Disclaimer : Naruto selalu milik Mas. Kishimoto,,,,,
Can't Stop to Want You
Pairing : KakaSaku
Rate : M
Warning : Gaje,Aneh,lemon,bahasa dan penulisan acak adul Typo bertebaran,dll (semua kekurangan ada disini)
Don't Like Don't Read
Happy Reading,,,,, ~_^
Chapter 2
Tuk. . .Tuk. . .Tuk. . .
Suara sepatu yang bertemu dengan lantai kayu menggema di lorong menuju ruang kerja hokage. Seorang gadis cantik berkepala pink yang hendak menemui pemimpin desa sekaligus shisou -nya yang sangat dia hormati berjalan sendiri memecah kesunyian di gedung hokage tersebut. Langkahnya berhenti di depan pintu kayu yang kokoh. Perlahan Sakura membuka pintu ruang hokage itu.
Kriett. .
Seorang perempuan besurai coklat yang tampak cantik dan masih segar duduk di meja kerjanya. Tangan kirinya menyangga dagunya dengan malas, satu persatu dia memeriksa bertumpuk - tumpuk kertas dengan sesekali menyetempelnya. Suara pintu yang terbuka membuat wanita itu mengalihkan pandangannya menuju sumber suara.
"oh Sakura, masuklah. ." wanita itu terlihat menegakkan duduknya.
Sakura menutup pintu yang berada di belakang dirinya kemudian melangkah menghampiri perempuan bersurai coklat itu yang merupakan godaime hokage sekaligus shisou -nya, Tsunade senju.
"Tsunade -sama memanggil saya"
"Iya Sakura. . .ada misi yang harus kau selesaikan" Tsunade menuangkan sake ke dalam sebuah gelas kemudian meneguknya.
"Pergilah ke Kiri untuk mengantarkan beberapa obat-obatan kesana dan jika perlu bantulah merawat orang-orang disana"
Sakura sedikit mengernyitkan alisnya heran.
"Sebenarnya apa yang terjadi di Kiri ?"
Tsunade kembali meneguk sakenya, menghabiskan semua cairan yang ada di dalam gelasnya.
"Ada wabah penyakit disana. . .mereka sampai kekurangan obat karena banyaknya yang terjangkit, berangkatlah siang ini juga"
"Hai Tsunade -sama"
Sakura berbalik hendak melangkah meninggalkan ruang kerja hokage tersebut. Namun, baru beberapa langkah Sakura berjalan langkahnya terhenti mendengar namanya disuarakan oleh perempuan bermata madu itu.
"Sakura. . ." Sakura menolehkan kepalanya.
"Apa kau tau, sebenarnya ada apa dengan Kakashi. . "
Deg. .
Jantung Sakura seakan berhenti mendengar nama itu. Nama dari seseorang yang hampir dua minggu ini membuat otaknya harus befikir ekstra untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal tentang jounin silver itu. Mengenai kejadian malam itu. Kenapa sensei melakukan itu padanya? Apa mungkin ada sesuatu yang tak beres dengannya ?Sejak kejadian beberapa waktu lalu di kamarnya Sakura tidak pernah bertemu dengan sensei -nya. Bahkan dia mulai merasa merindukan sosok sensei -nya itu.
"Sakura. ." Tsunade sedikit mengerutkan alisnya melihat ekspresi yang ditunjukan Sakura ketika mendengar pertanyaannya.
"Me-memangnya apa yang terjadi dengan Kakashi -sensei, shisou" Sakura berusaha menyembunyikan getaran dalam suaranya.
"Entahlah. .akhir-akhir ini dia selalu mengambil misi tanpa henti. Dia seperti sedang memiliki masalah yang berat, dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah dia tidak pernah datang ke rumah sakit untuk mengobati luka-lukanya setelah pulang misi"
Sakura terkejut mendengar penuturan shisou -nya itu.
Kekhawatiran mulai timbul di dalam hatinya.
"Gomen shisou, saya akan bersiap-siap untuk pergi ke Kiri. .Arigatou" Sakura sedikit membungkukkan tubuhnya kemudian bergegas pergi mengabaikan penjelasan dari Tsunade.
