Hari Ke-Lima

Kamar Raven (04.30)
'Pip-pip, pip-pip, pip-pip...' Alarm berbunyi Raven yang merasa terganngu dari tidurnya pun mengulurkan lengannya dan menggapai alarm lalu mematikannya dan bangun dari tidurnya, lalu mengenakan pakaiannya dan keluar dari kamarnya. Raven melihat Rena yang juga keluar dari kamarnya karena bertugas piket
"Eh, Raven. Kamu yang masak ya sekarang, lagi gak mood nih." Kata Rena memelas
"Oh, Oke" jawab Raven, mereka berdua pun turun ke bawah dan Raven langsung ke dapur sementara Rena membersihkan rumah

Kamar Chung (06.17)
Saat Chung sedang tidur nyennyak terdengar suara "Anda Terima E-mail" Chung yang setengah sadar berpikir mungkin hanya spam "Anda Terima E-mail" Chung yang kesal pun langsung mematikan Laptopnya dan kembali tidur tedengar suara "Anda Terima E-mail" Chung langsung melihat ke arah laptopnya sambil berkata
"Kan tadi udah di matiin" Chung tidak melihat Laptopnya karena terhalangi oleh badan Raven
"Tuh E-mailnya dari ayahmu, buka sana nanti dimarahin loh" Kata Raven yang langsung pergi karena Chung sudah bangun. Chung pun langsung menyalakan kembali Laptopnya dan melihat Email tersebut

Ruang Makan (06.21)
Rena yang sedang menyiapkan makanan melihat orang- orang menuju meja makan. Mulai dari Elsword, Aisha, Elesis, Eve, Rena, Raven lalu Chung. Rena selesai menyiapkan makanan lalu mereka semua mulai menyantap makannya dari yang kecil sampai yang besar
Selesai Makan
"Eh, Ren. Ini makanan Raven yang buat ya?" Aisha bertanya kepada Rena
"Ga! Ya, iyalah banyak dagingnya gitu" Jawab Rena
"kak Elesis" Sahut Chung
"Elesis aja" jawab Elesis
"Ok, Elesis bisa gak nanti kalo udah ngurusin si Raven ke Hamel, katanya ada misi"
"Enggak tau juga sih, gimana nanti diizinin dari sana atau gaknya"
"Ya sudah, makasih"
"Ya sama-sama"

Ruang Nyantai (10.20)
"Eh, Elesis kalo mau sparring sekarang aja nanti penuh arenanya"
"Ok" jawab Elesis jawab Elesis sambil menaruh pembatqas buku di novel yang sedang dibacanya
"Oy, Chung sparring sekarang. Cepet" Sahut Raven ke Chung
"Ok Duluan aja"
"Ya udah nanti kunci pintu, yang lain mau pada ikut"

