Paparapapapaa... setelah saya hiatus untuk waktu yang agak lama, Hiroko BFTD Kamiki alias Lurah kecamatan Hetalia dateng seiring dengan mantunya Pak Presiden!
Saya pengen bikin cerita yang isinya banyak makhluk mitologi dari seluruh dunia yang digabung dengan dongeng, jadilah begini XD.
Enjoy!
Dia bernapas terengah. Gadis itu tahu dia telah jatuh ke dunia kenihilan. Rambut cokelatnya tersibak oleh angin, keringatnya menetes, dan darah mengucur dari kepalanya. Dia telah diserang oleh seekor monster, Sandwalker.
Ada empat hal yang dia tahu, pertama, dia masuk ke dalam dunia dongeng. Kedua, dia sekarang diserang oleh makhluk yang tinggal di dalamnya. Ketiga, dia mengerti kalau hidupnya tinggal beberapa detik lagi, dan yang terakhir, dia dengan sangat sadar telah mengambil 'sesuatu' dari dunia dongeng tapi ini demi kemajuan peradaban ilmu pengetahuan manusia bumi.
'Bagaimana dengan teman-temanku yang seenaknya membaca mantera di perpustakaan dan menjatuhkanku ke sini-dan menyuruhku mengambil catatan ini?' pikirnya. Namun dia sadar, sekarang hal itu tidak lagi penting. Dia akan dibawa Sandwalker ke tempat pemimpin makhluk-makhluk itu-atau dibunuh saat itu juga.
Tiba-tiba, sebuah tangan membawa gadis itu pergi. Dia merasa terkejut begitu menyadari bahwa orang itu adalah...
"Kamu kan..." kata gadis yang kesadarannya nyaris nol itu. Catatan yang ia bawa hampir saja terbuang sia-sia.
"Sst!" kata pria itu dengan ekspresi seram, "Jangan bicara apa-apa dulu. Monster di udara juga mengenali suaramu. Aku bersamamu!"!"
Gadis itu menjadi lebih tenang meski bingung kenapa pria yang membawanya itu bisa masuk ke dalam dunia yang seharusnya tak bisa dikunjungi manusia biasa"
They Are Upon Us
Hiroko BFTD Kamiki *ini pen name baru saya loh! Ini Hiroko Jones, inget?*
Disclaimer: Hetalia punya Hidekaz Himaruya, bukan punya tukang Soto. Yang dipunya sama Tukang Soto tuh Soto dan Blackberry! Sedangkan saya punyanya cuma fic ini doang QAQ
Warning: so many STRAIGHT CRACK PAIR, misterius, gaje, OOCness, typos, human names, SARA (mudah-mudahan kagak), slight shonen-ai, incest, dan banyak lagilah (tapi bukan di chapter ini). Jangan lupa cek darah setelah baca fic ini~
Human names: Nesia bersaudara: Santika n Rama, Ireland: Kian O'Connor, dan lain-lain *ni author niat bikin gak sih*
Makasih banyak buat mbak Hana Senritsu yang sudah meluangkan waktunya demi memperbaiki fic abal ini XD
Tahun 2015, tiga tahun setelah badai matahari dengan hebatnya melanda bumi. Ketika para personifikasi negara mempunyai sebuah website khusus yang memuat forum, fasilitas hiburan, dan fasilitas-fasilitas lainnya yang memudahkan para personifikasi negara untuk saling berhubungan. Nama situs itu sendiri adalah World Conference.
Tak banyak yang diketahui khalayak tentang situs itu, kecuali situs itu tertutup dari umum, dan sangat rahasia. Hanya presiden yang boleh mengetahui informasi-informasi di forum itu, dan hanya personifikasi negara yang mempunyai password khusus untuk saling berinteraksi di forum itu.
Pentagon-sebuah gedung pemerintahan Amerika Serikat yang sempat ditabrak pesawat pada tahun 2001. Di sana, Alfred F. Jones, personifikasi Amerika dan juga seorang top posters di forum World Conference sedang sibuk bekerja dengan para partner-nya. Terlihat dia sedang sibuk mengakses situs World Conference, dan tertegun melihat layar monitor sesaat.
"Anggota baru?" gumam Alfred heran. Hanya negara yang sah yang bisa bergabung di situs itu. Username anggota baru itu sendiri aneh.
TRIACHNIDA-itulah username yang dipakainya. Username aneh yang baru didengarnya.
"Apa lagi ini, hacker nyusup ke sini? Bukannya ini udah diperketat lebih dari keamanan situs kenegaraan?" gumam Alfred keras. Namun, ucapannya terhenti saat dia melihat thread baru yang dibuat orang itu. TRIACHNIDA. Judulnya... Triachnide Invasion? Penasaran setengah mati, alfred membuka hyperlink itu dengan kasar.
