KATEKYOU HITMAN REBORN

Disclaimer : KHR bukan punya saya, kalau punya saya sudah dipastikan isinya yaoi doang. Hanya Amano Akira sensei lah yang berhak

Author : Seiya Aya

Rating : T (cari aman)

Pair : banyak dah... XP

Type : humor (?), romance (?)

Warning : OOC, Ai-shounen, yaoi, EYD, geje, ambigu, typo tergeletak dimana-mana

Ciossu.

Hola minna... gimana kabarnya, ketemu lagi ama author sableng nan gila ini. Huahahahahahahahahahahahah * ketauan gilanya kan?

Akhirnya, yang ditunggu tunggu -hoek, sapa juga yang nungguin elu thor- dengan bangga author mempersembahkan

Jeng...

Jeng...

Jeng...

Chapter empat udah di apdet ni...

Lumayan cepet kan daripada yang kemaren-kemaren, ohohohohohohohohoho uhuk uhuk uhuk *keselek sandal

Sebelum ke cerita, author mau ngebales review dulu ki

LalaNur Aprilia : hahahaha, lain kali aku teliti lagi typonya, sankyuu uda ngingetin ^^, hehehehhe, gak nyangku juga uda ampe 10000 uwooooooooo #lari ke gunung terus naek pohon paling tinggi sambil teriak 'aku orang gila' hahahahah, ini juga uda di apdet ogg

Nthe YaoiLoverz : iya kasian Tsuna, tapi mau gimana lagi, di fic ini Tsuna, Enma am Fran author siksa kayak gitu #keenakan para seme donk, hahahahahahahaha. Basil? Boleh aja, tapi belum tau mau dijadiian apa *dihajar massa. Tenang aja, akang Kyoya pasti ada kok, secara kalo Namimori tanpa Hibari Kyoya itu aneh banget, soal G27 juga, ditunggu ya... ohohohohoho

DeLoAniMan U-know : sip sip, ini juga uda di lanjut, disimak ya, jangan lupa review-nya pula #ngancem pake tonfanya Kyoya

Adelia-chan22 : salam kenal juga Adelia ^^, kenalin aku Aya majikannya Hibari Kyoya #ditonfa Kyoya terus di gantung terbalik di atap Namimori. Hahahaha, aku juga waktu mbayangin ampe nahan cairan nista dari hidung, sumpah, menggoda iman banget, hahahahahaha. Wah, Reborn jadi jelangkung? Serem ah, ga usa jadi jelangkung dy juga uda sadis kok. Tugas Purinaku akan ada di chapter ini, untuk soal format tulisan, ini uda aku ganti kok. Ditunggu review-nya lagi ya

Malachan12 : salam kenal juga Mala-chan. Syukurlah kalau kamu suka. Hehehe. Seneng banget nih kalau fic ini dibilang keren. Ow ow ow ow #dilempar bata. Hu um, sankyuu dukungannya. Jangan lupa di review lagi ya. Ditunggu pokoknya

Ruu-Chan : hahahahaha, gomen ya baru bisa apdet sekarang, ini malah uda dipadet lagi. Bisa jadi sih. Anggap aja kayak gitu, ^^. Kalo hayato untuk sementara aq jadiin murid biasa dulu ya, ntar kalo dia juga jadi Purinaku kasian Yamamoto, uda di ketusin mana saingannya banyak lagi. T.T sepertinya ada tuh kalo vongola 1st generation, ditunggu aja. Sankyuu dukungannya trus tetep di review ya.. heheheh

Buat readers sekalian, author masih bener-bener ngarepin review minna di fic ini, so review ya minna~ ^v^

.

Chapter sebelumnya

"aku tidak mau menjadi menjadi anggota Purinaku" kata Tsuna tegas

"kalau kau menolak maka perwalianku padamu akan putus" kata Reborn dengan angkuhnya

"tampaknya besok akan dimulai pekerjaan yang sangat melelahkan" ujar Enma lirih

.

_Monggo_

"Tsuna, kita harus ke ruang OSIS sekarang" tiba-tiba Enma mendekati Tsuna yang sedang membereskan buku-bukunya karena pelajaran telah berakhir

"terus kenapa Juudaime harus ke ruang OSIS?" kata Gokudera yang sewot karena acara pulang bersamanya akan terganggu dengan kedatangan Enma

"ada yang harus di bicarakan OSIS dengan anggota Purinaku, kalau tidak percaya ini ada email dari kaichou" kata Enma sambil memperlihatkan email yang dikirmkan OSIS tadi

Melihat email yang diperlihatkan Enma membuat Gokudera tak bisa berkata-kata lagi. Dengan berat hati ia harus merelakan kegagalannya mengetahui rumah sahabat barunya yang berambut coklat itu

"Juudaime, apa tidak apa-apa jika kau ikut dengan orang ini ke ruangan OSIS. Atau apa perlu aku ikut?" tanya Gokudera meminta keputusan Tsuna

"tidak apa-apa kok Gokudera-kun. Bukankah ada Enma bersamaku. Sebaiknya kau pulang saja, hehehe" kata Tsuna yang telah selesai membereskan buku-bukunya ke dalam tasnya

"baiklah kalau begitu, ayo kita pergi Hayato" kata Yamamoto yang ternyata sedari tadi masih berada di sana

"sudah kubilang berhenti memanggilku dengan nama kecilku Yakyu baka!" seru Gokudera sambil menudingkan jarinya ke wajah Yamamoto

"maa...maa... ayok Gukudera" ajak Yamamoto tak peduli sambil memegang tangan Gokudera dan menyeretnya pergi

"lepaskan tanganku" katanya sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Yamamoto "Juudaime, aku pulang dulu, besok kita harus bisa pulang bersama" lanjut Gokudera sambil keluar kelas diikuti Yamamoto yang masih tersenyum seperti biasanya

Tsuna yang melihat tingkah kedua temannya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya itu

"teman-temanmu ramai ya" ucap Enma tiba-tiba

"hahahahaha, begitulah..." kata Tsuna dengan tertawa pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"jadi, bagaimana kalau kita ke ruang OSIS sekarang?" tawar Enma yang melihat Tsuna telah membereskan tasnya

"un" hanya itu jawab Tsuna sambil mengikuti Enma berjalan keluar kelas yang telah sepi itu

Ruang OSIS

"besok, kalian akan memulai debut pertama sebagai Purinaku" kata Kaichou setelah ketiga anggota Purinaku berada di ruangannya

"apaaa? Besok? Kenapa harus besok?" ucap Tsuna spontan

"kufufufufufu.. tentu saja untuk mengenalkan dirimu sebagai anggota baru Purinaku, Tsu-chan" jawab Mukuro sambil tersenyum kepada Tsuna

"Tapi Mukuro-sama, apa kita berdua" kata Fran sambil menunjuk dirinya dan Enma "Ikut dalam debut besok? Bukankah kita berdua sudah pernah debut pertama bukan?" tanya Fran masih dengan wajah dan suaranya yang datar

"kufufufufufufu, tentu saja kalian akan ikut, bukankah sangat indah melihat 3 maskot berdiri berdampingan?" kata kaichou sambil menopang dagunya masih tetap tersenyum

Mendengar jawaban Mukuro kedua anggota lama Purinaku hanya dapat menghela nafas lama. Seperti akan melakukan sesuatu yang berat

Melihat kedua rekan Purinakunya bertingkah mencurigakan seperti itu kontan saja membuat Tsuna berkeringat dingin. Sebenarnya apa yang akan dilakukan dalam debut pertamanya nanti? Walau enggan untuk menjadi Purinaku tapi karena sudah terlanjur dan besok adalah debut pertamanya membuat Tsuna menjadi gelisah

"trus., ano., apa yang harus aku lakukan dalam deb..uhuk debut per..pertamaku besok?" kata Tsuna yang tak bisa menutupi kegelisahannya

"tenang saja, kau hanya harus tampil di hadapan seluruh penghuni Namimori dan menyapa mereka semua" kali ini Byakuran sang Sekretaris yang menjawab pertanyaan Tsuna

"hanya itu? Jadi aku hanya harus berdiri dan menyapa saja bukan?" tanya Tsuna yang sedikit lega karena debut besok tidak seburuk yang dibayangkannya sebelumnya.