Tempat Sparring (10.47)
"Ok, Elesis, Raven udah ada Arena kosong cepet ke sana" Kata Camilla sang pengawas Arena
"Ok" Balas Elesis
"Deathmatch, tanpa batas waktu." Kata Camilla mengingatkan "Mulai!"
Elesis diam mengawasi gerakan Raven, setelah beberapa detik Raven pun mulai melompat Elesis merespon terhadap gerakannya menahan ke atas, tiba-tiba saja Raven menghilang dan sudah ada di bawah lalu mulai melaju dengan pesat ke arah Elesis dan mulai mengayunkan pedangnya ke arah kaki Elesis (Cut Tendon) tetapi Elesis dengan cepat melompat dan berputar horizontal lalu menebas ke arah Raven, Raven menghindar dengan cepat (Shadow Step) dan Raven pun melompat ke arah Elesis lalu menebasnya berkali-kali walaupun Elesis menahan serangnnya. Raven pun mengangkat nasod-arm nya dan mengarahkannya ke Elesis lalu menembakkan bola api (Cannon Blade) Elesis yang menyadari hal itu juga menembakkan bola api, kedua bola api yang bertubrukan pun meledak. Raven pun menyelidiki gerak-gerik Elesis dibalik asap, Elesis melompat dan menyelimuti pedangnya dengan api lalu menebaskannya ke arah Raven (Sword Fire). Karena kecepatan api yang ditebaskan Elesis sangat cepat Raven terkena serangan yang cukup banyak, Raven pun berdiri dan menyiapkan kuda-kuda sambil menutup mata.
"Jangan-jangan" Elesis yang memperhatikan kuda-kuda berkata dalam hati dan tanpa basa-basi langsung menyerangnya. Raven membuka matanya dan langsung bergerak dengan cepat lebih cepat dari kecepatan suara sambil menebas dengan sangat cepat Elesis juga terkena luka cukup banyak
"Hypersonic Stab" kata Raven
"Heh, hebat juga kau bisa memakai jurus itu" kata Elesis
"Ini belum selesai" kata Raven
"Yah, aku juga" balas Elesis, lalu bagian dahi, leher, dan dada raven bersinar "saat kau menyerang tadi aku juga menyerangmu. Aku dapat meledakkannya kapan pun" kata Elesis Raven pun tidak bisa membalas serangannya dan dengan kesal berkata
"Aku kalah"
"Pemenangnya Elesis" Kata Camilla, Elesis pun melenyapkan api yang ada di tubuh Raven
"Jurus apa tadi?" Tanya Raven
"Dewa Petir! (Dapet idenya dari Kung fu boy :P, yang fansnya pasti tau) Itu bukan jurus, Cuma teknik biasa" Kata Elesis "Baiklah Chung, ayo!"
"Aku tidak mau melukai lawan yang sudah terluka" Kata Chung lantang
"Abis mau gimana lagi, kalo nanti ngantri lagi"
"Ya, udah" kata Chung
"Deathmatch, tanpa batas waktu, Mulai!"
Tanpa menunggu lebih lama Elesis dan Chung pun langusng berlari berhadapan satu sama lain. Chung menyerang Elesis pun menahannya tapi terkejut dengan betapa beratnya serangan Chung
"Apa-apaan ini serangannya terlihat sangat ringan, tapi berat sekali. Apa karena Destroyernya? Tidak walaupun dia memakai pedang ataupun tongkat kayu serangannya akan tetap seberat ini. Aku tidak yakin dapat menahan serangannya terus" Kata Elesis dalam hati
Chung berputar menyerang Elesis dari samping, Elesis pun melompat bersiap menyerang dari atas tetapi Chung mengarahkan ujung Destroyernya ke arah Elesis lalu menembak (Aiming Shot), Elesis menahannya dan terpental tidak terlalu jauh, lalu Elesis berdiri dan mendekati Chung lalu menyelimuti pedangnya dengan api dan mengyunkannya dengan ganas kepada Chung (Infenal Blade) Tetapi Chung dapat menahannya bahkan hanya tergeser sedikit dari tempat asal berdirinya, walaupun ada serangan yang masuk serangan itu pun di halau oleh Armornya, Elesis yang terkejut pun melompat mundur
"Apa-apaan dia, seperti Panzer. Armornya berkali-kali lipat lebih kuat dari Armor Glitter. Ini gila. Apalagi dia itu laki atau perempuan badannya langsing gitu apalagi ketebalan armor sekuat itu setebel apa pasti dia langsingnya ga terkira, sama dia pake sepatu hak tinggi. Eh, berarti keseimbangannya rapuh" Chung pun berlari mendekati Elesis tetapi Elesis menjauh lalu membuat api yang mengelilingi dirinya (Wall of Prominence) dan mulai menyerang Chung lagi, Chung hanya bertahan tiba-tiba Elesis menendangnya dipahanya, keseimbangan Chung goyah, tapi Chung menghantamkan Destroyernya ke tanah dan menembak di dalam tanah dan membuat energi tembakannya terpental ke atas (Lunatic Fury) dan Elesis nyaris tidak bisa menahannya dan kembali mundur
"Cih, dia menahan dengan Destroyernya dalam posisi Vertikal. Rencanaku jadi gagal. Tapi harusnya Tank itu kalah saat kehilangan keseimbangan tetapi dia punya refleks yang cepat untuk serangan balik. Sekarang aku tau kenapa Hamel ga bisa ditembus siapapun (Demonnya si Ran pengecualian)" kata Elesis "Tapi nanti dulu, kalo gak salah keluarga kerajaan Hamel itu bisa teriak dengan sangat dashyat, bisa budek ane" pikir Elesis. "Hei, Chung. Coba kau bertarung tanpa menggunakan sepatu hak tinggi, mungkin bakal lebih gampang nyeimbanginnya"
"Ga, ah. Udah aturan harus pake Armor lengkap kyk gini"
"Oh, ya udah." Elesis berkata "Aku menyerah" dengan lantang
"Pemenangnya Chung!" Kata Camilla

