Naruto or Menma ?

Disclaimer : Masashi Kisimoto-san

Pairing : Naruhina, very slight Narusaku, slight InoSai

Warning: Gaje, banyak kekurangan, terinpirasi dari Naruto road to ninja, OOC, AT

Sebelumnya maaf jika ada kekurangan dalam chapter yang lalu gomensai ya… Oke silahkan Simak cerita ke 4 dari Naruto or Menma ?

A/N : Hallo minna-san untuk chapter 9 ini adalah chapter penuntasan dari bagian team Shikamaru dan berlanjut ke chapter klimaks nya oke silahkan lanjutkan membaca

-xxx-

.

.

.

"Kuso!..semua menjauh" geram Shikamaru sambil member perintah agar menghindar dari serangan musuh

"Kuso!, kita sama sekali tidak menyadari keberadaan musuh karena menyatu dengan chakra milik Shino..untunglah kita bisa menghindar.." ujar Shikamaru sambil melihat situasi sekitar

"Shi..Shikamaru lalu bagaimana dengan Shino..?" tanya Hinata sambil melihat shino yang terbaring lemah di tengah pertarungan

'Cih…musuh sengaja membuat kita membuat pilihan antara maju dan menghindar maka dari itu dia menyimpan tubuh Shino di tengah-tengah sambil dijaga, sangat cerdki!' batin Shikamaru yang sedang melihat situasi sambil berfikir

"Baik semua jangan gegabah, jika kita gegabah maka kita tak dapat menyelamatkan Naruto maupun Sakura" Suasana pun menjadi sunyi disertai dengan keadaan yang sulit "Baik kita bagi 2 tim aku dan Sai akan mengalihkan perhatian Ino!,Hinata kalian harus bisa berusaha menyelamatkan Shino kita juga harus tenang ketika menyelamatkan Shino mulai sekarang aku dan Sai yang boleh menggunakan Chakra tapi ketika kalian sudah mendapatkan Shino kalian boleh menggunakan chakra kalian, dimengerti..? oh ya dan…..,," semuanya terlihat mengerti dan mulai menjalankan rencana mereka

Sementara itu para musuh sangat berjaga – jaga menjaga Shino dan Sakura terlihat ular naga beraura hitam dengan topeng masih dengan waspada menjaga Sakura sementara 2 makhluk seperti Shinigami dengan pakaian hitam disertai topeng khas Menma dan sabit nya masih menjaga Shino

"Kage mane no jutsu !" jurus bayangan milik Shikamaru berhasil mengenai musuh yang sedang menjaga Shino

"Ninpo : cho juu giga! " dari gambar milik Sai pun keluar 5 ekor singa

"Bagus!" Shikamaru pun meyingkir dan menghindar, sementara gambar milik Sai mengenai kuchiyose Menma. "Sai lakukan!" terika Shikamaru dari arah jauh

"Hai!" Sai pun mengeluarkan segel tangannya dan tinta – tinta yang mengenai kuchiyose Menma tersebut terbelit sesuatu

"Ninpo :...KAGE MANE NO TE CHOJU GIGA!" Sahut Said an Shikamaru serempak, tinta milik Sai pun berubah menjadi tangan yang mencengkram tubuh kedua kuchiyose Menma

"Hinata..Ino sekarang!" Hinata dan ino pun yang berlari menuju tubuh Shino, sementara itu Ino melihat tubuh Sakura yang terlihat akan dimakan oleh salah satu kuchiyose Menma

"Sakura…." entah apa yang membuatnya menangis Ino pun malah berlari kearah tubuh Sakura sementara itu Hinata yang melihat Ino spontan berlari kearah Sakura Hinata pun berlari menuju Ino

"Ino jangan!" teriak Hinata, Ino yang terlihat akan di hempaskan oleh ekor kuchiyose Menma pun dengan spontan Hinata pun mendorong tubuh ino dan malah Hinata yang terkena
hempasan

