Tittle : At Last …

Author : Lee Suhae

Main Cast :

Lee Donghae

Kim Kibum

All member Sj

All member DBSK

Main Pair : KiHae

Genre : Romance, Family , yaoi, alur lambat (dimohon mengerti ) :D

Rated : T

Summary : Tak ada yang tahu akhir sebuah perjalanan seperti apa . Indah atau tidak, semua harus diterima dengan lapang dada . Pahit dan getirnya perjuangan akan terbayarkan akan kisah cinta dua manusia yang begitu kuat hingga mampu mematahkan permusuhan dua kubu Mafia yang sangat disegani .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sebelumnya ,

Kibum turun dari ranjangnya , melirik sekilas ke jam yang tergantung di dinding . Kibum menguap , "Jam 3 ",ucapnya sebelum dirinya melangkahkan kakinya kea rah dapur . Rasa haus ditenggorokannya , memaksanya untuk bangun dari tidur nyenyaknya .

Ia kembali ke kamarnya , duduk di tepi ranjangnya . Ia mengambil seragam sekolah yang berada disamping tubuhnya , ia tersenyum , "Lagi dan lagi pindah sekolah ", gumamnya pelan sambil mengusap seragam putih berlambangkan ' SM High School ' .

Ia merebahkan tubuhnya , sebelum dirinya benar-benar terlelap dalam tidurnya .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Disebuah ruangan bewarna putih yang tidak terlalu besar , terlihat tiga orang namja didalam ruangan tersebut . Suasana tegang sangat terasa . Lihat saja , wajah satu dari keduanya . Menampakkan sebuah amarah tertahan . Lain lagi dengan dua orang yang lainnya , mereka berdua memasang wajah sedihnya . Terlebih dengan namja yang terlihat lebih muda dari keduanya dan memiliki wajah manis dari yang lain . Namja manis itu , Lee Donghae sedang berusaha membujuk sang Appa , Tn Kangin agar menuruti kemauannya .

Dengan mata yang berkaca-kaca , Dia berjalan menghampiri Tn. Kangin yang tengah duduk disalah satu sofa panjang . Dia mendudukan dirinya tepat disamping tubuh Tn. Kangin , "Appaa", rengeknya manja sambil memeluk tubuh Tn. Kangin .

Tn. Kangin tak bergeming, dia hanya diam membiarkan anak semata wayangnya tengah mengeluarkan jurus andalannya – puppyeyes- yang bisa meruntuhkan tembok pertahannya .

Siwon , salah satu dari ketiganya tersenyum melihat tingkah Donghae yang seperti anak kecil dimatanya . Siwon berjalan mendekati Donghae dan Tn. Kangin .

"Izinkanlah dia Appa , aku berjanji aku akan terus memantaunya ", ujar Siwon , ia pun mendudukan diri disamping tubuh Donghae . Donghae mengangguk membenarkan , "Ne, Appa , ayolah Appa , lagipula ada Kyu dan Mochi juga , aku yakin mereka bisa melindungiku ", Tn. Kangin menolehkan wajahnya , menatap mata Donghae yang begitu dalam menatapnya .

Tn. Kangin tersenyum , seraya mengusap lembut pipi Donghae , "Baiklah , Appa izinkan , tapi kau harus ingat apa yang sudah kau janjikan dengan Appa ", ucap Tn. Kangin yang dianggukan mantap oleh Donghae , "Tentu Appa , aku akan belajar dengan sungguh-sungguh, aku akan berhati-hati ", Donghae memeluk tubuh Tn. Kangin , merebahkan kepalanya di dada bidang sang Appa . Dengan senang hati Tn. Kangin memeluknya , memberi kehangatan untuk anak semata wayangnya . Ia pun mencium pucuk kepala Donghae , "Appa sangat mencintaimu ", Donghae tersenyum mendengarnya , dan ia semakin mempererat pelukannya .

"Aku juga mencintaimu Appa ", Donghae memejamkan matanya , menerima usapan lembut dipunggung dan di kepalanya . Yah , Siwon yang mengusap lembut punggungnya sedangkan Tn. Kangin dengan sayang mengusap kepalanya .

'Aku juga mencintaimu Eomma '

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::

BRRRAAAAKKKK

Seorang namja tampan dengan balutan jas bewarna putih , menghamburkan segala sesuatu yang berada diatas meja kerjanya .

Dia , dia melemparkan pandangannya kepada beberapa orang disana , "Kalian bodoh , bodoh!", umpatnya kesal , iapun berjalan menghampiri anak buahnya , lalu memukul satu persatu perut mereka . Hingga membuat mereka terjatuh , menahan sakit tepat di ulu hati mereka .

