Tittle : At Last …

Author : Lee Suhae

Main Cast :

Lee Donghae

Kim Kibum

All member Sj

All member DBSK

Main Pair : KiHae

Genre : Romance, Family , yaoi, alur lambat (dimohon mengerti ) :D

Rated : T

Summary : Tak ada yang tahu akhir sebuah perjalanan seperti apa . Indah atau tidak, semua harus diterima dengan lapang dada . Pahit dan getirnya perjuangan akan terbayarkan akan kisah cinta dua manusia yang begitu kuat hingga mampu mematahkan permusuhan dua kubu Mafia yang sangat disegani .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sebelumnya,

Siwon terus saja berdo'a didalam hatinya , entah kenapa hatinya merasa tidak tenang .

"Ya Tuhan , aku mohon selamatkanlah Donghae untukku ", ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal menuju taman , tempat dimana Zhoumi , Donghae dan Kibum berada . Karena dengan bantuan GPS , dia bisa melacak keberadaan mobil yang digunakan Zhoumi .

Lee Suhae ::::::::::::::

Hembusan angin cukup kencang, menerpa dedaunan yang berada disekitar taman . Keadaan taman yang tadinya lengang, damai dan tenang kini berubah menjadi riuh . Burung-burung kecil beterbangan dengan secara acak, dan jangan lupakan teriakan burung tersebut saat mendengar suara letusan pistol api yang sangat keras .

Kibum menangkap tubuh Donghae dan menyembunyikan tubuh Donghae kedalam dekapannya . Namun sial, dia terlambat untuk melindungi dirinya sendiri . Sehingga, peluru yang kini mengambang diatas udara , tepat dan tembus melewati kulit lengan miliknya . Dan , peluru itu pun sempat mencicipi kulit bahu Donghae .

Kibum terduduk lemas , diikuti Donghae yang masih berada didalam dekapannya . Donghae menatap baju seragam sekolah Kibum yang berubah warna menjadi warna merah . Tubuhnya bergetar hebat , sambil menyentuh lengan Kibum yang berlubang kecil .

Donghae mendongakkan wajahnya, menatap wajah Kibum yang berubah pucat dan menggigit bibir bawahnya, mungkin menahan sakit yang luar biasa .

"Hikks, Bumiie, Bumiiiee", Donghae menangis sambil menahan darah dilengan Kibum untuk terus keluar . Kibum tersenyum, "Tidak apa Hae, tidak apa ", jelasnya sambil mengusap lembut punggung Donghae .

Pandangan Kibumpun jatuh pada bahu kiri Donghae, "Kau terluka Hae", Kibum merasakan kalau sakit dilengannya hilang saat melihat bahu Donghae mengeluarkan darah yang mungkin, tak sebanyak dirinya .

"K-kau tidak apa ?", tanya Zhoumi yang baru datang setelah ia gagal untuk mengejar siapa pelaku penembakan . Kibum mengabaikan pertanyaan Zhoumi dan memilih untuk mengangkat tubuh Donghae .

"Bumiie, hhiksss, turunkann , hhikkss",Donghae merengek manja sambil terus mengeluarkan tangisannya saat Kibum sama sekali tak menghiraukan permintaannya .

Kibumpun membawa tubuh Donghae kedalam mobil Zhoumi , sambil menahan sakit yang mendalam dibagian lengan kanannya tersebut .

Kibum menatap tajam Zhoumi yang masih terpaku ditempatnya . Mungkin dirinya bingung, kagum atau apalah, saat melihat Kibum dengan wajah pucat dan tubuhnya bergetar . Dirinya masih kuat untuk menggendong tubuh Donghae yang tidak bisa dibilang ringan . ( Donghae gendut . , pendek . ) \
Dia berpikir, jika mungkin dirinya yang berada diposisi Kibum , dia sudah menyerah .

"Kau ingin melihat tuanmu mati huh?"

