Cast : KaiSoo, myungsoo (bukan L) and other member EXO

Rated : nyerempet M karena di sini ada sedikit.. sangat sedikit adengan ehem

Warning : YAOI, alur bikin pusing, typo's berserkan karena authornya males ngedit. Bahasa aneh dan tidak baku. Authornya abal.

Disclaimer : Kyungsoo, Jongin dan anggota EXO milik sm, keluarganya dan dirinya sendiri. Disini aku Cuma pinjem mana doank sooooo jangan di ambil hati ne

Part ini full NC 21 meski yakin gak sebagus author lain, buat yang masih dibawah umur atau yang masih perawan otaknya PLEASE klik x. Maaf buat semua reader Author buat kalian bikin dosa dan zina otak dengan baca ff ini…..wkwkwk.

Seperti biasa

DON'T LIKE NO READ…..WKWKWK

Jongin berhasil membuka pintu kamar kyungsoo. Dan betapa kagetnya dia melihat keadaan di dalam kamar. Jongin menelan ludahnya kasar dan kyungsoo membulatkan matanya karena kaget, tidak menyangka akan ada yang memergokinya yang tengah melalukan hal itu. Dan yang paling parah yang memergokinya adalah jongin. seketika tatapan mereka bertemu.

"Hyung apa yang kau lakukan?"

"j-jong-in"

PART III

Jongin mematung di dekat pintu. Sewajarnya dan seharusnya jongin segera keluar dan menutup pintu. tapi melihat kyungsoo dalam keadaan seperti itu membuat akal sehatnya pergi entah kemana.

Sementara kyungsoo hanya bisa membatu dengan posisi masih seperti ketika jongin memergokinya beberapa detik yang lalu. Dengan posisi terlentang, tangan kirinya terlipat dengan siku menjadi tumpuan guna menahan tubuhnya, dan tangan kanan yang masih setia menggenggam penisnya di antara paha yang mengangkang. Kyungsoo mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengembalikan kesadaranya. Segera iya melepas tangannya dan membalik badanya hingga telungkup. Naas bagi kyungsoo karena saking kerasnya dia berbalik menyebabkan penisnya yang menegang maximal tertimpa tubuhnya sendiri. Tanpa sadar mulutnya mengeluarkan erangan.

" ssshh…akkhhh" kyungsoo reflek mengigit bibir bawahnya keras, takut mulut sialnya mengeluarkan erangan tidak elit lagi.

"hyung ijinkan aku membantumu" sejujurnya jongin tulus mengatakan itu. Dia hanya ingin membantu kyungsoo menyelesaikan masalahnya dengan cepat.

"TIDAK!" sontak kyungsoo berteriak

"please hyung, biarkan aku membantumu kali ini. Dan setelahnya kau boleh kembali bersikap dingin kepadaku" lirih jongin.

Kyungsoo merasakan sesak kala dia mendengar jongin yang memohon untuk membantunya. Padahal disini yang seharusnya memohon adalah kyungsoo. Kenapa jadi terbalik?

Kyungsoo tidak bergeming dia masih mencoba berpikir jernih. Apa yang harus dia lakukan. Di satu sisi dia tidak mungkin membiarkan jongin menyentuh lagi harga dirinya. Tapi disisi lain, saat ini dia benar-benar membutuhkan seseorang untuk membantunya. Supaya dia bisa segera menyelesaikan masalahnya dan pergi menemui myungsoo tersayang nya di villa. villa?—Kyungsoo tiba-tiba ingat tujuan utamanya hari ini. Dia harus secepatnya menyelesaikan keadaan ini.

"aku akan minta bantuan hyungsik, kau boleh pergi sekarang" kyungsoo meraih handphone yang berada di saku celana jeans nya yang tergeletak di lantai. Dia mendudukan dirinya di samping kasur dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Menekan satu tombol dan meletakanya di di telinga.

" yoboseo, hyun kau bis…mhhhhhh"

BRAK

Jongin me mencum kyungsoo, merebut handphone dan melemparnya ke lantai.

"ammmm-pahhhh yanhhhh kau mpppphhhh" kyungsoo berusaha menyampaikan protes dengan terengah-engah, jongin menyerang bibirnya ganas. Tubuh kyungsoo seperti lumpuh. Kekuatan ototnya hilang entah kemana. Kulitnya yang bersentuhan langsung dengan jongin menyebabkan sengatan-sengatan yang sangat kuat. Sentuhan yang sudah lama hilang dari ingatan kyungsoo kini bisa dia rasakan lagi. Membuat kenangan nya bersama jongin dahulu kembali berputar di memorinya. Kenangan yang sudah lama dia hapus dengan susah payah kini kembali. Ciuman seperti ini dalu akan dia dapatkan setiap hari, bukan…bahkan dia akan mendapatkan banyak ciuman ini setiap harinya. Tapi itu dulu sebelum jongin menghancurkan segalanya.

