Disclaimer : Naruto selalu milik Mas. Kishimoto,,,,,XD
Can't Stop to Want You
Pairing : Hatake Kakashi x Haruno Sakura
Rate : M
Warning : Gaje,Aneh,lemon,bahasa dan penulisan acak adul Typo bertebaran,dll semua kekurangan ada disini **puas lo #pletakkk. .
Yang dibawah umur MINGGIR semua kalo ngga gue cium lo atu atu #senyum mesum
Don't Like Don't Read
Happy Reading,,,,, ~_^
Chapter 3
Sakura masih berdiri menegang di tempatnya. Matanya terbelalak lebar. Pandangannya tertuju kepada sosok yang ada didepannya.
"Sa-Sasuke -kun..." ucap Sakura lirih."Apa yang k-kau lakukan disini..."
"Menjemputmu..."
Sakura sedikit terhenyak mendengar jawaban dari pemuda yang ada dihadapannya itu. Pemuda yang dicintainya hingga sekarang, mungkin.
Sasuke berjalan beberapa langkah mendekati Sakura yang mematung ditempatnya. Yang masih berusaha mencerna kalimat yang baru saja di lontarkan pemuda Uchiha itu. Namun, beberapa saat kemudian semua ekspresi terkejut Sakura berganti dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Heh. .menjemputku, apa kau sudah gila..." Jawab Sakura dengan sinisnya.
Sakura masih ingat benar bagaimana dulu Sasuke mengacuhkan dirinya. Mengabaikan semua perasaannya dan memilih bersama anggota tim bodohnya itu daripada kembali ke desa setelah perang usai. Namun, entah mengapa apapun yang telah Sasuke lakukan padanya tidak pernah bisa menghapus rasa cintanya pada Sasuke. Dan sekarang inilah Sakura. Berusaha untuk menahan perasaannya agar tidak menjadi lebih menyakitkan nantinya.
"Tch...Bukankah kau yang menginginkanya" Ucap Sasuke masih dengan dinginnya.
"Itu dulu..." Sakura mengepalkan tangannya erat mencoba meredam semua gejolak perasaan yang sedang dialaminya.
Hening.
"Sakura..." Ucap Sasuke lembut, Sasuke terdiam sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Kau telah kutempatkan dihatiku. . Jadilah cahaya yang menerangi kegelapan hatiku"
Sakura terlonjak kaget mendengar pengakuan pemuda bersurai raven itu. Matanya terbelalak lebar, iris emerald- nya bergetar. Dia menatap Sasuke penuh telisik berusaha mencari kepalsuan yang ada dimatanya. Namun, bukan kepalsuan yang ia lihat melainkan niat tulus yang ia rasakan dari sorot mata Sasuke. Membuat Sakura merasa semakin dilema.
Tap..Tap...
Seorang laki-laki yang sepertinya rekan Sasuke mendekat ke arah Sasuke. Dia terlihat membisikan sesuatu kepada Sasuke. Sasuke terlihat mengangguk mengerti. Sekejap kemudian laki-laki itu menghilang di tengah kegelapan malam.
Sasuke kembali mengalihkan pandangannya kepada Sakura yang masih membisu.
"Aku akan kembali" Sasuke berseru kepada Sakura sebelum dirinya menghilang juga dalam kegelapan.
Bruk. .
Sakura jatuh berlutut, tubuhnya bergetar. Cairan bening perlahan mengalir dari sudut matanya. Dia menangis, menangisi takdir yang begitu mempermainkan dirinya. Takdir yang lama merendamnya dalam telaga penderitaan cinta dan sekarang dengan sekejap memutar balikkan segalanya. Laki-laki yang dicintai setiap waktu kembali dengan cinta untukmu dihatinya. Bahagia. . ? Seharusnya itu yang bisa dirasakan Sakura. Namun, entah mengapa hanya ada satu rasa yang menyeruak didalam hatinya, Keraguan. Kehidupan memang tidak dapat di terka. Di saat kau telah melepaskan apa yang kau inginkan dengan sepenuh hati, terkadang sesuatu itu akan kembali padamu tanpa perjuangan sedikitpun.
.
.
.
.
.
Sakura bersandar pada bingkai jendela kamar flat- nya. Menatap bulan di atas langit yang besinar dengan terang. Menjadi pusat cahaya yang menghidupkan kegelapan angkasa di atas sana. Dia berkali-kali menghela nafas berat. Berharap semua kegundahan hatinya bisa terlepas pasca pertemuannya dengan Sasuke beberapa malam lalu.
Sakura benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan. Hatinya bahagia jika mengingat Sasuke yang dicintainya selama hampir separuh hidupnya akhirnya membalas cintanya. Namun, di sisi hatinya yang lain ada bagian dalam dirinya yang menyerukan nama laki-laki lain. Laki-laki yang tak lain adalah sensei- nya , Kakashi. Sakura mengakui dengan sadar jika perlahan di dalam hatinya mulai tumbuh perasaan khusus terhadap Kakashi. Sakura selalu merasakan kehangatan jika berada didekat Kakashi. Dia selalu menikmati setiap kebersamaan mereka. Tapi Sasuke...entahlah.
Sakura berbalik menuju kasurnya. Namun, beberapa detik kemudian Sakura dikejutkan dengan suara baritone yang menyeruakan namanya di belakangnya.
