Sky

Author : Lee Min Yo

Cast :

Namja : Kyuhyun, Yesung, Donghae,

Yeoja : Sungmin, Ryeowook, Eunhyuk

Ortu :Hanchul, Kangteuk

Genre : Romance , School life

Length : Chaptered

Chapter 3

Kyu memasuki kelas dan diikuti Minnie dari belakang, ternyata sudah ada seonsaengnim, mereka membungkuk memberi salam, Wookie segera melambaikan tangannya agar Minnie duduk disamingnya.

"Baiklah karena murid baru sudah memasuki kelas silahkan kedepan untuk mempekenalkan diri" ucap seonsaengnim

Minnie pun kedepan.

"apa seragam yang kebesaran ini sudah menjadi tren ? "ucap seonsaengnim menampilkan wajah bingungnya

Minnie juga memasang wajah bingungnya, seonsaengnim mendekati Minnie dan memperhatikan Minnie dari bawah sampai atas, dan ia pun melihat name tag di kemeja yang minnie kenakan.

"Cho Kyuhyun"ucap seonsaengnim sambil mengangguk anggukkan kepalanya

Seonsaengnim pun berbalik sambil menyilangkan tangan didadanya dan melihat kearah Kyu "pesonamu cukup besar Kyu"

Kyu hanya bisa tersenyum.

"silahkan" ucap seonsaengnim menyuruh yeoja itu memperkenalkan diri

"Lee Sungmin imnida, panggil saja Minnie, saya pindahan dari jepang, tetapi saya asli korea, harap kerjasamanya"ucap Minnie dengan senyuman terbaiknya

"duduklah Minnie, mungkin kalian bisa mengajak Minnie berkenalan lagi nanti, karena hari ini rapat guru masih ada dan berlangsung lama , jadi hari ini sekolah dipulangkan lebih awal" ucap seonsaengnim

Kelaspun mulai berisik menandakan kegirangan murid murid karena dipulangkan lebih awal dan tentunya tak ada pelajaran hari ini, seonsaengnim kemudian meningallkan kelas.

.

.

.

Hari ini Minnie pulang naik bis , awalnya appa menyuruhnya agar supir menjemputnya tapi Minnie menolak karena ia ingin membiasakan diri dan mengenal kota Seoul begitu katanya.

"Minnie, naiklah" ucap seorang namja diatas motor sportnya

"ne?" ucap Minnie bingung

"naiklah biar ku antar pulang" ucap Kyu

"tidak usah, itu hanya merepotkan" tolak Minnie

"kau mau dikerjai lagi ? Donghae akan selalu mengerjai anak baru selama seharian, apa kau mau tiba2 bertemu dengannya dijalan" ucap Kyu melebihkan

"jinjja ? dia akan mengerjaiku lagi ?" Minnie pun segera menaiki motor tersebut

"berpeganglah, kau tidak mau jatuh seperti Yesung hyung sepupuku kan, lihat saja kepalanya yang besar itu" Kyu terkekeh dengan ucapannya sendiri

Minnie pun segera memeluk pinggang Kyu, Kyu berpikir Minnie akan memegang bahunya tapi tak disangka ia memeluk pinggang Kyu, Kyu hanya tersenyum mendapat perlakuan itu, kenapa yeoja ini polos sekali pikirnya.

.

.

.

Sesampai dirumah, Minnie mengajak Kyu untuk mampir kerumahnya, awalnya Kyu tidak mau, tapi karena Minnie memaksa akhirnya ia menuruti.

"umma appa kenapa sudah pulang" Minnie sedikit heran

Tampak Kyu langsung membungkuk dan memberi salam pada kedua orang tua Minnie.

"dihari pertama sekolah saja kau sudah mendapat namja keren, aku tidak sangka kau mempunyai daya tarik yang kuat Minnie" ucap appa Minnie

Minnie menampilkan wajahnya polosnya, ia bingung yang dikatakan appanya.

"kenapa appa dan umma pulang lebih awal? "tanya Minnie, ia selalu tau jika orang tuanya tidak akan pulang secepat ini

"appa hanya ingin menyambut putri appa pulang sekolah, hari ini kan hari pertamamu di sekolah"Kangin tersenyum

"gomawo appa, tapi kau tak harus meninggalkan pekerjaan juga"saran Minnie

"kalian ini, seharusnya menyuruh tamu duduk dulu" sela Teukkie

"ah, mian, duduklah Kyuhyun ssi aku akan buatkan kau minum" Minnie segera ke dapur untuk mengambil beberapa camilan dan juga minuman.

.

.

.

"jadi tadi Minnie dikerjai, kenapa tidak kau biarkan saja" ucap Kangin bercanda

"aish, appa tega sekali, Kyuhyun ssi pasti menolongku dia kan ketua kelas"Minnie mempoutkan bibirnya

"jadi kau ketua kelas, jabatan yang sangat cocok untuk namja tampan dan baik hati"ucap Teukie

Sedangkan Kyu hanya bisa tersenyum mendengar ucapan umma Minnie., saat ini Kyu memperhatikan Minnie yang masih mempoutkan bibirnya.

'manis sekali'batin Kyu

"oh ya Kyu sering seringlah kesini, dia selalu merasa kesepian"ucap Kangin

"ne tentu aku akan sering berkunjung disini"ucap Kyu

Tidak terasa sudah menunjukkan pukul 5 sore, sepertinya Kyu terlalu banyak berbincang dengan keluarga ini dan melupakan waktu, jadi ia pun berpamitan untuk pulang.

"gomawo Kyuhyun ssi telah menolongku hari ini" Minnie membungkukkan badannya

"itu sudah jadi kewajibanku, . . . Minnie , aku lebih suka kau memanggilku Kyu" saran Kyu

"ah ne ne, baiklah Kyu, kalau begitu hati hati dijalan ne " senyum Minnie

Kyu memasang helm dan menghidupkan mesin motornya, lalu meninggalkan Minnie yang sebelumnya memberi senyuman perpisahan untuk hari ini.

.

.

.

Esok harinya

Hari ini Kyu menjemput Minnie untuk pergi sekolah bersama, namja itu beruntung karena tepat Minnie keluar dari rumahnya hendak ke sekolah Kyu sudah menunggunya didepan.