"iya, hanya itu, tetapi di saat debut itu kau dan anggota Purinaku lainnya harus memakai pakaian ini" ujar Byakuran sambil melangkah menuju salah satu lemari dan menujukkan 2 pasang pakaian yang bewarna putih dengan renda-renda di tengah yang tampak sangat manis

"apaaa? Aku harus memakai itu? Yang benar saja!" kontan Tsuna beranjak dari sofanya langsung menolak memakai pakaian itu

"tentu saja kau harus memakai pakaian itu, dengan anggota Purinaku yang lain tentunya" jawab Byakuran tenang

"apa kau buta? Tidak lihat pakaian itu? Itu..itu... itu seperti pakaian perempuan, apa kau serius aku akan memakai pakaian perempuan seperti itu?" cerocos Tsuna yang kaget dengan pakaian yang diharuskan dipakainya saat debut

"kufufufufufufu, tidak mungkin kami buta Tsu-chan. Kalau kami buta, mana mungkin kami memilihmu menjadi anggota Purinaku, melihat wajah manismu itu dan tubuh mungilmu itu" kata Mukuro sambil menatap Tsuna dari atas sampai bawah

Melihat pandangan Mukuro yang sedikit err-mesum kontan saja membuat Tsuna sedikit menggigil bukan karena AC dalam ruangan itu melainkan karena aura yang berasal dari sang kaichou

"sudahlah, saat debut pertama Fran dan Enma, mereka juga memakai pakaian itu. Jadi kau juga HARUS memakai pakaian ini Tsuayoshi" tiba-tiba Bel berbicara sambil mengasah pisaunya "atau kau akan tahu akibatnya" lanjutnya sambil menatap Tsuna dan menyeringai mengerikan

'hiiieeeee...Bel-senpai benar-benar orang yang menakutkan' jerit Tsuna dalam hati

"tapi.. itu bukannya hanya ada 2 pasang, kalau itu milik Enma-kun dan Fran-kun, brarti milikku tak ada bukan?" tanya Tsuna yang niat menolaknya langsung hilang entah kemana setelah mendapatkan ancaman dari Belphegor

"karena itulah aku memanggil seseorang yang untuk menyelesaikan pertanyaanmu itu. Byakuran, apa dia sudah kau beritahu tentang pertemuan ini?" tanya Mukuro

"tentu saja sudah kuberitahu, melihat jadwalnya, mungkin sebentar lagi dia akan sampai di sini" kata Byakuran sambil melihat jamnya

Seperti dipanggil, tahu-tahu pintu ruangan OSIS diketuk. Setelah Mukuro menyuruhnya masuk, maka masuklah seorang pemuda yang pastinya merupakan murid Namimori Gakuen karena memakai seragam khasnya tetapi ditambah syal berbentuk bulu berwarna merah dan hijau yang membuat penampilannya nyentrik selain dengan kacamata dan rambutnya yang juga tak kalah nyentriknya.

"ahhhh~ Mukuro-san, ada apa kau memanggilku kemari, apa para Purinaku membutuhkan pakaian baru lagi?" tanya makh- uhuk pemuda itu

"kufufu, kau sudah datang rupanya, sebelumnya biar kukenalkan dulu dirimu dengan anggota Purinaku yang baru direkrut hari ini" kata Mukuro

"apa anggota baru? Mana...mana..." kata pemuda berbulu- ehem, maksudnya pemuda dengan syal bulu berlari ke depan sofa yang memang posisinya membelakangi pintu.

"huwaaaaa~ manisnya... jadi pemuda- kalau bisa dibilang pemuda sih- ini yang akan menjadi anggota ketiga Purinaku bersama dengan Enma-chan dan Fran-chan?" tanya pemuda itu yang diam di tempat dan entah kenapa tubuhnya sedikit bergetar

"umm... perkenalkan, saya Sawada Tsunayoshi dari kelas X-C, yoroshiku" kata Tsuna memperkenalkan diri sambil sedikit membungkuk ke hadapan yang menurutnya senpainya itu

"huwaaaa~" teriak pemuda itu sambil menubruk Tsuna dan menariknya dalam sebuah pelukan sepihak yang membuat si pemilik tubuh mulai merasa sesak

"anoo... senpai, bi...bisa tolong lepas...kan?" kata Tsuna yang benar-benar merasa sesak dengan tingkah orang yang seenaknya memeluknya itu

"wajah ini, tubuh ini, benar-benar sempurna~ dan aromanya..." racau pemuda itu sambil mencium aroma Tsuna dari belakang lehernya "huumffmn...tidak~ biarkan hanya aku yang memiliki dirimu Tsu-chaaaan~" lanjutnya

Kontan saja Tsuna langsung merasa merinding karena tiba-tiba saja pemuda yang masih memeluknya ini mengendus-endus tengkuknya yang mana membuat Tsuna bergerak tak nyaman, ditambah sesaknya pelukan itu yang kuatnya minta ampun

BLETAAAK

"iyaaaaaoooooooooouuuuuuu..." tiba-tiba saja terdengar teriakan tidak elit yang hampir saja memecahkan gendang telinga Tsuna karena berasal dari pemuda yang memeluknya

"jangan seenaknya kau menyentuh angota Purinaku seperti itu apalagi yang sudah jelas-jelas menjadi incaranku, BANCI!" ujar suara dengan ketegasan tingkat dewa yang berasal dari pak ketua kita yang terhormat

"iya..iya.. aku tahu, tapi jangan pake kekerasan seperti itu kaichou~ sakit beneran ni ditimpuk pake papan itu" sungut si pemuda buluan yang kini akhirnya melepaskan Tsuna dari kematian dini

"salahmu sendiri, sekarang cepat kembalikan papan itu ke mejaku" perintah Mukuro seenaknya

"ckckckck... iya, iya" kata pemuda yang masih meraba-raba kepalanya dan memungut papan bertulisan 'kaichou' kembali ke alamnya, yaitu meja sang ketua OSIS

"umm...anoo... siapa itu?" tanya Tsuna tak tahu ditujukan pada siapa

"ouuuuuu... maafkan aku manis~ aku belum sempat memperkenalkan diri. Aku adalah Lussuria, khusus dirimu boleh memanggilku dengan Lu-chan, atau Lu-pyon" katanya pemuda aneh itu sambil memberikan ciuman jarak jauh ke Tsuna. "dan aku adalah perancang dan pembuat semua pakaian yang akan dikenakan Purinaku" lanjutnya

'ooo... pantas saja nyentrik begitu, mana sedikit melambai lagi' batin Tsuna melihat tingkah Lussuria yang kini sedang menggoda pemuda putih yang sialnya berada di sampingnya. 'ehek...mungkin dia memang ada kelainan' tambahnya

"hentikan tingkahmu yang aneh itu Lussuria, aku memanggilmu kemari karena ada hal penting yang aku ingin kau lakukan" kata Mukuro penuh dengan wibawa

"umm~ apa itu Muku-chan" ucap Lussuria genit, lupa deh sikap kesopanannya kepada Mukuro

"kau harus membuatkan kostum debut untuk Tsuna yang mana besok dia akan memulai debut pertamanya sebagai Purinaku" kata Mukuro

"ouu..ouu..ouu..~ menyenangkan sekali, kalau begitu, boleh aku mengukurnya sekarang?" kata Lussuria yang sangat antusias mendapatkan perintah dari ketua OSISnya itu

"tentu saja, silahkan" kata Mukuro yang kembali menopang dagunya

"ehem... kalau begitu, bisa aku pinjam salah satu ruangan di dalam situ?" tanya Lussuria menunjuk ruang tempat berkas-berkas OSIS disimpan. "tak mungkin kan Tsuna harus membuka bajunya di hadapan kalian semua?" tambahnya dengan seringai mesum

"hieee... apa harus membuka baju?" tanya Tsuna dengan nada yang nyaring

"dan kenapa harus di ruangan itu? Saat kami mengukur pakaian dulu tidak perlu membuka baju apalagi di ruangan tertutup seperti itu" kata Enma yang akhirnya berbicara setelah sebelumnya hemat suara #dicekek Enma

"ohohohohohoho... tentu saja untuk mengrepenya. Mana mungkin aku melewatkan pemuda manis, mungil nan menggoda ini begitu saja bukan?" jawab Lussuria sambil menjilat bibirnya dan menggosok-gosokkan tangan sambil menatap Tsuna yang mulai berkeringat dingin #lagi

Mendengar jawaban ngawur Lussuria kontan membuat papan Mukuro kembali menghantam kepalanya, ditambah jitakan maut dari Byakuran plus bonus lemparan pisau dari Belphegor yang untung saja tidak mengenai Lussuria tetapi tembok yang ada di belakangnya # 'cih' kata Bel yang melihat sasarannya meleset

Enma dan Fran? Bisa ditebak si rambut merah hanya dapat menatap iba teman sekelasnya yang nyaris menjadi korban dan si rambut hijau muka datar itu hanya menatap Tsuna dengan tatapan menerawang- tetep saja datar

