Nagi : haloholahalo!

Scarlet : kita kembali lagi di fic ini. Sebelum kita baca ripiu, kami turut berduka cita atas meninggalnya Tsuyoshi Takishita, pengisi suaranya Om Sima Yi di Dynasty Warriors 8 alias Shin Sangoku Musou 7(yang masi bahasa Jepang) 10 Maret kemaren sore karena kecelakaan. Mohon sumbangan takziahnya agar arwahnya tenang, dan bisa langsung dikirim ke Jepang biar bisa ngasi tawa seramnya Om Sima Yi lagi...

Nagi : Mari merenung sejenak. Review, mulai!

.

Kita mulai dengan berita duka dari scarlet and blossoms :

ngelawak XD

oh ya, btw. Aku mau kasih kabar, pengisi suara Jepang Sima Yi sudah meninggal dunia dikarenakan kecelakaan... Klo gak salah dia jatuh... Rest in peace Tsuyoshi Takishita...

Nagi : Kita udah tau duluan malah...

Scarlet : Kita juga taunya dari Tumblr, disana banyak fans dari fandom DW.

Nagi : Semoga Om Sima Yi ketawanya ga kaya kunti kalo digantiin pengisi suara yang lain...

Sima Yi : Apa katamu?

Scarlet : Ampun om...

Sima Yi : tak ada yang bisa menandingi suara pengisi suaraku. Dialah yang menciptakan tawa seram hebatku. MWAHAHAHAHAHA!

Nagi : Om, pengisi suaranya kan udah meninggal...

Sima Yi : ah, dasar bodoh! Belum selesai ngisi suara gue, malah mati duluan!

Scarlet : Namanya mati ga ada yang tau, Om Sima Yi! Udah kepanjangan nih! *lempar kapak ke kepala Sima Yi*

Lanjut! Ini dari pembaca setia kita, xtreme guavaniko :

CHONGklak! *dilempar kampak*
Wa ini rajin buka FF orang... suka cerita cerita gitu, makanya stiap ada FF baru, pasti SYUNG! baca duluan!
Ga gitu garing, cuma aga krenyes... *sama aja yah?*
but, wa juga pernah ada ide mo buat DW yang nyesat ke sini... tapi, binggung charanya sapa...

okay, saranku... Gimana kalo gini... karena Jia Chong baru kali ini di masa depan zaman modern alias teknologi, gayanya pasti kaya orang utan baru pertama kali liat kompor gitu... *dilempar kampak lagi*

keep writing!

Nagi : mau gorengan?

Scarlet : Boleh juga tuh idenya. Tapi, ada bonus yag lebih dari itu...

Nagi : kita akan merekonstruksi(atau memparodi?) kronologis kematian pengisi suara Om Sima Yi. Ada yang bilang karena kepleset dan jatuh dari apartemennya. So, cekidot!

.


Dynasty Warriors series, belongs to Koei.

Rate : T

Genre : Humor/Adventure

Summary : Scarlet kedatangan seorang tamu yang mengakui dirinya sebagai Jia Chong dan bingung tentang kisah hidupnya hingga ingin menanyakannya pada penciptanya. Sedangkan Scarlet harus mengikuti pekan cosplay karena terlanjur membuat kostum Jia Chong. Bagaimanakah Scarlet mengatasinya?

.

.

Nagi and Scarlet, presents...

.

.

Jia Chong : Back to Game

.

.

Chapter 1 : The Cosplay Week

"Ini kamar mandi. Ingat, keran merah itu air panas, dan keran biru itu air dingin. Kau atur panasnya saja sendiri. Aku harus terima tamu diluar, jadi jangan macam-macam sampai aku kembali...", kataku memberi perintah.

"Aku tidak diperintah orang rendahan sepertimu!", kata Jia Chong memasang tampang angkuh.

"Di Jepang, tidak ada perbedaan status sosial. Tidak ada pejabat kerajaan. Adanya presiden! Pokoknya, kalau kau macam-macam, aku bisa mencakarmu lagi..."

"Jika anda memaksa, baiklah, Nona. Er... Maksudku, Scarlet..."

Ting Tong!

Bel pintu berbunyi. Semoga ini dari Nagi-san. Aku harus memberitahu hal ini sebelum ayahku mengetahuinya. Tentu saja, aku sudah membawa kostum pesanannya. Aku langsung berlari ke depan pintu dan membukanya.