"Kyaaa!" Hinata pun terpental dan menabrak batu

"Hinata…!" teriak Ino, Ino pun diserang oleh kuchiyose Menma tapi Ino berhasil bersembunyi

"Hosh…hosh...Ino!..Hinata..!" teriak Shikamaru sambil membuat segel tangan yang menahan kuchiyose Menma "Kuso! Aku sudah tidak kuat lagi! Mereka terus memberontak" sahut Shikamaru

'Kuso! Kalau begini terus kami akan terpojok dan…' batin Shikamaru

"Ninpou Chou Juu Giga..!" Sai pun mengeluarkan jurusnya, terlihat dari gulungan milik Sai tercipta 4 pilar yang menusur kuchiyose Menma

"…Kami no Higoshi!" 4 pilar itupun kembali membuat kuchiyose Menma terkunci dan tak bisa bergerak

"Shikamaru..kau cepatlah bantu Ino dan Hinata!" sahut Sai

"Sai….Baiklah! Aku bergantung padamau..!" Teriak Shikamaru sambil berlari menuju tempat Ino dan Hinata

'Akan Kuusahakan sebisaku..' batin Sai sementara itu Ino terbaring lemah dan terlihat tidak sadar
'Apa..? Apa yang terjadi..?' Ino pun melihat Sai yang kesusahan, Hinata yang terbaring lemah, dan Sakura yang tidak berdaya

'Apa..? Apa ini semua perbuatanku..?' batin Ino sambil memejamkan matanya tiba-tiba Shikamaru datang di depan Ino

"Ino! Sekarang bukan waktunya lengah!" sahut Shikamaru sambil membawa Ino dan Hinata yang tidak sadar

"Ino! Kau tidak apa-apa..?" sahut Shikamaru sambil menggetar-getar tubuh Ino

"Ehh…kurasa Begitu…" Ino pun melihat kearah Hinata 'Syukurlah dia tak apa..' batin Ino lega

"Ino Betahanlah.!..." Teriak Shikamaru 'Kuso! Melihat Kondisi Ino yang masih belum sadar Hinata yang terluka dan Shino yang masih terkepung…apa kami akan berhasil..?"

Batin Shikamaru yang terlihat bingung

-xxx-

Terlihat seseorang yang sedang melihat kondisi di areal sekitar yang terlihat berantakan

'Apa yang sudah terjadi disini..?'

'Apa habis terjadi perang…?'

'Apa sebaiknya aku mencari 'nya' saja..?'

'sepertinya di 'sana' terjadi sesuatu yang menarik'

Tiba-tiba tekanan chakra yang besar terasa pada seseorang misterius itu

'Apa itu..!?' seseorang itupun kembali ketempat semula tujuannya

'Sebaiknya aku ikuti chakra kuat itu, aku merasakan akan ada sesuatu yang menarik'

Sahut seseorang yang misterius itu sambil berjalan

Sementara itu keadaan di daerah pertempuran Naruto dan Sasuke terlihat jelas keadaan anggota tim Taka

'It…itai!..Bagaimana mungkin ini terjadi padaku terus menerus..!? ini semua gara-gara Sasuke bodoh!' bati Karin yang marah sambil berbaring lemah ditanah akibat tekanan yang dibuat Naruto dan Sasuke

Di daerah perhutanan

"Hosh..Hosh…Hosh" terlihat Suigetsu sedang berbaring lemah

"Untunglah…aku terbuat dari air Hosh..Hosh..jika tidak mungkin aku sudah mati..Hosh…Hosh" keluh Suigetsu sambil mencoba berdiri..