"biarkan aku membantumu hyung, kumohon" jongin berbisik didepan bibir kyungsoo dalam jeda ciumanya, dan setelahnya dia raup kembali bibir ranum kyungsoo yang sudah hampir 4 tahun tidak pernah disentunya lagi. Rasa bibir kyungsoo masih sama seperti dulu. Manis dan seakan menjadi nikotin untuknya. Bibir itu masih bibir kesayangan jongin. Meskipun dia sempat berpaling kepada taemin dahulu, tapi semua hanya berdasarkan nafsu belaka. Jongin tidak pernah merindukan bibir taemin seperti dia mendambakan bibir kyungsoo-nya. Dalam kurun waktu hampir 4 tahun ini (sejak kyungsoo mengandung sampai sekarang myungsoo berumur 3 tahun) jongin berusaha memperbaiki hubunganya dengan kyungsoo. Dia tidak pergi meninggalkan mantion meskipun kyungsoo bersikap dingin padanya, hanya semata-mata untuk menunjukan kepada kyungsoo, kesungguhan hatinya. Dia tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Kim jongin yang duluya tidak bisa hidup tanpa sex. Harus rela menahan gejolak dalam dirinya, semua dia rela lakukan untuk kyungsoo. Dia ingin kyunsoo-nya kembali mempercayai dirinya . dan dengan segala pengorbananya itu, dia sangat yakin kalau ternyata dia mencintai kyungsoo lebih dari apapun di dunia ini.

Jongin menghentikan cuiman panasnya ketika dia meraskan idak ada balasan dari kyungsoo dan rasa asin yang menyentuh indra perasanya.

Kyungsoo menangis dalam diam. Dan jongin terkesiap melihat wajah kyungsoo yang sudah memerah dan basah dengan air mata. Sekelumit rasa penyesalan mendadak muncul dalam hatinya. Dia tau, dia kembali melakukan kesalahan dengan tindakanya ini. Mungkin, hanya mungkin …..kyungsoo akan semakin membencinya.

"mian, aku tau kau akan semakin membenciku setelah ini"

"…."

"hyung pasti berpikir aku hanya memanfaatkan keadaan"

"…."

"tapi percayalah, aku melakukanya bukan karena nafsu, tapi…karena aku tulus mencintaimu hyung"

"….."

"aku tau menggapai mu kembali adalah hal mustahil bagiku. Maafkan aku yang tidak mampu mengobati luka hatimu. Maafkan aku yang tak mampu menjaga ketulusan mu. Maafkan aku yang sudah menghancurkan semua mimpi kita. Maafkan aku yang tak bisa menjadi jongin yang kau harapkan. Maafkan aku yang sudah membuatmu kecewa kembali dengan perlakuanku barusan" jongin terisak dihadapan kyungsoo. Dia sudah tak mampu menahan perasaanya yang sudah lama dia tekan, seakan dirinya sudah tidak mampu lagi menahan sesak hatinya. Kata maaf yang tidak terucap dahulu. Kata maaf yang tidak tersampaikan, akhirnya kini bisa dia ucapkan langsung kepada kyungsoo-nya tercinta. Jongin merasa lega, beban hati yang dia pikul beberapa tahun ini seakan menguap. Airmata terus mengalir di pipinya. Sejujurnya ini adalah kali pertama dalam hidupnya setelah dia dewasa, menagis. Jongin tidak menyesal. Dia mengeluarkan airmata untuk orang yang paling berharga dalam hidupnya. Sungguh dia tidak menyesal menunjukan sisi rapuhnya kepada kyungsoo.

Jongin berbalik kearah pintu, dia merasa tidak ada yang bisa dia harapkan lagi. Kyungsoo sudah benar-benar menutup hati untuk nya-jongin. Perlahan berjalan ke arah pintu, menggapai handel pintu dan menekanya untuk mendorong dan membuka pintu. Tapi gerakanya terhenti ketika dia merasakan kehangatan di bagian belakang tubuhnya. Dialihkanya pandangan ke bagianperutnya. Ada sepasang tangan melingkar di sana. Dia tertegun-

kyungsoo memeluknya.

