa pergi,"
"AP-" segera kututup mulutku.
Sekarang aku tahu kenapa ayah begitu panik. Tentu saja, Naruto-nii menghilang! Aku juga akan panik. Naruto-nii dimana kau?
Tapi... tunggu dulu, kalau tidak salahkan...
"Ayah! Aku ta-"
"Sudahlah Itachi, ayah akan pergi keluar untuk mencari Naruto,"
Dengan begitu, ayah pergi meninggalku sendirian di rumah. Meski wajahnya sudah tampak tenang, tetap saja dalamnya masih panik. Lihat, dia jadi tidak bisa berpikir tenang termakan rasa panik. Untung saja aku memenuhi semua syarat untuk jadi Uchiha. Tetap tenang dan berpikir cerdas. Tentu dilengkapi wajah yang tampan tentunya.
Dan sekarang tinggal memeriksa apakah itu bekerja.
End Itachi POV
m(_ _)m
Dilain tempat, diwaktu yang sama...
"Kyuubi, kenapa kau masih memaksaku seperti ini, sudah dari dari dulu aku katakan kalau aku ti-"
BRAAKK
"CUKUP! Aku tak mau mendengar sebuah penolakkan. Sekarang yang kubutuhkan adalah persetujuanmu, lagipula apa untungnya bagimu tetap tinggal di rumah Uchiha itu?"
Raut wajah Naruto berubah pucat. Tubuhnya terasa begitu dingin meski bulir keringat tampak mengalir diwajahnya. Ia mengepalkan tangannya begitu kencang. Entah karena menahan marah atau rasa tegangnya.
Ia sudah lama ingin menyudahi hubungannya dengan Kyuubi. Tapi Kyuubi tetap keras kepala dan terus mencari Naruto. Memaksanya untuk menyetejui semua persetujuan itu.
Lain lagi dengan Kyuubi. Pandangannya tidak bisa lepas dari sosok indah di depannya itu. Bila melihatnya, Kyuubi tidak pernah menyesali semua hal yang ia korbankan hanya untuk menemukan Naruto. Setelah sekian lama tidak bertemu, dan melihat sosoknya saat ini, Kyuubi merasa sosok orang didepannya itu semakin membuatnya ingin memilikkinya.
Ia tidak mau melepas sosok itu. Ia sudah terlanjur jatuh hati pada sosok itu. ia juga tidak menyangka, pertemuan yang tidak sengaja terjadi itu, membuatnya begitu terobsesi dengan Naruto.
Hari-hari yang dulu ia lalui bersama Naruto membuatnya semakin ingin mengikat Naruto dengan dirinya. Tidak akan membiarkan orang lain mengambilnya. Termasuk si Uchiha itu.
Heningpun menyelimuti ruangan itu. Dan pada akhirnya Kyuubi membuka suara memulai kembali pembicaraan.
"Kumohon Naruto, aku tidak mau kau dimiliki oleh orang lain. Aku menginginkanmu,"
Mata biru itu membulat mendengar kalimat itu.
"Tapi..."
"Aku bisa menjamin, kau akan hidup lebih baik dari kehidupanmu saat ini. Aku akan memberikanmu rumah agar kau tidak tinggal di apartemen jelekmu itu," Kyuubi menatap lurus Naruto.
Keraguan menyelimuti Naruto. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Tapi dalam hatinya, sebenarnya ia tidak menginginkan semua ini. Ia sudah senang dengan kehidupan yang ia jalani sekarang. Apalagi dengan kehadiran kedua Uchiha itu. Serasa melengkapi kehidupannnya yang masih kurang lengkap itu.
Tapi bila dipikirkan kembali. Kehidupannya bersama dengan kedua Uchiha itu juga belum tentu bertahan lama. Naruto merasa yakin, pada akhirnya ia akan memutuskan hubungan dengan dua Uchiha itu. ia tidak mau membuat kedua Uchiha itu menjadi omongan masyarakat. Tapi, apasalahnya menjalani kehidupan seperti ini sampai saat itu tiba. Ia.. mungkin akan terus mencoba.
"Maaf Kyuubi, tapi aku tetap tidak bisa,"
"Kenapa?"
"Aku ini bukanlah milik siapapun, aku sudah menyerahkan diriku untuk me-"
"NARUTO-NII!"
Suara pintu yang cukup keras disertai teriakan itu membuat dua pasang mata itu menatap ke arah pintu. Terilihat sesosok anak laki-laki dengan nafas tersengal-sengal, melihat sosok orang yang ia cari, dengan cepat ia berlari menuju sosok pirang itu dan memeluknya erat.
"Itachi-kun? Kenapa..."
"Naruto-nii, kenapa tiba-tiba menghilang seperti ini?"
Mendengar penuturan itu, Naruto tersenyum senang. Ia sangat menyukai Itachi. Disentuhnya lembut rambut Itachi, membelainya membuat Itachi menatap iris biru langit itu. Itachi sangat menyukainya.
"Aku tidak menghilang, lihat, buktinya kau bisa memelukku seperti ini,"
Itachi semakin mempererat pelukannya pada Naruto.
Kyuubi yang mellihat adegan drama itu, berdehem pelan menarik perhatian kedua orang yang sedang berpelukan itu.
"Kyuubi, aku.."
"Ya, ya, aku tahu. Aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi,"
Semula wajah tan itu menjadi sangat senang. Namun mendengar kata 'tapi' membuat wajah ceria itu sedikit luntur.
"Tapi apa?" tanya Naruto dengan Itachi yang ikut menatap Kyuubi.
"Kau har-"
"TIDAK!"
