Saya yang gila nan tenan ini kembali dengan fanficnya, dan langsung kita mulai

Hari Ke-Enam

Kamar Chung (04.02)
'Pip, pip, pip' 'Pip, pip, pi-' Chung mematikan alarmnya lalu bangun dari tempat tidurnya lalu keluar dari kamarnya.
(04.04)
Chung kembali masuk ke kamarnya lalu menuju meja kerjanya "Resep... resep..." Kata Chung sambil mencari di tumpukan lembaran kerja yang rapih

Ruang Dapur (04.07)
"Hahh... Masak itu melelahkan" Kata Chung sambil memotong daging "Sepi juga ya, kalo sendiri" Chung berkata sambil tetap memasak
(05.16)
Chung masih memasak, tiba-tiba Elsword muncul "Ngapain Chung?" Tanya Elsword.
"Sekali liat juga tau" Balas Chung "Kamu sendiri?"
"Mau minum, haus" Elsword pun terus melanjutkan ke dispenser. Chung pun melanjutkan masaknya
"BWWAAAHHHHHH..." Teriak Elsword "PANAS!"
"Makanya Els, hati-hati kalo minum" Chung berkata kepada Elsword yang lagi cuci mulut
"Ngantuk tau. Alah, mati rasa nih lidah"
"Terus kenapa?"
"Kalo makan jadi hampa tau, ga ada rasanya"
"Lagian salah kamu sendiri"
"Iya, iya. Sekarang makannya apa?"
"Steak"
"Apes, pas makanan enak mati rasa, kurang bejo"
"Orang Bejo minum-"
"Udah ga usah nge iklan" Kata Elsword
"Ya, ya. Tapi yang lain hebat juga ga bangun abis kamu teriak gitu"
"Udah ah, tidur lagi"Kata Elsword sambil keluar dapur "Eh, Chung"
"Apa?"
"Si Eve mana?"
"Dia maintenance systemnya"
"Oh, kenapa ga nyuruh si Oberon ama Ophelia aja buat bantu"
"Dia Battle Seraph, bukan Empress"
"Oh, iya"
"Ya udah sana tidur"
"Haha" Kata Elsword sambil meuju ke kamarnya

Ruang Makan (07.21)
Semua orang (Terkecuali Eve) sudah dibangunkan, dan berkumpul untuk makan
"Makan sama apa Chung?" Tanya Rena
"Sama Steak"
"Ooh.."
"Woi, nanti ada film Tuan Cincin (The Lord of the Rings) sama besok ada bintang jatuh massal sekitar jam 12 malem" Kata Raven sambil baca koran
"Trus?" Kata Elsword
"Ga ngasih tau doang"
"Makanan dah siap, jangan ngobrol terus" Kata Chung sambil meletakkan piring terakhir di meja dan mereka pun melahap makanan tersebut. Makanan yang malang.

