Title : Sad Love Story
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : T
Pairing : KrisTao/TaoRis
Genre : Romance, Drama, Hurt/comfort and Angst.
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : ini di tempat indah bernama Paris. Dimana semua cerita sedih itu berawal. Wi Yi Fan atau Kris dan seorang namja bernama Huang Zi Tao. Mereka bertemu, dan terjadilah cinta yang bertepuk sebelah tangan antara keduanya. IT'S YAOI! KRISTAO AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE, DON'T READ :)
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.
GYAAA~!
.
Oke, langsung saja!
NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
.
.
.
Aroma yang eksotis, penuh seni, dan keindahan memenuhi tiap sudut kota penuh aroma romantisme ini.
Tao terlihat sedang ada didepan bandara Internastional Paris bersama Thunder. Orangtua Tao sudah tahu, dan mereka ingin Tao menginap bersama Thunder dirumah mereka.
Heechul bahkan sempat menangis karena tahu Tao sudah sampai.
Hangeng dan Heechul akan menjemput mereka, dan mereka bilang kalau sebentar lagi mereka akan sampai.
Tao menatap sekelilingnya. Orang-orang dengan pakaian-pakaian penuh seni. Seni yang terlalu tinggi. Hingga mereka hanya menatap lurus dengan kepala tegak. Tubuh tegap, dan mata yang tak bisa kau baca.
Ada unsure materi, kekuasaan, dan perasaan disetiap bola mata mereka.
Tao menghela nafas.
"Wae?" tanya Thunder. Tao menoleh dan menggeleng.
"Aniyo~" jawabnya lembut. Tak lama, sebuah mobil menghampiri mereka. Tao kenal mobil berwarna hitam metalik itu.
"Tao-baby~!" ucap sebuah suara ketika seseorang keluar dari mobil itu.
Heechul.
.
.
.
.
.
Tao terlihat rileks sekali. Aroma rumahnya yang dia rindukan! Astaga!
Aroma-aroma biscuit buatan ummanya, aroma taman Lily kecil didekat rumah mereka, semuanya begitu sempurna!
Tao terlihat di taman belakang sedang menikmati kesendiriannya. Menatap langit yang cerah, dan tidak terlalu mendung.
Udara yang sejuk, ah..inilah Paris!
Thunder mengiriminya pesan, kalau dia harus bernegosiasi dengan kantor hakim pusat, dan juga akan membahas tentang hotel yang akan mereka tinggali untuk sementara.
"Tao-er, mau Darrjeling Tea?" tawar Heechul dengan nada lembut miliknya, yang hanya ditujukan untuk Hangeng dan anaknya, Tao.
Tao menoleh dan mendapati eommanya. Tao tersenyum dan mengangguk.
Ibunya mulai menuangkan teh yang memiliki aroma kahs tersebut. Tao tersenyum.
"Ah~ aku benar-benar merindukan Paris, dan masakkan dan juga teh buatanmu..eomma…" ucap Tao manis menatap ummanya yang menurutnya ini sempurna. Heechul tersenyum. Heechul memberikan cangkir itu, dan Tao menerimanya.
Tao menghirup aromanya yang manis dan segar. Aroma khas yang sangat sekali.
"Jadi…pernikahanmu dengan Kris sudah gagal, ya?" tanya Heechul tenang dengan senyum lembutnya. Tao tersenyum lemah.
"Hm~ dan sekarang aku menemukan yang lebih baik. Thunder. Sahabatku ketika SMA." Ungkap Tao. Heechul tersenyum.
Mata Heechul menatap jari manis Tao ditangan kirinya. Ada sebuah cincin berwarna putih dengan matanya yang berwarna biru bercampur merah. Heechul tersenyum. itu adalah cincin pertama Tao ketika menikah dengan Kris.
Cincin ini dipercaya oleh para pendeta asia, bahwa pasangan yang mengenakan cincin ini akan terikat benang merah, dan cintanya akan sedalam samudera. Sejauh apapun pasangan itu pergi, cincin yang sebagai benang merahnya, tak akan terlepas.
"Tao." panggil Heechul. Tao menoleh.
"Hm?"
"Kau tahu makna dari cincin pernikahanmu yang pertama itu?" tanya Heechul dengan senyum lembut sambil menunjuk cincin pernikahan Tao yang pertama. Tao menatapnya lembut dan tersenyum.
