Saya meng update fanfic ini 1 minggu sekali mungkin?
Pokoknya makasih untuk Nanashimai dan 3 (?), yang membuat saya menjadi semangat lagi bikin fanficnya
Langsung saja, saya mempunyai 1 ID Elsword dan tidak mempunyai gamenya karakter-karakter ataupun perusahaannya
Hari Kedua
Kamar Aisha (07.38)
"Heh, Aisha, Eve. Bangun ! Makan-makan!" Suara Raven terdengar seperti motor Harley yg digas.
"Iya, iya" Eve balas menjawab " Aisha, ayo bangun. Nanti si Raven meledak"
"Mana bisa Eve" Aisha menjawab sambil mengantuk "Lho, kok udah di kasur ya? Perasaan kemarin ketiduran di sofa" Aisha berbicara dalam hati "Ven turun aja kebawah udah bangun semua nih"
"Ok." Raven membalas "Oi, nanti jangan tanya-tanya si Els kenapa dia pingsan. Biar ga stress, takut sakit hati, Galau. kalo orangnya pingin ngomong ya dengerin tapi kalo gak ya jangan dipaksa"
"Masa orang ditanyain 'kenapa pingsan' doang sampe galau" Aisha menjawab
"Sakit hati ya? Salah satu perasaan manusia, tapi galau apa itu?" Eve keheranan dalam diam
Raven pun pergi ke kamar Elsword
Depan Kamar Elsword (07.42)
Saat Raven mendekati pintu kamar Elsword, Elsword pun keluardari pintu. Menyadari ada Raven di hadapannya
"He, Ven. Kalo nyuruh makan ga usah teriak" Elsword menyapa Raven
"Elsword, bangun pagi, tanpa dibangunin. Baiklah saatnya ke kamar nulis surat wasiat" Raven berkata dalam hati
"Apaan sih. Nge liat orang bangun tidur aja kayak ngeliat hantu. Ya ,udah aku ke bawah duluan. Ciao"
"Elsword, ngomong pake bahasa dicampur aduk dengan bahasa lainnya 2/4 syarat kiamat sudah muncul" Raven masih terpaku di tempatnya
"Oh, iya, Ven. Inget bangunin Chung"
"Dan mengingatkan akan tugas seseorang, sekarang menjadi ¾" Elsword pun turun ke bawah diikuti dengan Aisha, Eve dan Chung yang keluar dari kamar masing-masing dan melihat Elsword menuruni tangga
"Eh, Ven. Si Els bangun sendiri?" Aisha nanya, Eve sudah menuruni tangga terlebih dahulu
"Iya" Raven menjawab sambil merinding
"APA?!" Aisha ikutan shock
"Hebat dong" Jawab Chung yang selalu berpikiran positif
"HEBAT GUNDULMU" Jawab Raven secara refleks
"Raven kayaknya kamu harus ke dokter mata minus mu itu udah lebih dari 50, menurutku" Chung menjawab dengan agak, yah agak emosi
"Ven, rambut Chung lebat gitu dibilang gundul, apalagi pas awakening 3. Kalo sirik ga usah ditahan Ven, ven" Aisha ikut menasehati
"Udah ah cepet kebawah, nanti bisa dibunuh Rena kelamaan manggil orang."
"Naas" bisik Aisha
" Sori chung ga sengaja, biasa emosi ditambah shock"
"Ya" Chung membalas dengan santai "Shock, shock karena apa?" Chung yang selalu berpikiran positif tetap keheranan dan mereka bertiga pun kebawah
Ruang makan (08.17)
"Hebat amat Ven, manggil orang aja ga sadar waktu" Kata Rena mengejek " Ya udah, makan sana"
Raven pun berjalan menuju meja makan dan mereka semua pun makan dengan lahap, terkecuali Elsword. Nafsu makan Elsword kurang enak, Aisha, Eve, Rena dan Chung mengetahui hal itu kecuali raven karena masih shock dan takut sama Rena dan Chung takut dendam.