"hyung" jongin masih tidak percaya, kyungsoo memeluknya saat ini.

"hik"

Jongin bisa mendengar isakan dan tubuh seseorang yang memeluknya dari belakang bergetar. Jongin tau kyungsoo-nya menagis. Apakah ini pertanda kyungsoo sudah memaafkanya. Dia tidak mau menerka-nerka. Jongin memurat tubuhnya menghadap kyungsoo yang masih memeluknya. Tanganya ragu menyentuh kepala kyungsoo dan menenggelamkan di dadanya.

"hyung, sudikah kamu menerima maaf dari laki-laki bejat yang sudah menghancurkan mu ini?"

"hik"

Jongin meraskan gerakan di dadanya. Kyungsoo mengangguk dalam pelukan jongin. Jongin menangis haru. Air matanya kembali meleleh, ini adalah keajaiban. Sungguh dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan maaf dari kyungsoo. Dia berjanji dalam hatinya, akan selalu menjaga kyungsoo seumur hidupnya. Menempatkan perasaan kyungsoo di tempat paling atas dalam prioritas hidupnya. Akan mendahulukan kyungsoo dalam hal apapun di banding dirinya.

Jongin menjauhkan kyungsoo dari tubuhnya, menatap matanya dalam. Mencoba mencari keraguan dari pancaran mata bulat itu. Dia mendapatkanya, masih ada keaguan disana. Jongin mengerti dengan posisi kyungsoo, dia tidak akan memaksa kyungsoo untuk langsung mempercayainya. Dengan begitu masih ada kesempatan untuk dirinya memperlihatkan kesungguhan hatinya kepada kyungsoo. Jongin tersenyum, tanganya menyentuh pipi kyungsoo dan mengusapnya.

"emmhhhhh"

Jongin melebarkan matanya mendengar desahan kyungsoo. Sebesar itukah pengarus sentuhanya? Pikir jongin. Atau ada sesuatu terjadi pada kyungsoo. Ditatapnya wajah kyungsoo yang masih terpejam menikmati sentuhan tanganya.

"apa yang terjadi dengan mu hyung?" Tanya jongin hati-hati, dia sangat takut kyungsoo-nya kembali emosi.

"i..itu, tadi aku minum sirup berwarna biru yang ada di lemari es"kini mata kyungsoo perlahan terbuka dan menatap sayu kedalam manik jongin. Wajahnya merah sempurna karena rasa malu

"haish jinjja, dasar odult barang seperti itu sembarangan, pantas saja kyungsoo hyung jadi begini"gumam jongin.

"eoh, tadi kamu ngomong apa jong? aku tidak dengar"

"anio, bolehkah aku membantumu sekarang hyung?"

Mata sayu kyungsoo berubah membesar mendengar penuturan jongin barusan. Kyungsoo masih belum sepenuhnya percaya kepada jongin. Dia tidak ingin moment berbaikanya dengan jongin diawali dengan hal seperti ini. Tetapi sesuatu dibawah sana harus diselesaikan.

"percayalah hyung, aku tau kamu masih ragu. Tapi sekarang hyung benar-benar harus meny_"

Jongin tidak bisa melanjut omonganya, karena sekarang bibirnya sudah tersumpal bibir kyungsoo.

"sentuh aku sekarang" ucap kyungsoo

Jongin langsung menyambar bibir bibir kyungsoo dengan penuh nafsu. Bukan perkara sulit, karena sejak tadi bibir kyungsoo masih sedikit menempel dibibir tebal miliknya. Tangan kanan jongin berada di pinggang dan tangan kirinya di tengkuk kyungsoo untuk memperdalam ciumanya. Sementara tangan kyungsoo masih setia memegang selimut yang sempat melorot, menutupi tubuh polosnya. Tangan jongin menarik tangan kyungsoo, menuntunya keatas dan sekarang tangan kyungsoo sudah mengalung di leher jongin. sel imutpun terlepas dan tergeletak dilantai. Ciuman itu tak terlepas samasekali, malah semakin dalam jongin mengabses rongga mulut kyungsoo. Lumatan demi lumatan mereka bagi saling bergantian. Dikala jongin menyesap bibir bawah kyungsoo, maka kyungsoo menyesap bibir atas jongin. Begitu seterusnya hingga beberapa menit berikutnya. Lidah saling berperang hingga mereka saling menukar saliva. ciuman kadang berjeda dengan kecupa-kecupan kecil namun ganas, seakan mereka saling mematuk guna menstabilkan pasokan udara diparu masing-masing.