"Ah. . .sepertinya ada sesuatu diantara kalian" Tsunade bergumam dalam hati melihat tingkah Sakura yang terlihat aneh barusan
.
.
.
Wushhh. . .
Sakura berlari melompat dari dahan pohon satu ke pohon lainnya. Tatapannya fokus lurus ke depan. Namun, tidak dengan fikirannya yang melayang jauh. Dia teringat kembali perkataan shisou -nya mengenai menjadi sangat gelisah akan itu. Dia berfikir apakah semua yang Kakashi lakukan sekarang ada hubungannya dengan kejadian kemarin malam? Apa Kakashi merasa sakit hati karena Sakura menolaknya? Bagus, semua pertanyaan tadi menambah banyak daftar pertanyaan yang mulai membuat kepalanya berdenyut. Dan jika semua pertanyaan tersebut berakhir dengan jawaban 'iya' maka Sakura adalah tersangka utama dalam kasus ini.
Duak. .
Sakura yang kehilangan konsentrasi larinya akhirnya berakhir dengan jatuh terduduk di dahan pohon karena menabrak dahan pohon didepannya yang luput oleh pandangannya.
"baka. .baka. .baka" Sakura mengumpat dirinya sendiri akan kecerobohannya itu.
Sakura sedikit meringis sakit mendapati jidat lebarnya itu memerah akibat hantaman dahan pohon didepannya. Dia memutuskan untuk melanjutkan perjalannya mengabaikan insiden kecil memalukan tadi. Perjalanan menuju Kirigakure sejauh ini berjalan dengan lancar dan sekarang Sakura hampir sampai tujuan. Dia mempercepat langkahnya melompati dahan-dahan pohon di hutan yang ia lewati.
Tanpa Sakura sadari ada sosok yang mengintainya dari belakang, mata onyx -nya terlihat tajam memperhatikan Sakura dengan sebuah seringaian menghiasi bibirnya.
Wush. . Trang
Tiba-tiba terlihat dua buah kunai yang dilemparkan ke arah Sakura. Sakura dengan sigap menangkis kunai-kunai tersebut dengan kunai ditangannya. Sakura bersembunyi diatas sebuah pohon, bersandar pada dahan pohon itu. Dia meringis sakit melihat lengan kanannya yang tergores kunai.
Tak. .Tak. . .
Sakura sedikit melompat menghindari kunai yang di lemparkan ke arahnya lagi, sehingga kunai itu hanya mengenai dahan pohon tempatnya berpijak.
"Kunai peledak"
Duarrr. ..
Sakura melompat dari dahan pohon itu untuk menghindari ledakan dari kunai peledak, dia mendarat dengan posisi berjongkok di tanah. Matanya beredar ke sekeliling mencari sumber dari serangan-serangan tersebut.
Tap. .Tap. . Tap. .
Terlihat tiga orang shinobi melompat dari dahan pohon menghampiri tempat Sakura berada..
"Lambang itu, jadi kau si pembawa obat dari Konoha. . ." Seseorang bertubuh tinggi dengan luka di pipi kirinya yang sepertinya sang ketua kelompok mulai angkat bicara.
"Hanya seorang kunoichi kecil, sepertinya akan menjadi mudah bagi kita" Sambung seseorang yang terlihat gempal
"Siapa kalian. . .kenapa kalian menghalangi jalanku" ucap Sakura datar. Kedua kakinya telah membentuk kuda-kuda siap untuk bertarung.
"Kau tidak perlu tahu siapa kami,sekarang cepat kau serahkan semua obat yang kau bawa itu di ranselmu jika kau masih ingin hidup" ancam salah satu dari ketiga shinobi itu yang terlihat kurus kering.
"Kenapa kalian menginginkan obat ini hah. ." tantang Sakura.
"Dasar cerewet, biar kuhabisi saja dia" Shinobi gempal tadi terlihat sudah tidak sabar dan bersiap untuk menyerang Sakura tapi ketua dari kelompok itu menghentikannya "Tunggu sebentar"
"Baiklah nona cantik sebagai hadiahmu sebelum mati aku akan mengatakannya padamu" ucap sang ketua sambil menarik pedang yang ada di pinggangnya.