"Sakura..."
Reflek Sakura menoleh ke arah sumber suara. Mata emerald- nya bertemu pandang dengan onyx yang ada didepannya.
"Sasuke - kun"
"Hn..." gumam Sasuke.
Cukup beberapa langkah saja yang diperlukan Sasuke untuk dapat berada sedekat mungkin dengan Sakura. Hingga dirinya dapat menghirup aroma chery yang memabukan dari tubuh gadisnya. Dengan cepat Sakura memundurkan dirinya menjauhi Sasuke. Matanya menatap nanar pemuda raven yang ada dihadapannya.
"Kau tak bisa memperlakukanku seperti ini Sasuke " Sakura terlihat begitu menahan emosi, bahkan sufik kun yang biasa dipakainya untuk memanggil Sasuke -pun menguap entah kemana
"Meninggalkanku tanpa sebuah jawaban yang jelas dan sekarang kau kembali dengan cinta yang kau tawarkan padaku, aku bukanlah boneka yang dapat kau mainkan semaumu Sasuke" Sakura menyeka cairan bening yang mengalir dari pelupuk matanya dengan punggung tangannya.
"Aku juga berperasaan, akan lebih mudah bagiku jika kau langsung menolak perasaanku nyatanya kau hanya pergi tanpa penjelasan apapun darimu membuatku harus menunggumu dan selalu terkurung akan bayangmu. . .itu sangat menyakitkan Sasuke"
"Aku tidak pernah meninggalkanmu,aku selalu mengawasimu dan melindungimu, Sakura" Sasuke berucap dengan tenang.
Sakura kembali teringat kejadian-kejadian yang aneh selama ini. Selalu ada yang seolah membantunya disetiap kesulitan-kesulitan misi yang dihadapinya dan terakhir kali adalah saat misi ke Kirigakure. Jadi, itu memang benar-benar Sasuke.
Sakura membelalakan matanya tak percaya.
Sekejap Sasuke menarik Sakura dalam pelukannya. Tangannya mengelus dengan penuh kasih sayang helaian merah muda Sakura. Semakin menarik kepala Sakura merapat didada bidangnya. Sasuke mendekatkan bibirnya tepat di telinga Sakura.
"Maafkan aku Sakura. . .Aku mencintaimu"
Sakura hanya terdiam menerima perlakuan Sasuke. Dia tidak merasakan debaran-debaran dijantungnya seperti dulu. Bahkan dengan jarak serapat ini dengan Sasuke . Ungkapan cinta Sasuke terasa hambar dihatinya. Tidak seperti dulu dimana Sakura selalu tersipu saat mendengar setiap kata dari mulut Sasuke yang ditujukan padanya walau hanya kata-kata sinis sekalipun.
Sakura masih terdiam saat Sasuke melepas pelukannya . Dengan lembut Sasuke menangkupkan kedua tangannya di pipi pucat Sakura. Sedikit mengangkat wajah Sakura. Sasuke menatap Sakura dalam, membawa Sakura tenggelam kedalam onyk- nya yang sekelam malam. Perlahan Sasuke mendekatkan wajahnya l,mengeliminasi jarak diantara mereka berdua.
Sakura merasakan sesuatu yang kenyal dan dingin mngecup bibirnya. Dia sedikit memejamkan matanya. Ada keraguan tersirat di wajah pucatnya. Kecupan Sasuke perlahan menjadi lumatan-lumatan penuh hasrat. Berusaha menyesap segala rasa yang ada di bibir ranum gadisnya. Sasuke menyusupkan sebelah tangannya kebelakang tengkuk Sakura. Menarik kepala Sakura untuk memperdalam ciumannya.
Beberapa menit berlalu Sasuke masih memagut bibir tipis Sakura yang menggoda, mencumbunya mesra penuh kelembutan. Oksigen yang serasa makin menipis diparu-parunya membuat Sakura sedikit membuka mulutnya untuk mendapatkan pasokan udara yang sangat mendesak. Kesempatan itu tidak disia-siakan Sasuke. Dengan cekatan dia memasukan lidahnya lebih dalam kemulut Sakura. Menjelajah semua yang ada didalam mulut Sakura. Menghisap daging kenyal yang tak bertulang milik Sakura. Menekannya, mengajaknya bermain dengan irama Sasuke. Sementara tangannya yang lain dengan lembut menyusup dibalik blus Sakura. Mengelus-elus dengan sayang punggung lembut nan halus Sakura.
Ini semua salah...Sakura. Bahkan kau tidak membalas ciumannya. Sebelumnya Sakura berfikir jika semakin lama dia berdekatan dengan Sasuke seperti yang dia lakukan sekarang. Dia bisa kembali menemukan debaran-debaran cinta yang menggebu untuk Sasuke seperti dulu. Namun, ternyata tidak. Semakin dalam Sasuke mencium dirinya Sakura merasakan pedih didalam hatinya. Dia merasa telah mengkhianati perasaannya sendiri dengan melakukan ini. Dia tidak mencintai Sasuke lagi. Bukan Sasuke yang diinginkannya, bukan dia. Tapi orang lain. Orang lain yang sangat dirindukan hatinya.
