Sori udah lama ga update nilai raport tidak memuaskan. Ternyata menulis fanfic diam-diam itu susah
Pokoknya maafin ya...
Langusng saja ceritanya. Oh iya ada karakter muncul di sini bukan OC


Hari Ke-empat

Kamar Elsword (00.00)
Chung pun memperlihatkan Elsword selembar kertas tepat di depan mukanya "Elsword, kau akan mati kan?" Tanya Chung
'Hufff...' Elsword menghela nafas "Sekeras apapun kau menyembunyikan rahasia, pasti akan ketahuan. Lalu, kau sudah tahukan? Semua penjelasan penyebab kematianku tertulis di situ"
Chung pun mendekati Elsword, mencengkram rambut bagian atas Elsword lalu menubrukkan dahinya ke dahi Elsword (pasti sakit.)
"Apa-apaan ka-" kata-kata Elsword terputus karena Chung segera menonjoknya (tepat di muka) hidung Elsword berdarah/mimisan "Kenapa kau menonjokku?"
"Karena kau meremehkan nyawamu! Kenapa kau tidak memberitahu kami? Kami temanmu, kami bisa membantumu menyelesaikan masalah! Jika kau tahu kau bisa tetap hidup dengan memuaskan Conwell, kenapa kau tidak melakukannya, kami bisa membantumu!"
"Aku sudah memberitahu Raven. Jika kau memang benar bisa membantuku! Ambillah pedang ini" Elsword memunculkan Conwell "Lalu tusuk jantungku dengan pedang ini, hanya itu yang membuat Conwell puas"
"Jadi kau sudah memberitahukan kepada Raven? Tapi kenapa..." Chung tidak bisa menemukan kata yang pas dan terlalu banyak pertanyaan di pikirannya
'Haahhh...' Elsword menghela nafas kembali "Itu karena dia yang paling dewasa dan paling, yaahhh... bisa kupercaya saat ini"
"Di kertas ini ditulis 'Aku sangat ingin bertemu kakakku sebisa mungkin sebelum aku mati, bagaimanapun dia adalah kakakku, anggota keluargaku yang terakhir dan keturunan red-knight terakhir selain aku' jadi apakah kau tak mau mencari kakakmu dan bertemu dengannya?"
"Percuma, aku sudah mencari kakakku selama lebih dari 4 tahun" Chung mengepalkan tangannya
"Kalau begitu sama saja kau menganggap dia sudah mati! Padahal kau ingin menemuinya tapi kau tidak berusaha sama sekali. Keajaiban tak akan muncul, kakakmu tak mungkin ke sini dan mengetuk pintu rumah lalu bertanya 'Apakah disini rumah Elsword?'"
'Tok, tok, tok' pintu rumah diketuk seseorang, Chung sedikit shock "Aku akan memeriksa siapa yang datang" Chung berkata kepada Elsword, Chung pun pergi Elsword membasahi mukanya (ngebersihin bekas mimisan) "Gila, sakit amat"

Ruang Tamu (00.42)
"Ya, sebentar" Chung berkata kepada seseorang di balik pintu. Chung pun membuka pintu dan Elsword sedang menuruni tangga penasaran siapa yang datang malem-malem
Chung dan Elsword pun melihat seorang perempuan dengan mata merah terang dengan penuh semangat, rambut panjang yang merah menyala sedikit acak-acakan, memakai baju yang tidak sampai menutupi perutnya dan memakai jaket putih yang diujungnya bekas terbakar, celana yang sebelah pendek sebelah panjang, mengenakan sabuk yang melingkar-lingkar, sambil menyeret claymore yang kelihatannya berat

"Maaf mengganggu malam-malam, tapi apakah Elsw-" Kata-katanya terhenti begitu dia melihat Elsword dan langsung berlari kedalam rumah melewati Chung yang lagi sangat shock "Elsword!" Wanita itu pun memeluk Elsword
"Ka, Kakak?!"
"Kau benar-benar adikku! Aku sangat merindukanmu, sudah bertahun-tahun! Dan kau tambah tinggi"
"Aku tahu, tapi tolong lepaskan sepatumu dulu dan sekarang sudah malam, aku tidak mau para tetangga terganggu"
"Oh, kau benar" Jawab Elesis
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya Rena lagi turun tangga bersama Aisha dan Eve. Elesis memandangi ketiga perempuan itu
"Elsword, kenapa kamu tinggal sama perempuan semua, yang buka pintu juga?" Mulut Elsword pun penuh menahan nafas supaya gak ketawa, Chung masih shock tetap diam di tempat dan masih memegangi kenop pintu yang sudah terbuka "Dia laki-laki kak"
"Hah, bo'ong ga mungkin mereka laki-laki"
"Yang megang pintu aja yang laki-laki"
"Buset"
"Woi, itu siapa Els?" Tanya Rena
"Ini kakakku yang udah lama ilang, Elesis" Elesis melambaikan tangan ke pada ke tiga orang itu
"WAT!" bales Rena dan Aisha serentak

