Only Love

Title : Only Love.

Cast : Yunjae.

Other(s) Cast : Yoosu, Changfood.

Rated : T.

Genre : Romance and Humor.

WARNING :

YAOI, BOYSLOVE, TYPO, GEJE, PASARAN!

Saya masih 'AMATIR' di dunia ff.

jadi jika ceritanya ngawur abis, tolong di maklumi. Karena ini hanya hobi saja.

Langsung saja... Selamat membaca!^^

DON'T LIKE YAOI DON'T READ OK!

.

.

.

SUMMARY :

Karena keegoisan para manegernya, Yunho dan Jaejoong terpaksa harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih di depan publik, karena untuk mendapatkan popularitas. Di depan layar kaca mereka begitu mesra dan membuat iri, tapi di balik layar kaca mereka seperti TOM AND JERRY!

.

.

.

( Preview, chapter 3)

"semua sudah kalian tanda tangani?" Tanya Hyunjoong begitu ceria.

"Ne." Jawab mereka dengan malas.

"Umm... baiklah, misi kalian adalah hanya berpura-pura menjadi sepasang kekasih, dan aku sudah membuat pekerjaan apa yang akan kalian kerjakan besok." Hyunjoong tersenyum penuh arti pada Yunho dan Jaejoong. Sementara Mereka hanya pasrah saja dengan apa yang akan terjadi hari esok.

.

.

.

( Chapter 4)

.

.

.

Di apartemennya, Yunho tampak terduduk di atas sofa ruang TV. Wajahnya terlihat prustasi. Ia menyesal karena telah memenuhi permintaan Hyunjoong yang menyuruhnya datang ke perusahaan. Ia pikir Hyunjoong akan memberinya bonus tambahan akan kerja kerasnya selama ini dengan memperpanjang hari liburnya. Tapi ternyata malah memberinya pekerjaan yang menurutnya tak masuk akal.

Tapi anehnya, kenapa ia setuju dan mendatangani kertas-kertas perjanjian itu, ya?. Hah.. Tapi tak apalah, mungkin ini takdirnya yang harus mengembangkan perusahan SHINKIent menjadi lebih besar melalui pekerjaannya ini. Yunho 'pun menyandarkan tubuhnya ke senderan sofa lalu memejamkan mata musangnya yang terlihat lelah untuk berusaha membuat pikirannya lebih nyaman.

" Yah! "

Yunho yang hampir melayang ke alam mimpi itu membuka kembali matanya yang terlihat kemerahan ketika merasakan seseorang menyerbunya dan merangkulnya. Ia tatap orang itu dengan mata sayunya, dan ternyata orang itu adalah Yoochun, menejernya.

" Aish! Yoochun-ah, ada apa denganmu? " Yunho melepaskan tangan Yoochun yang merangkul lehernya dengan kasar. Karena Yoochun mengagetkannya sehingga kantuknya 'pun sudah hilang entah kemana.

" Yunho-ah, tadi Noona mu menelepon ku. " Ucap Yoochun sembari tangannya kembali merangkul leher Yunho.

" Menelpon? Untuk apa? " Tanya Yunho bingung.

" Untuk memberitahumu, kalau ia akan pulang ke Korea besok. " Jawab Yoochun santai.

" Kenapa Noona tidak menelepon ke Handphone ku saja. Aku 'kan adiknya bukan kau, Chun! " Yunho mendengus kesal.

" Bagaimana Noona-mu bisa menghububungi-mu Yun, kalau Handphone-mu saja tidak aktif. " Yoochun terkekeh pelan.

" hah.. Benar juga. " Yunho menghela napas, lalu beranjak dari sofa menuju kamarnya. Langkahnya terhenti di depan pintu kamarnya " Apa Noona memberitahu-mu jam berapa ia akan tiba di Korea, Chun? " Tanya Yunho.

" Jam 7 pagi. " Jawab Yoochun yang masih terduduk di sofa. Yunho terlihat mengangguk, lalu berbalik memasuki kamarnya untuk beristirahat.