Sakura mendorong dada Sasuke hingga membuat tautan bibirnya terpisah secara paksa. Sasuke terdorong beberapa langkah kebelakang. Raut keterkejutan dan kekecewaan tergambar di wajah datar Sasuke.
"Kau kenapa.." Ucap Sasuke dengan suara berat menahan hasratnya yang menggebu.
Sakura menundukan kepalanya. Dia tidak berani menatap Sasuke yang berbicara dihadapannya. Karena Sakura tahu detik ini juga ia akan membuat hatinya sakit.
"Maafkan aku Sasuke...Aku tidak bisa" Sakura berucap dengan suara bergetar.
Sasuke masih terdiam mempertahankan wajah datarnya walaupun sorot matanya terlihat gelisah. Dia membiarkan Sakura menyelesaikan kalimatnya sendiri.
"Aku memang sangat mencintaimu dan mengharapkanmu...tapi itu dulu...dan sekarang..." Sakura tertunduk lesu, buliran-buliran bening terlihat menetes dari emerald- nya. "aku tidak tau...dulu aku selalu berdebar walau hanya menatapmu, selalu merasa ada ribuan bunga yang mekar seketika di hatiku saat kau berucap padaku...tapi saat ini aku tidak merasakan apapun walau kau sedekat ini denganku bahkan saat kau menyentuhku..aku tidak bisa Sasuke - kun"
Sasuke masih berdiri mematung ditempatnya. Tubuh kokohnya bergetar menahan kekecewaan dan amarah. Menatap gadis didepannya yang dengan perkataannya secara tidak langsung menolak dirinya. Atau mungkin ini adalah karma ? Sebuah balasan yang pantas atas sikapnya yang menggantung perasaan gadis itu selama ini ?
Yah, begitulah cinta. Layaknya bunga. Jika dibiarkan teronggok begitu saja tanpa adanya sinar matahari dan air semakin lama akan menjadi layu kemudian mati. Cinta tanpa sebuah kehadiran dan kasih sayang hanyalah sebuah kata yang kosong tiada arti.
"Aku pergi, jaga dirimu..."
Sakura menegakkan kepalanya bermaksud menatap pemuda yang ada didepannya. Namun, sekejap mata Sasuke menghilang dari pandangan Sakura. Meninggalkan dirinya yang kembali tenggelam dalam tangisnya. Hujan yang perlahan turun menjadi saksi sebuah ketidakberdayaan akan cinta.
.
.
.
.
.
Kakashi terduduk santai di kasur empuknya. Matanya tertuju kepada buku yang ada ditangan kirinya. Tubuhnya memang disini namun tidak dengan fikirannya. Suara Sasuke kembali bergaung ditelinganya.
'Aku mencintaimu Sakura...'
Beberapa saat lalu Kakashi bermaksud menemui Sakura. Namun niat Kakashi menghilang ketika melihat Sasuke memeluk Sakura dari dahan pohon dekat kamar Sakura. Tanpa sengaja ia juga mendengar Sasuke mengungkapkan cinta kepada Sakura. Saat itu juga Kakashi lantas berbalik pulang ke apartemennya. Hatinya terasa sakit bahkan udara yang dihirupnyapun terasa menyesakkan dada.
Cinta yang datang mebelainya sekarang berbalik menerkan dirinya. Indah untuk di ucapkan namun sakit jika dirasakan. Jadi begitukah yang namanya patah hati ?
Kakashi merebahkan tubuhnya seraya memejamkan kedua matanya. Mencoba menghantarkan dirinya ke alam mimpi. Berharap sebuah kedamaian sesaat menghampiri dirinya. Namun baru saja dirinya mulai beranjak lelap,suara pintu yang dibuka dengan keras membuatnya terjaga kembali.
"Sakura..."
Gadis yang baru saja dipikirkannya itu sekarang telah berdiri didepan pintu kamarnya. Entah apa yang dilakukannya. Wajahnya pucat bibirnya biru kedinginan. Sekujur tubuhnya basah dan menggigil kedinginan. Ia pasti nekat menerobos hujan yang memang turun sangat lebat malam itu.
"Se-sensei...." Jawab Sakura dengan bibir bergetar.
Kakashi terkejut melihat sosok yang ada di kamarnya sekarang. Dengan reflek Kakashi terbangun dari kasurnya. Matanya memperhatikan Sakura yang berada dihadapannya sekarang. Perlahan raut keterkejutan di wajahnya memudar. Kakashi berfikir jika ketadangan Sakura pasti untuk menceritakan mengenai Sasuke padanya. Tentang Sasuke yang membalas cintanya. Hanya itu tidak lebih...
Kakashi tersenyum kepada Sakura. Senyuman yang tanpa ia tahu selalu dapat menghangatkan hati Sakura. Senyum yang juga menenangkan. Sebuah senyuman yang selalu memberinya kekuatan.
"Ada apa Sakura...Apa kau merindukanku hmmmm..." Kakashi berucap kepada Sakura dengan sebuah candaan didalamnya. Mencoba mencairkan suasana saat itu.
Kau tepat Kakashi. Sakura sedikit merona mendengar ucapan Kakashi yang pas mengenai hatinya.
"Sensei...aku...aku menyukaimu" Sakura tertunduk diam memainkan jari-jarinya akibat rasa gugup yang menderanya. Wajahnya memerah penuh menahan malu.
