Gia : Hai para readers yang kawaii-kawaii~

Yurika : *Stres*

Yami : Woi Gia, dia kenapa? *Nunjuk Yurika*

Gia : Fufufufu, bahan sandraan dia ilang Yam~

Yami : Ha? Bahan sandraan?

Yugi : Biasa, barang yang dipake buat ngancem nih baka author satu, biar dia kaga diapa-apain di dalem fic

Gia : *Nepuk pundak Yurika* Tenang nak, anda masih aman di chapter ini~

Yurika : Iya, di chapter ini! Chapter depan!?

Gia : Ehehehe~ Entah?

Atem : Oke deh, happy reading!

.

.

The Next Journey

.

By : Gia-XY

.

Previously :

"Ya, aku sudah memikirkannya matang-matang. Pria misterius itu bilang, apa yang kucari ada di Domino, walau aku tidak tahu apa itu. Tapi kurasa aku memang harus mencari tahu tentang maksud omongan pria itu dan tidak ada salahnya kan aku mencoba mencari tahu? Lagipula aku juga sudah sangat merindukan teman-temanku," jawab wanita itu dengan nada penuh kepastian.

'Dan mungkin saja aku bisa mengerti tentang mimpi dan bayangan-bayangan yang menghantuiku akhir-akhir ini,' pikir Yurika.

"Kau tahu, aku pasti akan sangat merindukanmu, ore no futago," kata Yuki sambil memeluk wanita itu—kembaran dari Yuki.

"Aku juga akan sangat merindukanmu, atashi no futago," kata wanita itu sambil balas memeluk Yuki.

"Kau bisa kembali kapanpun kau mau, Yurika," kata Yuki sambil melepaskan pelukannya dari kembarannya itu—Yurika.

"Iya. Arigatou, Yuki...," kata Yurika sambil tersenyum lembut pada Yuki.

Saat itu, Yurika sama sekali tidak tahu kalau... Dirinya akan mengalami suatu takdir baru yang melibatkan dirinya dan... Masa lalunya...

.

Summary :

Teman masa kecil Yugi kembali ke Domino. Dia, Kisaragi Yurika, gadis yang membuat Yami memgingat pertemuan awalnya dengan Hikari. Sebenarnya apa hubungan gadis ini dan Hikari? /'Jangan-jangan... Dia reinkarnasi Hikari?'/"kenapa aku merasa... Tatapan Yami ke Yurika tadi agak 'berbeda' ya?"/"Apa kau mau bekerja sama denganku?"/

.

Disclaimer :

Yu-Gi-Oh! © Takahashi Kazuki

Story, Gia's OC : Kisaragi Yurika, Yukarina Hikari © Gia-XY

.

Warning :

OC, OOC, OC as main lead, genderbend, typo(s), misstypo(s), semi-canon, sedikit bahasa Jepang, krisis kosakata, DLDR, dll.

.

Journey 2

Finally, Yurika Arrived!

.

.

~30th June~

~Yugi's Room~

~08.00 A.M.~

"Aibou, aibou, bangun," panggil Yami sambil membangunkan Yugi yang masih tidur di atas kasur.

"Ngh, sebentar lagi Yami...," kata Yugi yang masih nyaman dengan posisi tidurnya.

"Tapi aibou, kata jii-chan kau harus menjemput temanmu kan?" tanya Yami.

"Kau sajalah yang pergi, aku sangat capek," kata Yugi seenaknya dengan masih memejamkan matanya.

"De-demo, aku kan sama sekali tidak tahu yang mana ora—"

Belum sempat Yami menyelesaikan kata-katanya, Yugi sudah memotong.

"Namanya Kisaragi Yurika. Dia gadis berambut pirang panjang dengan bagian bawah rambutnya ikal dan bermata biru aquamarine. Yah, arigatou sudah mau membantu mou hitori no boku. Selamat tidur," kata Yugi cuek sambil membalikkan tubuhnya dan berbaring membelakangi Yami.

'Apa mungkin Kisaragi Yurika itu... Gadis di foto kemarin?' pikir Yami.

"Ukh... Baiklah, aku akan menggantikanmu," kata Yami pasrah sambil beranjak meninggalkan kamar Yugi.

