Hai minna-san
author balik lagi nih hehe
setelah gunung author daki , lautan author sebrangi ( ? ) Akhirnya chapter 2 rilis juga
ada beberapa hal yang ingin author sampaikan
pertama :
terima kasih karena sudah membaca , mereview dan memberi masukan pada author
kedua :
author pingin minta maaf karena ternyata chapter awal penulisannya masih belum seperti yang di harapkan
Gomen . . gomen # bungkuk bungkuk badan
Ketiga :
Kayaknya gak bisa update kilat . Karena suatu alasan . Jadi gomen kalau kecewa
Keempat :
Soal panjangnya cerita , author gak bisa mastiin seberapa panjang perchapnya . Tapi bakal author usahain agar bisa panjang seperti ular , seperti ular , yang sangat berbisa , Sangat berbisa - stop . Kok malah nyanyi sih ?
Oke , , , lanjut aja kecerita
~ Selamat menikmati ~
SFX : JENG JENG JENG
' tolong lepaskan kami bocah '
' jangan biarkan kami dikendalikan lagi untuk kedua kalinya '
Tiba-tiba naruto berhenti karena mendengar suara yang aneh
" kenapa berhenti nii-san ? " tanya sasame
" kau dengar suara itu ? " tanya naruto
" suara apa ? "
" enggak , bukan apa-apa , mungkin nii-san tadi berhalusinasi saja "
" makanya nii-san jangan suka melamun "
" hehe iya-iya . Sudah ayo kita jalan lagi " ajak naruto
' suara tadi terasa nyata . Semoga tidak terjadi hal yang buruk ' harap naruto
Naruto © Mashashi Kishimoto
Genre : Fantasy, Friendship 'n adventure . Romance ( ? )
Warning : abal , typo berserkan , oc , tidak sesuai EYD
cahpter 2
Sudah 3 minggu ini , Naruto selalu mendengar suara-suara yang aneh yang entah dari mana asalnya .
Naruto sudah bercerita kepada ibunya tentang hal ini , tapi sang ibu - senju Izumi - menyarankan agar naruto menceritakannya pada sang kakek – senju Jiraiya — yang tinggal di kota Ame .
Sebenarnya , klan senju tinggal di kota Ame , tapi Izumi , Naruto dan Sasame pindah ke konoha untuk mengikuti sang ayah – Senju Hiroshi — yang harus mengurus cabang perusahaan keluarga senju yang ada di konoha .
Tapi , 2 tahun yang lalu , Hiroshi meninggal dunia setelah mobil yang ditumpanginya hilang kendali dan masuk ke dalam jurang dan Hiroshi pun tewas ditempat . Setelah itu , perusahaan dipegang oleh Izumi .
x
Terlihat Naruto tengah duduk sambil memandang keluar jendela .
Saat ini Naruto tengah menumpangi kereta menuju Ame untuk bertemu dengan sang kakek .
Kebetulan besok adalah akhir pekan , jadi Naruto bisa sekalian menginap di rumah sang kakek .
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit , akhirnya Naruto tiba di stasiun yang berada dikota Ame ( author gak tau jarak Konoha – Ame , jadi anggap aja jaraknya 45 menit perjalanan dengan kereta ) .
Di depan stasiun , Jiraiya sudah menunggu dengan mobil sport hitamnya ( wuih , keren nih kakek – kakek . Walau sudah tua tapi seleranya kayak anak muda ) .
" kakek " panggil naruto
" Kau sudah sampai naruto ?! bagaiamana perjalananmu ? membosankn ? " tanya jiraiya
" yah seperti biasanya "
" baiklah , ayo kita pulang . Nenekmu sudah menyiapkan makanan yang spesial untuk menyambut kedatanganmu " ajak jiraiya
Merekapun masuk ke dalam mobil dan langsung menuju komplek yang khusus ditempati oleh klan senju
Setelah 10 menit perjalanan , mereka pun tiba di sebuah rumah yang besar .
Di sekeliling rumah terdapat pagar tembok setinggi 3 meter , memiliki halaman yang luas dan ditumbuhi tanaman-tanaman yang menambah kesan indah pada rumah tersebut .
Rumah sekitar juga tidak jauh berbeda dengan rumah sang kakek , besar dan indah . Sepertinya orang-orang klan senju adalah orang-orang yang kaya .
Setelah pintu gerbang dibuka oleh kotetsu – satpam – Jiraiya memasukkan mobil dan menyimpannya kedalam garasi .
