Naruto or Menma ?
Disclaimer : Masashi Kisimoto-san
Pairing : Naruhina, very slight Narusaku, slight InoSai
Warning: Gaje, banyak kekurangan, terinpirasi dari Naruto road to ninja, OOC, AT
-xxx-
"Kakashi pada Sai masuk" menggunakan microphone
"Diterima"
"Apa kah ada tanda-tanda tim Shikamaru?"
"Belum" sambil melirik kearah depan dan belakang
"Diterima"
"Tenten berjaga-jaga lah dibelakang karena kau ahli senjata kau pasti bisa membedakan jebakan dan bukan karena dari informasi yang ku terima dari Tsunade-sama Naruto memasang banyak perangkap setelah Naruto mengalahkan tim penolong" Tenten hanya mengangguk
"Guru Kakashi sebenarnya apa yang membuat Naruto begitu?" tanya Lee
"Entahlah, tapi Sakura bilang dia terikat sesuatu yang jahat" tapi tiba-tiba kakashi Memegang dadanya yang sakit karena terkena lemparan kamui Naruto
"Kau tidak apa-apa guru? Mengapa kau memaksakan diri saat dirumah sakit demi misi ini? Ini bisa membuat jantung guru tidak stabil "tanya lee dan membantu Kakashi berjalan
"Karena…..karena aku tidak ingin ada muridku yang meninggalkan desa lagi. cukup Sasuke saja aku tak ingin Naruto pergi dan tenggelam dalam kegelapan" Lee pun langsung sadar jika misi ini juga merupakan kewajinannya sebagai teman
"Gomensai guru.." Kakashi hanya tersenyum dibalik masker
"Guru hati-hati ada ranjau di depan!" teriak Tenten lalu Kakashi dan Lee melompati ranjau tersebut
"Kerja bagus Tenten sekarang periksa lagi apa masih ada"
"HAI!"
"Baik Lee terimakasih kau bisa melepaskanku" lalu lengan Kakashi pun diangkat dari bahu Lee, lalu mereka pun melanjutkan pencarian
Sementara itu diatas
Sai hanya melihat keadaan untuk menemukan tim penlong tapi Sai tidak menyadari bahwa sedang diperhatikan oleh ino
'Hahh Sai-kun memang tampan' mengeluarkan ekpresi takjub tapi yang sedang dilihat tidak menyadarinya
"Emm ada apa Ino" akhirnya Sai sadar sedang diperhatikan. Dan sontak ino langsung kaget dan mundur beberapa langkah
"Ti..tidak aku hanya melihat pemandangan" Sai yang sudah tau Ino sedang memeperhatikannya lalu mendekati Ino
"o_o" Ino langsung mundur beberapa langkah karena dilihati Sai dengan mata seperti menyelidik. Tapi Karena dia mundur terus menerus akhirnya dia hampir menuju ekor burung yang dikendarai Sai dan Ino
"Hey Ino jangan mundur terlalu jauh nanti jatuh" Sai masih mendekati Ino yang gugup tapi Ino tetap mundur
"Hey ino jangan mundur" tapi Ino tetap mundur karena gugup dan akhirnya dia jatuh
"KYAAAAA" Ino berteriak histeris karena ketinggian mereka cukup tinggi
"INO!" Sai pun mengejar Ino ke bawah saat Ino hampir mengenai tanah Sai menagkap Ino dengan bridal style.
"Sai…Sai!?" Ino pun langsung blushing karena di selamatkan oleh Sai dengan bridal style lagi.