"annyeong Kyu, kenapa kau kemari?" tanya Minnie bingung

"aku hanya ingin mengajakmu ke sekolah bersama, apa kau mau?" tanya Kyu sedikit ragu

"tentu, kau datang di waktu yang tepat, tadi aku baru saja akan berangkat" Minnie

school

Ketika Kyu dan Minnie memasuki kelas bersama sambil berbincang, membuat mereka menjadi pusat perhatian di kelas, tak terkecuali dengan Seo dan Hae yang menatap mereka dengan tatapan yang tidak suka.

Kyu dan Minnie telah duduk di bangkunya masing masing, langsung saja Wookie mengajak Minnie mengobrol karena ia hari ini membuat resep baru dari masakannya, sedangkan Minnie tak menyangka ternyata Wookie cepat akrab dengannya, sedangkan Kyu terlihat bermain dengan psp nya, kegiatan yang ia lakukan setiap ada waktu kosong saat di sekolah, sedangkan Yesung menikmati tidurnya.

Seketika Kyu mem pause game nya ketika seseorang duduk di depan mejanya.

"Kyu nanti temani aku ne, aku ingin membeli sepatu baru, kemarin aku lihat di toko , dan sepatunya sangat lucu" ajak Seo

"aku ingin memotret hari ini, kau pergi dengan temanmu saja ne" Kyu memberi senyuman

Minnie yang mendengar nama Kyu di ucapkan seseorang membuatnya menoleh ke arah Kyu, ia berpikir apa dia yeojachingu Kyu.

"kau pelit sekali" Seo merajuk.

"pergi denganku saja, apa kau mau ?" tiba tiba Minnie datang menghampiri mereka berdua dan memberikan senyuman

Seo berusaha menyembunyikan wajah tak sukanya terhadap Minnie, kemudian meninggalkan Kyu dan Minnie.

"aku pergi dengan yang lain saja, dasar pelit"ucap Seo sedikit kesal

Sedangkan merasa tak diacuhkan, Minnie hanya diam dan kembali ke tempat duduknya, kyu melihat ada sedikit kekecewaan di wajah Minnie, namja iu pun menghampiri Minnie.

"temani aku ke tempat seonsaengnim, sepertinya rapat kemaren dilanjutkan lagi hari ini"ajak Kyu

Mendengar itu Minnie langsung berdiri dan keluar kelas bersama Kyu, lagi lagi tatapan tak suka muncul dari wajah Seo.

Diperjalanan menuju ruang guru

"Kyu, kau sibuk tidak jam istirahat hari ini?"tanya Minnie

"ani, wae?"ia pun menatap Minnie

"aku ingin ke perpustakaan, tapi lebih baik aku sendiri saja , kau bisa menunjukkan dimana letak perpustakaan"Minnie tersenyum

"tenang saja aku akan menemanimu"Kyu

"gomawo Kyu, lagi lagi aku merepotkanmu"Minnie membungkukkan badannya

"ani aku tidak merasa direpotkan"lagi lagi Kyu memberikan senyumannya

Pembicaraan mereka terhenti ketika mereka telah sampai diruangan seonsaengnim, ternyata benar hari ini ada rapat lanjutan, membuat mereka mendapat tugas hari ini, tentunya siswa tidak suka.

Ketika kembali kekelas dan mengumumkan tugas, mereka semua segera mengerjakannya, seperti biasa jika tugas sudah selesai mereka akan meribut sampai jam istirahat.

.

.

.

Jam istirahat

"nah itu perpustakaannya" tunjuk Kyu

"sepertinya sangat besar"ucap Minnie takjub

"ne, perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar dan juga buku buku di sini cukup lengkap, sampai sampai kau bisa bingung memilihnya"ucap Kyu menjelaskan

"wah, tidak salah aku memasuki sekolah ini"ucap Minnie

"kira kira buku apa yang kau cari?"tanya Kyu sedikit penasaran

"aku mencari buku matematika, aku kurang mengerti pelajaran mengenai hitungan"ucap Minnie sedikit malu

"oh, begitu, lain kali bagaimana jika kita belajar bersama?"ajak Kyu

"jinjja? Kau mau ?, tadinya aku juga berpikiran seperti itu tapi aku takut kau kan ketua kelas dan sedikit sibuk, oh ya Wookie juga cerita kalau kau memenangkan olimpiade matematika tingkat nasional,, wah beruntung sekali aku bisa di ajari orang seperti kau"ucap Minnie yang masih mencari cari buku di raknya

Kyu hanya tersenyum mendengar pujian yang di beri Minnie, mereka melanjutkan mencari buku yang di cari. Tiba tiba ada sebuah buku yang menarik perhatian Minnie, letaknya cukup tinggi untuk ukuran tubuhnya yang mungil dan tidak begitu tinggi, membuat ia terpaksa mengambil kursi dan menaiki kursi tersebut, sedangkan Kyu masih fokus mencarikan Buku untuk Minnie.

"ottokhe, aaaaaaaaaaaaaaaaa"

BRUUKKK

Minnie terjatuh dari kursi tetapi ia tak merasa sakit sedikitpun, ia pun mencoba membuka matanya, ternyata Kyu yang ada dibawahnya, Minnie hanya terdiam ketika matanya bertemu dengan mata Kyu, tiba tiba saja semburat merah muncul di pipi Minnie. Melihat itu membuat jantung Kyu memompa lebih cepat.

"s s sampai kapan kau berada di atasku?"tanya Kyu

"ne ?"ucap Minnie

"ak, mian aku tidak sadar, g gomawo telah menolongku?" Minnie berbalik menyembunyikan wajahnya yang terasa panas

Tiba tiba ponsel Kyu berbunyi, ia pun membaca pesan yang masuk di ponselnya.

"Minnie ah, apa kau telah menemukan bukunya?" tanya Kyu

"a a ani"Minnie mencoba rileks

'aish kenapa aku gugup begini'batin Minnie

"sepertinya kau ada urusan, kau duluan saja, aku bisa mencari sendiri"Minnie menyarankan

"apa, tidak apa apa?"ucap Kyu meyakinkan

"ne"angguk Minnie tegas

"baiklah, aku keruang guru du ya, jika kau tak bisa mengambil buku kau minta petugas disini saja untuk mengambilkannya"ucap Kyu

"ne"

Kyu pun meninggalkan Minnie di perpustakaan, sedangkan Minnie sepertinya sekarang bisa sedikit bernafas lega.

