Nagi : Kita semakin gapunya ide. Sehari lagi kita masuk sekolah...

Scarlet : kita tuntasin aja ripiu ini!

Nagi : baca yuk!

.

Kita mulai dari Kaien-Aerknard :

Hooo... Kali ini rupanya sasarannya tuh si Jia Chong... Wah... Saya ga punya ide buat ngerjain orang yang tampangnya *coret*innocent*coret* kayak dia. Hahaha.
Jia Chong! Kenapa kau biarkan kapakmu meleset ke sang VA legendarinya Sima Yi hah?! *jambak Jia Chong*
Kamar rahasia Scarlet-san : kamar idamanku. Serius! *ketawa bangga*
Walah... Malah ketemu Lu Bu lagi... Yang kelakuaannya bagai polisi (garang) pula kayak yang digambarkan KOEI di DLC DW7. Hahaha!
Wokey! Ditunggu kelanjutannya!

.

Jia Chong : Argh! Sakit !

Nagi : Itu bukan salah dia. Cuma refleks kok...

Scarlet : kita lanjut ripiunya!

.

Ada pembaca setia kita, xtreme guavaniko :

Jia Chong mirip Hidan kalo rambutnya dicat warna putih... *jujur*
okay, Lu Bu? kenapa dia bisa disini juga? dan... apakah suatu saat nanti para jendral jendral DW akan masuk dan bertemu Nagi-onechan dan Scarlet-onechan?
Jia Chong ada, Lu Bu ada, selanjutnya sapa lagi?
keep writing yah!

.

Nagi : Cukup! Kita tidak akan memasukkan semuanya. Tapi, ada kejutan menanti. Tunggu ya!

Scarlet : Alasan Lu Bu disini hampir sama dengan alasan Jia Chong. Bedanya, dia mati duluan sebelum nyampe gerbang Hulao. Selain itu, dia bagian paling menarik karena susah dilawan.

Nagi : Terus, kamu tau Lu Bu yang mana?

Scarlet : Lu Bu kan kaisar Wu yang pertama...*dijitak Nagi*

Nagi : Yang itu Sun Quan! Masa udah jelas-jelas kaisar Wu itu "uke" dan Lu Bu "seme", masi gabisa bedain?

Scarlet : kan mukanya mirip, Nagi-san...

Nagi : Ya udah, lanjut aja!

.

Kita tutup dengan Nakamura Aihara:

-awal2 chapter- O.O turut berduka cita atas kerusakan TVnya*plak* Jia Chong bener2 deh... Wkwkwk iyasih muka Jia chong kalau pake Jubah Akatsuki ga beda2 jauh dari Hidan lah :p
wajahnya...wajahnya...Justin Bieber versi rambut item? O.O dan...Jia Chong kenapa kamu jadi selemot itu? Eniwei, 'eksperimen' kalian terhadap Jia Chong sukses besar bwahahaha.
It's...It's...IT'S LU BU! Itu kecoa nista ngapain disitu coba? Walah...selanjutnya siapa lagi ya yang keluar dari famitsu Magazine? *coret*jangan-jangan Dong Zhuo lagi#duar*coret* jangan sampe dah...
Segitu deh hehe
Keep Your Spirits and Update!

.

Nagi : tenang aja, kita bakal keluarin keluarga Sun saat selangkah lebih dekat.

Scarlet : Berarti ketemu Sun Quan yang antena kecoa?

Nagi : Udah dibilang yang antena kecoa itu Lu Bu! Sudahlah, daripada ngawur kita lanjut ceritanya!


Dynasty Warriors series, belongs to Koei.

Rate : T

Genre : Humor/Adventure

Summary : Tak disangka dan dinyana, Nagi, Scarlet, dan Jia Chong harus menghadapi seorang polisi abalan bernama Lu Bu, yang dikenal tak terkalahkan dan sangat ditakuti para pemain Dynasty Warriors. Bagaimanakah mereka menghadapinya?

.

.

Nagi and Scarlet, presents...

.

.

Jia Chong : Back to Game

.

.

The Cockroach Must be Splat!

"Aku tidak bisa bertarung!", kata Jia Chong sambil berjongkok tanda gugup.

Hah? Tidak mungkin! Seorang Jia Chong yang selama ini muncul di permainan itu, ternyata tidak bisa bertarung? "Kenapa kau tidak bilang dari kemarin?", tanyaku padanya.