Ruang Nyantai (08.54)
"Oy, Chung" Sahut Raven
"Apa?" Jawab Chung sambil bermain Laptopnya
"Si Eve mana?"
"Telat lu Ven" Elsword tiba-tiba ngomong
"Biarin" Balas Raven
"Eve lagi maintenance systemnya" Jawab Aisha yang lagi main HP
"Lagi ngapain, Aisha?" Tanya Rena
"Baca fanfic" Balas Aisha. Lalu tiba-tiba kresek putih jatuh di meja
"Apaan nih?" Tanya Elsword langsung meuju ke kresek tersebut
"Cemilan" Kata Elesis sambil mengambil biskuit dari kumpulan makanan tersebut
"Hoo..." Jawab Raven
"Kenapa? Kepingin? Ambil aja" Kata Elesis. Elsword mengambil keripik kentang dan Raven pun langung ngambil biskuit, lalu Chung mengambil roti
"Kenapa ga ngambil?" Tanya Elesis ke kedua wanita lainnya
"Uh, ga makasih" Jawab Aisha ragu-ragu
"Kenapa? Takut berat badan naik ya?" tanya Elesis
"Uh... Iya" Jawab Aisha
"Yah, wajar sih" Kata Elesis ga aneh
"Emang kakak sendiri ga takut berat naik?" Tanya Elsword
"Kamu enak ga kerja di Velder, kalo kerja di sana, capeknya ga kebayang. Apalagi udah setingkat kakakmu ini, sampe keliling elrios."
"Untung gw bukan Lord Knight" bales Elsword
"Oh, ya. Els. Hiasan pinggangmu yang kamu pake pas sparring itu, kayak pernah liat."
"Oh, itu. Waktu pulang kerumah, nemu di gudang. Abis bagus, daripada ga kepake mending dipake."
"Itu maling namanya" Timpal Raven
"Dari rumah sendiri juga" balas Els
"Pantes kayak pernah liat" Kata Elesis
"Oy, Chung. Lagi ngapain?" tanya Elsword
"Main Elsword"
"Lagi DG?"
"Ya, di Resiam Outskirt"
"Oh..."
"Chung, punya es krim p*ddl* p*p ga?" Tanya Raven
"Buat apa es krim?"
"Buat ngalahin si Shadow Master" Bales Raven
"Ngelawak Ven? Garing tau" Aisha mengomentari lawakkan Raven
"Iya garing banget" Elsword setuju dengan pendapat Aisha
"Ya udah ga usah komen"
"Biar, suka-suk-" Tiba-tiba Elsword terbatuk
"Dafuq, penyakitan si Elsword kambuh waktunya ga tepat" Kata Raven dan Chung dalem hati, Elsword pun langusng lari ke dapur sangat cepat, secepat Aisha pake teleport (berarti itu namanya teleport -_-) dan langsung minum
"Ooh, Cuma keselek" Kata Raven dan Chung dalam hati lagi
"BWAAHHH..." Elsword mengeluarkan nafas sebanyak dia bisa "Gila, bisa ya keselek sama keripik?"
"Bisa aja, tuh kamu buktinya" Timbal Aisha, Elsword pun facepalm
"Tau ahh gelap"
"Masih siang Els" Balas Rena, Elsword pun pasang tampang Areyouf*ckingkiddingme ala Squidward, dengan mulut berbentuk tapal kuda, hidung besarnya dan muka penuh jerawatan
"Gue ga jerawatan" Bales Elsword
"Terserah, gue yang bikin fanfic. Gue bisa keluarin lo dari fanfic ini sekarang juga" Balas Author
"Ya trus, masih banyak Author lain yang mau masukkin gue di ceritanya" Elsword membalas
"Tapi kalo kam-"
"Udah cepet lanjutin naskahnya" Kata Raven
"Ok, ok"Balas Author "Once upon a time, there was a little bo-"
"Bukan yang itu bego" Kata Raven
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki-dari arah tangga, yang ternyata adalah suara langkah kaki slendermen, maksudnya Eve
"Oh, maintenancenya udah beres Eve?"
"Belum, ya udahlah. Kalo gak kenapa aku bisa jalan disini" Bales Eve
"Lho, kok ada yang aneh ya?" kata Elsword, Aisha, Rena, dan Raven dalam hati
"Masih ada makanan ga?" Tanya Eve
"Ga ada, yang tadi pagi sudah habis" Balas Chung
"Oh, ya udah. Aku mau keluar dulu ya, mau makan" (Sistem Eve disini, Eve dapet tenaga bukan dari di charge, tapi dengan memakan makanan berkarbohidrat. Eve mengubah makanan yang dia makan menjadi listrik dan mengalirkannya ke seluruh tubuhnya)
"Ok" Balas Chung, Eve pun keluar rumah
"Eh, Chung kok kyk ada yang beda sama si Eve ya?" Tanya Aisha
"Memang ada"
"Apaan sih yang beda? Kayaknya beda banget, tapi ga tau apa. Kasih tau dong?" Tanya Aisha lagi
"Iya, apaan sih" Timpal Elsword
"Cari tau aja sendiri, orang perubahan besar kok" Balas Chung
"Apaan dong, kasih tau. Pelit amat" Kata Elsword
"Tau ahh. Oh udah jam 12, pergi dulu mau ketemuan" Kata Chung
"Oy, lu kan dah punya Eve" Kata Raven
"Ketemuan sama utusan dari Hamel" Balas Chung sambil berlari ke pintu
"Dasar, Cuma ketemu orang aja sampe kyk dikejar hantu gitu" Kata Raven
"Ven, inget Chung itu nyumbangin paling banyak uang buat rumah ini dan lain-lain. Kamu Cuma dikit, udah jangan protes" Rena mengingatkan Raven
"Iya Ven protes melulu, kamu tuh Cuma 1/24 sumbangan Chung" Timpal Elsword
"Kamu Cuma tambahin 1% dari sumbangan aku, gak mau kalah ya. Liat dong pacarmu 3 kali jumlah sumbanganmu" Balas Raven
"Pacarmu juga 3 kali jumlah sumbanganmu" Kata Elsword ga mau kalah
"Jumlah sumbangan kamu sama pacarmu itu sama kayak selisihnya sumbagan Eve sama Chung, 12!"
"Udah, udah jangan rusuh Cuma gara-gara sumbangan" Elesis melerai "Lagian kalo nyumbang tuh harus ikhlas jangan mau dipuji"
"Iya, iya" Bales Elsword "Eh, kak"
"Apa?" Tanya Elesis
"Besok mau sparring ga?"
"Lagi?"
"Ya, abis blum puas kalo belum tau siapa yang menang"
"Iya juga sih. Kapan kalo gitu, sekarang?"
"Besok aja jam 11 malem"
"Buset dah, gak kemaleman tuh" Kata Elesis kaget
"Biarin kan kata si Raven besok ada bintang jatuh massal"
"Oohh... Jadi yang menang juga dapat perayaan oleh alam"
"Ya, gitu." Elsword membenarkan
"Serius tuh si Els, mau mati pas lagi tanding lawan kakaknya. Yah biarlah itu keinginan terakhirnya, ga bisa di lawan." Kata Raven dalam hati
"Oh, iya kalo bisa kalian semua ikut nonton ya"
"Kenapa?" Tanya Rena dan Aisha
"Ada sedikit, yah. Kejutan"
"Oohh..." Jawab Rena dengan raut muka, biasa, standard

