Title : Sad Love Story

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : T

Pairing : KrisTao/TaoRis

Genre : Romance, Drama, Hurt/comfort and Angst.

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : ini di tempat indah bernama Paris. Dimana semua cerita sedih itu berawal. Wi Yi Fan atau Kris dan seorang namja bernama Huang Zi Tao. Mereka bertemu, dan terjadilah cinta yang bertepuk sebelah tangan antara keduanya. IT'S YAOI! KRISTAO AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE, DON'T READ :)

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

GYAAA~!

WOY~! I am back woy~! *dilemparsepeda*

Maaf Rai telat update. Rai Cuma update beberapa fic, termasuk fic ini.

Mohon maaf, karena ngebut, Rai tidak bisa balas satu-satu fic kalian. Tapi jangan salah, Rai koleksi, loh. Karena Rai mau lihat, apa orang yang dari pertama Review, sampe chap terakhir terus review? Gitu~ kkk XDDD

Oh iy, ada sedikit pemberitahuan, Rai ganti nope. Jadi, chingudeul bisa hapus nomor 082179665451 itu. untuk sementara, Rai minta maaf karena gak bisa kasih tahu berapa nomor Rai yang sekarang.

Oh iy, ada reader yang nanya apa Rai ada pin.

Iya, Rai punya. Tapi, ditempat Rai sedang ada gangguan jaringan karena tiap malam selama setengah bulan ini sering badai mulu. Mau fb an aja susah. Lewat hp lngsung eror, modem jg. Terpaksa harus kewarnet -_-

SPECIAL THANKS FOR ALL REVIEWERS.

Oke, langsung saja!

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

.

.

.

Paris.

Kota indah dan penuh suasana romantic yang terkenal bernama Paris.

Sebuah kota yang terkenal dengan menara Eiffelnya dan pemandangan romantis.

Terlihat disebuah rumah dipinggiran kota Paris. Rumah besar bak istana mewah.

Seorang pria tampan dengan wajah oriental miliknya tengah duduk disebuah kursi taman yang ada dirumah istananya ini.

Namanya adalah Wu Yi Fan atau Kris.

Seorang anak konglomerat paling diakui didunia. Tidak hanya kekayaan yang melimpah ruah. Kris juga dianugerahi wajah yang sangat tampan dan tubuh sempurna. Kepintaran luarbiasa, dan ketenaran.

Namun, dia memiliki hati yang sedingin es. Dia begini karena kematian keluarganya.

Kris terlihat tengah sedang membaca sebuah buku kali ini. Kepala pelayan Kris datang bersama 2 orang maid membawakan sarapan untuk Kris, juga membawakan minuman hangat kesukaan Kris. Kris melihatnya dan mulai melepaskan bukunya.

Kris menikmati sarapan pagi itu dengan wajah hampa tanpa ekspresi. Bawahan Kris hanya menunduk. Suasana disini begitu dingin dan menakutkan. Kris tidak terlalu menyukai sesuatu yang terang, termasuk matahari.

Dia lebih suka sesuatu yang teduh, dan tidak terlalu terang. Kalau siang hari, Kris akan memerintahkan seluruh bawahannya untuk menutup semua jendela, dan itu membuat rumah yang layaknya istana ini akan terlihat gelap.

Kris menyudahi sarapannya, lalu berlalu pergi. Para maid langsung bernafas lega. Seolah tadi mereka sulit sekali bernafas.

"God…tadi itu aku rasanya sulit sekali bernafas.." ujar seorang maid bernama Nay. Nay melirik temannya yang berwajah sendu. "Kau kenapa?" tanya Nay pada temannya yang bernama Aiko.

"Tuan muda…tuan muda seperti ini karena kematian seluruh keluarganya, bukan?" tanya Aiko. Nay mengangguk.

Setelah membereskan semua yang Kris nikmati, kedua maid itu langsung pergi kedalam rumah itu lagi untuk melakukan pekerjaan lainnya yang sekiranya mungkin akan memperindah tampilan rumah istana dengan nuansa putih, abu-abu dan gold.

.

.

.

.

Disisi lain di Paris.

Dipusat kota tepatnya. Sebuah rumah yang berhaya minimalis, namun berkesan indah dan cukup mewah.

