Naruto or Menma ?

Disclaimer : Masashi Kisimoto-san

Pairing : Naruhina, very slight Narusaku, slight InoSai

Warning: Gaje, banyak kekurangan, terinpirasi dari Naruto road to ninja, OOC, AT

Gomen…..Gomen…Gomen yang sebesar besarnya ngeupdatenya lama! Banget soalnya author sibuk nih ada banyak tugas makanya gak sempet buka computer jadi jarang ngelanjtutin fic ini deh….T_T ya udah tanpa basa-basi cek kidot….

EH….tunggu sebentar! Ada surat dari author mohon baca dulu…

Wahai para reader yang telah memberi banyak masukan yang baik yang negative…..#jangan diomongin disini deh

Terimakasih banyak telah menyemangati saya sampai chapter ini dan saya sangat senang

Mendengar banyak masukan…

Oh iya! To the point aja deh! *o*

Dari sini author hanya mau mengatakan bahwa cerita Naruto or Menma…

Akan diselesaikan pada chapter 8….yah sekian dan….

"Woi thor jangan bercanda deh cepettan gue gak kuat pingin ngehajar Sasuke!" teriak Naruto

OH…iya sorry-sorry tadi cuman bercanda hehehehe

Jadi surat ini memberitahukan para reader bahwa chapter dari Naruto or Menma akan mendapatkan extra chapter karena banyak usulan menambahkan chapter

Oke itu saja dan happy reading….^_^

.

.

.

Sasuke terbang menuju Naruto, tapi Naruto hanya diam seperti menunggu sesuatu. Ketika Sasuke sudah sangat dekat dengannya dan juga sedang mengaktifkan chidori tapi Naruto tetap tidak bergerak sedikitpun sehingga memudahkan Sasuke membidiknya.

"Cih…baru sampai sini kau sudah menyerah saja! Sudah kubilang beberapa kali aku katakana kau tak akan bisa mengalahkanku!" teriak Sasuke yang memasang wajah sinisnya

"Grrrr" Naruto hanya mengerang diam , entah kenapa seperti dibelokan oleh sesuatu tapi Naruto hanya berdiri. Sasuke terus mencoba memukul Naruto tapi seperti dibelokan oleh sesuatu

'Apa ini ? cakranya tidak menunjukan pergerakan tapi….lenganku seperti di belokan oleh sesuatu apakah ini..medan cakra? Tidak mungkin! Jika ini medan cakra pasti aku bisa mendeteksinya" Sasuke terbang menjauh sementara Naruto tidak bergerak sama sekali

"Tidak berguna!" Sasuke mengeluarkan pedangnya dan bersiap akan menebas Naruto dengan kecepatan tinggi Sasuke sangat yakin jika arah terbangnya akan tepat tapi…

BRUAKK

Tubuh Sasuke malah menabrak tanah dibelakang Naruto sementara Naruto sudah ada disebelahnya dan Naruto sudah menyiapkan kuda-kudanya

"Baiklah Uchiha ini akan menarik ayo! Maju" Sasuke mendengar ucapan Naruto tadi seperti telepati Sasuke melesat terbang kea rah Naruto berniat menyerangnya. Tapi tubuh Naruto terlewati oleh Sasuke seperti jurus Madara(Tobi).

'Bagaimana dia bisa meniru jurus sepert itu?' Sasuke lalu terbang keatas berniat untuk menghindar menganalisa

"Cih...Uchiha kau sama seperti pertarungan kita diatap rumah sakit waktu itu! Kau masih lemah!" perkataan Naruto lewat telepati itu membuat Sasuke jengkel dan kembali menyerang Naruto. tapi kali ini Naruto menangkis setiap serangan Sasuke dan tidak seperti tadi yang hanya diam

'Ini mustahil!bagaimana bisa kekuatannya bertingkat drastic seperti ini? apa mungkin tadi dia mengumpulkan cakra?' Batin Sasuke yang melompat kebelakang

'Sebaiknya aku tidak boleh lengah dan gegabah, dia tidak seperti biasanya' Sasuke mengaktifkan chidorinya yang berbentuk pedang (Gomen…..gomen author lupa apa namanya yang tau kirim ke review ya…..)