Kakashi tertegun mendengar kalimat yang baru saja Sakura lontarkan. Namun Kakashi tidak terlalu menganggapnya serius . Dia tidak ingin kecewa untuk yang kedua kalinya dengan menerima pengakuan itu mentah-mentah. Karena ia tahu hanya Sasuke yang Sakura cintai.
Bukan dirinya
"Kau tidak pandai bergurau Sakura...hanya Sasuke yang kau sukai,semua orang tahu itu" Kakashi terkekeh pelan, dia berjalan menuju jendela kamarnya. Mencoba menjernihkan kepalanya dengan melihat titik-titik air yang jatuh dari langit dengan teratur.
"Aku tidak bergurau sensei. . ." Sakura menatap Kakashi penuh harap. Berusaha menahan bulir air mata yang hampir jatuh.
Kakashi sedikit tersentak mendengar jawaban Sakura. Ia masih tidak bergeming dari tempatnya.
"Sasuke memang sudah aku tempatkan dihatiku, disudut yang sama dengan Naruto sebagai sahabatku... Tapi kau sensei. . .
Selama ini sensei selalu ada disampingku,selalu ada walau hanya untuk berbagi senyum denganku...Kehadiranmu sudah seperti oksigen bagiku yang membuatku hidup. Aku sadar bayang-bayang akan Sasuke telah membutakan perasaanku selama ini. Bukan Sasuke yang aku inginkan tapi kau sensei. . ." Sakura perlahan mendekati Kakashi,melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kakashi. Ia memeluk Kakashi dari belakang dengan erat,membenamkan wajahnya di punggung sensei yang telah merajai hatinya.
"Aku mencintaimu sensei..." Sakura berbisik lirih di punggung Kakashi
Tubuh Kakashi menegang. Ia bisa merasakan dingin tubuh Sakura yang menempel erat dipunggungnya. Deru nafas Sakura yang hangat terasa menerpa punggungnya. Kakashi juga bisa merasakan degub jantung yang kencang dari balik punggungnya. Tangan Sakura yang bergetar melingkar erat di perutnya.
Kakashi membalikkan badannya untuk bertemu iris emerald Sakura yang sedikit sayu. Membuat dirinya menyesal telah membalikkan tubuhnya sehingga mendapati wajah Sakura yang begitu menggoda. Membangkitkan sesuatu didalam dirinya. Ia masih saja membisu membiarkan keheningan menyelimuti mereka. Sejujurnya Kakashi sangat bahagia mendengar pengakuan Sakura. Namun, entah mengapa lidahnya serasa beku hanya untuk mengucapkan beberapa patah kata.
Cupp
Sakura sedikit berjinjit untuk mengecup bibir Kakashi yang masih tertutup masker. Kakashi sangat terkejut melihat perlakuan Sakura kepada dirinya. Sementara Sakura tidak tahu jika sentuhannya itu telah sukses membangunkan sesuatu dalam diri Kakashi. Sakura terlihat merona setelah melakukan hal itu.
Dengan cepat Kakashi menurunkan maskernya. Menyambar bibir ranum Sakura membawanya kedalam ciuman hangat penuh gairah. Kakashi memagut penuh gairah bibir Sakura. Mengecap semua rasa yang disuguhkan daging kenyal nan lembut itu. Menyalurkan segala hasrat cinta yang telah dipendamnya selama ini. Kebutuhan akan oksigen membuat keduannya menghentikan ciuman mereka.
Namun tidak lama Kakashi kembali mengunci bibir Sakura dengan bibirnya. Kakashi menjilat dengan lembut penuh perasaan bibir ranum Sakura. Membawa Sakura kedalam sebuah ciuman yang dalam. Sakura sedikit membuka mulutnya,membiarkan lidah Kakashi menyusup kedalam mulutnya. Sakura merasakan perasaan hangat mengaliri tubuhnya. Sebuah perasaan yang tidak didapatkannya saat melakukan hal yang sama dengan Sasuke. Saat ini Sakura benar-benar yakin jika dirinya memang mencintai sensei- nya, Hatake Kakashi.
Kakashi semakin memperdalam ciumannya. Lidahnya bergerak menyusuri setiap ruang yang ada di mulut hangat Sakura. Menjilat dan menghisap semua yang dilewatinya. Tangan Kakashi bergerak menarik tengkuk Sakura mempererat tautan bibirnya. Hisapan dan lumatan Kakashi membuat Sakura meloloskan sebuah desahan yang membuat Kakashi semakin terbakar gairah.
Tangan Sakura bergerak mengelus dada bidang Kakashi. Perlahan dia menurunkan ritsleting rompi jounin Kakashi melepaskannya dan melemparnya entah kemana. Sakura menyusupkan tangannya kebawah kaos Kakashi, mengelus dada sixpack Kakashi. Namun Sentuhan Sakura membuat dirinya tersadar,semua yang dilakukannya ini tidak benar. Ini...salah.
Kakashi mendorong tubuh Sakura keras membuat gadis itu terduduk diranjang Kakashi dengan terperangah. Membuat Sakura berfikir apakah dia membuat kesalahan.