"Bisa-bisanya kalian tertipu dengan hal semudah itu ", dia berdecak kesal , lantas menendang salah satu anak buahnya , tepat di kepala .

"SEMUA KELUAR , KELUAR ", teriaknya menggema didalam ruangan tersebut . Dia menggebrak meja dengan sangat kuat , "Yunho , kau tinggal ", titah dia , yang dianggukan oleh namja tampan bertubuh athletis .

"Ada apa Tn. Hangeng ?",tanyanya santun , dia , Tn . Hangeng berbalik , memandang Yunho dengan tatapan lurus , "Apa mereka TRIAD ?",tanyanya penasaran . Yunho , mengangguk membenarkan , "Benar Tuan , dalang semua ini adalah TRIAD ", jawab Yunho .

Hangeng berdecih , "Sialan mereka ! ", umpatnya kesal , "Kau harus cari tahu , dimana keberadaan mereka , aku ingin membuat perhitungan dengan mereka ", Yunho mengangguk , "Baik Tuan ", Yunho pun membungkukkan tubuhnya saat Tn. Hangeng melangkahkan kakinya keluar ruangan .

Tn. Hangeng – Tan Hangeng , adalah ketua dari SNAKERS . Berperawakan tinggi dan juga berwajah tampan . Dia , dia adalah musuh terbesar dari TRIAD . TRIAD , mempunyai kepanjangan ' TRIANGLE and DEATH ' .

Dia , dia tak ingin semua orang mengetahui masa lalunya . Dia , pribadi yang sangat tertutup . Satu impiannya , membunuh semua anggota TRIAD , dan juga membalas apa yang telah dilakukan TRIAD di masalalu hingga membuat dia ditinggalkan oleh istri tercinta dan juga anaknya .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kibum menikmati angin sore menggunakan sepeda barunya . Setelah pulang sekolah , dia memutuskan untuk pergi jalan-jalan dan tidak langsung pulang kerumahnya .

Dia terus mengayuh sepedanya dengan kecepatan sedang . Tujuannya saat ini adalah taman kota yang terletak tak terlalu jauh dari kediamannya . Mencari ketenangan , pikirnya .

Donghae bergelayut manja dilengan kekar Siwon , "Hyung , boleh ya , sebentar saja ", untuk kesekian kalinya Donghae mengatakan hal yang sama pada Siwon .

Siwon melepaskan tangan Donghae dengan lembut , ia tatap mata Donghae , "Dengar , kau ingin Hyungmu ini mati di tangan Appamu hm ?",Donghae menggelengkan kepalanya , "Kalau begitu , kau kembali ke kamarmu saat ini juga , Hyung ada tugas ", Donghae memajukan bibirnya kesal . Namun sedetik kemudian ia tersenyum penuh rahasia , "Ok , baiklah Hyungku , aku akan kembali ke kamarku ", Donghae dengan cepat berlari keluar dari kamar Siwon setelah dengan cepat ia mengecup pipi kanan Siwon .

Siwon tersenyum kecil , "Tidak berubah ", gumamnya pelan . Namun sedetik kemudian wajah cerianya harus tergantikan oleh wajah dingin yang mematikan .

Ia merogoh saku celanya , saat mendengar ponselnya berdering . Dia diam , mendengarkan sebuah perintah dari ujung telepon sana .

'Anggota SNAKERS kini tengah berada di pelabuhan , kalian harus bisa merebut apa yang mereka incar . Kalian harus ingat , pakai topeng kalian , jangan terkecoh . Berjuanglah '

Siwon menutup ponselnya . Ia remas ponsel itu dengan sangat kuat . Tatapannya menyiratkan sebuah dendam yang terpendam cukup lama .

"Kau harus mati ditanganku ", ujarnya dingin , ia pun menolehkan kepalanya saat ia mendengar seseorang melangkah mendekati pintu kamarnya . Yah , dia sangat peka terhadap suara . Dia pun bisa mendeteksi suara langkah sejauh 1 km . Cukup jauh .

Siwon menyunggingkan senyumnya , "Sungmin Hyung , Sihdong Hyung ", sapanya kepada dua orang yang baru saja memasuki kamarnya .

Sungmin membalasnya senyum Siwon dengan senyum khas miliknya , "Cepat bersiap ", Sungmin melemparkan sebuah senjata laras panjang kepada Siwon .

Siwon mengerutkan dahinya , "Untuk apa Hyung ?",tanyanya heran , ia mengangkat wajahnya kala Shindong menyentuh pundaknya , "Untuk berjaga-jaga saja ", Jawab Shindong .

