Baekhyun POV
"NAIKKKK NAIK KE PUNCAK GUNUUUUUNG"
"BUS NYAAAAAA NABRAK KE TEBIIIING"
"NAIKKK NAIKKK KE PUNCAK GUNUUUUUUNGGGG"
"TANGANKUUU KETANCEP BELIIIING"
"KIRIII KANAAAAN KULIHAT SAJAAAAA"
"BANYAAAAAK YANG KALAH TAMPA-AA-AAAAN"
Perjalanan terus berlanjut diiringi lagu tidak jelas yang dinyanyikan KaiYeolChen itu.
Dasar aneh.
"Lagu apa itu Jongdae, Jongin, Chanyeol?" tanya Kris-hyung sweatdrop. Kai yang berjalan di depan Kris menoleh. "Naik Naik ke Puncak Gunung?"
"PENCEMARAN LAGU!" omel Xiumin-hyung. Kai pouting. "Ayolah, suasananya sangat hening di jalan ini. Kenapa tidak boleh nyanyi?"
Benar. Suasana disini sangat hening. Benar-benar hening. Kami jauh dari Seoul, berada di dataran tinggi nan sepi penduduk, bus kami kecelakaan, supir kami kabur, komunikasi terputus, hari mulai gelap, dan satu lagi.
Kejadian janggal soal tanggal.
Kami berangkat tanggal 16, setelah aku sadar gara-gara kecelakaan, tanggal berubah menjadi tanggal 19. Tidak mungkin aku pingsan 3 hari. Mereka bilang aku pingsan 15 menit. Dan saat kutanyakan soal tanggal, mereka semua menjawab sekarang memang tanggal 19.
Hanya Kyungsoo dan aku yang menyadari perbedaan tanggal yang terjadi, dan juga Lay-hyung yang daritadi tidak menjawab pertanyaanku.
Dia terus terdiam setelah kecelakaan itu.
Shock? Iya, mungkin. Pasti banyak yang shock bila mengalami kejadian macam ini, tapi…
"NAIIIIK NAIIIIIK KE PUNCAK GUNUUUUUUNG"
Apa orang-orang macam ini merasa shock?
"KIM JONGIN, PARK CHANYEOL, KIM JONGDAE! DIAM ATAU KALIAN KULEMPAR DARI SINI KE BAWAH TEBING!"
.
.
.
.
Kami terus berjalan dan berjalan di tengah kegelapan.
Untunglah ada senter dan handphone yang menerangi jalan kami.
Chanyeol geleng-geleng kepala. "Hhh, benar-benar. Heh, Baekkie, bukannya kekuatanmu itu mengeluarkan cahaya dengan gaya lebay? Pakailah sekarang, kita butuh sekali tau!"
"ITU DI MV DAN TIDAK LEBAY, SIAL!" rutukku. "KAU JUGA. KELUARKAN PHOENIXMU DAN SELAMATKAN KITA SEMUA!"
"Sudah sudah jangan bertengkar, suami-istri harus akur =_=" kata Luhan. Aku menginjak kaki Chanyeol. AH LEGA RASANYA RASA KESALKU.
"Baekkie, kakiku…"
"Diam."
"Sakit…"
"Iya. Kepalaku juga sakit gara-gara tadi."
"Tanganku tertancap kaca…."
"Lalu?"
"Dan kau ijak kakiku juga. Sakit…"
"PEDULI?"
"BAEKKIEEEEEEEEE!"
Kudengar suara Kris yang bergumam : "Suho, gulingkan mereka ke tebing. Tao, pakai wushu-mu."
GULP.
Oke. Damai itu lebih baik daripada menambah masalah.
Tak lama kemudian, kami melihat beberapa bangunan. Tapi langit sudah sangat gelap, sulit untuk melihatnya.
.
.
.
-Author POV-
"Oh, kita mungkin sudah sampai di desa dekat villa tempat kita akan syuting!" kata Suho. Kris mengangguk. "Hm, lebih baik kita ke villa itu saja untuk istirahat dan menyembuhkan luka, lalu tunggu atau coba kontak lagi kantor dan staff-staff."