"Konichiwa, Scarlet-chan. Mana baju pesananku?", tanyanya sejurus kemudian.

"ada di kamarku. Biar kuambilkan...", kataku langsung ngeloyor pergi.

"Hei, bukankah seharusnya kau mengajakku masuk dulu? Kau aneh sekali..."

"Eto... Nagi-san, aku tidak bisa membawamu masuk kali ini..."

"Scarlet, jika kau tidak membawaku masuk sama saja kau tak sopan pada tamu..."

Aku hanya bisa menghela napas panjang. Dengan pasrah aku berkata,"Baiklah, silakan masuk..."

Aku mengajak Nagi-san masuk ke dalam rumah. Kemudian, aku memberitahunya kejadian yang membuatku tidak bisa membawanya masuk. Nagi-san tidak percaya, tapi ia tetap mencoba mencerna semua yang kukatakan.

"Apa? Jia Chong? Ada disini? Tidak mungkin!", kata Nagi-san tak percaya.

"Aku juga tidak percaya. Tapi, lihat semua ini!", kataku sambil menyerahkan majalah Famitsu yang baru kubeli kemarin. Majalah itu masih memiliki artikel kemunculan Dynasty Warriors 8.

"Majalah Famitsu? Untuk apa kau suruh aku lihat majalah ini?", tanya Nagi-san.

"Lihat artikel Dynasty Warriors 8, bagian Jia Chong. Ada ilustrasi buatan redaksi dan desain aslinya yang hilang..."

"Tidak mungkin! Apa hubungannya laki-laki gila itu dengan majalah ini?"

"Lihat saja!", kataku sambil meniup halaman majalah itu hingga halaman dimana ada ilustrasi dan desain Jia Chong.

Nagi-san ikut kaget melihat halaman itu, halaman yang seharusnya terdapat ilustrasi, desain detil, dan kemampuan Jia Chong, menjadi halaman putih bersih tanpa noda.

"Tidak mungkin! Bagaimana bisa?"

.

.

.

.

BRUAK! PRANG! CETARRR! DUAR! Meong!

.

.

.

"Oh, tidak. Jangan Jia Chong...", kataku kaget setengah hidup.

Aku dan Nagi-san langsung berlari menuju kamarku. Tampak kamar yang sangat berantakan dengan sosok lelaki berseluncur dengan busa tanpa busana.

Otomatis, Nagi-san kaget, blushing, dan muntah tujuh ember gara-gara melihat lelaki tanpa busana alias telanjang bulat itu. Aku langsung berlari mengambil majalahku kembali dan menutup mataku.

"Maafkan aku, Nona. Aku tak sengaja terpeleset oleh susu pahit dan licin ini...", katanya meminta maaf sambil memegangi susu licin yang sebenarnya adalah sabun cair. Benda itu terus melesat di tangannya.

Aku hanya melempar majalah terdekat ke depannya dan berkata,"Cepat pakai bajumu! Bukankah sudah kubilang aku sedang menerima tamu?".

"Tapi, aku sudah bilang maaf..."

"Dan kau masih belum memakai bajumu. Bajunya ada di etalase kaca itu. Cepat pakai, dan temui aku di ruang makan...", kataku sambil menunjuk etalase kaca dan meninggalkan kamar itu.

Aku langsung berjalan ke ruang makan bersama Nagi-san. Untungnya ia datang pagi sekali, jadi selama ayahku tidur, aku tidak begitu terganggu dengan kejadian ini. Meski begitu, aku tetap merasa bingung dan lebih bingung lagi setelah menceritakannya pada Nagi-san.

"Seharusnya teman gilamu itu kau beri pekerjaan. Kau sendiri saja hanya bisa memasak telur dadar dan mi . Kapan mau makan nasinya?", kata Nagi-san berkomentar di ruang makan selagi aku membuatkan teh untuknya.

"Tidak, Nagi-san. Jia Chong punya pekerjaan sendiri. Dia pengen protes soal perannya yang sangat sedikit. Dia hanya tahu tentang hidupnya di kerajaan sebagai penasehatnya Sima Zhao".

"Maksudmu, kau ingin membawanya ke penciptanya di Koei? Si Kou Shibusawa si pendiri Koei sekaligus pembuat Dynasty Warriors? Yang benar saja!", kata Nagi kaget mendengar pernyataanku.