"tapi..Aku harus menolong Sasuke..!" sahut Suigetsu sambil mengambil pedangnya" Ketika mengambil pedangnya terlihat seseorang berbadan besar terluka

"..Jugo..?" terlihat Jugo yang sudah berubah menjadi mode normal yang sedang terluka parah

"Jugo..!" Suigetsu pun berlari kearah Jugo

-xxx-

Disisi lain Shikamaru dan yang lain masih terpojok dan mulai terdesak

"Sial! Ayo berfikir..!" Shilamaru mulai berfikir keras akan strateginya berikut

' Jika Cuma aku berdua dengan Sai saja yang masih sanggup betarung…sebaiknya aku menggunakan rencana penyerang dan pengarah' batin Shikamaru yang sedang memikirkan rencana

'Jika Sai lah yang jadi kunci pertarungan kali ini sebaiknya kutempatkan dia sebagai penyerang dan aku sebagai pengarah…tapi..'

'Asuma sensei…aku…aku tidak mau kejadian ittu terulang kepada teman temanku..baiklah..kalau begitu…..aku harus mengorbankan diriku dulu agar yang lain bisa lolos dari kejaran binatang binatang buas itu' batin Shikamaru yang sedang memperhitung kan keadan dan resiko yang dapat ditimbulkan

"Shi….Shikamaru..?..aku masih bisa bertarung..ji..jika dibutuhkan…" sahut Ino sambil mencoba berdiri

"Ino..? sebaiknya kau diam dulu kau belum cukup pulih..dan juga aku tidak ingin ambil resiko" sahut Shikamaru yang sedang berdiri membelakangi ino

"Tapi aku juga terlibat dalam misi ini..!" bentak Ino pada Shikamaru

"Aku tahu!..tapi jika kondisi tim ini tidak memungkinkan aku sebagai yang ditunjuk sebagai ketua harus bertanggung jawab atas hal semacam ini dan membuat semuanya sesuai kendali!" balik Shikamaru pada Ino, Ino pun mulai diam

"Aku..tidak mau ini seperti yang terjadi pada Asuma – sensei.." Ino pun mulai mengerti apa yang dimaksud Shikamaru

"Kau mungkin benar tapi sebagai seorang teman kita harus saling membantu walau sedang susah..itulah gunanya teman" Shikamarupun mulai sadar akan sesuatu yang pernah terjadi saat insiden Asuma yang tewas akibat perbuatan Akatsuki

"Be..benar Shikamaru aku juga akan membantu jiak aku masih bisa dibutuhkan" sahut Hinata yang mulai sadar

"Hinata..?" sahut Ino perlahan "Syukurlah kau tak apa-apa,Gomenosai! Tadi aku membuatmu repot" teriak Ino khawatir sambil memeluk erat Hinata

"I..ino aku..aku tidak apa-apa hanya saja tadi aku hanya pingsan saja " sahut Hinata sambil memeluk balik Ino

"Jadi..bagaimana Shikamaru..?" tanya Hinata pada Shikamaru Shikamarupun mulai merencanakan sesuatu

"Baik Begini.." Shikamaru mulai menjelaskan rencananya pada Ino dan Hinata

Sementara itu Sai masih menahan jutsunya agar kuchiyose Menma tersebut tidak berdaya

'Kuso…!aku tidak bisa menahannya lagi..Shikamaru cepatlah' geram Sai yang masih menahan jutsunya, sementara itu terlihat kuchiyose yang Sai segel masih tidak bisa diam dan terus memberontak pada jutsu milik Sai

"Kuso! Aku tidak bisa menahan lagi! GWAAHHH" Sai yang tidak kuat menahanpun ambruk

"Kuso…." Sai pun jatuh kebawah sementara itu para kuchiyose mengincar Shikamaru yang diam dibelakang batu dengan yang lain tanpa menyadari aka nada serangan

"GRRAAHH" para kuchiyose mengayunkan sabitnya dari jauh

TRANK!