Mereka lalu menghampiri sebuah rumah. Disana ada seorang pria tua yang membukakan pintu untuk mereka. Xiumin angkat bicara. "Selamat malam, ahjussi. Apa ahjussi tahu orang yang menjaga kunci villa di sekitar sini? Kami sudah menyewa villa itu dan tadi kami mengalami kecelaka—"
"OOOH! Ya betul, saya yang punya kuncinya. Senang melihat kalian lagi, nak. Kukira kalian sudah pulang ke Seoul. Oh iya, dan ahjussi turut berduka. Tapi tak kusangka kalian kembali kesini," potong bapak itu. Xiumin tercengang. Semua member terdiam.
Ahjussi ini mengenal mereka?
Dia sudah bertemu dengan mereka?
Kapan? Dan kenapa? Padahal, mereka baru sampai disi…
"Biar aku yang bicara dengannya," kata Chanyeol. Beberapa menit kemudian, Chanyeol berbicara dengan ahjussi itu. Ahjussi itu agak kaget atas penjelasan Chanyeol, tapi member-member lain hanya mengernyitkan alis karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
Chanyeol lalu menghampiri mereka dengan memutar-mutar kunci villa di jarinya. "Aku berhasil! Ini kunci untuk membuka villa!"
Chen menepuk pundak Chanyeol. "Heh bro, kau mengatakan apa pada ahjussi itu?"
Chanyeol menjawabnya dengan senyum lebar. "Dia kenalan keluargaku, makanya aku tadi menjelaskan silsilah keluargaku dan…yaaaa pembicaraan kerabat." ujarnya.
Semua member mengangguk-angguk pelan. Mereka terlalu letih berjalan dan rasa sakit karena tadi terlibat kecelakaan masih terasa.
Suho berjalan sambil memapah Kris yang kakinya terluka. Anak-anak lain berjalan di depan mereka. Suho memperhatikan sekeliling. Chanyeol berjalan dengan Baekhyun dan Chen, Xiumin dengan Luhan dan Kai, Dio dengan Tao dan Sehun.
Kemana Lay?
"H-hei! Yixing dimana?!" tanya Suho. Tao menoleh. "Eh? Yixing? Bukannya tadi dia berjalan bersamamu, hyung?"
"Iya tadi dia di sebelahku, tapi…"
"Biar aku yang cari," kata Kai, kembali ke jalan yang tadi sudah mereka lewati.
Suasana sangat gelap. Pepohonan dimana-mana. Awan hitam menutupi angit dan cuaca sangat dingin. Sejauh mata memandang, Kai harus memfokuskan matanya untuk mencari Lay.
"Yixing hyung?" panggil Kai. "Yixing hyuuuung!"
Kai mulai berlari, menyusuri jalan yang tadi mereka lewati. Langkahnya berhenti di tempat yang tidak jauh dari rumah ahjussi yang mereka kunjungi.
Disana, Lay menunduk, berdiri terdiam.
"…Yixing-hyung, apa yang kau lakukan disini!? Horror tau! Semuanya mencarimu! Apa kau cemburu gara-gara Suho-hyung dan Kris-hyung yang tadinya dicouple-kan denganmu itu sekarang berjalan beriringan?"
Lay tidak menjawab.
"Hei, hyung!" panggil kai sambil mengguncang-guncangkan pundak Lay.
Akhirnya, Lay mengangkat wajahnya.
Matanya kosong, tapi menyiratkan ketakutan.
"…Y…Yixing…hyung? Kau kenapa?"
Lay menggenggam kedua tangannya sendiri kuat-kuat. "…Dia…menangis…dia tahu…"
Kai menaikkan alisnya. "Apa maksudmu, hyung? Jangan buat aku takut!"
"…Dia…tahu… dia mengetahuinya…" gumam Lay. Dia lalu menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Cepat, kita harus pergi dari sini, Jongin."
"…Lalu kenapa kau masih diam disini, hyung?" tanya Kai balik. Lay menoleh kearah rumah ahjussi yang tadi mereka kunjungi. "…memastikan, dia tahu atau tidak."
"H-hyung…maksudmu apa? Aku tidak mengerti sama seka—"
PRAAAAAAAANG!
Suara pecahan kaca terdengar dari rumah itu. Terdengar juga teriakan ahjussi yang tadi. Suaranya seperti berteriak ketakutan. Menghancurkan apa saja yang ada di dalam rumahnya.