"Aku masih berpikir bahwa hal itu tidak penting! Aku pikir kita tidak akan menghadapi situasi ini!", jawab Jia Chong.

"Tapi paling tidak kau bisa berjaga-jaga dengan belajar bertarung atau semacamnya...", kata Nagi-san ikut nimbrung.

Sejurus kemudian, Jia Chong pundung di pojokan dan tidak berani kemana-mana.

"Aku sudah muak! Seharusnya aku lawan saja dia sendiri...", kataku sudah tak sabar hingga aku melepas tas selempang besar yang sedari tadi kupanggul.

Aku buka tas tersebut dan mengambil sepasang kapak ukuran kecil. Benar, itu adalah kapaknya Jia Chong yang kutempa untuk cosplay. Namun karena cosplay sudah berakhir, kubawa aksesoris cosplay sebagai pertahanan dari ancaman tertentu.

"Scarlet-chan, itu berbahaya! Kau tahu jika Lu Bu itu tidak terkalahkan?", kata Nagi-san.

"Aku tidak peduli! Yang jelas, kelemahannya ada pada serangan kapak ini. Dan aku akan melawannya sendiri...", kataku sambil maju dengan tegap, menghadap sosok mirip kecoa yang sebentar lagi akan kuinjak.

"HAHAHA! Perempuan lemah sepertimu tak akan bisa melawanku!", kata Lu Bu dengan tawa seramnya yang parau seperti Kakek Guo Huai.

"Benarkah? Kita lihat nanti!", kataku meyakinkannya, namun dirinya tak merasa takut sedikitpun dan justru mengeluarkan tombak Ji andalannya.

"Scarlet, kenapa tiba-tiba ada bar darah dan musou? Ada senjata keduanya juga loh!", kata Nagi-san sejurus kemudian ketika melihat diriku yang siap melawan Lu Bu, muncul barisan gambar aneh di depan matanya.

Aku langsung memulai serangan dengan melempar kapak, namun serangan itu ditangkis dengan cepat. Lu Bu membalas dengan tombaknya, namun aku mampu menghindar. Pertempuran berlangsung semakin sengit karena kekuatan yang tak bisa ditepis sedikitpun. Hingga pada suatu saat, aku melemparkan kapak dan mengenai topinya yang berantena merah. Aku menyerangnya secara langsung, namun Lu Bu menjegalku, kemudian melukai kakiku dengan ujung tombaknya. Aku jatuh tersungkur dengan kaki yang terluka parah.

"Scarlet-chan!", teriak Nagi-san.

"Nagi-san, sampaikan salamku pada Papa. Aku senang bisa mengorbankan diriku untuk hal yang baik. ARGH!", kataku sambil merintih kesakitan.

"Kamu belum mati! Lagpula, ini bukan game yang mudah kalah!", kata Nagi-san sambil menghampiriku.

Belum sempat Nagi-san berlari ke arahku, Lu Bu bersiap untuk menghabisiku. Namun, seseorang menangkis serangannya untuk melindungiku. Tampak sosok lelaki berdandan gelap dengan kedua kapaknya menahan serangan pria sangar berantena kecoa yang kuat itu.

"Aku memang tidak bisa bertarung. Kau bisa menyerangku kapanpun karena diriku yang lemah. Tapi kau tidak berhak menyakiti dua orang perempuan yang kini adalah pemandu jalanku kembali ke istana, karena mereka telah perjuangkan nyawanya demi melindungiku", kata lelaki itu.

"Jia Chong?", tanyaku.

"Kaju-kun, kau...", kata Nagi-san.

"Dandananku kembali begini? Aku tak punya waktu untuk cerita pada kalian", kata Jia Chong.

Jia Chong sudah siap siaga dengan kedua kapak di tangannya, kemudian berlari secepat kilat dan menghajar Lu Bu. Mereka saling berkejar-kejaran sambil menyerang satu sama lain.

"Kaju-kun, biar aku bantu!", kata Nagi-san berlari mengejar Jia Chong.

"Tapi... Nona Scarlet...", kata Jia Chong.

"Urusan gampang. Yang jelas, kita habisi dulu orang ini!"

Aku hanya ditinggal begitu saja, ketika semuanya pergi untuk membantuku. Tak ada yang mau menemaniku di saat seperti ini... ARGH!

-Author's PoV : off-

TRANG! TRANGTANGTANG!

Gemuruh pertarungan dua lawan satu semakin sengit. Tiga orang petarung tak sengaja memasuki sebuah mall dan bertarung di dalam sebuah showroom mobil.