~In front of Kame Game Shop~

~09.00~

Setelah sarapan, Yami langsung melangkahkan kakinya keluar rumah, tentunya setelah memakai jaket sekolah dark bluenya dan sepatu hitamnya.

"Duh, gomen Yami, kau jadi harus menggantikan Yugi untuk menjemput Yurika," kata Sugoroku sambil menggeleng-gelengkan kepalanya memikirkan kelakukan cucunya.

"Ahaha, tidak apa jii-chan. Aku juga tidak keberatan. Kalau begitu, aku pergi dulu. Tolong beritahu Atem aku hanya pergi sebentar. Ittekimasu jii-chan!" pamit Yami sambil beranjak meninggalkan Kame Game Shop.

"Itterasshai!" balas Sugoroku.

~Domino Airport~

~09.30~

Terlihat seorang gadis berambut pirang mengenakan kemeja putih dan rok mini berawarna hitam berjalan sambil menarik kopernya.

"Akhirnya, aku sampai...," kata gadis itu sambil tersenyum kecil.

Gadis itu lalu berhenti sebentar dan mengambil handphonenya dari dalam saku bajunya. Handphone gadis itu mati karena tadi saat di dalam pesawat, para penumpang harus mematikan handphonenya atau memasangnya dalam flight mode, dan kita tahu kalau gadis itu lebih memilih untuk mematikan handphonenya. Begitu handphonenya menyala, sebuah e-mail langsung menyambutnya.

"Dari jii-chan?" tanya gadis itu sambil mengernyitkan alisnya.

From : Jii-chan

Subject : (non-subject)

duh, gomen Yurika! yang menjemputmu nanti bukan Yugi! kau tahu kan seperti apa dia kalau hari minggu? dia sangat susah dibangunkan... jadi yang menjemputmu nanti temannya Yugi. dia sangat mirip dengan Yugi, jadi kujamin kau akan langsung tahu yang mana orangnya. sekali lagi aku minta maaf karena Yugi tidak bsa menjemputmu hari ini!

Twitch!

Sebuah kedutan langsung muncul di kepala gadis itu—Yurika. Terlihat wajahnya sangat kesal begitu membaca e-mail itu. Tangannya meremas handphone itu kuat-kuat.

'Dasar baka Yuu! Aku tahu dia itu memang sangat babi kalau hari Minggu! Liat saja nanti! Akan kuberi dia pelajaran!' pikir Yurika kesal.

'Ngomong-ngomong, mana orang yang akan menjemputku itu?' pikir Yurika.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Yurika yang kaget sontak langsung menoleh kebelakangnya. Dirinya langsung melihat seorang lelaki bermata crimson yang sangat mirip dengan teman masa kecilnya itu. Bukan, dia bukan kaget karena lelaki itu mirip teman masa kecilnya, Yugi. Dia kaget karena sesuatu yang lain.

"Maaf, apa kau Kisaragi Yurika?" tanya lelaki itu—Yami.

'Ya ampun, dia mirip sekali dengan Hikari,' pikir Yami.

Tiba-tiba saja bayangan sesosok lelaki yang berkulit dengan pakaian Pharaoh mirip dengan Yami—Pharaoh Atemu, muncul di kepala Yurika.

"Ka-kau?" tanya Yurika terbata-bata sambil menunjuk-nunjuk Yami.

"Ah, gomen, kau pasti kaget. Aku Sennen Yami, orang yang menggantikan Yugi untuk menjemputmu. Aku juga tinggal di Kame Game Shop sejak kemarin. Pasti jii-chan sudah memberitahumu kalau aku yang akan menjemputmu hari ini kan?" tanya Yami sambil tersenyum lembut pada Yurika.

'Oh Ra, dia mirip sekali dengan lelaki itu. Tidak! Mimpi itu tidak benar Yurika! Berhentilah memikirkan lelaki itu!' pikir Yurika memberi sugesti pada dirinya sendiri.

"A-ah, aku Kisaragi Yurika, douzo yoroshiku, Yami-kun," kata Yurika dengan agak gugup.