Kai dan Lay tercengang mendengar suara itu, tapi Kai segera menarik Lay. "K-kita harus segera pergi! Sekarang!"
.
.
.
.
.
.
"Ada apa dengan ahjussi itu?" tanya Chen. Kai menggeleng sambil memasang wajah ketakutan. "Dia seperti ketakutan akan sesuatu! Entahlah hyung aku tidak melihat wajahnya tapi aku tahu itu menyeramkan. Kau tahu? Seperti…um…kesurupan?"
"Aku tidak mengerti," kata Kyungsoo. Kai menghela nafas. "Apapun itu, sepertinya kita harus melupakannya."
Baekhyun berpikir keras. "Atau jangan-jangan dia histeris karena dia baru sadar kita ini member EXO?"
Suho memasang wajah datar. "Baekhyun, itu tidak masuk akal!"
"Bisa saja ternyata dia EXOTICS?"
"Tidak mungkin."
Setelah Baekhyun kalah argumen, mereka berhenti di sebuah pagar besar dan tinggi, di dalamnya terlihat taman besar dan juga rumah yang tak kalah besar.
Besar. besar. besar.
Dan gelap.
"Ayo kita masuk sebelum hujan, langit makin gelap." kata Kris. Tao memegang kunci dan sedang susah payah membuka gembok gerbang. Akhirnya beberapa menit kemudian gerbang itu terbuka dan mereka langsung masuk ke pekarangan. Villa ini sepertinya sudah lama tidak terurus, tapi suasana taman itu membuat mereka berada di dunia….
"…Disney princess." gumam Kyungsoo. Xiumin mengenyit. "Kau sebut ini suasana Disney Princess? Oh aku tahu, kepalamu kan tadi terbentur di bus -_-"
Kyungsoo berusaha menjelaskan kalau dia jadi ingat suasana kelam di kastil Beauty and the Beast makanya dia bilang suasananya seperti Disney Princess (Belle dari Beauty and the Beast kan masuk Disney Princess juga) tapi dia malah tidak diwaro(?) alias tidak dipedulikan. Kecewa, dia keluarkan HP-nya sekali lagi.
Dia masih bingung. Tiga hari yang terlewat. Hanya terlewat atau HP mereka yang rusak?
Matanya melirik kearah Baekhyun. Hanya Baekhyun yang percaya karena dia juga mengingatnya. Tapi, kenapa yang lain tidak?
Apa benar ini Cuma gara-gara kepala Kyungsoo dan Baekhyun terbentur?
Tapi seharusnya yang terbentur itu HP-nya, karena HP-nya lah yang menunjukkan tanggal 19, tapi…
"Kyungsoo-ya?"
Suara Chanyeol mengagetkannya. "Y-ya?"
"Ayo masuk, yang lain sudah masuk. Kau mau kehujanan diluar dengan suasana yang kau bilang seperti Disney Princess ini ha?"
"…Tolong jangan bahas lagi Disney princess…"
.
.
.
.
.
Lay tengah mengobati luka Kris di ruang tengah. Villa ini begitu besar—lebih seperti puri.
"Villa ini terlihat antik sekali, memang bagus untuk dipakai untuk MV…" gumam Chen. Dia menyolek-nyolek tembok dan gordennya. "…dan saking antiknya, ini berdebu…"
"Apa hanya aku yang merasa kalau bangunan ini mengingatkanku pada Resident Evil atau The House Of The Dead?" tanya Sehun. Yang lain mengangguk mengamini. "Baik. Jadi ini memang horror." kata Sehun lagi.
Baekhyun menata barang-barang bawaan mereka di satu sudut. Perlahan dia mengeluarkan beberapa ramen cup. "Siapa yang mau ini?"
"AKU!"
Semuanya menjawab bersamaan.
Baekhyun tadinya mau berbaik hati membuatkan mereka cup ramen—tidak masalah kalau membuat satu atau dua cup ramen, tapi ternyata mereka semua mau juga.
"…ah gajadi, males bikin kalau harus menyeduh 12 cup ramen…" gumam Baekhyun. Para penonton kecewa. Tao berdiri dan membawa ramen instan besar. "Aku masak ini saja. Ini bisa dimasak sekali masak dan bisa untuk banyak orang. Kalau begitu aku ke dapur dulu ya. Ayo Kyungsoo-hyung!" ajaknya. Kyungsoo mengangguk dan pergi ke dapur bersama Tao.