"Akan terikat dengan benang merah, dan cintanya akan sedalam samudera. Meski terpisah begitu jauh, akan menjadi benang merah." Jawab Tao lembut sambil menatapi cincin yang baginya sangat berharga. Tao ingat, Thunder memperbolehkannya, lagi pula, Thunder juga menyukainya. Warna dan desainnya unik juga simple. Heechul tersenyum.
"Kau masih ingat." Ucapnya pelan sambil meneguk pelan minuman menyegarkan itu. Tao terkekeh kecil.
"Itu hanya kepercayaan. Hanya mitos. Aku…aku tidak terlalu percaya dengan mitos." Ucap Tao yang menunduk. Heechul tersenyum. Matanya menatap vas bunga kecil yang berisi setangkai mawar putih, dan setangkai Lily putih disana.
Heechul menyentuh kelopak bunga mawar putih itu.
"Kau tahu..ada sebuah mitos yang sangat aku sukai dari bunga ini." Ucap Heechul. Tao menoleh dan menatap Heechul.
"Mawar putih, adalah lambang cinta yang polos, lembut dan memiliki arti yang dalam bagi sebuah pernikahan." Jelas Heechul. Tao menatapnya heran.
"Arti umumnya adalah, kepolosan, cinta yang murni, simpati, dan spiritualitas. Secara alaminya, dia melambangkan kemurnian, kepolosan, juga kerahasiaan. Diseluruh Negara memiliki arti yang berbeda terhadap penyimbolan untuk sang mawar putih, namun, ada satu lambang yang menjadi lambang bunga mawar putih ini, Tao." ucap Heechul. Tao tersenyum.
"Apa itu?"
"Lambang pernikahan yang abadi menurut pernikahan tradiosional di berbagai daerah didunia. Karena, bunga mawar putih adalah representasi dari persatuan, kebajikan, dan kemurnian dari sebuah ikatan pengantin yang baru, untuk selamanya Tao." jelas Heechul. Tao tidak mengerti mengapa Heechul menceritakan ini padanya.
Keduanya saling terdiam.
Jemari lentik Heechul menyentuh kelopak Lily yang lembut.
"Dan secara umum, Lily putih melambangkan sesuatu yang suci, sebuah ketulusan, kemurnian, dan kesopanan. Ada sebuah kepercayaan, sebut saja mitos. Mitos ini mengatakan kalau Lily putih berasal dari tetesan air susu Dewa Hera yang tumpah ke bumi. Lalu, Venus yang iri pada kecantikan bunga Lily mengutuknya. Hingga, Lily bisa juga dilambangkan sebagai duka, kematian, dan kepergian." Heechul menatap sedih bunga Lily itu. namun kembali tersenyum.
"Namun, Lily lebih sebagai penyimbolan cinta yang besar." Ucap Heechul tersenyum manis. Heechul membereskan teko tehnya dan mulai berdiri. Heechul baru melangkah 2 langkah dari tempat duduknya bersama Tao, namun terhenti. Dia berbalik dan tersenyum.
"Tao, intinya aku menceritakanmu cerita itu karena aku yakin, bunga Lily putih dan mawar putih yang aku penuhi untuk pernikahan kalian akan menjadi benang merah yang sesungguhnya yang akan menyatukan kalian. Mawar putih yang melambangkan cintamu yang polos untuk Kris, dan mitos tetesan air susu Dewa Hera pada bunga Lily putih adalah lambang kalau cinta kalian akan sama manis dan putihnya seperti bunga Lily. Aku yakin, Putih adalah kalian. Karena kalian adalah Yin dan Yang yang saling melengkapi." Ucap Heechul lalu melangkah pergi.
Tao menunduk dan menangis perlahan.
"Ya Tuhan…"
Tao mengadah ke atas langit yang agak mendung, namun tetap bersahabat.
"Hapuskan Kris dari pikiranku..ku mohon.." bisiknya.
Angin berhembus perlahan, dan meniup dirinya. Memainkan nakal rambutnya hingga menari kecil. Dan bunga mawar disampingnya mulai menerbangkan sebagian kelopaknya yang cantik, dan dengan genit menyentuh pipi Tao.