"A-ah! Namaku Yukarina Hikari! Maaf kalau aku merepotkanmu tadi!"

Yami langsung terbelalak lebar setelah melihat bayangan ingatan yang tiba-tiba muncul dalam kepalanya tadi.

'A-apa yang tadi itu? Hikari?' pikir Yami bingung.

"Sisa ingatanmu yang belum kembali akan kembali jika kau bertemu kembali dengannya."

'Jangan-jangan... Dia reinkarnasi Hikari?' pikir Yami.

"Hei, kau tidak kenapa-napa kan?" tanya Yurika pada Yami yang ada di depannya.

Yami lalu menatap Yurika. Gadis yang tadinya berwajah gugup itu sekarang menjadi terlihat sangat tegas.

"Ah, aku tidak apa-apa. Ayo kita pulang," ajak Yami.

"Hm, baiklah," kata Yurika.

Lalu mereka berdua berjalan meninggalkan bandara dan menaiki taksi menuju ke Kame Game Shop.

~In the taxi~

Selama perjalanan pulang keheningan menyelimuti taksi yang mereka naiki. Yah, maklum, mereka kan baru kenal. Bukan? Yah, di sebetulnya ada alasan lain kenapa mereka terus diam dan tidak bicara satu sama lain.

'Apa benar dia Hikari?' pikir Yami yang kebingungan dengan ingatan yang tadi muncul saat yurika memperkenalkan dirinya,

'Apa maksud lelaki itu, dia yang kucari? Orang yang mirip dengan lelaki di mimpiku. AKH! Yurika! Itu cuma mimpi oke? Mimpi! Mimpi itu cuma bunga tidur! Jadi, mana mungkin laki-laki itu nyata! Tapi kalau begitu, apa yang dimaksud lelaki misterius itu dengan 'apa yang kucari ada di Domino'?' pikir Yurika.

"Erm, sebelum ini kau tinggal dimana?" tanya Yami berusaha memecah keheningan yang ada.

"Ah, aku tadinya memang tinggal di Domino, lalu pindah ke Inggris," kata Yurika.

"Kenapa kau pindah ke Inggris?" tanya Yami sambil mengernyitkan alisnya.

"Membantu urusan bisnis kakakku," kata Yurika.

'Tepatnya kembaran," pikir Yurika.

"Urusan bisnis? Memangnya umur berapa kakakmu? Dan kemana orang tuamu?" tanya Yami kebingungan.

"Kakakku umurnya 16 tahun, sama denganku. Kami kembar. Kalau orang tuaku... Mereka sudah meninggal karena kecelakaan, dan sebagai kembaran lebih tua, kakakkulah yang mengurus perusahaan ayah," jelas Yurika dengan nada datar.

"Maaf karena aku bertanya tentang orang tuamu," kata Yami.

"Tidak apa, aku juga tidak peduli," kata Yurika dengan nada dingin.

'Lebih baik memang dia meninggal...,' pikir Yurika.

'Sebetulnya ada apa dengan gadis ini? Dia terlihat seperti kesepian sekali,' pikir Yami.

~Kame Game Shop~

Akhirnya mereka sampai ke rumah mereka. Yami lalu membantu Yurika membawa kopernya, lalu membuka pintu rumah dan mengajak Yurika masuk ke ruang tamu.

"Tadaima," kata Yami yang langsung disambut oleh Atem dan Sugoroku.

"Okaeri!" sahut Atem dan Sugoroku bersamaan.

"Yurika! Aku benar-benar minta maaf karena Yugi tidak bisa menjemputmu!" kata Sugoroku dengan nada merasa bersalah.

"Mana anak itu?" tanya Yurika tanpa basa-basi lagi.

"Eh?"

Sugoroku hanya bingung dengan perkataan Yurika.

"Dimana Yuu, jii-chan?" tanya Yurika lagi dengan wajah agak kesal, seperti sudah tidak sabar untuk mencincang-cincang (Gia : Oke, ini lebay) teman masa kecilnya itu.

"Yugi? Dia masih tidur di atas," jawab Sugoroku agak takut.

Bulu kuduk Sugoroku langsung berdiri begitu merasakan hawa pembunuh di dekatnya yang berasal dari Yurika.

