Title : Y.O.U

Pairing : 2Min

Length : 2 shoot / chapter

Author : Keytakaoru

Rating : T

Genre : drama, romance, gaje

Desclaimer : 2Min itu milik satu sama lain meski saya sebenernya agak gak rela nyerahin Taemin yang unyu-unyu ke kodok belo macem Minho #dicekek flamers.

Warning : miss typho, tdk sesuai EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini, mending Anda menjauh

~~2Min~~

AAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaa….

"pagi…" sahut Minho dengan mata setengah tertutup.

Namja tampan itu kemudian mendudukkan diri di kasur yang sama dengan Taemin sambil memutar-mutar badan menghilangkan kantuk.

Minho menolehkan diri pada Taemin, menahan tawa melihat wajah pucat pasi yang terpajang di wajah manis namja imut dihadapannya.

"kau kenapa? Padahal kemarin manja sekali? Kau baru pertama kali ini ya?"

"MWO ?" Taemin berteriak ketakutan sambil meraba dirinya sendiri.

HUAHAHAHA…..

Minho sudah tidak bisa menahan tawanya, ia tertawa begitu keras sampai harus bergulung-gulung di kasur yang sama tempat ia baru saja bangun tadi, menyadari bagaimana penulis novel dewasa seperti Taemin ternyata mudah sekali dibohongi.

"kita kan cuma tidur di kasur yang sama" akhirnya Minho meluruskan apa yang sesungguhnya terjadi setelah puas tertawa.

"Cuma itu saja kan?" tampaknya Taemin masih kurang percaya.

"heum, atau kau berharap lebih ya? Hehe… oke, aku akan menyiapkan sarapan untuk kita dulu." Minho beranjak dari kasur dan menuju dapur.

Sementara Minho berkutat di dapur, Taemin justru berkutat dengan pikirannya sendiri. Membayangkan mereka berdua seperti sepasang suami istri, dimana sang suami yang romantis memasakkan sarapan untuk istrinya ketika mereka baru saja menghabiskan malam bersama. Taemin menggeleng-gelengkan kepala mengusir pikiran mesumnya. Kini ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

"kemarin aku sudah izin dengan orang tuamu." Kata Minho yang tengah menghidangkan beraneka makanan di atas meja makan.

"gomawo. Kau sudah seperti tokoh-tokoh dalam dunia fiksi yang menjelma di dunia nyata saja, nyaris sempurna." Puji Taemin.

Namun, dibalik pujian Taemin, Minho sebenarnya justru merasa sedih. Entah karena apa ia berfikir Taemin selalu saja hanya menganggapnya seperti bahan untuk novel karangannya, karakter yang sempurna namun tetap saja fiksi. Sekali saja, Minho ingin Taemin benar-benar melihat dirinya sebagai orang biasa yang nyata berada di samping Taemin.

####

Taemin pulang sekolah bersama Key kali ini, seperti biasa Taemin akan meminta Key untuk menemaninya ketika ia harus mengantarkan naskah ke editornya. Beberapa hari memang Minho yang mengantar Taemin setelah mereka jadian, jadi untuk kali ini memang Taemin sengaja mengajak Key, ia sudah terlalu rindu dengan hyungnya yang paling heboh itu.

Mereka berdua berjalan pulang sambil sesekali mendengar cerita Key soal pendekatannya dengan Onew akhir-akhir ini. Kemudian Taemin yang bercerita tentang bagaimana kerennya Minho ketika ia berada di rumah Minho. Keduanya larut dalam pembicaraan sampai Key melihat seseorang yang tampak seperti dikenalnya. Tentu saja karena orang itu memakai seragam yang sama dengan seragam sekolah yang ia pakai saat ini. Key menajamkan penglihatannya sementara Taemin terus bercerita. Ternyata seorang namja dari sekolah mereka dengan seorang gadis yang memakai pakaian bebas sedang berpelukan.

Key menarik Taemin untuk bersembunyi di semak-semak, mencoba menguping pembicaraan kedua orang yang ia lihat.

"kau harus melihat ini untuk bahan ceritamu." Usul Key gila.

Taemin yang sebenarnya polos dari sononya menurut saja apa yang diperintahkan oleh Key. Mereka berdua jadi seperti penguntit mendengarkan pembicaraan 2 orang yang masih belum diketahui siapa.

"awas ya kalau ada gadis yang datang ke apartemenmu." Kata si gadis

"heum." Jawab namja yang sedang dipeluk.

"hari ini kau akan menemaniku terus kan?"

"iya, iya ayo cepat berangkat."

Namja dan yeoja tadi berbalik dan berjalan bergandengan tangan dengan mesra.

DEG

Taemin melihat itu semua. Kenyataan bahwa namja yang mengenakan seragam sekolah mereka adalah tak lain dan tak bukan pacarnya Minho. Key yang melihat itu sudah mau menghampiri Minho untuk membuat perhitungan. Namun, sebelum Key sempat menjalankan niatnya, ia sudah dihalangi Taemin.

"sudahlah, aku baik-baik saja. Minho kan keren, gak aneh kalau dia punya yeojachingu lain. Lagipula dia kan hanya membantuku menulis." Taemin tampak pasrah, meski begitu ia tidak bisa menghalangi air mata yang secara spontan jatuh menetes dari pelupuk matanya.