"Cih…Uchiha sekarang chidorimu takan berguna bagiku! Kau tidak akan menang" Sasuke hanya diam sementara Naruto terus membalikan serangan Sasuke

"CIh….kau menyebalkan terus menggunakan itu ayo! Tunjukan kekuatan aslimu Uchiha aku ingin melihatnya"

"….." Sasuke hanya diam yang membuat Naruto kesal

"Ini menyebalkan" telepati Naruto lagi dan Naruto mulai mengumpulkan bijudama

'Nani? Bukankah itu cakra? Apa yang akan dia lakukan dengan cakra sebanyak itu dia bisa meledak!' batin Sasuke, Sasuke yang sadar bahwa cakra yang ada dimulut Naruto akan ditembakan pada Sasuke, Sasuke pun segera terang keudara

"Terlambat!" telepati Naruto Naruto menembakan bijudama tidak di lemparkan semua melainkan seperti menembakan laser pada Sasuke yang terus menghindari dari udara

DUARR DUAR DUAR

Gunung-gunung yang terkena bijudama Naruto hancur

'Hampir saja…jika aku terkena serangan itu aku akan langsung mati' batin Sasuke sebari menghindari serangan Naruto yang diarahkan dari udara

"GRAAWWW" Naruto kembali mengumpulkan biju damanya

'Tunggu dulu. Apa yang dia lakuakna?' Sasuke mulai menganalisa keadaan Naruto yang sedang mengumpilkan bijudama

'Begitu…jadi jurus itu butuh jeda…..rasio 8:2 cakra hitam banding cakra putih jika cakra putih lebih sedikit atau cakra hitam kurang sedikit maka akan membuat ledakan dasyat…' tiba-tiba Sasuke mendapatkan mendaat ide, Sasuke bergerak menuju Naruto yang sedang mengumpulkan cakra, tapi Naruto tiba-iba tidak jadi mengumpilkan cakra dan malah menjauh

'Sudah kuduga jika salah sedikit maka kan fatal, pantas saja dia menjauh baiklah' tiba-tiba Sasuke malah menon aktifkan curse modenya dan mengaktifkan mangekyou sharingan beserta Susanoo.

'Bodoh kau mau mati?' batin Naruto yang mengumpulkan cakra sementara Sasuke berlari menuju Naruto

'Jika jaraknya sejauh itu….pasti aku masih sempat' Naruto terus mengumpulkan cakra tanpa disadari Naruto Sasuke melompat dengan tinggi dan berhasil mendarat dekat Naruto dan membuat Naruto terpental ke sebuah gunung

'Kuso! Aku tidak melihatnya tadi sepertinya aku kurang waspada' Naruto kembali mengumpulkan cakra dan membentuk bijudama

'sekarang pasti bisa jika sejauh itu….' Naruto mulai menelan bijudamanya tapi sebelum itu Sasuke sudah melemparkan sesuatu lewat Susanoonya

"SIAL! BAGAIMANA DIA-"

DUARRR

Ledakan hebat tadi membuat Naruto tertimbun batu dan melemah sementara Sasuke sudah berubah menjadi curse mode yang berada diatas udara

"Berhasil" tatap Sasuke pada Naruto dengan pandangan kosong

-xxx-

Sementara itu kita kembali pada tim Shikamaru yang sedang melakukan pencarian Sakura

"Hinata bagaimana perkembangannya?" tanya Shikamaru pada Hinata yang sedang mencari Sakura dengan Byakugannya

"Tidak, ada sepertinya disini diberi medan cakra sehingga kekai genkai sepertiku tdak bisa mencarinya" sahut Hinata

"Begitu…." Shikamaru kembali berfikir

"Tidak ada pilihan lain kita harus mencarinya…." Kata-kata Shikamaru membuat Sai heran

"Tapi Shikamaru…bukankah tugas kita hanya untuk membawa Naruto pulang dan kena-" ucapan Sai terpotong oleh Shikamaru

"Karena aku yang bertanggung jawab dengan kalian dan….." ucap Shikamaru yang membelakangi Sai

"Dia juga merupakan temanku.." perkataan Shikamaru tadi membuat Sai tediam disertai hembusan angin

"Jadi begitu…."