Taman (13.28)
Eve sedang duduk di salah satu bangku di Taman sambil melihat pemandangan dan meminum teh
"Hei, Eve" Eve pun langung melihat ke arah orang yang memanggilnya yang ternyata adalah Chung, Chung sedang berjalan bersama seseorang yang membawa sebuah koper
"Oh, Chung. ada apa?" Tanya Eve
"Tidak, hanya kebetulan melihatmu duduk di sini"
"Oh. Siapa dia?" Tanya Eve sambil menunjuk ke orang yang ada di sebelah Chung
"Oh, dia Zephyre, utusan dari Hamel" (Maaf terpaksa pake OC) "Zephyre ini Eve"
"Ooh, nona Eve. Tuan Chung sering bilang anda menawan"
"Sudahlah, cepat berikan aku kopernya"
"Baiklah tuan Chung, ini kopernya. Anda masih ingat prosedurnya?"
"Ya, tentu"
"Baiklah, kalau begitu. Saya undur diri"
"Ah, tunggu. Bisa serahkan surat ini kepada ayahku."
"Tentu saja" Zephyre berkata lalu pergi
"Orang aneh" Komentar Eve
"Haha, begitu-begitu dia mau kerja tanpa dibayar"
"Chung, yang ada di otakmu Cuma uang ya?"
"Haha, gak lah"
"Hei, lihat itu putra mahkota Hamel" Seseorang berbicara kepada temannya yang bersembunyi
"Ya, kau pikir Hamel akan membayar berapa jika dia dijadikan sandera"
"Entahlah yang pasti kita akan kaya. Baiklah kalau begitu ayo kita sergap dia" Orang itu pun memberi perintah kepada temannya