"Kau tak apa-apa Ino" sambil tersenyum
"Ti..tidak kok" Ino langsung mengalihkan pandangannya kearah lain tapi saat Ino memalingka wajahnya Sai mulai merona merah karena melihat Ino Sai tersenyum lagi dan menurunkan Ino
Mereka pun melanjutkan pencarian lagi
"Hey Lee apa kau merasakan sesuati" tanya Tenten
"Tidak" Kakashi yang mendengar pembicaraan itu langsung berpaling ke belakang dan berhenti
"Ada apa guru?" tanya Tenten yang mengernyitkan dahinya
"Iya ada apa guru?" tanya Lee tapi Kakashi hanya melirik kearah samping
"Disana! Raikiri!" Kakashi langsung mengarahkan raikirinya kesemak semak Tenten dan Lee hanya mengikuti saja dan ternyata benar saja Kakashi menagkap bunshin gelap Naruto Tenten dan Lee langsung siaga melihat kedepan dan belakang
"Apa itu bunshin guru?" Kakashi langsung berdiri
"Benar Lee sepertinya ini bunshin yang bercampur dengan cakar gelap dan kebencian"
"AWAS TENTEN!" teriak Lee yang melihat ada bunshin gelap Naruto yang akan menyerang Tenten
"Shuriken kage bunshin no jutsu" lalu kunai kunai milkTenten suksus mengenai bunshin gelap Naruto . tapi tidak berselang lama para bunshin gelap Naruto membuat mereka berada pada satu lingkaran
"Kalian berhati hatilah kita berpencar"
"HAI" mereka bertiga pun berpencar dan para bunshin gelap Naruto mengikuti satu per satu orang
"Baiklah akan lu kalahkan kalian" seru Lee dan berbalik arah ke bunshin gelap Naruto. para bunshin- bunshin Naruto mencoba menghajar Lee tapi terdahului oleh tendangan Lee
"Hyah…hyahh..hyah ini juga merupakan latihan" sambil memukul mukuli bunshin Naruto dan membuat para bunshin itu menghilang
"Rasakan ini Hyaahh lumayan juga mereka dalam taijutsunya mungkin bagi Lee ini mudah" Tenten terus memukuli para bunshin itu dengan gada raksasanya
"Raikiri!" raikiri Kakashi sukses membuat sebagian dari mereka hancur
"Kakashi pada Sai masuk Sai"
"Diterima"
"Kalian duluan membantu mereka kami ada sedikit masalah disini"
"Apa aku harus membantu?"
"Tidak-tidak perlu kalian duluan saja kami akan menyusul"
"HAI"
"bunshin Naruto yang ini lumayan kuat..Ugh" salah satu bunshin berhasil memukul Kakashi
"Aku disini" Lalu Kakashi memukul leher dua bunshin yang ada didepannya dan jatuh
"Rasakan ini Rasengan!" rasengan pun keluar dari tangan Kakashi dan para bunshin Naruto kalah
Di tempat lain tepatnya di hutan para bunshin gelap Naruto berhasil menumpukan diri mereka pada Lee.
"Konoha senpu!" para bunshin Naruto pun beryebaran kemana mana
"Hyahh!" Tenten pun melemparkan 5 buah shuriken raksasa pada bunshin gelap Naruto dan membuatsemuanya terjepit oleh shuriken raksasa
"Sai sepertinya kami kesana lebih cepat" tapi setelah selesai memonitor para bunshin gelap itupun bergabung menjadi 1 dan berubah seperti Kakashi hanya saja seluruh tubuhnya berwarna hitam dan mata berwarna merah
"Sepertinya tidak Sai" Kakashipun maju pada tiruan gelapnya dan saling memukul tapi pukulan Kakashi selalu tertangkis begitu pula pukulan Kakashi gelap
"Akhirnya selesai juga guru Guy! Aku berhasil" tapi para bunshin tersebuat menyatu dan membuat tiruan gelap Lee sama seperti Kakashi
"Apa dia sama seperti aku yosh sudah lama aku tidak melawan tiruan ku sejak pengejaran Gaara akan kukalahkan lagi!" sambil tersenyum kecil dan maju kearah tiruan Lee
"Akhirnya" Tenten pun berniat meniggalkan para bunshin gelap Naruto tapi niat itu tidak jadi ia lakukan karena melihat para bunshin itu bersatu dan membuat bunshin yang mirip dengannya
"Apa?! masih ada lagi baiklah akan ku kalahkan dia sudah lama aku tidak bertarung dengan tiruan diriku" lalu Tenten pun menuju tiruannya dan menyerang tiruannya
TRING!
Suara kenai yang memekakan telinga terdengar dari pertempuran Kakashi
"Hyahh….hyahh..hyaaah" Kakashi mencoba memukul tiruannya tapi selalu tidak kena
"Raikiri" Kakashi mengarahkan raikirinya pada tiruannya tiruannya juga melesatkan raikiri pada Kakashi
"Ugh.." mereka pun beradu raikiri Karena tangan Kakashi tapi tidak ada yang menang dan kalah
'Aneh' batin Kakashi
Sementara itu kita tinggalkan pertempuran Kakashi, Lee, dan Tenten dan kita kembali ke pada Sai dan Ino
"Sai-kun apa masih jauh?" menanyai Sai yang berada di depan Ino
"Entahlah" sembunyi-sembunyi Sai masih merona merah
Suasana pun menjadi hening.
"Guru apakah kau disana? Guru?" Sai mencoba memonitor Kakashi
"Apakah ada jawaban Sai-kun?"