"Kalau begitu biar aku membantumu.." ucap Sai sambil tersenyum lembut

"Baiklah ayo…" Shikamaru dan yang lain berjalan ke depan gua

"Shino cobalah kau mengunakan serangga mu untuk antisipasi adanya ranjau atau sebagainya" Shino hanya mengangguk dan menggunakan segel tangan dan mengeluarkan serangaga dalam jumlah besar

"Hianta aku tahu kau tidak bisa melihat gua ini dengan byakuganmu tapi kau gunakan saja byakuganmu untuk melihat serangga Shino dan juga patokan untuk menghindari ranjau"

"HAI, Byakugan!" dan Byakugan Hinata diaktifkan

"Sai buatlah beberapa hewan yang bisa terbang, hanya memastikan kalau-kalau ada ranjau diatas" Sai mulai menggambar burung-burung yang diterbangkanya lebih dulu untuk memastikan tak ada ranjau diatas

"Ino! Kau tetap ditengah! Karena kau kunci pencarian ini.." Ino hanya mengangguk

"Baik ayo kita jalan" Shikamaru member aba-aba pada yang lain untuk memberitahunya jika ada ranjau

Beberapa meter kemudian

"Shikamaru didepan akan ada 5 bukan enam 12 kertas peledak!" ucap Shino

"Nani!?" Shikamaru memberi aba-aba pada Hinata

"HAI, Kaiten" seketika itu semua kertas peledak itu meledak pada kaiten Hinata

"Bagus Hinata terimakasih" sahut Shikamaru tapi Sai melihat ada tinta pada sebuah lubang diatas

"SEMUA….LARI!" Sai yang memberikan perintah spontan membuat semuanya kaget dan berlari dan ternyata benar saja ! sebuah jarum-jarum yang berukuran raksasa jatuh menancap ditanah

"Hosh…..Hosh….Hosh…untuklah kau memberitahu kami lebih dulu jika tidak kita akan mati" sahut Shikamaru

"Aku melihat tinta diatas dan kukira burung burung yang kukirim menjadi tinta karena tertusuk oleh jarum-jarum tadi" Ino menghampiri jarum-jarum tadi dan melihat sesuatu

"Shikamaru untunglah kita tidak mengenai ini jika kena kita akan mati dalam beberapa menit dengan jarum ini"

"Hampir saja….." sahut Shino

"Baiklah Hinata gunakan lagi Byakuganmu dan Sai tolong buatkan hewan lagi agar kita terhindar dari jebakan seperti ini" sambil melihat jarum yang ditunjukan Ino

"HAI" sahut mereka berdua

"Baik kita lanjutkan lagi" Shikamaru dan yang lainnya mulai melanjutkan pencarian Sakura

Beberapa meter kemudian

"Shino beritahu aku kemana arah cakra seranggamu" Shino mulai membuat segel tangan dan berhenti berlari

"…..Ini aneh tidak ada tanda-tanda dari serangga – seranggaku…" Shikamaru langsung melirik Shino

"….Padahal tadi aku merasakannya tapi, kecuali..."

"Ada yang membunuh serangga-seranggamu" lanjut Shikamaru

"Sebaiknya kita lebih berhati-hati agar tidak terperangkap, Shino tolong buatkan lagi serangga pelacakmu untuk mencari cakra Sakura dan juga melindungi sekelilng kita" Shino hanya mengangguk sebelum mengeluarkan segel tangan dan keluarlah serangga serangganya

"Hinata! Ino! Sai! Sebaiknya kalian lebih waspada lagi dan mempersiapkan diri siapa tau musuh mengincar titik terlemah dan terlengah kita" mereka bertiga langsung mengangguk, merekapun meninggalkan tempat mereka tapi dari sebuah celah-celah gua telihat ada yang sesuatu yang merayap dan ada juga yang melompat

"Brrrrr..Shikamaru…makin kesini makin dingin…." Geram Ino

"Be…benar…..sepertinya kita semakin dekat dengan Sakura karena Naruto-kun bilang dia akan mati kedinginan"

"Jangan lengah dulu Hinata! Kita tidak boleh berfikiran seperti itu dulu karena jika kita pikir sedah dekat dengan Sakura maka musuh pasti akan memperhitungkan bahwa kita akan lengah dan menjadi sasaran empuk untuk diserang…" Hinata hanya menganguk, sementara itu Shino keget ketika menginjak sesuatu yang keras

"Lihat bukankah ini rambut Sakura?" sahut Ino yang mengambil sehelai rambut Sakura