Tapi beberapa detik kemudian mereka berdua kembali ke ruang tengah sambil berlari dengan wajah pucat suram dan lifeless.
"Kalian kenapa?" tanya Kai. Tao menggenggam salib dengan sangat erat sambil menangis sementara itu Kyungsoo sudah seakan tidak sadarkan diri. "A-a-a-a-a-da….ada….ada….ADAAAAAAAA…."
"Ada? Ada apa? Ada Wong di Resident Evil?" tanya Chen. Suho menghela nafas. "Yang kau pikirkan hanya nuna cantik seperti Ada Wong, Chen -_-"
Kai mengelus Kyungsoo. "Oke tarik napas. Ceritakan."
"….dapurnyasangatberantakandangelapdanhorrordanada kelelawardansaranglabalabadannodadarahdansuaraaneh dan—"
"Kyungsoo, rap-mu semakin hebat!" puji Chanyeol (kemudian dia kena lempar sepatu oleh Kris).
Akhirnya mereka memeriksa keadaan dapur. Memang horror dan berantakan. Mereka lalu memutuskan untuk memeriksa semua ruangan di villa itu dulu dan setidaknya membereskannya sedikit sebelum dipakai. Setelah beres, barang-barang mereka susun di kamar masing-masing dan akhirnya bisa makan malam dengan agak…tenang.
"Aku akan cuci tangan dulu," kata Tao. Dia lalu pergi ke washtafel dan membuka keran air.
Airnya tidak keluar.
"…Dasar rumah tua…" gumam Tao. Saat dia memutuskan untuk pakai hand sanitizer, tiba-tiba suara air keran itu keluar. Tao segera berbalik dan terdiam.
Matanya membulat.
Tubuhnya terciprat cairan merah yang keluar dari keran itu.
.
.
.
.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Kris dan Luhan yang kaget segera pergi ke washtafel. "Zitao?! Kau kenapa?!"
"…D-darah…darah keluar dari keran!" kata Tao yang jatuh terduduk di lantai. Kris menoleh kearah washtafel.
Hanya ada air biasa yang mengalir dari keran.
"…Tao, mungkin kau kecapekan lalu berhalusina—"
"LALU KAU PIKIR APA DI WAJAH DAN BADANKU INI?!" kata Tao masih histeris. Luhan menghampiri Tao dan melihat noda di badan Tao.
Cipratan darah.
"…Tao…?"
Tao masih terisak karena takut. Kris menghela nafasnya—membantu Tao yang tadi jatuh terduduk dan membantunya ke kamar. "Ayo, kita ganti bajumu."
Luhan masih terdiam disana. Perlahan, dia memeriksa air di washtafel. Itu air biasa.
Tapi… genangan air dan cipratan di bawah washtafel itu…cairan merah yang terlihat seperti darah.
"…darimana ini berasal?"
.
.
.
.
.
Setelah Tao menceritakan tentang hal tadi pada member lain, beberapa member ada yang menangis (sudah pasti Kyungsoo, Sehun dan Baekhyun termasuk tapi ternyata Suho juga ikut-ikut) dan yang lain juga jadi makin bingung.
"Mungkin itu pipa bocor atau rusak, air di dalam keran tertahan sehingga bercampur dengan logam karat keran untuk beberapa tahun—makanya jadi berwarna seperti itu saat air keluar. Kau tahu kan setua apa villa ini?" kata Chen dengan penjelasan ilmiah. Tao protes. "Kalau karat logam, warnanya kekuningan, tapi ini meraaaah!"
"Hei aku juga belajar reaksi fisika dan kimia ya!" kata Chen. Tao tidak mau menjawabnya lagi.
Luhan mengangguk. "Benar kata Tao, itu darah. Tadi aku lihat dan warnanya beda dengan karat besi. Kalau itu air yang bercampur dengan karat, warnanya kuning dan mungkin dalam waktu lama akan mengerak. Tapi ini cair dan baunya juga seperti darah."
Anak-anak penakut di EXO mulai menelan ludah.
Sehun mengernyit. "Lulu, kau tidak takut?"
"Sedikit. Kau?"