Kamar Chung (15.01)
'Tok, tok' "Chung aku ingin bicara sebentar" Terdengar suara Eve dari balik pintu, Chung pun menutup laptopnya dan berjalan ke arah pintu, membuka kunci pintu lalu mempersilahkan Eve masuk
"Ada apa?" Tanya Chung
"Aku hanya ingin memastikan sesuatu"
"Apa?"
"Elsword, akan mati kan?"
"D, dari mana kau tahu?"
"Kuanggap sebagai jawaban "ya" kalau begitu. Aku tahu karena beberapa penelitian, surat wasiat Elsword yang kau periksa, Elsword tidak menggunakan Conwellnya, alat penyadap dan lain-lain"
"Memangnya ada alat penyadap di rumah ini?"
"Ada aku yang pasang semuanya di semua ruangan" Kata Eve mengakui
"Wow, niat masangnya"
"Ya... Tapi bisa dapet informasi bagus kan"
"Hahh... Iya juga sih. Ada lagi yang mau diomongin?" Tanya Chung
"Gak ada" Kata Eve sambil menuju ke pintu
"Oh iya, ini buat kamu" Kata Chung sambil memberikan sebuah benda yang sepertinya menyimpan data yang sangat penting
"Apa ini?" Tanya Eve kebingungan
"Tenang saja, program disitu aku yang buat kok. Untuk systemmu" Kata Chung
"Terima kasih" Kata Eve
"Sama-sama"
(17.54)
'Tok, tok' Seseorang lalu membuka pintu, yang ternyata Raven. Chung yang menyadari hal itu pun langsung menutup laptopnya dengan cepat
"Ngapain, heh" tanya Raven
"Ga, kenapa-napa"
"Katanya kerjaanmu dah beres?"
"Memang udah" Balas Chung
"trus lagi buat ngapain?"
"lagi nulis Resep Rahasia krabby patty, ya ga' lah. Lagi buat sesuatu yang orang dengan level otak kayak kamu ga bakal ngerti"
"Nyindir, gitu maskudnya" Kata Raven
"Udahlah, kamu mau ngapain ke sini"
"Oh iya, makan malam dah siap tuh cepet ke bawah"
"Ok, oh iya Ven."
"Apa?"
"Eve udah tau rahasia Elsword"
"Oh, hebat juga pacarmu itu"
"Haha"
"Oi Chung jangan begadang lagi kayak kemaren kantong matamu keliatan tuh. Lagian kan dah ada lagunya 'Begadang jangan begadang'"
"Udah ah, diem sana"
"Haha" Raven tertawa tanpa ekspresi sambil keluar menutup pintu dan ke kamar Elsword

