Story updated! Tapi sepertinya alurnya jalan di tempat. Ah entahlah, seadanya ya ...
yang seme Daehyun dong :) tp memang agak unyu(?)
Happy reading ^^
.
.
.
Happy Sunday ...
Aku bangun dari tidur panjangku, pertandingan sepak bola di sekolah kemarin sangat melelahkan. Dan hari minggu ini aku akan menghabiskan waktu di tempat Daehyun, dia terlalu gugup untuk mengikuti perlombaan terakhir class meeting yang akan diadakan 2 hari lagi. Di sekolah, kompetisi tarik suara memang perlombaan yang paling ditunggu-tunggu setelah sepak bola. Wajar saja jika dia merasa tidak percaya diri.
Aku hanya memakai kaos, celana pendek, dan topi. Hanya butuh waktu 10 menit dengan berjalan kaki dari sini.
Hmm, pasti Himchan hyung sedang membuat sesuatu. Bau masakannya bisa tercium sampai halaman. Tumben sekali dia tidak mengajakku pergi berbelanja."itu barang siapa, hyung?" tanyaku saat melihat 2 tas besar di ruang tengah.
"ah, itu adikku Jongup, dia akan liburan disini selama seminggu" jawab Yongguk hyung, aku mengangguk paham.
Daehyun mengikutiku menaiki tangga menuju kamarnya. Ditangannya ada makanan yang ia bawa dari meja makan. Aigoo anak ini, mulutnya tidak pernah sepi dari makanan.
"JUNG DAEHYUN! KAU MENCURI MASAKANKU LAGIIIIIIIIIIIII" teriak Himchan hyung dari dapur. Aku menggeleng sedangkan daehyun meneruskan makannya seolah tidak terjadi apa-apa.
Aku membuka pintu kamarnya dan ... eh? Ada dua anak laki-laki sedang um, berciuman.
"YA! Asdfghjklkjhggfdsa ... " Daehyun mengomel dengan mulut yang masih penuh dengan makanan, entah aku tidak tahu apa yang ia katakan. "BERANINYA KALIAN MENODAI KAMARKU! LAKUKAN DI TEMPAT LAIN!" sekarang terdengar lebih jelas. Dua pemuda tersebut segera lari keluar begitu Daehyun mengusirnya
"Youngjae ah, mianhae, kau pasti ... " kata Daehyun pelan
"g-gwencana" aku tersadar
"itu Jongup, dan um pacarnya, Zelo. Aish, mereka berdua. Kau pasti ... " Daehyun berbicara dengan nada gelisah.
"tenang saja, aku sudah lebih terbiasa. Apa kau lupa aku melihat bang-him hyung bermesraan setiap hari?" jawabku. mungkin dia merasa tidak enak karena aku straight. aku benar-benar sudah terbiasa sekarang.
Aku dan Daehyun menuruni tangga ketika Himchan hyung menyuruh kami untuk sarapan. Meja makannya terlihat lebih ramai, ada Jongup dan Zelo disana. Setelah berkenalan, kami semua bercanda. Seperti saat pertama kali ke rumah ini, aku langsung bisa akrab dengan Jong-lo.
"apa kau pacarnya Dae hyung?" tanya Jongup
"eh? a-a-ani" jawabku
"ya Jongup ah!" Daehyun memukul kepalanya
"tapi kalian terlihat romantis" lanjut zelo dengan wajah tanpa dosa. Padahal Daehyun tadi hanya membersihkan nasi yang tertinggal di tepi bibirku.
"lihat, wajah Youngjae hyung memerah!" ujar Jongup, wajahku memerah?
"a-a-aniya!" aku membantahnya. Dan sekarang, aku gugup? Aisshhh kenapa aku ini? Daehyun memberikan death glarenya pada jong-lo sehingga mereka berdua tidak lagi menggodaku. Yongguk dan Himchan hyung tertawa
.
.
.
Aku sedang tiduran dengan Daehyun di ranjangnya.
"Youngjae ah, kenapa tidak lagu korea saja? kenapa I Believe I Can Fly?" keluhnya, "aku takut lupa liriknya nanti"
Aku menggenggam tangannya "gwencana, kau pasti bisa"
"Youngjae ah, apa aku harus mengikutinya?"
Aku tersenyum, aku menyukai caranya memanggilku yang sedikit manja. "ne" jawabku mantap.
Dia mendesah. Aku bisa melihat kegelisahan di wajahnya. sebenarnya aku juga tidak harus memaksanya seperti ini, tapi ini adalah kesempatan yang berharga bagi Daehyun, aku ingin membuatnya dikagumi oleh banyak orang. Aku tidak ingin Daehyun dikucilkan lagi. Aku ingin Daehyun mempunyai teman selainku. Aku ingin membuktikan bahwa Daehyun mempunyai sesuatu yang berharga yang tidak dimiliki oleh anak-anak tidak tahu diri yang terus mengejeknya.
Aku mengajaknya ke dapur dan menyuruhnya duduk di kursi. Aku membuka kulkas dan mengeluarkan sesuatu yang sudah aku persiapkan, untung saja Himchan hyung tidak memakannya. Mata Daehyun seketika berbinar melihat apa yang aku letakkan dihadapannya.