Zhoumi tersentak saat mendengar teriakan Kibum yang dingin dan begitu menusuk sampai ke hatinya . Dan dia baru sadar saat melihat dari dekat, ada darah yang terus keluar dari bahu kiri Donghae .

"Omo, H-hae kau kenapa?", tanya Zhoumi sambil menyentuh kulit bahu Donghae yang sedikit terkelupas . Donghae yang baru menyadari kalau dirinya terluka, berteriak histeris .

"ARRGGHHHHH, SAKIIITTT "

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::

Heechul terduduk lemas ditepi tempat tidur dengan sebuah foto Kibum dalam dekapannya. Ia menatap foto itu, foto Kibum saat dirinya berusia 12 tahun . Ia menghela nafasnya, "Kenapa hati Eomma tak tenang Kibum-ah, ada apa ?", ia pun mengusap foto Kibum dengan lembut dan menyiratkan kasih sayang besar disana .

Ia memandang ke sekitar kamarnya . Ia tersenyum miris, saat melihat beberapa foto yang menghiasi kamar tidur miliknya . Kamar tidur yang tak pernah Kibum memasukinya .

Heechul menjatuhkan air matanya saat melihat sebuah foto .Foto dimana dirinya masih muda, sekitar usia 22 tahunan bersama kelima temannya . Ia tersenyum miris , "Mungkinkah kita bisa bersatu kembali huh?", lantas ia menggelengkan kepalanya saat ia tahu jawabannya .

Ia menatap gambar seorang namja manis dengan lesung pipi keci di sudut bibirnya . Ia kembali menjatuhkan air matanya, "Kau sudah tidak ada , kau sudah berada dirumah Tuhan bukan ? ", Heechul memejamkan matanya , dan kembali menjatuhkan air matanya .

"Teukiie, pertemukanlah aku dengan bayi mungilmu itu , aku sangat merindukannya "

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::

Siwon berlari menuju kamar seseorang yang sangat berarti untuknya, yah siapa lagi kalau bukan kamar Donghae . Ia membuka pintu kamar Donghae dengan sedikit kasar, membuat para penghuni kamar tersebut menatap dirinya dengan ekspresi terkejut .

Siwon bisa bernafas lega saat melihat Donghae kini tengah berbicara dengan Sungmin dan yang lainnya dengan mengumbar senyum khasnya . Siwon tersenyum sambil berjalan mendekati ranjang Donghae, namun seketika senyum diwajah tampannya hilang saat melihat orang asing kini duduk disamping Donghae , dan menggenggam erat tangan Donghae .

Hati Siwon memanas melihat hal itu . Siapa namja itu ? Itulah pertanyaan yang terus saja mengitari pikirannya .

Siwon mencoba mengabaikan keberadaan namja itu , dan dengan posesiv memeluk tubuh mungil Donghae . Yah, membuat namja asing itu, Kibum lebih memilih untuk menjauhkan dirinya .

"Maafkan Hyung ya ? ", sesal Siwon saat melihat ada perban dibahu kiri Donghae . Donghae tersenyum, "Tidak apa-apa Hyung, lagipula ada Kibumii yang menolongku", ujar Donghae sambil tersenyum lembut kea rah Kibum . Kibumpun membalas senyum yang diberikan Donghae tidak kalah hangatnya . Tentu saja , hal itu membuat Siwon membuang wajahnya . Ia muak melihat adegan itu .

' Kibumiie'

Siwon bangkit, menatap Kibum dengan tajam . Siwon berjalan sedikit menghampiri Kibum . Hingga kini mereka saling berhadapan, hanya berpisah beberapa centi meter . Kibum mendongakkan wajahnya , menatap namja yang lebih tinggi daripada dirinya itu .

"Siapa kau ?", tanya Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari mata Kibum . Mata yang meminta dirinya untuk terus memperhatikannya . Mata yang menyiratkan sebuah dendam dan amarah . Yah, mata yang mirip dengannya .

