Long chapter updated ^^ at least, ini lebih panjang dari chapter 2 kkk
.
.
.
Aku menggeliat pelan. Aaahhhh ini hari senin. Pantas saja Yongguk hyung membangunkanku. Biasanya aku menunggu Himchan hyung untuk menyeretku ke kamar mandi, tapi sekarang tidak! Aku bahkan kadang sudah selesai mandi ketika Yongguk hyung ingin membangunkanku.
Meskipun mereka berdua tidak pernah menanyakan kenapa tiba-tiba aku semangat sekali pergi ke sekolah, tapi aku yakin mereka tahu jawabannya. Youngjae. kalian ingat? Pemuda yang datang kerumah 2 minggu yang lalu, dia sangat baik.
"Daehyun ah, Youngjae sudah datang"
"ne hyung"
Aku segera menuruni anak tangga menghampiri Youngjae yang sudah menunggu di depan gerbang. Dia selalu mampir kerumahku setiap pagi, karena kami melewati arah yang sama.
"kau sudah sarapan?"
Dia mengangguk, "kajja, kita sudah hampir terlambat"
Sepanjang perjalanan kami hanya mengobrol dan bercanda. Sekarang aku tahu dia baru saja pulang dari olimpiade di Jepang selama satu bulan. Pantas saja aku baru melihatnya.
"Oppa, annyeong~~"
"Daehyun ssi annyeong~~"
Aish, Yoorin.
dia berlari menuju kearah kami dengan senyum yang lebar. Dia pun melempar senyum kepadaku tapi aku tidak membalasnya. Aku tidak tersenyum, aku ingin tapi aku tidak bisa. Aku bukan orang seperti Yoorin. dia sangat pandai berakting, dia hanya baik padaku hanya saat ada Youngjae. tsk
.
.
.
Bel sekolah sudah berbunyi, waktunya istirahaattt! Aku senang sekali istirahat, pertanda aku bisa makan di kantin. Aku berjalan sendirian menuju kantin, um, selain Youngjae, aku memang tidak punya teman lagi disini. Mereka semua tetap menyebalkan.
"Daehyun ah" aku menoleh ke asal suara. Pasti Youngjae. dia memberi isyarat kepadaku untuk duduk satu meja dengannya, tentu saja aku mau, tapi Yoorin yang duduk disebelahnya menatapku dengan tajam.
"aku duduk disana saja" kataku sambil menunjuk meja di sudut kantin. Aku beranjak pergi tapi Youngjae menarik lenganku dan menuntunku ke mejanya. Aku dan Youngjae duduk bersebrangan dengan Yoorin. Bisa kulihat wajah kesalnya yang ditutup-tutupi.
"Oppa, pulang sekolah nanti kita pergi menonton, neh? Ada Film bagus di Bioskop!" katanya penuh semangat.
"mianhae, hari ini aku janji mengerjakan tugas dengan Daehyun" jawab Youngjae, dia memang sudah janji mau ke rumah untuk mengajariku Fisika.
"kau bisa mengerjakannya besok"
"menontonnya juga bisa besok"
"Oppa!"
"wae? Kau bisa menonton dengan yang lain, bukan?" Youngjae sedikit kesal. Yoorin mempoutkan bibirnya, sedangkan aku melanjutkan makanku.
.
.
.
Bug!
Seseorang menyeret dan membanting punggungku ke dinding ketika aku hendak masuk ke toilet. Yoorin. Sepertinya dia sangat kesal sehingga bisa membantingku sekeras ini.
"yah! Busan! Bukankah aku sudah memberitahumu untuk menjauhi Youngjae Oppa, huh? Lihat, dia bahkan lebih memilih pergi ke rumahmu dari pada berkencan denganku! Kau menggodanya? Apa kau ini gay?"
"ya Kim Yoorin" tiba-tiba seseorang memanggil Yoorin dengan pelan tapi cukup membuat Yoorin melebarkan matanya. Aku pun sama terkejutnya.
"Oppa?"
"apa kau sudah selesai memakinya?" tanyanya sambil menarik lenganku kesampingnya.
"a-a-aniya, aku hanya ... "
"hm, kau akan bilang kalau kau bercanda bukan? Sekarang pergilah" jawab Youngjae dengan nada yang ... cukup santai.
"mwo?"