"Els, kenapa makanannya ga kamu makan padahal kamu sendiri yang sering bilang 'Makanan adalah nyawa para pejuang!'"
"Ngg... Iya" Elsword tersenyum dengan senyum palsu
"Raven" panggil Chung
"Hmm... apa?"
" nanti ada kegiatan apa?"
"Ga ada tuh"
"Nanti bisa sparring ga?"
"Apa! Sparring! Ini sih beneran nyimpen dendam, tungu kalo Els jadi pendiem trus Chung jadi dendam ini sih beneran kiamat. Gimana nih terima gak ya?" Raven masih ketakutan mikirin jawabannya
"Kalo gak bisa gak apa-apa, masih ada Elsword kok"
"Melampiaskan amarah ke orang lain ini sih beneran dendamnya, kasian si Elsword terima aja dah" Raven berpikir dan akhirnya mengetahui jawabannya "Ok, bisa. Nanti siang ya"
"Ok" jawab Chung kalem
"Ke kamar dulu, mau mandi" Raven ngomong ke ga siapa-siapa
"Ga ada yang nanya" jawab Rena
Kamar Raven (08.47)
Setelah mandi Raven pun membersihkan tangannya (yang nasod), lalu tidur-tiduran sampai jam siang
(13.04)
"Bentar lagi nih" Raven ngomong sendirian, bangun dari kasurnya dan mengambil penyumbat telinga dan memakainya
"Ok, sekarang gendang telinga ga akan pecah, ga dendam aja udah ngebuat telinga jadi nging... apalagi ini sambil dendam, bisa pecah gendang telinga"
"Tenang saja pembaca sekalian, saya tidak curang hanya meredam serangan, terkecuali anda mau mengganti telinga saya kalo jadi budek" saat Raven melihat ke pintu ada Elsword kepalanya udah keliatan masuk ke ruangan sambil memandang dengan pandangan sinis
"Ckk... ck..." lalu Elsword pun keluar dari ruangannya, tetapi Raven langsung menangkapnya
"JANGAN KASIH TAU KE SIAPA-SIAPA" kata Raven ngancem
"Ngasih tau apa?" kata Elsword pura-pura ga tau, Raven pun facepalm
"pokoknya ngapain kamu ke sini?"
"Yah bisa dibilang curhat" Kata Elsword kalem
"Elsword! Curhat ! Ini epic" Raven berkata dalam hati "Curhat tentang apa?"
"Saat kemarin aku pingsan, aku muncul di ruangan Conwell. Conwell ingin mengakhiri kontraknya karena dia tidak puas lagi, dia memberiku waktu 1 minggu untuk memuaskannya atau kontraknya dibatalkan" Raven mendengarkan dengan tenang (setelah mencabut penyumbat telinganya tentunya)
"Tapi bukankah kalau kontraknya dibatalkan kau tidak bisa memakai Conwell lagi, itu saja kan akibatnya"
"Tidak, nyawaku ada di garisnya. Jika Conwell memutuskan kontraknya atau aku membatalkannya maka aku akan mati"
"Lalu mengapa kau memberitahukan ini padaku?" Tanya Raven keheranan
"Itu karena kau yang paling tenang, paling senior dan paling bisa memikirkan sesuatu dengan kepala dingin."
"Baiklah untuk sementara aku terima alasan itu dulu"
"Terima kasih, cepat ke tempat sparring nanti kau terlambat"
"Oh, iya" Raven pun bergegas ke tempat sparring
Tempat sparring (13.25)
"Ok, kalian berdua siap?" Camilla menanyakan
"Ya"
"Tentu"
"Baiklah, mulai" Keduanya pun maju bersamaan dan Raven menggunakan combonya (yang biasa ada di PvP pokoknya, ga tau harus ditulisnya gimana -_- saya ga punya BM) Chung menghindari combo itu, dan pertarungan berlangsung sengit
Ruang nyantai (15.01)
Raven dan Chung masuk ke ruangan kecape'an (ya iyalah tarung 2 jam ga berenti)
"Gimana? Siapa yang menang?" tanya Rena sambil baca majalah (apapun itu)
"Kayak biasa pasti Raven" Kata Chung, Raven mengamati seisi ruangan Aisha lagi nonton TV, Rena baca majalah, Eve lagi main sama komputer layar transparannya, tetapi Elsword, dimana?