First post by Triachnida, at 6. 45 PM, GMT
Untuk para personifikasi negara yang bodoh, situs ini ternyata mudah sekali untuk dimasuki! Percuma saja kalian sok rahasia begitu, ternyata hanya dengan memasukkan beberapa kombinasi situs ini berhasil jadi milikku. Admin situs ini bodoh atau apa?
Aku yakin kalian tak bisa melacakku, dan virus yang kusebar. Asal tahu saja, bersamaan dengan diterimanya aku sebagai anggota, aku menyebar virus di situs ini. Dan kalian yang membuka profilku secara otomatis akan ter-hack dan kalian akan kehilangan data kalian, secanggih apapun teknologi kalian saat ini.
Serta, dengan adanya posting-ku ini, aku yakin pasti sebagian dari kalian tak bisa mengakses akun, dan beberapa dari kalian komputernya rusak mendadak. Aku punya akses khusus yang bisa mengacaukan bumi ini, atau bahkan eksistensi kalian. Kalau kalian meremehkanku, nyawa kalianlah yang akan menjadi taruhannya.
Satu hal lagi yang harus kalian perhatikan, dalam waktu dekat makhluk-makhluk yang kalian anggap sebagai legenda akan hadir ke tempat kalian. Tiga hari kedepan kalian akan melihat Cockatrice melayang di langit Eurasia. Cockatrice akan datang-membawa virus termutakhir abad ini, TRACHNIDE.
Alfred menahan tawa membaca posting itu. Masa' makhluk dongeng macam Cockatrice bisa membawa virus komputer yang bisa merusakkan sistem? Benar-benar tak masuk akal! Dan lebih-lebih lagi... sekarang tahun 2015 bu, 2015!
Alfred melihat sebentar ke post setelahnya. Alfred melihat sebentar ke post setelahnya. Tulisan Triachnida ternyata muncul kembali.
Banned account: Budapest_Hedervary, New_Zealand, ,
UPDATED-Banned account: IrelandO'Connor, HeraCatKarpusi
Alfred kaget, akun teman-temannya beserta duo Melayu alay itu... di-banned oleh seorang anggota baru yang bahkan bukan moderator maupun admin? Dan... bukankah situs itu tak bisa dimasuki oleh orang biasa? Lalu.. apa itu Trachnide? Virus jenis barukah?
Dengan penasaran, Alfred memencet tombol-tombol di handphone super canggih-nya yang bisa mendeteksi apapun.
"HALO!"
Dalam kegelapan, seseorang berjalan di tengah ruangan yang seperti museum, namun sebenarnya itu adalah perpustakaan. Perpustakaan yang ada di situ merupakan rahasia, yang tersembunyi di kastil tersembunyi di salah satu pelosok di kota Termonfeckin. Konon, ruangan ini dulunya dipakai oleh orang-orang zaman kegelapan untuk memuja para peri, namun sejak ada pemusnahan penyihir secara besar-besaran pada abad 16, ruangan ini disembunyikan oleh para pemuja peri, dan akhirnya menjadikannya sebagai perpustakaan rahasia.
"Benar-benar tak ada orang di sini," gumamnya. Di tangannya ada sebatang lilin, untuk mencari sebuah catatan. Ini bukanlah catatan sembarangan, melainkan sebuah catatan rahasia. Memang berbahaya, memakai lilin di perpustakaan kuno begini. Namun tak ada cara lain. Meskipun teknologi miliknya tinggi, dia terlalu malas untuk menggunakan penerang termutakhir di abad 21. Dia meraba-raba sebuah rak yang berukiran jamuan makan Satyr bersama peri-peri lainnya, dan mencoba mendekatkannya ke arah cahaya agar bisa membacanya. Belum ketemu juga!
"Kau mau mencari rahasia para peri untuk ilmu pengetahuan yang akan kau gunakan untuk merusak bumi ini 'kan?" kata seseorang yang tiba-tiba berada di sebelah orang itu. Pistolnya diacungkan. Pria yang membawa lilin tadi mengangkat tangannya.
"Diam." kata pria yang membawa pistol. Dari cahaya lilin terlihat kalau rambutnya merah, " Apa yang kau lakukan di negaraku, dan apa yang mau kau dapatkan dari tempat ini? "
"Percuma. Aku ini immortal, wahai Kian O'Connor," kata si pembawa lilin. "Guru yang membimbingku sejak kecil berkata begitu."
DUAR-! Satu tembakan meledak. Si pembawa lilin langsung tersungkur ke tanah.