# # # # #

" Ini tugas kalian. " Hyunjoong meletakkan sebuah kertas di atas meja kerjanya. Lalu menatap kedua orang namja yang duduk dihadapannya dengan tersenyum.

" Jadi, kami harus berkencan? " Tanya salah satu namja yang terlihat lebih tampan dari namja satunya, karena namja satunya lagi cenderung cantik dibandingkan tampan.

" Apa tak ada tugas lain selain ini, Hyung ? " Tanya Jaejoong, dengan nada penolakan.

" Hyung! Hari ini tepat jam tujuh, aku harus menjemput Noona-ku di bandara. Jadi bagaimana aku ada waktu untuk berkencan. " Ucap Yunho dengan kesal.

" Memangnya Noona-mu sudah pulang dari Paris? " Tanya Hyunjoong.

" Kalau Noona-ku belum pulang dari Paris, lalu siapa yang akan aku jemput di bandara Hyung? " Yunho berdecak malas. Ia tak habis pikir orang seperti Hyunjoong bisa menjadi CEO.

Hyunjoong tampak menggaruk kepalanya yang tak gatal. " hahh.. Ne. " Ia tersenyum kikuk, lalu mulai berpikir bagaimana cara untuk supaya publik tahu hubungan Yunho dan Jaejoong. Yunho dan Jaejoong mulai tampak bosan, mereka terlihat duduk tak nyaman di kursi mereka.

" Ahh.. Ya, sudah begini saja, Jae kau ikut Yunho saja ke bandara, dan setelah menjemput Noona Yunho, kalian langsung ke lokasi ini untuk berkerja, hmm? Bagaima? " Tanya Hyunjoong setelah menjelaskan idenya.

Jaejoong terlihat berpikir dengan ragu-ragu. Sementara Yunho menatap tak percaya Hyunjoong. Kalau begini berarti Jaejoong akan bertemu dengan Noona-nya, apa yang harus ia katakan jika sang Noona bertanya siapa Jaejoong. Apa ia harus mengatakan bahwa Jaejoong adalah kekasih pura-puranya?

" Yah! "

Pluk

Sebuah koran bekas yang di remas menjadi bola kusut menimpuk wajah Yunho dengan tidak elitnya. Meskipun tidak begitu sakit namun itu membuat Yunho rasanya tidak punya harga diri karena ditimpuk tepat mengenai wajah tampannya.

"Yah! Dasar Namja aneh! Beraninya kau menimpuk wajah ku!" Teriaknya pada Namja cantik yang berdiri di ambang pintu ruangan.

" Seharusnya aku yang berteriak! Kenapa kau masih duduk tenang disana, apa kau tidak akan berkerja! Eoh?! " Yunho terlihat celingak-celinguk seperti orang linglung merasa aneh Namja aneh -menurutnya- itu sudah berdiri dengan kesal di ambang pintu. Ia beralih menatap Hyunjoong yang terlihat berusaha menahan tawanya.

" Ke-kenapa dia ada disana Hyung, dia kan belum- "

" Oh! Jadi dari tadi kau melamun Yun? C'k, cepatlah dia sudah menunggu! " Ucap Hyunjoong dengan malas.

" Jadi, dia menyutujuinya Hyung? " Hyunjoong mengangguk .

"Mwo ! "

# # # # #

Di perjalanan menuju bandara, Yunho dan Jaejoong tampak terdiam di tempat duduk masing-masing. Yunho terlihat menyetir mobil karena ia kalah dalam permainan 'kertas, gunting, batu' dengan Jaejoong. Yunho hanya fokus menyetir sedangkan Jaejoong yang duduk di sampingnya terlihat bosan dan hanya menatap keluar jendela mobil.

Yunho yang mulai tak nyaman dengan keheningan di dalam mobilnya mulai menyalakan musik melalu HP nya yang terhubung dengan radio mobil. Sambil fokus menyetir, bibirnya melantunkan lyric demi lyric lagu yang berjudul 'Hanny Funny Bunny' lagu miliknya sendiri.