"Sepertinya kita semakin dekat" sahut Sai

"Shikamaru jika kita akan sampai berarti akan lebih banyak jebakan"

"Benar juga …" Shikamaru melihat ke arah depan dan terlihat seperti banyak sekali ranjau

"Sai bukankah ini burung pengamat mu?" ucapan Shino tadi membuat Sai berbalik dan mengambil nya

"Sai cobalah buat beberapa ekor burung lagi…"

"Hai…"

"Tapi Shikamaru…jika daerah ini menjadi dingin bisa jadi kemungkinan hewan hewan ku akan beku karena mereka adalah tinta.." sebari menunjukan burung nya yang beku karena dingin dari gua

"Benar juga…." Shikamaru memejamkan matanya

"Kalau begitu…..Sai ! buatlah beberapa singa untuk kita naiki dan beberapa elang di atas singa " Sai semakin heran

"Tapi sebelum mencapai ke tempat yang aman pasti sudah membeku…" kata-kata Sai terputus oleh Shikamaru

"Tenang saja aku punya ide" Sai yang mendengarkan perkataan Shikamaru langsung menggambar, setelah selesai yang lain menaiki singa-singa dan maju ke depan

-xxx-

Sasuke yang berada di atas mulai tuun kebawah untuk melihat keadaan Naruto

'Sudah ku perhitungkan dan ternyata benar!' batin Sasuke sebari mendekati Naruto dengan tatapan kosong

'Saat aku mendekati Naruto dengan Susanoo ku, aku mengambil satu cakra putihnya…'

'Dan saat dia hamper selesai mengumpulkan seluruh cakra tadi dalam rasio 8:2 dan pada saat itulah aku melemparkan cakra putih tersebut yang membuat rasio cakra putih leboh menjadi 8:3 dan akhirnya membuat ledakan besar' Sasuke melihat Naruto dengan tatapan kosong dan mengambil pedangnya

'Cih…..Naruto kau sudah kubilang itu mustahil jika kau bisa mengalahkanku' Sasuke bersiap-siap menusuk Naruto

'Dan sekarang sudah berahir!' saat Sasuke hampir menusuk Naruto, tiba-tiba Naruto menahan serangan itu dengan tangannya

"Sa….Suke….pergilah…sebelum dia….." Naruto terlihat berbicara sangat lemah tidak seperti tadi

"MENGHANCURKANMU" Sasuke yang mendengar ucapan Naruto mundur beberapa langkah karena melihat Naruto yang bermata Kyubi, tapi saat Naruto hendak berdiri dia malah duduk kembali dengan gaya seperti meditasi

'Apa yang dia lakukan' Sasuke mengambil beberapa kunai dan melemparkannya pada Naruto hanya memastikan agar dia tidak membuat jebakan kembali, tapi… kunai tersebut malah jatuh ketanah dan tidak mengenai Naruto seperti terkena medan gravitasi Sasuke yang kebingungan menggunakan sharingannya untuk meeliti

'Sepertinya memang benar ada medan gravitasi..tapi apa yang dia lakukan?'

Dalam alam bawah sadar Naruto…

Terlihat ada 1 pemuda yang sedang menghampiri seorang pemuda yang terikat dirantai bersebelahan dengan seekor monster yang terlihat sedang meringis kesakitan

"Grrrr…tidak salah lagi…." Geram Menma yang mendekati Naruto

"Apa yang sedang kau lakukan? Percuma saja ! kau takan bisa mengalahkanku!" Menma membentak Naruto tapi Naruto tidak menghiraukan

"Cih…..cakranya masih terasa sebenarnya apa ini?" sambil melihat keatas dan meninggalkan Naruto, sementara itu Naruto tetap diam dengan memejamkan matanya

'Sedikit lagi….ayo sedikit lagi!' batin Naruto yang sedang mengumulkan senjutsu

"Sudah kuduga!" Menma yang menyadari bahwa Naruto sedang mengumpulkan senjutsu melempar banyak kunai pada Naruto

TRANK TRANK

Terlihat bahwa kunai kunai milik Menma ditahan oleh ekor Kyubi

"Cih dasar pengganggu! Rasakan ini!" Menma menghantam Kyubi dengan rasengannya yang membuat rantai yang mengikat Kyubi putus