Serangan kedua kuchiyose itu di blok oleh Sai yang memakai pedang nya

"Takkan ku biarkan aku…aku akan melundungi yang lain selagi bisa!" Sai pun menyingkirkan kedua sabit itu dengan pedangnya

"Hiahhh!" terjadi pertempuran pedang antara Sai dan kedua Kuchiyose

TRANK!

"Rasakan ini!" Sai pun menggunakan serangan dengan gerakan melompat lompat sebari menghindar dan kemudian serangan Sai dibalas dari belakang

TRANK!

"Hosh…hosh….hampir saja..jika begitu aku bisa mati.." sahut Sai yang bersembunyi di bebatuan

'Dengan chakraku dan lukaku ini aku tidak bisa mengeluarkan banyak jurus' batin Sai, tanpa Sai sadari dari belakang dia sedang diserang oleh kedua kuchiyose

TRANK!

Serangan kedua musuh itu berhasil di tangkis dengan bayaran pedangnya yang patah

'Sial!' Sai pun mengambil dua kunai dari perlengkapan senjatanya

TRANK!

Sai mulai menyerang kedua musuh yang sedang lengah musuh pertama berhasil dibuat jatuh kemudian yang kedua berhasil dibuat terlempar oleh salah satu kunai yang menancap di tangan kanan kuchiyose tersebut

'Hosh..Hosh…mereka sangat kuat…mungkin itu bisa membuat mereka sedikit sibuk' Sai pun lari menuju arah Shino, sementara itu salah satu kuchiyose yang sudah dibuat Sai jatuh masih mulai mengejar Sai

'Dapat!' Sai pun akhirnya dapat menangkap tubuh Shino, tapi Sai masih tidak menyadari bahwa dia sedang terancam, kuchiyose gelap itupun mulai mengayunkan sabitnya kearah Sai

"Kuso..!" Sai pun mulai melirik ke belakang dengan pandangan yang pasrah

.

.

.

JLEBB!

"Sai..kau tidak apa apa? tanya Hinata yang memukul balik kuchiyose gelap itu dan membuatnya terpental

'Sekarang waktunya!' terlihat Ino yang sedang melempar bom asap yang membuat semua dibutakan oleh asap yang tebal

"Sai!" terlihat Shikamaru memanggul Sai dan Shino pergi ketempat untung berlindung

"Apa..?..apa yang terjadi disini.." sahut Sai yang masih kebingungan karena pertolongan mendadak yang lain

"Stttt…Sai jangan banyak berbicara kita sudah beruntung bisa lolos" sahut Shikamaru sementara itu semuanya mulai terdiam

"Shikamaru apa sebaiknya kita langsung buat strategi…" sahut Ino yang mulai khawatir

"Baiklah Sai kau dan Ino langsung serang ketempat Sakura bersama Aku yang berjaga jaga sementara itu..Hinata! aku berharap banyak padamu kali ini jadi….mohon bantuannnya.." sahut Shikamaru pada semuanya seakan hanya Sai saja yang kurang mengerti dengan strategi ini

"Tapi Shikamaru aku harus bagaimana..?" tanya Sai yang terheran heran dengan rencana Shikamaru

"Baik begini dengarkan baik-baik.." Shikamaru pun memberi tahu Sai rrencana yang sudah tersusun

"Baiklah aku mengerti" Sai pun mulai memulai rencananya

Sai dan Ino pun maju dan berlai menuju arah sakura yang masih terikat, sementara itu Shikamaru mengawasi dan juga Hinata yang masih mengawasi kedua kuchiyose itu, dan juga kuchiyose raksasa yang mengawasi Sakura mulai merasa terganggu dengan Sai dan Ino yang akan mulai menyerang

"Baik Sai sekarang!" teriak Shikamaru, Sai pun melompat dan mengeluarkan jurusnya

"Ninpou : Chou juu giga !" dari buku gambar Sai keluar burung besar yang mengalihkan perhatian sang kuchiyose raksasa tersebut