"Tapi, itu maunya. Aku tidak mungkin menolaknya. Dia keluar tiba-tiba dari game itu dan memutar keran shower air panas! Haruskah aku menolaknya?"

"Masalahnya, kita di Tokyo. Sedangkan markas Koei itu di Hiyoshi, Yokohama! Kita mesti naik kereta! Duitnya juga mesti banyak!"

"Ini pekan cosplay, kan? Bisa saja uang hadiahnya kita gunakan untuk membeli tiket kereta..."

Sedang asik berbincang-bincang, seorang lelaki berjas hitam bak dijahit bawahnya dan berdandan gothic sudah sampai di ruang makan.

"Jadi, kalian sudah bicarakan perjalanannya?", tanya lelaki yang diakui adalah Jia Chong.

"Hei, dia membaca pikiranku!", kata Nagi-san kaget.

"Aku seorang penasehat. Wajar saja jika aku bisa mengetahui semuanya. Aku punya saran untuk kalian. Aku takut ketinggian, jadi bagaimana jika nanti kita pakai kereta kencana saja?", kata Jia Chong memberi saran yang ternyata merupakan saran yang aneh.

Nagi-san terus tertawa terbahak-bahak mendengar sarannya. Tapi aku mendekati Nagi-san dan segera berkata, "Nagi-san, hargailah sedikit sarannya. Jia Chong, di Jepang tidak ada yang namanya kereta kencana. Adanya mobil dan kereta. Sudahlah, kau masak saja nasi yang sudah kusediakan...".

Jia Chong berjalan memasuki dapur. Di hadapannya ada sebuah benda berbentuk kotak dengan benda bulat di tengahnya. "Err... Bagaimana cara menyalakan apinya?", tanyanya.

"Tekan dan putar saja benda bulat di tengahnya..."

Jia Chong memutar benda bulat misterius itu, betapa kagetnya ketika ada api yang menyembul keluar secara misterius dari benda itu.

"Jadi, Nagi-san, masalahnya aku dilarang ikut oleh ayahku. Sedangkan Jia Chong terlanjur memakai kostumku.", kataku sambil garuk kepala karena menyesal tidak bisa mengikuti pekan cosplay.

"Lalu, siapa yang akan menemaniku?", tanya Nagi-san.

"Tentu saja bersama Jia Chong yang asli. Mereka tidak akan tahu bahwa aku tidak ikut. Aku tahu yang sedang kulakukan..."

.

.

.

.

.

DUAR!

.

.

.

.

"JIA CHOOOOOOOONG!", teriakku melihat seluruh isi dapur terbakar karena kompor yang meledak di tangan Jia Chong."Harusnya aku saja yang memasak. Jia Kui, maafkanlah anakmu yang hina itu..."

"Sudahlah, kita langsung saja ke apartemen sebelah. Katanya ada bintang tamu spesial loh!", kata Nagi-san beranjak mengambil kostumnya dan keluar dari rumahku.

"Nagi-san, emang bintang tamunya siapa?", tanyaku mendadak bingung mendengar kata 'bintang tamu'.

"Tsuyoshi Takishita, pengisi suaranya Om Sima Yi. Sebaiknya orang itu ikut aku...", kata Nagi-san sambil menarik lengan Jia Chong. "Kau harus gantikan Scarlet, jadi tetaplah bersamaku dan jangan macam-macam!"

"Tapi, aku sudah memegang tanggung jawab atas hancurnya rumah Nona Scarlet. Aku harus membersihkannya!", dalih Jia Chong.

"Tidak perlu. Kau hanya perlu selamatkan dia dari pekan cosplay karena jika kau tidak ikut, kita didiskualifikasi!"

"Nona! Maafkan aku. Nona Scarlet!", katanya menjerit akibat kakinya diseret oleh Nagi-san. Kukunya yang hitam legam itu tak dapat mencakar lantai rumahku agar dapat bertahan.

Aku hanya menganga kebingungan melihat pasangan yang begitu aneh akan mengunjungi pekan cosplay. Semoga Jia Chong tidak macam-macam...

-Author's PoV : off-

Di apartemen tetangga sebelah, tepat di atap...

"Dengar, Jia Chong. Sekarang, aku adalah Sun Shang Xiang. Jadi, bersikaplah seakan-akan kau ingin melawanku. Jangan macam-macam jika kau masih ragu untuk melakukannya!", kata Nagi-san memerintahkan Jia Chong sebelum naik ke atas panggung.