"…Aku mau pulang…"
Chen geleng-geleng kepala. "Penakutt. Baiklah, ini sudah malam. Ayo segera tidur. Oke. Aku mau gosok gigi dulu."
Semuanya mengangguk setuju. Mereka kembali ke kamar masing-masing, tak lupa menutup pintu dan menutup gorden.
Kyungsoo sekamar dengan Kai dan Baekyeol. Dia minta agar sekamar dengan Baekhyun—agar dia merasa tenang. Baekhyun setuju dan mereka akhirnya memandangi langit-langit kamar berdua—meninggalkan Kai dan Chanyeol yang sudah tidur seperti beruang hibernasi.
"…Disini sepi…" ujar Baekhyun. Kyungsoo mengangguk. "Ne, hyung. Apa kau setuju kita hanya terbentur, makanya kita berpikiran seperti itu? Soal tanggal yang tiba-tiba jadi 19 April itu?" tanyanya sambil meraba-raba perban di kepalanya. Baekhyun menghela nafas dengan ekspresi bingung. "…Tidak tahu…"
Kyungsoo lalu menarik selimut dan tidur di sebelah Kai. "…Hyung, ayo kita tidur. Masalah ini kita selesaikan besok saja…"
Dan beberapa menit kemudian, Baekhyun menyusul tidur disertai dengkuran yang keras.
Mereka berusaha tidur dengan tenang dan menginginkan mimpi yang indah.
.
.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun berada di suatu ruangan yang bertembok hitam dan berkusen emas. Gorden merah menghiasi jendela dan lilin redup menerangi ruangan gelap nan dingin itu. Mata Baekhyun menangkap sebuah kursi. Kursi berlapis beludru terletak di sudut ruangan. Terlihat sangat empuk. Baekhyun ingin duduk disana.
Tapi, baru saja dia duduk, sebuah rantai terpasang di tangan dan kakinya.
CRAKK
CRAKKK
"A-APA INI?! LEPASKAN! L-LEPAS—"
GREPP!
Sebuah tangan berbalutkan sarung tangan putih membekapnya kuat-kuat dari belakang. Baekhyun tidak bisa menengok ke belakang, hanya bisa meronta-ronta ingin segera dilepaskan dan berdiri dari kursi beludru itu.
Tanpa disadari, kakinya yang menapak lantai terasa basah. Mata Baekhyun melirik kearah bawah. Genangan darah ada di bawah kakinya, menetes dari atas kepalanya.
Saat Baekhyun melihat keatas…
NGIIIIIIIIIINNGGGG
…suara gergaji mesin yang bermandikan darah membuat dia kaget setengah mati.
"HMMMPHH?! HMMMPHH! MMFFFHHH!"
CRAKKK CRAKKK
Baekhyun berusaha lepas dari sana, menjauh dari orang yang membekapnya itu, ingin berlari kuat-kuat, menghindari gergaji mesin itu. Seluruh badannya meronta-ronta, seakan ingin meledak. Bunyi benturan rantai yang mengikatnya membentuk irama yang menyedihkan. Air mata ketakutan menghiasi bingkai matanya.
Perlahan, telunjuk si pembekap itu menunjuk ke sebuah arah—kearah kaca yang ada di depan Baekhyun.
Baekhyun tidak tahu kapan disana ada kaca, tapi ia lumayan bisa melihatnya dengan cahaya redup dari lilin. Baekhyun berharap agar dia bisa melihat wajah si pembekap yang memegang gergaji mesin itu dan bisa kabur, tapi yang ia dapat di kaca itu hanyalah dirinya yang tercabik gergaji mesin, bermandikan darah, tanpa ada tanda-tanda pantulan bayangan si pembekap di kaca tersebut.
Oh, dan satu lagi.
Terdapat satu kalimat di kaca—tulisan merah yang ditulis oleh tinta darah.
.
.
'Aku tidak mau sendirian.
Karena itulah aku mengajakmu.'
.
.
.
Beberapa detik kemudian, Baekhyun bisa merasakan gergaji mesin itu mencabik tubuhnya—persis seperti bayangan didalam kaca yang dia lihat.
.
.
.
.
BRAKKK!