Siwon tertawa kecil , lalu mengeluarkan sebuah benda dari balik jasnya , "Ini pun lebih dari cukup ", ucapnya sambil mengelus benda tersebut . Yah, sebuah pistol yang sangat dibencinya namun juga sangat disayanginya . Pistol tersebutlah yang digunakan seseorang yang Siwon ketehui adalah Bos Besar SNAKERS dalam menghabisi nyawa Ayahnya , Choi Yoochun .

Sungmin dan Shindong tersenyum maklum . Mereka berdua sangat tahu , bagaimana kisah kelam seorang Choi Siwon .

"Sudahlah , cepat bergegas ", ajak Shindong , Sungmin dan Siwonpun mengangguk , "Let's go ", ujar Sungmin .

Siwon menghentikan langkahnya saat diambang pintu kamarnya . Sungmin dan Shindongpun ikut berhenti , "Ada apa ?",tanya Sungmin sambil menatap Siwon , "Siapa yang ikut dalam misi ini ?",tanya Siwon .

"Henry , Hyukjae dan juga Kyuhyun ", jawab Shindong , Siwon mengangguk , "Suruh Zhoumi untuk mengawasi Donghae , aku rasa dia mempunyai ide gila ", ujar Siwon sambil tersenyum tipis , lalu melangkahkan kakinya keluar kamarnya . Diikuti Sungmin dan Shindong sebelum mereka menelpon Zhoumi tentunya .

Donghae mengerucutkan bibirnya kala ia melihat namja tampan yang tengah berdiri tegap didepan pintu kamarnya dan tepat bertatap wajah dengan dirinya saat ini .

Donghae menghela nafasnya , lalu menggeser tempat duduknya hingga kini ia duduk ditepi ranjang .

"Hyung , kau tak lelah ?",tanya Donghae , sosok itu – Zhoumi menggelengkan kepalanya , "Tidak , aku sudah terbiasa dengan hal ini ", jawabnya dengan nada sombong disana .

'Tidak Mochi , tidak dia, uh , menyebalkan', teriak Donghae dalam hati . Padahal dia sudah merencanakan aksi – melarikan diri – jika saja Zhomi datang dan menghancurkan ide brilliant nya .

Donghae turun dari ranjang , memakai sendal bergambar ikan lalu melangkahkan kakinya . Zhoumi menatap Donghae dengan tatapan – mau kemana kau ? –

Donghae berdecih , "Aku mau susu Hyung , aku haus ", kilah Donghae . Zhoumi melihat ada gerak-gerik yang mencurigakan dari anak bos yang sangat ia sayangi ini . Hampir semua anggota TRIAD sangat menyayangi Donghae . Si anak manja yang keras kepala .

Zhoumi mengangguk , "Baiklah ", Zhoumi menggeser tubuhnya , membiarkan Donghae melangkah melewatinya . Zhoumi tersenyum saat ia melihat seringaian setan yang sudah pasti ditularkan Kyuhyun kepada Donghae .

Donghae melirik sekilas ke belakang , 'Gotcha , dia lengah ',Donghae langsung saja berlari dengan sekuat tenaga . Menuruni anak tangga dengan cepat . Tak ada pengawal dan tak ada pelayan . Entah kemana perginya . Seakan kemenangan berpihak padanya .

Donghae tersenyum menang , "Sedikit lagi Lee Donghae , kau akan mencium udara kebebasan ", pekiknya girang . Pintu utama sudah berada didepan matanya . Dan tinggal berapa langkah lagi dia akan mencapainya .

Donghae membuka pintu dengan tergesa , "Ye-aahhhh ", Donghae mengacak rambutnya dengan kasar . Saat dia tahu , Zhoumi sudah berada di depannya saat ini .

Donghae menghentakan kakinya kesal , "Ayolah Hyung , sebentar saja , aku hanya ingin menikmati udara sore hari yang cerah ini ", Donghae memasang tatapan memelasnya . Biasanya tatapannya ini akan mampu meluluhkan hati siapapun , termasuk Appanya , Tn. Kangin .

Zhoumi menutup matanya , sepertinya usaha Donghae berhasil .

Zhoumi menatap Donghae dengan tatapan lurus , "Hanya dua puluh menit ", Donghae mengangguk senang menjawabnya .

"Kau sangat baik Hyung ", puji Donghae diiringi dengan senyum manisnya . Hal itu membuat Zhoumi tertawa , lalu mengacak rambut Donghae dengan gerakan sayang , "Kau bisa saja , kajja , aku tak mau kalau kita akan ketahuan oleh Tuan ", ujar Zhoumi sambil matanya menatap ke sekeliling ruangan .