" Sebenarnya kamilah yang menyebarkan wabah penyakit di Kirigakure itu ha ha ha. . ." tawa laknak laki-laki itu membahana di hutan.
"Dasar bajingan. . ." Sakura menggeram seraya mengeratkan sarung tangannya.
Dia mengepalkan tangannya, mengumpulkan chakra di tangan kanannya. Sekejap Sakura melompat untuk rmenyerang ketiga laki-laki itu
"Hyaaa . . Shannarooo. . ."
Duarrrr. .
Sakura menghantamkan tinjunya untuk menghantam salah satu dari mereka. Namun, serangan Sakura berhasil di hindari mereka. Serangan dari Sakura menyebabkan kerusakan pada tanah di sekitar. Bongkahan-bongkahan tanah terlihat di mana-mana.
Dari belakang, si gempal mencoba menyabetkan pedangnya pada punggung Sakura. Dengan sigap Sakura menahan dengan kunai ditangannya. kemudian dia melompat beberapa
meter kebelakang sambil melemparkan kunai kepada si gempal.
Beberapa meter dari tempat Sakura terlihat si kurus sedang membuat segel tangan mempersiapkan serangan.
Brak. .Brak. .
Tiba-tiba tanah yang menjadi pijakan Sakura mencuat ke atas membentuk gunungan-gunungan runcing berusaha menusuk Sakura. Sakura melompat untuk menghindari serangan yang terus berlanjut itu.
Tak. .Tak. .Blarr.
Sakura melemparkan beberapa kunai yang telah dirakit dengan kertas peledak kepada si kurus yang menyerangnya untuk mengalihkan perhatiannya.
Si kurus terlihat menghindari ledakan kunai peledak itu dengan melompat beberapa meter ke belakang.
Tanpa si kurus sadari dibalik asap akibat ledakan itu Sakura telah bersiap menyerangnya dengan tinju super miliknya.
"Hyaaaa. ."
"A-apa. ." Si kurus panik.
Buagh. . Jduar. .
Pukulan Sakura megenai lawannya dengan telak. Tubuh si kurus tergeletak lemas di atas tanah yang hancur berantakan akibat efek dari pukulan Sakura.
Sakura berdiri mengatur nafasnya yang terengah. Perlahan dia merasakan kepalanya sangat berat,pandangannya pun kabur.
Dia jatuh berlutut dengan bertumpu pada lutut kanannya.
"Jadi racunnya sudah mulai bereaksi ya" Ucap salah satu dari kedua musuh yang tersisa terdengar meremehkan.
Sakura mengalihkan padangannya kepada luka gores yang ada di tangan kanannya. Jadi, kunai itu beracun. Dengan kondisinya yang lemah, Sakura berfikir jika dirinya pasti tidak akan menang melawan mereka berdua.
Perlahan Sakura memasukan tangannya meraih sesuatu di kantong senjatanya.
Kemudian dia melemparnya ke arah dua arena pertarungan tertutup asap dari bom asap yang di lempar Sakura. Sakura bergegas berlari melompati dahan-dahan pohon mencari
tempat bersembunyi untuk mengobati dirinya yang terkena racun.
"Ugh. . hosh. .hah. .hah" Sakura mendarat di salah satu dahan pohon yang agak besar. Tangannya merogooh kantong senjatanya untuk mengambil penawar racun.
"Sial seluruh tubuhku mati rasa" batin Sakura.
Sakura berusaha menusukan penawar racun ke lengan kanannya. Namun, belum sempat dia melakukannya, tubuhnya limbung, kesadarannya mulai hilang. Dia terjatuh tersungkur diatas tanah.
Di sebuah dahan pohon terlihat seorang laki-laki melompat dari pijakannya, mendekati tubuh Sakura yang setengah sadar meringkuk di tanah. Mata onyk -nya memandang Sakura tanpa ekspresi. Perlahan dia mengambil penawar racun yang tadi terlepas dari genggaman Sakura kemudian menusukannya pada lengan Sakura.
Sakura yang dalam keadaan setengah sadar berusaha mengenali laki-laki yang ada didepannya itu.
"K-ka. ." Pandangan Sakura memudar. Dia kehilangan kesadarannya.
