Title : Sad Love Story

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : T

Pairing : KrisTao/TaoRis

Genre : Romance, Drama, Hurt/comfort and Angst.

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : ini di tempat indah bernama Paris. Dimana semua cerita sedih itu berawal. Wi Yi Fan atau Kris dan seorang namja bernama Huang Zi Tao. Mereka bertemu, dan terjadilah cinta yang bertepuk sebelah tangan antara keduanya. IT'S YAOI! KRISTAO AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE, DON'T READ :)

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

GYAAA~!

WOY~! I am back woy~! *dilemparmenyan**?*

Okay, Rai akhirnya bisa update XD

Maafkan Rai yang telat update.

Maklum, habis dari ehem..UTS…ehem XD.

Oke, langsung saja!

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

.

.

"AKU BILANG, AKU MENYUKAIMU!" pekik Kris. Tao menangis. Mata Kris tak sengaja melihat leher Tao. Senyum remeh terukir. "Jadi..sudah melakukan sex dengan pria brengsek itu, eoh?" tanya Kris remeh. Tao menangis.

"Tarik ucapanmu! Thunder bukan pria brengsek! Dia calon suamiku yang sesungguhnya!" ucap Tao.

Kris menggeram marah. Lalu, seringai terbentuk di bibirnya. Kris berjalan mendekati pintu dan menguncinya. Kunci itu dibuang langsung olehnya.

Kris mengambil ponsel disakunya dan mengirim pesan untuk buttlernya.

Ponsel itu dibuang ke sofa kamar keduanya. Kris mendekati Tao dan menyeretnya ke tempat tidur dan langsung menindihnya.

"Aku akan menjadikanmu milikku lagi, dan menghapuskan THUNDER dari TUBUHKU dengan TUBUHKU!"

"HENTIKAN! MENJAUH DARIKU!" pekik Tao yang memberontak.

PLAKK!

Tao membulatkan matanya. Tadi itu..Kris..memukul..nya?

"Diam!" bentak Kris yang menatap mata Tao.

Tangisan Tao semakin menjadi.

"Hiks..kenapa..hiks.."bisik Tao. Kris terdiam.

"Aku baru sadar…aku mencintaimu.."bisik Kris. Tao menangis semakin kuat. "Apakah pukulan tadi sakit?" bisik Kris. Tao menangis terus dan sedikit mengangguk. Kris semakin merasa bersalah. Cinta didadanya semakin mengiris jiwanya.

SLURP~

Kris menjilati pipi Tao yang habis dipukulnya tadi. Tao terdiam. Namun airmata dan beribu pisau terus menusuknya. Airmata tak mau berhenti.

"Kau istriku, dan dari awal menikah kita belum melakukannya…sekarang, suamimu yang memintanya.."bisik Kris. Kris memeluk Tao. Tao sedikit berontak.

"Kau membenciku..hiks..lepaskan aku..hiks..Thunder..hiks.."

Kris membelakkan matanya. Sakit sekali. Kenapa? Ini Kris, bukan Thunder.

"Tao…ini aku..Kris..bukan Thunder.." ucap Kris. Tao terus menangis.

"Thunder..hiks..Thunder…"

"BRENGSEK! MANA TAO! KEMBALIKAN TAO!" pekik seseorang diluar ruangan. Kris menatap pintu kamarnya. Sialan! Untungnya kamar ini kedap suara.

BRAK! Pintu itu terdobrak. Menampakan tubuh Thunder yang penuh amarah. Matanya membulat melihat Tao yang berada dibawah tubuh Kris sambil menangis.

"Dongie.."

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA TAO?!"

Thunder mendekati Kris dan menariknya menjauh dari tubuh Tao.

BUAK!

"BRENGSEK! KAU MENCAMPAKKAN TAO, DAN SEKARANG KAU MENYAKITINYA! DASAR SIALAN!" Thunder seolah kesetanan. Begitu marah dan emosi.

BUAK! Satu hantaman pukulan yang mengenai bibir Kris hingga berdarah. Kris menggeram marah dan langsung memukul tulang rahang Thunder.

BUAK!

"KAU YANG BRENGSEK! KAU MENGAMBIL ISTRI ORANG!" pekik Kris penuh amarah. Thunder terkekeh remeh.

"Aku? Mengambil istri orang?! KAU YANG MEMBUANGNYA, BAJINGAN! AKU HANYA MENGAMBILNYA AGAR DIA BAHAGIA BERSAMAKU! KARENA AKULAH YANG PANTAS MENCINTAINYA!" Pekik Thunder penuh amarah. Sudah cukup dia menahan emosi selama ini. Dia begitu membenci Kris. Tao tidak bisa melakukan apapun.