Kibum tersenyum kecil, "Namaku Kim Kibum, aku teman sekelas Donghae dan aku ", Kibum melirik kea rah Donghae yang saat ini tengah meringkuk diatas kasur sambil menggigit ujung selimut .

Donghae menggelengkan kepalanya lucu, "Jangan bilang", ujarnya tanpa suara , saat ia tahu apa yang saat ini ada diotak Kibum .

"Kekasihnya "

Siwon mengepalkan tangannya kuat , "Kekasihnya?",tanyanya penuh penekanan . Kibum tak takut, saat melihat ekspresi Siwon yang begitu berbeda saat berhadapan dengan Donghae tadi . Saat ini Kibum melihat, sosok Siwon seperti harimau yang lapar dan siap menerkam mangsanya .

Kibum mengangguk pasti, "Ya, aku kekasihnya ", Siwon hendak maju dan mencengkeram kaos baju Kibum . Kaos baju milik Donghae yang terlihat kekecilan . Namun sayang, dengan sigap Sungmin dan Hyukjae yang kebetulan ada didalam kamar Donghae menahan lengan Siwon .

"Sudah Siwon, kau ingin melihat Donghae menangis karna ulah bodoh mu eoh", Siwon mendengus kesal saat mendengar ucapan Sungmin . Ia pun menghempaskan tangan Sungmin dan Hyukjae yang masih setia menggenggam tangannya .

Ia memilih untuk keluar dari kamar Donghae . Tujuannya sekarang adalah, menemui ayah angkatnya untuk meminta penjelasan . Kenapa orang asing bisa masuk kedalam markas besar ' TRIAD ' .

Apalagi Siwon bisa merasakan, kalau Kibum bukanlah orang sembarangan .

...

Kibum kini duduk di atas tempat tidur Donghae dengan Donghae yang duduk dihadapannya . Donghae tersenyum sambil menyentuh perban di lengan Kibum .

"Apa ini masih sakit ?"

Kibum menggeleng, "Aku sudah lebih baikan saat ini, apalagi saat kau ada didekatku ", Kibum mengelus pipi Donghae membuat pipi Donghae bersemu merah dibuatnya .

"Bagaimana dengan lukamu ?", tanya Kibum , Donghaepun mengikuti arah mata Kibum yang menatap bahu Donghae yang tertutupi oleh piyama .

Donghae tersenyum sambil memandang wajah tampan Kibum, "Aku , aku ", Donghae berucap malu-malu, lantas ia menundukkan wajahnya , "Aku sudah tak merasakan sakit lagi ", lanjutnya yang membuat Kibum tersenyum akibat tingkah Donghae yang begitu lucu dimatanya .

Kibum mengangkat dagu Donghae, ia tatap mata Donghae dengan satu pandangan lurus . Sehingga, bayangan dirinya ada didalam bola mata hitam Donghae . Kibum mendekatkan wajahnya , "Kau sangat manis , manis dan manis ", sukses , perkataan Kibum membuat Donghae rasanya ingin bunuh diri . Karena tak bisa menahan gejolak didalam dadanya . Apalagi, jantungnya yang berdegup sangat kencang . Dan dia sangat yakin, kalau wajahnya seperti kepiting rebus .

Malu .

Donghae ingin mengalihkan wajahnya, namun tak bisa , Kibum menahan dagu Donghae untuk tidak bergerak sedikitpun . Donghae mengerjapkan matanya beberapa kali, saat ia melihat Kibum semakin mendekatkan wajahnya . Hingga, ia bisa merasakan hembusan nafas Kibum yang sedikit panas menerpa kulit wajahnya .

"Kau menyukaiku?", tanya Kibum , Donghae mengangguk, "Ne", jawabnya singkat .

Kibum tersenyum dan mengecup kening Donghae cukup lama , "Aku juga menyukaimu, dan perasaan itupun sudah berkembang menjadi perasaan cinta ", ujar Kibum saat kecupan mesra itu terlepas .