Baekhyun bangun dari tidurnya dengan bermandikan keringat. Nafasnya terengah-engah. Air mata membasahi wajahnya. Matanya terbelalak kaget dan ketakutan. Seluruh tubuhnya bergetar. Bajunya tidak karuan dan dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Mimpi itu sangat buruk.
Baekhyun bisa merasakan punggungnya terkena gergaji mesin—suaranya pun masih terngiang di kepalanya, namun rasanya sudah tidak sakit lagi.
Syukurlah ini hanya mimpi.
Baekhyun melirik ke samping kanan—disana Chanyeol tengah tertidur dengan damai meskipun tangan kanan dan kaki kanannya sudah hampir menyentuh lantai.
Di sebelah kiri, Kai masih tertidur dengan pulas di lantai.
Dan Kyungsoo sudah duduk memeluk lututnya sendiri diatas kasur, menangis. Sekujur tubuhnya bergetar hebat. Keringat dingin sangat jelas terlihat.
"…K-K-Kyung…Soo?" tanya Baekhyun. Kyungsoo mengangkat kepalanya. Dia benar-benar menangis. Matanya kosong dan terlihat sangat ketakutan.
"O-Omo! Kyungsoo…kau kenapa?!" tanya Baekhyun lagi dengan nada yang bergetar sambil menghampiri kasur sebelahnya. Kyungsoo kembali menunduk. "…M-mimpi…bu…ruk… s-sese…orang… d-dia…dia mengayunkan….kapak…padaku…."
DEGG
Baekhyun teringat mimpinya sendiri.
Tapi agak berbeda karena yang dia dapat adalah gergaji mesin.
Baekhyun mau membangunkan Chanyeol dan Kai, tapi dia kaget saat melihat tangan Kyungsoo berlumuran darah.
"…Tanganmu…kenapa?"
Kyungsoo masih terisak. "…H-hiks…d-…dia… kapak itu…menggores…tangan…ku…"
Baekhyun terdiam.
Apa?
Itu hanya mimpi kan?
Tapi… luka itu…
"K-Kyungsoo….tahan sebentar ne, aku akan membangunkan Chanyeol dan Kai dulu. Seka lukamu pakai kain selimut!" kata Baekhyun mencoba sigap, mengendalikan tubuhnya yang masih bergetar ketakutan.
Baru saja Baekhyun akan membangunkan Chanyeol, ada seseorang yang membuka pintu kamar dengan keras.
BRAKKK!
"KALIAN! CEPAT BANGUN DAN BERKUMPUL DI RUANG TENGAH!" teriak Suho dengan wajah panik dan ketakutan. Tangannya bergetar hebat.
Kai yang terbangun karena suara teriakan Suho menjawab dengan malas. "HOAAAHMH…. Hyung, kenapa ribut…ini bahkan belum jam dua pagi, biarkan aku ti—"
"CK, SIAL! CEPATLAH, SEMUANYA BERKUMPUL! TIDAK ADA YANG BOLEH TIDUR SEKARANG! AKU SERIUS! CEPATLAH KE RUANG TENGAH! SEKARANG!!"
Nada bicara Suho sudah benar-benar serius dan marah.
Suaranya bergetar dan parau.
Kai menelan ludah. Leader-nya benar-benar serius sekarang.
.
.
.
.
.
.
Tubuh Tao terbaring di sofa ruang tengah.
Kris yang biasanya tegar dan selalu berhati dingin, sekarang menangis dalam diam sambil menggenggam tangan Tao erat-erat, tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Mata Tao tertutup, bibirnya memucat, pakaian dan tubuhnya penuh dengan darah. Tak jauh dari sana, sebuah belati yang berlumuran darah tergeletak di karpet.
Beberapa menit lalu, belati itu tertancap di tubuh Tao.
"…Tidak mungkin…" gumam Baekhyun yang baru datang dari kamar bersama Kyungsoo, Kai, dan Chanyeol.
Suasana ruang tengah sulit dijelaskan. Ruang tengah yang tadi malam mereka pakai untuk makan malam bersama—sekarang dipenuhi suasana kesedihan. Semuanya menangis. Bahkan beberapa menangis tidak bersuara karena saking tidak percaya. Isakan demi isakan terdengar bersamaan dengan suara detak jarum jam yang berbunyi di ruangan berinterior gelap itu.
