Only Love
Title : Only Love.
Cast : Yunjae.
Other(s) Cast : Yoosu, Changfood.
Rated : T.
Genre : Romance and Humor.
WARNING :
YAOI, BOYSLOVE, TYPO, GEJE, PASARAN!
Saya masih 'AMATIR' di dunia ff.
jadi jika ceritanya ngawur abis, tolong di maklumi. Karena ini hanya hobi saja.
Langsung saja... Selamat membaca!^^
DON'T LIKE YAOI DON'T READ OK!
.
.
.
SUMMARY :
Karena keegoisan para manegernya, Yunho dan Jaejoong terpaksa harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih di depan publik, karena untuk mendapatkan popularitas. Di depan layar kaca mereka begitu mesra dan membuat iri, tapi di balik layar kaca mereka seperti TOM AND JERRY!.
.
.
.
( pereview, chapter 1)
" I.. Ini, maksud kedatanganku kesini, a-aku mau me- menumpang tinggal. " Ucap Changmin sedikit terbata.
Reflex Junsu dan Jaejoong menatap Changmin dengan mata membulat, Changmin menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia sedikit risih ketika kedua sahabatnya itu menatapnya seperti itu.
" Mau menumpang tinggal? memangnya kau diusir dari rumah keluarga barumu? Changmin-ah. " Tanya Junsu saat teringat perkataan Changmin tadi, kalau hubungan Changmin dengan keluarganya sedikit renggang.
" A-aniya, aku hanya ingin menenangkan diriku, hyung. " Ucap Changmin.
Junsu hanya ber'O' ria dengan kepala mengangguk-angguk. Jaejoong menatap keduanya dengan merengut bingung.
" Apa hyung mengijinkan, hmm? " Tanya Changmin dengan mata menatap Jaejoong dan Junsu bergiliran.
" eemm.. " Jaejoong dan Junsu menganggukan kepalanya tanda mereka setuju.
" Gomawo hyung! "
.
.
.
( Chapter 2 )
.
.
.
Kring... Kring...
Jaejoong menggeliatkan tubuhnya yang masih di balut selimut tebal dengan wajah merengut ketika mendengar bunyi Jam weker di atas meja nakas samping tempat tidurnya. Bukannya bangun, ia malah mengeratkan kembali selimut itu pada tubuhnya.
Jam weker yang sengaja Junsu simpan di kamar Jaejoong itu rupanya tak mempan untuk membuat malaikat berbibir cherry ini bangun dari tidurnya. Jam itu kembali berbunyi, namun Jaejoong tak kunjung bangun juga.
Tok tok tok
" Hyung!, Matikan jam'nya, itu mengganggu konsentrasiku belajar memasak. " Ucap suara di balik pintu kamar Jaejoong. Namja itu terus mengetuk pintu bercat putih itu dengan sangat kencang, dan sukses membuat namja cantik itu kembali melenguh dan menggeliat di dalam tidur nyenyak'nya.
" Aish! wae, wae." Jaejoong yang sudah tidak tahan dengan suara berisik itu, beranjak dari tempat tidurnya dengan mata masih terpejam. Dibukanya pintu kamar dengan malas.
" Wae! " Tanya Jaejoong dengan kesal pada namja tampan nan childish yang berdiri di hadapannya. tangan kanan namja itu terlihat memegang spatula, di badannya yang tertutupi kaos merah, melekat celemek bergambar 'hellokitty' yang berwarna senada dengan kaosnya.
" Aku sedang belajar memasak hyung!, tapi jam wekermu terus saja berbunyi dan membuat aku tidak bisa konsentrasi! Huh " Ucap namja tampan itu tak kalah kesal.
Jaejoong hanya menatap malas namja tampan di depannya, lalu kembali masuk kedalam kamarnya dan tak lupa menutup pintu. Tapi pergerakan tangannya (menutup pintu) terhenti ketika menyadari kata-kata yang di lontarkan namja itu.
" MWO! " Jaejoong kembali membuka pintu kamarnya dengan mata terbelalak sempurna. " Apa kau bilang Changmin? Memasak, ANDWE! " Dengan tergesa-gesa Jaejoong berlari keluar kamarnya, meninggalkan Changmin yang terlihat menatap bingung punggung Jaejoong yang menghilang di tikungan (?) rumah.