"HENTIKAN!" pekik Tao. Thunder dan Kris terdiam melihat Tao. Tao menangis.

"Tao.."

"Dongie..ayo pulang…" ucap Tao dan mendekati Thunder. Thunder menyeringai sambil melirik Tao. Tao menggenggam tangan Thunder. Terlihat Tao sudah mengambil tasnya.

"Ayo pulang, Tao." ucap Thunder lalu mengajak Tao keluar.

"TAO!" pekik Kris. Tao menoleh dan bertatapan dengan Kris.

"Apa kau masih mencintaiku?"

Tao terdiam. airmatanya tak bisa berhenti.

"Tidak."

Bersamaan dengan ucapan itu, Tao melangkah pergi bersama Thunder. Kris menitikkan airmatanya. Sakit..sakit..

"KAU BERBOHONG PADA HATIMU TAO! KAU MASIH MENCINTAIKU!" pekik Kris.

Kris terduduk menatapi punggung Tao yang menjauh dari matanya. Airmata Kris semakin deras.

"Aku mencintaimu..Huang Zi Tao..maafkan aku.." bisiknya lalu menunduk.

Ya, penyesalan selalu datang paling belakangan. Tak perduli seperti apa masalahmu.

Benar kata pepatah, lakukan yang bisa dilakukan, cobalah hal itu meski mustahil. Karena, bila tak kau rasakan atau kau coba, kau akan menyesal.

Terlihat seperti apa penyesalanmu.

Penyesalan biasa..

Atau penyesalan yang bisa membunuhmu.

.

.

.

.

Sebulan setelah perkelahian itu, Tao resmi sudah bercerai dengan Kris dan pergi bersama dengan Thunder menuju Negara asal Cheon Dong. Korea Selatan.

Keduanya menetap di Jejudo Island, dan Thunder membuat rumah yang berhadapan dengan pantainya. Rumah itu memiliki halaman luas yang banyak sekali ditumbuhi oleh bunga-bunga indah, dan bunga matahari.

Pagi ini, terlihat Tao yang sedang memasak sarapan untuk Thunder. Ya, Thunder menjabat sebagai seorang kepala perhakiman setempat. Dan pagi ini, Thunder tak boleh terlambat masuk kerja.

"Good morning, Beautiful Angel." Bisik Thunder yang mengagetkan Tao. Tao terkekeh kecil.

"Sudah selesai? Aku buatkan sarapan untukmu, Dongie-ah." Ucap Tao yang tersenyum manis. Thunder mengecup kilat bibir Tao. Tao hanya terkekeh.

"Ne. ayo sarapan." Ajak Thunder.

Thunder menikmati secangkir Dark Coffe dengan sedikit gula dan dengan memakan sarapan 2 potong bacon dan telur mata sapi yang dibuat dua. Thunder membaca Koran pagi ini.

"Seperti biasa, kantor keamaanan pusat dan kehakiman pusat selalu disorot. Ck. Entah hanya masalah kecil atau masalah tak berguna, dasar jurnalis." Ucap Thunder yang menutup Koran pagi itu dan menikmati sarapannya. Tao terkekeh kecil.

"Itu tugas mereka, bukan? Dan lagi, bukankah 2 hari yang lalu ada juga penambahan tenaga kerja baru dari Jepang yang terkenal? Wajar saja, bukan?" tanya Tao yang meneguk Lemon Tea miliknya. Thunder menghela nafas dan mengangguk.

"Aku rasa begitu, chagiya." Ucap Thunder yang memakan baconnya.

Inilah aktifitas keduanya setiap hari. Sarapan bersama, Tao yang bersantai sambil merangkai bunga atau memotret alam, ketika Thunder pulang, keduanya akan makan malam bersama di halaman belakang rumah yang dikeliling bunga-bunga dan berhadapan dengan laut dan matahari. Begitu indah dan romantis.

"Tao, sepertinya aku akan ada kesibukan akhir pekan ini. Minggu depan, aku akan..uhm..terbang ke Paris untuk menjalani pelatihan kepemimpinan hakim." Ucap Thunder pada Tao. Thunder mengganggam tangan Tao dan mengecupnya. Tao tersenyum.

Tangan Tao mengelus wajah Thunder yang tampan dan manis disaat bersamaan.

"Hum~ tidak apa-apa. Berapa lama?" tanya Tao lembut yang terus mengusap wajah Thunder lembut.

"Mungkin aku akan di Paris selama seminggu. Aku akan secepatnya pulang ketika selesai." Ucap Thunder. Tao tersenyum.

"Habiskan sarapanmu, dan bersiaplah pergi. Kau nyaris terlambat Thunder." Ucap Tao. Thunder melihat jamnya dan langsung mengangguk.