"Tapi, aku tak mau melukaimu, Nona. Aku tidak bisa!", kata Jia Chong menolak.

"Itu perintah! Anggaplah aku ratu, dan kau hanyalah penasehatku. Lakukan saja...", kata Nagi-san memaksa.

Akhirnya, acara pekan cosplay itu dibuka oleh seorang lelaki berkacamata dan berambut ikal. Semua penonton terkejut karena orang itu sangat penting. Dialah Tsuyoshi Takishita, bintang tamu yang dimaksud oleh para penonton.

"Baiklah, semuanya. Selamat datang di pekan cosplay ke-20. Selamat menikmati minuman dan makanan yang disediakan. Untuk mempersingkat waktu, kontes cosplay akan dibuka oleh pasangan juara bertahan kita, Nagi dan Scarlet!", kata lelaki itu membuka acara, kemudian turun dari panggung dan mengambil minuman di depan sebelah kiri panggung.

Semua penonton bersorak ria, namun mereka tidak sadar bahwa sosok yang bersama Nagi-san bukanlah Scarlet. Meski begitu, Nagi-san tetap naik ke atas panggung bersama pasangannya. Kemudian memulai skenario pertarungan sesuai kostum yang mereka kenakan.

"Jia Chong, aku tak akan berhenti sampai seluruh negeri jatuh di tangan Shu!", kata Nagi-san yang memulai skenario sebagai Sun Shang Xiang sambil membawa roda cakramnya.

"Apa? Kau pikir akan semudah itu? Negeri Wei siap melayani negeri kecil milik kalian!", kata Jia Chong sambil membawa kapak lemparnya.

"Oh, ya? Menurutku, Negeri Wei sempat kalah oleh aliansi Wu dan Shu saat pertempuran Chibi. Kalian para pegecut yang mabuk laut! Aku yang perempuan saja bisa melawan kalian!", kata Nagi-san melanjutkan skenarionya.

"Apa katamu? Itu tidak akan terjadi lagi!", kata Jia Chong mendadak terpancing emosinya mendengar perkataan Nagi-san. Dan akhirnya, pertempuran yang seharusnya hanya sebuah akting, menjadi sebuah pertarungan yang sengit.

.

Sambil menunggu mereka selesai bertarung, kita lihat MC yang sedang menikmati hidangan di pojok makanan.

.

"Om, keluarin ketawa seremnya Sima Yi dong! Pliss!", kata salah seorang penonton yang berkostum Hatsune Miku.

"Iya. Kita mau dengar!", kata peserta lain yang berkostum ala para Vocaloid serempak.

Mendengar jeritan fans yang membuatnya kebingungan, orang itu akhirnya mematuhi apa kata fansnya itu.

"Baiklah. Tapi, menjauh sedikit ya! Aku sesak napas!", kata si MC.

MC yang dibilang pengisi suaranya Om Sima Yi itu langsung menyingkirkan mic yang terus dipegangnya, kemudian berdiri di pinggir atap supaya adrenalinnya dapet, dilanjutkan dengan membunyikan tawa seramnya.

Kembali ke adegan pertarungan di atas panggung...

Jia Chong menghunuskan kapaknya, namun ditangkis oleh roda cakram Nagi-san. Tanpa kompromi lagi, Jia Chong melempar kapak di tangan kanannya agar dapat menyerang Nagi-san, namun pada kenyataannya...

.

.

.

"MWAHAHAHAHAHAHAHAHA!"

SYUUNG!

TRING!

JLEB!

.

.

.

Saat si MC menirukan tawa seram Om Sima Yi, kapak Jia Chong yang ditangkis oleh roda cakram Nagi-san malah nyasar ke kepalanya. Dengan refleks, lelaki berkacamata itu mencoba melepasnya. Namun, sudah terlambat. Lelaki tersebut terjatuh ke bawah apartemen 100 lantai itu.

Semua mata kebingungan, kemudian mendadak tertuju pada perempuan berkostum Sun Shang Xiang dan sosok yang terlihat berkostum Jia Chong.

Jia Chong kebingungan, kemudia berkata,"Apakah kapak salah sasaran termasuk tindak kriminal?"

"Itu lebih dari kriminal. Kita membunuh orang...", kata Nagi-san yang juga ikut bingung.

Suasana berubah menjadi hening mencekam. Hingga akhirnya, para penonton disana berusaha mengejar mereka berdua karena dikira berniat membunuh orang. Diikuti dengan mobil polisi yang segera mendatangi apartemen itu.