Kyuubi langsung memandang tajam asal suara itu. Itachi beranjak dari pelukan Naruto dan dengan gagah berani berjalan menuju Kyuubi. Ditatapnya Kyuubi tanpa rasa takut.
"Aku tidak akan membiarkan Naruto-nii terlibat denganmu!" ucap Itachi tajam.
Tatapan tajam Kyuubi berubah menjadi seperti sedang mempelajari Itachi. Mendapatkan tatapan aneh itu, Itachi jadi merasa risih.
"A-apa?" tanya Itachi. Naruto pun juga hanya menatap Kyuubi aneh yang menatap Itachi seperti itu.
Tidak butuh waktu lama sampai Naruto mendapatkan apa maksud dari tatapan Kyuubi itu.
'Jangan-jangan!'
"Kyuubi, jangan bilang kau ingin Ita-" ucapan Naruto terputus karena tiba-tiba Kyuubi mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah Itachi. Diperhatikan olehnya wajah Itachi dengan seksama. Seringai pun muncul.
"Hei, bocah!" ucap Kyuubi.
"A-apa?"
"Kau bilang, kau tidak mau membiarkan Naruto jadi milikku, benar?"
Dengan cepat wajah Itachi kembali menjadi serius.
"Hm.. begitu, baiklah, aku tidak akan memaksa Naruto lagi,"
Muncul aura-aura senang disekitar Itachi, sedangkan Naruto, ia punya firasat tidak enak.
"Kyuubi, aku mengerti dengan maksudmu," ucap Naruto.
Kyuubi segera menatap Naruto masih dengan seringai yang menghiasi wajah tampan itu.
"Kau memang selalu mengerti diriku, itulah kenapa aku menginginkanmu,"
Naruto mengabaikan perkataan itu dan menatap tajam Kyuubi. Ia tidak mau menyeret Itachi kedalam urusannya dengan Kyuubi.
"Kumohon jangan seret Itachi-kun kedalam masalah ini. Lagipula ia masih sekolah, ia tidak mungkin untuk menja-"
"Tentu bisa," potong Kyuubi yang kemudian menopang dagu dengan tangannya. "Sekarang ini sudah banyak yang menjadi 'itu' walaupun masih sekolah,"
"Tapi, ia masih terlalu kecil,"
"Lantas?"
Itachi hanya terdiam mendengar percakapan kedua orang ini. Ia sebenarnya masih belum mengerti dengan arah pembicaraan ini.
"Memangnya aku akan melakukan apa, Naruto-nii?"
"Sebenarnya Kyuubi ingin kau menja-"
"Kau harus mau Itachi. Kalau tidak, kau tahu apa yang kumaksud 'kan?" tanya Kyuubi licik.
Itachi segera menatap Kyuubi.
'Pria ini..'
"Baiklah, aku akan menerima apapun rencanamu," ucap Itachi mantap.
"Memang Uchiha. Meski masih kecil tapi punya otak yang bagus. Aku jadi tidak perlu menjelaskan dengan sulit. Baiklah, kau tidak bisa mundur lagi. Ingat itu!"
"Tentu aku tidak akan ingkar," ucap Itachi.
m(_ _)m
Waktu terus berlalu dan Uchiha Sasuke sekarang masih terus mencari si pirang favoritnya itu. Walaupun terus mencari, ia tidak tahu kemana sebenarnya Kyuubi membawa pergi Naruto. Ia sungguh menyesal membiarkan Naruto pergi dengannya. Kenapa ia tidak memaksa Naruto untuk meninggalkan pria itu.
Diabaikannya keringat yang membasahi tubuhnya akibat berlari kesana kemari. Diabaikan olehnya pandangan para wanita yang menatap lapar dirinya. Difokuskan dirinya untuk terus mencari Naruto. Melupakan rasa lelah yang sebenarnya telah menyelimutinya.
Sampailah ia disebuah taman, banyak anak kecil sedang bermain tentu ditemani oleh orang tua mereka. Diedarkan pandangannya. Hingga suatu getaran kecil menghilangkan fokusnya.
Diraba kantung celananya dan mengambil benda yang terus bergetar itu. Sebuah handphone yang dilayarnya tertera nama Itachi.
'Itachi? Kenapa ia telepon? Apa ada sesuatu?'
Sasuke pun mengangkat telepon itu.
"Hal-"
"Sasuke!" teriak sebuah suara dari telepon itu. Suara itu, ia sangat mengenal suara itu, itu suara Naruto!
Rasa tenang hadir pada dirinya, suara Naruto terdengar olehnya. Tapi kenapa Naruto bisa menelponnya dari handphone Itachi? Dan... kenapa suaranya panik seperti itu?
"Naruto! Sebenarnya kau ad-"
"Tolong, Sasuke! Kumohon cepat kesini! Kyuubi... Itachi.." suara itu terdengar semakin lirih.
Tanpa perlu berpikir banyak, Sasuke pun berkata,
"Kau ada dimana? Aku akan segera kesana!"
Dan sekarang, Sasuke sudah memiliki arah tujuan ia pergi. Tapi tentu ia tidak pergi dengan cara berlari untuk sampai ke tempat itu. Ia sudah terlalu lelah dan memutuskan untuk naik taksi.
Bersambung...
Terima kasih bagi yang sudah membaca dan bersedia mereview ^^
Dan mengenai cerita 'Sleeping Beauty?' mungkin cerita itu akan cukup lama sekali updatenya :(
Soalnya semua cerita kedapan yang sudah kutulis, tiba-tiba menghilang entah kemana file-nya itu :'(
Dan sekarang aku jadi lupa idenya, bila ada yang berkenan untuk memberi usul ide, akan kuterima dengan baik :')
Sekalli lagi, Terima Kasih *menunduk
m(_ _)m