Ruang Tamu (01.36)
Chung udah ikutan duduk dan ikut mendengarkan cerita Elesis "Ooh... Jadi intinya kakak balik lagi gara-gara udah ga ada tugas" Elsword mulai mengerti cerita kakaknya
"Yap" Elesis berkata sambil meminum tehnya "Lalu, nama kalian semua siapa?"
"Rena"
"Aisha"
"Eve"
"Chung"
"Jadi Rena, Aisha, Eve, dan..." Elesis berusaha mengingat nama Chung "Chung"
"Ya" Chung menjawab
"Tunggu... Chung, Chung... Chung Seiker!"
"Ya" Chung membalas dengan santai
Elesis kaget mendengar jawaban Chung "Maaf, tadi udah bilang kayak perempuan"
"Ah, iya gak apa-apa"
"Jadi Cuma berlima tinggal disini?"
"Ga, masih ada Raven. Lagian si Raven tidur nyenyak amat" Bales Elsword
"Woi, apaan sih, ane dah bangun nih" Kata Raven sambil menghampiri mereka berenam
"Oh, iya sekarang dah malem tidur dulu nanti pagi puas-puasin nostalgianya" Ususl Rena
"Oh, iya sekarang malem" Jawab Aisha ga nyadar
"Ok" Jawab sisanya kecuali Raven
"Elesis tidur di kamar tamu aja masih ada 2 tuh, lengkap selimut, dll. Kamarnya di atas paling pojok" kata Rena
"Ok"
"Kalau mau mandi dulu kamar mandinya ada di sana. Tapi di kamar juga ada kamar mandinya" Kata Rena sambil menunjuk ke arah berlainan dengan ruang tamu
"Ok"
Mereka berenam pun pergi ke atas
"Apa maksudnya nih? Baru turun pada pergi ke atas" Omong Raven dalam hati

Lantai 2 (01.48)
"Kak Elesis atau perlu kupanggil Elesis?" Tanya Eve sambil menghampiri Elesis yang ingin masuk ke kamarnya
"Elesis saja"
"Baiklah. Elesis, bisakah aku meminta sedikit darah?"
"Untuk apa?"
"Untuk tes DNA, apakah kau benar-benar kakak Elsword atau bukan"
"Oh, baiklah" Kata Elesis sambil menyodorkan lengan dan Eve menyuntikkan benda mengambil 2 tetes darah Elesis
"Terima kasih" Eve menundukkan kepala dan pergi ke kamarnya, Elesis juga masuk ke kamarnya
"Kayaknya Elsword ga akan lemah. Dia punya teman yang hebat dan waspada, terutama yang namanya Raven dia bisa menghilangkan hawa keberadaannya sampai sejauh itu" Elesis berkata dalam hati, dan langsung menuju kasurnya.