"hufh, kenapa tiba tiba udara disini menjadi sedikit panas ya"ucap Minnie sambil mengipas wajahnya dengan tangan.

.

.

.

Minnie masih dikelas menunggu Kyu yang dari tadi belum kekelas karena sibuk dengan seonsaengnim, Yesung dan Ryeowook sudah pulang duluan, yang tertinggal dikelas hanya Minnie dengan Seo dan beberapa orang temannya.

Tiba tiba Seo mendekati Minnie yang sedang memainkan mainan yang tergantung di ponselnya.

"lebih baik kau pulang sekarang, biar aku yang menunggu Kyu" ucap Seo dengan nada sinis

"tapi. . ." protes Minnie

"kau tau, Kyu selalu memilihku, jadi kuharap kau tak usah berusaha mendekat padanya, dan juga jauhi Kyu karena ia milikku"ucap Seo menegaskan

Tiba tiba Kyu datang setelah Seo menyelesaikan kata katanya.

"Minnie kau belum pulang?"ucap Kyu yang mellihat Minnie sedang duduk di kelas , dia juga melihat Seo sedang didekat Minnie

"belum, aku menunggumu, aku ingin mengucapkan terima kasih karena membantumu, lagi pula aku merasa tidak enak meninggalkanmu begitu saja"ucap Minnie

"ya kau ini, kenapa kau tidak menghampiriku dan menunggu di ruang seonsaengnim saja tadi?" tanya Kyu

"ani, nanti aku malah menyusahkan saj di sana"ucap Minnie

"baiklah, kalau begitu kajja kita pulang, aku akan mengantarmu"ajak Kyu

"bukankah kau akan memotret dan kenapa kau pulang dengan Minnie?"sela Seo

"dia sudah lama menungguku dan aku tidak tau, mana mungkin akua membiarkannya pulang sendiri, aku duluan ya Seo, kajja Minnie" ucap Kyu

Minnie pun mengikuti Kyu dari belakang, ia melihat sekilas wajah Seo yang terlihat seperti orang marah. Seo hanya bisa melihat kepergian mereka.

"awas saja kau Minnie, kau kira kau bisa mendapatkannya"ucap Seo

.

.

.

Kyu membawa minnie berjalan jalan karena Minnie bilang ia merasa bosan di rumah, umma dan appanya sudah berangkat kerja pagi dan pulang tentunya tengah malam. Mereka sudah berkeliling mulai dari sungai han dan tempat lainnya, tujuan terakhir mereka adalah Seoul Tower. Kyu mengajak Minnie untuk melihat Seoul dari atas.

Setelah membeli karcis merekapun menaiki Tower itu menggunakan lift yang tersedia disana.

"Minnie kau sejak lahir tinggal di jepang ?" tanya Kyu penasaran

"ani, aku dan keluarga ke jepang karena appa ingin mengurusi bisnisnya disana, dan cukup lama kami disana 3 tahun" Minnie menujukkan angka 3 dengan jarinya, sedangkan Kyu tersenyum melihat ekspresi Minnie

"kenapa kalian kembali?"Kyu

"kata appa ia lebih suka di seoul"ucap Minnie

Beberapa menit mereka terdiam

"kau suka memotret Kyu ?"Minnie

"ne, terakhir aku sangat menyukai potretanku, melihat hasilnya sangat indah, dan aku memberi temanya Sky"Kyu tersenyum

"Sky?, tema yang bagus , aku penasaran dengan hasilnya"Ucap Minnie penasaran

"nanti akan kulihatkan padamu, oh ya tadi Seo bicara apa padamu ?"selidik Kyu

Minnie yang sedang menikmati pemandangan kota tiba tiba terkejut ketika mendengar nama Seo, ia kembali teringat kata kata Seo di kelas tadi.

'kau tau, Kyu selalu memilihku, jadi kuharap kau tak usah berusaha mendekat padanya, dan juga jauhi Kyu karena ia milikku'

'apa mungkin mereka sepasang kekasih, dan Seo tidak suka denganku karena aku dekat dengannya'

"Minnie kau melamun?" Kyu menggerak gerakkan telapak tangannya didepan wajah Minnie

"ani,. . ., tadi Seo hanya bertanya tentangmu" Minnie

"anak itu selalu saya mencemaskanku" Kyu tersenyum

'kurasa pemikiranku benar, mereka sepasang kekasih, maafkan aku Seo aku hanya ingin beteman dengan Kyu, aku tidak bermaksud merebutnya daimu'batin Minnie

.

.

.

Liburan selama 3 hari membuat Minnie bosan, dirumah ia kesepian jadi sekarang ia memutuskan untuk berjalan jalan ketempat favoritnya menggunakan sepeda walaupun tempat itu tak jauh dari rumahnya, Minnie selalu menyukai tempat itu, yang ia tuju adalah sebuah lapangan luas.

Kembali ia duduk di lapangan itu setelah meletakkan sepedanya dibawah pohon, ia mulai bicara.

"umma aku sangat senang disini, kau tau aku punya teman baru namanya Wookie dia sangat baik dan juga ia pintar memasak seperti umma, selain itu ada juga Yesung , ia tampak misterius menurutku tapi ia terkadang bertingkah konyol membuat kami tertawa saja dan sepertinya ia menyukai Wookie, yang satu lagi Kyu, dia . . . menurutku dia . . . tampan" Minnie tersenyum ketika bercerita tentang Kyu

"tampan dan juga baik, sepertinya ia kekasih Seo, Seo tak suka jika Minnie dekat dengan Kyu, tapi bagaimanapun juga Minnie merasa nyaman, umma apa sebaiknya aku menghindar dari Kyu" ia menutup matanya merasakan angin membelai lembut wajahnya.

Dari kejauhan namja yang sebelumnya datang ketempat ini kembali memotret pemandangan di depannya.