'Dengan chakra segini aku hanya bisa memakai jurusku beberapa kali saja' batin Sai yang masih mengalihakan perhatian si Kuchiyose tersebut sambil menyerang kuchiyose tersebut dengan kunai miliknya sambil menggangu si kuchiyose tersebut yang mengalihkan pandangannya

"Ino sekarang!" teriak Shikamaru kepada Ino

"HAI!, Shintenshin no Jutsu!" Ino pun mengarahkan jutsunya pada Sakura, dan tubuh Ino pun jatuh ke tanah dan bertukar jiwa dengan Sakura

"Bagus! Sesuai rencana " Ino yang memakai tubuh Sakura pun berlari membawa tubuhnya, sementara itu kuchiyose tersebut sadar bahwa dia sedang ditipu dan mulai mengejar Ino

"Kuso…! Aku

"Kuso! Aku pikir tidak secepat ini!" jerit Ino ketakutan, Shikamaru pun memulai rencananya

'Yosh!' Shikamaru pun menggunakan teknik bayangannya dan mengenai bayangan Ino

"Kage shibari no jutsu!" kaki dan badan Ino pun diikat oleh bayangan milik Shikamaru dan membantu Ino menghindari serangan-serangan milik kuchiyose itu , tapi tanpa Shikamaru salah satu dari 2 kuchiyose yang dibuat sibuk oleh Ino sudah akan menebas sabitnya kekepala Shikamaru sebelum Shikamaru membalik dan…

DUAR!

"Shikamaru kau baik…baik saja.. sahut Hinata yang memukul kuchiyose tersebut dengan juukennya yang membuat kuchiyose itu terpental

"Hmmm..Arigatou Hinata …" balas Shikamaru yang kembali mengendalikan pergerakkan Ino

'Hosh….Hosh….sedikit lagi..!' batin Ino yang

DEG! DEG!

'Sedikit lagi' sementara itu serangan musuh sudah hampir dekat

'Sedikit lagi!'

DUAR!

Shikamaru Akhirnya berhasil membawa tubuh Sakura yang Ino gunakan untuk

"Bagus..Ino..sekarang.."

BLETAK!

"Ittai!" geram Shikamaru yang jatuh ketanah sampai tanahnya sedikit retak

"OI!, NANTI JIKA KAU AKAN MENGENDALIKAN KU LAGI JANGAN TERLALU KASAR! AKU HAMPIR TERBUNUH TAHU!" bentak Ino sementara Shikamaru masih mengusap usap kepalanya yang benjol sambil sedikit menangis, Ino pun mengakhiri jurusnya dan mulai kembali ke tubuh aslinya dan memangkul tubuh Sakura

"Shikamaru situasi menjadi sedikit buruk sebaiknya kita langsung pergi dari sini.." sahut Sai yang melaorkan kejadian pada Shikamaru sementara Shikamaru masih memikirkan sesuatu

"Itu..benar Shikamaru kita sudah menemukan tubuh Sakura ayo! Kita kembali" sahut Hinata yang mulai cemas. Tapi Shikamaru masih tetap memutuskan sesuatu

"Baik kalau begitu ! Sai berapa lama lagi kiranya kau bisa mengecoh yang lain..?" tanya Shikamaru pada Sai

"Dengan chakraku yang sudah menipis sepertinya 50 detik untuk membuat mereka terkecoh" jawab Sai , Shikamaru pun mulai berfikir di tengah asap yang mulai menipis

'50 detik yah…? Mugkin waktu itu cukup tapi….Apa sempat untuk keluar mungkin musuh sudah menyiapkan rencana untuk menggagalkan kita agar tak kabur ditambah lagi track yang sulit…' Shikamaru masih berfikir dan menunggu sesuatu

"Baik..mungkin kita berhasil keluar dari sini tapi kita tak akan melewati jalan yang tadi tapi membuat yang baru…." Jawaban Shikamaru membuat terheran heran yang lain

-xxx-

Sai pun mulai mengecoh musuh yang besar tersebut dan 2 kuchiyose yang membawa senjata

'Semoga rencana terakhir ini berjalan lancar' batin Sai yang masih mengecoh para musuh menjauh dari Shikamaru dan yang lain. Sementara itu Shikamaru sedang memulai bagiannya

DUAR!...DUAR!...DUAR!

