Title : Y.O.U
Pairing : 2Min
Length : 2 shoot / chapter
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : drama, romance, gaje
Desclaimer : 2Min itu milik satu sama lain meski saya sebenernya agak gak rela nyerahin Taemin yang unyu-unyu ke kodok belo macem Minho #dicekek flamers.
Warning : miss typho, tdk sesuai EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini, mending Anda menjauh
~~2Min~~
"miane sudah menunggu" Minho keluar dari dapur sambil membawa nampan yang penuh dengan makanan.
"wuaa…. Gomawo" Taemin sudah menadahkan tangan sebelum Minho kembali menyembunyikan nampan yang ia bawa di balik tubuh atletisnya.
"apa pekerjaanmu sudah selesai ?"
"miane, tinggal bagian ending saja." Sesal Taemin.
"syukurlah…" Minho mendekat ke Taemin seperti hendak mencium namja manis itu.
"huaaa…. Apa yang akan kau lakukan ?"
"hehe… hanya menggodamu saja, lihat wajahmu memerah tuh."
"aish, kau ini."
"ayo jalan-jalan setelah ini."
"heum. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat."
Beberapa menit kemudian Taemin sukses menyelesaikan ceritanya dan menggandeng tangan Minho keluar untuk berjalan-jalan sambil mengirim hasil draft tulisannya. Sementara mereka berdua bergandengan tangan, semua orang menatap keduanya. Di saat seperti ini, Taemin selalu saja berfikir bahwa ia terlalu beruntung mendapatkan Minho, sepertinya semua orang jadi memandang rendah dirinya yang bisa bergandengan tangan dengan pangeran macam Minho, dan hal itu selalu sukses membuat nyalinya ciut.
"aku selalu merasa jauh darimu Minho yah." Bisik Taemin pelan dari arah belakang, ia sudah melepaskan tautan tangannya dengan Minho.
"masa begini jauh?" Minho dengan senyumannya yang cool memeluk Taemin, demi apa Taemin langsung blushing, bagaimana tidak? Minho selalu tidak pernah peduli ketika ia menunjukkan rasa sukanya bahkan ketika di tempat umum seperti ini, dulu juga saat mencium Taemin di halaman sekolah. Namun tak urung Taemin juga membalas pelukan itu erat, ia tak mau kehilangan pangerannya hanya karena prasangka buruk.
####
"kau tunggu disini ya?" pinta Taemin yang dijawab oleh sekedar anggukan oleh Minho. Keduanya sudah sampai di depan kantor editor tempat Taemin bekerja jadi penulis.
Taemin masuk ke dalam kantor tanpa ditemani Minho, mendudukkan dirinya setelah dipersilahkan. Berasa aneh melihat senyum tak wajar dari sang editor.
"wae? Kau kelihatan senang sekali hyung" tanya Taemin penasaran
"novelmu dibuat drama, huah akhirnya."
"jinjja? Novel yang mana?"
"yang kau tulis terakhir kali, itu kan satu-satunya yang ratenya masih aman dibaca remaja."
"YAH, apa maksudmu hyung mengatakan seperti itu?"
"hehe… tapi itu kenyataan. Oia, dramanya akan dibintangi Sulli, kau tau dia kan? Artis baru yang sangat cantik dan punya wajah polos itu. Sesuai karakter yang kau tuliskan"
"lalu siapa lawan mainnya ?" tanya Taemin tak sabar.
"masih dicari. Kau tau kan susah mencari sosok perfect seperti yang kau tulis." Kali ini sang editor menjawab lesu.
"ada kok. Ada pemeran yang cocok." Kebalikan dengan sang editor, Taemin justru menjawab dengan antusias.
Taemin keluar menemui Minho, mencoba menceritakan berita bagus yang ia terima sekaligus meminta tolong pada Minho untuk bersedia menjadi pemeran cowok dalam drama novelnya.
"Minho yah, akhirnya novelku akan dijadikan drama." teriak Taemin senang.
"dan kau tahu? aku secara khusus meminta kau untuk menjadi tokoh utama cowoknya "
"tapi kan itu berarti aku harus beradegan dengan yeoja? kau tidak apa-apa? kau tahu kan novelmu banyak adegan ciumannya?" tanya Minho khawatir.