"ini untukku? Kau membuatnya untukku?" aku mengangguk. Tanpa babibu lagi dia langsung melahap cheesecake yang aku berikan, tidak butuh lama bagi seorang Jung Daehyun untuk menghabiskannya. Aku sengaja membuat dalam ukuran standar.
Aku melihat piringnya sudah bersih, dia sudah sampai pada gigitan terakhir. Dia melihatku sekilas, lalu menjilati sisa-sisa selai dijari-jarinya. Ukuran standar pasti sangat kurang bagi perutnya. "bagaimana rasanya?" tanyaku. Dia hanya menjawab dengan memberikan 2 jempol kepadaku.
"kau mau lagi?" tawarku. Dia tersenyum, "akan kubuatkan yang lebih besar jika kau tidak lupa liriknya besok". Dia menelan ludah, tapi kemudian tersenyum lagi dan mengangguk.
.
.
.
"hyung, apa kalian benar-benar tidak berpacaran?" tanya Jongup yang duduk di kursi tengah. Aku dan Daehyun duduk di kursi belakang. Hari ini semua ikut pergi ke sekolah untuk melihat penampilan kami berdua, Himchan hyung duduk di depan menemani suami(Yongguk)nya mengemudi mobil.
"waeyo?" tanyaku. Dia menunjuk tanganku dan Daehyun yang dari tadi berpegangan. Aku ingin melepasnya tapi genggaman Daehyun semakin erat.
Daehyun menyuruh Jongup untuk diam dengan ancaman-ancamannya. Dia masih menggenggam tanganku, dia sangat gugup.
Kami sudah berada di ruang tunggu. Daehyun menundukkan wajahnya, tangannya memegangi kursi dengan kuat.
"Youngjae ah, kita batalkan saja, kau maju sendiri saja, neh?" katanya tiba-tiba
"wae? Kita sudah sejauh ini dae, kau tidak boleh mundur begitu saja. santai saja dae, kau hanya terlalu gugup"
"aniya, aku hanya, aku tidak ingin kau dijauhi teman-temanmu karenaku jae, kau pasti akan kehilangan teman-temanmu jika kita berdua dalam satu panggung, aku tidak mau ... "
Aku menyeretnya menuju ruang ganti. Lagi-lagi dia mengatakan itu, dia selalu berkata seperti itu. Dia selalu menyuruhku untuk menjauhinya karena takut teman-temanku juga akan menjauhiku. Meskipun pada kenyataannya, mereka semua sudah mengucilkanku karena aku dekat dengannya. Aku menutup tirai ruangan "Daehyun ah, dengarkan aku" dia mengangguk. "Daehyun ah, meskipun seluruh sekolah ini akan menjauhiku, aku akan tetap melakukan ini. kita hanya butuh naik ke panggung dan bernyanyi. Ini tidak ada hubungannya dengan anak-anak itu. arasseo?"
Dia menatapku tajam, God kenapa aku jadi gugup seperti ini. aish aku merasa pipiku memanas, "Daehyun ah, k-kenapa melihatku s-seperti itu?" aku mengedarkan pandanganku menghindari matanya, dia menarik tubuhku ke pelukannya.
"kenapa kau melakukan ini padaku jae?" bisiknya. Aku menelan ludah, aku bisa merasakan nafasnya lewat telingaku.
"molla, a-aku ... "
"aigoo, ternyata kalian sedang enak-enakan bermesraan disini, huh?" Himchan hyung tiba-tiba datang dan membuka tirai, aku langsung melepaskan pelukan Daehyun. dia mengucapkan sesuatu pada Daehyun, sepertinya hanya memberikan semangat, ia juga sama khawatirnya denganku. Sebelum pergi, ia mencium pipi Daehyun sehingga membuatnya mengomel dan sepertinya berhasil membuatnya lupa akan perasaan gugupnya, haha.
"kau masih ingat di bagian mana kita bernyanyi saling berhadapan kan?" tanyaku memastikan, dia mengangguk.
"hyung!" Jongup dan Zelo ternyata juga berada di backstage mencari kami. "fighting, daejae hyung" ucap mereka bersamaan.
"daejae hyung?"
"nanti kalau kalian sudah jadian, kan menjadi daejae couple kkkk~~ " kata Zelo. Aku dan Daehyun hanya menggeleng meihat Jong-lo couple yang terus-terusan menggoda kami berdua.
"maklum hyung, Zelo sudah menjadi daejae shipper semenjak pertama bertemu. Kalian sangat cocok katanya" jelas Jongup. Aish aku semakin tidak mengerti dengan 2 anak ini. jelas-jelas aku dan Daehyun hanya berteman dekat. Yah, meskipun akhir-akhir ini aku sering merasa jantungku berdebar ketika skinship dengannya, aaahhh molla molla molla. Kenapa aku ini?
.
.
.
TBC ~~
Thanks to buat yang ngikutin cerita ini, review juseyo, buat inspirasi chapter selanjutnya kkk