"sekali lagi kau berbicara ngawur, aku tidak segan-segan mengantarmu menemui kepala sekolah" ancam Mukuro dengan seringai menakutkan yang langsung saja membuat Lussuria menggigil ketakutan

"ampuun Muku-chan. Tidak akan aku ulangi lagi. Aku janji" sumpah Lussuria yang ketakutan dengan ancaman Mukuro dan tatapan maut kaichou Namimori Gakuen itu

"bagus, sekarang, bisa kau ukur Tsuna? Atau kau ingin merasakan lemparan papanku lagi?" tawar Mukuro

"haik...kaichou." jawab Lussuria sambil mengambil kertas yang ada di meja OSIS dan mengeluarkan gulungan kain yang ia gunakan untuk mengukur tubuh mungil yang berada di depannya

"nah, Tsu-chan. Sekarang, mari kita ukur tubuhmu" kata Lussuria

"ahh... benar-benar hari yang melelahkan" keluh Tsuna sambil menghempaskan diri ke kasurnya dan mengambil handphonenya yang berada di dalam tasnya

From : Kozato Enma

To : Sawada Tsunayoshi

'besok akan menjadi hari yang berat. Tapi bersemangatlah, kita pasti bisa melalui hari itu ^^'

Huufft...

'email pertama di hari pertama di sekolah. Sampai lupa meminta alamat e-mai Gokudera dan Yamamoto' batin Tsuna sedikit tersenyum

"ahhhh...aku benar-benar capekkkk" teriak Tsuna kemudian memejamkan mata dan tertidur pulas tanpa sempat mengganti pakaiannya terlebih dahulu

"PRANG...KROMPYANG...PRANG" terdengar suara seperti barang pecah dari kamar no 27 yang di tempati pemuda manis berambut coklat. Tetapi apabila dilihat lebih jauh, pemilik kamar itu ternyata masih saja tertidur pulas di kasurnya masih dengan seragam yang lengkap. Lalu bunyi apa itu tadi? Apa jangan-jangan tanpa di ketahui Tsuna bahwa di ruangannya itu terdapat hantu yang lagi memasak dan memecahkan piring di dapur?

"PRANG...KROMPYANG...PRANG..." lagi-lagi bunyi itu lagi. Apa yang sebenarnya terjadi di kamar Tsuna? Sedangkan pemuda itu masih saja tidur dan hanya bergerak sedikit merespon suara itu

"OLEE...OLE...OLEE...OLE...OLE...OLE... OLEE...OLE...OLEE...OLE...OLE...OLE..." tiba-tiba bunyi yang berbeda terdengar, yang mana berasal dari handphone Tsuna yang berada di dekat kepalanya yang kontan saja membuat sang empunya membuka mata karena kaget mendadak terdengar bunyi yang keras dan sangat menggangu itu

"aduuhh... siapa sih pagi-pagi gini udah nelpon" kata Tsuna malas yang melirik jam masih menunjukkan pukul 06.30

"hmm? Nomor siapa ini? Moshi-moshi..." kata Tsuna yang masih menguap sambil merenggangkan kedua tangannya ke atas

"Tsuna-chan...kau pikir sekarang jam berapa?" kata suara di seberang terdengar manis dan lembut

"ummm jam setengah 7 bukan?" tanya Tsuna yang mulai waspada karena sepertinya ia mengenali suara ini

"apa kau lupa hari akan ada apa?" tanya suara itu lagi

"umm.. sekolah seperti biasa kan?" jawab Tsuna tak yakin

"INI ADALAH DEBUT PERTAMAMU! CEPAT DATANG KE RUANG OSIS SEKARANG!" teriak suara di seberang yang membuat Tsuna harus menjauhkan handphonenya dari telingan mungilnya kalau tidak mau menjadi tuli mendadak

"hiiee... haik kaichou... aku akan segera mandi dan ke sana" jawab Tsuna yang langsung menutup terleponnya dan berlari ke kamar mandi untuk menjalankan ritual paginya yang biasanya walau sedikit kepagian

Ruangan OSIS

"hufftt..." Mukuro yang mendapati anggota baru Purinakunya itu hanya dapat menghela nafasnya. 'dasar anak itu. Untung saja manis, kalau tidak sudah kugantung dia karena membuatku harus rela membuang pulsaku untuk menelponnya' batin kaichou yang ternyata pelit pulsa itu #dibakar Mukuro

"hahahaha... memang anak yang menarik, bahkan lupa kalau hari ini adalah debut pertamanya" kata Byakuran yang ternyata juga telah berada di ruangan OSIS

"ushiushiushiushi, apa perlu aku turun tangan untuk mendidiknya, kaichou?" tawar Belphegor suka rela

"kau sentuh dia, maka Fran milikmu akan aku ambil" lontar Mukuro yang tak rela incarannya juga diincar bendahara OSISnya itu

"cih, ngomong-ngomong soal Fran, kemana dia? Bukankah dia sudah datang?" tanya Bel yang telah mengeluarkan pisaunya dan berniat menjadikan Fran sebagai sasarannya

"kalau Fran tadi bersama dengan Enma ke kantin. Sepertinya mereka ingin membeli makanan untuk Tsuna. Menurut Enma, Tsuna pasti tidak sempat sarapan" jawab Byakuran yang kini duduk santai di sofa nyaman milik OSIS itu

"sepertinya kucingmu itu menaruh perhatian kepada Tsuna ya, Byakuran." Goda Mukuro

"mungkin saja, siapa sih yang tidak tahan dengan wajah manisnya itu. Hihihihihi" jawab Byakuran sambil mencomot marsmellow yang menjadi kudapan favoritnya itu

"kau tidak cemburu?" kali ini Bel yang menggoda

"kenapa harus cemburu? bukankah orang yang berhak atas Enma hanya diriku, tentu saja tubuh atau bahkan hatinya hanya akan menjadi miliku" kata Byakuran sambil tersenyum

"ahh... gak asik" kata Bel yang kembali menekuni pekerjaannya, mengelap pisaunya

Tok...tok...tok

"masuk" kata Mukuro

"apa Tsuna sudah datang?" kata Enma yang memasuki ruangan bersama dengan Fran di belakangnya

"belum, mungkin sedang berlari ke sini. Apa itu?" tanya Byakuran yang melihat Enma dan Fran membawa masing-masing 2 gelas di kanan dan kirinya yang tampak mengepul dan kantong plastik berisi beberapa roti

"umm... ini minuman untuk anggota OSIS sekalian dan tentu saja untuk Tsuna" jawab Enma sambil meletakkan gelas berisi kopi susu untuk Byakuran dan susu putih untuk Tsuna di meja depan sofa

"terus ini untuk Mukuro-sama dan Bel-senpai" lanjut Fran sambil meletakkan kopi untuk Mukuro dan teh merah untuk Bel di meja kaichou

"wah...wah...kalian benar-benar perhatian sekali kepada kami. Terima kasih" kata Mukuro tulus

"ushishishishi...kau tahu saja minuman kesukaanku, Topi kodok" ujar Bel sambil menyentil dahi Fran dengan telunjuknya

"ouch... sakit Bel-senpai" ucap Fran yang masih dengan wajah flatnya sambil mmengang dahinya yang disentil pemuda berambut pirang itu

Lain dengan kedua rekan OSISnya, Byakuran memilih mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Enma dengan memberikan kecupan singkat di bibir mungilnya tepat saat pintu ruangan OSIS tiba-tiba menjeblak terbuka

"gomen...gomen... aku terlambat. Harus mandi dulu soalnya" kata Tsuna tanpa rasa bersalah karena telah membuka keras pintu ruangan OSIS yang tak berdosa. Tetapi begitu melihat pemandangan indah yang dilakukan Byakuran kepada Enma langsung saja Tsuna kembali menutup pintu dengan tak kalah kerasnya #kasihan pintunya T.T

"uwaaaa...maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk melihatnya" seru Tsuna dari balik pintu

Tingkah Tsuna yang sangat manis itu kontan membuat Mukuro tertawa. Bagaimana tidak? Melihat ekspresi Tsuna yang memerah karena habis berlari ditambah melihat adegan kiss morning yang dilakukan Byakuran membuat wajah manisnya semakin manis saja

"masuklah Tsuna..." seru Mukuro memanggil Tsuna untuk ke dalam

"tapii..." jawab di balik pintu

"sudah masuklah" kali ini Byakuran yang menjawabnya

Dengan malu-malu dan masih dengan wajah yang merah Tsuna membuka pintu dan melangkah masuk ke ruangan OSIS. Melihat Byakuran yang tersenyum kepadanya dan Enma yang wajahnya merah dan hanya menunduk membuat Tsuna mau nggak mau kembali mengingat kejadian beberapa detik yang lalu