Sementara itu kedua musuh Sakura berusaha mengejar Sakura. Namun, Kemunculan seseorang didepan mereka membuat langkah mereka terhenti.
"Siapa kau. .menyingkirlah"
Orang itu hanya menyeringai sinis. Dalam sekejap Kedua musuh Sakura telah tergeletak lemas tak bernyawa dengan luka sabetan pedang di sekujur tubuh mereka.
.
Sakura mengerjapkan kedua matanya berusaha memulihkan pandangannya yang mengabur. Tubuhnya yang kaku sudah mulai pulih kembali. Dia mengendap-ngendap mencari musuhnya. Dia juga mencari orang yang telah menolongnya barusan. Wajah yang sangat di kenalinya, tapi Sakura masih ragu karena dia melihatnya dengan kesadaran yang hampir hilang.
Sakura melompat dari dahan pohon yang satu ke pohon yang lain. Dia berlari untuk kembali ke arena pertarungannya, berniat menyelesaikan pertarungannya. Baru beberapa meter sakura berlari, langkah sakura terhenti. Dia kaget melihat pemandangan yang sedang ia dapati di depannya. Musuhnya telah tergeletak tak bernyawa dengan luka sayatan ditubuhnya.
"Siapa yang melakukan ini? Mungkinkah laki-laki itu" Semua terasa aneh bagi Sakura. Membuat dirinya harus melanjutkan perjalanan misi-nya dengan teka-teki yang belum terjawab memenuhi kepalanya.
.
.
.
.
"hmm jadi wabah itu bukan musibah alami" Tsunade masih menautkan kedua tangannya didepan wajahnya yang serius.
"Hai Tsunade -sama,semua itu adalah kekacauan yang ditimbulkan nukenin desa itu sendiri."
Sakura memandang lurus kedepan dengan penuh perhatian menatap wajah pemimpim desanya itu. Membiarkan hangat mentari yang datang dari jendela di balik punggung shisou -nya itu menerpa wajahnya
"Baiklah Sakura, kau boleh keluar sekarang"
"Arigatou Tsunade -sama" Sakura membungkukan badannya perlahan kemudian berbalik meninggalkan ruangan hokage itu.
Sakura berjalan santai di tengah desa menikmati pemandangan konoha yang telah seminggu ia tinggalkan. Wajah ayunya tidak hentinya tersenyum ramah saat berpapasan dengan rekan-rekan ninjanya. Meski begitu di dalam hatinya Sakura sedikit berfikir mengenai misinya kali ini. Terlebih lagi tentang lak-laki yang menolongnya kemarin. Wajah yang sangat Sakura hafal. Namun Sakura juga tidak yakin dengan apa yang dilihatnya mengingat kondisinya yang hampir kehilangan kesadarannya. Sepanjang perjalannan menuju flat -nya Sakura terus berkutat dengan pikirannya itu, hingga membuatnya tidak sadar jika kini dia telah berada di depan flat -nya.
Sakura memasuki flat -nya, dia melepaskan sepatu ninja -nya kemudian bergegas masuk ke kamarnya. Dia duduk di atas ranjangnnya, merebahkan tubuh lelahnya kemudian memejamkan emerald -nya. Namun, beberapa detik kemudian matanya kembali terbuka lebar. Beban fikiran yang semakin menekan membuat sakura sulit untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia berguling kesamping dengan malas, matanya tidak sengaja menangkap foto tim tujuh yang bertengger di meja bacanya. Wajahnya merona saat memperhatikan sosok berambut perak yang tersenyum dalam foto itu. Seseorang yang perlahan menyusup kedalam otak nya. Membuat dirinya tidak bisa berhenti memikirkannya.
"Kakashi -sensei"
Sakura kembali berusaha memejamkan mata lelahnya kembali mencoba terlelap. Namun, perkataan Tsunade beberapa waktu lalu mengenai kakashi mulai terngiang dalam kepalanya. Bagaimanapun Sakura mencoba untuk tidak memperdulikannya namun tetap saja ada bagian dalam dirinya yang menggeliat tidak tenang.