"gwenchana, aku tahu kok konsekuensinya."
Minho kemudian mengikuti audisi yang tentu saja langsung diterima dengan senyum sumringah sang produser, Minho memang wujud asli peran namja yang ditulis oleh Taemin karena memang tulisan itu dibuat saat Taemin sedang jatuh cinta pada Minho, alhasil semua yang ada dalam karakter peran namja yang dibutuhkan ada dalam diri Minho.
####
Lauching film
"bagaimana kesan Sulli saat pertama kali diperankan bersama Minho?" tanya salah satu reporter.
"aku senang sekali. Aku selalu mendambakan cerita cinta seperti yang ditulis di novel ini. Waktu melihat Minho, aku merasa dia mirip sekali dengan yang ada di novel." Jawab Sulli dengan senyum cerahnya.
"katanya dalam drama ini ada adegan deep kissnya. Benarkah ?"
DEG
Taemin yang mendengar hasil wawancara dari balik ruang launching drama itu merasa ada yang tidak beres dengan hatinya, sakit dan sesak. Padahal ia telah siap dengan konsekuensi yang bakal ia terima ketika meminta Minho untuk jadi peran utama dalam drama itu tapi tetap saja ia tidak bisa membohongi hatinya, ia agak tidak rela.
"Minnie kau kenapa meringkuk disini?" tanya Minho yang ternyata sudah mengakhiri sesi wawancaranya. Minho datang bersama Sulli.
"apakah kau Taemin? Wah imutnya, kau benar-benar seperti yang kubayangkan oppa." Sulli tanpa malu-malu mencubit pipi gembul Taemin. Sementara Minho hanya bisa menahan tawa melihat kehebohan Sulli.
"Sulli imut ya?" tanya Minho pada Taemin.
"nggak sopan. Itu kan karena aku gemas dengan Taemin oppa."
"ne..ne… miane. Oh iya Taemin, kau mau menungguku ? aku masih ada take adegan beberapa kali, nanti kita pulang bersama."
Taemin sudah tidak berkonsentrasi dengan apa yang dikatakan Minho. Ia meresa sesak dalam dadanya semakin menjadi melihat adegan barusan, bagaimana Minho yang baru kenal dengan Sulli bisa menjadi begitu akrab. Belum lagi sekarang ia mendengar bisik-bisik dari para kru film dan para reporter tentang keserasian keduanya. Taemin merasa ia berdiri sendirian sekarang. Taemin tidak bisa menahan tangisnya, ia memutuskan pulang lebih dulu menyembunyikan perasaannya.
####
Keesokan harinya Minho datang menjemput Taemin,
"kok pulang duluan, aku kan jadi khawatir."
"miane, aku baru ingat kalau aku ada kerjaan."
"Cuma itukah alasannya ?"
"heum, Cuma itu memangnya ada apa lagi ?"
"hari ini aku akan beradegan ciuman."
Kenapa kau harus mengatakannya
Taemin mengeratkan kepalan tangannya, sekali lagi menahan tangisannya agar ia tidak tampak lemah dihadapan Minho.
"sukses ya." Akhirnya hanya kata ini yang keluar dari mulut Taemin.
Bohong. Ia harusnya menahan Minho untuk tidak melakukannya, tapi ia tidak bisa, sudah terlambat.
Tiba-tiba atmosfernya jadi tidak enak, keduanya berjalan sambil terdiam, tidak ada kata-kata romantis yang selalu dilontarkan Minho untuk Taemin, entah apa yang dipikirkan namja itu sebenarnya. Hingga keduanya sampai di tempat syuting tetap saja kediaman itu tak terpecahkan.
" Minho, palli, adegan akan dimulai." Teriak sang produser.
Minho memasuki setting tempat yang sudah disiapkan, menundukkan wajahnya hendak mengecup bibir Sulli ketika tiba-tiba terdengar suara teriakan,
WUUUAAAA…..
"Cut… cut…"
"miane, aku minta waktu sebentar." Izin Minho.