" Lagu apa ini? Aneh sekali, ganti saja dengan punyaku. " Tiba-tiba saja Jaejoong melepaskan kabel yang menghubungkan Hanphone Yunho dengan radio, lalu menghubungkan Handphone miliknya dengan radio. Musik 'pun berganti melantukan lagu milik Jaejoong yang berjudul ' MINE '. Lagu ini menurutnya lebih menarik dari pada lagu Yunho tadi yang menurutnya aneh.

" Yah! Justru lagu-mu yang aneh! Lagu ku semenarik ini di bilang aneh " Yunho kembali menghubungkan Handphone-nya pada radio dan melepaskan Handphone milik Jaejoong.

" Tidak! Lagu-ku yang menarik bukan aneh! " Sekarang Jaejoong balik menukar kembali Handphone Yunho dengan Handphone dirinya. Dan kembali lagu melantunkan lagu ' MINE '.

" Aish! Terserah kau saja! Dari pada aku harus meregang nyawa karena tak konsen menyetir! " Yunho 'pun menyerah, ternyata susah juga berdebat dengan Jaejoong, namja ini cukup keras kepala. Yunho melirik kearah Jaejoong, Jaejoong tampak menikmati alunan musik yang menurutnya aneh itu. Dasar namja aneh, lagunya pun ikut aneh, pikir Yunho.

Mereka 'pun sampai di bandara Seoul International Airport. Yunho memarkirkan mobilnya tak jauh dari pintu masuk bandara.

" Apa kau mau keluar? " Tanya Yunho sebelum ia membuka pintu mobil.

" Tentu saja, apa aku tidak akan berkerja? " Jawab Jaejoong, lalu keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan lumayan keras. Yunho yang masih di dalam mobil mencibir kesal Jaejoong. Ia bertanya lembut malah dijawab dengan sinis. Ia pun keluar dari mobil.

Yunho segera melangkah memasuki bandara, langkahnya terhenti di pintu masuk bandara ketika dirasanya seseorang mengapit tangannya. Disampingnya Jaejoong terlihat bergelayut di tangannnya. Ia hanya bisa menatap Jaejoong dengan berdecak malas.

" Yah! Aku melakukan ini karena akting jadi jangan berpikir aku suka bergelayut di tangan-mu ini! " Bisik Jaejoong berjalan pelan mengikuti langkah Yunho.

" Aku juga tahu Namja aneh. " Timpal Yunho dengan nada berbisik pula.

" Ish! " Jaejoong menginjak sepatu Yunho membuat sang empunya meringis tertahan. Yunho enggan membalas perbuatan Jaejoong, karena jika ia membalasnya pasti keributan akan terjadi di bandara ini, mengingat Jaejoong yang keras kepala dan sifatnya yang tak mau kalah jika sedang berdebat.

Di bangku tunggu bandara, seorang Yeoja cantik terlihat terduduk di bangkunya dengan raut gelisah, sesekali mata lentiknya menatap ke sekitar, sepertinya Yeoja ini mencari seseorang. Karena orang yang dicarinya belum datang-datang juga, ia 'pun beranjak dari duduknya dan melangkah pelan dengan menyeret kopernya.

" Noona ! " Langkah Yeoja itu terhenti ketika suara yang tak asing baginya mengintrupsinya untuk menoleh ke asal suara tersebut. Ia dapati dua namja berjalan menghampirinya. Namja tinggi dengan stelan jaket tebal berwarna coklat dan syal hitam yang melilit lehernya itu ia tahu adalah adiknya, Jung Yunho. Namun Namja yang bergelayut di tangan Yunho dengan stelan jaket tebal berwarna abu-abu dengan syal putih itu ia tidak tahu Namja yang menurutnya manis itu siapa.

" Yunho-ah! " Yeoja itu memeluk Yunho erat, ketika adiknya sudah berada di hadapannya. Begitupun Yunho. Setelah puas melepas rindu, mereka 'pun melepaskan pelukan mereka.

" Yunho-ah, kau bawa siapa? " Tanya Noona-nya sembari menatap Jaejoong dengan intens.

" I.. Ini ini.. Jaejoong, Kekasihku Noona. " Akhirnya ia juga memasukan Noona-nya ke daftar absen yang harus dibohongi.