Sakura terduduk di tepi ranjangnya. Dia ingat benar apa yang Tsunade katakan waktu itu. Mungkin memang dia harus memastikan sendiri kondisi sensei -nya itu.
Dia berfikir untuk mengunjungi Kakashi di apartemennya. Hmm mungkin dengan membawa sedikit makanan. Ya walaupun Sakura tidak pandai soal masak-memasak tapi dia juga tidak terlalu buruk.
Sakura berjalan menuju dapur kecilnya, membuka kulkas memeriksa beberapa bahan makanan yang ada di dalamnya. Entah apa yang harus di buat sakura untuk sensei -nya itu. Sakura bahkan tidak tau apa makanan favorit Kakashi. Selama ini dia hanya tau jika Kakashi tidak menyukai makanan yang manis. Lagi pula jika Sakura mengetahui apa makanan favorit Kakashi, dia juga tidak yakin jika dirinya bisa membuat masakan itu.
Setelah lama berkutat di dapur kecilnya akhirnya Sakura hanya membuat beberapa onigiri, telur gulung dan juga Tempura udang. Ya, hanya menu makanan biasa tidak ada yang istimewa. Sakura memasukan makanan hasil masakannya ke dalam kotak bento yang sudah ia siapkan. Kemudian dia membungkus kotak bento -nya dengan kain berwarna biru tua, tidak lupa dia memasukan sumpit kedalamnya.
Sakura memandang hasil jerih payahnya itu dengan senyum mengembang di wajahnya. Melupakan rasa lelah yang menderanya setelah menyelesaikan misi selama seminggu lamanya.
Sakura beranjak untuk membersihkan dirinya sebelum berkunjung ke rumah Kakashi. Tidak mungkin dia mengunjungi rumah Kakashi dengan wajah kusut dan bau dapur di tubuhnya.
.
.
Tok. .Tok. .Tok. .
Sakura mengetuk pintu apartemen Kakashi berkali-kali. Namun, tidak ada sahutan dari sang empu rumah. Sakura berpikir mungkin Kakashi sedang tidur jadi dia mencoba mengetuk pintu itu kembali.
"Hah tidak dikunci"
Sakura sedikit kaget mendapati pintu apartemen Kakashi yang ternyata tidak di kuncinya. Perlahan dia melangkahkan Kakinya ke dalam apartemen Kakashi.
"Kakashi- sensei. .apa kau di dalam?" Sakura mencoba memanggil sensei-nya itu. Tapi tetap saja tidak ada yang menyahut suara nya itu, hanya pantulan suaranya sendiri yang menggema di dalam apartemen itu.
Sakura menghela nafas.
"Sepertinya dia sedang keluar, mungkin aku akan menunggunya sebentar"
Sakura berfikir jika sensei -nya itu tidak mengunci pintu mungkin dia hanya pergi keluar sebentar. Jadi, dia memutuskan untuk menunggu Kakashi. Sakura meletakan makanan yang dibawanya di atas meja yang ada di ruang tamu sensei -nya itu. Dia terduduk di sofa hitam ruang tamu Kakashi yang memunggungi pintu masuk. Sakura menyandarkan punggung dan kepalanya pada sandaran sofa yang nyaman itu. Akibat lelah yang menderanya, perlahan mata sakura terpejam. Sakura terlelap di dalam tidurnya. Memang sakura belum sempat beristirahat sejak kepulangannya.
.
.
.
Kriett. .
Kakashi sedikit mengerutkan alisnya mendapati pintu apartemennya yang tidak terkunci. Kakashi baru sadar jika dirinya tidak mengunci pintu apartemennya saat pergi misi. Kecerobohan yang jarang terjadi pada seorang Hatake. Mungkin sebagai efek fikirannya yang selalu gelisah akhir-akhir ini.
Kakashi melangkahkan kakinya ke dalam apartemennya. Dia melepas seluruh pakaian atasannya sekaligus masker yang selalu setia menempel di wajahnya. Membiarkan dada bidangnya tak ditutupi sehelai benangpun. Kakashi melemparkan rompi jounin -nya asal ke arah sofa tempat Sakura terlelap tepat menutupi wajah kunoichi berambut pink itu.