Ruang Nyantai (17.58)
"Eve sama Chung mana ya? Belum pulang juga" Tanya Rena kebingungan
"Udahlah, paling mereka berdua ketemuan entah dimana, trus mereka berdua nge-date"
"Ya ya bisa jadi bisa jadi" Komentar Els
"Diem aja kamu, Els. Mereka berdua yang hari ini piket, kita mau makan gimana?" Kata Rena
"Apa!" Kata Raven, Elsword, dan Aisha bersamaan
"Cepet cari, jangan lewatkan barang sedetik pun" Kata Raven memerintah
"Cari, cari sampai ke ujung dunia" Elsword ikut-ikutan, saat mereka sudah bersiaga satu, Chung dan Eve pun pulang
"Kami pulang" Kata Eve dan Chung bersamaan
"Kalian kemana aja? Udah laper nih" Kata Elsword
"Udah, udah. Nih udah dibeliin makanan" Kata Eve sambil menyerahkan kantong makanan yang dibawa Moby "Tadi beli di Mall"
"Lho, kok kalian berdua bisa ada di Mall?" Tanya Raven, dan Elsword pun memberi tatapan yang Ingin tahu dan menyindir dengan senyum yang sama sekali menyebalkan
"Tadi aku sama Chung ketemuan di taman, trus kami berdua mau nonton film, tapi kami diserang di perjalanan" Eve menjelaskan selagi Chung membawa makanan ke dapur
"Diserang sama siapa?" Tanya Aisha
"Ga tau juga, kyknya sih mantan bawahan Banthus abisnya cuman sekali tendang sama Chung langsung kabur"
"Iya juga sih, Chung level berapa? Itu orang level berapa?" Kata Rena
"Woy, ini bukan game, ini fanfic, ga ada levelnya" Elsword mengingatkan
"Oh, iya"
"Jadi intinya kalian berdua nge-date gitu?" Tanya Aisha Straight-to-the-point
"Ya" Jawab Eve
"Hebat kamu, Ven" Puji Elsword ke Raven
"Huh, tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan The Great Raven ini"
"Garuk kepala pake nasod-armmu aja ga bisa" Sindir Elsword
"Nyari mati ni anak" Ucap Raven
"Makanan dah beres cepet makan" Teriak Chung dari arah ruang makan, dan mereka semua pun (Eve tidak termasuk, dan Elesis termasuk, cuman dari tadi dia diem aja) lenyap menjadi asap dan muncul di ruang makan

Ruang makan (18.25)
Mereka semua (terkecuali Eve dan Chung) sedang makan
"Oy, Eve, Chung ga makan?" Tanya Elsword
"Oh nggak, kami berdua dah makan di luar tadi" Balas Chung
"Curang, kalian berdua pasti makan yang mewah kan? Restaurant Prancis gitu kan? Yang rakyat dengan ekonomi sama parahnya dengan Raven aja mau masuk langsung di tendang karena penampilannya juga sama parahnya sama si Raven?" Kata Elsword
"Jleb amat Els" Kata Raven
"Ga gitu juga kali, Cuma makan di tempat beli makanan itu kok, nih ada struknya kalo mau liat" Kata Chung sambil menyerahkan struknya kepada Elsword "Udah ya, mau mandi dlu" Chung pun pergi menuju tangga tak terbatas(?) dan Eve melambaikan tangannya dan juga menuju ke atas
"Wow, udah berani mandi bareng nih?" Sirik Elsword yang kesal karena ternyata Chung benar-benar makan di tempat Chung membeli makanan tersebut
"Enak aja!" Teriak Chung dari atas, lalu melihat ke arah Eve yang sepertinya inign berbicara
"Jangan bilang kalo kamu berneran mau mandi bareng?"
"Ga, Cuma mau nanya?"
"Apa?"
"Elsword besok beneran mati ya?"
"Katanya sih iya"
"Ok, bye"
"Bye" dan mereka berdua pun pergi ke kamarnya masing-masing
(36.1074)
"Jam gak sampe segitu!"

Hari ke-empat selesai

Ya, di fanfic kali ini ada bagian perhitungan dan OC saya sedikit muncul, karena saya sedang berbahagia dan dompet penuh, saya akan memberikan hadiah *prokprokprok* , yakni pulsa 10rb *kriiikkriikkriiik*
caranya dengan menjawab persentase sumbangan uang para Karakter di fanfic ini (Elesis terkecuali) pemenang pertama akan saya PM untuk menanyakan nomor HPnya
Chapter selanjutanya adalah chapter terakhir dan ini adalah spoiler *SPOILERALERT* Add akan muncul sebagai tokoh sampingan (maaf buat fans Ara saya gak tau Ara mau dipake dimana)
DAn sampai sini saja perjumpaan kita. Sampai bertemu di Chapter berikutnya.