Huang Zi Tao, tetapi kau bisa memanggilnya Tao. Seorang namja manis dengan mata panda mempesona yang indah. Dia adalah anak adopsi dari keluarga Huang Hangeng dan Huang Heechul. Keluarganya tidak begitu kaya. Ayahnya adalah seorang namja yang memiliki professi sebagai seorang guru di sebuah perguruan tinggi, dan ibunya yang juga namja adalah seorang guru les piano.

Tao memiliki watak yang polos, lembut dan baik hati. Dia bersinar bagaikan sang mentari hangat yang memberi dunia kehangatan.

Awalnya, keluarga Tao hidup di China, lalu hidup di Korea selama 3 tahun, namun pindah ke Paris, dan baru 2 tahun dia disini bersama keluarganya.

Tao terlihat sedang membaca buku. Dia baru saja lulus dari SM International University di umur 20 tahun.

"Baby.." panggil sebuah suara. Tao menoleh dan tersenyum menatapi Heechul membawa dua cangir teh dan satu piring kecil biscuit coklat kesukaannya.

"Umma~" panggil Tao riang dengan nada manja miliknya yang khas. Heechul tersenyum lalu mengelus kepala putra angkatnya lembut. Sungguh, Heechul begitu mensyukuri pernikahannya dengan Hangeng, dan memutuskan mengadopsi seorang anak yang sekarang diberi nama Huang Zi Tao.

Heechul adalah warga asli Korea, karenanya, mereka bisa berbahasa Korea. Dan ditambah, mereka lebih sering berbahasa Korea dan China dirumah.

"Umma bawakan biscuit kesukaanmu." Ujar Heechul. Keduanya menikmati biscuit ini.

"Mana appa?" tanya Tao. Heechul tersenyum.

"Dia sedang pergi. Bukankah, besok dia akan bersiap mengajar." Ujar Heechul. Tao mengangguk. "Ne, bagaimana langkahmu berikutnya?" tanya Heechul lalu menatap mata Tao lekat dengan senyum jahilnya.

"Maksudnya?"

"Langkahmu kedepan..~ kau tahu, kan? Cari kerja, lalu cari pasangan. Dan menikah." Ujar Heechul tersenyum semakin jahil. Tak salah appanya memilih umma, dia terlihat cantik walau kadang seram. Tao membelak kaget. Wajahnya merona.

"A..ah..kalau pekerjaan..aku akan melamar pekerjaan sebagai guru musik…dan aku belum berpikir sejauh itu.." jawab Tao sambil menunduk dan memainkan kedua jarinya. Heechul tersenyum menatapi anak angkatnya yang memiliki sifat polos nan manis.

Tao termenung.

Entahlah, dia belum mendapatkan pemikiran itu. baginya, itu masih masuk list nomor sekian.

"Oh iya Tao, ada yang harus umma katakan, umma harap…kau tidak membenci kami setelahnya, atau shock. Ini demi masa depanmu." Ujar Heechul serius sambil menatap dalam mata dark choco milik anak angkat yang dianggap anak kandungnya ini.

"Silahkan…umma.." ujar Tao yang sedikit takut dan berdebar. Karena kali ini wajah cantik milik ummanya terlihat serius dan tidak boleh diajak main-main dulu untuk sekarang.

.

.

.

.

Kris terlihat sedang menulis sebuah laporan yang akan dia berikan untuk diprensentasikan untuk rapat besok. Saat sedang sibuk mengetik, ponsel Kris berdering.

Kris melihat panggilan masuk dari pengacara pribadi keluarga besarnya. Kris menghela nafas lalu mengangkatnya.

"Hello?" tanya Kris.

"Wu Yi Fan, aku akan ke kediamanmu. Dan ada yang harus aku beritahukan kepadamu SECEPATNYA!" ucapnya lalu mematikan ponsel tersebut.

Kris menatapnya datar lalu menaikan bahunya. Pikirannya kembali dia fokuskan pada pekerjaannya. Kris bisa tergolong seorang workaholic. Dan juga termasuk seorang namja yang berpestasi. Dia nyaris melupakan masa depannya, termasuk soal pendamping hidupnya kelak yang akan selalu bersamanya. Baginya, itu adalah hal menggelikan.

.

.

.

.