'Tadi baru saja kau bilang kau ini immortal' kata Kian dalam hati, 'Mungkin lebih baik gurunya berkata kalau pembawa lilin ini mati di tangan seorang personifikasi negara.'
Lilin! Kian tiba-tiba menyadari sesuatu, cepat-cepat ia alihkan pandangannya pada lilin yang dibawa penyusup tadi.
Terlambat. Karena saking cepatnya jatuh, tempat lilin dari kaca itu pecah. Apinya menjalar-jalar. Kian O'Connor berusaha untuk mematikan api itu. Namun dia sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi. Dia segera berlari menyelamatkan diri. Untunglah pintu keluar belum terbakar. Kian berusaha untuk lari dari kastil itu, dan menelepon pemadam kebakaran darurat Irlandia. Dia selamat, namun dia tak bisa menyelamatkan harta negara dan manusia. Dia tak bisa menyelamatkan arsip-arsip sejarah itu.
Kastil itu terbakar.
"Ya?" tanya suara malas di seberang sana. Alfred menghela nafas lega.
"Akunmu baik-baik saja kan, Rama?"
"Akun?" tanya Rama bingung. Dia baru saja bangun tidur. Perbedaan waktu kan sekitar 12 jam! Jadi wajar kalo Rama masih agak linglung.
"Itu, akun forum World Conference-mu!"
"Heh? Dari semalem kagak bisa dibuka... ada tanda banned atau apa gitu gue gak ngerti... zzz..."
Alfred sekarang percaya kalau kata-kata orang baru yang mencurigakan itu benar!
"Terus gimana sama saudara kembarmu?"
"Santika? Dia masih tidur tuh, biasa.. namanya kan mau diganti jadi Tuti Santika~ Tukang Tidur!" kata Rama kesal. "Dia tuh abis sholat pasti selalu ketiduran!"
'Kamu sendiri bangun karena teleponku kan,' pikir Alfred dalam hati. "Udah, pokoknya nanti serahkan aja sama HERO kayak gue! Gue bakalan perbaikin sistem keamanannya deh!"
"Nyem? Hero swalayan di tempat author sih udah ditutup diganti sama Giant..."
'Bagus, Pahlawan melawan Raksasa ternyata yang menang adalah raksasa. Kebaikan tidak selalu menang,' pikir Alfred sesat. Ya sudahlah! Pokoknya, udah, serahin aja sama aku!"
PIP-Telepon dimatikan.
'Serahkan padaku?' pikir Rama. 'Kalo gitu artinya gue gak perlu kerja lagi dong!'
Ketukan lembut (gak bisa dibilang lembut sih, soalnya gedor-gedor!) di pintu kamar Rama membuyarkan lamunan Rama. "Kak Ram, apa-apaan sih, ribut banget!" kata gadis yang memakai baju tidur dan rambut yang masih agak berantakan itu, Santika.
"NGGAK BISA, SISTEMNYA NGGAK AWESOME BANGET SIH!" teriak Gilbert kesal sampai membuat telinga Francis dan Antonio yang ada di situ budeg untuk sesaat. Gedung pertemuan tempat mereka mengadakan rapat untuk membahas World Conference itu pun seperti terbang dari pondasinya.
"Kalo udah gini sih gak bisa dibenerin," Francis berusaha untuk mengetikkan beberapa simbol-simbol, mengubah password, dan lain-lain, "World Conference resmi di-hack! Gue yang seenaknya nyuruh mereka buat ngobrol super rahasia di forum ini! Dan gue Key Admin di forum ini!"
'Tumben elu merasa bersalah,' pikir Antonio yang sedang sibuk dengan urusannya sendiri, yaitu dengan hutangnya yang menumpuk. Namun dia tetap membantu Gilbert dan Francis dalam memecahkan masalah ini.
"Coba kita tanya Lily Zwingli, dia jago teknologi kan?" usul Gilbert mencoba mengingat nama gadis di lantai bawah gedung itu.
"Oke, kita coba. Dan aku mau nelpon Alfred sama Arthur buat bantu, sedangkan kamu tetep coba benerin ya Francis!"
"Baiklah."
Gilbert segera turun untuk memanggil Lily, Antonio memencet tombol handphone untuk berbicara dengan Alfred dan Arthur, sedangkan Francis masih berkutat pada laptop super canggih miliknya, yang pada akhirnya tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Gilbert menatap ruangan di lantai dua. Tertulis nama 'LILY ZWINGLI' di ruangan itu. Gilbert mengetuk pintu sejelas mungkin (malah mungkin bisa terdengar sebagai gedoran debt collector?)