Setelah itu , Naruto dan jiraiya memasuki rumah .
" tadaima " seru Jiraiya setengah teriak
" okaeri jiraiya-kun . eh naru-chan sudah datang . naru-chan mandi dulu sana nanti baru kita makan malam . Nenek sudah menyiapkan makanan yang spesial untuk menyambut kedatanganmu " Seru seorang nenek-nenek yang terlihat masih muda – tsunde senju –
" ah nenek , jangan memanggilku dengan embel-embel `chan` , aku sudah bukan anak kecil lagi " protes Naruto
" nggak apa-apa Naru-chan . Walaupun kau sudah besar , bagi nenek kau tetap cucu kecil nenek . "
" terserah kau saja nek "
" oh iya naru-chan , kenapa same-chan tidak ikut ? " tanya stunade
" Sasame besok ada acara sama teman-temannya . Jadi dia gak bisa ikut kemari "
" oh begitu , padahal nenek ingin sekali bertemu dengan same-chan " tsunade terlihat kecewa
" sudahlah , lain kali kita bisa bertemu dengannya . Naruto , lebih baik sekarang kau mandi dulu , terus kita makan malam . Kau terlihat seperti orang yang tidak makan 2 hari setelah menempuh perjalanan dari konoha " saran jiraiya sambil sedikit bercanda
" aah kakek , bilang aja kalau kau sudah lapar . Lagian aku gak selapar itu tau " protes naruto
Jiraiya hanya nyengir kuda
Lalu naruto pergi ke kamar yang biasa ia tempati jika berkunjung ke rumah kakeknya .
kebetulan di setiap kamar terdapat kamar mandi di dalamnya. Setelah 15 menit , akhirnya naruto sudah bersih dan rapih .
Lalu pergi keruang makan untuk makan malam bersama sang kakek dan nenek. Merekapun makan dengan diselingi canda dan tawa entah itu dari naruto tsunade maupun jiraiya .
Setelah makan malam Tsunade menyuruh Naruto untuk beristirahat .
Naruto hanya menurut dan memutuskaan akan menceritakan apa yang ingin dia ceritakan lain waktu
Semetara itu , di sebuah ruangan yang gelap yang tidak diketahui letaknya , terdapat tiga sosok orang tak dikenal karena wajah mereka tak terlihat , tengah membicarakan hal yang serius .
" apa kita harus memberitahukannya sekarang ? " tanya sosok misterius yang satu
" tidak sekarang . Sekarang waktunya tidak tepat . Kita tunggu di waktu lain " jawab sosok misterius dua
" tapi , sebaiknya kita memberitahukannya sebelum mereka datang , un " ucap sosok misterius tiga
" aku berencana akan memberitahukannya di hari ulang tahunnya yang ke 17 . Berharap saja saat itu mereka belum datang kemari " ungkap sosok misterius 2
" baiklah , sekarang kalian boleh pergi " lanjut sosok misterius dua , yang sepertinya dialah ketua dari 3 sosok misterius tersebut .
TBC
hehe
Enggak kok , ini masih belum TBC
Oke , lanjut
Ame , 09.00 am
setelah sarapan , Naruto duduk di sofa di ruang tamu sambil mendengarkan musik melalui earphonenya , sedangkan Tsunade sedang belanja ke pasar bersama pembantunya karena persediaan makanan sudah menipis
tiba-tiba jiraiya muncul dan duduk di sofa lain dari sofa yang diduduki oleh Naruto. Naruto langsung mematikan musiknya karena akan ada yang dibicarakan .
" baiklah naruto , apa yang ingin kau ceritakan ? " tanya Jiraiya to the point .
Naruto memang sudah bilang pada jiraiya kemarin melalui telepon bahwa dia akan berkunjung untuk menceritakan tentang suatu hal .
" akhir-akhir ini aku sering mendengar suara-suara aneh . seperti suara orang yang minta tolong padaku . Padahal disekitarku tidak ada orang , entah itu yang berada dalam bahaya ataupun tidak . Pernah suatu hari suara aneh itu bilang ' mereka sebentar lagi akan datang dan kami tidak punya kendali atas diri kami , jadi persiapkan dirimu ' " Terang Naruto
" kalau boleh tau , apa saja yang suara aneh itu bilang , naruto ? " tanya jiraiya
" diantaranya seperti ini ...
... ' tolong lepaskan kami bocah ' ...