Tao mengambilnya dan menatapnya.
Apakah ini aneh?
Apakah ini kebetulan?
Kelopak mawar putih ini berbentuk hati kecil yang imut dan sangat manis.
Tao tersenyum kecil.
"Hati..?"
.
.
.
.
.
Thunder terlihat sedang bad mood sekali. Pekerjaannya benar-benar membuatnya frustasi.
Maksud Thunder, bagaimana mungkin dia harus menyelesaikan ini semua dalam waktu dekat? Pelatihan sialan.
Thunder terus mengetik pekerjaannya agar dia bisa cepat selesai, melihat hotel mereka, dan pulang ke rumah orangtua Tao dan menginap disana selama semalam. Setelah itu, mereka akan tinggal di hotel untuk beberapa waktu, dan setelah pelatihan pekerjaan Thunder selesai, Thunder akan menunggu hasilnya hari itu pula.
Kalau pekerjaannya baik, maka mereka akan pindah ke Paris. Kalau belum mencukupi, dia harus bekerja lagi di Korea selama 2 tahun, lalu ikut lagi pelatihan ini.
Jujur, bagi Thunder pelatihan ini sangat berarti. Gajinya sangat memungkinkan meskipun melakukan pekerjaan layaknya kerja rodi. Namun, Thunder ingin sekali memanjakan Tao.
Meskipun Tao bukanlah seseorang yang gila harta, namun…entahlah, naluriah sebagai suami dalam diri Thunder selalu muncul ketika melihat senyum Tao.
Senyum, yang sebenarnya agak dipaksa.
Ya, Thunder tahu…
Tao masih mencintai Kris. ..
Namun, Thunder yakin Tao perlahan mulai mencintainya sekarang.
Thunder yakin sekali!
Thunder terus melakukan pekerjaannya. Semua orang yang ada disana terlihat kagum dengan Thunder yang dapat cekatan menyelesaikan tugas yang bagaikan anak gunung itu.
Perlahan, semuanya nyaris selesai dikerjakan dengan namja tampan asal Korea itu.
"Kau hebat, Cheon Dong-sshi. Semua pekerjaannya nyaris selesai semua. Ada apa ini?" tanya seorang namja bernama Jongin.
Jongin adalah seorang namja yang…bisa dikatakan jenius. Dia baru saja berumur 20 tahun kemarin. Sangat muda sekali, dan bisa dikatakan, dia yang termuda untuk ikut pelatihan ke Paris ini.
Semua yang ada disini rata-rata berumur 22 tahun ke atas.
Jongin sebenarnya biasanya dipanggil Kai, namun dia hanya ingin 'seseorang' yang boleh memanggilnya Kai. namun, karena orang itu mengatakan Kai tidak boleh keras kepala, jadilah beberapa orang terdekatnya yang bisa memanggilnya Kai sekarang.
Kai menurut riwayat hidupnya yang pernah Thunder baca, Kai dikenal cekatan dalam bekerja.
"Panggil aku hyung, dasar maknae tidak sopan." Ucap Thunder yang merenggangkan sedikit ototnya.
Seorang Office boy mendatangi mereka dan mengantarkan snack untuk semua pekerja kantor kehakiman dan perhukuman International di Paris.
Snack yang berupa roti rasa choco coffie dan segelas Starbuck coffee yang hangat.
Kai mengambil snack miliknya dan mulai menikmatinya. Diakui dengannya, dia akan lapar kalau bekerja terlalu keras.
Thunder juga menikmati minumannya. Matanya menatap foto Tao yang tersenyum bersamanya dibalkon belakang rumahnya di Jejudo. Thunder tersenyum.
"Ah~ dia orang yang special bagimu, hyung?" tanya Kai yang sambil menikmati rotinya. Thunder mengangguk kecil dengan senyumnya.
"Istriku.." bisik Thunder. Kai tersenyum kecil.
"Sepertinya, setelah aku diterima untuk bekerja di Paris, kau akan melihat dongsaengmu yang sangat tampan dan sexy ini akan menikah, hyung." Ucap Kai. Thunder menaikkan alisnya.
"Tampan? Sexy? Kau tidak salah?" tanya Thunder lalu tertawa kecil Kai memukul kepala Thunder pelan.