Donghae menyambut uluran tangan Zhoumi , "Kajja", teriaknya penuh semangat .

Sebenarnya , Tn. Kangin melarang siapapun untuk mengajak Donghae untuk keluar rumah . Dengan alasan , itu akan membahayakan nyawa Donghae secara tidak langsung .

Mereka tak bisa menemukan satu sama lain , mungkin belum saatnya .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kibum memutuskan untuk pergi ke toko roti milik Eommanya . Dia , dia terus mengayuh sepeda itu dengan sedikit lebih cepat . Hingga kini , ia berada di depan toko roti yang dibangun susah payah oleh Eomma tercintanya .

"Kau mau apa Kibum-ah ?",tanya Heechul saat melihat sang anak masuk kedalam toko rotinya . Kibum menggeleng , "Tak ada Eomma , aku hanya ingin duduk ", Kibumpun berjalan menghampiri sebuah bangku yang terletak disudut ruangan . Heechul tersnyum , lalu dirinya kembali ke meja kasir . Melayani para konsumen yang ingin membeli rotinya .

Kibum memandang keluar jendela . Hatinya terasa damai saat ini . Walaupun hari pertama dirinya di sekolah tak begitu mengesankan , setidaknya sore hari ini bisa mengembalikkan suasana hainya yang sedang tak baik .

Kibum mengalihkan matanya ke arah pintu masuk . Dirinya menangkap dua namja yang entah kenapa menyedot perhatiannya . Ia seakan penasaran dengan dua namja itu . Dua namja yang mempunyai perbedaan tinggi yang lumayan jauh . Yang satu bertubuh tinggi , dengan balutan jas bewarna hitam . Kibum bisa lihat , kalau namja itu mempunyai paras tampan walau sebuah kaca mata menutupi mata namja itu . Seperti agen rahasia , pikir Kibum . Saat dirinya melihat sebuah alat yang dipasang di telinga namja itu yang terhubung dengan kaca mata .

Lalu pandangan Kibum jatuh pada sosok namja yang kini tengah berdiri disamping namja tinggi itu . Kibum memperhatikan namja itu dengan seksama .

"Manis ", gumamnya tanpa sadar , saat dirinya melihat namja itu tersenyum begitu merekah . Seperti sekuntum bunga mawar yang tiba-tiba mekar dimusim dingin . Indah ,

Kibum dapat memastikan , kalau tinggi namja itu masih dibawahnya , "Pendek ", koreksinya lagi . Namun Kibum tak bisa memungkiri , kalau namja itu begitu lucu dimatanya . Namja itu memakai pakaian kaos biasa dengan celana pendek . Simple , tapi sangat sempurna dimata Kibum .

Kibum menggelengkan kepalanya , "Ada yang memiliki ", ucapnya lagi . Kibumpun menundukkan wajahnya , kala namja manis itu melihat ke arahnya . Kibum berdo'a , semoga saja namja tadi tak menyadari kalau dirinya tengah dipandang sedemikian rupa .

Donghae memandang hampir kesudut ruangan , ia merasa kalau dirinya tengah diperhatikan . Entah siapa ,

Hingga matanya berhenti pada satu sosok . Sosok namja yang kini tengah membaca sebuah buku , novel mungkin . Karena Donghae tidak begitu jelas melihatnya .

"Ada apa ?",tanya Zhoumi saat melihat Donghae diam tanpa melakukan suatu hal .

Donghae mengalihkan padangannya , menatap Zhoumi dengan hangat , "Tidak ada Hyung ", jawabnya , dan Zhoumi tersenyum mendengarnya . Walau Zhoumi tahu , ada yang disembunyikan oleh Donghae dan dia pun merasakannya . Ia bisa merasa , kalau ada seseorang yang begitu lekat mengintainya , atau mungkin hanya memperhatikannya . Oh~ , entahlah .

Donghae tersenyum begitu ramah pada sosok namja yang sangat cantik dimatanya . Dilihat dari wajahnya , sepertinya usianya tak berbeda dengan usia ayahnya . Walau sebenarnya tak ada yang lebih cantik dari wajah Eommanya . Meskipun ia tak pernah melihat dengan langsung wajah seseorang yang telah melahirkannya .

"Nanti kemari lagi ya ", namja itu berucap , Donghae mengangguk , "Ya , gomawo ", balas Donghae sambil memamerkan senyum manisnya . Tanpa diduga , namja itu mencubit pipi Donghae dengan gemas .