Donghaae tersenyum, "Ne, akupun sama Bumiie", ungkap Donghae dengan lucu membuat Kibum mencubit gemas hidung mancungnya .

"Oh iya, siapa namja tadi ?", tanya Kibum saat teringat sesosok namja tampan yang masuk kedalam kamar Donghae dan seperti ingin menghabisi Kibum ditempat .

Donghae menghela nafasnya, "Dia Siwoniie Hyung, dia adalah Hyung angkatku ", Donghae tersenyum, "Ada apa memangnya Bumiie ?", tanya Donghae riang .

Kibum mengacak rambut Donghae dengan tangan kirinya , "Tidak apa ", jawab Kibum bohong . Karena bukan itu jawaban sebenarnya .

Kibum tahu, kalau seseorang bernama Siwon itu mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya . Perasaan mencintai , menyayangi , dan melindungi makhluk asing bernama Donghae yang kini tengah merebahkan kepalanya dipaha Kibum .

Kibum mengusap poni Donghae, "Aku mau pulang Hae ", ujar Kibum , Donghae bangun dan menatap sendu mata Kibum .

"Jangan pulang, disini saja ", rengek Donghae manja .

Kibum menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa Hae, Eomma pasti mengkhawatirkan ku , apalagi ini sudah sangat malam ", jelas Kibum pelan dan terkesan lembut .

Donghae memajukan bibirnya, "Aku masih ingin kau disini", Donghae memeluk tubuh Kibum dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Kibum .

Kibum tersenyum sambil mengusap punggung Donghae , "Bukankah besok kita akan bertemu disekolah ?", Donghae mengangkat waahnya , "Hmh, baiklah, tapi bolehkan aku mengantarkanmu pulang ?", tanya Donghae memelas dan jangan lupakan tatapan anjing yang ia arahkan kepada Kibum .

Kibum tersenyum, "Ini sudah sangat larut, kau dirumah saja , aku bisa pulang sendiri ", Donghae menggelengkan kepalanya .

"Tidak, aku akan mengantarkanmu pulang , titik !"

Donghae bangkit dan berjalan menghampiri lemari pakaiannya . Mengambil jaket tebal , kemudian berjalan menghampiri Kibum yang kini tersenyum pasrah melihat tingkah Donghae yang begitu kekanakan .

Donghae mengalungkan tangannya, melingkari lengan kekar Kibum sebelah kiri . Ia tersenyum, "Let's go ", ucap Donghae riang . Kibum hanya bisa menahan tawanya, melihat tingkah Donghae yang tak sesuai dengan usia sebenarnya .

Ah~ , mereka baru kali pertama bertemu . Namun, Kibum dengan percaya diri sudah membulatkan tekadnya untuk mencintai dan melindungi Donghae .

Cinta,

Cepat,

Dan,

Tepat ,

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::

"Masuk ke kamar mu Hae !"

Donghae menghentakkan kakinya kesal, sambil menggerutu tidak jelas . Namun yang pasti, dia tengah menyumpahi Siwon yang memaksanya untuk tidak mengantar Kibum pulang . Dia dengan sangat terpaksa, kembali ke kamat tidur miliknya . Ditemani Sungmin dan Hyukjae .

Sedangkan Kibum, kini berada diruang tamu bersama Zhoumi, Kyuhyun dan juga Siwon . Kyuhyun dan Zhoumi menatap Kibum dengan tatapan bersahabat , walau tidak sepenunya untuk Kyuhyun . Karena apa ? satu saingan bertambah , dan kali ini tidak bisa untuk dilewati, mungkin .

"Kalau begitu, aku pamit pulang dulu . Sampaikan salamku untuk Tuan Kangin ", Kibum membungkukkan tubuhnya, kemudian berjalan menuju pintu utama .

"Tunggu"

Kibum menghentikan langkahnya, ia berbalik sambil menatap Siwon yang begitu tajam menatapnya . Kibum tersenyum tipis, "Ada apa ?", tanyanya sambil menggaruk sekilas kepala belakangnya .