"Silakan masuk, tidak dikunci kok!" kata sebuah suara lembut dari balik pintu. Gilbert membuka pintu itu.
"Ada perlu apa, tak seharusnya kau mengetuk pintu sekeras itu. Orang di sebelah ruanganku itu paling tak tahan dengan suara keras," Lily mencoba menerangkan.
"Itu, aku ada perlu denganmu."
"Namamu siapa, dan dari departemen apa?"
"Ng... Gilbert Beilschmidt, masa' lupa? Kita kan penghuni komunitas Negara Berbahasa Jerman!"
"Eh..." Lily mencoba mengingat. "Oh! Jadi anda Tuan Beilschmidt ya, yang katanya pedagang sayur asem itu?"
Gilbert berusaha supaya tidak marah. 'Tenang Gil, tenang. Meski kata-katanya nggak awesome tapi dia mukanya lumayan awesome juga. Pasang senyum awesome-mu, Gil...' pikirnya pada dirinya sendiri, " Nona Zwingli, sekarang forum World Conference dalam bahaya. Kau tahu?"
Lily mengangguk, "Iya. Hacker bernama Triachnida itu kan, penyebabnya? Padahal baru beberapa jam yang lalu, tapi sudah berhasil membekukan banyak akun. Aku bertaruh, Private Message kita kebanyakan dibaca semua,"
"Jangan sampe! Private Message gue itu PM paling AWESOME sejagad!"
"Makanya..." Lily menghela nafas
"Jadi," sepertinya Gilbert ingat lagi apa yang mau dia katakan, "Di lantai atas ada admin tertinggi forum World Conference, yaitu Francis Bonnefoy alias France. Kebetulan dia tidak berhasil membetulkan masalah ini, lalu kalau tak salah kau pintar telekomunikasi dan teknologi, kan?"
Lily mengangguk, "Oke, aku mengerti. Jadi kau minta aku untuk membantu memecahkan masalah itu?"
"Kau lebih pintar dari yang kukira!"
"Kalau begitu lebih baik secepatnya. Aku tak mau kakakku lebih banyak menembak layar laptopnya karena dia tak bisa mengakses situs World Conference.
'Buset dah, nih kakak ajaib amat, apa gak rugi laptop ya, ditembakin terus,' pikir Gilbert heran. Tapi dia berusaha (sok) gentleman di depan Lily. "Kalau begitu ayo, Miss Zwingli."
"Baiklah."
Mereka berdua menaiki lift menuju lantai atas. Selagi itu, helikopter tercepat di dunia sedang terbang di atas gedung itu. Dua orang 'partner in crime' itu segera turun dari helikopter, tanpa perlu helikopternya mendarat. Dengan loncatan bak atlit, mereka bisa mendarat dengan kerennya (sebenernya sih supaya sok keren di hadapan cewek-cewek)
"BIARKAN HERO YANG BERAKSI!" seru Alfred dengan ekspresi kesal. "SETENGAH JAM YANG LALU AKU MASIH BISA MENGAKSES AKUNKU, SEKARANG SUDAH TIDAK BISA!"
"Meski berat mengakuinya, tapi akunku juga sudah tak bisa dipakai lagi!" curhat Arthur.
"Jangan-jangan semua personifikasi dibanned?"
"Nggak tau, Triachnida gak OL lagi."
"Aku berharap dia tak pernah OL lagi. Nah, sekarang forum rahasia yang tak bisa diakses oleh siapapun kecuali personifikasi negara itu-yang sudah pasti banyak rahasianya, ada padanya!"
"Aku sama sekali tak bisa mengakses situs sangat rahasia itu karena akunku dibekukan!"
"Biar kucoba," kata Lily mengetikkan simbol-simbol yang dapat memusingkan baik ahli teknologi seperti Alfred maupun Francis sekalipun.
WRONG CODE
"AAAAARGGHHH!"
To Be Continued
Saya BT banget, gak boleh publish fic sebelum DSBJahat publish ficnya. Akhirnya saya buat fic yang beda banget dari biasanya. Di sini saya dengan dodolnya gabungin masa lalu sama masa depan, biar kayak di Angels & Demons gitu deh XD. Tapi ini masih jauh dari kata bagus *iyalah, fail sana-sini gitu*. Saya terinspirasi sama berita di KOMPAS tentang perang peretasan di Inggris, filem Summer Wars, karya-karyanya ES ITO (apalagi Negara Kelima sama Rahasia Meede! Must read banget tuh novel!), sama Angels & Demons XD. Buat yang mau bantu saya kasih ide, tolong dong!
Pokoknya... REVIEW please! REVIEW gaaak~~~