Tangan jongin meremas pantat sintal kyungsoo-mengerti-kyungsoo pun sedikit melompat dan melingkarkan kakinya di pinggang jongin. Jongin melangkahkan kakinya kearah kasur, dan selama itu kyung bergerak menggesekan penisnya dengan milik jongin tanpa melepas ciumanya.

"ahhhhh…jong…emhhh" kyungsoo mendongakan kepalanya ketika di rasa sensasi lain yang dihasilkan dari ulahnya sendiri.

Seakan diberi kesempatan, jongin langsung mengecupi leher kyungsoo dengan leluasa. Menggigit kecil dan menyedotnya, sehingga menghasilkan banyak kissmark dileher mulus itu.

"ohhhhh…enghhhh…emhhhh" desahan kyungsoo makin intens. Jongin menjatuhkan dirinya diatas kasur, kini kyungsoo berasa dibawahnya dengan kaki yang masih melingkar, gerakan menggesek penisnya semakin cepat. Jongin kembali meraup bibir kyungsoo sesaat sebelum menghentikan aksinya.

"aku akan mengurusmu hyung" kembali diciumnya bibir kyungsoo, turun ke dagu dan leher kyungsoo. Bermain sebentar disana, lalu ciuman itu makin turun dan sampailah pada nipple mungil kyungsoo. Dijilat dan diemutnya nipple yang sebelah kanan dan memutar lidahnya di puncak nipple itu. Nipple yang sebelah kiri dipilin dan di jepit dengan tangan kananya. Puas dengan nipple kyungsoo, ciuman itu turun ke perut kyungsoo sehingga meninggalkan jejak saliva. Pusar kyungsoo dicumbu dengan lidahnya menyebabkan sang empunya menggelenjang geli. Gerakan kecil kyungsoo menyebabkan penisnya menyodok leher jongin.

"Sudah tidak sabar,eoh?" jongin mengangkat kepalanya untuk menatap kyungsoo. Yang ditanya hanya bisa menatap sayu dan menggigit bibir bawahnya sendiri.

Tidak mau kyungsoo-nya tersiksa terlalu lama. Jongin langsung melahap penis kyungsoo. Meengemut, menyedot dan memompa dengan menaik turunkan kepalanya. Menggesekan sedikit giginya ke batang panjang itu.

"ahh.. ..emhhh jong ukhh aahh ahh aku emhhh hampir" rancau kyungsoo, tanganya meremas pelan rambut jongin untuk menyalurkan betapa dia menikmati blowjob jongin.

Jongin pempercepat pompaanya, sesekali meniup dan lidahnya menggelitik ujung kepala penis tempat lubang yang akan menyemprotkan sarinya.

CROOOOTTTT

"JONGIN" teriak kyungsoo saat dia orgasme dan menyemprotkan cairan semen didalam mulut jongin. Pahanya bergetar hebat dan pantatnya naik turun dengan irama berantakan menusukan penisnya semakin dalam ke rongga mulut jongin.

Jongin sama sekali tidak keberatan meski harus tersedak, menelan sari kyungsoo tanpa sisa. Kyungsoo tampak lemas dan terengah pasca orgasme pertamanya, jongin mengecup kilat bibir kyungsoo.

"sudah lega?" tanyanya "sekarang bersihkan dirimu di kamar mandi, biar aku yang membereskan kekacauan disini" jongin berniat untuk bangkit, tapi tangan kyungsoo menahanya. Kyungsoo menarik jongin kedalam pelukanya.

"aku membutuhkan mu, sekarang" bisik kyungsoo

Jongin bangkit. Bukan-bukan untuk beranjak, melainkan untuk melucuti seluruh kain yang menempel ditubuhnya. Dengan kecepatan tinggi dia membuka seluruh pakaian nya, dan setelah keadaanya sama seperti kyungsoo-telanjang-kembali jongin menindih kyungsoo.

"terimakasih, sudah kembali mempercayaiku hyung"

Merekapun hanyut dalam ciuman panas kembali. Tangan jongin perlahan turun ke bawah menyentuh penis kyungsoo yang sudah kembali menegang. Memijatnya sebentar sebelum menuju hole kyungsoo. Jari-jarinya bergerak lembut didalm kyungsoo…

Satu

Dua

Hingga kini tiga jari itu terus memanjakan hole kyungsoo.