Pertarungan di tempat itu membuat mata Lu Bu tertuju pada sebuah benda dengan roda bulat berwarna merah terang. Sebuah mobil balap dengan logo Fri***n Flag. Lu Bu mengira mobil itu adalah Red Hare yang biasa ditungganginya.

"Hahaha! Kalian tidak bisa melawanku sekarang! Sampai jumpa, para pecundang!", kata Lu Bu sambil menaiki atap mobil tersebut.

Tak lama kemudian, seorang pria yang ternyata adalah penghuni showroom mobil berkata pada Lu Bu,"Mas, tolong jangan naik atap mobil. Setirnya ada di dalam..."

"Jiah, Red Hare produk gagal tuh!", sindir Nagi-san.

"Kau jangan seenaknya memerintahku! Aku Lu Bu, ksatria terkuat dalam sejarah!", bantah Lu Bu.

"Pffft...", kata Nagi-san menahan tawa.

"Oh, itu namanya mobil ya?", tanya Jia Chong.

GUBRAK!

"Tapi Mas, ini bukan kuda. Tolong jangan gila disini. SECURITY!", kata si penghuni showroom mobil memanggil satpam diluar mall.

"Enaknya kita apain itu kecoa?", tanya Jia Chong seraya menunjuk Lu Bu yang diseret satpam.

"Tidak perlu. Biarkan satpam mall itu yang mengurusnya", kata Nagi-san sweatdrop melihat Lu Bu yang diseret satpam.

"Mobilnya lecet. Apa kata bosku nanti? Terpaksa harus digratisin deh...", kata pemilik showroom melihat mobil Corvette yang lecet akibat armornya Lu Bu.

"Mas, bagaimana kalau saya ambil mobil ini?", kata Nagi-san menawarkan diri.

"Ini, ambil saja. Aku tidak perlu mobil yang sudah rusak ini...", kata orang itu sambil menyerahkan sebuah kunci yang ternyata adalah kunci mobil.

"Itu kunci apa, Nagi-san? Apakah itu kunci untuk mengendalikan kereta kencana besi ini?", tanya Jia Chong.

"Kereta besi? Ini mobil Corvette C6! Salah satu mobil spesies langka yang terkenal karena kecepatannya! Harganya melebihi emas dan perak, hanya ada dua puluh persen dari jumlah seluruh mobil di dunia! Kecepatannya setara dengan sepuluh Red Hare!", kata Nagi-san menggembar-gembor mobil showroom idamannya itu.

"WOW! Kalau begitu, kita jemput Nona Scarlet dan kita gunakan mobil ini untuk bertemu penciptaku!", kata Jia Chong mulai bersemangat.

Dan akhirnya, Nagi-san menyetir mobil itu sampai di depan stasiun kereta untuk menghampiri sahabatnya yang terluka parah. Bersama tokoh fiksi yang nyasar di dunia nyata dan berharap bisa kembali lagi.

-Author's PoV-

"Scarlet-chan, kamu baik-baik saja?", tanya Nagi-san keluar dari sebuah mobil berwarna merah dan menghampiriku.

"Apanya yang baik? Kakiku terkilir. Aduh!", teriakku merintih kesakitan.

"Jangan khawatir, aku sempat belajar ilmu medis sebelum maju ke medan perang. Bertahanlah, Nona...", kata Jia Chong menghampiriku dan memegang kaki kananku.

KRETAK!

"KYAAAAA!"

Bunyi apa itu? Sakit sekali! Sebentar...

"Kakiku, tidak sakit lagi. Terima kasih!", kataku kepada Jia Chong.

"Bukan masalah. Aku senang bisa membantu", jawabnya.

"Ayo, semuanya! Kita masih punya perjalanan panjang menuju Yokohama!", kata Nagi-san bersemangat.

Akhirnya, kami bertiga menaiki mobil Corvette merah Nagi-san, melakukan sebuah perjalanan panjang untuk menaklukkan Dynasty Warriors di markas Koei, di Yokohama. Perjalanan kami memulangkan Jia Chong kini tinggal selangkah lagi.

.

.

.

~TBC~


Nagi : gimana? Garing yak?

Scarlet : ya maap. Kita juga belum begitu bisa membuat fic genre beginian

Nagi : Asalkan ada review, kita bakal ngasi lanjutannya lagi deh!

Scarlet : jangan lupa, kita butuh ide cerita untuk chapter berikutnya loh!