Ruang Dapur (05.24)
Elsword dan Aisha bekerja dalam diam, sementara Elsword menyapu lantai dan Aisha memasak Elsword masih memutuskan untuk meminta maaf dan memberitahukan alasannya atau tidak, pada akhirnya dia sudah memutuskannya
Elsword mendekati Aisha "Aisha, aku ingin minta maaf atas segala hal, terutama yang kemarin waktu itu aku tidak bisa berfikir jernih, aku minta maaf karena telah membuatmu khawatir, marah dan tolong maafkan aku" Elsword berkata kepada Aisha sambil menunduk
"Aku selalu memaafkanmu. Tapi, kenapa. Apa yang kau sembunyikan dari kami? Jika kau ada masalah, kau akan menceritakannya kepada temanmu bukan?" Aisha berbicara sambil terus melanjutkan memasaknya
"Tidak, kalian semua bukan temanku tapi sahabatku, terutama kau Aisha"
"Apa maksudmu"
"Maksudku kau itu, kau, kau seperti k- ke"
"Apa?" tanya Aisha
"K- kekasihku" Kata Elsword malu-malu dan Aisha langsung blush
"Woi, udah direkam?" Tanya Raven, Elsword dan Aisha langsung berbalik ke arah suara tersebut
"Udah" Jawab Rena, Chung, Elesis sementara Eve hanya mengagguk
"Woi, apaan nih maksudnya?!" Tanay Elsword ke Raven
"Ngerekam kamu nembak Aisha lah. Sekarang PJ, mana PJ?"
"Iya Els PJ" Rena ikutan, Eve menyulurkan tangan minta uang
"Jelasin dulu apa maksudnya!" Kata Els ke yang lain
"Intinya kami tahu kamu bakal nembak Aisha sekarang, trus direkam beres" Bales Chung
"Tenang Els, direstui kakakmu ini kok" kata Elesis
"Bukan itu masalahnya!"

Ruang Nyantai (06.18)
Tugas Elsword dan Aisha di ambil alih oleh para sukarelawan (Chung ama Eve) sementara Rena, Elesis sama Raven nyetel-nyetel video pas Els nembak Aisha.
"Bisa gak sih nyetel videonya udahan!" Kata Elsword ke tiga orang itu
"Gak bisa, ini video special edition" Kata Raven
"Kalo gitu pake handfree" Kata Aisha
"Ga bisa, ini video harus disebarluaskan secara internasional. Lagian pasangan baru kompak amat marahnya" sahut Rena
"Ga ada hubungannya"
dan mereka pun bercanda-tawa sampai siang hari

Ruang Nyantai (13.21)
"Hei, Els" Kata Elesis
"Apa?"
"Aku mau liat sampe mana kamu berkembang"
"Intinya sparring gitu?"
"Ya, mau gak?"
"Oke" dan mereka pun pergi ke Camilla diikuti oleh 5 orang lainnya yang ingin nonton

Tempat Sparring (13.27)
"Mau taruhan?" Tanya Raven ke Chung
"Boleh" Jawab Chung
"Elesis" kata Raven menantang
"Elsword" kata Chung
"Mau ikutan?" Tanya Raven ke-3 wanita lainnya
"Elesis" jawab Rena
"Elsword" kata Aisha berani
"Elesis" kata Eve
"1 jutaan ok" kata Rena
"Sip" balas yang lainnya (sori kalo rada aneh soalnya ga pernah taruhan :P)
"Deathmatch, tanpa batas waktu! Mulai!" kata Camilla menandakan pertarungan dimulai, Elsword tak melewatkan barang sedetik pun langsung dash menuju Elesis dan menyerang secara berurutan dan sulit ditebak sementara Elesis hanya menghindar dan menahan serangannya.
"Tidak ada gerakan yang percuma" pikir Elesis dan Elesis pun menyerang di antara serangan Elsword, Elsword menghindar. Elesis pun melanjutkan serangannya, saat dia menyerang Elsword menghindar dan begitu melihat celah Elesis pun menyemburkan api dari tangannya dengan mendadak saat Elsword menghindar, Elsword pun terkejut dan memutar pergelangan kakinya dengan cepat dan memutari api yang dikeluarkan kakaknya dan langsung melompat ke arahnya, Elsword pun langsung menebas ke arahnya Elesis berhasil menghindar.
"Refleks yang hanya dapat ditempa bertahun-tahun, bagus. Tapi apa dia bisa menghindari ini" Kata Elesis dalam hati, Elesis pun maju dengan kuda-kuda terpasang lalu menyelimuti pedangnya dengan api,menebas miring dari bawah ke atas lalu menebas sekali lagi membentuk huruf 'X' dan api bekas tebasan pedangnya pun melesat maju menuju Elsword
Elsword berpikir tidak cukup hanya menghindarinya dia pun membalas serangan tersebut dengan 'Sword Wave' (active yang paling nyebelin di pvp -_-) hasil tebasan kedua pedang tersebut berbenturan dan meledak!
"Tidak suka menghindar dan ingin balas menyerang, memang otaknya nyaris belum berubah dari saat itu" pikir Elesis lagi, Elsword muncul dari balik asap bekas ledakan dan langsung menebas ganas sementara Elesis menghindari dan menahan serangannya
"Serangannya lebih agresif, tetapi nyaris tanpa celah" Kata Elesis dalam hati sambil menghindar mundur kebelakang dan membalas serangan Elsword
"tapi hiasan yang ada di pinggangnya, rasanya aku pernah melihatnya" Elesis berkata dalam hati sambil terus melanjutkan serangannya. Elsword menepis pedang kakanya kedua makhluk itu pun mundur lalu maju bersamaan sambil mengangkat pedangnya ke atas dan saat sudah dekat mereka berdua menghantamkan tanah dengan pedang dengan gaya yang berbeda.
"Flame Geyser" "Power Burster" Mereka berdua meneriakkan nama jurus mereka yang tampilan jurusnya hampir sama lalu dua semburan muncul dari tanah tempat mereka menghantamkan pedang, mereka berdua terlempar pertandingan pun berakhir(lebih tepatnya diakhiri)
"Hasilnya seri" Kata Camilla sang wasit pertandingan
"Heh, kau lebih kuat Elsword, sudah bisa mengimbangiku" Kata Elesis ke adiknya
"Terima kasih tapi itu belum cukup, aku ingin melebihimu" Balas Elsword
"Berjuanglah kalau begitu" Kata Elesis, mereka berdua pun berdiri dan bersalaman. Raven menghampiri Elsword
"Oy, Els kok ga pake Co-" Raven berhenti berkata-kata karena sudah mersakan ada 1 mini-conwell di belakang lehernya yang siap menusuknya kapanpun
"Co, cobo potion" Kata raven melenceng dari tujuan awal dan mini-conwell itu pun lenyap, Kelima orang lainnya pun menyadari bahwa Elesis gak boleh tau fakta bahwa Els ngontrak sama Conwell walaupun gak tau alasannya.