"Aku akan mengantarkanmu pulang ", Siwon menatap dua sahabatnya yang berdiri disampingnya , "Kalian susul Henry dan Shindong Hyung, temukan siapa dia dan bunuh "

Kibum merasakan tubuhnya tegang seketika, saat mendengar kata yang begitu umum ditelinganya namun begitu sadis untuk didengar .

Bunuh ?

Semudah itukah untuk membunuh seseorang ? Walau Kibum tahu, siapa yang mereka incar . Pelaku penembakkan hampir saja membuat nyawa Donghae melayang .

Akhirnya, Siwon dan Kibum melangkahkan kakinya . Meninggalkan Kyuhyun dan Zhoumi yang memandang Siwon dan Kibum secara bergantian .

"Apa kau merasakan hal yang sama denganku ?"

Kyuhyun menolehkan wajahnya, menatap Zhoumi yang kini juga menatap wajahnya .

"Mereka seperti satu "

Zhoumi mengangguk mendengarnya , "Yah, seperti saudara saja", ungkapnya saat melihat persamaan di diri Siwon dan Kibum .

Dari cara mereka berjalan , wajah mereka yang sekilas hampir sama . Dan, hal itupun juga dirasakan Donghae saat melihat Kibum . Saat melihat Kibum, dia seperti melihat Siwon .

Entahlah .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::

"Cepat tidur Hae"

Untuk sejuta kalinya Sungmin berucap, namun sepertinya Donghae tidak memperdulikannya . Kini ia lebih memilih untuk memandangi wajah tampan Kibum yang dijadikan wallpaper ponselnya .

"Haee, cepat tidur atau akan ku adukan pada Siwon !"

Donghae mendengus kesal , "Kau ini tidak bisa melihat orang senang Hyung ", Donghae merebahkan tubuhnya, lalu menarik selimut hingga menutupi lehernya . Mungkin , dia tak akan takut jika berurusan dengan Sang Appa , tapi kalau sudah berurusan dengan Siwon . Dia menyerah, dia takut dengan Siwon . Entah kenapa,

"Kalian keluarlah, aku mau tidur "

Hyukjae menuruti kemauan Donghae, tapi tidak untuk SUngmin . Karena dia tahu, Donghae sedang marah dengannya atau dengan Siwon .

Sungmin ikut merebahkan tubuhnya disamping Donghae, "Kau marah huh?", tanya Sungmin yang dijawab gumaman halus dari Donghae .

Sungmin tersenyum , "Mian haeyo ", Donghae membalikkan tubuhnya, hingga kini wajah mereka saling bertemu .

"Aku tak marah denganmu Hyung, hanya sedikit kesal ", Donghae berucap jujur .

Sungmin terkekeh pelan, "Kau ini ", Sungmin mengacak rambut Donghae membuat Donghae tertawa .

"Kau menyukainya ?"

Donghae mengangguk antusias , "Ne Hyung, aku jatuh cinta dengannya saat melihatnya duduk disalah satu bangku toko roti ", jawab Donghae yang membuat Sungmin tertarik untuk mendengarkan kisah Donghae dengan pangeran hatinya .

"Toko roti ?"

"Iya, kau jangan bilang siapa-siapa ya", bisik Donghae pelan , hal itu membuat SUngmin tersenyum kecil mendengarnya .

Mereka sedang berada didalam kamar tidur Donghae . Hanya mereka berdua, tak ada orang lain . Tapi masih saja , Donghae mengecilkan volume suaranya .

"Aku dan Zhoumi Hyung pergi ke toko roti, dan disanalah aku melihatnya Hyung , dan kau tahu ? ternyata, dia adalah anak dari pemilik toko roti itu Hyung "

Sungmin hanya tersenyum dan menanggapi cerita Donghae dengan senang . Karena menurutnya, saat Donghae berceloteh , ada ketertarikan sendiri untuk mendengarkan ceritanya lebih lanjut .