"Dan, uhm Tao." panggil Thunder lagi yang sedang menikmati sarapannya. Tao menatap Thunder dan tersenyum.

"Mungkin aku akan lembur malam ini. Jangan menungguku, kalau lelah tidurlah." Ucap Thunder. Tao mengangguk pelan dan tersenyum.

.

.

.

.

.

Tao terlihat sedang membereskan album-album pernikahannya dengan Thunder. Tao tersenyum ketika melihat satu foto dimana teman-temannya yang melempari kue pada Thunder, ada dimana keduanya berciuman ketika selesai mengucapkan janji mereka dialtar pernikahan.

Tao tersenyum hangat.

TUK

Tao melirik, selembar foto yang cukup besar jatuh dari album itu. Tao mengambilnya. Airmatanya langsung mengalir.

Kris..

Foto ketika mereka belum menikah. Di Paris. Tao menangis.

Dia ingat, ketika itu dia menyatakan tak ingin melihat Kris jatuh miskin. Dia mengatakan kalau dialah yang ingin bercerai dari Kris.

Sehingga Kris terbebas dari jatuhnya harta Kris. Tao menangis.

Hatinya perih mengingat Kris.

"KAU BERBOHONG PADA HATIMU TAO! KAU MASIH MENCINTAIKU!"

"Hiks..kenapa..hiks.." tangisan Tao semakin menjadi.

TING TONG!

Tao menoleh. Bel rumahnya berbunyi. Tao menghapus airmata itu dan berjalan menuju pintu rumahnya.

"Ne? Nugusindeyo?" tanya Tao ramah pada seorang gadis cantik berambut dark brown itu.

"Betul ini rumah tuan Cheon Dong?" tanya gadis itu. Tao mengangguk.

"Iya, ada yang bisa dibantu?" tanya Tao. Gadis itu tersenyum dan memberikan sebuah amplop pada Tao.

"Ada surat kiriman, silahkan tanda tangan disini dulu." Ucapnya. Tao segera menandatanginya dan yeoja itu pergi. Tao mengernyit heran. Hei..mana nama pengirimnya?

Tao membuka amlop itu. Secarik kertas ukuran A4 yang dilipat rapi terlihat disana. Tao segera membukanya dan membaca surat itu.

Apa yang ada didalam hatimu?

Cinta? Ya, sebuah perasaan egois terkuat yang bisa membuatmu hilang akal.

Siapakah yang ada didalam hatimu sekarang? Dia atau..dia yang berada di Negara lain? Menantimu..selalu mencintaimu..dan tanpa kau sadari, melindungimu dari jauh.

Pernikahan atas dasar perjodohan, ya, siapa yang akan menyetujui hal itu. namun, perjodohan kalian adalah perjodohan karena Tuhan yang mengaturnya.

Pernahkah seorang Thunder dimatamu menyakitimu? Pernahkah dia mengecewakanmu?

Karena, dia ingin kehidupan yang sempurna bersamamu. Tak ingin melawan karang dan gunung everest terbesar dalam pernikahan kalian. Dia akan selalu seperti itu.

Kris..

Satu nama, membuka luka hatimu.

Pernahkah sebelum kau mengenalnya, kau menangis karena cinta?

Tak pernahkah kau tahu sebuah pengertian tentang keegoisan dan cinta?

Awalnya begitu mehyakitkan hingga mungkin sakitnya bisa membunuhmu layaknya kau terkena bisa dari King Kobra sang ular mematikan dunia. Namun, kau akan merasakan keindahannya ketika kau mengatahui akhir percintaan dan penderitaan itu.

Sakit di awal cinta, begitu menyakitkan. Namun, cupid memang sialan. Dia akan selalu menuruti suruhan Tuhan untuk terus memanah hatimu, dan menyambungkannya dengan orang yang ada disana.

Dia mencintaimu..

Dia menunggumu, Huang Zi Tao.

Perpisahan..adalah awal dari sebuah pertemuan baru.

Untuk kau ketahui, Kris tak mengutusku untuk mengirim surat ini untukmu.

Hanya perlu kau renungkan..

Siapa yang ada didalam hatimu?

Dan..siapa yang kau cintai.

Tao lemas membaca surat ini. Tao menyentuh dadanya. Luka dimasa lalu, menganga kembali. Hingga mengeluarkan aroma asin darah bercampur airmata pedih Tao.

"Hiks..Kris-ge..hiks..Wo Ai Ni.." bisiknya.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Huakakakakak~! Ayolah~ saya sampe nyesek bayangin Tao nangis terus

Well, review please?

No flame, no bash, no siders ^^