Sementara itu terlihat Hinata dan Shikamaru yang sedang bekerja keras membobol Dinding Chakra tersebut

'Cih…Kuso! ini mungkin akan memakan waktu lama ditambah lagi 2 orang yang terluka..semoga berhasil ini jalan satu…satunya' batin Shikamaru yang khawatir sebari menggunakan jurusnya sambil menghancurkan temboknya

'Aku harap aku bisa keluar dari sini, dan menyelamat kan Naruto-kun…' batin Hinata yang dengan jurus hakke sanjuuniishou miliknya yang membuat sedikit goresan, sementara Ino sedang sedang mengobati Shino dan Sakura

'Shikamaru hebat! Perbandingan antara dinding dan chakra yang memungkinkan untuk menghancurkan tembok benar – benar tepat..' batin Ino sambil melihat Shikamaru

Flashback

"Baik..kalau begitu kita mulai dari dinding yang tidak mudah beregenerasi…Hinata tolong gunakan byakuganmu hanya untuk beberapa saat untuk melihat dinding sekeliling" sahut Shikamaru

"HAI!" Hinata pun mengaktifkan byakugannya dan melihat sekelilingnya

"Shikamaru salah satu ada di daerah belakang pohon tempat Sakura tadi diikat! Hanya itu titik yang lemah….." sahut Hinata, Shikamaru pun melihat tempat yang di tujukan

"Baiklah..." Shikamaru mulai berdiri dan melihat situasi dan mulai berfikir

'Arah jam 3 kuchiyose besar itu dan atah jam 11 ada 2 kuchiyose tapi…mereka tak terlalu penting karena sudah agak melemah kalau begitu aku harus memikirkan bagian yang besar sekaligus membuat yang 2 itu sibuk dengan Sai tanpa ada presentase kegagalan dan juga pengarahan yang akurat dan tepat tapi bagai mana..?' tiba tiba Shikamaru teringat sesuatu

"Sai untuk membuat ke 3 kuchiyose tersebut terkecoh bisakah kau membuat jutsumu tiruan tintamu dengan sedikit chakra..dan arahkan kearah yang berlawanan" tanya Shikamaru, Sai pun mulai bingung

"Aku tak mengerti tapi…Ninpou chou juu giga!" dari kertas Sai pun keluar satu tiruannya yang berlari kearah berlawanan dan reflek seluruh kuchiyose merasakan keanehan dan mulai bertindak dan mengejar bayangan Sai tersebut dan memojokannya

"Yosh"

CRAT!

Tiruan Sai pun merubah menjadi tinta lagi

"Bagus!, Kage Shibari no jutsu!.." Shikamaru pun mengikat kuchiyose tersebut dengan bayangannya

"Sudah kuduga ternyata setiap gerakan dengan chakra akan diketahui kalau begitu…."

"SEMUA ! tolong jangan gunakan chakra sebentar" Teriak Shikamaru

"Ino coba kau maju…".sahut Shikamaru yang menyuruh Ino pergi kedepan

"APA!" Ino pun didorong ke tengah oleh Shikamaru

"HEI KASAR SEKALI!" dan Shikamaru pun melepas jurusnya

"HEI SHIKAMARU KAU MAU AKU MATI!..BAKA!" namun para kuchiyose tidak menyadarinya

"Nani?" yang lain mulai heran

End Of Flashback

"Jadi sekarang Shikamaru,aku,dan Hinata sedang berada dalam jutsu milik Sai yaitu segel 4 pillar yang dipakai juga sebagai pengghalang keberadaan setelah kusembuhkan Sai"