Namja Childish itu hanya menggidikan bahunya, lalu kembali keruang dimana tadi ia tengah asik mengaduk-ngaduk kimchi. Namun langkah'nya terhenti di ruang TV ketika suara menggelegar terdengar dari arah dapur.
" CHANGMIN! " Teriak Jaejoong ketika melihat dapur kesayangannya begitu berantakan seperti kapal pecah.
# # # # #
Dari arah dapur, terlihat Jaejoong membawa satu porsi bulgogi di atas nampan dengan segelas air putih di samping mangkuk bulgogi. Ia berjalan menghampiri Changmin yang sudah duduk manis di bangku meja makan. Ia taruh nampan itu di meja dekat Changmin.
" Wah! hyung, gomawo ~ " Ucap Changmin tanpa melihat Jaejoong, karena matanya yang berbinar-binar itu terlihat fokus menatap makanan di hadapannya.
" Changmin-ah! jika aku dan Junsu tidak ada dirumah, kau jangan sekali-kali menyentuh dapur apalagi kompor, bisa-bisa apartement ini terbakar gara-gara jika kau lapar, kau bisa membeli makanan siap saji di luar, arra! " Ucap Jaejoong, karena ia tak mau jika nanti harus membayar kerugian atas terbakarnya apartement. Bisa-bisa jatuh miskin. Kekayaan yang dimilikinya pun mungkin tak akan bisa membeli gedung apartement semewah ini.
" Alla, hyunghh." Ucap Changmin dengan mulut penuh oleh bulgogi.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Jaejoong beranjak dari duduknya dan berjalan memasuki kamarnya. Lalu mengambil handuk yang tergantung di samping pintu kamarnya dan segera masuk ke dalam kamar mandi yang terletak di samping kamarnya.
Setengah jam kemudian, Jaejoong pun keluar dari kamar mandi dengan di balut handuk. Ia sedikit mengintip keruang makan, dan ternyata Changmin masih berkutat dengan makanannya yang menumpuk diatas meja makan. Jangan ditanya kenapa Changmin mempunyai makanan sebanyak itu, pastinya hasil rampokannya dari kulkas Jaejoong dan Junsu. Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya melihat Changmin begitu rakus memakan makanannya, setelah itu ia pun berbalik memasuki kamarnya.
Jaejoong tak henti-hentinya bersenandung di dalam kamarnya. Sesekali badannya ia gerak-gerakan. Langkahnya terhenti di dekat kaca, ia tatap kaca yang memantulkan bayangan dirinya itu. Sebuah senyum mengembang di wajahnya.
" you're the most handsome, Kim Jaejoong. " Ucapnya disertai tawa. # narsisbangetsiumma#.
Trurururu... Drrttt... trururu.. Drrtt...
Jaejoong mendengus sebal ketika 'Handphone'nya yang ia taruh di atas meja nakas berbunyi. Dengan malas ia beranjak dari kegemarannya setiap pagi -mengagumi dirinya sendiri- dan berjalan menghampiri meja nakas. Tangannya terulur untuk mengambil 'Handphone'. Tanpa melihat nomor si penelepon ia langsung menggeser tombol hijau yang tertera dilayar handphone. Karena ia sudah tahu jika pagi-pagi begini pasti Junsu'lah sang menejer yang menelepon'nya.
" Yeoboseyo. "
' Jae-ah! cepat kau pergi ke gedung ' Zoom ', pemotretan akan segera di mulai, kau harus tepat waktu, ne. '
" Pemotratan? bukannya aku sudah bilang jika hari ini aku ingin sedikit bersantai. "
' Tapi kau sudah mendatangani kontraknya Jae. '
" Kapan aku mendatangani kontrak dari perusahan 'Zoom'? "
' kemarin, ketika aku menyerahkan sebuah kertas padamu. '
" Yah! Jadi kau membohongiku eoh?! "
' Mianhe, aku terpaksa melakukan itu, kalau ku beri tahu, kau pasti akan menolaknya. Cepatlah Jae, ini juga untuk meningkatkan popularitasmu sebagai bintang besar! kau tahu kan, perusahan 'Zoom' adalah perusahan terbesar di korea, seharusnya kau merasa terhormat, Jae, telah menjalin kontrak dengan perusahan besar seperti perusahan ' Zoom ' ? '
" Tapi Jun- "
Tut tut tut
Belum sempat Jaejoong menyelesaikan kalimatnya, sambungan telepon sudah mati terlebih dahulu. Ia terus mengumpat dalam hati. Kenapa ia bisa memilih menejer yang gila kerja seperti Junsu? Saking kesalnya, ia melempar benda kotak hitam itu ke atas tempat tidur 'king size'nya. Namun sayang benda itu memantul dengan sangat keras menyebabkan...