Kamar Elsword (17.58)
'Tok, tok' "Els, aku masuk ya?"
"Ya" balas Elsword, Raven pun masuk
"Oy, Els si Eve udah tau rahasiamu"
"Oh, yang mana?" Raven pun facepalm
"Conwell"
"Oh. Dikasih tau Chung?"
"Ga, dia nebak sendiri"
"Oh, tr-" Kata-kata Elsword terpotong karena Elsword tiba-tiba batuk, cukup lama
"Gak apa-apa Els?" Tanya Raven
"Apanya?"
"Udah batuk separah itu, parah juga ya kontraknya si Conwell"
"Ngomong apa kamu?"
"Maksudnya?" Tanya Raven balik
"Ini bukan gara-gara si Conwell"
"Jadi..."
"Ya, aku memang udah sakit parah"
"Kenapa ga kasih tau yang lain?"
"Aku gak mau orang lain khawatir lagi"
"Oh"
"Ven, tolong jangan kasih tau siapa-siapa"
"Kalo Chung?"
"Kayaknya nanti dia nanya sendiri, orang kamarnya di sebelah"
"Eve?"
"Paling nanti dia denger dari Chung"
"Oh ya udah kalo gitu" Kata Raven sambil menuju pintu "Minum air yang banyak"
"Ya" balas Elsword, Raven pun keluar dan menutup pintu
"Oh iya Els. Makan malem dah siap tuh cepet kebawah" Kata Raven dari luat pintu
"Ok"

Ruang Makan (18.09)
"Chung" Eve memanggil
"Hm... apa?" Balas Chung
"Sebenarnya apa isi file yang kau berikan? Aku tidak bisa membukanya"
"file itu hanya terbuka jika sudah terinstall di systemmu, tenang saja isinya berguna, sangat berguna"
"Tapi untuk menginstallnya membutuhkan 1 hari, terlalu lama"
"Itu bersifat permanent, dan kujamin akan sangat berguna"
"Bukan untukmu kan"
"Maksudmu?"
"Bukan berguna hanya untukmu"
"Tentu tidak"
"Baiklah kalu begitu. Akan kupertimbangkan"
"Heh, jangan pacaran t'rus. Makan!" Kata Raven mengagetkan mereka berdua sementara yang lainnya tertawa

Kamar Elsword (22.46)
'Ukhuk, ukhuk..' suara batuk Elsword menggema di kamarnya, cukup lama Elsword terbatuk tiba-tiba darah turut keluar dari mulutnya, Elsword pun segera menutup mulutnya menahan darah yang keluar.
"Si... al" Elsword pun mengambil tissue dan mengelap bekas darah di mulutnya dan di lantai. Dia pun lalu menuju tempat tidurnya tetapi tiba-tiba jantungnya terasa sakit
"Ukh..." Elsword memegangi dadanya, tapi tiba-tiba kesadarannya menipis dan Elsword pun terjatuh di tempat tidurnya
(22.54)
Aisha berdiri di depan kamar Elsword, bimbang untuk mengtuk pintu kamr Elsword atau tidak. Aisha pun sudah hampir mengetuk pintu kamarnya
"Kau khawatir" Aisha pun langsung melihat ke arah sumber suara yang ternyata Chung
"Eh... Tidak, Aku"
"Aku tahu kau khawatir. Tenanglah dia baik-baik saja"
"Ya, kau benar. Terima kasih. Omong-omong kau mau ke mana?"
"Ke kamar Eve"
"Oh dia sedang maintenance systemnya katanya. Mungkin sampai 1 hari"
"Oh begitu, baiklah terima kasih"
"Ya"
"Chung"
"Ya?"
"Err... tidak, maaf"
"Baiklah kalau begitu, aku kembali ke kamarku dulu ya."
"Silahkan"

Hari ke-Lima Selesai

Sekian saja
dan saya ingin menanyakan kepada anda sekalian, apakah saya harus membuat endingnya bad atau happy. karena saya terlalu heran yah... karena banyak hal
sekian saja dan terima kasih