"Kau sangat lucu , siapa namamu ?",tanya namja itu tanpa berdosa telah melakukan tindakan kekerasan pada Donghae , pikir Zhoumi . Sebenarnya Zhoumi ingin sekali memaki namja yang lebih tua daripada dirinya , kalau saja tangan Donghae tak menggenggam erat tangannnya .

Donghae tersenyum , "Donghae imnida ", Donghae membungkukkan tubuhnya .

"Aku Heechul , panggil saja Heechul Eomma ", ucap namja itu – Heechul walau terdengar seperti paksaan . Donghae menganggukkan kepalanya , "Ne Eomma , ne ", balasnya senang .

"Sebaiknya kau harus pulang ", Donghae melirik sekilas kea rah Zhoumi , "Aku pulang dulu Eomma , nanti aku kesini lagi ", pamit Donghae .

Heechul tersenyum , "Ne , hati-hatilah Donghae ", Donghae melambaikan tangannya , kalau saja Zhoumi tak menarik paksa kedua tangannya untuk segera mengikuti langkahnya .

Kibum yang memperhatikan Donghae dan Zhoumi yang berjalan melewatinya . Ia tersenyum , "Donghae , Donghae ", ucapnya berkali-kali .

Entah kenapa hati Kibum merasa senang . Mungkin , karena Donghae , namja manis yang ia incar belum punya kekasih . Bagaimana dirinya tahu ? Dia pun tidak tahu . Dia asal menebak saja .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Donghae dan Zhoumi berjalan begitu santainya . Hari sudah beranjak malam . Kini mereka sedang menuju rumah kediaman Choi . Dimana Eomma sang Hyung , Siwon berada . Tiba-tiba , Donghae merasa rindu untuk bertemu dengan sosok yang sudah dianggap Eommanya akibat dirinya bertemu dengan Heechul . Zhoumipun dengan senang hati mengantarkannya , karena sebelumnya ia sudah menelpon Siwon untuk meminta izin , membawa Donghae ke rumah Eommanya . Tapi, Zhoumi tak meminta izin untuk cerita sebelumnya , bisa bahaya bukan ?

Donghae tersenyum saat melihat sosok yang dicarinya kini tengah duduk didepan rumah dengan sebuah sulaman ditangannya .

"EOMMMAAA ", teriak Donghae begitu kerasnya , lalu berlari menghampiri seseorang yang dipanggil Eomma itu .

Jaejong , Choi Jaejong , mengangkat kepalanya , kala ia mendengar suara yang begitu ia hapal siapa pemiliknya .

Jaejong berdiri , senyum terpatri diwajah cantiknya , "Donghae-ahh ", Jaejong memeluk tubuh Donghae dengan begitu erat . Wajar saja , hampir satu bulan ini ia tak bertemu dengan Donghae yang sudah dianggap menjadi anaknya sendiri . Terlebih , anaknya , Siwon juga diangkat anak oleh Appa Donghae .

"Eomma , aku merindukanmu " Donghae menyandarkan kepalanya pada bahu Jaejong , "Eomma pun begitu ", Jaejong mengusap lembut punggung Donghae . Memberi kehangatan dan pelukan seorang ibu yang tidak pernah dirasakan oleh Donghae .

Zhoumi yang melihat itu tersenyum . Lalu , ia membalikkan tubuhnya . Kemudian berjalan meninggalkan Jaejong dan Donghae yang tengah diliputi rasa kerinduan yang mendalam .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Siwon , Kyuhyun , Shindong kini tengah bersembunyi dbawah kapal . Mereka menahan nafas mereka , mencoba mengintai dari dalam air . Dapat mereka lihat dari bawah air , ada dua orang kini tengah berdiri dengan persenjataan lengkap . Mereka tengah melindungi empat orang yang kini tengah berusaha memindahkan dua peti berukuran besar ke kapal lain .

Siwon mengerutkan keningnya , lalu memberi kode pada Shindong untuk menyusul Henry , Sungmin dan Hyukjae yang mengintai dari darat .

Kyuhyun menolehkan pandangannya pada Siwon , - ada apa ? - , dan Siwon membuat kode dengan gerakan tangannya . Bahwa , semua ini adalah kecohan . Kyuhyun memperhatikan lagi ke atas air . Hingga ia bisa menyimpulkan , apa yang dikatakan Siwon benar . Tidak mungkin bukan , kalau dua peti itu didalamnya terdapat bebarapa barang beharaga . Sedangkan yang menjaga hanya dua orang . Yang dipastikan itu adalah kelompok lain . Bukan dari SNAKERS , sepertinya para SNAKERS belum tiba . Jika barang itu penting , yang menjaga akan lebih dari itu . Terlebih empat orang yang mereka lindungi tidak membawa senjata . Itu bohong !