Kakashi segera menaikkan maskernya kembali. Raut frustasi dan bersalah terlihat jelas di wajah tampannya. Ia merasa telah melakukan hal yang tidak pantas terhadap Sakura. Lepas kendali saat melihat wajah ayunya yang sangat menggoda.
"Se-sensei..." Ucap Sakura lirih.
Kakashi masih berdiri tidak jauh dari kasur tempat Sakura berada,memunggungi gadis itu. Ia tidak sanggup menatap gadis itu.
"Apa kau tidak menginginkanku sensei. . " Sakura tertunduk lesu di atas kasur Kakashi. Suaranya sedikit bergetar karena menahan tangis.
Kakashi membulatkan kedua matanya mendengar ucapan gadis itu. Hatinya terasa perih mendengar suara Sakura yang hampir menangis. Demi Kami- sama ia tidak bermaksud membuatnya menangis. Ia juga sangat menginginkan gadis itu. Sangat sulit bagi Kakashi untuk mengendalikan hasratnya untuk tidak menyentuh Sakura. Namun, ia hanya tidak ingin membuat gadis yang sangat berarti dihidupnya menyesal nanti.
"Maaf Sakura...aku tidak ingin menyakitimu" Nada frustasi terdengar jelas dalam suara Kakashi yang serak.
Sakura beranjak dari kasur Kakashi. Ia menghampiri Kakashi, meraih jemari Kakashi. Menyentuhkan telapak tangan Kakashi kepermukaan halus pipinya Membuat Kakashi menghela nafas panjang menutup kelopak matanya.
"Kau tidak pernah menyakitiku sensei...aku ingin kau melakukannya sensei" Sakura mencium berkali-kali tangan Kakashi. Perlahan tangannya melepaskan pelindung kepala Kakashi kemudian menurunkan maskernya memperlihatkan wajah yang selalu membuat darahnya mendidih.
"Sentuh aku sensei....aku menginginkanmu..."
Suara Sakura terdengar seperti mantra yang membuat Kakashi kehilangan kendalinya. Dengan kilat Kakashi kembali melahap bibir ranum Sakura yang bagaikan sake yang memabukan dirinya. Ciumannya kali ini terasa lebih panas dan bergairah dari sebelumnya. Membuat Sakura mengeluarkan desahan tertahan.
"Mmmhh..."
Sebuah desahan yang sukses membuat Kakashi semakin bergairah mencium gadisnya. Masih dengan kedua bibir yang bertaut Kakashi mengangkat tubuh Sakura dan membaringkannya di kasurnya. Ia melepaskan ciumannya,membiarkan oksigen mengisi paru-parunya yang mulai terasa sesak kekurangan oksigen.
Kakashi memandang gadis yang sekarang berada dibawah kungkungannya. Melihat wajahnya yang memerah akibat kekurangan pasokan oksigen. Nafasnya yang tersengal-sengal membuat dadanya yang indah naik-turun dengan teratur. Yang sukses membuat gairah Kakashi naik hingga ke ubun-ubun.
"Apa kau yakin Sakura...Aku tidak akan berhenti ketika telah memulainya" Ucap Kakashi dengan suara berat menahan setiap gejolak yang meluap dari dalam dirinya.
Sakura menganggukan kepala pink- nya pasrah "Jangan pernah berhenti sensei..."
Kakashi membelai pipi mulus Sakura. Ia mencium kening Sakura dengan penuh kasih sayang. Ciuman itu turun ke mata Sakura,hidung dan berakhir dibibir Sakura. Semua Kakashi lakukan dengan penuh kelembutan membuat Sakura merasa seperti seorang princes yang sangat beruntung.
Kakashi memindahkan ciumannya di leher mulus Sakura. Menggigit dan menghisap lehernya yang putih bersih. Meninggalkan ruam kemerahan disana.
"Ahh se-senseihh..."
Kakashi tersenyum senang mendengar erangan Sakura. Ia melanjutkan kegiatannya di leher Sakura . Membuat banyak tanda yang kontras dengan kulit pucat Sakura. Perlahan tangan Kakashi turun meraih ritsleting blus yang dipakai Sakura. Menyingkirkan entah kemana blus itu,membuat Sakura tersisa dengan bra pink yang menyembunyikan dua buah gundukan yang tidak terlalu besar dibaliknya namun sangat menggairahkan. Tidak butuh waktu lama bagi Kakashi untuk menyingkirkan bra pink itu.
Kakashi terpesona melihat pemandangan dihadapannya. Susah payah dia menelan ludahnya sendiri. Sakura yang wajahnya sudah semerah kepiting rebus hanya mampu memalingkan wajahnya. Tidak membuang waktu Kakashi langsung menangkupkan kedua tangannya diatas buah dada Sakura. Ia meremas buah dada Sakura dengan lembut membuat Sakura menggelinjang.
"Ummhh sen-ahhh-sei..."
Buah dada Sakura semakin menegang. Tanpa pikir panjang Kakashi melahap benda itu. Mengulumnya,menghisapnya bahkan sekali-kali ia menggigitnya membuat Sakura melenguh nikmat. Sementara buah dada Sakura yang lain masih diremasnya dengan penuh gairah. Tangan Sakura menangkup kepala peraknya. Menarik helaian peraknya sebagai pelampiasan akan segala gejolak yang tengah dirasakannya. Ia juga menekan kepala Kakashi supaya lebih dalam melumat payudaranya.