"kenapa wajahmu merah Tsuna?" tanya Mukuro, lebih tepatnya menggodanya

"umm.. tidak apa-apa.. Cuma tadi..um..." kata Tsuna terbata-bata sambil memainkan ujung kemejanya

"kufufufufufu...biarkan saja, hal itu sudah biasa dilakukan Byakuran. Sebaiknya kau mulai membiasakan diri" lanjut Mukuro sambil tersenyum

'apa? Biasa? Bagaimana aku harus biasa setelah melihat seorang laki-laki mencium laki-laki pula, walau Enma manis sih, tapi tetap saja, mereka kan laki-laki' batin Tsuna

"sudahlah, sebaiknya kau duduk dulu dan sarapan. Enma dan Fran sudah berbaik hati membelikan sarapan untukmu. Pasti kau belum sarapan bukan?" tawar Byakuran yang melihat Tsuna bersimbah keringat

Tepat di saat itu cacing-cacing di perut Tsuna mengadakan konser

'aku lupa kalau kemarin aku juga belum makan malam' batin Tsuna sambil memegangi perutnya

"kalau begitu, makanlah" kata Byakuran yang mendengar jelas konser para cacing

"ini Tsuna, makanannya. Terus gelas sebelah kanan itu milikmu" kata Enma seraya menyerahkan kantong plasting yang ternyata isinya roti kare, sandwich, roti yakisoba dan roti melon

"umm... arigatou, Enma-kun" jawab Tsuna sambil menunduk dengan wajah yang merah dan mengambil bungkusan dari tangan Enma.

Karena belum makan apa-apa sejak kemarin malam, semua isi bungkusan itu langsung saja ludes tak bersisa dilahap oleh pemuda yang saat ini tengah meminum susunya

"gluk...gluk...ahh...enaknya...aku kenyang sekarang. Arigatou Enma-kun, Fran-kun" ucap Tsuna sambil menunjukkan angelic smile mautnya ke arah Enma dan Fran

'manis...' batin seluruh penghuni ruangan itu

Sedangkan pemilik angelic itu hanya senyum-senyum saja, merasa perutnya kenyang membuatnya dapat sedikit menghilangkan kegelisahannya yang sedari tadi menggangunya

"para malaikatkuuu~ kalian sudah pada dataaaang?" tiba-tiba sesosok pemuda berwujud abstrak yang memakai bulu-bulu di lehernya membawa sebuah dress yang serupa dengan yang ada di salah satu lemari OSIS

"Lussuria, tak bisakah kau mengetuk pintunya terlebih dahulu?" tanya Mukuro sambil tersenyum dengan aura yang bisa dibilang tidak ramah

"umm... gomen ne Muku-chan... aku terlalu bersemangat mengantarkan pakaian ini sampai-sampai lupa tata krama" jawab Lussuria sekenanya

"ya sudah, jadi apakah sudah jadi?" tanya Mukuro sambil memijat keningnya

"tentu saja, jeng...jeng..." kata Lussuria sambil memamerkan pakaian yang sedari tadi dibawanaya. Pakaian itu adalah dress berwarna putih bersih dengan bahan sehalus sutra yang mana di bagian dadanya (yang seharusnya ada) terdapat pita bewarna orange pucat yang melingkar di bagian atas pinggang. Kemudian di bagian lengannya yang dibuat model balon se lengan atas dan bagian bawahnya diberikan pita dengan warna orange pucat yang bertengger manis di masing masing sisi

Tak hanya itu, bagian kerah terlihat cukup lebar hingga dapat mengekspoks bahu juga terlihat dilingkari oleh pita dengan warna yang sama. Dress yang tingginya setengah paha itu dipadukan dengan celana pendek berwarna putih dengan ikat pinggang yang bawarna orange pucat.

Untuk alas kakinya, adalah sepatu boot tali setinggi 3 jari di bawah lutut warna putih dengan talinya yang diganti dengan pita cukup besar bewarna orange pucat yang menggantung dari atas sampai pergelangan kaki. Tak lupa dengan topi kerut yang menutupi telinga berwarna putih dengan pita orange pucat yang mengelilinya. Memang tampak sederhana tetapi terkesan manis dan suci (entah apa yang dipikirkan author)

"aa..aa..aa... jangan lupa dengan sepatu serta aksesorisnya. Tentu saja semua lengkap. Hohohoho" kata Lussuria dengan sombongnya

"wah...wah...wah... pemilihan warna yang bagus, jadi Tsuna orange ya." Gumam Belphegor

"hu um... entah mengapa aku rasa Tsuna akan cocok dengan warna orange itu. Bagaimana menurutmu Muku-chan...apa hasil kerjaku memuaskan?" tanya Lussuria

"kufufufu... tak heran kaulah yang ku pilih untuk menangani pakaian Purinaku, Lus" puji Mukuro yang benar-benar merasa Tsuna cocok jika memakai pakaian itu

"ohohohohoho, itulah kemampuanku, hasil kerja semalaman suntuk akhirnya membuahkan hasil" kata Lussuria sambil tertawa menyebalkan

"hentikan ketawamu itu. Biarkan para Purinaku memakai pakaiannya masing-masing" ucap Byakuran

"tung...tunggu... serius aku memakai pakaian itu?" tanya Tsuna memastikan

"tentu saja Tsu-chan. Aku sudah tidak sabar untuk melihatmu memakai ini" kata Lussuria sambil berjalan mendekat ke arah Tsuna yang tengah panik

'bagaimana ini, apa aku harus benar-benar memakai itu?' batin Tsuna

"ayo Tsuna, sebaiknya kita cepat berganti pakaian. Sudah jam 7" kata Enma yang melihat jam tangannya. Benar saja, sudah jam 7, dan acara dimulai pukul 7.30.

"Bel-senpai, mana pakaianku?" tanya Fran yang sedikit manja kepada Bel

"itu ada dilemari topi kodok, ambil sendiri" balas Bel

"cih, senpai pelit" dengus Fran sambil berdiri

"ushishishishishi...apa kau ingin aku memakaikannya ke tubuhmu?" goda Bel sambil menatap intens Fran yang masih berdiri

"lebih baik aku memakainya sendiri, ayo Enma, Tsuna, kita ganti bersama" jawab Fran sambil menggandeng Enma untuk mengambil pakaiannya

"ano... boleh...bolehkah aku mengambil pakaian.." Tsuna menelan ludah "pakaianku Lussuria-senpai" pinta Tsuna dengan wajah memerah kepada Lussuria

"ohohohoho..tentu saja, ini...ini... apa perlu aku membantumu memakaikan pakaian ini ke tubuh indahmu, Tsu~chan~" goda Lussuria yang kini mengelus tangan Tsuna yang terulur kepadanya untuk meminta pakaiannya

Hehh?

"yang benar saja...aku bisa memakainya sendiri senpaiiii" teriak Tsuna yang langsung menyambar pakaian yang di bawa Lussuria dan dengan wajah yang merah entah menahan marah atau malu berlari menyusul Enma dan Fran yang setelah mengambil pakaian langsung ke ruang ganti yang ada di OSIS

"kufufufufufu...wajahnya itu semakin merah semakin manis saja" kata Mukuro sambil menyeringai mesum

"sayang deh kagak ngeliat tubuh indah Tsu-chan" rajuk Lussuria yang pundung di salah satu sudut ruangan

"Enma-kun, bagaimana caranya memasang ini?" tanya Tsuna dari balik ruangan ganti

"sini biar aku pakaikan Tsuna" kata Enma yang memberikan bantuannya

"selagi kau menalinya, biarkan aku yang memegangnya, boleh Tsuna-san?" tanya Fran yang sepertinya ingin membantu

"hu um, Fran-san" jawab Tsuna

"umm... akhhhhhhhh...jangan terlalu kuat Enma, akhhh...ii...ittai..hiks" desah Tsuna yang sangat terdengar jelas dari ruangan OSIS

Penghuni OSIS yang lain?