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::

Donghae merebahkan kepalanya di atas paha Jaejong . Jaejong tersenyum , sambil mengusap lembut kening Donghae .

"Eomma , apa Appa Siwon Hyung sangat tampan seperti Siwon Hyung ?", tanya Donghae yang membuahkan tawa kecil dari Jaejong .

"Dia sangat tampan Hae , sangat tampan seperti Siwon , tubuhnyapun sangat tegap , berwibawa , dan dia penuh charisma ", jawab Jaejong sambil menginga-ingat wajah suaminya itu . Suami yang sangat dicintainya . Namun semua berubah hanya dalam satu malam .

Hingga tanpa sadar Jaejong menjatuhkan air matanya . Donghae mendongakkan wajahnya , menatap Jaejong dengan tatapan sedihnya , lalu ia mengusap air mata yang membasahi pipi mulusnya .

Ia duduk , mengusap lembut pipi Jaejong , "Mianhae Eomma , aku tak bermaksud ", Jaejong tersenyum mendengarnya . Ia tarik Donghae ke dalam pelukannya .

"Kau tak salah , Eomma hanya terlalu lemah ", Heechul mengusap lembut rambut dan punggung Donghae secara bergantian .

Jaejong merenggangkan pelukannya , menatap Donghae dengan tatapan sayang , "Jangan menangis ", Jaejong mengusap lembut air mata yang terdapat disudut mata Donghae .

Donghae mengangguk , "Ne Eomma , aku haya terlalu lemah ", Jaejong tertawa mendengarnya . Bukankah itu kata-katanya ?

"Oh iya , katanya kau akan sekolah formal ?", Donghae mengangguk , "Ne Eomma , aku bersekolah ditempat yang sama dengan Kyu dan Mochie ", jawab Donghae , ia pun kembali merebahkan kepalanya dipaha Jaejong .

Donghae menguap dengan sangat lebar , lalu melirik jam tangan yang ia kenakan , "Siwon Hyung belum selesai '', gumamnya pelan . Ia mendongakkan wajahnya , menatap kembali wajah Jaejong , "Eomma , aku lelah , aku mengantuk ", Donghae memejamkan matanya , lalu mencari posisi yang nyaman untuk dirinya terlelap .

Jaejong tersenyum , "Tidurlah ", pintanya dengan lembut . Donghae mengangguk lemah menanggapinya .

Jaejong menundukkan wajahnya , ia kecup kening Donghae , "Good night my Donghae ", ujarnya pelan sambil menjatuhkan kembali air matanya .

'Lihatlah dia Teuki , dia sangat mirip dengamu , manis , dan sangat manis , aku harap kau bisa tersenyum disana . Aku merindukamu dan juga dia , ahh , sahabat-sahabatku '

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kibum merebahkan tubuhnya , lalu merenggangkan otot-ototnya yang kekar itu . Terlihat sangat jelas , karena memang dirinya tak memakai baju . Dia sedang half naked , sepertinya dia baru saja selesai mandi . Perhatikan saja rambutnya yang sedikit panjang itu , masih basah .

Dia tersenyum ,saat wajah Donghae melintas dipikiran dan juga benaknya , "Semoga aku bisa bertemu lagi dengannya ", ucapnya sambil memejamkan matanya .

Ia bangun , saat ia mendengar teriakan sang Eomma tercintanya . Ia berjalan dengan gontai keluar kamar , sebelumnya ia mengambil selembar kaos oblong untuk menutupi tubuhnya yang dipenuhi abs itu .

"Ada apa Eomma ?", tanya Kibum , ia memilih mendudukan dirinya diatas lantai , daripada harus berdekatan dengan anjing kesayangan Eommanya itu . Ia punya pengalaman buruk dengan anjing .

Heechul tersenyum manis , "Kau lihat anak yang mencuri perhatian Eomma saat di toko tadi ?", tanya Heechul tanpa memperhatikan wajah Kibum karena dirinya tengah menyisiri bulu anjingnya yang bewarna putih itu .

Kibum mengangguk , "Hm ", jawabnya singkat , Heechul mengangkat wajahnya , menatap mata Kibum dengan satu pandangan lurus , "Ia manis , huh , andai anak Eomma seperti dia ", ujar Heechul tanpa menghiraukan perubahan raut wajah Kibum .

Kibum menaikan satu alisnya , "Maksud Eomma apa ?", selidik Kibum , Heechul tersenyum , "Tidak apa-apa ", Heechul kembali memperhatikan anjingnya – Rider yang kini tengah tertidur .