Minho mendatangi arah dimana Taemin berada, melihat namja manis itu sudah berurai air mata. Jujur ia sudah tau hal seperti ini akan terjadi. Sedari rumah Taemin tadi dia juga terdiam karena memikirkan hal ini. Ia tahu bagaimana polosnya Taemin dan seberapa childishnya anak itu.
"miane, aku tidak bisa menahan diriku. Aku terlalu egois. Aku tak sanggup melihat kau dengan yeoja itu."
"makanya aku tanya dulu apa kau yakin. Aku sudah takut reaksimu akan seperti ini. Akhirnya kau menyesalinya sendiri." Minho tersenyum manis sambil menghapus air mata Taemin.
"Aku tidak ingin membuatmu tertekan. Kali ini bukan akting." Dan bisa ditebak apalagi yang akan dilakukan Minho kalau tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan di saat seperti ini, ia dengan lembut mencium Taemin untuk kesekian kalinya.
"ternyata kalian pacaran ya?" tanya Sulli mengagetkan dari arah belakang.
"eh… begini.. maksudku.." Taemin terlampau gugup untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
"gwenchana. Kalian cocok sekali, seperti kisah di novel itu. Aku dukung 100% deh. Minho oppa, jangan kau sakiti Taemin oppa, kau bikin dia menangis seperti ini." Sulli memeluk Taemin berniat menenangkan namja manis itu yang langsung membuat Minho mencibir tidak jelas melihat kekasihnya main dipeluk begitu saja.
Taemin mulai bisa tersenyum melihat kejadian konyol aksi cemburu Minho. Mereka kemudian asyik mengobrol dan tidak menyadari bahwa seorang paparazzi mengambil gambar.
####
"LIHAT INI" kata sang editor pada Taemin dan Minho.
Editor itu menunjukkan majalah yang bertuliskan headline "Sulli berpacaran dengan aktor baru lawan mainnya" lengkap dengan foto Minho dan Sulli saat mereka mengobrol dengan Taemin. Entah darimana sang paparazzi mengambil angel gambarnya hingga tak tampak Taemin sedikitpun di foto itu.
Tidak berapa lama Sulli datang dengan wajah panik karena ia dibuntuti selama beberapa jam oleh para wartawan demi mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi.
"otte?" tanya Sulli pada semua orang yang ada di tempat itu. Minho, Taemin dan sang editor hanya berpandangan tak jelas. Bingung harus menjawab apa.
"mari kita klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi." Minho menarik Sulli menghadapi wartawan yang sudah berkumpul di depan kantor agensi mereka.
Berkilat jepretan menyambut keduanya, diam-diam Taemin ikut menyelinap di balik pintu penasaran akan apa yang dikatakan Minho nantinya.
"ada apa sebenarnya antara Minho dan Sulli ?" tanya seorang wartawan.
" dia lawan main yang baik." Sulli menjawab seprofesional mungkin.
" apakah benar kau berpacaran dengan Minho ?"
"begini…" belum sempat Sulli menjelaskan sang wartawan tadi langsung saja menyela
"jadi benar gossip selama ini kalau kalian pacaran ?"
Minho yang sudah sangat emosi dengan wartawan itu sedari tadi langsung menarik kuat kerah baju si wartawan,
"SUDAH DIBILANG BUKAN."
"ah, kau hanya ingin melindunginya saja kan? Di dramamu ada berbagai macam adegan ciuman, apa itu sungguhan?" tanpa takut si wartawan it uterus mencerca Minhi dengan pertanyaan.
"sungguhan? Kau belum pernah ciuman ya? Akan ku tunjukkan bagaimana ciuman sungguhan itu."
Minho menarik Taemin yang bersembunyi di balik pintu dan mencium Taemin mesra di hadapan seluruh kamera yang menyorot keduanya. Tidak peduli bahwa adegan itu akan disiarkan langsung. Tidak peduli bahwa akan ada banyak penonton di bawah umur yang akan melihatnya. Tidak peduli dengan pendapat semua orang yang menonton siaran itu nantinya. Ia hanya mencintai Taemin dan ia ingin seluruh orang tahu itu.
"nah, itu tadi baru sungguhan." Minho kembali tersenyum dengan wajah innocentnya sementara Taemin yang ada di sampingnya sudah hampir jatuh pingsan.
TAMAT…