"…" Shino sudah mulai bergerak dan mulai sadar

"Shikamaru! Shino sudah mulai sadar!" teriak Ino

"Ino! Sebaiknya cepat pulihkan dia lagi masih ada yang harus kita lakukan" sahut Shikamaru yang masih berkonsentrasi

"Hmmm" Ino melanjutkan memulihkan Shino dan Sakura

"Shikamaru! 31 detik lagi!" teriak Sai, Shikamaru pun memperkuat serangannya

'Kuso, jika begini terus kita bisa…..MATI….' Shikamaru pun menggunakan separuh tenaga dan berhasil membuat sedikit retakan yang membuat harapan

"Bagus Shikamaru!" puji Hinata, Hinata pun menggunakan separuh kekuatannya dan membuat retakan tambahan yang cukup besar

'Semoga berhasil! Semua…' batin Sai yang masih mengalihkan perhatian

'Ayo! Cepat! Ayo!' batin Ino yang mulai khawatir pada Shikamaru dan Hinata yang sudah mulai kehabisan waktu

-xxx-

"Kuso! Tertutup!"

"Tidak ada siapa siapa disini ini aneh…"

"…." Seseorang tersebut tiba – tiba menghilang

-xxx-

"Shikamaru 15 detik lagi!" sahut Sai yang berteriak

"Ini tidak akan sempat" sahut Hinata, sementara itu dinding sudah mulai hancur

'8…7' batin Sai, sementara Shikamaru masih berusaha menjebol dinding

'5….4' Shikamaru setelah menggunakan kekuatan terakhir akhirnya bisa membuat lobang kecil

"BERHASIL!" teriak Ino, tapi tak berselang lama kuchiyose yang besar pun menembakan chakra pada lobang yang dibuat Shikamaru

"Shimata!" sahut Shikamaru

"Nani!?" teriak Ino

"Tidak…" sahut pelan Hinata

'0…'

"Nani..!..aku..sudah sampai batas.." jutsu Sai pun hilang dan Sai pun jatuh ke tanah sementara sadar telah ditipu para kuchiyose mulai menyerang Shikamaru dan yang lain

"Mustahil.." sahut Ino dengan pandangan pasrah

'Maaf semuanya….Guru Asuma maafkan aku, aku tidak bisa melindungi yang lain…' Batin Shikamaru yang sudah pasrah

DRAK!

'Apa….Apa aku sudah mati…gelap…disini gelap..' batin Shikamaru, Shikamaru pun melihat seseorang memakai jaket

"Gomen Shikamaru…aku terlalu lama…." Shikamaru mulai kaget dengan apa yang ia lihat

"Shino…." Shikamaru pun melihat Ino dan Hinata dan Sai yang diangkat oleh serangga Shino

"Aku..Serahkan kepadamu…" Shikamaru pun pingsan

"Hnn akan ku selesaikan dengan cepat" Shino pun melihat dengan tajam ke arah para kuchiyose

"Maaf tapi kalian sudah berakhir disini" Shino pun mengangkat tangannya kedepan kearah parah para kuchiyose, Shino pun berlari kearah para Kuchiyose dan mulai menyerang dengan serangganya Shino mulai melemparkan seranggnya ke rah Kuchiyose paling besar dan membuatnya jatuh sementara Kuchiyose yang kecil dibuat terpental

"Bagus…" Shino pun membuat Seal di atas tanah dan memulai gerakan Hand Seal

"Hijutsu…..Dai…Mushi Tatsumaki…." Serangga Shino pun mulai menyerang para Kuchiyose sekaligus dengan skala besar

"Serang…"

DUAR!

Serangan Shino yang sangat dasyat membuat gua menjadi hancur bagian atasnya dan membuat kerusakan fatal pada para kuchiyose

-xxx-

DUAR!