Kakashi berjalan ke arah dapur apartemennya. Dia membuka kulkas mengambil botol air mineral dan meneguknya untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Kakashi berdiri bersandar pada counter yang ada didapurnya. Matanya memandang keluar jendela, memperhatikan langit sore yang terlihat mendung. Mencoba untuk menenangkan fikirannya yang sedang kalut.
Haruno Sakura.
Gadis musim semi yang merupakan mantan muridnya sewaktu genin. Dia yang sekarang telah tumbuh menjadi wanita yang sangat mempesona. Yang perlahan tapi pasti menyusup mengisi kekosongan hatinya.
Kakashi tidak bisa mengabaikan pesona yang terpancar dari gadis itu. Membuatnya kembali terperangankap kedalam lingkaran yang bernama 'cinta'. Dalam hidupnya Kakashi hanya pernah dua kali jatuh cinta.
Hanare, seorang kunoichi dari desa kunci adalah cinta pertamanya. Dan sekarang Sakura, seorang kunoichi medis yang menawan.
Entah sejak kapan Kakashi mulai menyukainya. Dia selalu memperhatikan perkembangan Sakura. Melihat dirinya bertransformasi menjadi kunoichi hebat kebanggaan Konoha. Hingga semakin lama dia mulai merasakan gejolak dalam dirinya. Keinginan untuk melindungi Sakura sebagai seorang sensei perlahan menjelma menjadi perasaan ingin memiliki Sakura.
Namun, lebih dari itu semua. Kakashi mengerti dan sangat faham, jika mencintai mantan muridnya sendiri yang mempunyai usia lima belas tahun lebih muda darinya adalah hal yang tabu. Terlebih dia sangat mengerti jika tidak ada satu orangpun yang ada di hati Sakura selain Sasuke.
Kakashi tahu, Sakura memang menyayanginya tapi tidak lebih dari seorang sensei.
Dan Kakashi...dia telah berusaha untuk menhapus semua perasaanya untuk Sakura. Dia menyibukan dirinya dengan misi-misi yang dijalankannya tiada henti. Hanya untuk mengalihkan pikirannya dari sang gadis bermarga Haruno itu. Namun, semakin Kakashi berusaha menjauhkan dirinya dari Sakura. Bukan ketentraman hati yang datang seperti yang ia harapkan. Tapi, hanya rasa sakit didadanya yang semakin menyesakkan dada.
Kakashi menghela nafas berat.
"Mmmhh"
Kakashi sedikit tersentak mendengar suara desahan yang berasal dari belakangnya. Membuat dirinya tersadar dari lamunannya. Alisnya terangkat heran. Perlahan kakashi mendekati sumber suara itu, menuntunya menuju sofa empuk yang ada di ruang tamunya.
Betapa terkejutnya dia mendapati sesosok manusia yang sedang meringkuk nyaman di sofanya dengan wajah yang tertutup rompi jounin -nya. Kakashi menatap penuh selidik tubuh yang ada di depannya seolah mengatakan 'Siapa dia'. Perlahan Kakashi mendekati tamu tak diundang yang ada di sofanya. Dia meraih rompi jounin yang menutupi wajahnya dengan hati-hati.
Kakashi membulatkan kedua matanya terkejut mendapati pemandangan yang ada di depannya.
"Sa-sakura"
Gadis cantik yang baru saja di pikirkannya sekarang sedang meringkuk dengan suara nafasnya yang tertidur dengan pulasnya. Wajah cantiknya terlihat sangat damai. Helaian-helaian pink-nya tergerai dengan bebasnya di atas sofa. Bibirnya yang ranum sedikit terbuka. 'Benar-benar imut' fikir Kakashi
Glek. .
Susah payah Kakashi mencoba menelan ludahnya sendiri. Pikirannya melayang entah kemana. Jika boleh bertaruh, pasti ini adalah efek dari 'Icha Icha Paradise ' yang di bacanya.
"Ah dingin"
Suara sakura dalam tidurnya membangunkan kakashi dari lamunannya. Dia memperhatiakan sakura yang terlihat memeluk tubuhnya sendiri. Kakashi merasa tidak tega melihat kondisi gadis yang telah menyita sebagian perhatiannya itu. Perlahan Kakashi mendekati Sakura, dia merengkuh sakura kedalam gendongannya.