"Liat saja anak itu! Aku akan memaksanya bangun!" kata Yurika sambil menaiki tangga menuju ke kamar Yugi dengan wajah mengerikan.

"Kudoakan Yugi selamat dari pembantaian," kata Sugoroku yang sepertinya sudah terbiasa melihat pemandangan itu.

"Eh? Apa dia selalu begitu?" tanya Atem.

"Begitulah. Kujamin Yugi akan langsung bangun begitu dia turun tangan," kata Sugoroku.

"Lebih baik aku ikut melihat ke atas," kata Atem sambil pergi ke kamar Yugi.

"Aku juga ikut" kata Yami sambil menyusul Atem.

~Yugi's Room~

Yugi yang saat ini masih ada di alam mimpinya tiba dikagetkan dengan suara pintu yang dibuka dengan kencang. Yah, tapi tetap saja dia belum sepenuhnya terbangun dari alam mimpinya.

"Ukh, Yami, tolong kalau buka pintu jangan kencang-kencang," kata Yugi masih setengah terbangun dengan mata yang tertutup sambil menutup telinganya dengan bantal yang ditidurinya.

"Grhh, BANGUN BAKA! SIAPA YANG BILANG KAU BOLEH TIDUR SAMPAI SIANG WALAUPUN HARI MINGGU!?" teriak Yurika dengan wajah kesal.

"Ngh, ini pasti mimpi ya? Kau berisik sekali Yurika," jawab Yugi dengan polosnya.

Twitch!

Sebuah kedutan muncul di kepala Yurika. Yurika berjalan menuju ke kasur Yugi dengan kesal. Tangan Yurika lalu perlahan-lahan bergerak mendekati wajah Yugi dan...

"ADAW! I-ITAI!" Teriak Yugi kesakitan.

Yap! Yurika menjewer telinga Yugi.

"Makanya kalau kubilang bangun ya bangun!" Kata Yurika sambil memarahi Yugi.

"U-ukh, gomen. Tolong lepaskan aku!" pinta Yugi pada gadis yang sedang menjewernya penuh perasaan (marah) itu.

Yurika lalu melepaskan jewerannya dari Yugi.

"Enak banget ya, kau tidur dan menyuruh temanmu yang menjemputku. Dulu aku sudah bilang kan, kalau bangun tidur jangan siang-siang, walau itu hari minggu sekalipun!" seru Yurika.

"Gomen-gomen. Habis, aku kan capek gara-gara sudah setengah tahun kurang tidur gara-gara kebanyakan duel dan sering nyusun deck sampai begadang," kata Yugi beralasan sambil mengubah posisinya menjadi berdiri di depan Yurika.

"Alasan! Ini sudah sebulan sejak semua battlemu itu berakhir baka! Gimana sih!? Semua orang juga tahu tentang hal itu!" teriak Yurika kesal.

Yah, kita tahu kalau Battle City dan Kaiba Corporation Grand Prix disiarkan di televisi, benar kan?

"Tapi sebulan itu tidak bisa dibandingkan dengan setengah tahun lebihhh!" protes Yugi.

"Eh? Yugi sudah bangun?" tanya Atem yang tiba-tiba masuk ke kamar Yugi yang pintunya tidak tertutup itu.

"Ehehe, begitulah," jawab Yugi agak canggung.

"He? Kau benar-benar sudah bangun aibou? Seingatku tadi aku memerlukan waktu 3 menit lebih untuk mebangunkanmu dan itupun kau belum mau bangun," kata Yami yang menyusul Atem masuk ke kamarnya sendiri.

"Untuk orang yang belum biasa, 3 menit tidak akan cukup untuk membangunkannya di hari Minggu. Kadang mungkin setengah jam lebih baru dia akan bangun," kata Yurika dengan muka mengejek kepada Yugi yang membuat Yugi merasa tersinggung.

"Hell no! Untuk orang yang belum biasa apanya!? Ada juga kau yang terlalu luar biasa saat membangunkanku tadi! Masa aku dijewer!?" protes Yugi.

"Kalau tidak begitu kau tidak akan bangun baka!" kata Yurika kesal.