"Wajahnya mengingatkan Eomma dengan se – ", Heechul menghentikan elusan tangannya pada permukaan bulu anjingnya , perlahan air mata Heechul terjatuh . Tak selang lama , isakan kecil terdengar dari bibir Heechul .

Kibum bangkit dan langsung memeluk tubuh Eommanya , "Sudahlah Eomma , jika dia melihat Eomma seperti ini , dia akan ikut bersedih Eomma ", Kibum mengusap lembut punggung Heechul yang kini tengah menangis didalam dekapannya .

Kibum tahu, kalau Eommanya tengah mengingat seseorang dimasa lalunya . Seseorang yang sangat berarti dalam hidup Eommanya.

"Eomma masih tidak bisa bertemu dengan anaknya Kibum , Eomma , hhikkss, Eomma sangat merindukan bayi mungil itu ", Kibum tersenyum sambil mengelus lembut punggung Heechul .

"Pasti akan bertemu Eomma , pasti "

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Dorr , Dorr –

"Sial , kejar mereka "

"Hilang , mereka tak ada "

Lima orang namja dengan pekaian serba hitam , berhenti di ujung jalan . Wajah mereka menggambarkan sebuah kemarahan yang sangat besar . Tentu , mereka terlambat mengambil apa yang mereka incar . Dua peti kayu yang berisi penuh dengan sabu-sabu dan juga senjata .

Mereka menatap ke sekelilingnya , "Bodoh ", umpat salah satu dari mereka yang diketahui bernama Changmin saat melihat anggota SNAKERS terbaring dengan beberapa tembakan pada tubuh mereka .

Changmin merogoh saku ponselnya , "Baiklah ", jawabnya dan langsung menutup ponselnya dengan kasar . Ia menatap ke empat temannya yang lain , "Kita kembali ke markas ", ke empat temannya mengangguk . Lalu mengikuti langkahnya .

Henry tersenyum saat melihat kelima anggota SNAKERS telah pergi menjauh . Ia melompat dari atas pohon , "Kalian terlalu bodoh ", ucapnya dan ia pun berlari menyusul teman yang lainnya .

Siwon tersenyum puas kala melihat apa yang kini berada dihadapan matanya . Siwon menatap Sungmin , Hyukjae , Shindong , dan Kyuhyun . Ia berjalan menghampiri Kyuhyun , "Apa lukanya dalam ?",tanya Siwon sambil memperhatikan lengan tangan Kyuhyun yang diperban dengan sapu tangan milik Sungmin .

Kyuhyun menggeleng , "Tidak , aku rasa ini lebih baik daripada tembakan yang pernah kau alami ", Siwon tersenyum kecil mendengarnya . Ya itu benar . Walau tembakan tadi yang dilepaskan oleh Changmin mengenai tepat dilengan Kyuhyun , itu masih lebih baik . Siwon pernah mengalami hal yang sama , namun bedanya tembakan itu tepat bersarang di jantungnya . Untung saja , dewi fortuna masih bersamanya waktu itu .

Semua menolehkan padangan mereka pada sesosok namja manis yang tengah berlari ke arah mereka , "Apa aku terlambat ?",tanyanya dengan nafas yang terengah-engah .

Sungmin tersenyum , "Aku rasa pesta belum dimulai ", semua tertawa mendengarnya .

"Kau mau kemana ?",tanya Hyukjae saat melihat Siwon memberi kunci mobil kepadanya . Siwon tersenyum , "Menjemput Donghae , kalian pulanglah , dan kau ", Kyuhyun mengangkat kepalanya kala ia merasa Siwon tengah berbicara padanya .

"Cepat obati lukamu kalau tak ingin melihatnya menangis ", Kyuhyun tersenyum kecil mendengarnya , "Akan ku lakukan ".

Siwonpun melangkahkan kakinya , pergi menjauh dari yang lainnya .

Sungmin melirik Kyuhyun . Ia tahu kalau Kyuhyun masih memendam perasaan untuk Donghae . Ia menghela nafasnya , "Kajja kita pulang , aku sudah lelah ", Sungmin berjalan kea rah mobil . Diikuti oleh Shindong dan Hyukjae yang mengangkat kedua peti itu sekaligus .

Henry menggaruk pelipisnya , "Kyuhyun , kau , hm , eh tidak jadi ", Kyuhyun menatapnya sinis , "Pikirkan dulu sebelum kau berbicaranya Henry ", Kyuhyun berjalan meninggalkan Henry yang masih terdiam .

Padahal ia hanya ingin bertanya , 'Apa kau besok akan sekolah ?', kenapa terasa susah sekali .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Siwon memasuki rumahnya dengan perasaan senang . Selain dia akan menjemput Donghae , dia akan bertemu dengan Eommanya .