"Ada apa, Siwon?" tanya Kris santai. Keduanya ada diruang tengah rumah Kris. Siwon menghela nafas kecil.

"Berapa umurmu?" tanya Siwon lalu mengambil tasnya.

"22" jawab Kris singkat. Siwon mengangguk mengerti.

"Sebelumnya ada kabar yang harus aku katakan, dan aku harap kau tidak terkejut mendengar surat wasiat orang tuamu. Aku akan membacakannya. " ujar Siwon. Kris mengangguk cuek dan terus tanpa ekspresi.

Untuk anak kami, Wu Yi Fan.

Setelah kau membaca surat wasiat ini berarti umurmu sudah 22 tahun, kau mungkin akan sedikit terkejut setelah Siwon membaca surat ini. Kami mewariskan seluruh harta kakayaan keseluruhan milik kami untukmu seorang.

Sebagai orangtua, kami tentu memikirkan masa depanmu, termasuk pendampingmu.

Kami sudah mencarikannya, dan dia juga berumur 20 tahun, kalau memang benar umurmu 22 tahun sekarang.

Dia adalah seorang namja yang manis, dan baik hati. Orangtuanya adalah sahabat baik kami, karenanya, kami mempercayakan anaknya bersamamu sebagai pasangan hidup.

Memang, dia dan keluarganya tidaklah terlalu kaya, namun kalau bukan karena keluarga besarnya, dan tentu saja kalau bukan bantuan dari ayahnya, keluarga kita, termasuk kau tidak akan bisa merasakan kemewahan ini.

Kami harap kau mengerti. Keputusan kami sudah bulat untuk menjodohkannya denganmu. Jadi, kami mohon menikahlah dengannya. Atau, setengah atau bahkan nyaris seluruh kekayaanmu akan kami sumbangkan untuk sebuah panti asuhan, bila kau tidak ingin menjadi suami dari namja yang kami pilihkan.

Kau tidak bisa berbohong karena kami sudah membuat kesepakatan dengan Negara dan kantor pusat terdekat. Jadi, jangan main-main dengan kami, Wu Yi Fan. Kami tahu, kau punya kadar licik yang tinggi di otakmu, namun maaf, kau memperolehnya dari kami, jadi jangan main-main dengan kami, kau paham, bukan?

Kami tahu, kau shock, kami tahu kau berpikir kalau kau masih normal, namun cobalah untuk pahami jalan pikir orangtuamu, kelak, kau akan mengerti dan akan berterima kasih dengan kami karena kami sudah menjodohkan kalian berdua.

Setelah kau mendengar dan mengetahui tentang surat ini, seminggu dari sekarang, kau harus menikah dengannya.

Kami mohon maaf sekali karena baru memberitahukannya lewat surat wasiat, dan bukannya kami katakan langsung denganmu. Maaf sekali, namun kami tidak siap mengahadapi kekeras kepalaanmu dan sikapmu yang dingin. Kami menyayangimu, namun terkadang kami lelah menghadapi sikapmu yang dingin. Mengertilah, Kris! Kau sudah dewasa!

Salam cinta, kedua orangtuamu, Wu Yunho dan Wu Jaejoong.

Kris menatap tidak percaya pada apa yang dibacakan Siwon.

Kris berdiri.

"Apa-apaan ini?! Jangan bercanda! Aku masih normal! Mau memikirkan pacaran dengan yeoja saja sudah membuatku pusing, apalagi dengan namja! Aku normal, dan aku tidak menyetujui ini!" ucap Kris tegas. Emosinya memuncak. Setelah dia harus merasakan pedihnya kehilangan orangtuanya, sekarang dia harus menghadapi kegilaan surat wasiat orangtuanya.

Jangan bercanda! Disisi lain, dia masih menginginkan hidup dengan harta orangtuanya. Bukan, Kris bukan seorang anak manja yang menginginkan hidup makmur, namun dia ingin terus seperti ini dan tidak berubah. Sekarang apa-apaan ini?! Kalau tidak menikah, hartanya akan diambil nyaris seluruhnya dengan namja? Ck, orangtuanya pasti sudah gila!

Siwon berdiri sambil menghela nafas. Surat itu dia masukkan kembali kedalam tasnya.