Byakuran secara terang-terangan menunjukkan wajah mupeng dengan mulut yang sedikit menganga mendengar desahan Tsuna

Belphegor yang mendengar desahan Tsuna bahkan menjatuhkan pisau-pisaunya yang sedang dibersihkannya dan menatap pintu ruang ganti sambil menyeringai. Karena matanya tak terlihat maka author tak tahu bagaimana keseluruhan wajahnya

Mukuro? Jangan ditanya. Si raja mesum ini bahkan mulai membayangkan yang tidak-tidak dengan mendengar suara pemuda incarannya itu. Bahkan dengan sekuat tenaga menahan cairan nista yang nyaris saja keluar apabila tidak ditahannya lubang hidungnya itu

'aku benar-benar tidak salah menetapkan incaran' batin Mukuro sambil menyeringai mesum andalannya

Saking mupengnya, mereka bertiga bahkan mulai mendekat ke pintu ruang ganti dimana Tsuna, Enma dan Fran sedang berganti pakaian

"ittai...ittai...Fran-san, jangan terlalu ditekan, sakitt...hiks" rengek Tsuna

"gomen Tsuna, akan aku longgarkan sedikit" jawab Fran yang membuat tiga orang anggota OSIS itu tercengang, tidak dengan nada datarnya yang biasa

"bagaimana Tsuna? Apa sudah pas?" tanya Enma

"belum, kencangkan lagi Enma-kun. Akhh...itu terlalu kencang" desah Tsuna lagi

'sebenarnya apa yang mereka lakukan di dalam sana' batin tiga petinggi OSIS

"aku sudah tidak tahan lagi" gumam Lussuria yang sudah tidak pundung di pojokan lagi, bahkan ada darah yang menetes dari kedua lubang hidungnya "Tsu-chan~, Enma-chan~, Fran-chan~ mau donkkk~" teriak Lussuria yang mulai tidak waras berlari ke arah pintu ruang ganti berniat mendobrak masuk

"OHOCKK" terdengar suara yang tidak elit dari pembuat pakaian kita karena secara serempak memukul, menahan dan menempeleng Lussuria yang malang karena mencoba menerobos masuk

"sepertinya kita bertiga berpikiran yang sama" kata Mukuro

"aku benar-benar penasaran dengan apa yang mereka lakukan sampai membuat Tsuna seperti itu" kata Bel

"Enma terdengar nakal bagiku, ohohohohoho" tawa Byakuran gila

Lussuria yang malang akhirnya dijemput sang malaikat maut dan mati dengan tenang di alam sana.

.

Maafkan author, dengan berat hati Lussuria tidak jadi dijemput malaikat maut karena malaikat maunya ogah dengan banci macam Lussuria. Lagipula kalau Lussuria mati siapa yang bikin baju para Purinaku?

.

"heh, yakyu baka, apa kau sudah melihat Juudaime?" tanya Gokudera kepada Yamamoto

"entahlah, aku belum melihatnya. Apa dia tidak masuk?" Yamamoto bertanya balik sambil melirik bangku Tsuna yang masih kosong

"ini salahku, seharusnya kemarin aku tidak membiarkannya pulang sendirian. Bagaimana jika Juudaime bertemu dengan om om mesum kemudian membawanya lari?" Gokudera mulai histeris dan membayangkan yang tidak-tidak

"maa...maa...jangan terlalu berlebihan begitu Hayato, Tsuna pasti baik-baik saja" kata Yamamoto berusaha menenangkan pemuda putih itu

"bukankah sudah kubilang berkali-kali, jangan memanggilku dengan nama itu" seru Gokudera

"haikk...haikkk, aku panggil Gokudera lagi" ucap Yamamoto mencoba mengalah

"bagaimana ini, sudah hampir masuk, apa benar Juudaime baik-baik saja" kata Gokudera yang benar-benar khawatir

"sudahlah, aku yakin Tsuna baik-baik saja, percayalah padanya" ujar Yamamoto

"awas saja kalau Juudaime sampai kenapa-kenapa, tidak akan aku maafkan orang yang mengganggu Juudaime, dia adal-" tiba-tiba ucapan Gokudera terhenti oleh sebuah pengumuman dari speaker kelas

Ting...tong...ting...teng...

"Maaf untuk seluruh penghuni Namimori Gakuen yang sangat saya cintai ini. Saya, ketua OSIS Rokudo Mukuro ingin memberikan sebuah pengumuman yang sangat penting bagi kalian semua. 10 menit lagi, atau pukul 07.30 harap seluruh siswa dan guru berkumpul di aula Namimori Gakuen akan ada hal yang sangat luar biasa akan kalian saksikan"

"pengumuman apa itu lagi" sungut Gokudera yang masih sewot degan ketidakhadiran Juudaimenya itu

"sudahlah, dengarkan saja" saran Yamamoto

Sambil berdecih ria Gokudera dengan tidak fokus mendengarkan pengumuman tak penting itu sambil matanya berkeliling seluruh isi kelas yang mulai ramai mempertanyakan pertunjukkan apa yang dijanjikan ketua OSISnya itu

"untuk lebih menambah semangat kalian semua, hal ini berkaitan dengan PURINAKU" lanjut Mukuro dari speaker

Kontan saja seiisi Namimori Gakuen gempar dengan pengumuman ini. Siapa sangka maskot kebanggaan Namimori itu akan muncul kembali di hadapan mereka. Namimori Gakuen yang keseluruh muridnya itu adalah laki-laki, pengumuman ini tentu saja membuat mereka langsung bersemangat, bahkan ada yang langsung berlari menuju aula

"karena itulah, kami mengharapkan kehadiran kalian semua di aula pukul 07.30 nanti. Sekian pengumuman dari OSIS" kata Mukuro menyudahi pengumumannya

Ting...tong..ting...teng...

"huwoooooooo...kalian dengar itu? Apa Purinaku akan tampil? Aku tidak sabar melihat Enma-chan" kata seseorang di dalam kelas tempat Gokudera dan Yamamoto

"kalau aku menunggu Fran, Enma kan bisa dilihat setiap hari, tapi Fran..." kata seorang lagi sambil menerawang jauh

"huh...aku berharap bisa mellihat Tsuna, kemana dia hari ini. Aku belum melihatnya" celetuk seseorang yang baru sadar Tsuna tidak ada di dalam kelas

"iyaa ya... aku juga belum melihatnya" sahut yang lain

"baru sehari tapi dia sudah membuatku rindu, oh..Tsunaa~" ujar siswa yang berdiri di depan papan tulis

"kau dimana Tsunaa~" kata seseorang yang duduk di bangku paling depan

"kau membuat kami semua rinduu~" celetuk yang lain

"oh Tsunaa~" sahut mereka semua kompak

"oh iya, apa kau tahu kemana Tsuna-chan, Gokudera?" tanya seseorang kepada pemuda berambut putih yang masih uring-uringan yang kontan saja seluruh pasang mata tertuju pada Gokudera

"TIDAK TAHUUU, SUDAH JANGAN TANYA AKU LAGI" teriak Gokudera sambil beranjak pergi dari tempat duduknya

'sepertinya acara di aula itu berhubungan dengan Juudaime, aku harus segera ke sana' batin Gokudera sambil melangkah pergi menuju aula

"maa...maa..." kata Yamamoto yang juga ikut beranjak dan mengekor di belakang Gokudera tanpa sepengetahuan pemuda berambut putih itu

"anoo...Enma-kun, apa kau yakin tentang ini?" tanya Tsuna yang gelisah sambil melihat dari balik tirai dimana aula telah penuh sesak dengan siswa Namimori Gakuen yang penasaran dengan penampilan Purinaku yang sangat mereka tunggu-tunggu

"sebenarnya tidak, tapi apa kita bisa kabur dari keadaan ini" jawab Enma pasrah

"sepertinya yang lebih berat dalam penampilan ini adalah dirimu Tsuna-san" celetuk Fran

"hiiieeee? Kenapa aku?" teriak Tsuna panik

"tentu saja, ini adalah debut pertamamu, sudah pasti semua akan berhubungan denganmu" kata Fran lagi

"iiieeeee... kenapa aku harus terjebak dalam situasi ini..." seru Tsuna putus asa sambil memegang kepalanya

"kufufufufufu... putri-putriku sekalian, apa kalian sudah siap?" tanya ketua OSIS yang tahu-tahu sudah ada di belakang Tsuna 'Tsuna ber-hie pelan'

"mau tidak mau bukan" kata Enma sambil menghela nafasnya

"hahahahaha, semangatlah Enma-chan" kata Byakuran sambil mengelus kepala Enma

"um..arigatou" jawab Enma merona

"kau juga topi kodok" kata Belphegor sambil menyeringai kepada Fran

"sama-sama, Bel-senpai" Fran menyahut

"dan kau Tsuna, cobalah untuk tenang dan ikuti apa yang dilakukan oleh kedua senior Purinaku ini dan keadaan di panggung" titah kaichou