"Ugh akhhh. . "
Tangan Kakashi merambat turun menyusup kedalam celana dalam Sakura yang sudah basah, mengelus bagian intim Sakura dengan lembut. Entah sejak kapan Kakashi melepas celana pendek dan rok Sakura hingga menyisakan celana dalamnya saja. Kecepatan seorang jounin memang tidak perlu diragukan lagi bahkan dalam urusan ranjang sekalipun.
Sakura sedikit meringis sakit saat dirasakannya ada sesuatu yang memasuki kewanitaannya. Kakashi memang memasukan telunjuknya kedalam kewanitaan Sakura. Ia memaju mundurkan jarinya dengan teratur membuat Sakura melenguh menahan nikmat.
"Se-sensei..."
Kakashi menambahkan jarinya hingga menjadi tiga sekaligus ke dalam kewanitaan Sakura. Gerakan Sakura semakin tak terkendali. Desahan-desahan Sakura membuat Kakashi makin bersemangat melanjutkan kegiatannya. Hingga Kakashi merasakan tubuh Sakura mengejang bersamaan dengan cairan hangat yang menyembur keluar dari kewanitaannya. Lenguhan panjang Sakura yang menyebut sensei- nya menggema di kamar Kakashi.
"Ka-kashi se-sennnseihhhhh...Akhhhhh..."
Kakashi mencabut ketiga jarinya dari tubuh Sakura. Tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilat jarinya. Tubuh Sakura yabg masih lemas setelah mendapat klimaks pertamanya terkulai lemah. Matanya terpejam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru didapatnya.
"Kau manis Sakura..." bisik Kakashi dengan suara yabg begitu menggoda.
Kakashi melepaskan kaos yang masih melekat ditubuhnya. Tubuh kekarnya yang berkilat akibat peluh dan keringat membuat Sakura memerah melihatnya. Ekspresi wajah Sakura semakin membangkitkan sesuatu milik Kakashi dibawah sana. Kakashi kembali menindih Sakura. Dia mendekatkan wajahnya di telinga Sakura.
"Aku ingin mencicipimu Sakura..."
Kakashi berangsur mendekati selangkangan Sakura. Dengan lembut ia merenggangkan kedua paha Sakura. Mengekspose daerah kewanitaannya yang merah dan mengkilap. Kakashi memandang dengan takjub sesuatu yang tersuguh dihadapannya itu. Sungguh indah.
"Kau memang indah Sakura...sungguh"
Sakura semakin memerah mendengar pujian yang terlontar dari Kakashi. Yang semakin membawa dirinya terbuai akan gairah menggelinjang kaget saat merasakan sesuatu yang basah menusuk selangkangannya. Oh Kami- sama apakah ini yang dinamakan surga ?
Lidah Kakashi menyusuri setiap lekuk kewanitaan Sakura. Menjilat dan menghisapnya penuh gairah. Sesekali ia juga menggigit tonjolan kecil di kewanitaan Sakura. Yang membuat Sakura melenguh nikmat dan menjadi semakin basah.
"Ugh...Akhhhh..sen-senseiihhhh"
Sakura mencengkram erat sprei dengan kedua tangannya untuk melampiaskan sensasi yang membakar dirinya. Lidah Kakashi yang yang masih terus bermain di kewanitaannya membuat Sakura tidak bisa menghentikan erangan-erangan nikmat yang meluncur dari bibirnya. Sakura merasakan sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam perutnya.
"K-kakashi sen-sei...a-aku...Akhhhhhhhhhh..."
Kakashi menekan lidahnya dengan keras ke dalam kewanitaan Sakura. Membawa Sakura ke puncak kenikmatan untuk kedua kalinya. Tanpa ragu Kakashi menelan habis cairan cinta Sakura tanpa sisa. Kakashi menjauhkan kepalanya dari selangkangan Sakura. Ia melepaskan celananya yang terasa semakin sesak. Membebaskan batang kejantanannya yang besar dan panjang yang telah mengeras dan menegang dengan sempurna.
Sakura sedikit memalingkan wajahnya yang semakin memerah menahan malu melihat batang kejantanan Kakashi yang sudah dalam kondisi on. Kakashi kembali menindih Sakura. Ia menatap wajah sayu Sakura yang begitu menggoda meski Sakura masih memejamkan matanya.
"Sakurahh..." Ucap Kakashi dengan suara yang begitu serak dan nafas yang begitu berat
Sakura membuka kembali matanya, menatap onyk Kakashi yang begitu menggairahkan. Dengan lembut Kakashi membelai helaian pink Sakura.
"Jika kau masih ragu...aku tidak akan melanjutkannya Sakura"
Sakura sedikit terkesiap mendengar ucapan Kakashi. Tangannya perlahan mengelus rangah kokoh Kakashi dengan penuh kasih sayang. Kakashi hanya bisa terpejam menikmati sentuhan Sakura.
"Lakukanlah sensei.." bisik Sakura lirih.
"Aku mencintaimu Sakura, sangat..." Ucap Kakashi seraya mengecup lembut kening Sakura. Perlahan Kakashi mnggesekkan batang kemaluannya dengan kewanitaan Sakura. Membuat dirinya mengerang tertahan.