"aku tidak mau lagi mempunyai yeojachingu sepertimu, kita akhiri saja hubungan ini"
"Oppa ... " Yoorin hampir menangis. "kau memutuskanku hanya karena masalah ini? hanya karena si Busan aneh ini?"
Youngjae tidak menjawab, dia menggenggam tanganku pergi. Yoorin menatapku penuh amarah sebelum akhirnya aku melangkah menjauhinya. Aku ... entahlah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku, merasa lega Youngjae putus dengan gadis itu. Aku juga tidak tahu mengapa. Yang aku lakukan sekarang hanya mengikuti kemana kaki Youngjae melangkah.
Kami berhenti di taman belakang sekolah, dia mengambil nafasnya berat.
"kita harus masuk ke kelas" ucapku
"shireo, aku sedang ingin disini. Kalau kau mau kau bisa pergi"
Aku memutuskan untuk ikut membolos dan duduk di sebelahnya.
"mianhae, kalian harus berpisah karenaku" ucapku lirih
"anak itu, dia sudah sering melakukan ini sebelumnya. dia suka memaki orang lain, dan aku selalu memaafkannya, tapi perilakunya terhadapmu tadi sudah keterlaluan. aku pikir dia akan berubah, ternyata tidak. Dia juga sangat keras kepala dan egois. Aish dia yang harus minta maaf, bukan kau. Ini bukan salahmu"
"aniya, tetap saja ini salahku" meskipun sebenarnya aku senang, tapi aku masih merasa tidak enak.
"baiklah, ini salahmu. Dan aku anggap absenmu dari kelas kali ini adalah dalam rangka menebus kesalahanmu. Kau harus menemaniku disini"
Dia tersenyum, manis. aku balas senyum kepadanya.
Hening.
Dia bersenandung pelan, aku suka mendengar suaranya. Ketika berbicara suaranya sangat imut, ketika menyanyi suaranya sangat lembut. Aku perlahan mengikuti nadanya. Kemudian dia menatapku.
"wae?"
"aku baru tahu kalau suaramu sangat bagus"
Aku menaikkan alis. Aku yakin tadi itu sangat pelan dan dia pasti tidak bisa mendengarnya.
"menyanyilah, aku ingin mendengar suaramu"
Aku menggeleng. Tapi dia tetap memaksaku untuk melakukan apa yang dia minta. Akhirnya aku menurutinya, aku menyanyikan lagu Kim BumSoo 'Please'
"woaaaaa jinjja daehyun ah, suaramu sangat bagus"
"aniya, aku hanya menyanyi biasa"
Aku membantah semua pujiannya, meskipun benar bahwa suaraku memang lumayan hehe. Teman-temanku di desa semua memuji bakat menyanyiku, bahkan para sonsaengnim.
Bel sekolah terdengar. Aku dan Youngjae tertawa dengan keras, tidak terasa kita sudah berjam-jam hanya duduk dan mengobrol hingga waktunya pulang. Aku yakin Himchan hyung akan mengomel jika mengetahui aku membolos seperti ini. Kami berdua beranjak lalu mengambil tas dan pulang.
"ya Yoo Youngjae, kau tidak seperti orang yang baru putus" sindirku
"apakah itu sebuah masalah, Jung Daehyun? lagipula aku lebih suka bersama denganmu"
Eh? Dia lebih suka bersama denganku? Apa aku tidak salah dengar? Aku juga senang sekali bersamanya.
.
.
.
Youngjae menghampiriku sambil tergesa-gesa. Ditangannya ada kertas dan bolpoin. Aku tidak tahu apa itu, tapi dia menanyakan tanggal lahir, alamat, dan lainnya. Dan aku hanya menjawab. Setelah itu dia langsung pergi entah kemana. Aku melanjutkan makanku. Beberapa saat kemudian dia datang lagi.
"Daehyun ah" dia melingkarkan tangannya di lenganku
"yang tadi untuk apa?" tanyaku
"formulir, Kita akan mengikuti lomba menyanyi untuk class meeting bulan depan"
aku tersedak. "MWO?"
.
.
.
.
TBC
.
.
Balasan khusus review dari meme: aku 92line ^^ ff daejae biasanya aku nyari di asianfanfics sama di fanfiction ini say. Ada wordpress tapi ga tau alamatnya hehe
Dan untuk pasangan unyu Jonglo, ada di chapter 4, neh? ^^