'bagaimana bisa aku tenang dalam situasi ini' batin Tsuna yang tak menjawab tapi hanya menunduk dan mengangguk sambil meremas gaunnya

"oke...semua, cepat bersiap di tempat masing-masing. 1 menit lagi akan kita mulai debut Purinaku. So, kembali ke pekerjaan kalian" perintah Mukuro kepada semua staff OSIS yang ada di belakang panggung dan langsung menuruti perintah ketua OSIS itu

'let's game begin' batin Mukuro sambil tersenyum licik

"APA KALIAN SEMUA SIAPPPP" teriak MC berambut putih yang berkoar di atas panggung aula Namimori Gakuen

"SIAAAPPPPPP" jawab kerumuman orang yang memenuhi aula

"kalau begitu, tak perlu menunggu waktu lama lagi, kupersembahkan penampilan para Purinaku kebanggaan kita semua, EXTREAM..." seru pemuda di atas panggung yang bernama Sasagawa Ryouhei

Dengan dibukanya acara tersebut oleh MC kawakan, Sasagawa Ryouhei membuat penonton berteriak riuh. Masing-masing memanggil anggota Purinaku yang dari tadi mereka tunggu-tunggu

Teriakan penonton semakin menggelegar begitu tirai yang semula menutupi panggung perlahan-lahan membuka menampakkan dekorasi dengan dominasi warna putih dengan awan yang terbuat dari kapas serta bunga-bungaan bewarna putih yang tertata dengan sangat indah di atas panggung

"pertama-tama, aku persembahkan kepada kalian semua maskot Purinaku kita yang pertama, FRAAAANNNNN" seru Ryouhei heboh yang membuat fans Fran berteriak-teriak mengelu-elukan idolanya (?)

Masuklah dari belakang panggung dengan langkah yang bisa dikatakan anggun tetapi masih dengan wajah datarnya yang kali ini tanpa ditemani topi kodok kebanggaanya, sesosok pemuda manis dengan rambut warna hijau tosca berjalan ke tengah panggung dan melambai-lambaikan tangan ke arah kerumunan siswa yang ada di bawah panggung dan disambut dengan sangat antusias oleh para penggemar dan seluruh siswa Namimori

"bagaimana ini Enma-kun. Aku benar-benar gugup" kata Tsuna di belakang panggung yang mengintip panggung dari tirai di samping panggung

"tenang saja Tsuna, anggap saja mereka hanya patung bersuara. Lihat saja Fran, dia tampak tenang bukan" kata Enma berusaha menenangkan Tsuna

"tapii,,, bagaimana jika aku terjatuh di tengah panggung, apalagi dengan pakaian seperti ini pasti akan lebih memalukan" Tsuna yang panik semakin kacau dengan pikiran-pikiran anehnya

Kemudian Tsuna melihat pakaian yang serupa dengan yang ia pakai dengan pakaian yang digunakan Enma dan Fran. Bedanya hanya di warna pitanya saja, Enma berwarna kuning muda dan Fran berwarna ungu muda

'mereka memang terlihat jauh lebih manis' komentar Tsuna dalam hati

"supaya itu tidak terjadi kau harus tenang Tsuna" kata Enma sambil menggenggam kedua tangan Tsuna yang membuat wajah Tsuna merona, mencoba menyalurkan kehangatannya kepada tangan Tsuna yang dingin karena gugup

"sebentar lagi giliranku, tarik nafas perlahan-lahan lalu hembuskan." Ajar Enma

Tsuna yang sedikit-sedikit mulai melakukan saran pemuda manis di depannya memang merasa sedikit tenang dengan melakukan saran tesebut

"selanjutnya...aku persembahkan kepada kalian semua, Kozato Enma..." seru Ryouhei yang membuat suasana riuh kembali terdengar semakin keras atas penyambutan Enma

"kalau begitu, aku pergi dulu, ganbatte Tsuna" kata Enma yang telah melepas genggamannya dan berjalan ke panggung untuk melakukan hal yang sama dengan Fran

"oke, ayo Tsuna, kamu pasti bisa...kamu pasti bisa...tarik nafas...hummppp...hembuskan...huffft.. Enma benar, aku jauh lebih baik sekarang" kata Tsuna mencoba tenang

"bagaimana penampilan kedua maskot manis kita ini?" tanya Ryouhei kepada kerumunan

"mengesankan..." teriak seseorang

"manis seperti biasa" teriak yang lain

Di sudut yang lain terdapat pemuda berambut layaknya gurita dengan warna putih melihat sekelililng untuk mencari sahabatnya yang manis dan berambut coklat karamel

'Juudaime...sebenarnya kau ada di mana'- batin Gokuder-sosok itu gelisah

Di samping pemuda itu tampak pemuda lain yang sepertinya tidak terlalu tertarik dengan apa yang ada di atas panggung, ia hanya memerhatikan pemuda di sampingnya yang tampak sibuk tengok kanan dan kiri. Menurutnya pemandangan ini lebih menarik dari pada yang ada di atas panggung

"apa kalian sudah siap dengan kejutan dari OSIS? EKSTREEEAAM..." seru MC gila itu

"apa kejutannya?" kata seorang pemuda dari arah penonton kepada pemuda di sebelahnya

"tidak tahu, lebih baik tonton sana" jawab pemuda itu lalu kembali memfokuskan penglihatannya ke atas panggung

"ada yang bertanya-tanya mengapa acara ini dilakukan?" tanya Ryouhei yang dijawab tidak oleh siswa Namimori yang berkumpul di bawah panggung

"acara ini adalah debut pertama dari anggota Purinaku yang baru" kata Ryouhei antusias, sedangkan para siswa juga mulai antusias dengan adanya maksot baru yang pastinya memanjakan hari-hari mereka di sekolah pria ini

"kalau begitu, tidak usah membuang waktu lebih lama lagi, aku perkenalkan kepada kalian semua, ANGGOTA PURINAKU YANG BARU ADALAH, SILAHKAN MASUK, SAWADA TSUNAYOSHI. EKSTREEEEMMMMMMMM" teriak Ryouhei yang langsung di sambut teriakan antusias para siswa yang mana langsung menjulurkan lehernya ke atas panggung untuk melihat lebih jelas sosok yang menjadi anggota Purinaku yang baru

"apa dia bilang? Tsuna?" seru Gokudera yang langsung berlari ke depan panggung yang kini penuh karena para siswa mulai berkerumun dan berdesak-desakan di sana

"cih, minggir kalian semua" seru Gokudera yang sepertinya kesulitan untuk mendapatkan posisi di depan panggung. Dengan Yamamoto di belakangnya (sepertinya langsung beraksi saat Gokudera berlari) akhirnya mereka berdua sampai tepat di depan panggung saat Tsuna mulia memasuki panggung

'tenang Tsuna, tenang, ingat tarik nafas perlahan-lahan' batin Tsuna yang berjalan ke tengah penaggung diantara Enma dan Fran sambil menundukkan kepalanya tak berani melihat ke depan saking malunya

"uwooooooo...apa itu, manis sekali" seru salah seorang

"harus kuakui, ia benar-benar sempurna" celetuk yang lain

"tidaakkkkkk Enma-chan tetap yang terbaik" kata yang lain

"bukan...Fran-lah yang nomor satu" elak yang lain

"Tsuna-chaaaannnn, kami mencintaimu..." teriak sekelompok orang yang membuat Tsuna bergidik ngeri

Dengan perlahan akhirnya Tsuna berdiri tepat di tengah-tengah antara Enma dan Fran yang memberikan tatapan yang menenangkan

Tsuna yang menjadi lebih baik dengan dorongan dari dua rekannya itu kemudian mengambil nafas panjang dan mengambil mic yang disodorkan MC yang menutup lubang hidung entah karena apa dan dengan tangan gemetar Tsuna mulai berkata

"ohayou gozaimasu... Bo..boku wa Tsuna desu, yoroshiku minnaa.." kata Tsuna sambil memberikan jurus andalannya angelic smile tingkat dewa

Kontan saja hampir seluruh penghuni aula itu langsung serentak menutup kedua lubang hidungnya, tak sedikit yang terlambat menutup hidungnya dan mengeluarkan cairan merah kental dari hidungnya, bahkan ada beberapa yang sudah pingsan karena kehabisan darah

Bagaimana dengan guru-guru dan karyawan yang juga ada di sana?