Kyungsoo mengelus dan menciptakan pola abstrak di punggung jongin yang basah. Sesekali tanganya meremas rambut lembut jongin. Menikmati kinerga jemari jongin didalamnya. Kyungsoo menggelenjang hebat ketika jari itu menyentuh sweatspot nya.

"ahhhhhh jong dihhh sanahhh…..emhhhhh" rancau kyungsoo.

Jongin semakin mempercepat gerakan in out nya dan terus menyentuh titik yang kyungsoo mau. Hingga…..

CROOTTTTT

"AHH JONGIN" kyungsoo orgasme ke dua kalinya dan menyemprotkan sarinya di tangan jongin.

Jongin menampung hasil rilisan kyungsoo dan mengoleskannya kedalam hole kyungsoo. Bangkit dengan bertumpu pada lututnya, mengocok sebentar penis kebanggaan nya dan mengoleskan sisa sari kyungsoo ke penisnya. Mengarahkan penisnya ke hole kyungsoo dan perlahan memasukanya kedalam hole yang sudah memerah dan berkedut itu.

"enghhh…emhhhhh" desah kyungsoo ketika kepala penis jongin memasukinya

"arrrhhh….. enghhhh" erang jongin ketika penisnya sudah masuk seutuhnya.

Tidak langsung bergerak. Jongin memberi waktu hole kyungsoo untuk beradaftasi dengan penisnya. Kembali mereka berciuman.

Kaki kyungsoo sudah melingkari paha bergelayut di bahu jongin. "begeraklah" titahnya.

Tanpa menunggu lagi, jongin langsung menggenjot (?) hole kyungsoo. Menumbuknya dengan gerakan

Pelan

Sedikit cepat

Dan sekarang gerakan itu semakin brutal.

Dari tusukan pertama jongin langsung menyentuh titik kenikmatan yang membuat kyungsoo melayang. Kenikmatan tiada tara yang diberikan jongin membuatnya gila. Dia mengangkat pinggulnya berlawanan menyambut tusukan penis jongin.

Hole kyungsoo meremas penis jongin. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Jongin bisa kembali melakukan hal ini dengan kyungsoo. Kenikmatan ini berkali lipat dari ketika dia melakukan sex pertamanya dengan kyungsoo. Jongin terharu…dia menitikan air matanya.

Kyungsoo yang melihat jongin menangis di tengah kegiatan mereka, menatap heran. Tanganya terulur mengusap air mata di pipi jongin.

Jongin menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Seakan menjawab Tanya di benak kyungsoo. Dipeluknya kyungsoo dan meletakan kepanya diceruk leher kyungsoo dengan tidak memberhentikan kegiatan in-out nya dibawah sana. "aku mencintaimu hyung, jangan tinggalkan aku, kumohon" jongin terisak

Kyungsoo menitikan airmatanya mendengar pernyataan tulus jongin . ledakan emosi menjadikan percintaan ini terasa nikmat beribu kali lipat, terasa sampai ke tulang sumsum mereka.

Desahan dan erangan bersahutan dari kedua insan yang sedang menyalurkan hasratnya yang sudah lama mereka di akhiri dengan teriakan dikala mereka sampai puncaknya.

Mengulangnya dengan berganti gaya dan tempat

Lagi

Dan lagi

Dan lagi

Dan lagi

Dan lagi

Hingga mereka sampai pada batas kemampuan manusia. sampai mereka benar-benar kelelahan.

.

.

.

.

.

.

Ketiga mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi. Wajah khawatir dan panic napak jelas di wajah semua penumpang tiga mobil itu. Bagaimana tidak, sejak mendapat berita dari hyungsik siang tadi bahwa dia mendapat telephone aneh dari kyungsoo., dan jongin yang tidak mengangkat telephon mereka sampai sekarang.

FLASHBACK

DRTTTT DRTTTT

Handphone chanyeol bergetar

"yeboseo"

"…"

"kapan kyungsoo menelpon mu hyun?"

"…."

"baiklah aku akan memastikanya, terimakasih hyun"

PIPP

"siapa yeol" Tanya baekhyun

"hyungsik, katanya tadi siang dia mendapat telepon dari kyungsoo. Tapi tiba-tiba terputus dan ketika kembali dihubungi telephonya tidak aktif. Dia takut terjadi apa-apa pada kyungsoo" jelas chanyeol panjang kali lebar.