Key hanya bisa kasian pada Taemin sambil memeluk menenangkan namja yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu.

####

"nggak ada kemajuan, aku benar-benar tidak bisa menulis apapun." Gumam Taemin.

"berat ya jadi penulis. Serius sekali, tapi ini sudah mau tutup loh perpustakaannnya." Entah dari arah mana Minho tiba-tiba muncul di samping Taemin.

Taemin yang melihat Minho jadi teringat kembali saat-saat Minho berjalan dengan gadis lain. Ia tidak bisa memungkiri hatinya sakit, ia belum sanggup menghadapi Minho saat itu, jadi ia memutuskan untuk meninggalkan Minho begitu saja.

Hari berikutnya dan berikutnya lagi Taemin selalu menghindari Minho, hanya itu yang bisa ia lakukan, bahkan untuk menulis pun ia sungguh tidak punya mood. Ia hanya bisa menangis tiap malam dan tentu saja semua orang akan tahu karena matanya akan membengkak di pagi hari saat ia berangkat sekolah. Key yang paling khawatir melihat keadaan Taemin yang mengenaskan. Ia akan datang setiap hari ke kelas Taemin demi menghibur anak itu.

Sedangkan Minho hanya bisa menebak-nebak apa yang terjadi dengan namja manisnya. Ia selalu mencari Taemin ke segala sudut namun hasilnya nihil, Taemin selalu saja berhasil menghindari dirinya. Sampai akhirnya ia benar-benar habis kesabaran, ketika ia melihat Taemin menyebrang halaman sepulang sekolah, ia langsung saja menarik pergelangan Taemin.

"katakana kenapa kau menghindariku terus!" tegas Minho.

"miane, tapi tolong jangan pedulikan aku lagi." Taemin berusaha melepaskan pergelangan tangannya yang digenggam erat oleh Minho.

"WAE ?"

"KARENA AKU NGGAK AKAN MENULIS LAGI." Teriak Taemin dan membuang semua tulisan yang selama ini susah payah ia tulis.

Karena teriakan Taemin, seluruh anak di sekolah mereka jadi memperhatikan pertengkaran hebat mereka berdua.

"KUPIKIR AKU AKAN MENULIS LEBIH BAIK KETIKA AKU BENAR-BENAR JATUH CINTA. TAPI SETELAH AKU JATUH CINTA PADAMU AKU MALAH TIDAK BISA MENULIS APAPUN."

Alih-alih menjawab pernyataan cinta secara tak tersirat Taemin, Minho justru menarik Taemin untuk mendekat dan menciumnya di depan banyak orang. Dan bisa dipastikan semua orang yang melihatnya hanya bisa terkejut dengan menutup mulut terbuka mereka, beberapa berteriak tak jelas, beberapa mimisan, beberapa pingsan di tempat, dan sebagian lain hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

"hen..hentikan."Taemin berusaha keras melepas tautan bibir mereka.

Setelah sekian detik, Minho baru benar-benar melepaskan bibir Taemin.

"kau sendiri yang tidak serius. Kau selalu saja hanya menganggapku sebagai bahan untuk tulisanmu, sebagai tokoh fiksi, bukan orang nyata yang selalu ada di sampingmu. Kau tahu, saat ini yang paling aku cintai Cuma kau, Taemin ah. Jadi lihatlah aku yang sebenarnya."

Taemin terpaku dengan perkataan Minho. Ia tanpa sadar memeluk Minho dengan air mata yang menetes, bukan air mata kesedihan namun air mata haru.

Setelah beberapa saat keduanya baru tersadar kalau mereka jadi tontonan satu sekolah, dengan malu-malu Minho yang sedang mendekap Taemin dengan wajah merah seperti kepiting rebus meminta maaf kepada semua orang atas kehebohan yang telah mereka buat. Kemudian seorang gadis, gadis kemarin yang dipeluk Minho keluar dari kerumunan penonton.

Taemin mengeratkan pelukannya pada Minho sambil memandang tak suka pada gadis itu, bersikap sangat protektif kali ini pada Minhonya.

"yah kenapa kau seperti itu melihat kakakku? Kau sudah mengenalnya ?" tanya Minho

"eh? Kakakmu? Tapi waktu aku berada di rumahmu dia tidak ada."

"kau tidak mengenalinya? Dia seorang artis makanya tinggal di dorm milik manajemennya saat ini."

Taemin jadi malu sendiri telah berpikir buruk tentang Minho dan kakaknya, kemudian ia baru menyadari darimana wajah keren Minho berasal, kalau melihat kecantikan kakaknya yang sudah tidak disangsikan bahwa bibit itu memang sudah mengalir di keluarga Minho.

"yah kau melamun, apa kau salah paham dan menghindariku beberapa hari ini gara-gara kau mengira kakakku adalah selingkuhanku ?"

Taemin menganggukkan kepalanya samar.

"pabboya, kau tidak lihat kalau dia lebih tua dari aku dan wajah kita mirip? Kalau aku akan selingkuh aku akan memilih yang masih muda tau"

"apa kau bilang? Pabbo? dan masih muda apa itu? Kau berniat selingkuh hah? Yah sini kau CHOI MINHO." Taemin mengejar Minho yang sudah berlari keluar dari halaman sekolah mereka.

END...