... ' jangan biarkan kami dikendalikan lagi untuk kedua kalinya ' ...
... ' hentikan kami sebelum terlambat' ...
... Tapi aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan " ungkap Naruto
" apa kau tau asal suara itu ? " tanya Jiraiya
" aku tidak tau " jawab naruto
Jiraiya's POV
' Aku memikirkan tentang suatu kemungkinan dari yang dikatakan oleh naruto .
tapi kenapa feelingku mengatakan , kalau ini ada hubungannya dengan cerita yang disampaikan kakeku dulu ?
ah , sial
jika cerita kakekku memang benar adanya maka ini akan sangat berbahaya bagi penduduk bumi
baiklah kalau begitu , aku akan mengajarkan pada naruto ilmu klan senju yang diajarkan dari generasi ke generasi .
Jiraiya's POV end
" kalau begitu naruto , nanti siang pukul satu , kau pergilah ke kuil klan senju yang ada sebelah timur komplek senju . ada yang ingin aku ajarkan padamu . "
" hee , pelajaran ? apa hubungannya ceritaku dengan apa yang akan kau ajarkan ?
Lagipula aku benci pelajaran" naruto
" tentu saja ini berhubungan naruto , sudahlah menurut saja . Lagipula ini demi kepentingan semuanya " . Jawab jiraiya
" sekarang kau jalan-jalanlah terlebih dahulu . Tapi ingat , nanti siang kau harus ke kuil " lanjut Jiraiya
" baiklah " lalu naruto pergi keluar untuk berjalan-jalan
Lalu Jiraiya melihat keluar melalui jendela
' kuharap , cerita itu tidak nyata ' batin jiraiya
Naruto's pov
' kenapa harus dikasih pelajaran sih . Aku kan tidak suka belajar , mendingan bermain game atau ngedengerin musik .
Lagi pula apa hubunganya coba cerita ku dengan yang akan diajarkan kakek ? . Tapi tunggu dulu .
Seingatku , jika anggota klan senju mengadakan pertemuan di kuil , itu berarti ada hal yang memang sangat penting . Apa yang akan disampaikan kakek juga penting ? atau kakek hanya ingin mengerjaiku saja ? aaah , bikin pusing aja mikirinnya .
Sebaiknya aku nenangin pikiran dulu . Tapi , ngomong-ngomong dari tadi aku hanya berjalan tak tentu arah , hmm enak nya ngapain ya ? '
Ku tengokkan kepalaku ke kanan dan ke kiri untuk mencari hal yang bisa membuatku tenang . Lalu aku melihat ada taman ,
' ah , sebaiknnya aku masuk ke taman . ' pikirku
Setelah aku masuk ke taman aku mencari bangku yang bisa aku duduki . Sayang , bangku itu sudah ditempati oleh seorang gadis . Eh , tunggu dulu , sepertinya aku kenal dengan orang itu . Orang itu mempunya rambut pirang pucat diikat seperti ekor kuda dan poninya menutupi mata kanannya , mempunyai mata berwarna biru dan tubuh yang bisa dibilang ideal bagi seorang perempuan .
' ino ' batinku
Lalu ku menghampirinya dan menyapanya
Naruto's pov end
" hai , Ino " sapa naruto
" eh " kaget ino karena namanyaa tiba-tiba dipanggil .
" oh h-hai naruto " Ino bertambah kaget karena ternyata yang memanggilnya adalah teman satu angkatannya di sekolah .
" silahkan duduk " Ino bergeser dan mempersilahkan naruto untuk duduk di bangku .
" terima kasih "
" apa yang kaulakukan disini , naruto ? " tanya ino
" aku hanya sedang berjalan-jalan sebentar . kebetulan aku sedang berkunjung ke rumah kakekku . Kau sendiri lagi ngapain di sini ? " tanya balik naruto
" bibiku di sini sedang sakit , jadi aku menjenguknya ke sini. Dan sekarang aku sedang membaca buku tentang obat herbal untuk obat bibiku "
Naruto hanya ber`oh ria
"ne . naruto kapan kau akan mengatakannya ? " tanya Ino sambil setengah menggoda , alisnya naik turun seperti kecepatan internet yang selalu naik turun. Eh ? yang terakhir lupakan saja .