"Apa itu…?" sahut seseorang misterius yang memakai jubah sedang berjalan keluar gua

Seeorang itupun kembali menghilang

-xxx-

"Shikamaru…Oi…Shikamaru…!" sahut Shino yang sedang mencoba membangunkan Shikamaru yang pingsan

"Shikmaru kau tak apa apa?" tanya Shino yang mulai mencoba menyadarkannya

"Yah…kurasa begiu.." sahut Shikamaru

"Bagaimana yang lain..?" Shikamaru pun melihat kearah rekan – rekannya

"Mereka tak apa-apa aku memberi mereka separuh Chakra ku"

"Tapi Shino bagaimana kau bisa mengeluarkan kekuatan sehebat itu padahal kau baru saja pingsan?" tanya Sai yang masih kaget serta masih duduk lemas

"Kalian tidak mengira ketika aku sedang dikendalikan aku berusaha mengumpulkan chakra tanpa ketauan dan sebenarnya saat kalian berada di depan gua aku ingin melepaskan kekuatanku hanya saja dia mengeluarkan wujudnya dan aku memakai separuh chakra agar tak dikendalikan lagi aku mengisi chakra lagi dan menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan seluruh kekuatanku…" jawab Shino sambil membetulkan kacamatanya

BLETAK!

"KALAU BEGITU KENAPA KAU TIDAK MEMBANTU KAMI DENGAN CHAKRAMU!" bentak Ino kesal sambil memukul Shini

"Sudah kubilang aku menunggu waktu yang tepat.." jawab Shino yang santai dan terlihat benjol besar

"Oi…sebaiknya jangan berbicara dengan keadaan seperti itu…" balas Ino Sai pun hanya tertawa melihat kedua temannya

Shino pun mulai memberi Chakranya pada Shikamaru dan yang lain , tapi sebuah chakra Hitam terlihat membesar dari arah para Kuchiyose

-xxx-

Sementara Itu kembali pada kondisi dalam batin Naruto

DUAR!

Ledakan keras mengenai Naruto yang membuatnya jatuh

"Kuso! Untunglah aku masih bisa bertahan.." Naruto pun bangkit dan menjauh dari jangkauan Menma

"HAH! Apa hanya itu serangan yang kau miliki..? sama sekali tidak sakit…" sahut Naruto yang sedikit mengejek Menma

"Cih…aku belum memberitahumu ini ya dari tadi ya..? tentang teman teman yang akan menolongmu….." Menma mulai membuat Naruto penasaran

"Apa maksudmu…?" tanya Naruto kebingungan dan mulai Khawatir

"Ketika kau menghancurkan hewan kuchiyose ku…..itu lebih buruk dari kau melawannya" Tiba tiba tanah bergetar dan kerangka kerangka hewan kuchiyose milik Menma melayang

"Karena Jika kau menghancurkan kuchiyos itu mereka akan menggabungkan kekuatannya dan menjadi lebih kuat!" jelas Menma

"Tidak mungkin…" Naruto pun mulai menjauh karena merasakan kekuatan yang besar. Kerangka kuchiyose milik Menma pun bergabung dengan Menma

"Dan menjadi…KEKUATAN YANG DASYAT!"

-xxx-

Terlihat Kuchiyose raksasa yang bergabung dan membentuk bentuk baru , terlihat Kuchiyose raksasa yang berlapis 2 sabit di ekornya dan wajah ketiga kuchiyose tersebut bersatu dan hendar menyerang Shino dan yang lainnya

"….Hah…"

To be continued …

Fiuh…akhirnya selesai Gomen..ya Reader telattttt sama lama nih FF soalnya tugas sekolah sama UAS nih..jadi lama nunggu dan yang kesel jangan takut…takut ya baca..^_^ fict saya karna lama nanti di usahain lebih cepet update dan buat yang sama lagi UAS selamat mengerjakan….

Kritik dan saran kirim ke reviews