Nasib mereka tak beda jauh dengan nasib para siswanya itu. Hanya beberapa saja yang dapat mempertahankan eksistensinya sebagai guru yang terpandan dan tak terguncang sesuatu yang seperti itu, misalnya saja Xanxus-sensei. Tapi jika dilihat lebih dekat, tubuh sensei itu sedikit bergetar entah karena apa. Hanya author dan Xanxus-senseilah yang tahu

"haduuhh... untung aku masih bisa menahannya" kata Giotto-sensei lirih sambil melirik beberapa guru yang pingsan dengan darah yang berceceran di bawahnya

"Juudaime..." kata Gokudera pelan tak percaya

"hahahahahaha...ternyata ini pesta penyambutan Tsuna ya..." kata Yamamoto sambil menutup hidungnya

"bagaimana mungkin..." Gokudera mulai meracau tak jelas

Pandangan Yamamoto yang sebelumnnya terpusat ke Tsuna kembali melihat ke sampingnya di mana Gokudera berada

"bagaimana mungkin Juudaime bisa tampak sangat manis dan menyilaukan di matakuuu" teriak Gokudera yang membuat Tsuna melihat ke arah Gokudera yang menatapnya tak berkedip

'Go..gokudera-kun..."lirih Tsuna sambil menunduk lagi

"maa...maa... tenanglah Hayato" kata Yamamoto sambil menepuk-nepuk pemuda di sebelahnya itu

"sudah kubilang berkali-kali" kata Gokudera perlahan "BERHENTILAH MEMANGGILKU DENGAN NAMA ITU" seru Gokudera sambil melotot ke arah Yamamoto yang tiba-tiba saja tertawa

"apa yang kau tertawakan, heh?"

"hahahahahaahah, sepertinya kau memerlukan ini" kata Yamamoto seraya menyerahkan sapu tangan kepada Gokudera. "untuk membersihkan wajahmu itu Gokudera" lanjutnya sambil tersenyum

Gokudera yang baru menyadari bahwa cairan merah telah meluncur deras dari lubang hidungnya langsung saja menyambar dengan sedikit kasar dan segera membersihkan wajahnya dari cairan nista itu

"ummm... baiklah.. mari kita lanjutkan acara ini" tiba-tiba Ryouhei memulai acaranya kembali setelah dari tadi sibuk membersihkan sesuatu dari hidungnya

"wah...wah..wah... reaksinya jauh melebihi perkiraanku" kata Mukuro yang melihat dari pinggir panggung sambil menutup hidungnya

"sepertinya akan sulit untukmu kaichou" kata Byakuran yang juga menutupi hidungnya

"bukankah akan menjadi lebih manarik" kata Mukuro sambil tersenyum "Bel, apa sudah kau siapkan semuanya?" tanya Mukuro kepada Bel yang ada di samping kanannya

"semua sesuai dengan rencana kaichou" jawab Bel yang memasang raut wajah aneh dan sengaja mengalihkan pendangannya dari sosok indah di atas panggung

"bagus, acara utamanya akan segera dimulai" kata Mukuro yang matanya berkilat licik

Back to panggung

"umm...Tsuna-chan, sepertinya baru terlihat di sekolah ini. Apa kau murid baru?" tanya Ryouhei saat sesi wawancara

"umm... aku baru pindah kemarin dan tahu-tahu dipanggil oleh OSIS dan beginilah aku sekarang" jawab Tsuna sambil menatap MC itu

"kalau boleh tahu, anda di kelas berapa ya?" tanya Ryouhei lagi yang sepertinya sangat penasaran dan di ikuti oleh hampir seluruh siswa yang kini sedang menunggu jawaban Tsuna

"umm..eto...aku di kelas X-C, sekelas dengan Enma-kun" jawab Tsuna sambil tersenyum ke arah Enma yang dibalas dengan senyuman pula oleh pemuda berambut merah itu

"wahhh...asik sekali kelas X-C, ada dua malaikat yang tersesat di kelas itu" tanggap Ryouhei yang terlihat sekali iri

Hal yang sama juga dirasakan oleh semua penghuni aula itu, sedangkan para siswa yang di kelas X-C hanya senyum-senyum gak jelas karena memang beruntung ada malaikat di kelasnya itu

"anda benar-benar beruntung menjadi wali kelas itu, eh Giotto-sensei" komentar salah seorang guru kepada sosok pirang yang duduk di sebelahnya itu

"hahahahaha, terima kasih Senri-sensei" balas Giotto sambil tersenyum ramah

Kemudian dilanjutkanlah sesi wawancara itu yang bahkan membuat Tsuna mulai terlihat tidak gugup dan seringkali memberikan senyuman mautnya kepada si MC dan orang-orang yang ada di aula itu

Sesi wawancara memakan waktu cukup lama sampai akhirnya MC menyerukan pertanyaan terakhir kepada Tsuna

"kalau begitu pertanyaan terakhir" kata MC berambut putih itu "Tsuna" katanya sambil menatap lurus wajah Tsuna yang mengisyaratkan menunggu pertanyaan, "apakah kau mau menjadi kekasihku" lanjut MC itu

Mendengar pertanyaan melenceng itu kontan membuat suasana hanpir tak terkendali. Seruan-seruan tak setuju diarahkan kepada MC yang dianggap mencuri start itu. Melilhat situasi yang semakin brutal membuat MC mengalah dan menyerah tidak berkoar-koar lebih jauh lagi

Tsuna yang mendapatkan pernyataan itu kontan saja membuat wajah manisnya itu memerah. Tak tahu harus menjawab apa, akhirnya Tsuna hanya menundukkan kepalanya. Sedangkan Enma dan Fran hanya geleng-geleng saja melihatnya

"baiklah..baiklah...dasar brutal" sindir Ryouhei sambil menatap sini ke arah siswa. "kalau begitu, kita masuk saja ke acara utamanya" seru Ryouhei yang kali ini disambut sangat meriah oleh para penghuni aula

"hah? Apa ini, aku tidak diberitahu yang beginian" bisik Tsuna panik kepada Enma dan Fran

"sudahlah Tsuna, ikuti saja" jawab Fran dengan datar

"huuu... bagaimana ini Enma-kun" kata Tsuna yang meminta bantuan ke Enma

"benar, ikuti saja Tsuna" jawab Enma

Mendengar jawaban itu Tsuna hanya dapat menenangkan dirinya lagi dengan latihan pernafasan seperti saran Enma sebelumnya

"kalau begitu, saya persilahkan anggota OSIS kita untuk ke atas panggung dan memulainya" kata Ryouhei yang kemudian masuklah Mukuro dan antek-anteknya (baca: Byakuran dan Belphegor)

"kufufufufufu, inilah acara yang ditunggu-tunggu oleh kita semua bukan? Kalau begitu langsung saja, Byakuran turunkan layar" perintah Mukuro yang seketika Byakuran menekan tombol dan muncullah sebuah layar besar yang menghadap penonton d bawah

"apa kalian sudah siap?" seru Mukuro dari mic

"siaaaaaaaappppppppp" teriak yang lain

"tunggu, sebenarnya ini pengundian apa?" tanya Tsuna yang merasakan firasat buruk tentang hal ini

"tenang saja Tsuna, ikuti saja alurnya" jawab Byakuran

"kalau begitu kita mulai" kata Mukuro sambil menekan sebuah tombol berwarna merah dan langsung saja muncul susunan angka di layar yang terus saja berputar

"kita hitung sampai 3..." pimpin Mukuro

"...2..."

"...1..." kemudian Mukuro kembali memencet tombol itu

Lalu susunan huruf di layar pun berhenti, menampilkan deretan nama

"Gi...o...tto... woooooo...selamat Giotto-sensei anda sungguh beruntung" seru Mukuro yang berkomentar dan diikuti teriakan kecewa dari semua penghuni aula

"tunggu...tunggu... ada apa ini?" tanya Tsuna panik

Kepanikan Tsuna tidak diacuhkan oleh ketiga anggota OSIS yang kini berseru kepada Giotto yang memasang wajah tak percaya

"ayoo...Giotto sensei, naik ke atas panggung dan berikan ciuman kepada anggota Purinaku kita yang baru" seru Belphegor

"APAAAA?" teriak Tsuna yang benar-benar cengo

"maaf tidak memberitahumu Tsuna, kaichou melarangku mengatakan itu. Hal ini adalah acara puncak tiap debut pertama anggota Purinaku. Dulu kami juga mangalami hal yang sama" kata Enma yang merasa bersalah karena tidak menceritakannya kepada Tsuna

"tapi...tapi...tapi..."kata Tsuna yang masih linglung

"kau beruntung Tsuna, dapat Giotto-sensei, aku apes dapat ciuman dari Xanxus-sensei. Rasanya aneh" komentar Fran yang diikuti rasa simpati Tsuna

"bagaimana denganmu Enma?" tanyaTsuna

"ummm...aku lupa siapa, tetapi karena orang itu tidak ada di sini jadi yang menggantikan adalah Byakuran-senpai" kata Enma yang entah mengapa wajahnya sedikit merona

'pantas saja' batin Tsuna

Giotto yang akhirnya sadar dari keterkejutannya memberikan isyarat menolak dan menggeleng-gelengkan kepalanya kepada Mukuro, tanda ia keberatan.