"Tapi kau kan bisa munggunakan cara yang lebih lembut!" protes Yugi lagi.

"Percuma! Cara lembut tidak akan mempan untukmu!" kata Yurika masih terus berusaha memojokkan Yugi.

"Hei! Sudah-sudah! Jangan bertengkar lagi!" lerai Atem.

Memang mereka berdua sudah menghentikan pertengkaran mereka, hanya saja masih terlihat kalau mereka saling menatap dengan tatapan 'ini-semua-belum-berakhir'. Yami dan Atem hanya bisa bersweatdrop ria melihat kelakuan mereka berdua.

"A-ah, ngomong-ngomong, kita belum kenalan. Namaku Sennen Atemu, panggil saja Atem, namamu siapa?" tanya Atem berusaha menghentikan pertengkaran Yugi dan Yurika yang belum sepenuhnya berakhir itu dengan cara mengalihkan pembicaraan.

"Ah iya! Namaku Kisaragi Yurika. Aku teman masa kecil Yugi. Douzo yoroshiku, Atem," kata Yurika.

'Kalau dilihat-lihat, gadis ini mirip dengan Yami-kun, apa mungkin mereka kembar?' pikir Yurika.

"Er, Atem dan Yami-kun ini... Saudara kembar ya?" tanya Yurika pada Yami dan Atem.

"Ah, iya! Kami memang saudara kembar!" kata Atem.

Atem lalu menengok kearah Yami. Wajah Yami saat ini terlihat sangat bingung, entah karena apa.

'Ada apa dengan Yami? Apa dia masih bingung dengan keberadaanku dan kehidupan barunya? Ah, benar juga, dia bukan sepenuhnya kakak kembarku saat ini, karena dia sendiri saja masih belum sepenuhnya mengenalku saat ini,' pikir Atem agak sedih.

Yah, kita tahu kalau sebetulnya Yami saat ini terlihat bingung bukan karena dia belum mengenal kehidupannya di zaman ini, karena dia kan baru saja mengingat semuanya kemarin. Tapi, kalau begitu, karena apa Yami bingung?

'Apa... Gadis bernama Yurika ini benar-benar Hikari? Kalau memang iya, kenapa aku belum bisa mengingat semuanya saat ini? Bahkan soal janji yang dikatakan Obeliskpun aku masih belum ingat. Tapi, saat aku bertemu dengannya tadi, aku mengingat saat aku pertama kali bertemu dengan Hikari, dan ada sedikit perasaan aneh yang kurasakan saat itu. Argh! Ini semua terlalu memusingkan!' pikir Yami sambil mempererat kepalan tangannya.

"A-ano, Ya-Yami, kau tidak kenapa-napa kan? Maksudku, apa kau masih kebingungan soal semuanya?" tanya Atem yang khawatir pada Yami.

"Ah, Atem, kau tenang saja, mou hitori no boku—ah! Maksudku, Yami, sudah ingat tentangmu dan semuanya kok," jelas Yugi berusaha menenangkan Atem.

"Yang dikatakan aibou itu benar, Atem," kata Yami berusaha menenangkan kembarannya.

"Yah, aku sama sekali tidak mengerti apa yang kalian katakan, tapi kalau boleh tanya, kenapa wajahmu kelihatan bingung begitu sejak melihatku?" tanya Yurika sambil melipat kedua tangannya.

"Itu cuma perasaanmu saja," kata Yami berusaha mengelak.

'Aku sama sekali belum tahu kebenarannya, jadi saat ini aku tidak boleh menyimpulkan sembarangan dulu,' pikir Yami.

'He? Sudah kelihatan sekali dia bohong, sebenarnya ada apa dengannya sampai-sampai dia bingung begitu melihatku? Apa ada yang salah denganku,' pikir Yurika.

"Hei, kalau begitu, cepat bawa semua barangmu ke atas Yurika. Bekas kamarmu sudah kubersihkan dan barang-barang yang dulu kau tinggalkan di sana juga masih di tempatnya," kata Yugi.

"Um, baiklah. Aku akan kebawah dulu dan memindahkan koperku," kata Yurika sambil beranjak turun kebawah.

"Aku akan membantumu," kata Yami sambil beranjak menyusul Yurika.