"selalu terlihat indah dan membuat hatiku nyaman"ucap kyu

Setelah sekitar 30 menit Minnie menikmati harinya di lapangan, ia mendapat telpon dari Wookie dan sepertinya Wookie mengajak Minnie untuk mencoba resep barunya, tentu saja Minnie setuju, daripada bosan dirumah lebih baik ia menemani Wookie. Sedangkan Kyu yang dari tadi memotret sepertinya juga tertarik menikmati langit, tapi ia tak menyangka ketika masih asyik menikmati langi yeoja yang ia potret lagi lagi menghilang.

"aish, selalu saja begini, aku kehilangan jejaknya"ucap Kyu

Kyu pun memasukkan kameranya kedalam tasnya, dan ia menuju motor yang ia letakkan di dekatnya.

Saat berjalan menuju apartemen Wookie, Minnie tak sengaja melihat salah seorang sedang duduk di lapangan basket, dengan keringat yang membanjiri tubuhnya, Minnie menghampiri namja itu, ia merasa kenal dengan namja itu. Setelah ia pastikan ternyata benar ia adalah teman sekelas Minnie.

"ada apa?"tanya namja itu ketus ketika Minnie telah berada didepannya dan menunduk

Minnie mengeluarkan saputangannya dan meraih tangan namja itu. Namja itu hanya bisa terdiam, ia sadar dan mencoba menghindari perlakuan Minnie.

"apa yang kau. . ."

Minnie kembali meraih tangannya dan membungkus luka di tangan namja itu, kali ini namja itu tak menolak, ia memperhatikan Minnie yang dengan teliti mengobati tangannya.

'hyukie. . . andwe 'batin namja itu

"Donghae ssi, lain kali jika tanganmu terluka jangan dibiarkan saja" Minnie tersenyum

'kata kata itu, aku mohon jangan keluarkan kata2 itu' batin Hae

"itu akan membuatnya infeksi" lanjut Minnie

Donghae memegangi dadanya yang terasa sesak mendengar Minnie bicara seperti itu, Minnie menjadi sedikit bingung dengan raut wajah Hae yang berubah.

"k kau kenapa?" tanya Minnie gugup karena takut

Tiba2 saja namja itu meraih tubuh Minnie ke dalam dekapannya, Minnie hanya bisa membulatkan matanya karena terkejut ketika namja itu memeluknya. Tak hanya itu, sekarang namja itu menangis.

"Donghae ssi, " ucap Minnie pelan

"Hyu . . .kkie" terdengar jelas bahwa ia tak sanggup mengucapkannya, ia bergetar mengucapkan nama itu

"Hyukkie?" Minnie merasa bingung

.

.

.

"mian, wookie aku tak bisa ke apartemenmu sekarang" ucap Minnie menyesal

"wae?" Wookie

"aku tadi melihat donghae di jalan sepertinya ia sedang sakit, dan sekarang aku sedang mengurusnya" Minnie

"ya! Kau gila mengurus namja itu eoh" teriak Wookie

"Wookie ah, aku. . ." kata kata Minnie terputus

"Minnie ah jika kau ada urusan lain,, lebih baik kau selesaikan saja dulu, ne , di sini ada aku dan Yesung, kau tenang saja" Kyu mengambil ponsel Wookie dengan paksa

"gomawo Kyu"ucap Minnie

"ne, jika urusanmu selesai aku akan menjemputmu dan mengantarmu pulang" Kyu

"ah, baiklah, gomawo"

Minnie mematikan telponnya.

Minnie kembali menuju kamar Donghae dan duduk di tepi ranjang , ia merasa kasihan pada Donghae, sepertinya ia menyimpan luka yang mendalam. Dari tadi Minnie hanya mendengar Donghae menyebut nama orang yang tak ia kenal. Setelah cukup lama tidur , akhirnya hae bangun dan mencoba duduk. Ketika tau hae bangun , Minnie langsung berdiri

"kau ? kenapa kau disini?"ucap Hae dengan kasar

"kau lupa tadi kau yang mengajakku kesini"

"sekarang pulanglah aku ingin istirahat" ucap hae melembut

"apa kau sudah. . ."

"sekarang juga keluar!" teriak Donghae

Tanpa ia sadari Minnie mengeluarkan air matanya dan keluar dari apartemen Donghae.

'aku mohon jangan menangis' batin donghae

"Hyukkie ah jangan menangis"ucap Donghae ketika pintu apartemennya telah tertutup sempurna.

.

.

.

taman

Minnie sekarang sedang duduk dengan seorang namja, tetapi sepertinya Minnie tidak menyadari ada seseorang yang sedang duduk di sebelahnya.

"wae?" tanya namja itu

Suara itu membuyarkan lamunannya, membuat ia menoleh ke sumber suara

"Kyu ? sejak kapan kau disini?" tanya Minnie bigung

"sudah 10 menit lalu" Kyu tersenyum

"mian aku tidak menyadarinya" ucap Minnie dengan tampang bersalahnya

"kenapa melamun?"tanya Kyu yang sedikit merasa cemas

"ani aku tidak melamun, aku hanya menikmati angin sore" Minnie memaksa senyumannya

"apa kau sedang ada masalah?"tanya Kyu lagi

Kali ini memandang Kyu dan ia merasa kalau Kyu sedang mengkhawatirkannya.

"ani"Minnie tersenyum

"jika kau ada masalah, kau bisa cerita denganku, itu akan mengurangi sedikit bebanmu, atau kau juga bisa cerita pada Wookie dan Yesung"saran Kyu

"ne, tentu saja aku akan melakukannya"ucap Minnie

Lagi lagi tak ada pembicaraan dan membuat mereka hanya bisa diam memandangi langit, tiba tiba Kyu menoleh ke arah Minnie yang asyik memandangi langit.

"cantik"ucap Kyu tiba tiba

"ne? Kau bilang apa tadi Kyu?"tanya Minnie karena ia merasa kalau Kyu mengucapkan sesuatu

"ani, a a aku hanya ingin membelikanmu ice cream, apa kau mau?"ucap Kyu

"kau mentraktirku?"tanya Minnie

"ne, hmmm sebagai hadiah untuk teman baruku"ucap Kyu

"ah aku senang sekali, gomawo Kyu"ucap Minnie

Kyu un segera berlari ke toko es cream yang tidak begitu jauh dari taman tersebut, ia sedikit bingung membelikan Minnie es cream.