Apalagi sejuta ekspresi yang Donghae tunjukkan selama bercerita . Itu sungguh menggemaskan .

Sungmin jadi tahu, kenapa banyak orang yang begitu mencintai Donghae . Donghae tidak meniru siapapun untuk mendapatkan simpati orang lain . Dia menjadi dirinya sendiri . Dan itulah yang membuat Sungmin sadar, dia tak perlu menjadi seseorang yang Kyuhyun suka .

Setidaknya, inilah dirinya apa adanya . Untuk selanjutnya, dia hanya bisa berdo'a .

"Bagaimana hubunganmu dengan Kyu , Hyung ? apa ada perubahan ?", tanya Donghae sambil memandang wajah Sungmin yang begitu dewasa dan manis dimatanya .

Sungmin tersenyum , "Begitulah, nah sebaiknya kau tidur hm , sudah malam ", Donghaepun mengangguk lemah , mencoba memahami kenapa Sungmin seakan enggan menjawab pertanyaannya lebih lanjut .

Donghae tersenyum sambil menatap punggung Sungmin yang hendak turun dari ranjangnya , "Aku akan membuatmu bahagia Hyung", gumamnya pelan .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::

Jaejong duduk diam sambil menatap sesosok namja tampan yang kini duduk dihadapannya . Ia merengut , saat namja yang seumuran dengannya tertawa .

"Kau ini bagaimana , anakmu terluka tapi kau malah tertawa", Jaejong berucap tajam dan sinis .

Kangin , namja itu , menghentikan tawanya , "Bagaimana aku tidak tertawa , biasanya dia sudah merengek minta dibawa ke rumah sakit, tapi tadi , dia sama sekali tak mau beranjak dari tempat tidur ", lagi , Kangin melanjutkan tawanya , membuat Jaejong menggelengkan kepalanya heran .

Lama mereka dalam keadaan seperti itu . Hingga Jaejong memberanikan diri untuk menatap Kangin dengan serius .

"Kau masih membiarkan anakku bersekolah ?", tanya Jaejong yang membuat Kangin menghentikan tawanya .

Kangin berpikir sejenak, "Tentu saja", Jaejong menaikan satu alisnya . Memandang Kangin dengan tatapan tak percaya .

"Kau gila ? anakmu hampir mati hari ini Kangin , dan kau masih mengizinkan dia bersekolah ?"

Kangin tertawa renyah, "Hampir bukan ? lagipula , ada seseorang yang akan selalu menjaganya ", jawab Kangin , ia pun menyeruput secangkir kopi yang mulai dingin .

"Anak itu ?", tanya Jaejong ragu-ragu .

Kangin mengangguk, "Ya, anakku yang polos itu sudah menceritakan semuanya kepada pemuda itu, mau tidak mau aku harus merekrut dia ", jawab Kangin pasti .

Jaejong menepuk pelan dahinya, "Aigoo, bisa-bisanya dia melakukan hal itu, itukan sangat berbahaya", ungkap Jaejong dan seperti keluhan .

Semua orangpun tahu dan sudah menjadi hal biasa, jika tingkah Donghae yang kelewat polos itu terkadang menyusahkan .

"Bagaimana kalau dia salah satu anggota SNAKERS ?", tanya Jaejong , Kangin menggeleng pelan .

"Tidak, aku yakin dia anak baik-baik "

"Kau sudah bertemu dengannya ?"

"Belum , hanya saja, jika Donghae menceritakan rahasia besar kepada seseorang yang baru dikenalnya secara gamblang, dia pasti bisa merasakan kalau pemuda bernama Kim Kibum itu adalah pemuda yang baik "

"Namanya Kim Kibum ?", Kangin mengangguk , "Memang kenapa ?",Kangin balik bertanya .

Jaejong menggelengkan kepalanya , "Anio, namanya mengingatkanku dengan seseorang ", jawab Jaejong, Kangin hanya tersenyum santun menanggapinya .