Langkah Yurika terhenti.

"Ah, kurasa tidak perlu. Aku bisa membawa kopernya sendiri kok," kata Yurika berusaha meyakinkan Yami.

"Tidak apa, aku akan membantumu," kata Yami memaksa.

Yurika hanya bisa menghela nafas saja.

"Hah, baiklah, kalau itu maumu. Aku sama sekali tidak memaksamu loh. Tapi, arigatou Yami-kun," kata Yurika.

"Douita," kata Yami sambil tersenyum lembut pada gadis yang baru dikenalnya itu.

'Hei-hei! Kenapa aku merasa atmosfir di sini berubah ya?' pikir Yugi sambil melihat 2 orang di depannya itu.

"EHEM! Yurika, kapan dipindain kopernya? Aku kan masih mau nagih oleh-oleh!" kata Yugi dengan gaya seakan dia seorang rentenir yang sedang menagih hutang.

"Cih, dasar. Sudah tadi pagi tidak menjemputku, sekarang malah nagih oleh-oleh," kata Yurika kesal.

"Iya-iya, tadi pagi aku salah. Kalau begitu, buruan bawa kopernya ke atas! Mau kubantu beresein barang tidak?" tanya Yugi.

"Oke-oke, ayo Yami-kun!" ajak Yurika pada Yami, lalu mereka berdua turun menuju lantai 1.

"Er, Yugi, apa benar ingatan Yami di masa ini sudah kembali sepenuhnya?" tanya Atem kurang yakin dengan pernyataan Yami beberapa menit lalu.

"Kau tidak percaya pada perkataan saudaramu?" tanya Yugi sambil mengernyitkan alisnya.

"Bukannya tidak percaya, aku hanya ingin memastikan," jawab Atem.

"Dia sendiri yang mengatakan hal itu padaku dan aku percaya padanya. Yang kubingungkan, kenapa aku merasa... Tatapan Yami ke Yurika tadi agak 'berbeda' ya?" tanya Yugi sambil memegang dagunya.

"'berbeda'? Maksudmu?" tanya Atem kebingungan.

"Tatapannya ke Yurika bukan sepertinya orang yang baru saling mengenal, tapi seperti orang yang sudah kenal lama dan... Aku merasa ada sesuatu di balik tatapannya itu," kata Yugi.

"Oh, aku mengerti maksudmu. Tapi kalau memang sudah pernah kenal, kapan Yami mengenalnya?" tanya Atem.

Tiba-tiba muncul suatu pemikiran si otak Yugi.

"Masaka! Apa dia gadis yang dimaksud Yami sebagai pelayan pribadinya itu?" tanya Yugi tidak percaya.

Ya, memang saat kemarin Yami sempat membicarakan tentang Hikari pada Yugi, Atem, dan Sugoroku saat menjelaskan tentang kenapa dia bisa ada di zaman ini dan tentang dirinya yang tidak mengingat siapa Atem.

"Kau ada benarnya juga Yugi," kata Atem menyetujui pernyataan Yugi.

"Apa kau mau bekerja sama denganku?" tanya Yugi sambil menatap Atem dengan serius.

"Eh? Kerja sama apa?" tanya Atem bingung.

"Kau mau membantu kembaranmu kan?" tanya Yugi lagi.

"Membantu? Tentu saja aku akan membantu kembaranku apapun yang terjadi. Memangnya kenapa?" tanya Atem.

"Ayo, kita bekerja sama untuk membuktikan apa Yurika benar-benar gadis yang dimaksud oleh Yami atau bukan," kata Yugi.

"Baiklah, aku setuju denganmu," kata Atem.

"WOI! YUU! KATANYA MAU BANTU!" teriak Yurika yang sudah ada di depan pintu kamar Yugi dan Yami bersama dengan Yami yang sedang membawa koper Yurika.

Teriakan Yurika itu sukses membuat Yugi dan Atem kaget.

"A-ah, iya, akan kubantu," kata Yugi sambil beranjak keluar dari kamar.

"Aku juga akan membantu," kata Atem sambil mengikuti Yugi keluar kamar.

.

.

Tsuzuku

.