"coklat atau strobery ya? Kenapa aku bingung?"ucap Kyu

"ne silahkan tuan"ucap pelayan es cream tersebut

Setelah memilih, Kyu pun membayarnya di kasih, tapi tetap saja ia bingung dengan es cream yang dibelinya, dia takut jika Minnie tak menyukainya, ia juga merutuki dirinya , seharusnya ia bertanya dulu pada Minnie, tapi apa boleh buat sekarang ia telah membelinya, semoga saja ini tidak mengecewakan.

Sesampainya di taman tadi , Kyu langsung menyerahkan es cream itu pada Minnie.

"gomawo Kyu, kenapa kau tau kalau aku suka es cream strobery?"tanya Minnie

"kau suka, tadinya aku ragu mau membeli coklat atau strobery, tapi syukurlah kalau kau suka"ucap Kyu

Minnie hanya tersenyum.

.

.

.

2 hari kemudian

BYURRRR

Baru saja memasuki kelas namja itu telah dikerjai oleh teman temannya, sedangkan yeoja yang berdiri di belakangnya hanya bisa terdiam, tetapi ia mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk bicara, ia berdiri di depan kelas.

"apa kalian tidak bisa menghargai ketua kelas kita, bukankah dia telah banyak membantu di kelas ini, da. . . "

Bughh

Buggh

Bughh

Tiga buah balon berisi air kini tepat membasahi seragam Minnie. Kali ini wookie tak tinggal diam ia maju kedepan dan bermaksud membawa minnie keluar kelas.

Bughh Buggh Bughh Bughh Buggh Bughh

Kali ini wookie juga mendapat seragan dari teman teman di kelas tersebut.

"HENTIKANNNNNNN, sampai kapan kau akan melakukan hal ini eoh?" ucap Minnie kesal

"sampai aku bosan"ucap Hae santai

"Donghae ssi , aku minta hentikan"ucap Minnie tegas

"aku berhenti kalau aku bosan"Hae tersenyum meremehkan

Merekapun diam beberapa detik

"aku akan menuruti maumu, asal kau tidak melakukan ini lagi terhadapku ataupun yang lainnya" ucap Minnie

"sebuah kesepakatan ya,, . . . hmmm baiklah, sepertinya cukup menarik,, nanti akan aku katakan apa yang aku mau" hae tersenyum menang

"minnie"ucap Wookie

"gwenchana Wookie"ucap Minnie

Merekapun keluar untuk mengganti pakaian mereka yang basah karena dikerjai oleh Hae dan juga teman temannya.

.

.

.

Pulang sekolah Kyu mengantar Minne kerumahnya, kali ini Kyu menolak ajakan Minnie untuk mampir kerumahnya, karena ia merasa Minnie lelah karena kejadian tadi pagi di sekolah.

"mian,,"ucap Minnie tiba tiba

"ini bukan salahmu, kau tenang saja, lagi pula kau juga tak harus buat kesepakatan untuk menghentikannya"ucap Kyu

"bagaimanapun aku telah melibatkanmu, jadi aku tak ingin terjadi hal seperti tadi pagi lagi"ucap Minnie merasa bersalah

"sudah, jangan pikirkan lagi, lebih baik kau istirahat ne"Kyu mengacak rambut Minnie

Minnie tersenyum, entah kenapa pipinya sekarang terasa panas akibat perlakuan Kyu barusan.

"aku pulang dulu ne"Kyu

"nnn.. ne, gomawo"ucap minnie gugup

Setelah merasa Kyu telah hilang dari pandangannya, ia pun memasuki rumah, baru saja membuka ganggang pintu rumahnya, Hae menelponnya.

"yeoboseo"ucap Minnie sedikit ketus

"ini aku Donghae, hari ini aku ingin kau datang ke lapangan basket, aku tunggu"perintah Hae

"tapi. . ."

Belum sempat menjawab, hae telah memutuskan sambungan teleponnya. Minnie hanya bisa mendengus kesal.

lapangan basket

Minnie menghapiri sosok namja yang tengah mendribble bola basket itu. Minnie berhenti menunnggu namja itu memasukkan bola kekeranjang. Setelah namja itu berhasil ia masih bermain dengan bola itu dan tak menghiraukan orang yang ditunggunya sudah datang.

"aku sudah datang,"ucap Minnie yang merasa masih kesal

Hae menghentikan permainannya.

"kau datang juga"ucap Hae menghentikan permainan basketnya

"ambilkan minum di tasku"perintah Hae

"ambil saja sendiri kau kan punya tangan dan juga kaki"jawab Minnie

Hae pun tidak menghiraukan perkataan minnie, ia melanjutkan permainan basketnya, sedangkan Minnie sekarang duduk dan memeperhatikan Hae bermain. Tiba tiba Hae menghentikan lagi permainnya.

"kau tidak dengar aku bilang apa tadi"ucap Hae

"kau juga tidak dengar apa yang aku katakan tadi?"ucap Minnie

Ketika hae akan memainkan bolanya lagi, ia berhenti dengan ucapan Minnie

"sebenarnya apa yang kau inginkan, katakan, aku tak punya banyak waktu"ucap Minnie engan nada kesalnya

Hae yang sedang membelakangi Minnie tersenyum puas, ia pun berbalik menatap Minnie "tenang saja kau akan mempunyai banyak waktu untuk 3 bulan kedepan"

"maksudmu?"Minnie sedikit Bingung dengan yang di ucapkan Donghae

Hae pun mendekat dan berjalan ke rah Minnie , ia menundukkan wajahnya dan mendekatkannya ke arah Minnie, Minnie merasa sedikit takut, lalu Hae berbisik

"jadi asisten pribadiku"

"MWO ?"Minnie terkejut dengan yang di ucapkan Hae

.

.

.

Hari ini semua mata di kelas tertuju pada Hae dan Minnie. Hae yang berjalan didepan sedangkan Minnie dibelakang sambil membawa tas milik Hae.

"Hae ah, kenapa yeoja itu membawa tas mu?" tanya Seo yang sedikit bingung

"kau mau tau kenapa?"tanya Hae

Seo tak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya.

"dia yeojaku sekarang"ucap Hae asal

Minnie hanya melotot tak percaya dengan ucapan Hae begitu juga dengan Yewook.