PRANKK...
Benda mungil itu terjatuh dari ranjang, dan hancur lebur di atas lantai yang keras.
" ANDWE! " Teriak Jaejoong, berlari menghampiri 'Handphone'nya yang sudah hancur berkeping-keping. Jaejoong menatap nanar benda kesayangannya itu.
" ANDWE!" Teriaknya lagi dengan lebih keras.
Changmin yang mendengar teriakan itu, sejenak berhenti dari aktivitasnya mengunyah makanan. namun beberapa detik kemudian Changmin kembali mengunyak makanannya tanpa memperdulikan teriakan itu.
Tragis sekali takdir 'Handphone' tersebut yang harus kehilangan fungsi karena kecerobohon seorang Kim Jaejoong. # ==' #Ralat.
# # # # #
" Chun, kalau Jae sudah datang, suruh dia segera memakai kostum'nya, aku pergi dulu ke Mini Market, ne. " Ucap Junsu pada seorang namja tampan yang terduduk di sofa.
" Hmm.. " Namja itu mengangguk mengiyakan tanpa menoleh pada Junsu, karena ia sedang fokus memainkan HP'nya.
Junsupun segera meraih Jaket'nya yang ia taruh diatas sofa, lalu segera melenggang pergi keluar gedung mewah itu. Tak berapa lama setelah kepergian Junsu, seorang yeoja cantik dengan dandanan mewah memasuki ruangan pemotretan. Yeoja cantik itu tersenyum manis pada orang-orang yang disapanya, senyum itu makin terpasang dengan jelas ketika mata berhias bulu-bulu cantik itu melihat seorang namja tampan yang terduduk di sofa dengan seorang namja yang ia tahu itu adalah sahabat sekaligus menejernya.
" Annyeong! Yunho-ah, Yoochun-ah. " Sapa Yeoja itu, berjalan menghampiri kedua namja yang terduduk di atas sofa berwarna merah maroon tersebut, dengan senyum tak pernah lepas dari bibi berlapis lipstik tebalnya.
" Tiffani-ah! lama kita tidak bertemu. " Ucap namja berjidat lebar, yang terlihat membalas senyum yeoja yang dipanggil Tiffani itu. Sementara namja bermata musang disampingnya terlihat sangat cuek dan terus memainkan 'Handphone'nya.
" Oppa! aku tak menyangka jika pasangan pertamaku adalah oppa. " Ucap yeoja itu dengan riang, namun hanya gumaman saja yang ia peroleh dari namja berbibir hati itu. Menolehpun tidak.
Yoochun yang melihat itu terlihat menatap jengkel pada namja di sampingnya. Apa salahnya jika menyapa seseorang dengan senyuman ramah. Ia tak habis pikir dengan namja bermarga Jung ini. Kalau bisa ia ingin sekali membelah kepala namja itu dan melihat apa yang ada pada kepala sahabatnya itu. Yoochun mengalihkan pandangannya pada yeoja di hadapannya, yeoja itu terlihat menatap sendu pada yunho.
" emm... Tiffani-ah, apa kau sudah bertemu dengan pasangan keduamu ? " Tanya Yoochun, mengalihkan suasana yang barusan ia lihat.
" ah, Belum, aku belum melihatnya, apa dia sudah datang Yoochun oppa? " Tanya Tiffani menggantikan raut wajahnya dengan sebuah senyuman yang dilontarkannya pada Yoochun.
" Dia belum datang, tapi tadi menejernya sudah menghubunginya, mungkin sebentar lagi dia datang. " Ucap Yoochun. Yeoja itu mengangguk kikuk dengan memasang senyumnya lagi.
Merekapun terus mengobrol berdua, karena Yunho tidak pernah menanggapi obrolan mereka dan terus terfokus pada layar benda kotak yang di genggamnya. Tidak tau apa yang sedang ia lakukan.
Kreatt..