Siwon melangkahkan kakinya menuju kamarnya . Ia tersenyum , kala ia melihat Donghae tengah tertidur begitu lelapnya . Siwon dengan cepat membalikkan tubuhnya , kala ia mendengar suara derap langkah mendekatinya .

"Kau baru pulang ?", tanya Jaejong tanpa menghilangkan senyumnya , Siwon mengangguk , "Kenapa Eomma belum tidur ?", Siwon bertanya balik .

"Eomma menunggumu ", jawab Jaejong , lalu menarik lengan Siwon dengan lembut untuk mengikuti langkahnya .

"Apa kau sudah makan ?"tanya Jaejong , Siwon tersenyum , "Sudah Eomma ", jawab Siwon singkat . Jaejong tersenyum , lalu mendudukan diri disamping Siwon .

"Minumlah dulu ", Jaejong memberikan Siwon segelas susu hangat . Siwon tertawa kecil , "Aku bukan Donghae , aku tak suka susu ", jelas Siwon yang membuat Jaejong menepuk pelan dahinya .

"Omo , Eomma lupa Siwon-ah , kau kan suka air putih biasa ", Jaejong menatap Siwon dengan tatapan bersalahnya , "Eomma ambilkan dulu ", Jaejong berniat berdiri kalau tak tangan Siwon menahan lengannya . Lalu pandangan mereka berdua jatuh pada namja manis yang kini tengah memeluk tubuh Siwon dari belakang .

Donghae menaruh kepalanya diatas bahu Siwon , lalu mengalungkan tangannya pada leher Siwon .

Jaejong tersenyum melihatnya . Betapa manjanya Donghae .

"Hyung , aku ingin pulang ", rengek Donghae manja , "Aku pulang dulu Eomma ", pamitnya dengan mata yang terpejam .

Jaejong dan Siwon tertawa kecil dibuatnya , "Sebaiknya aku pulang dulu Eomma ", Siwon berdiri sambil membenarkan posisi Donghae didalam gendongannya .

Jaejong tesenyum , "Pakailah mobil Eomma , kau tak mobil kan ?", Siwon mengangguk , "Ne , gomawoyo ", jawab Siwon dengan seulas senyumnya . Hingga memperlihatkan lesung pipi .

Jaejong terduduk disalah satu kursi , ia memejamkan matanya . Hingga air mata terjatuh membasahi pipi mulusnya , "Terimakasih telah mengirimkan dua malaikat untukku ", ucapnya .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Siwon tersenyum menatap wajah Donghae yang kini dengan tenangnya terlelap . Ia mencium kening Donghae , "Aku mencintaimu Hae , mianhae ", ujarnya pelan , takut kalau Donghae mendengar .

Siwonpun kini ikut merebahkan tubuhnya disamping Donghae . Hingga kini matanya terpejam , dan tak butuh lama terdengar dengkuran halus dari bibirnya .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::: TBC ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Bagaimana ?

Huufft* , akhirnya saya menyelesaikan ini dengan ' 4.5632 ' words . Cukup banyak dan menguras tenaga saya .

Mungkin chap depan konflik percintaan akan terasa ,, tunggu saja .. Dan semakin banyak Kihae momentnya .. :D

Gomawoyo untuk semua para readers yang telah menyempatkan membaca ff ini . Jeongmal gomawo ^^

Mind RnR please … ( difollow – difollow ) :D

Safa Fishy : Nih sudah lanjut , gomawoyo ^^

BornfreeHae : Gamsa^^#bungkukbadan , nih sudah lanjut sayang :D

Sugih Minah : Kyya Eonniii, oh , oh , chap depan mereka akan bertemu …

Haelfishy : Nih sudah lanjut , gamsa

Dewi : kayanya mereka pertama kalai bertemu bukn di sekolah dehh , heheheh ,

Casanova indah : Tentu , tapi mungkin misalkan ceritanya sudah terjadi adegan" percintaan .

Kim Haemi : TRIANGLE AND DEATH, nih sudah lanjut …

NemoSnower : Hiihihihii, nih sudah lanjuttt …

Haehaehae : hati" dihajar Siwon looo …..

Arumfishy : Tebak aja ndiri , :p

Cutefish : Lihat aja ntr …

Peanutbaby86 : BIC belum bisa janji kapan updatenya … mianhae

Arum Junie : Hoho, banyak hutang banyak rezeki (?) , kkkk ~

Anggita : Nih sudah lanjut sayang :D

Shetea : Waaah, semua pertanyaanmu akan terjawab dichap" berikutnya …

Yulika : nih sudah lanjuutt, gamsa ^^