Hae menuju tempat duduknya, sedangkan Minnie mengikuti dari belakang untuk menyerahkan tasnya, Minnie meninggalkan Hae dan menuju tempatnya, tapi sebelumnya Hae menarik pergelangan tangan Minnie, ia merasa sedikit kesal.

"kau duduk denganku sekarang"ucap Hae tanpa menatap Minnie

"tapi. . . "protes Minnie

"tak ada protes sedikitpun, lakuakan apa yang akau mau"ucap Hae

Minnie hanya bisa menuruti yang dikatakan Hae.

"aku ke toilet dulu"ucap Minnie

Minnnie keluar dari kelas dan diikuti oleh Wookie.

"Minnie ah, apa benar kau berpacaran dengan namja gila itu"tanya Wookie

"ani, dia hanya asal bicara"ucap Minnie

"dan satu lagi kenapa kau yang membawa tas hae, tunggu kau berangkat sekolah dengan Hae "tanya Wookie

"ne, bukankah aku sudah membuat kesepakatan dengannya, kesepakatan itu yang dapat membuat ia berhenti mengerjai kita"jawab Minnie

"tapi kau tak harus mengikuti semua kemauannya"ucap Wookie

"gwenchana dia tidak berlaku kasar padaku, kau tenang saja"ucap Minnie meyakinkan

"jinjja? Jika terjadi hal buruk padamu aku akan menghajarnya"ucap Wookie

Tiba tiba orolan mereka terhenti ketika seseorang memanggil Minnie dari kejauhan yaitu Kyuhyun, Kyu pun menghampiri Minnie dan Wookie

"Minnie kenapa kau berangkat duluan, tadi aku ke rumahmu dan kata pelayanmu kau sudah berangkat"jelas Kyu

"mian, seharusnya kau mengabarimu tetapi aku lupa"ucap Minnie

"kau berangkat dengan siapa?"tanya Kyu

"aku. . .berangkat dengan Donghae"ucap Minnie yang sedikit memberi jeda pada kata katanya.

"oh begitu ya"ucap Kyu

"Kyunnie, mungkin untuk kedepannya kau tak usah menjemput atau mengantarku karena . . . "ucap Minnie

"ne aku mengerti"ucap Kyu memotong ucapan Minnie

"kajja kekelas"lanjut Kyu

.

.

.

Sudah hampir 1minggu menjadi asisten pribadi hae, hal itu membuat minnie cukup lelah karena ia harus menuruti kemana hae pergi, tetapi walaupun begitu Hae tetap mengantar Minnie pulang setelah mengurusnya.

Hari ini appa dan umma minnie pulang lebih awal, sehingga membuat umma bisa menyalurkan hobbynya untuk berkebun.

"umma, tidak bekerja?"Minnie sedikit bingung

"annyeong haseyo ajhumma"ucap hae

Minnie melirik ke arah Hae

'ternyata ia bisa juga bersikap sopan, baguslah kalau begitu'batin Minnie

"kami pulang lebih awal, minnie ajak temanmu masuk tadi umma sudah membuat makan siang untukmu, sekalian kau ajak dia makan"usul Teukie

"tidak usah umma, lagipula ia harus segera pulang"ucap Minnie

"ani, aku tidak sedang terburu buru"jawab Hae

'aish, kau ini masih mau menyusahkanku'batin Minnie sambil menatap horor ke arah Hae, sedangkan Hae hanya bisa tersenyum puas

"baiklah kalau begitu umma temani kalian makan, kajja"ajak Teukie

Merekapun masuk dan langsung menuju ruang makan, umma mempersilahkan hae duduk, lalu menyendokkan nasi untuk minnie dan juga hae. Seperti biasa jika ada hidangan ikan umma akan memisahkan tulang dan dagingnya lalu memberikannya pada minnie.

"ini ajhumma sudah pisahkan tulangnya, jadi jangan khawatir, kau tinggal memakannya, oh ya siapa namamu ?"ucap Hae sambil tersenyum

"Lee Donghae"ucap Hae ramah

"makanlah yang banyak Donghae ah"umma menepuk bahu donghae

Mendapat perlakuan seperti itu dari umma minnie membuat hae ingat akan sesuatu, mebuat ia harus menahan air matanya lagi, minnie sedikit bingung meliat raut wajah Hae yang tiba tiba terdiam dan matanya seperti sedang menahan air mata.

'kau kenapa lagi, kau tau hari ini kau tampak menyedihkan'batin Minnie

"Minnie kenapa Kyu sekarang jarang sekali menjemputmu?"tanya Teukie tiba tiba

"dia kan ketua kelas umma dan ia juga sedikit sibuk, jadi aku menyuruhnya agar tidak terus menjemput atau mengantarku, aku hanya takut ia kelelahan"ucap Minnie

"Hae ah, menurutmu bagaimana kyu itu seperti apa?"tanya Teukie pada Hae

"dia cukup baik ajhumma"ucap Hae singkat dan melanjutkanmakannya

'aish, kau benar Hae ah, sakingbaiknya ia tak marah waktu kau mengguyurnya dengan air'batin Minnie

"kau mau tambah nasinya Hae ah?" tanya Teukie

"ani, gomawo ajhumma, ini sudah cukup banyak"ucap Hae

"sering seringlah main ke sini, umma kasihan melihat Minnie dia kesepian sendiri di rumah"saran Teukie

"ani, aku sangat bahagia sendirian di rumah"ucap Minnie

"tenang saja ajhumma, aku akan sering berkunjung ke sini"ucap Hae sambil memperlihatkan senyuman kemenangannya.

'aishhhh, shiroooooooooo'batin Minnie

Setelah makan hae berpamitan untuk pulang, selain itu hae juga mengatakan bahwa ia juga akan sering berkunjung kerumah minnie, sedangkan umma tampak senang, minnie hanya bisa pasrah jika hae arus selalu datang kerumahnya.

.

.

.

Minnie menaiki motor sport hae, baru setengah perjalanan menuju apartemen mereka diguyur hujan. Hae berhenti mencari tempat berteduh. Kali iini mereka berteduh di halte.