" Be-benarkah! Jinjayo! " Ahra menatap Jaejoong dengan tampang tak percaya. Benarkah Namja manis ini adalah pacar Yunho? Dengan senyum mengembang di wajah cantiknya, Ahra membungkuk kecil memperkenalkan dirinya. " Annyeong ! Jaejoongie! Jung Ahra Imnida ! "

" Ahh.. Ne.. Kim Jaejoong Imnida ! " Jaejoong balik memperkenalkan dirinya dengan membungkuk sopan.

" Ayo! Sebaiknya kita pergi jalan-jalan! " Tiba-tiba saja Ahra menggandeng tangan Jaejoong melangkah keluar bandara. Yunho menatap aneh Noona-nya, sepertinya Noona-nya sangat menyukai Jaejoong.

Sebelum pulang mereka mampir dahulu ke sebuah kedai es-krim yang tak jauh dari bandara. Jaejoong duduk berhadapan dengan Yunho sementara Ahra duduk di sampingnya. Jaejoong nampak masih canggung dengan Ahra karena dari tadi ia selalu memasang senyum kikuk jika Ahra berbicara padanya. Yunho tak memperdulikan Jaejoong dan Ahra yang sedang mengobrol ia hanya fokus menikmati es-krim strowberry-coklatnya.

" Ahh! Aku jadi ingat saat aku dulu berpacaran. Gara-gara es-krim aku mendapatkan firstkiss-ku. " Ucap Ahra mengingat-ngingat bagaimana ia melakukannya dengan kekasih atau sekarang sudah menjadi mantan kekasih.

" Umm.. Benarkah, hanya gara-gara es-krim, Noona mendapat Firstkiss Noona? " Tanya Jaejoong bingung dengan mulut penuh dengan waffle yang di lapisi es-krim vanila kesukaannya.

Ahra mengangguk semangat, lalu memakan kembali es-krimnya.

" Aku tidak percaya gara-gara ini Noona mendapat Firstkiss Noona. " Ucap Yunho dengan menunjukan es-krim yang menempel pada sendok yang di pegangnya lalu setelah itu ia memakan es-krim itu.

" Ish! Kalau kau tidak percaya, akan kuceritakan sekarang juga! " Tantang Ahra bersiap-siap dengan es-krim yang sengaja ia taruh di samping bibirnya.

" Yah! Noona, ini tempat umum tidak baik jika berbicara yang seperti itu disini, apalagi ini kedai es-krim pasti disini banyak anak-anak, Noona! " Bisik Jaejoong mempringati.

Ahra kembali menjilat es-krimnya yang ia taruh di sudut bibirnya. Lalu mendelik ke arah Yunho. " Gomawo Joongie, sudah memperingatkan kakak ipar-mu ini. " Ahra tersenyum pada Jaejoong di balas anggukan kecil oleh Jaejoong.

Mereka kembali menikmati es-krim mereka yang sebagian dari es-krim itu mencair. Suasana menjadi hening, hanya suara orang-orang di sekitar mereka yang terus bising dan suara sendok mereka yang membentur gelas es-krim.

Ahra sesekali melirik ke arah Jaejoong dan Yunho, Ia mulai merasa aneh pada Yunho dan Jaejoong, pada umumnya sepasang kekasih akan terlihat mesra. Tapi kenapa pasangan kekasih yang sedang bersamanya ini malah terlihat seperti orang yang baru kenal satu jam. Mereka tampak menikmati urusan masing-masing. Harusnya mereka menyuapi satu sama lain atau mengobrol tentang sesuatu tapi mereka malah terdiam dan menikmati es-krim masing-masing. Ahra terus memperhatikan Yunho dan Jaejoong sampai sebuah suara membuat ia tersentak.

" BooJae! BooJae! " Dilihatnya Yunho menyodorkan sesendok es-krim pada Jaejoong namun Jaejoong terlihat sibuk dengan es-krimnya sendiri. Ahra kembali memakan es-krimnya dan berpura-pura ia tidak sedang memperhatikan Yunho dan Jaejoong.