"kenapa tidak dia yang memastikanya" sahut tao

"itulah masalahnya, hyungsik sedang berada diluar kota"

"biar kucoba menelpon nya" luhan mengeluarkan phonecell nya dan mencoba menghubungi kyungsoo "tidak aktif" gumam nya

"coba hubungi jongin, mungkin dia masih ditengah perjalanan. Dan suruh saja putar balik untuk mengecek keadaan kyungsoo" suho memerintahkan sehun.

"baiklah akan kucoba"

TUTTTT…TUTTTTT…TUTTTTT

"Tidak diangkat hyung, mungkin dia sedang mengendarai motornya dan tidak mendengar" jelas sehun.

"sebaiknya tunggu sampai besok pagi saja, ini sudah terlalu sore. Kasian si kamjjong kalau dia sampai disini dan kita sudah tidak ada"

Dan ternyata sampai tengah malam dua mahluk itu tidak muncul. Mereka semakin bingung karena telephon jongin pun sampai sekarang tidak di angkat. Dan mereka memutuskan kembali ke mantion malam itu juga.

FLASHBACK OFF

Jam 7 pagi ketiga mobil itu sampai di mantion, setelah memarkinkan mobil mereka bergegas masuk.

"KYUNGSOO!" teriak lay dari bawah. Semua langsung menuju lantai atas menuju kamar kyungsoo.

"Kyung" luhan membuka pintu kamar kyungsoo. "eh, tidak ada" luhan menutup pintu kembali dan memberitahukan yang lain bahwa kyungsoo tidak ada di kamarnya.

Semua langsung berpencar mencari ke tiap ruangan.

TIBA-TIBA

'KAMJONGGGGGG APA YANG KAMU LAKUKAN PADA KYUNGSOO, DASAR MESUM!" terdengar teriakan xiumin dari dapur.

Sontak semua berlari menuju dapur. Dan semua shock melihan pemandangan didepan mereka. Bagaimana tidak shock, melihat dua sosok yang mereka khawatirkan tengah tertidur di atas meja dapur dengan keadaan telanjang, saling menindih dan penis jongin yang masih didalam hole kyungsoo.

Kris sontak menutup mata myungsoo di gendonganya yang tebangun karena teriakan xiumin tadi. Mundur teratur meninggalkan dapur, berpandangan dengan myungsoo dan saling memperlihatkan senyum evil mereka.

END

Omaigot! Nekat bikin NC padahal tidak ada kemampuan. Hanya berbekal pengalaman membaca ff NC author lain yang keren-keren. Jadi kalau adengan NC nya pasaran dan abal mohon dimaklumi namanya juga author abal. Nanti author akan buat yang lebih real dan hot kalo sudah punya pengalaman pribadi ya….haha.

Maaf apabila ada reader yang masih suci otaknya. Author uda perigatin di atas ya.

Aku fujoshi special EXO….haha, tp jujur aku gak suka sex dengan kekeras, BDSM atw sex toy. BIG NO. aku suka sex yang lembut dan berkesan mendalam gituuuu….cieee laganya. Yaa smoga ada yang tersentuhlah dengan ceritanya. Meski alurnya ngebut banget dan aneh seakan-akan mengerjar adengan UHUKnya (sebenernya emang iya sih) /nyegir kek kuda/.

Rencananya aku mau buat lanjutan ff ini dengan judul berbeda. Ceritanya akan menceritakan detail-detail semasa kyungsoo berjuang sendiri dari mulai hamil sampai melahirkan dan membesarkan myungsoo tanpa si item pesek plus bagaimana perjuangan si jongin untuk merebut kembali simpati kyungsoo sampe mau lagi ence'an sm dia. Aneh donk kyungsoo yang ujug-ujug mau di iya-iya'in lagi. Sabar sodara-sodara jawaba dari semua pertanyaan anda akan saya jawab di lanjutan ff ini. Tapi ga bisa cepet yaaa….soalnya ngebut ff ini aj ngabisin waktu seharian penuh tiap chap nya. Jadi mohon di maklumi.

Last

Author mau ngucapin banyak terimakasih pada reader yang sudah sudi meluangkan waktunya untuk membaca dan mereview ff perdana ku ini.

Special thank's to :

putchanC, DKS-ZYX, lailatulmagfiroh.16, cha83, naranabila, opikyung0113, hitsukiro16, EarthDO, teleportbabies, younlaycious88,ferinarefina , LAB27, lancie-song, shounars, ini namaku, guest, kaisooship.

Maaf kalo ada yang ga kesebut. Soalnya suka kepotong sendiri di ffn nya *bow*

akhirnya ff perdana ini selesai *sujud syukur*

*kiss and hug*