"Tidak" Sai pun mulai menggambar sesuatu
"Ninpo : Tori " dan 3 buah merpati pun keluar
"Carilah yang lain" para merpai pun mencari Kakashi, Tenten dan Lee
"Ayo kita lanjutkan pencarian kita" Sai pun langsung mengarahkan burung elang gambarnya kea rah utara
"Ino apakah kau melihat sesuatu" Ino sedang melihat keadan dan dia menunjukan kea rah bawah
"Baik" merekapun turun ke bawah karena burung gambaran tadi kembali menjadi tinta
"Kalian tak apa-apa" tanya Ino
"Ino bantu aku menyembuhka mereka" teriak Sakura yang sedang menyembuhkan Hinata
"Baik" Ino pun mulai menyembuhkan Shino
"Sai mana guru Kakashi dan yang lain?"tanya Shikamaru
"Entahlah tapi aku sudah menyuruh ninpo ku untuk ke sana (gak enak kalau dibilang "burung ku") " tapi hanya di oh kan oleh Shikamaru
"Te…terimakasih Sakura" Hinata pun mulai berdiri
"Em" Sakura hanya tersenyum lembut pada Hinata
"Guru..guru apa semua baik baik saja" Sai masih mencoba memonitor
"Apakah ada?" Sai hanya menggelengkan kepalanya
"Shikamaru apakah kita harus menunggu mereka?" tanya Shino, Shikamaru hanya diam
"…..kalau begitu kita lanjutkan aku percaya guru Kakashi dapat menagani musuh musuh itu" yang lain hanya menganguk
"Kali ini karena ada Sai dan Ino kita buat formasi baru Sai kau berada di depan dengan Sakura, Hinata ditengah bersama Ino, aku dan Shino di belakang. baik kalau begitu kita lanjutkan!" merekapun melanjutkan pengejaran Naruto
-xxx-
"Lee, Tenten apa kalian baik-baik saja?" Kakashi mencoba memonitor Lee dan Tenten
"Tidak aku sedang diserang bunshin Naruto yang berubah menjadi diriku" teriak Tenten yang sedang menahan palu raksasa dari bunshin gelap Naruto
"Aku juga guru Konoha senpu! Aku sedang kesusahan melawan bunshin gelap Naruto" Lee dan klon gelapnya sedang beradu konoha senpu
"Jadi kalian juga? Aku juga sedang kewalahan ,melawannya tapi ada yang aneh dari bunshin yang kulawan"
"Apa itu" tanya Tenten dan Lee secara bersamaan dari microphone
"Entahlah aku juga tidak yakin tapi akan ku cari tahu" sambil menagkis serangan kunai milik bunshin gelap nya
Sementara itu kembali lagi ke Shikamaru
"Sial hujan" geram Shikamaru yang sedang menunggangi singa
"Shikamaru maaf tapi jika hujan aku tidak bisa menggambar singa karena bisa luntur" sing a singa gambaran Sai pun luntur
"Kalau begitu kita tunggu sampai reda" mereka semua pun berteduh dibawah gua
'Tunggu sedikit lagi Naruto-kun' batin Hinata
-xxx—
Sementara itu beberapa kilometer kedepan
"Sasuke-kun kapan kita lanjutkan perjalanan" kata seorang wanita berambut merah
"Sampai hujan reda" geram seseorang berambut raven dan bermata onyx
"Hah…padahal aku bisa berenag sekarang" kata seseorang lagi yang membawa pedang Zabuza
"…" pemuda berambut raven itu hanya diam
"Kita akan lanjutkan perjalanan jika sudah reda" sambil mengeluarkan mata magekyou sharingannya sejenak yang membuat pria yang membawa pedang Zabuza dan wanita berambut merah itupun diam
"Juga bagaimana? Apa ada informasi dari binatang-binatang itu?" memanggil seseorang yang berbicara dengan burung
"mereka bilang mereka melihat pemuda berambut pirang jabrik yang mengalahkan beberapa orang ninja dengan hawa yang sangat menakutkan" perkataan orang bernama jugo tadi membuat pemuda berambut raven itu pucat
" NARUTO!? " terlihat pucat
'Hawa gelap? Apakah dari kyubi' batin pemuda raven itu
"Baik setelah hujan reda kita cari dia " semua yang ada di sana langsung kaget.
"HA…HAI" semua berkata terbata-bata
"NARUTO!" saat Sasuke berteriak petir pun tiba-tiba terdengar begitu keras
"…Akan ku lihat seberapa kuat kau nanti…." Meneruskan perkataannya
To be continued
Bagaimana kah kelanjutannya nanti i don't want to spoil…
Tunggu chapter 3