" BooJae! " Yunho menendang pelan kaki Jaejoong karena tak mendengar panggilannya. Akhirnya Jaejoong mendongak menatap Yunho dengan pandangan membunuh, namun setelah melihat isyarat yang tergambar di wajah Yunho membuat ia kembali memasang mimik muka seperti biasa, tersenyum.

" BooJae, kau terlalu menikmati es-krim-mu ne? Sampai tak mendengarku. " Yunho terkikik lalu mengambil tissu dan mengelapkannya ke daerah sekitar mulut Jaejoong. Jaejoong hanya bisa tersenyum kikuk.

" Apa kau ingin mencoba es-krim-ku Boo? " Yunho mengarahkan kembali sendoknya pada Jaejoong.

" N-ne. " Jaejoong membuka mulutnya dan menerima suapan dari Yunho. Ia sedikit meringis ketika menikmati es-krim coklat itu dilidahnya. Menurutnya rasa coklat itu pahit meskipun sudah dicampur manis, makanya ia lebih menyukai Vanilla dari pada Coklat.

" Kau juga harus mencoba es-krim-ku Yunnie. " Jaejoong menyuapi balik Yunho. Setelah itu mereka tertawa dengan senyum yang di paksakan.

Membuat Yeoja satu-satunya yang ada di samping mereka terkikik karena merasa senang melihat betapa manisnya ternyata pasangan kekasih yang sedang menikmati es-krim bersamanya ini. Ahra mengaku salah berpikiran jika Yunho dan Jaejoong adalah pasangan yang tak romantis. Ternyata mereka begitu so sweet.

# # # # #

Di dalam mobil, Jaejoong dan Ahra tampak duduk di belakang, karena Ahra yang meminta Jaejoong untuk duduk bersamanya di belakang, Jaejoong menurut saja dan berpikir ia bisa duduk enak di belakang dan tak akan bersandiwara lagi karena tak ada Yunho di sampingnya.

Namun pikirannya salah, lebih baik ia kembali bersandirawa dari pada harus mendengar semua ocehan Ahra yang kadang-kadang selalu menjerit histeris dan lalu setelahnya tertawa. Jujur saja menurutnya Ahra sangat menakutkan. Apa semua Yeoja bersifat seperti itu, ya?

" Noona! Cepat-lah turun, kita sudah sampai di apartemen Noona! " Ucap Yunho sembari menoleh ke belakang tentunya pada Ahra. Ahra mendengus sebal, padahal ia masih ingin mengobrol banyak dengan Jaejoong. Dengan terpaksa ia pun keluar dari mobil lalu berjalan ke arah Yunho yang masih duduk di bangku setir.

"Cepat berikan kuncinya. Koper ku masih di dalam bagasi mobil!" Pinta Ahra Ketus, Yunho menyerahkan kunci mobilnya. Ahra langsung mengambilnya dan beranjak ke belakang mobil untuk mengambil kopernya.

"Anyeong! Joongie, kapan-kapan kau harus mampir kesini, ne? " Ahra melambai-lambaikan tangannya pada Jaejoong yang entah kapan sudah berada di jok depan di samping Yunho. Jaejoong mengangguk kecil dan ikut melambaikan tangannya.

Setelah mobil itu melaju meninggalkan kediamannya, Ahra 'pun berbalik memasuki Apartemennya yang sudah lama kosong karena ditinggal olehnya ke paris untuk menuntut Ilmu.

# # # # #

" Kenapa kau tidak mendongak tadi? Hampir saja Noona-ku curiga. " Ucap Yunho tanpa melirik pada Jaejoong karena fokus menyetir.

" aku 'kan tidak tahu kau memanggilku. Kupikir kau sedang memanggil badut kelinci yang kau beri nama BooJae untuk di ajak mengobrol. " Bela Jaejoong dengan polosnya.

" Memangnya aku anak berumur lima tahun bermain-main dengan badut. "

Ucap Yunho tak habis pikir dengan pikiran Jaejoong yang memang polos atau memang Namja ini aneh.

" Kau kenapa tiba-tiba memanggilku BooJae? Apa kau mau mengejekku? " Tanya Jaejoong dengan nada kesal dan sinis.