Dengan pelan Kakashi mulai mendorong batang kejantanannya melesak kedalam tubuh Sakura. Kewanitaan Sakura yang sudah licin mempermudah usaha Kakashi. Sakura sedikit mengernyit sakit saat seperempat batang kemaluan Kakashi sudah tertanam di lorongnya. Kakashi menghentikan gerakannya ketika merasakan suatu penghalang yang menghalangi batangnya.
"Mungkin akan terasa sakit bagimu Sakura, bertahanlah sebentar..."
Sakura hanya dapat mengangguk pelan dan menatap Kakashi dengan sayu. Dengan sekali hentakan Kakashi menerobos lorong panjang Sakura. Menanamkan seluruh batang kejantanannya ke dalam kewanitaan Sakura. Menandai dengan sepenuhnya tubuh dan cinta Sakura. Kau mendapatkannya Kakashi. Kewanitaan Sakura yang berdenyut memijat batang kejantanan Kakashi.
"Arghhh senseiiiii. . ." Sakura menjerit kesakitan, butiran bening menetes dari sudut matanya.
Kakashi kembali meraih bibir Sakura, membawanya kedalam ciuman hangat berusaha membuat Sakura sedikit melupakan rasa sakitnya. Kakashi menghentikan ciumannya saat dirasa Sakura sudah mulai tenang.
"Sakura" Tangan Kakashi terulur untuk menghapus air mata Sakura "Bukalah matamu, tatap aku saat aku melakukannya"
" Kaka..shi se-sensei" Sakura membuka matanya memperlihatkan kedua emerald- nya yang berair. Perih menjalar di selangkangannya, tubuhnya terasa penuh. Sakura memegang punggung Kakashi saat merasakan benda itu mulai bergerak dengan perlahan. Namun tidak lama kemudian pegangan itu berubah menjadi cengkraman dan cakaran bertubi-tubi saat Kakashi mulai mempercepat tempo gerakannya.
Suara desahan dan erangan penuh kenikmatan semakin lama semakin terdengar keras mengalun indah di telinga Kakashi. Membuat Kakashi semakin terbakar gairah. Sakura sudah tidak mampu lagi menatap onyx Kakashi. Kedua mata emerald- nya tertutup pasrah. Menikmati segala sensasi luar biasa saat gairahnya serasa mencair dan mengalir di seluruh aliran darahnya.
"Sa-sakurahhh..." desah Kakashi yang juga merasakan sensasi kenikmatan surgawi memanjakan dirinya berkali-kali. Lorong kewanitaan Sakura yang begitu sempit serasa menjepit-jepit miliknya semakin erat saat Kakashi mempercepat gerakannya. Menerjang sebuah titik kenikmatan Sakura yang membuat Sakura mendesah lebih keras dengan menyuarakan namanya diudara.
Kakashi juga tidak mau tinggal diam menikmati semua sensasi ini. Tangannya yang bebas, bergerak meraih payudara Sakura membuatnya menegang kembali dan siap untuk dihisap dan dilumat mulutnya.
"Se-sensei....aku...aku..." Tubuh Sakura mengejang ketika dia mencapai puncak titik kenikmatan. Kakashi yang melihat itu semakin memperdalam tusukannya menerjang titik tersensitif di tubuh Sakura. Membuat Sakura mendesah penuh kenikmatan memanggil nama Kakashi. Hingga cairan hangat mengalir menyelimuti benda nya. Kewanitaan Sakura berdenyut mencengkram benda Kakashi dengan erat.
Kakashi yang belum mencapai titik kepuasan yang dirasakan Sakura masih terus menggerakkan pinggulnya mengeluar masukan bendanya ke tubuh Sakura. Kembali mengocok lorong sempit Sakura hingga beberapa menit kemudian.
Mata onyk Kakashi tertutup rapat ketika merasakan sesuatu yang akan keluar mendesak dari ujung bendanya. Kakashi menekan seluruh bendanya hingga menyentuh dasar rahim Sakura. Mengisi rahim Sakura penuh dengan cairannya.
"Sakurahhh..."
Kakashi melepaskan bendanya dari tubuh Sakura. Tubuh kokohnya roboh di samping tubuh polos Sakura. Matanya masih tertutup menikmati sisa-sia kenikmatan dari pergulatan mereka. Kakashi tahu mungkin dirinya akan menghamili Sakura. Seorang Hatake kecil sepertinya tidak terlalu buruk
Kakashi menarik tubuh polos Sakura kedalam pelukannya. Membelai dengan lembut rambut pink- nya dan mengecup pelan kening Sakura. Ia menarik badcover yang ada dibawahnya untuk menyelimuti tubuh polos mereka.
"Menikahlah denganku, Sakura..."
Suara Kakashi yang didengarnya sayup-sayup mengantarkan Sakura kedalam alam tidurnya yang damai.
.
.
.
.
.
Pagi itu Ino,Shikamaru dan Chouji terlihat sedang mendiskusikan sesuatu sambil berjalan di jalanan desa.
"Shikamaru, Chouji...bagaimana kalau kita menggunakan libur kita untuk piknik di bawah pohon sakura,,,Itu pasti akan sangat romantis dan aku akan mengajak Sai- kun juga..Kyaaaaa" Ino berbicara panjang lebar tanpa jeda kepada kedua sahabatnya.