.

Gia : Ye~ Chapter 2 slesaiii~

Yurika : APANYA YANG GUE AMAN HAH!? LIAT ITU DI ATAS! DI ATAS! *Narik-narik kerah baju Gia*

Gia : Hu-hua! Sa-sabar neng~! Yang mana!?

Yurika : ITUUUU! *Nunjuk-nunjuk adegan bandara sama taksi* Di bandara gue keliatan kaya orang bego, dan di taksi kenapa terakhir-terakhir gue kaya anak kaga tahu diri!?

Gia : Ta-tapi lu mestinya bersyukur Yami belom gue bikin mesum~ Lagian belum ada Honda si sumber kemesuman!

Honda : Hei-hei, apa maksudmu? *Tersinggung*

Gia : Nanti dari Honda ke si Yugi, terus ke si Yami

Yurika : Loh? Terus Jou?

Gia : Udah gue bilang liat aja nanti! Itu masih secret~ Gue udah punya rencana buat dia~ Mwahaha~

Atem : Ayo bales review~

.

Liittee Chanz :

Gia : HUAPA!? PENDEK!? *Mundung* Iya sih, ane bikin tuh chapter 1 cuma 1 setengah jam doang, padahal yang biasa seribuan dua ribuan words biasa sampe 3-4 jam *Stres*

Yurika : Itu namanya inspirasi kagak mutu lu lagi jalan

Gia : Hiks, kaga mutu...

Yugi : Berharaplah Honda cepet muncul dan Yami jadi cepat mesum~

Yurika : Tapi nanti kan mesumnya nular dulu ke lu Yuu -.-"

Gia : Yah, diusahakan semua chapter cepet update untuk cerita satu ini~ Hohoho~ Doain aja gak ada yang numpuk Lit~

Yami : Thanks for review!

.

YuGiOh Newbie Author :

Gia : *Ngangguk-ngangguk* Bener, mereka balik lagi... Saya kaga tega sama Ryou dan Malik sih~

Bakura : Apa? Bukannya harusnya lu ngomong 'Para Yami terlalu ganteng buat ada di alam barzah'?

Gia : Haiah! Ngarep lu~ Ganteng dari mananya lu!? (Iya sih lumayan ganteng, cuma alesannya terlalu gak masuk akal...)

Marik : Ada juga gue ganteng kali

Gia : He? Malah menurut gue lu gila Marik, bukan ganteng. Gantengan si Bakura tuh! Wah Run, Yurika sempet ngamuk tuh baca chapter 2, padahal buat ane masih aman-aman aja nih chapter buat dia ._.

Yurika : AMAN APANYA!?

Gia : Wokeh lah, thanks for review Run!

.

Tanigawa Rizumi no Sari-chan :

Gia : Woh, makasih atas kesediaan anda mem-follow fic ini~

Yurika : Kalau updatenya, berharaplah nih author kerjaannya gak numpuk jadi bisa update cepet (Gue sih ngarepnya kerjaan nih author numpuk biar updatenya lama~)

Yami : Amin!

Yurika : Gak usah diaminin kenapa *Kesel*

Atem : Thanks for review~

.

LalaNur Aprilia :

Gia : Iya juga ya? *Mikir* Cuma lebih tepatnya mesumnya Yami di sini belom keliatan jelas dan belum berkembang~

Yami : Nah! Ini juga! Ngapain lu ikut-ikutan Gia!?

Gia : Peduli! :p

Yurika : Yap, terima kasih sarannya, tuh si author langsung nge-italic semua bahasa asingnya *Lirik Gia*

Gia : Hwahaha~ Bener banget~ Sudah saya benerin~ Cuma kagak tahu deh kalo ada yang lolos ._.

Yugi : Thanks for review Lala!

.

Gia : *Nangis terharu* Makasih banget buat yang udah baca dan review chapter kemaren

Yurika : Maaf atas semua typo yang terlewat

Yami : Juga atas kecacatan sang author

Atem : Yang masih berkenan untuk membaca fic abal ini, tunggu saja chapter depen~ Sang author akan sangat berterima kasih kalau anda membaca bahkan mereview cerita ini *Bungkukin badan*