" mengatakan apa ? "
" jangan pura-pura lupa , itu loh tentang perasaanmu pada hinata "
Ino memang sudah tau tentang perasaan Naruto pada hinata
" o-oh , s-soal itu a-aku berencana mengungkapkannya 2 minggu lagi " jawab naruto agak gagap
" bukankah 2 minggu lagi adalah hari ulang tahunmu naruto ? "
" yah , aku memang sengaja memilih hari itu , agar hari ulang tahunku yang ke 17 nanti menjadi hari ulang tahunku yang paling berkesan "
" idemu bagus juga , aku tak menyangka orang bodoh sepertimu bisa berpikir seperti itu . Semoga berhasil ya naruto "
" kau ini memuji ku apa mengejekku sih ? . tapi , terimsa kasih , Ino "
" ya, sama-sama . kalau begitu aku pamit dulu ya naruto . Ada hal yang harus aku kerjakan " Ino pamit undur diri
" baiklah . Hati-hati dijalan ya "
" ya . jaa, naruto "
" jaa "
Setelah Ino pergi , Naruto masih duduk di taman . Lalu dia mengeluarkan handphonenya dan memasang earphone , setelah itu dia mendengarkan musik kesukaannya . Setelah beberapa lama , naruto melihat jam di layar hpnya . Ternyata sudah hampir jam 11 . berarti sudah hampir 2 jam naruto berada di taman . akhirnya naruto memutuskan untuk pergi ke kedai ramen favoritnya jika berkunjung ke Ame , walau tak seenak ramen paman teuchi tapi dia tetap suka .
Selesai makan ramen , naruto pergi ke danau yang berada di dekat bukit sebelah timur komplek klan senju untuk beristirahat sejenak . pemandangan di danau tersebut sangat indah . tak heran jika danau ini adalah salah satu tempat favorit naruto di Ame . naruto bersender pada sebuah batang pohon yang besar sambil menikmati pemandangan yang indah ini . saking enaknya , sampai-sampai Naruto ketiduran , dan sepertinya Naruto akan terlambat ke kuil .
x
Sementara itu .
Di sebuah goa yang berada di hutan sekitar konoha , terlihat seorang remaja bermata onyx berambut seperti pantat ayam - uchiha sasuke - . Tengah mengeluarkan sesuatu yang menyala-nyala dan mengeluarkan bunyi seperti seribu burung yang berkicauan bersama . Jika dilihat lebih jelas , itu adalah listrik yang bertegangan tinggi di tanganya , -entah bagaimana caranya dia melakukan itu- . Lalu dia mengahantamkan listrik tersebut pada sebuah batu besar yang ada di dalam goa dan menyebabkan batu tersebut hancur berkeping-keping .
Setelah itu dia terlihat memejamkan mata onyxnya , dan saat dia membuka mata , bukan mata onyx yang terlihat , tetapi mata berwarna merah berbntuk bintang dan ditengahnya berberwarna hitam yang bentuknya seperti shuriken ( mata EMS sasuke di Naruto shippuden . gomen kalo pendeskripsiannya salah ) .
" Susano'o " gumam sasuke
Setelah menggumamkan nama tersebut , muncul aura berwarna ungu yang menyelimuti tubuh sasuke dan membentuk tulang lalu menjadi sosok susano'o sempurna yang memiliki bentuk tubuh seperti manusia normal dan memegang sebuah busur panah . Tapi tidak lama setelah itu , monster susano'o menghilang menyisakan sosok sasuke yang sedang memegangi matanya yang kesakiatn .
" kekuatan apa ini ...
... Apa yang terjadi padaku sebenarnya ...
... Kenapa aku seperti ini ...
... siapa sebenarnya diriku ini ,,, SIAPA ? ...
... ayah , ibu , siapa sebenarnya kalian ? ...
... kenapa kalian tak ada disampingku ...
... kenapa ? ...
... KENAPA ? " jerit sasuke dan menangis sendiri memecah keheningan goa
TBC
Kali ini beneran tbc
Gimana, apa sudah panjang ? belum ?
Sebenarnya sih pengen di panjangin lagi . tapi author pikir mungkin segini dulu , biar selesainya sesuai target
Hmm, apakah ada sesuatu yang ganjal dari ffic ini ?
Kalo ada kasih tau author ya
Oh iya, author mau tanya
ffic ini enaknya di tambah bumbu romance apa enggak ?
Kalo iya, jangan salahin author ya kalo entar adegan romance nya ancur . maklum , gak ahli dalam hal begituan
#Nyengir kuda
Oke, segini dulu dari author
See you next time