" Aish! Itu panggilan seorang kekasih pada pasanganya! " Yunho mulai gemas sendiri dengan Namja di sampingnya ini.

" Auh.. Ku akui kau memang pandai berakting, Jung. " Ucap Jaejoong membuat Yunho seakan ingin membenarkan otaknya yang sedikit pabo itu.

" apa maksudmu? "

" aku tahu sekarang, Jung. Boo? Umm.. Boo itu singkatan dari Babo 'kan. Jadi kau menyingkatnya jadi Boo. BooJae berarti artinya adalah Jae bodoh. Ish! Kau memang manusia buruk Jung. Seenaknya memanggil orang bodoh! " tukas Jaejoong dengan mengerucutkan bibirnya.

" hah.. Dasar Namja aneh. Pikirannya juga aneh. " Gumam Yunho dengan helaan napas panjang namun masih bisa di dengar Jaejoong dengan jelas.

" Yah! Sampai kapan kau akan menyebutku Namja aneh, Jung? "

" Sampai kau tak berprilaku aneh-aneh lagi. "

" Ish! Kau memang Namja buruk! "

# # # # #

"Ahk! Benarkah ini lokasinya? Kenapa terlihat begitu membosankan! Apa mungkin kita salah lokasi?" Jaejoong membulak-balik peta lokasi yang di berikan Hyunjoong, barang kali Hyunjoong salah memberikan peta. Karena tidak mungkin jika Hyunjoong menyuruh mereka berkencan di danau yang di penuhi perahu bebek.

"Aish! Membosankan sekali!" Yunho meringis melihat betapa membosankannya pemandangan di hadapannya yang di penuhi restoran apung dan di tengah danau di penuhi berbagai bebek-bebek besar yang mengapung.

"Tuan! Tuan!" Seorang Yeoja dengan memakai segaram pelayan berlari ke arah mereka dengan membawa kantong sedang di tangannya membuat mereka menoleh pada pelayan itu.

"Jeosonghabnida, tuan. Saya menerima sebuah bingkisan dari seseorang yang ditujukan untuk anda tuan." Yeoja itu memberikan kantung yang ia pegang pada Yunho.

"Kamsahamnida!" Yunho dan Jaejoobg membungkuk kecil pada pelayan itu.

" Ne, permisi tuan." Setelah kepergian pelayan itu. Yunho segera merogoh kantung itu untuk melihat apa yang ada di dalamnya.

"Karcis? Untuk apa itu?" Tanya Jaejoong menatap dua buah kertas yang ada di tangan Yunho.

Yunho menghela napas berat setelah menyadari jika ini pasti dari Hyunjoong. Karena di dalam kantung itu begitu banyak perlengkapan seperti kotak makan, dan berbagai perlengkapan kencan lainnya.

"Ayo ikut aku, kita harus berkerja sekarang!" Yunho menarik syal putih Jaejoong supaya mengikutinya ke arah danau untuk menaiki perahu bebek.

"Ish! Lepaskan, sembarangan sekali kau Jung! Menarik-narik syalku, memangnya aku ini anjing peliharaanmu apa?" Yunho tak menggubris celotehan Jaejoong ia malah memutar bola matanya jengah. "Cepat naik!" Ujarnya.

melihat ekspresi kebingungan Jaejoong, Yunho menunjuk perahu bebek di depannya sembari menunjukan kedua karcis ditangannya.

Tanpa sepatah kata 'pun Jaejoong segera menaiki perahu bebek itu. Kalau bukan karena ini adalah pekerjaannya, ia enggan untuk menaiki perahu yang menguras tenaga itu karena harus di goes ibarat seperti sepeda saja. Setelah memberikan karcis tadi pada seorang Namja paruh baya, Yunho segera menaiki perahu bebek berwarna kuning-oren itu.

" Yah! Gerakan kakimu supaya perahu ini berjalan dengan seimbang!" Ucap Yunho ketika dirasakannya perahu ini begitu berat saat ia menggoesnya.

"Aish! Ini sangat melelahkan, Jung!" Teriak Jaejoong prustasi meskipun begitu ia tetap menggoes perahu tersebut.