"Ya! Sopanlah pada hyungmu ini!" ucap Thunder yang mengelus kepalanya.
"Kau tidak mau jujur? Aku ini sangat tampan, kalau aku tidak tampan, bagaimana mungkin aku akan menikahi orang yang lebih tua dariku, namun sangat menggemaskan, eoh?" tanya Kai lalu menyeringai. Thunder mengernyitkan dahinya.
"Jinjja?" tanya Thunder. Kai mengangguk dan memberikan foto seorang namja yang manis dengan mata bulat yang menggemaskan dari dompetnya.
"Dia..yang akan aku nikahi." Ucap Kai. Thunder tersenyum.
"Anak yang manis."
"Menurutmu begitu hyung? Ah! Berarti aku benar-benar beruntung, kan?" tanya Kai dengan tawa riangnya.
"Darimana kau mengenalnya?"
"Ketika aku kelas 2 SMA. Dia adalah sunbae-ku di SMA. Kau tahu? Dia begitu lembut. Dia ikut klub masak dan menyanyi. Dia sangat suka membaca buku, dia sangat suka dengan mendengarkan music, dan sangat suka dengan warna-warna lembut, dan juga putih." cerita Kai. Thunder tersenyum.
Biarlah, toh, waktu istirahat juga 5 menit lagi, jadi kalau bercerita sekarang tidak apa-apa, kan?
"Lalu?"
"Kami bertemu ketika aku membantunya untuk menemukan lagu yang pas untuk lomba dance dan lomba menyanyi di sekolahku dulu, ketika itulah aku sadar kalau aku ternyata menyukai, atau bahkan jatuh cinta padanya. Gila, bukan? Sejak saat itulah, aku mengumpulkan segala informasi tentangnya sendirian." Ucap Kai yang tersenyum mengingat masa SMAnya dulu dengan Kyungsoo yang sudah kelas 3 saat itu.
"Tunggu, sendirian? Kau..menjadi.."
"Ya, stalker. Aku mengintainya dari kejauhan. Saat 4 bulan dia akan ujian, aku menyatakan perasaanku karena takut dia akan diambil dengan orang-orang terdekatnya. Dia langsung menerimaku." Ucap Kai yang terkekeh kecil dengan rona yang cukup tipis di pipinya. Thunder tersenyum.
"Dan?" tanya Thunder
"Selama aku mengumpulkan informasi tentangnya, aku tahu kalau dia gay, sama sepertiku, dan dia menginginkan pria yang bertanggung jawab, bisa menyayanginya dan dia ingin tipenya bisa bekerja di dunia hukum. Aku melepas mimpiku untuk menjadi dancer deminya. Demi Kyungsoo hyung yang sangat aku sayangi." Ucap Kai.
Thunder tersenyum. Cinta memang gila, dan Kai salah satunya. Thunder wajar akan hal itu.
"Dan kini, aku berjanji akan bekerja disini. aku akan menikahinya, tepat ketika aku sudah resmi bekerja disini. aku yakin, aku bisa bekerja disini. Karena, dia begitu menyukai Paris." Ucap Kai yakin. Keduanya tersenyum.
"Aku tunggu undangannya, bocah." Ucap Thunder.
.
.
.
.
Tao terlihat sedang berjalan-jalan di Paris. Dengan membawa uang yang cukup, kalau-kalau Tao ingin membeli sesuatu seperti, snack misalnya? Dia bisa membelinya.
Tao tersenyum ketika semua orang tersenyum padanya.
Tao memutuskan untuk duduk disebuah taman dan menikmati saat-saat itu. matanya terpejam mendengarkan klub pengamen jalanan yang memainkan alat music dan bernyanyi merdu.
Ah~ lagu ini. Sebuah lagu cinta romantisme yang dalam.
Tao menatap para pelukis-pelukis jalanan mulai melukis orang-orang yang ingin dilukis, para penjaja makanan ringan, dan lainnya. Suasanya lembut, dan romantis sekali.
"Tao?"
Suara itu. Demi Tuhan..jangan bilang kalau itu..
"Kau, Tao?"
Tao menoleh dan matanya melebar. Namja itu..namja itu..
"Siwon?"
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Nyahahhahaahahahahhahaha :3
Oke, need review please?
Please no flame, please no bash and please no siders ^^/