Sakura menggeliat nyaman saat merasakan sesuatu yang hangat yang tidak lain merupakan tubuh Kakashi merengkuh dirinya. Tubuh Kakashi menegang saat merasakan pipi mulus Sakura menyentuh kulit dadanya. Seakan ada aliran listrik yang mengalir dalam darahnya. Menimbulkan sensasi luar
biasa bagi Kakashi. Dia tidak pernah menyangka jika hanya karena sebuah sentuhan kecil bisa membuatnya hampir kehilangan akal sehatnya.
Kakashi merebahkan sakura di atas kasurnya. Dia menarik selimut berwarna biru gelap dengan motif shuriken untuk menutupi tubuh Sakura hingga sampai lehernya.
Kakashi masih berdiri di samping tempat tidurnya. Masih memandangi wajah malaikat sakura yang benar-benar membuat hatinya bergejolak. Ingin sekali rasanya menyentuh pipi merona yang manis itu. Dan bibir merah itu, maniskah rasanya? Ahh kau mulai lagi Kakashi...
Kakashi mengacak rambut peraknya sendiri. Mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran yang semakin ngawur dari dalam kepalanya.
Kakashi mundur beberapa. langkah dari tempatnya semula. Dia terlihat sangat frustasi.
"Sakura. .kau benar-benar menyiksaku, betapa sulitnya mengendalikan hasratku untuk tidak menyentuh dirimu yang mempesona itu."
Kakashi berucap dengan suara serak mencoba menahan hasratnya yang menggebu.
Perlahan kakashi meninggalkan Sakura yang sedang terlelap menuju ruang tamunya. Dia berniat untuk tidur sebentar di sofa sebelum berangkat menyelesaikan misi kembali. Tapi, sebuah bungkusan yang tertata rapi di meja, sedikit menyita perhatian Kakashi. Kakashi membuka bungkusan tersebut yang dia yakini milik sakura itu
.
"Obento. .?"
Kakashi tersenyum mendapati makanan yang tertata rapi di dalam kotak bento itu.
"Itadakimasu. ."
Kebetulan kakashi memang belum makan sejak pagi tadi. Jadi, tanpa pikir panjang kakashi langsung menyantap makanan itu dan menghabiskannya tanpa sisa.
.
.
.
..
"Mmmh. ." Sakura sedikit bergumam dalam tidurnya.
Dia menggulingkan tubuhnya ke samping kiri dan kanan tak beraturan. Matanya masih tertutup rapat.
'Seperti wangi Kakashi -sensei, nyaman sekali' pikir sakura dalam batinnya
'hmmm Kakashi -sensei' sakura sedikit mengerutkan alisnya masih dengan mata yang tertutup.
Sakura terdiam sejenak mencoba mengumpulkan memorynya kembali.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
"Kyaaaaa. . ." Sakura melompat dari tempat tidur Kakashi
"ASTAGA ASTAGA ASTAGA. .. ."
Sakura shock melihat dirinya terbangun di atas tempat tidur sensei -nya. Terakhir kali yang dia ingat itu dia tertidur di atas sofa Kakashi bukan di atas tempat tidur Kakashi. Terus kenapa sekarang dia terbangun di ranjang sensei -nya.
' Apa sensei yang memindahkanku ? '
Wajah Sakura terasa memanas membayangkan dirinya yang dibopong Kakashi sampai ke kamarnya.
Sakura bergegas keluar dari kamar sensei-nya itu. Dia menelusuri semua sudut ruangan yang ada diapartemen itu untuk mencari sosok Kakashi. Tapi semuanya nihil, Kakashi tidak ada disini.
Sakura melirik sebuah jam yang menggantung di dinding apartemen Kakashi. Sudah hampir tengah malam ternyata.
Dengan wajah kusut sakura berjalan hendak keluar dari apartemen Kakashi. Niatnya yang ingin menemui Kakashi hancur karena ulahnya sendiri. Langkahnya terhenti melihat sebuah kertas yang terlipat rapi tergeletak di atas bungkusan yang dibawanya tadi siang.
Sakura membuka lipatan kertas itu, menelusuri setiap kata yang tertulis rapi di dalamnya.