"Kau tahu Jae ?"

"Apa ?"

"Mereka berpacaran "

"Siapa ?"

"Pemuda itu dengan Donghae anakku "

Jaejong hampir tersedak saat mendengar penuturan Kangin . Kebetulan dirinya sedang menikmati secangkir teh setengah dingin itu .

Jaejong menatap dalam mata Kangin , "Lalu Siwon ?", tanya Jaejong saat dirinya ingat , betapa cintanya Siwon kepada Donghae . Sampai Siwon rela mempertaruhkan nyawanya demi Donghae .

Kangin tersenyum , "Kita tak berhak untuk menentukkannya Jae, aku tahu Siwon sangat mencintai Donghae , mungkin sebelum pemuda itu jatuh cinta dengan Donghae . Tapi, setidaknya kita lihat dari sisi Donghae , dengan siapakah dia menjatuhkan pilihannya . Dan aku rasa itu dengan pemuda itu ", Jaejong tersenyum tipis mendengarnya .

"Aku bahagia jika melihat anak-anakku bahagia ", ungkapnya sambil menerawang jauh, mengingat masa-masa dirinya bersama kedua sahabatnya yang lain .

'Aku merindukan kalian , Teuki , Chullie '

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::

Henry dan Shindong kini sudah mengantongi siapa nama pelaku penembakkan yang hampir saja menghilangkan nyawa Donghae .

"Xiah Junsu ", gumam Henry pelan, tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok namja tampan bertubuh athletis yang kini tengah berjalan menuju mobil sport putihnya .

Shindong kini sudah mempersiapkan senjatanya untuk bisa menghabisi namja yang bernama Junsu tersebut .

Shindong dan Henry segera berbalik , saat mendengar ada langkah kakinya yang mendekap .

"Hyung ", ucap Henry tanpa bersuara saat melihat Zhoumi sudah berada dibelakang tubuhnya , "Jangan ditembak Hyung", bisik Zhoumi kepada Shindong yang sudah menarik pelatuknya .

Shindong melakukan ekspresi – kenapa ? –

Zhoumi tersenyum , "Serahkan pada Kyuhyun ", mereka bertiga pun mengalihkan pandangan mereka kea rah mobil putih yang sudah berjalan . Tak selang lama , terdengar bunyi ledakan yang maha dashyat .

Mobil putih itu terbakar dengan kobaran api yang sangat besar . Henry dan Shindong tak percaya dengan apa yang mereka lihat .

Terkejut ? Tentu .

"Ini ulah Kyuhyun?", tanya Shindong , dan Zhoumi mengangguk ragu, "Mungkin ", jawabnya pelan .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::

Siwon menatap Kibum yang kini berdiri tak jauh dari dirinya . Ia memincingkan matanya, lantas tersenyum sinis, "Tinggalkan Donghae, dan jangan pernah berhubungan dengannya lagi , anggap saja , hari yang kau lewati hari ini adalah mimpi ", ujar Siwon dingin dan ketus .

Kibum tersenyum ramah, "Mana mungkin aku bisa melupakan memory indah ini, tak bisa ", Kibum berbalik , menuju halaman rumahnya .

"Kau akan menyesal jika tak menuruti perintahku "

Kibum menghentikan langkahnya , " Lebih baik aku mati, jika aku menuruti permintaanmu yang bodoh itu , sayangnya aku belum ingin mati ", Kibum menyeringai , "Aku masih ingin bersama dengan dirinya ",lanjutnya .

Siwon mengeram kesal, baru kali ini ada seseorang yang berani menolak keinginannya .

"Sudahlah, sebaiknya kau pulang, temanilah dia ", Kibum melanjutkan langkahnya , meninggalkan Siwon yang masih tak berkutik ditempatnya .

"Sial!", umpatnya kesal .

Siwonpun mengacak rambutnya kasar, dan menendang ban mobil miliknya sebelum memasukkan dirinya ke dalam mobil . Lantas, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang luar biasa kencangnya .