" Maaf, aku terlambat.! "
Suara seorang namja membuat kedua orang yang sedang mengobrol itu menoleh ke arah datangnya suara, tak terkecuali Yunho yang tadinya menatap layar mungil itu berbalik menoleh ke asal suara.
Disana terlihat seorang namja dengan stelan serba hitam sedang membungkukan badannya beberapa kali pada orang-orang di sekitarnya.
" eoh! bukankah itu Jaejoong oppa? " Tanya Tiffani pada Yoochun tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok di depannya.
Yoochun menoleh pada Tiffani dengan kerutan di dahinya. " Apa kau sudah mengenalnya Tiffani-ah? " Lalu kembali menoleh menatap namja cantik tadi.
" Aku belum berkenalan dengannya, tapi aku selalu melihatnya di majalah-majalah, sehingga aku tahu namanya. " Ucap Tiffani. Yoochun hanya mengangguk dengan mulut membentuk 'O'.
Namja cantik itu berjalan menghampiri orang-orang yang berada di sofa, dengan senyum menghiasi wajah putihnya. Namun senyumnya luntur dan digantikan oleh raut kebingungan ketika mata doe nya tak menemukan Junsu.
" Jae-ah, duduklah dulu. " Pinta Yoochun dengan tangannya menepuk-nepuk sofa di sampingnya.
Jaejoongpun menghampiri sofa kosong di samping Yoochun, namun belum sempat ia menyentuh sofa itu, seorang namja sudah lebih dulu mendudukinya. Ia menatap geram pada namja itu.
" Jung! " Teriakkannya terhenti ketika menyadari jika ada ' idol ' dari agensi lain disini, bagaimana jika yeoja itu berpikiran buruk padanya. Dan berpikir jika ia seorang namja yang selalu menganiyaya orang . Andwe.
" Eoh! kenapa kau tak bilang mau duduk di situ, Jung. " Ucap Jaejoong kikuk, sambil menatap namja dihadapannya dengan senyum yang dipaksakan. Namun namja itu tak menjawab dan kembali memainkan 'Handphone'nya.
Tanpa menunggu jawaban dari namja itu Jaejoong segera beralih duduk di sofa dekat yeoja yang terlihat menekukan kepalanya disertai dengan senyum saat Jaejoong menghampirinya. Jaejoongpun membalas dengan hal yang sama. lalu duduk di atas sofa.
" Annyeong, Jaejoong oppa. akhirnya aku bisa bertemu denganmu. " Tiffani mulai berbicara karena ia merasa tidak enak dengan suasana canggung seperti ini.
" ah, ne, ini pertama kalinya aku bertemu denganmu Tiffani-ssi. " Balas Jaejoong.
Mereka pun mengobrol berbagai hal, dari hal ringan seperti menanyakan tentang keluarga sampai membicarakan tentang agensi mereka masing-masing. Tak segan mereka tertawa ketika mereka membicarakan hal lucu tentang masa trainee mereka. hingga suara produser 'Zoom' mengintrupsi mereka untuk segera memakai kostum karena pemotretan akan dimulai.
Setelah satu Jam mereka di dandani, akhirnya mereka pun selesai dengan kostum bertajuk ' Vampire'. Dan segera menuju tempat pemotretan.
Dari arah pintu, Junsu terlihat berjalan dengan membawa satu kantong kresek penuh di kedua tangannya. Ia menghampiri Yoochun yang sedang duduk di sofa sembari memperhatikan Yunho, Jaejoong dan Tiffani yang sedang bergaya seram ala (?) ' Vampire '.
" Chunnie-ah ~ " Junsu segera mendudukan dirinya di samping Yoochun, dan memeluknya erat.
" Chagi, apa saja yang kau beli ? " Tanya Yoochun dengan membalas pelukan Junsu.
Yah, Yoochun dan Junsu memang sudah menjalin kasih tanpa sepengetahuan Yunho dan Jaejoong sang bintang asuhan. Karena jika mereka memberitahu Yunho dan Jaejoong mungkin Yunho dan Jaejoong tidak akan setuju dengan hubungan mereka. Jadi, jika mereka ingin menghabiskan waktu berdua, mereka selalu melakukannya ketika Yunho dan Jaejoong tidak ada di dekat mereka seperti sekarang ini.
" Good job! kalian bekerja keras, hasilnya memuaskan! " Ucap produser 'Zoom' dengan senyum puasnya ia menghampiri ketiga model di depannya.