Baekhyun menghampiri Tao, mencoba untuk membangunkan tubuh itu. Tapi tangan Lay mencengkramnya dan menjauhkannya dari tubuh Tao.
"Y-Yixing hyung…lepaskan aku! Aku akan membangunkan Tao , lalu mengobati luka-"
"Tidak perlu, Byun Baekhyun."
Mata kecil Baekhyun menatap wajah Lay dengan tatapan tidak percaya. Mata Lay sudah merah sembab karena menangis.
Tidak.
Baekhyun tidak mau percaya.
"…Kenapa, Yixing-hyung?" tanyanya lagi.
Lay perlahan melepaskan cengkramannya dari tangan Baekhyun.
Suara parau keluar dari Lay.
"…Huang Zitao sudah…..
.
.
.
.
.
.
mati."
.
.
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
Hai minna-san!
This is the second chapter, akhirnya bisa apdet. Seperti biasa, saya selalu lelet apdet. Maaf ya. –selalu minta maaf mulu deh ya? rumasa banyak dosa-
Reaksi saya waktu tahu ternyata banyak yang baca… seneng banget, Alhamdulillah! Makasih ya semuanya! terharu-hiks-, tapi kayaknya ada beberapa yang gak bisa dikabulin nih request-nya… misalnya : jangan ada member EXO yang mati
tapi…tapi… -tunjuk atas- Tao udah … -ihik- -kabur- -soriii-
Tenang aja. Official couple kok, hehe. Gak selalu ada crack couple-nya kok.
Dan ampe ada yang terpengaruh telenovela, dan punya selera music yang sama. YEEEEY SENEEENGNYAAAA~ -hughug- . eh tapi Antonio bukan tipe gue, gue kawinnya ama JOHAN aja (JOdoH ditAngan TuhaN) =p
Oh iya ini emang FF horror tapi ada humornya dikit, entah kenapa secara alami tau-tau ngetik itu(?) tapi sori kalo garing yaa hehe. Dan maaf kalo horrornya kurang soalnya saya tipe yang mau diajak nonton pelem horror tapi sambil tutup mata pake bantal jadi rada2 kagak tau horror2 an-plakk-.
Dan misteri 16 April hingga 19 April itu akan terungkap…di akhir cerita –tebar wink-
Makasih ya udah banyak yang suka dan ngantisipasi FF ini, umm…semoga kalian ga kecewa sama terusan FF nya ya.
Thanks to :
mitatitu, baekyeolssi, HyunieKyungie, chyshinji0204, Jaylyn Rui, Blacknancho, bebe fujo, baconeggyeol, Byun Soo Ra, BabySulayDo, Brigitta Bukan Brigittiw, Ochaaa, Riyoung Kim, jettaome, Chakaiaru, Mei, ohxifa, kaisoo fujoshi SNH , Kembarannyakai, Anonymous, Fly21, AYUnhomin, zie, Jung Jisun, sparks-aquatics, putriii, ChrisAidenicKey, Kim Hyunshi,KhsHae, romanticpanda, Gita Safira, Haehyukyumin, Lian Park, Adrianna Darling, Park Ri Yeon, Melodysm, hensemkris, Kopi Luwak, kimtam, Mimi D'fujoshi, Amusuk, Xylia Park, , nissaa, ttalgibit, helloimanyi, ChanLoveBaek, prince11princess, yeoxoree, Anasthasya Baby Pooh, Reina, ZeLus, KeepBeef Chicken Chubu, BEBEKNYA CHEN, and ALL OF MY READERS! Gomen kalo ada yang gak ksebut… terimakasih banyak yang udah baca FF saya (ataupun Cuma gak sengaja mencet link wwkkwkw). Saya tau, gak semua yang baca FF pasti ngereview, jadi makasih banyak ya for all of you guys. Saranghamnidaaaa!
Anticipate please!
.
.
P.S : SELAMAT TAHUN EYANG SUHO –gabrukk- CIEE MAKIN TUA CIEEEE –tabok berjamaah-
P.S.S : bentar lagi UAS dan UKK (sama aja kali), jadi maap ya kalo lelet banget apdet… this is the final test. menentukan naik kelas atau tidaknya saya –tarik napas- GOGOGOGO. SEMANGAT JUGA BUAT SEMUANYAAA! HAATEU -heartheart-