Heechul terbangun saat dirinya mendengar deru mobil dari halaman rumahnya . Ia mengintip dari balik jendela kamarnya . Matanya menyipit, mencoba melihat siapa yang bersama dengan anaknya malam-malam begini .

Heechul tak bisa melihat dengan jelas siapa pemuda betubuh tinggi itu . Dan diapun tak ingin terlalu memusingkan perihal siapa pemuda yang kini melajukan mobilnya dengan sangat cepat .

Namun , kenapa Heechul merasa , kalau ia mengenal pemuda yang tak terlihat wajahnya itu ?.

"OMONAA ,apa yang terjadi denganmu Kibum-ah ", Heechul segera berlari saat melihat Kibum terduduk lemas diatas lantai .

Kibum tersenyum, "Tidak apa-apa Eomma, aku hanya lelah ", setelah mengucapkan kata-kata itu, Kibum tertidur didekapan sang Eomma .

Mungkin ini adalah pengaruh obat bius yang ia minum beberapa jam yang lalu, untuk menghilangkan rasa sakit dilengannya .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::

"Kau membunuhnya ?", tanya Hangeng kepada orang kepercayaannya , Yunho .

Yunho mengangguk , "Kita tidak bisa mempertahankannya Tuan , dia sudah gagal menjalankan tugas , dan dia berhak mati ", jawab Yunho yang membuat Hangeng bungkam .

"Sebaiknya anda beristirahat Tuan, aku permisi dulu "

Hangeng menatap pintu kerjanya yang kini sudah tertutup kembali . Ia berjalan , menghampiri meja kerjanya . Mengambil sesuatu dari balik buku tebalnya .

Sebuah foto .

Ia pandangi dua sosok didalam foto itu . Seorang namja cantik dengan seorang anak bayi didalam gendongannya .

Ia tersenyum miris, "Kalian dimana huh ? Tak merindukan aku ? ", ia pun kemudian memejamkan matanya , "Kau harus bertanggung jawab Kangin !", ujarnya penuh penekanan . Seperti melampiaskan segala kemarahannya dalam satu kalimat itu .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kangin menatap foto diruang pribadi miliknya . Ia tersenyum sambil menatap foto dirinya, bersama istrinya, dan keempat temannya yang lain . Foto dirinya masih muda dulu . Foto terakhir yang ia punya, sebelum keadaan berubah .

Pandangannya jatuh pada sosok namja berwajah oriental, "Kau benar-benar sudah berubah Hangeng Hyung, tak ku sangka, kau tega untuk menyakiti anakku ?", setetes air matanya jatuh, bergulir membasahi pipinya .

"Apa kau masih seperti ini, jika kau tahu anakmu masih hidup dan bersamaku ?"

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::: TBC :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Apa ini ? cerita macam apa ini ? Kihae moment masih dikit #sembunyi .. kemungkinan chap depan , 70% adalah milik Kihae , jadi bersabaarlah … ^^

Ayolah, ini aku buat dengan susah payah . , hhe

Tidak banyak cuap-cuap, karena saya sangat sibuk . Mian, kalau typo(s) betebaran dimana-mana . Untuk para readers, thanks atas reviewnya dan semangat kalian untuk membaca :D

Kim Haemi ~ NemoSnower ~ Casanova indah ~ nnaglow ~ YeonHae179 ~ xxx ~ MINAHAE ~ haelfishy ~ Cutefish ~ arumfishy ~ anilistiyani ~ Safa Fishy ~ sujupolepel ~ tiaraputri16 ~ Arum Junnie ~ Dew'yellow ~ Fishiie LophehaeUKE ~ SiHaeLuv ~ FifiDH ~ Shetea'vhateamach ~ auhaehae ~ Yulika19343382 ~ QyuDev178 ~

Terimakasih untuk nama yang berada diatas #tunjuk"diatas

Saranghae :D

Mind RnR please ?