"sepertinya, Giotto-sensei menolak untuk melakukan ciuman kepada anggota Purinaku kita yang baru. Jadi sebaiknya kita adakan undian lagi, bagaimana?" tawar Mukuro yang mendapatkan respon sangat positif dari penghuni aula yang merasa masih ada kesempatan

"setujuuuuu" seru yang lain kompak

"baiklah, kita mulai lagi" kata Mukuro yang kembali menekan tombol merah di tangannya dan potongan kata itu kembali berputar

"dalam hitungan ke, 3..."

"...2..."

"...1..."

Untuk yang kedua kalinya potongan kata di layar itu berhenti dan yang mengejutkan terdapat nama Rokudo Mukuro tertera di sana

Sang kaichou pun tersenyum licik dan puas dengan nama yang terpampang di layar itu

Sekali lagi, penonton pun bersorak kecewa dengan hasil yang tertera di hadapan mereka. Sedangkan Mukuro menyerahkan tombol merahnya kepada Belphegor dan berbisik "good job"

Bel yang mendapatkan pujian dari Mukuro hanya menyeringai saja

"baiklah, karena yang nama tertera di layar adalah namaku, sebaiknya akan aku berikan ciumanku kepada anggota Purinaku kita yang baru" kata Mukuro sambil menyerahkan micnya kembali kepada Ryouhei

'firasatku benar, tidak mungkin aku mau berciuman dengan ketua, mana ini adalah ciuman pertamu' batin Tsuna menolak tegas

Melihat ketua OSIS yang berjalan semakin dekat ke arah membuat Tsuna semakin kalut dan ketakutana. Ia melihat Enma dan Fran meminta bantuan yang dibalas tatapan maafkan-aku-Tsuna-kami-tak-dapat-menghentikan-ketu a

"tung...tunggu ketua, sepertinya tidak harus seperti ini bukan" kata Tsuna sambil melangkah mundur mengingat jarak antara dirinya dengan ketua OSIS semakin dekat, hanya berjarak 5 meter

"tidak bisa Tsuna, ini sudah merupakan tradisi setiap debut pertama Purinaku" jawab Mukuro tenang sambil terus mendekati Tsuna

"tap..tapi..." sebelum Tsuna mengetakan lebih jauh tangan telah ditangkap oleh Mukuro yang kemudian menariknya dan menciumnya tepat di bibir

"tidaaakkkkkkk, JUUDAIMEEEE" samar-samar Tsuna mendengar teriakan Gokudera

Aksi Mukuro tidak hanya sampai situ, tangannya yang bebas melingkar di pinggang ramping Tsuna untuk lebih mendekat ke arahnya agar memperdalam ciuman mereka Tsuna yang kalah tenaga tak bisa memberontak lebih karena kekuatan ketua OSISnya itu

Tak menyia-nyiakan kesempatan, Mukuro bersikeras meminta lebih dari itu. Tsuna yang tak mengerti akhirnya hanya pasrah bibirnnya mulai dilumat oleh Mukuro. Mukuro yang memang dasarnya mesum mengetuk-ngetukkan lidahnya ke bibir Tsuna yang mesih tertutup. Tak tahu harus bagaimana, Tsuna terus saja menutup mulutnya tak menghiraukan apa yang dilakukan oleh lidah Mukuro. Merasa tak digubris, Mukuro kemudian menggigit bibir bagian bawah Tsuna yang membuat Tsuna sedikit membuka mulutnya yang sakit karena digigit oleh ketua OSISnya itu

Benar-benar tak menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja lidah ahli Mukuro masuk kedalam rongga mulut Tsuna yang merasakan sensasi aneh ketika suatu benda kenyal memasuki mulutnya. Dengan lihainya lidah Mukuro menelusuri gigi putih nan rapi milik Tsuna yang terus saja mengajak lidah Tsuna yang pasif untuk menari-nari bersama dengan lidahnya

Saat lidah Mukuro memelintir dan menarik lidah Tsuna, tanpa disadari Tsuna mulai mengeluarkan desahan yang membuat para siswa menjadi cengo

Adegan ciuman panas yang dilakukan Mukuro benar-benar membuat penghuni aula tak bisa melepas pemandangan yang disajikan di atas panggung dan hanya bisa menguk ludahnya sendiri.

Byakuran dan Belphegor hanya dapat berpandangan dan menggeleng-geleng melihat tingkah ketuanya yang terkenal mesum tak ketulungan

"wah...wah...Mukuro, kau nakal juga ternyata" kata sesosok yang melihat adegan itu dari layar di kantornya sambil meminum kopi yang disediakan Fon, asistennya

"nggghhh...ngghhhhh..cuk...ummghhh" desah Tsuna yang mulai melakukan pergerakan pada tanganya dengan memukul-mukul dada bidang pemuda yang memiliki tinggi diatasnya

Mukuro yang mengerti atas pergerakan Tsuna dengan sangat enggan melepas ciumannya tetapi tidak dengan tangannya yang masih melingkar di pinggang Tsuna

"hah...ha...hah..." Tsuna tanpak kehabisan nafas akibat ciuman yang diberikan oleh ketuanya itu hanya dapat menghirup udara sebanyak-banyaknya tetapi dengan sisa-sisa saliva yang sedikit berjatuhan dari bibirnya

"tak hanya wajahmu, tetapi bibirmu juga manis" kata Mukuro sambil tersenyum mesum kepada Tsuna dan setelah dirasa Tsuna cukup untuk berdiri dan udara ia melepaskan pelukannya pada pinggang Tsuna

"Tsuna yang baru pertama kali mendapatkan ciuman yang seperti itu ditambah dengan perkataan Mukuro langsung saja membuat wajahnya merah padam melebihi tomat

Dengan tenangnya Mukuro berjalan ke arah Ryouhei dan mengambil mic dari MC yang masih cengo dengan adegan tadi

"begitulah semua, karena sekarang sudah pukul 7.50 sebaiknya sekarang kita kemali ke kelas masing-masing. Acara debut pertama anggota Purinaku yang baru resmi saya tutup. Terima kasih" kata Mukuro tenang yang langsung beranjak dan mengisyaratkan kepada Enma dan Fran untuk membantu Tsuna-yang masih terdiam- untuk ke belakang panggung diikuti oleh Byakuran dan Belphegor

Dan begitu enam orang itu menghilang dari balik panggung yang terdengar hanyalah teriakan dan seruan yang kompak dikeluarkan oleh penghuni aula itu

"APA-APAAN ITUUUUU" seperti itu teriakan yang terdengar

.

.

.

TBC

.

.

.

Akhirnya rampung juga chapter 4 ini, sepertinya sedikit lebih panjang dari pada chapter-chapter yang lain ya..

Untuk sebelumnya, maafkan adegan 6927 di atas, ingin memakai pair G27 tetapi sebaiknya author simpen dulu di chapter-chapter depan #author di hajar Giotto

Alesannya gak Cuma itu sih, habisnya aku gak bisa ngebayangin kalau Giotto bakalan ngelakuin hal semesum itu di depan umum, ini malah di atas panggung untuk adegan yang ini menurut author cuma Mukuro yang tingkat mesumnya sangat tinggi itu pas banget #dapet lemparan batu dari Mukuro

Untuk yang nunggu G27, sabar ya, akan ada saatnya yang pasti kudu dilihat sikonnya, gak kayak Mukuro yang langsung main samber aja tanpa tahu sikon, huh XP

.

Satu hal lagi, author butuh saran nih untuk penampilan PURINAKU, author bingung mau ngepakein mereka wig cewek ato dibiarin rambut asli aja. Makanya untuk pendeskrisian tampilan trio maskot agak abstrak, hehehe. Karena itu author bener-bener butuh saran...

Trus untuk chapter depan, author mau ijin untuk keterlambatan apdet ya, author mau pulang kampung dulu, jadwalnya padet soalnya, huahuahuahuahuahuahuahuahuau, jadi mungkin sekitar 2-3 minggu baru bisa apdet, sukur-sukur bisa lebih cepat. Doakan saja minna

.

Akhir kata...

...

...

Review..., bener-bener author tunggu pokoknya oke?

.

So,

Jaa ne (~^,^)~_ ~(^,^~)