Ketiga model itu tersenyum dengan sedikit membungkuk pada pruduser 'Zoom', setelah itu mereka berjakan dengan lesu ke arah menejer mereka yang terduduk di sofa.
Junsu dan Yoochun segera mengambil jarak ketika melihat Yunho dan Jaejoong menghampiri mereka. Sementara Tiffani sudah bersiap-siap untuk pergi dari tempat pemotretan setelah pamit pada Jaejoong dan Yunho dan juga pada orang-orang yang ada disana.
Yunho mengambil sebuah botol minuman dari dalam kresek lalu membuka tutup botol minuman itu.
" Yah! "
Belum sempat ujung botol itu menempel pada mulutnya seseorang sudah lebih dulu merebut botol itu dari tangannya. Menyebabkan sebagian dari minuman itu tumpah mengenai wajah tampannya.
" Yah! apa yang kau lakukan? " Ucap Yunho pada Jaejoong -sang pelaku perebutan (?)- Sambil berusaha merebut minuman itu dari tangan Jaejoong.
Namun Jaejoong lebih dulu meminumnya hingga botol itu kosong tak tersisa. Setelah itu ia menjulurkan lidahnya pada yunho. Ia sengaja melakukan itu karena ia ingin membalas perbuatan namja Jung itu yang telah mengejeknya kemarin.
" Aish! KIM JAEJOONG!- " Belum sempat Yunho menyelesaikan kata-katanya, suara deheman membuat ia terpaksa menyimpan kekesalannya kembali. Ia hanya bisa menatap namja cantik itu dengan tatapan sinis. Lalu menghempaskan dirinya di sofa dekat menejernya Yoochun dengan raut kesal masih terpasang jelas di wajahnya. Dengan tangan yang basah oleh air Jus tadi, Yunho mengambil tisu di atas meja, lalu mengelapkannya pada tubuhnya yang tadi terkena tumpahan jus.
" Yah!, jika kalian ingin bertengkar, lihatlah dulu kondisinya, bagaimana jika mereka semua beranggapan jika agensi SHINKIent tidak bisa mendidik anak asuhannya dengan baik. " Bisik Yoochun pada Yunho, namun bisa juga didengar oleh Junsu dan Jaejoong.
Namun, kedua namja itu menanggapinya dengan mendengus kesal. Lalu beranjak meninggalkan tempat pemotretan dengan saling menyenggol siku, berusaha untuk jadi yang pertama keluar dari tempat pemotretan.
" Yah! aku yang pertama keluar. " Ucap Yunho dengan menyenggol Jaejoong hingga oleng ke samping. Tak mau kalah, Jaejoongpun membalasnya dengan dorongan kuat hingga Yunho pun terseret ke belakang. Mereka terus saling mendorong dan tak perduli dengan tatapan-tatapan yang memperhatikan mereka dengan kepala menggeleng-geleng
Junsu dan Yoochun hanya bisa membungkuk meminta maaf pada orang-orang yang mungkin merasa terganggu dengan sikaf Jaejoong dan Yunho. Seteleh itu mereka menyusul Yunho dan Jaejoong yang sudah berjalan jauh namun tak berdampingan.
" Yoochun-ah, aku sudah tidak tahan harus menahan malu ketika mereka sudah bertengkar seperti itu. " Ucap Junsu dengan merengut kesal.
" Bukan kau saja su-ie, aku juga merasa malu, kalau saja mereka bisa menjaga sikaf mereka di depan banyak orang. " Timpal Yoochun, sama kesalnya dengan Junsu.
Di tengah perjalanan, tiba- tiba Junsu menghentikan langkahnya, otomatis membuat Yoochun juga menghentikan langkahnya. Yoochun mengerutkan dahinya ketika melihat Junsu menatapnya dengan raut wajah berbinar-binar.
" Oh! Yoochun-ah! aku punya ide! " Ucap Junsu tiba-tiba. Ia langsung mendekatkan mulutnya pada telinga Yoochun dan ketika itu juga mata Yoochun terbelalak sempurna.
" MWO! "
TBC
.
.
.
Makasih buat BunnyDevil16 yang udah ngasih tahu kesalahan saya dalam tanda baca. Makasih juga buat yang udah review fanfic saya yang GeJe ini. Langsung saja ke intinya, jangan lupa review lagi, ne.
REVIEW JUSEYO ~ ~
