Helloooo~ Minna-saaan~ Here it is, part two-nyaaa~ Maaf yaa bagi yang sudah menunggu~ part 3 akan menyusul~
Disclaimer: Character punya Fujiwara Hiro-san semuaa :)
"Uwaa~ Misaki! Kau sangat cantik sekali!" Ujar Sakura heboh. Shizuko yang berada disampingnya memandangnya dengan tatapan sarkastik. Wajahku langsung terasa panas. Aku memakai kostum ala mermaid yang menurutku tidak pantas untuk dipakai olehku. Duh! Mengapa aku yang terpilih sih?!
"Maklumi ya, Misaki." Ujar Shizuko dengan suara datar yang sangat menjadi ciri khasnya itu.
"Iya, tidak apa-apa!" Seruku dengan tersenyum paksa. Aku masih sangat mengkhawatirkan apa yang akan terjadi pada Beach Party malam ini. Makhluk genit luar angkasa itu pasti akan terus memanasiku. Pffh! Payah! Kenapa aku pakai berdebar-debar begini sih?! Aku benci sekali dengannya!
"Ayo Misaki! Beach Partynya sudah mau dimulai~!" Seru Sakura dengan penuh semangat. Aku langsung mendesah dan berkata, "Baiklah." Aku keluar dari kamar dengan bermalas-malasan. Tiba-tiba, ada yang mendorong bahuku dari belakang, ternyata Yukimura.
"Kaichou!" Seru Yukimura, matanya berbinar-binar melihatku dengan kostum ini, rasanya tidak nyaman. "Kau sangaaaaaaaaat cantik sekali, Kaichou! Pasti Usui-san akan terpesona denganmu!"
Glek—aku menelan ludahku, "E-eh, terimakasih, Yukimura." Lalu, Yukimura langsung berlari keluar dari villa menuju ke pantai.
Ketika aku berjalan di sekitar pantai, orang-orang semua memandangku. Aku sangat benci jadi pusat perhatian. Aku merasa sangat tidak nyaman. Lalu, aku berjalan menuju kursi King&Queen di tempat berlangsungnya Beach Party ini. Dari kejauhan, Usui seperti terkejut melihatku memakai kostum seperti ini. Kemudian, aku langsung duduk disebelah Usui.
"Kau sangat cantik, Ayuzawa." Ujar Usui, masih memandangku dengan tatapan stalkernya.
"Diam kau." Ujarku, wajahku langsung terasa panas, melebihi panas api. Wajahku pasti memerah tak karuan dan hatiku berdebar kencang. Aku berpikir apa yang terjadi pada diriku ini?
"KITA PERSEMBAHKAN QUEEN AND KING SEKAI'S BEACH PARTYYY!" Seru Yukimura dengan semangat. Usui langsung meraih tanganku dan kamipun langsung berdiri dari kursi yang besar dan terbuat dari kayu ini. Aku merasakan ia memegang erat tanganku dan kehangatan dari tubuhnya langsung menjalar ke tubuhku. Darah dalam tubuhku langsung naik ke pipiku, wajahku pun menjadi merah merona dan hatiku berdebar-debar tak karuan melihat tatapan Usui yang menatapku dengan pupil yang membesar dan sorotannya yang tajam.
Beberapa menit kemudian, acara dansa pun dimulai. Aku harus berdansa dengan—siapa lagi kalau bukan makhluk luar angkasa genit ini. Disaat murid-murid yang lainnya sudah berdansa, aku masih duduk terpaku dengan wajah cemberut meratapi nasibku karena harus berdansa dengan Usui. Lalu, ia langsung berdiri dan membungkukkan badannya tepat dihadapanku dan berkata,
"Ayuzawa, maukah kamu berdansa denganku?" Ujar Usui dengan nada suara merayu khasnya. Lalu, ia menjulurkan talapak tangan kanannya dengan terbuka padaku. "Kalau kau tidak mau berdansa denganku berarti—kau suk—"
Aku yang langsung panik mendengar 'kata' itu hampir terucap dari mulut Usui, langsung menggenggam tangannya dan berdiri. Kulihat senyum Usui yang tersirat penuh dengan kemenangan dimatanya. Ia langsung berdiri dan menarikku ke lantai dansa.
Dengan iringan melodi yang mengalun dengan pelan dan berirama, Usui menatapku dengan serius sambil memegang pinggangku dengan berhati-hati. Aku yang melingkarkan pergelangan tanganku mengelilingi lehernya, terpaksa harus mendongak keatas melihat wajahnya yang disinari lampu sorot putih. Aku akui ia sangat terlihat tampan seperti ini. Ah—tidak! Aku benci dia! Aku langsung memalingkan wajahku yang merona merah kesamping.
Tiba-tiba Usui mengangkat daguku menghadap wajahnya masih dengan tatapannya yang tajam.
"Ayuzawa, aku-"
(to be continued)