"Yang penting banyak makanan disana" Jawab Chouji dengan polosnya.
"Itu merepotkan..." Celetuk Shikamaru dengan nada bosannya.
Bletak...meongg...
Shikamaru terjungkal dengan tidak elitnya. Dia terbangun seraya mengelus kepalanya yang baru saja mendapat pijatan super (?) dari Ino. Namun baru saja dia akan mengeluarkan cacian, Ino dengan keras menarik kerah rompi jounin- nya. Menarik dirinya kesamping sebuah lorong rumah penduduk. Shikamaru menghampiri Ino dan Chouji yang terlihat sedang mengintip seseorang. Karena penasaran dia juga mengikuti kegiatan kedua rekan timnya itu. Ternyata mereka hanya melihat Kakashi- sensei yang sedang berjalan berdampingan dengan Sakura.
"Ah, apa menariknya sih, itu kan sudah biasa..." Ucap Shikamaru bosan yang sekarang sedang menyenderkan tubuhnya di pagar sebuah rumah penduduk
"Kau lihat Kakashi- sensei, tidak biasanya dia tidak menenteng buku mesumnya itu dan Sakura,lihat wajahnya yang merona itu setiap bertemu pandang dengan Kakashi- sensei. Bahkan langkah merekapun terlihat sangat beirama satu sama lain. Aku yakin ada apa-apa antara mereka berdua" Jelas Ino panjang lebar mengenai spekulasinya bak detektive handal.
Ino tersenyum bangga karena menemukan gosip terhangat terbaru. Sedangkan kedua rekannya hanya mengangguk-angguk seperti burung yang sedang mematuk makananya (?)
.
.
.
.
.
Kakashi,Sakura dan juga Naruto sedang berada di ruang hokage. Tsunade memang memanggil mereka karena ada misi rank A yang harus mereka selesaikan. Setelah mendapat gulungan misi dan penjelasan misi dengan lengkap. Mereka bergegas untuk keluar dari ruangan itu. Namun mata Tsunade menemukan sesuatu seperti ruam merah yang ada di belakang telinga murid kesayangannya, Sakura. Matanya sedikit terbelalak lebar mendapati itu.
Naruto dan Sakura telah meninggalkan ruangan hokage terlebih dulu. Sedangkang Kakashi masih berdiri dihadapan Tsunade karena memang dia menyuruhnya untuk tinggal sebentar.
"Kakashi...Pastikan kau tidak menghamili Sakura sebelum kalian menikah"
Aura membunuh Tsunade memancar kuat dari dalam tubuhnya. Susah payah Kakashi menelan ludahnya sendiri melihat wajah hokage - nya yang siap menelannya bulat-bulat. Sebulir keringat mengalir dipelipis wajahnya yang terlihat gugup.
Sepertinya Kakashi harus menikahi Sakura secepat mungkin jika tidak ingin seluruh tulang ditubuhnya remuk terkena tinju super hokage- nya itu. Wkwkwkwk
.
.
.
.
THE END
A/N :
Kyaaaaaaaaaa...**mengubur diri sendiri karna malu**
Gimana lemonnya kurang hot kah? Apa ngga berasa malahan? huehehehehe
Fic pertama tapi udah rate M...Pasti kalian pada nyangka kalo aku ini mesum ya...hahaha sebenarnya aku cuma ngerasa tertantang aja pengen langsung buat yang M soalnya banyak yang bilang katanya susah...dan ternyata itu emang 100% susah apalagi buat aku yang belum pernah kaya gituan sama sekali **suer** Tapi jujur aku jadi ketagihan nulis rate M lagi **ketahuan mesumnya deh**
Nah sekarang inilah balasan buat review temen2 di chap. lalu...
yuemi: Ini dia Chapter lanjutan sekaligus akhirnya... monggo dibaca... ^^
Aozora Straw : Aduh eneng jangan narik2 aku dong...tambah panjang neh (?) **bletak** Ya deh nih aku kasih updatennya moga anda terpuaskan...xixixi **seringai mesum**
Pertiwivivi2 : Ini kelanjutannya neng... :D
Eysha 'CherryBlossom : Sekarang keraguannya dah kejawab kan hehe... ~_^
Hankira : Ahhhh Arigatou dibilang Kereeeeeeeeeeeeen! **nangis haru** Iya itu emang Sasuke ..Cinta segitiga yang berakhir bahagia kan(buat KakaSaku, Sasuke? Tau ah gelap )... weh weh weh
Luca Marvell : Udah tau kan siape...huhuhu **kedip2 ganjen**
maori kitsuki : Paket kilatnya lagi kagak ada jadi pake yang biasa2 aje... **ngeles**
Hikari Matsushita : Wkwkwkwk Kalo Sasule itu Sasuke versi Indonesia loh **dibantai Sasuke lovers**
Hatake Ridafi kun : Iya bener, faktanya ada diatas hoho
kirei- neko : MY GOD he euh ya jadi terasa melilit... ahihihihi **Gubrak**
Makasih buat semua yang udah mau baca, review,nge-fav dan follow cerita ini... :D
Tunggu dan baca juga karya-karya aku selanjutnya ya...hohoho **ngarep**
Akhir kata Review please... :D
Salam manis semanis Permen Kapas...~_^
Emuahhhhh...