"Kau tidak bisa mengelak, kemarin, pemerintah pernikahan rakyat sekitar sudah mengirim surat yang menanyakan kalau kau kapan akan menikah. Mereka akan segera membuat buku nikah kalian." Ujar Siwon. Kris memijat pelipisnya.

Siwon mendekati kris lalu menepuk bahu Kris.

"Aku akan membantumu." Ujar Siwon sambil tersenyum. Kris menatap mata Siwon.

"Caranya?" tanya Kris.

.

.

.

.

.

Malam di Paris begitu dingin disebuah kediaman mewah bak kerajaan. Disebuah ruangan terlihat sedang penuh dengan aura diam.

Disana, terlihat Wu Yi Fan dan sebuah keluarga kecil yang sedang duduk dihadapannya. Siwon ada disamping Kris.

"Jadi…kalian tentu sudah tahu tentang surat wasiat dari kedua orangtua Kris, bukan?" tanya Siwon. Hangeng mengangguk.

"Ya..kami sudah tahu…kami awalnya kaget, namun mengerti…" ujar Hangeng, kepala keluarga dari keluarga Huang. Siwon tersenyum.

"Tao, jangan hanya menunduk saja." Ujar Siwon. Namja yang sedari tadi menunduk dan tidak memperlihatkan wajahnya kini mulai mengangkat kepalanya perlahan.

Mata darkchoco miliknya bertemu dengan mata hitam kelam milik Kris. Mata elang Kris tanpa ekspresi dan emosi.

Tao terus menatap Kris dengan tampang polos dan matanya yang polos.

Dia terpesona melihat sosok Kris yang begitu layaknya pangeran. Dengan mata elangnya, wajah oriental tampan miliknya, dan kulit pucat yang menambah kesempurnaan wajah itu.

Tao bisa merasakan debaran yang kuat menghampirinya, dan wajahnya perlahan bersemu. Tao menunduk kembali. Tao merasakan…dia sepertinya..menyukai Kris.

Siwon tersenyum melihat tingkah laku Tao yang sebenarnya sangat manis dan cute untuk ukuran pria berumur 20 tahun. Dia terlihat seperti anak umur 16 tahun. Ditambah wajahnya yang manis dan mata panda yang menggemaskan. Siwon saja menganggap anak itu cukup manis bahkan lumayan cantik untuk ukuran pria.

Harusnya, Kris merasa beruntung mendapatkan Tao.

Syukur saja kalau Tao manis dan menggemaskan. Bagaimana kalau jodoh Kris adalah seorang anak yang badung, berpenampilan kusut, dan suka menghancurkan sesuatu? Sudah pasti akan menjadi bencana, bukan? Memikirkannya saja sudah membuat seorang Siwon pusing.

Wajah Kris tanpa ekspresi menatapi Tao. Hatinya berpendapat, ini salah. Dia tidak ingin begini.

Dia teringat apa yang dikatakan dengan Siwon tadi pagi.

FLASHBACK

.

"Aku akan membantumu." Ujar Siwon sambil tersenyum. Kris menatap mata Siwon.

"Caranya?" tanya Kris.

"Kau cukup menikah saja dengannya. Jangan melakukan hubungan khusus dengannya seperti mencium, berpelukan, atau melakukan hubungan intim, atau-"

"Kau gila? Aku masih normal! Aku masih ingin melakukannya dengan wanita, bodoh." Ujar Kris penuh emosi. Siwon menghela nafas lalu mengangguk. Dia langsung melanjutkan kembali ucapannya.

"lalu, kau adakan perjanjian dengannya. Seperti kontrak. Kau akan menikah dengannya cukup 5 bulan saja. Selama itu, kau bisa membuatnya tidak betah. Jangan memukul, atau mencaci maki atau melakukan tindak kekerasan diluar batas. Kau cukup cuek dan dingin saja dengannya. Setelah itu, kalian akan berpisah. Kau tidak akan miskin karena sudah menikah dengannya, bukan?" tanya Siwon. Kris mulai memikirkan ucapan Siwon.

"Kenapa harus 5 bulan? Kenapa tidak 1 bulan saja?" tanya Kris. Siwon menghela nafas. Sejujurnya, dia sedikit tidak tega juga dengan namja yang akan menjadi 'istri' dari Kris nanti. tapi apa hendak dikata? Ini adalah hidup. Dan Kris tentu masih normal.