"aish sial kenapa harus hujan"umpat hae

Sedangkan minnie duduk sambil menggosok tangannya agar merasa lebih hangat, hae melihat ke arah minnie, ia membuka jaketnya dan memberikan pada minnie, walaupun ia bersikap sedikit kasar pada seseorang ia tetap saja mempunyai sedikit rasa kasihan.

"pakailah agar kau tidak kedinginan"ucap Hae dengan ketus

"gomawo"minnie tersenyum

Tiba tiba melihat senyuman itu membuat ia tak sadar lagi, ia seperti mengeluarkan kata kata tapi tak bisa didengar oleh minnie "hyukkie"

Hae duduk disamping minnie dan menggenggam tangan minnie, sedangkan Minnie merasa Hae lagi lagi melakukan hal aneh terhadapnya. Hae mendekatkan wajahnya pada minnie.

Sedangkan dari kejauhan Kyu tersenyum miris melihat kejadian di halte tersebut.

"sepertinya hanya kau yang bisa merubahnya"

.

.

.

Brukk

Kepala hae membentur tiang akibat didorong minnie.

"kau berniat menciumku eoh, kau kira aku yeoja seperti apa, lagi pula kau bukan namjachinguku, berani beraninya kau berbuat sepeti itu . . . aku tidak tahan lagi aku tidak mau lagi jadi asissten mu lagi"ucap Minnie meninggalkan Hae

Minnie menempuh hujan, pulang menuju rumahnya, ia menyetop sebuah taksi dan segera menaiki taksi tersebut. Sedangkan hae hanya terdiam di halte tersebut mencoba menyadari apa yang baru saja ia lakukan pada minnie, ia menarik rambutnya frustasi.

"hyukkie. . ."air matanya pun mengalir

minnie house

"minnie tadi Kyu kesini ia ingin mengajakmu belajar, dan ia sudah menunggu 2 jam, tapi. . ."

"umma hari ini aku lelah sekali , aku ingin istirahat"ucap minnie memotong pembicaraan umma

"minnie, gwenchana?"Teukie sedikit khawatir dengan Minnie

Minnie hanya tersenyum pada ummanya.

Didalam kamar Minnie menghempaskan tubuh mungilnya ke atas kasur bersprei pink itu.

"jujur awalnya aku mau menjadi asistenmu karena aku tau kau sedang mempunyai masalah, aku berniat membantumu melupakan masalahmu, semua tindakan kasarmu itu karena kau hanya lelah dengan semua yang terjadi, tapi kejadian tadi membuatku tak ingin membantumu lagi"Minnie bermonolog

Tok tok tok

Minnie bangun dan membuka pintu kamarnya, umma tersenyum sambil mengusap kepala putri kesayangannya itu.

"kajja ke bawah, kita makan malam, umma memasakkan makanan kesukaanmu"ajak Teukie

Minnie menuruti perkataan ummanya dan menuju ruang makan. Saat di ruang makan ia melihat donghae yang juga sedang menunggunya di meja makan.

'namja tidak tau malu' batin minnie sambil menampakkan wajah kesalnya

Umma, appa, minnie dan donghae sudah berada di ruang makan.

"minnie ah kenapa kau diam saja, apa kalian sedang bertengkar"Tanya teukie yang melihat Hae dan Minnie sedikit aneh

"ne, hari ini dia telah membuatku kesal"ucap Minnie to the point

"minnie tidak baik bertengkar, lagi pula appa lihat hae anak baik"ucap Kangin

'aish, appa aku mohon jangan tertipu dengan wajah inocent nya itu'batin Minnie

"setelah makan kalian harus berbaikan ne,"usul umma

Minnie hanya diam tak merespon ucapan ummanya dan memandang horor ke arah Hae.

"oh ya, Hae kenapa kau kesini, tumben kau tidak bersama Minnie"tanya Teukie

"aku hanya merindukan masakan ajhumma"ucap Hae sambil tersenyum

"kau benar benar hebat Teukie ah, sampai sampai ia merindukan masakanmu yang enak ini"ucap Kangin

"kalian ini bisa saja"ucap Teukie

"makanlah yang banyak Hae ah"ucap Kangin

"ne" ucap Hae singkat

Setelelah makan, Teukie mengajak Hae untuk menetap di rumahnya sebentar sampai hujan reda, dan Hae pun menurut.

"Minnie kau mau kemana?"tanya Teukie

''aku lelah, ingin tidur"ucap Minnie

"ya, kenapa kau membiarkan temanmu disini sendiri, turunlah appa dan umma akan pergi ke rumah rekan bisnis appa, jadi kau temani dia sampai hujan reda"ucap Kangin

'aish, menyusahkan saja'batin Minnie

Ahirnya minnie kebawah menemani Hae yang sedang duduk di ruang nonton

Setelah Kangin dan Teukie pergi, Minnie meras tidak nyaman dengan keadaan yang diam begini, Minnie berniat meninggalkan Hae sendirian di ruang nonton.

"kau mau kemana?"ucap Hae

"bukan urusanmu"ucap Minnie

"mianhe"ucap Hae

"tenang saja aku sudah maafkan"ucap Minnie masih dengan nada ketus dan melanjut jalannya menuju kamarnya di lantai dua

"aku mohon padamu, . . ., bantu aku untuk melupakannya"ucap Hae

"maksudmu?"Minnie tidak mengerti dengan ucapan Hae

"ani, lupakan saja"ucap Hae tiba tiba

Akhirnya Minnie kembali menghampiri Hae dan duduk di sebelahnya.

"ceritakan saja masalahmu, dan aku akan membantumu"ucap Minnie lembut, ia berusaha memaafkan Hae

"benarkah kau akan membantuku?"tanya Hae lagi

Minnie mengangguk, dan Hae pun menceritakan masalahnya.

Flash back on

Yeoja itu meraih tangan namja didepannya itu dan membungkus sebuah luka yang terdapat di tangan namja itu, namja itu hanya tersenyum dan ia memperhatikan yeoja yang dengan teliti mengobati tangannya.

"chagiya gomawo"ucap namja itu sambil memberikan senyuman pada yeojachingunya itu

"Donghae ah, lain kali jika tanganmu terluka jangan dibiarkan saja" yeoja itu tersenyum dan memberi jeda pada kata katanya

"itu akan membuatnya infeksi" lanjut yeoja itu

"Hyukkie ah, gomawo"ucap Hae tulus

Entah kenapa tiba tiba yeoja bernama Hyukkie itu mengeluarkan air matanya.