"GRAAAWWHH" Kyubi menggeram karena terkena serangan Menma yang cukup kuat, tapi itu tidak berlangsung lama karena Kyubi langsung mencengkram Menma dengan tangannya dan melemparnya

'SIAL! Aku terlalu terbawa emosi sehingga seperti ini' batin Menma yang sedang bangkit dan mulai berdiri

"GRAWAAHH" Kyubi berlari menuju Menma dan menginjaknya dan menendangnya

"GYAHH!" Menma membetur tembok yang membuat darah segar keluar dari mulutnya

"Hosh…..hosh….hoshh…..ternyata sangat sulit menjinakanmu! Dari pada kuro Kyubi…..tapi…" Menma memejamkan matanya

"Akan ku jinakan kau dan menjadikanmu patner gelapku!" mengaktifkan Sharingannya

"Grrrrrrr" Kyubi hanya menggeram ketika melihat Sharingan dan berlari menuju Menma tapi Menma berhasil menghindar dan berbalik menyerang Kyubi

"GRAAWWWHHHH" Kyubi mengerang kesakitan karena berhasil terkena versi gelap odama rasengan, Kyubi tersungkur jatuh menahan rasa sakit

"Hyaahhhh…rasakan ini!" Menma kembali menyuguhi Kyubi Odama Rasengan

DUARR!

Kyubi yang terkena Odama rasengan semakin menggeram kesakitan

"HYAAHHH" menma semakin menekan Kyubi ketanah

"GRAWAAHH" Kyubi akhirnya pingsan

"Hosh…Hosh….akhirnya bisa kutaklukan…." Menma mulai mendekati Kyubi yang sedang pingsan . Menma yang sudah yakin bahwa Kyubi pingsan mendekatinya dengan Sharingan yang di nonaktifkan

'SEKARANG!' Kyubi yang tadi nya pingsan kembali bangkit dan memukul Menma hingga terpental beberapa kilometer

"Kuso!" Menma membentur sebuah dinding yang membuat tonjolan kebelakang pada dinding itu sementara Kyubi sedang mengumpulkan sesuatu

'RASAKAN INI!' batin Kyubi yang melemparkan bijdama yang berukuran 35 meter dan berdiameter 30 meter yang langsung dilemparkan pada Menma

'Kuso….tidak ada pilihan lain!' Menma memejamkan matanya

"KAMUI!" dan Bijudama milik Kyubi dihisap oleh Kamui milik Menma yang membuat Kyubi terkejut

'Sebaiknya aku panggil yang tersisa saja!'

"Hosh….hosh…..hosh….Cih akan kubuat kau menyesal!" Menma menggigit jarinya dan mengeluarkan segeltangan

"KUMENJU!" dari segel tangan tersebut keluarlah 6 kuchiyose yang berbeda sementara menma sedang mengumpulkan cakra karena sudah kehabisan cakra karena menggunakan Kamui ditambah meng kuchiyose

'Bukankah itu legenda topeng kuchiyose gelap? Tapi dimana 3? Seingatku Kakek sanin pernah bilang jika pernah ada legenda 9 tapeng kuchiyose gelap yang juga pernah disegel olehnya Dan mengapa bocah itu bisa membangkitkannya? Bukankah kakek sanin sudah menyegelnya?' batin Kyubi yang sedang terlihat kaget ketika melihat Menma meng kuchiyose para hewan bertopeng

'Kyubi! Sedikit lagi berusaha lah!' batin Naruto yang merasakan cakra Kyubi bertarung dengan cakra Menma, para hewan bertopeng yang awalnya diam menyerang Kyubi secara serempak, salah satu hewan bertopeng bersebut berhasil Kyubi remukan dan berhasil menghilang

'Tinggal 5 lagi' batin Kyubi yang menghitung para hewan bertopeng, setelah menyadari sesuatu Kyubi tersadar akan keganjilan

'Sial hanya empat mana satu lagi?' Kyubi melirik kearah Naruto dan benar saja ada salah satu hewan bertopeng yang hendak menyerang Naruto dengan kainnya tapi dicegat oleh Kyubi

'Cih…..' Kyubi mengumpulkan biju dama yang akhirnya diledakan pada hewan bertopeng yang membuat nya terpental beberapa kilometer dan menghilang

'4 lagi!' Kyubi maju menuju 4 kuchiyose gelap sementara itu Menma tetap mengumpulkan cakra