Namun di tengah-tengah danau Yunho merasa perahu ini berat ke kiri, ia melirik Jaejoong yang tengah asik bermain air dengan tubuhnya sedikit condong ke arah air.

"Yah! Kau tidak menggoes sepedanya yah?" Curiga Yunho karena perahu ini sungguh-sungguh berat hingga kakinya sulit untuk di gerakkan menggoes perahu ini.

"Yah!" Yunho menggoyangkan tubuh Jaejoong namun entah mungkin terlalu kuat atau apa tubuh Jaejoong makin mencondong ke air dan hampir tercebur ke dalam danau namun reflex Yunho menarik pinggang Jaejoong membuat tak sengaja Jaejoong memeluk tubuh Yunho dengan matanya yang terpejam karena ketakutan.

"Yah! Yah! Gwenchana? Jae?" Tanya Yunho panik pada Jaejoong yang memeluknya erat bahkan sangat erat.

"Kim Jaejoong!" Jaejoong tersentak dan membuka matanya tanpa melepaskan pelukannya pada pinggang Yunho. Ia mendongak menatap Yunho. "Gwenchana?"

Bukk!

"Yah! Kenapa kau menonjok pipiku!" Yunho memegang pipinya yang mungkin memerah karena ulah Jaejoong yang tiba-tiba menonjok pipinya.

"Jung! Kau sengaja ya, ingin membunuhku?" Teriak Jaejoong dengan garang.

"Yah! Siapa yang ingin membunuhmu, tubuhmu saja yang lemah di pegang sedikit saja sudah hampir tercebur!"

"Aku tidak mau menggoes perahu, kau saja!" Jaejoong menekuk kakinya lalu memegangi kedua lututnya dan meletakkan kepalanya di atas lututnya memandang kearah kiri.

Yunho 'pun menggoes perahu seorang diri, namun bibirnya terus saja berceloteh tidak jelas.

Deg

Deg

Deg

Jaejoong memegangi dada kirinya yang terus saja berdebar. Ia juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saja detak jantungnya begitu cepat seakan mengalahkan kecepatan seekor kuda yang sedang berlari. Namun ia berpikir mungkin ini efek dari kekagetannya karena hampir tercebur ke danau. Yah, ia hanya kaget, yah hanya kaget.

# # # # #

"Hah.. Bekerja menjadi photographer memang begitu sulit. " Gumam seorang Namja manis yang tengah menikmati makan siangnya di sebuah restoran apung.

"Ugh! Kenapa aku harus di lahirkan dari keluarga yang sederhana! Kalau saja bisa memilih aku akan memilih menjadi orang kaya! " Gumamnya lagi disertai dengan kekesalannya. Setelah menyantap habis makanannya, ia mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah.

"Eoh? Sepertinya aku kenal orang itu." Namja dengan busana khas seorang Photographer itu beranjak dari duduknya untuk melihat dan memastikan jika seseorang yang sedang menaiki sebuah perahu itu adalah benar seseorang yang pernah ia lihat.

"J-jung Yunho? yah aku tidak salah lagi itu Jung Yunho dan itu.. Kim Jaejoong? Sedang apa mereka berpelukan seperti itu?" Beberapa detik kemudian Namja tinggi itu terlihat menyeringai, ia langsung mengarahkan kamera yang terkalung di lehernya pada dua orang insan yang berada jauh di tengah danau sana.

Jpret Jpret Jpret

"Ini akan menjadi berita yang menakjubkan" Seru Namja tinggi itu menatap girang kameranya.

"Cho Kyuhyun, ayo kita pulang!"

"Ne, Sajangnim !" Namja tinggi itu berlari kecil mengikuti Namja paruh baya yang tadi memanggilnya.

TBC

.

.

.

Untuk para readers yang menunggu FF ini, maaf saya selalu lama Updatenya, maklum sudah memasuki semester 2 saya harus banyak belajar# Masa? :-P

Ok! Dech! Terima kasih buat yang sudah mereview, memfavorite-kan dan memfollow FF abal saya.

REVIEW JUSEYO ~~~

SELASA, 07-01-2014.

11 : 33