Ruang nyantai (17.36)
"1+1=2+2=4+4=8+8=16+16=32+32=...dst." Elsword menghitung sambil gogoleran tanpa tujuan, seperti yang biasa dilakukannya.
"Els, bisa beliin bahan makan buat besok ga?" tanya Rena
"Kenapa ga yang lain aja?" Els bertanya balik
"Raven lagi maen Elsword, katanya eventnya lagi rame. Chung banyak tugas, Eve juga. Aisha lagi keramean nulis fanfic di kamarnya, tau sendirikan" Jawab Rena
"Ahh... Si Chung bilangnya aja sibuk padahal sibuk leveling di Elsword, tapi memang sih sekarang eventnya di Elsword lagi rame" kata Elsword sambil melihat kakaknya yang sedang main NDS
"Kamu tadi ga liat surat segunung gitu tadi dikirim ke sini" Ucap Rena, sedikit emosi
"Oh, iya" kata Els sambil mengingat kejadiannya

Cahaya Mundur/kembali (Flashback)
'Tok, tok' "Paket surat!" Kata seseorang dari balik pintu
"Ven, bukain pintu sana" Kata Els nyuruh
"Ga mau paling surat segunung buat si Chung lagi" balas Raven malas
"Sana Chung ambil, ga ada yang mau jadi korban naas tumpukan suratmu" Kata Els ke Chung
"Iya, iya dah tau" kata Chung sambil menuju ke pintu masuk bawa-bawa jaring pancing(?), Elesis mengikutinya karena keheranan, Chung sampai ke pintu masuk dan mengaitkan ke-empat sudut pancing ke dekat sudut pintu lalu membuka pintu dan surat-surat yang memang banyak masuk ke jaring tersebut tanpa satupun yang kabur (emangnya ikan)
Beres flashbacknya