"Terlalu mencurigakan. 5 bulan saja terlalu cepat. Harusnya sampai satu tahun atau bahkan lebih agar pemerintah dan warga lain tidak curiga. Kau juga harus membuat kesepakatan dengannya agar dia tutup mulut tentang perjanjian kalian. Kalian harus membuat cerita, perpecahan pernikahan kalian akibat perbedaan pendapat. Mengerti?" tanya Siwon yang selesai memberikan penjelasan. Kris memijat pelipisnya lalu mengangguk perlahan.

Mau tidak mau, dia harus satu rumah dengan seorang namja yang..ugh..harus menjadi istrinya? Ck, memikirkannya saja sudah membuat Kris muak!.

"Dan satu lagi." ujar Siwon.

"Apa?"

"Kau harus mengajaknya bekerja sama. Jangan biarkan dia mengucapkan kata suka denganmu. Saat penikahan kalian nanti, jangan kau cium dia. Beri saja alasan logis." Ujar Siwon. Kris kembali mengangguk.

Dia sudah cukup pusing memikirkan ini. Membuat pekerjaannya terbengkalai.

.

.

END OF FLASHBACK

.

.

Kris terlihat sedang berdua saja dengan Tao dibelakang rumah Kris, tepatnya ditaman yang ada dirumahnya. Tao terlihat sibuk menatapi rumput.

Debarannya semakin kuat. Tao sesekali melirik Kris yang tanpa ekspresi melihat lurus. Tao melihat lurus dan tidak menemukan apapun. Tao kembali menunduk.

"Aku harus jujur padamu." Ujar Kris. Tao kembali berdebar. Kali ini makin kuat akibat mendengar suara Kris yang menurutnya begitu merdu ditelinganya.

"Si..silahkan..ge.." ujar Tao lembut. Dia tidak berani menatap Kris. Dia semakin..menyukai sosok namja yang sudah merebut hatinya ini.

"Aku tidak menyetujui pernikahan ini." Ujar Kris.

DEG!

Tao terkejut. Tao melirik Kris. Kris menatap Tao. Tatapannya tajam dan sedikit menusuknya.

Jantungnya terasa nyeri. Dadanya sakit. Dia ingin menangis, tapi tidak bisa.

"Ke..kenapa…?" tanya Tao yang suaranya dibuat agar tidak bergetar. Kris menghela nafas. Kris bisa merasakan kalau namja ini menyukainya. Ck, menjijikan sekali.

"Aku masih normal. Aku yakin, kau masih normal, bukan? Aku menawarkan kerja sama denganmu. Aku akan membuat sebuah surat kontrak, dan kau harus menandatanginya. Kau menikah dan menjadi..uhk..'istri'ku selama 5 bulan. Setelah itu kita bercerai. Kau harus mengatakan alasan perpecahan pernikahan kita karena perbedaan pendapat. Mengerti?" tanya Kris tajam.

Tao termenung. Dia ingin menangis. Wajar Kris begini, Tao yakin, Kris masih normal. Tao mengangguk perlahan walau dalam hatinya dia menangis.

Ya, Tao sebenarnya egois. Dia menginginkan Kris sebagai suaminya selamanya. Dia menyukai, atau bahkan mencintai Kris. Cinta pandangan pertama, sekaligus cinta pertamanya.

Kris berdiri lalu meninggalkan Tao tanpa rasa bersalah.

Tao menangis ditaman gelap itu seorang diri.

Tao membuka wajahnya.

"Tak apa, yang penting, selama 5 bulan itu, aku bisa menjadi dan merasakan, juga melihatnya. Itu saja, sudah sangat berlebihan buatku. Aku tidak bisa berbuat banyak dan tidak bisa melakukan apapun..hiks.." tangisan Tao kembali pecah.

Tangisannya baru berhenti ketika Kris kembali kesini lagi untuk menjemputnya karena orangtuanya akan pulang kerumah lagi.

.

.

.

.

TBC

.

.

*HajarKris*

Kris tega! Kalau begitu, Tao buatku saja! *seret Tao**dibakarKris*

Review please? No bash, no flame, no siders, no plagiat ^^