'Kyubi tunggu aku sedikit lagi..' sahut Naruto melalui batinnya

'Grrr…..cepatlah bocah….walaupun ini hanya ada 4 tapi mereka merupakan hewan legenda jadi sulit dikalahkan kau tahu itu!' geram Kyubi yang kesal menunggu Naruto mengumpulkan senjutsu karena Naruto sedang mengumpulkan senjutu extra karena jika melawan Menma dengan cakra senjutsu biasa dia pasti akan kalah seperti waktu itu maka itulah alas an dia mengumpulkan cakra senjutsu dengan jumlah banyak. Kyubi terus meyerang ke 4 kuchiyose dengan cara menginjak dan mencakar dan juga memukul hewan hewan kuchiyose milik Menma

"Grawe….grahh…grahh" Kyubi diserang oleh para kuchiyose gelap dengan serangan cepat dan kombinasi yang tepat serta kuat

'Sial! Hewan legendaris gelap memang sangat kuat' tapi kemudian Kyubi meneliti kombinasinya

'Itu dia!' Kyubi mencoba menangkap burung bertopeng yang dia yakini adalah kunci kombinasi karena selalu membuat kabut

"Graaawwaahhh" Kyubi akhirnya bisa menangkap salah satu dari kuchiyose gelap milik menma dan melemparkannya dengan kuat ke tanah yang membuat salah satunya menghilang

'Grrrrr…..3 lagi, sebaiknya ku arah elang bertopeng dan ular bertopeng dan aku akan serang harimau bertopeng untuk yang terakhir karena kunci dari kombinasi kecepatan ada padanya!' Kyubi mulai mengumpulkan bola cakra pada mulutnya tapi tidak dilemparkan mentah mentah tapi dibuat seperti laser lagi

DUAR!

Salah satu dari kuchiyose gelap yaitu ular bertopeng berhasil terkena bijudama yang berbentuk seperti laser milik Kyubi yang membuatnya menghilang

'2 lagi aku masih sempat terutama pada elang bertopeng itu yang harus ku hancurkan terlebih dahulu!' batin Kyubi kemudian Kyubi mendapatkan ide untuk membuatnya sengaja menerima serangan

"Graahhhhh" saat elang bertopeng itu mencoba menyerang Kyubi, Kyubi berhasil memegangnya dan menembaknya dengan bijudama dalam cengkaram tangan Kyubi (kebayang gak?) yang membuat elang bertopeng itu menghilang dan tersisa 1 lagi

"GRaawwww" harimau bertopeng itu bergerak menuju Kyubi dengan kecepatan tinggi tapi Kyubi tampak diam dan tiba-tiba tertawa sinis

'Hehehe menyerang sendiri baka!' Kyubi dengan mudahnya menghempas harimau bertopeng itu yang membuat harimau itu menghilang

'Sekarang giliranya aku akan menyerangnya dengan hati-hati jika tidak aku mungkin kalah dalam kekuatan' tapi sebelum kyubi mendekat Menma sudah menghilang

'Kemana dia?' Kyubi melihat kea rah kiri dan kanan tapi tidak menemukan Menma

"Mencariku?" ucapan Menma tadi membuat Kyubi terkejut

"Dai Rasenringu!" Rasenringu milik Menma sudah membuat Kyubi terhempas dan menimbulkan asap yang cukup tebal

'Grrrrrr bocah sekarang hanyalah padamu tugasku sudah selesai' batin Kyubi yang terbaring lemah

"Kau sudah melemeh kanku sekarang rasaka-" sebelum Menma melemparkan Dai Rasenringunya pada Kyubi tangan Menma sudah dipegang oleh seseorang

"Sudah cukup sekarang giliranku!" saat Menma melihat kearah atas

"Naruto…" terlihat Naruto yang sedang menahan serangan milik Menma

TBC…heheh bukan penyakit maksudnya To be continued…..

Yah sekali lagi buat para reader yang udah nunggu lama gomen…..gomen ya selain itu nanti kan ada extra chapter nah jadi di chapter kali ini tentang Kyubi vs Menma dan nanti

vs… hahah liat aja nanti deh chapter 7

Byee

Oh iya ada lagi nih kalau bag NaruHina nanti author pasangin kalau bag Sakura dah selesai |(^_^)/