"KABUUUUUUUUR!", teriak Nagi-san memberi komando sambil menarik lengan Jia Chong.

Mereka berdua segera lari dari kerumunan orang, berusaha untuk pulang ke rumah Scarlet. Sesampainya di dalam rumah Scarlet, mereka segera mengunci pintu dan menghalau orang-orang agar tidak masuk ke rumahnya. Namun, aksi mengunci pintu itu dihadang oleh perempuan rambut merah di hadapan mereka.

-Author's PoV : on-

"Kenapa ada mobil polisi di apartemen itu?", tanyaku pada dua orang yang terlihat terburu-buru.

"Tidak. Tidak ada apa-apa. MCnya jatuh dari atap gara-gara kepeleset...", kata perempuan berkostum Sun Shang Xiang.

"Sarung tanganmu basah. Apakah tadi sempat terjadi perkelahian?", tanyaku sambil memegang tangan perempuan itu.

"Tidak... Itu... unsur ketidak sengajaan, ti-tidak ada hubungannya dengan kami...", kata seorang lelaki berdandan gothic yang bernama Jia Chong.

"Kalian tergagap. Kalian mencoba berbohong padaku bahwa kalian merusak pentas cosplay...", kataku dengan wajah datar.

"Untuk apa kami merusaknya...? K-kami tidak berniat apa-apa...", kata perempuan yang sebenarnya adalah Nagi-san yang gugup.

Aku mencerna perkataan mereka. Kemudian mataku pada kapak Jia Chong yang tinggal satu buah. Kemudian aku berkata, "Jangan bilang kapak Jia Chong nyasar ke kepalanya Tsuyoshi Takishita si pengisi suaranya Om Sima Yi. Aku sudah melihat kejadiannya..."

"Baiklah, Jia Chong melakukannya secara tidak sengaja! Dia benar-benar melempar kapaknya, namun kutangkis dan ternyata nyasar!", kata Nagi-san yang akhirnya mengaku kepadaku.

"Tidak sengaja atau tidak, Jia Chong menggantikan posisiku. Yang artinya, aku incaran polisi! Nagi-san dan Jia Chong yang asli juga akan terlibat!", jelasku.

"Hah? Aku? Kau bilang kau dan Nagi-san saja yang terlibat...", kata Jia Chong kebingungan.

"Aku tidak peduli! Yang jelas, kita semua menjadi buronan. Jika kita tidak segera ke Hiyoshi, Jia Chong akan menjadi tersangka dan tidak bisa bertemu dengan Kou-sensei di Koei! Satu-satunya jalan bagi kita adalah... Itu dia!"

"Kenapa, Scarlet-chan?", tanya Nagi-san.

"Jia Chong, apakah dalam perjalananmu kesini kau membawa uang atau emas?", tanyaku pada Jia Chong.

"Uang? Sepertinya aku membawa tujuh tael emas dalam perjalanan kesini...", kata Jia Chong sambil merogoh sakunya, kemudian menunjukkan kepingan emas yang dibawanya kepadaku.

"Jika kita investasikan tael emas ini, uang yang kita dapatkan cukup untuk tiket kereta. Itupun masih ada sisanya. Kau beruntung hidup di abad kedua!", kataku bangga melihat emas yang berkilauan di mataku.

"Tapi, ini emas murni. Kita tidak mungkin pergi ke toko emas dengan dandanan seperti ini!", kata Nagi-san menunjuk dirinya yang masih berkostum Sun Shang Xiang dan Jia Chong yang masih... berkostum Jia Chong.

"Karena itulah kita akan menyamar! Kau lupa jika aku pintar mendesain pakaian...", kataku sambil membawa mereka masuk ke dalam kamarku.

Mereka akan dipermak habis-habisan untuk mengelabui polisi. Tentunya aku juga. Meski begitu, perjalanan kita menuju perusahaan Koei di Hiyoshi masih panjang...

.

.

.

~TBC~


.

Nagi : Masih krenyes ya? Tapi tenang. Kita masih membuka ide buat kalian untuk memasukkan unsur humor ke dalam fic kami.

Scarlet : Sambil menunggu chap berikutnya jalan-jalan ke Senayan, silakan review di kotak di bawah ini.

Nagi : Maaf jika post-nya telat. Kita juga buru-buru dan sekarang baru kelar!