"Hei dimana Elsword?" Raven bertanya ke siapapun yang bisa mendengarnya
"Dia dikamarnya" Jawab Aisha
"Bisakah kau memeriksanya?" Tanya Raven ke Aisha
"Tentu" Aisha pun pergi ke kamar Elsword
Kamar Elsword (15.46)
"Els, boleh aku masuk?" Aisha berbicara tetapi Elsword tak menjawab
"Baiklah, aku masuk" saat Aisha masuk berserakan kertas dimana-mana dan Elsword sedang tertidur di kasurnya dan terlihat hidup, hanya ada 3 lembar kertas yang tertata rapih di atas meja, saat Aisha melihatnya dia tidak dapat dapat percaya, 3 lembar halaman dengan huruf rune
"Bagaimana bisa, huruf ini sudah punah aku saja belum bisa mempelajari sepenuhnya, mungkin Chung bisa karena yah perpustakaan keluarga seiker besar, terlalu malah"
"Aisha, bisakah kamu membeli behan makanan buat nanti sore?" Tanya Rena dari bawah, Aisha pun turun kebawah
Ruang bersantai (16.49)
"Tentu, aku sedang senggang"
"Baiklah ini daftarnya dan ini uangnya kalau bisa sebelum jam 5 ya"
"Akan kuusahakan"
(16.53)
"Aku pulang"
"Ya, tolong taruh bahannya di dapur" Aisha pun menaruh barang-barang belanjaannya di dapur
"Chung dimana?" tanya Aisha ke siapapun
"Kusuruh membangunkan Elsword" Kata Raven sambil memainkan PSPnya (si Raven MKKB)
"Baiklah" Aisha pun ke atas dan segera ke kamar Elsword
Kamar Elsword (16.51)
"Chung.." Aisha memanggil Chung sambil membuka pintu dan melihat Chung sedang mangamati kertas itu juga
"Apa?" jawab Chung dengan mata tertuju pada kertas itu
"Apa kau bisa membaca tulisan itu?"
"Tidak semua, orang yang bisa membaca rune (dengan lancar) di Elrios ini mungkin bisa dihitung dengan jari"
"Begitu, apa kau tahu apa kira-kira artinya"
"Entahlah yang aku tahu artinya hanya kata-kata normal (apa, sekarang, di, dsb.) dan yang aku tahu seseorang yang bisa membacanya hanya guruku"
"Aku juga" Aisha kehilangan harapan
"Ayo kita bereskan kertas-kertas ini yang berserakan di lantai" Chung menyarankan
(17.34)
"Chung, bangunkan Elsword sudah waktunya makan" Suara Eve dari bawah terdengar
"Baik!, kau kebawah duluan saja aku akan membangunkan Elsword"
"Tentu" Aisha pun pergi ke bawah
"Hei, Elsword bangun" Chung berkata kepada Elsword yang sedang tidur tapi tidak ada respon. Chung pun menghela nafas dan mengambil gunting di meja Elsword ddan menusukkannya ke Elsword, tapi Elsword secara reflek menghindar melompat ke Chung dan mensummon Conwell ke tangannya, Chung menahannya dengan destroyernya.
"Sudah sore, ayo bangun dan kebawah, kau tidak ingin di marahi oleh Rena kan"
"Tentu" Elsword menguap dan mencuci mukanya "Ayo kita ke bawah"
Hari Kedua Selesai
Masih 5 hari lagi
saya tak punya sesuatu untuk ditulis jadi terima kasih telah membaca -_-