Sakura, tidurmu sangat pulas
aku tidak tega untuk membangunkanmu
Maaf aku ada misi penting
Terimakasih untuk makanannya
Itu enak. .
Kakashi
Sakura tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang sedang dirasakannya itu. Senyumnya mengembang. Wajahnya di penuhi semburat-semburat merah.
.
Malam semakin larut, sakura bergegas meninggalkan apartemen Kakashi untuk kembali ke flat -nya. Dia berjalan sendiri melintasi jalan-jalan di desa yang sudah cukup lengang. Beberapa kali sakura menoleh ke belakang memeriksa sesuatu yang serasa mengikutinya. Namun, sakura tidak menemukan apa-apa di belakangnya. Sampai sebuah suara yang dingin terdengar dari balik punggungnya
"Sakura, ikutlah denganku."
Sakura reflek memutar tubuhnya menghadap orang yang memanggil namanya. Awan mendung yang berarak menampilkan cahaya bulan yang perlahan memperjelas sosok yang ada didepannya itu. Sakura terhenyak mendapati sosok yang ada didepannya. Wajahnya menyiratkan keterkejutan. Tubuhnya serasa mati rasa, lidahnya pun kelu.
"K-kau. . "
Sosok itu hanya menyeringai di bawah cahaya bulan yang memayungi mereka berdua.
.
.
To be Continued. . .
A/N: :
Yo. . yo. . yo . .
Siapakah sosok yang ada dihadapan sakuraaaaaaa. . ?
Tunggu di Next Chapter. . .
Yapss. . .
Ngomong2 aku updatenya lameeee ya trus tambah kacau lagi ceritanye. . . hehe Maaf. . :D
#Author amatiran
Hmmmm chapter depan mungkin yang terakhir dan adaaaaaa lemonnya. . .hihihi
#ketawa laknat. . .
Saya ucapkan banyak terimakasih buat semua yang udah mau baca dan review karya gajeku ini.
Nah saatnya ngebales Review temen2. .
yeumi : Penasaran nya...? kalo gitu ikutin terus nya. . .makasih udah mau mampir. . .^^
chiaki katsumata : terimakasih dibilang bagus...iya saya sangat sadar diri masalah typo EYD. . saya akan berusaha supaya lebih baik. . .arigatou chiaki -senpai. . . ^_^
yuki asuna : Ini sudah saya lanjutin,,,ya walaupun lameee hehe selamat menikmati
kirei- neko : hahay ya begitulah kirei -san. . . terimakasih telah menunggu :D ikutin terus ya. .
nha : Happy ending Kakasaku g ya. . . hmmmmm liat aja di Next chapter ya. . hihi
chy-nyan : Dibilang kerennnnn lagi... **push up berjamaah bareng Guy** salam kenal juga dan saya masih newbie. . .hoho
maori kitsuki : terimakasihhhhh **senyum full size ala naruto** Ini udah saya update sekilat-kilatnya sampai kelihatan berkilat-kilat...xixi
Luca Marvell : Iya ini setelah PDS 4 yang perangnya saya akhiri sendiri tanpa persetujuan Mas. Kishi. . . hihi hmmmm Saingan. . ? tunggu di next chapter **menyeringai setan** ikutin terus ya Luca -san. .
Aulia Si Lia : Yosshaaaa sista. . .Ini saya lanjutkan Ttebayooo... hihi **tringggg**
Guest : Iya ini saya lanjutin. . .cepet bgt lgi updatenya. . **diamuk massa** hehe
Hikari Matsushita : Anda salah! Bukan hanya Sesuatu tapi juga Cttarrr membahana. . . gkgkgk
Eun Chae : Kyaaaa dibilang keren. . **kejangkejang** arigatou and salam kenal juga Eun -san. .oh ya jangan panggil senpai saya masih newbie. . hihi
cesil lee : Wah terimakasih karyaku ini di bilang bagus..**cengar cengir gaje** ini udah saya lanjutin lee-san :
Riview terus karyaku ini ya, Riview kalian adalah motivasi terbesar saya...
Sampai jumpa di next chapter. . .
Emuachhhhhh. . . . . . ~_^