"Ya udah, mana daftarnya?"
"Tuh di atas meja" Balas Rena, Elsword pun menuju meja dan mengambil barang belanjaan lalu pergi keluar
(17.58)
Raven turun dungan muka marah di wajahnya, Rena yang sedang nonton TV melihatnya lalu bertanya
"Kenapa Ven?" Tanya Rena
"Cheater, Cheater everywhere" Balas RavenSambil mengangkat tangannya seperti sedang menunjuk bintang jatuh "Masa cheat no delay, unlimited HP/MP ikut ladder, mending dungeon ngebantu ini ladder mana bukan seekor lagi" Raven menggerutu
"Udalah jangan ngambek, dah di video blum?" tanya Rena
"Udah, dah dikirim" jawab raven masih marah
"Cuma cheater, antepin aja nanti juga di banned. Lagian kalo marah trus nanti nasod-armmu malfunction lagi" kata Rena
"Iya, iya" bales Raven males
"Eh, nanti dulu. Maaf motong pembicaraan" kata Elesis yang dari tadi main DS tiba-tiba "Kalo ada nasod arm berarti kamu Raven yang mantan ketua black crow yang dulu tiba-tiba berhenti trus lenyap entah kemana?" tanya Elesis panjang
"Ya" jawab Raven
"Trus kalo gitu ketua black crow itu pengkhianat Velder-"Elesis berkata panjang lebar
"Trus kenapa..." tanya Raven dalam hati, dan tiba-tiba teringat sesuatu "Holy El, Kakanya si Elsword anggota Velder" Raven kaget
"-yang berarti misi sekarang nangkep si Raven atau Si Raven ngasih penjelasan kenapa dia mengkhianati Velder." Elesis beres berkata-kata
"ya" Kata Raven tenang
"Ya udah, nanti aja ngurusinnya pas mau pulang sekarang nyantai aja dulu" Kata Elesis sambil kembali main NDSnya
"Oy, emangnya ga apa-apa"Tanya Raven
"Gak apa-apa, paling dikiranya lama nyari kamunya" bales Elesis
"Okelah kalo begitu"
"Tapi besok aku mau sparring lawan kamu sama si Chung itu, kalo kerjaannya dah beres, bisa?"
"Terserah" jawab Raven sambil pergi ke laci nyari cemilan dan mereka semua kembali ke kegiatan asalnya
(18.09)
"Aku pulang" Elsword berkata sambil muncul dari balik pintu
"Mana siniin barangnya" Kata Rena
"Bukannya yang sekarang piket Aku sama Aisha ya?" tanya Elsword
"Aisha masih nulis fanfic, ga mau ribut nantinya" jawab Rena Elsword pun menyerahkan barang belanjaannya
(18.53)
"Els panggil Aisha sana, udah mau jadi nih. Kalo ga mau jangan di paksa"
"Siap..." jawab Elsword sambil nutup komiknya lalu keatas

Depan kamar Aisha (18.54)
"Aisha, makan dah siap tuh cepet turun" Kata Elsword di depan pintu kamar Aisha
"Ya, bentar lagi, duluan aja" kata Aisha
"Ya udah, cepetan" Jawab Elsword sambil menuju tangga dan turun kebawah

Ruang makan (18.58)
"Makan, makan" kata Rena dan semua orang berjalan ke tempat makan (Chung udah dibawah) kecuali Aisha, semua pun makan
(19.15)
Elsword sedang cuci piring (bwahahaha) lalu Elesis bertanya kepada Chung
"Kamu udah beres tugasnya?"
"Udah" jawab Chung
"Hebat amat, tugas banyak gitu udah dalam satu hari"
"Makasih trus tadi mau ngomong apa?"
"Oh, iya bisa sparring ga besok abis Aku lawan si Raven"
"Ok"jawab Chung mantap
"Woi, besok mau sparring?" tanya Elsword yang udah beres nyuci piring
"Iya" jawab Elesis "Kenapa?"
"Ga" kata Elsword sambil melanjutkan baca manganya

Kamar Elsword (22.16)
'Tok, tok' Raven mengetuk pintu ELsword
"Masuk" kata Elsword, Raven pun masuk "Kenapa?"
"Cuma mau nanya kenapa kakakmu gak boleh tau kamu punya Conwell"
"Soalnya kakak aku tau kalo yang udah ngontrak sama Conwell pasti idupnya ga lebih dari 7 taunnan, soalnya dia cepet bosen sih"
"Oh, gitu. Tapi kakak kamu rada telmi ya"
"Ya, dikit-dikit"
"Ya udah, kasih tau Chung dulu. Dah" Kata Raven sambil keluar pintu, Elsword melihat Raven mengetuk kamar Chung lalu Elsword pun ke ranjangnya dan tidur.

Hari Ke-Empat Berakhir


aku dapet ide cerita ini dari game The World Ends With You
Baiklah untuk chapter selanjutnya aku ga tau bakal bisa dipublish kapan, semoga minggu depan
Bye!