"Hyukkie kau kenapa ? kumohon jangan menangis"Hae pun memeluk Hyukkie

"ani, aku hanya takut terjadi hal buruk padamu"ucap Hyukkie

"kau mengkhawatirkan luka di tanagnku?"tanya Hae

Yeoja itu mengangguk

"lain kali jika aku terluka aku akan mengotinya segera, kau tenang saja"ucap Hae

Yeoja itu lagi lagi mengangguk.

.

.

.

2 minggu kemudian

"Hyukkie kenapa tiba tiba mengajakku ke taman, bukankah kau masih demam katamu"tanya Hae

"aku hanya bosan di rumah Hae"ucapnya singkat

"disini dingin, lebih baik kita pulang ne"ucap Hae yang sedikit khawatir dengan Hyukkie

"ani"ucap Hyukkie

Hae pun membuka jaket yang ia gunakan "pakailah agar kau tidak merasa kedinginan"

"gomawo"Hyukkie tersenyum

Saat itu juga Hae menggenggam tangan Hyukkie dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Hyukkie, sehingga jarak dintara mereka makin terhapus, Hyukkie menutup matanya.

Chu~~

Hae mencium Hyukkie dengan lembut, hal itu membuat Hyukkie merasa nyaman, tak ada luapan emosi dalam ciuman tersebut, hanya perasaan cinta yang mereka coba ungkapkan. Setelah beberapa menit, merekapun melepaskan ciuman itu.

"kajja pulang"ucap Hae

"ani, aku mau kau mentraktirku makan ramyun, sudah lama sekali aku tidak makan denganmu" ucap Hyukkie

"ah ne, kajja kita makan"Hae menarik tangan Hyukkie, Hyukkie pun tersenyum

Setelah menikmati ramyun, Hae mengantar Hyukkie pulang kerumahnya. Ternyata didepan rumah Hyukkie ummanya telah menunggu dengan wajah yang sedikit kesal, Hae merasa akan aneh, tidak biasanya ummanya memperlihatkan wajah kesalnya.

"annyeong ajhumma"ucap Hae ramah

"hmm"hanya itu yang di ucapkan umma Hyukkie

"Hyukkie apa kau sudah bilang padanya?"ucap umma Hyukkie

"ani"ucap Hyukkie pelan

"Hae ah disini aku hanya ingin menjelaskan bahwa Hyukkie telah ditunangkan dengan namja lain, jadi lebih baik kau tak berhubungan lagi dengan putriku"ucap umma Hyukkie

"tapi bukankah ajhumma setuju dengan hubungan kami"protes Hae

"ne, tapi lama kelamaan aku melihat kau bukanlah yang terbaik unttuk Hyukkie, dan sebenarnya putriku sudah di jodohkan sejak kecil"ucap umma

"Hyukkie"Hae mencoba meminta penjelasan

"Hae ah, mian selama ini umma sudah memintaku agar tak berhunungan denganmu, jongmal mianhe,. . . dan ini petemuan terakhir kita, karena aku akan melanjutkan sekolahku ke Amerika mengikuti tunanganku, sekali lagi benar benar maaf"ucap Hyukkie

"jadi begitu, gomawo atas perhatianmu selama ini, selamat kau mendapatkan yang lebihbaik dariku,. . . dan selamat tinggal"ucap Hae yang memandang lama ke arah Hyukkie, dan kemudian ia pergi meninggalkan rumah Hyukkie

Hyukkie memasuki rumahnya yang kemudian diikuti ummanya.

"mianhe chagiya"ucap umma Hyukkie

"tidak usah minta maaf umma, mian aku harus meminta umma membohonginya, akting umma sangat bagus , gomawo"ucap Hyukkie melanjutkan jalannya menuju kamarnya, lagi lagi ummanya mengikutinya

Tiba tiba Hyukie berbalik dan mmeluk ummanya erat, air mata yang ia coba tahan dari tadi akhirnya jatuh, ummanya dapat merasakan bahu putri semata wayangnya ini sangat bergetar.

"hyukkie ah, umma tau kau sangat menyayangi Donghae tapi kenapa kau menyuruh umma membohonginya, menurut umma lebih baik kita katakan yang sebenarnya pada Hae"usul umma Hyukkie

Hyukkie melepas peluknya dan menghapus air matanya.

"umma, aku tak yakin apakah operasiku akan berhasil, aku masih ingat yang dikatakan dokter, kemungkinan berhasilnya operasi ini sangat kecil"ucap Hyukkie

"jangan bilang begitu nak"

"aku hanya tak mau memberi dia harapan dan menungguku, aku takut ia benar benar hancur ketika mendengar aku tak lagi didunia ini"ucap Hyukkie

donghae House

"seharusnya kau bilang dari awal Hyukkie ah kalau kau di jodohkan" ucap Hae sambil memukul cermin di hadapannya

"kalau begini jadinya mungkin aku akan lebih cepat melupakanmu dan aku tidak akan memintamu untuk menjadi yeojaku, kenapa kau melakukannya padaku"ucap Hae darah pun mengalir dari tangannya seiring dengan air matanya yang juga ikut mengalir

Flashback off

.

.

.

TBC


Special Thanks to :

nikyunmin : chap 3 udah publish ^^ , official couple yah ? ikutin aja dh ceritanya, hehe

Minhyunni1318 : mian lama updatenya, mian udah bikin penasaran hehe, author udah panjangin sedikit di chap 3 nh, ^^ author usahain biar update kilat

: gomawo, chap 3 udah publish ^^

riesty137 : belum tau nih Kyu bakalan jadian ma Minnie, hehe , keep Read and review ^^

chabluebilubilu : ikutin aja ceritanya kalo mau tau ttg Seo, hehe ^^

miss key : mian karena typo bertebaran, thanks buat semangatnya ^^

lia : doain aja Kyumin jadian, hehe ^^

Ri Yong Kim : haeppa sebenarnya gk kejam kok ^^

.

.

.

jongmal gomawo udah review chingu ^^

mian lama updatenya, lagi ada banyak masalah jadi mood buat nulis jd turun, sekali lagi maaf atas kesalahan2 dlm ff ini