Judul : MIRACLES IN DECEMBER -TAORIS-Ice Prince-

Author : Park Hyunnie

MC : EXO Tao & Kris

SC : EXO Lay

Rating : K+

Genre : BRomance, Friendship, Family

Length : Dreeble

Warning : Typo bertebaran, bahasa sangat baku-maklum baru belajar buat fanfic-, Juniel-Illa Illa

Note's : Maaf yaa.. ini hanya dreeble :( . Maaf juga seminggu author ngilang, karena nenek author meninggal mendadak jadi terpaksa keluar kota tanpa bawa notebook. Jadi deh.. gak update-update. Untuk balasan review ada di bawah yaa.. Dan author itu update setiap weekend (Jumat-Sabtu-Minggu).

.

HAPPY READING !

.

-PROLOG-Ice Prince-

"Baru kali ini aku bertemu dengan orang sepertimu, ge" Dia mencoba menyairkan suasana diantara kami. Setelah aku melakukan sesuatu yang sangat tak lazim, menyelamatkan dia dari serempetan mobil di halte bus, jangan tanya bagaimana bisa dia selalu saja mementingkan ponsel daripada nyawa-nya sendiri.

"Hhmmm.." jawabku dan tetap memandang langit yang... gelap tanpa bulan dan bintang.

"Mengapa kau sangat, sangat, sangat, dingin? Bukankah sekarang belum turun salju." Dia sedikit berpikir. "Apa kau tak mengerti bahasa Mandarin? Ashh! Sorry.. eumpp!" Katanya, tiba-tiba langsung ku kecup bibir menggoda itu dan dia pergi meninggalkan ku di halte bus itu sendirian, berkata "I'm sorry, thank you." Hahaha.. sungguh lucu dia meminta maaf dan mengucapkan terima kasih atas tindakan ku? Ada apa denganmu Kris? Kau baru mengenal Tao dua minggu yang lalu, Kris. Hanya kenangan itu yang paling ku ingat dari banyaknya kenangan yang kita buat berdua dan benar Tao meninggalkan ku sendirian hingga waktu yang tak ku tahu.

Pertemuan yang tak menyenangkan harus berakhir dengan luka di hatiku ?

.

-Miracles in December-Taoris-Ice Prince-

Kris pov.

"Kemana perginya anak tinggi itu? Isshh.. Jinjja! Ini Kanada dan siapa yang fasih berbahasa Inggris? Oh.. jangan bilang dia meninggalkan ku sendiri." Rutuknya pada diri sendiri. Suaranya terdengar lembut dan halus berbanding terbalik dengan fisiknya yang jauh dari kata 'anak baik-baik'. Mata yang memiliki garis hitam badan tegapnya dan tentu tatapan matanya yang tajam. Siapa sangka dia salah satu penggemar Gucci dan sangat manja.

"Aku pulang..—"

"YA! Dari mana saja kau?! Kau ini, kau sangka menunggu itu enak. Pergi tanpa bilang-bilang lagi."

"Memangnya kenapa kalau aku pergi? Inikan rumahku, kenapa harus melepor padamu?!"

"Benar juga ya…Tapi tetap saja gara-gara kau aku susah dan pasporku ditahan. Kalau kau pergi seenaknya, nanti kau malah kabur lagi dan tak mau bertanggung jawab"

"Oke-oke. I'm sorry. Now I'm hungry. Kajja! Kita keluar cari makan." Tawarku dengan menarik tanganmu.

"Huhh ?" Tapi kau malah diam seakan tak mengerti atau kau masih marah ?

"Akukan sudah minta maaf, baiklah aku yang bayar semua keperluanmu sampai paspormu itu kembali" Aku bicara sembarangan karena perut ini tak bisa mentolerir lagi sinyal dari lambungku.

.

.

"Ayolah, aku ingin itu. Kau sudah janji, ge!" rengekanmu mengalahkan anak kecil yang minta dibelikan gulali. Tapi, kalau kau minta gulali mungkin aku ku belikan hingga perutmu itu sakit, sayangnya kau sedang minta..

"Ayolah, Ge.. itu Gucci edisi terbatas hanya ada 50 buah di dunia". "Aku tak bisa tidur bermalam-malam bila tak mendapatkannya.". "Kumohon ge." Dan akhirnya kau mengeluarkan sesuatu yang tak ku mengerti tapi kenapa sukses membuatku luluh dan sesat di dada bagian kiri ini. Sesuatu yang .. err.. mata yang menyipit dan dengan senyuman yang mengembang. Aegyeo ? Buing-buing? Sial! Kenapa aku bisa luluh dengan tingkah yang sangat.. sangat.. manis ?

Okee.. kali ini aku kalah. Dan aku Wu Yifan tak akan mengajak Panda sialan ini melewati toko Gucci. Tunggu.. Panda? Aku tadi menyebut Panda?Astaga! Aku kenapa?! Tidak. Itu pantas saja mata yang menyerupai Panda. Yang ku sebut? Kau bertanya siapa yang ku sebut Panda? Jelas namja yang tadi telah menguras dompetku Huang Zitao. Siapa lagi yang memiliki lingkaran hitam di mata selain Tao?

.

Apakah ini tahun sial bagi ku? Kenapa aku selalu dapat hal-hal yang merugikan. Awal tahun aku sudah pernah bertemu Tao secara tidak sengaja koper kami tertukar di Seoul, setelah itu aku tidak bertemu lagi dengannya. Kami bertemu lagi saat akhir bulan November saat aku memutuskan untuk merayakan natal di Kanada dan lagi-lagi koper kami tertukar. Aku menuduh Tao mencuri koperku dan saat itu juga paspornya di tahan selama 1 minggu. Dia tidak bisa mengelak saat aku menuduhnya karena kurang lancar berbahasa Inggris. Dan selama 1 minggu dia terus memarahiku dan meminta eh, lebih tepatnya memaksaku untuk bertanggung jawab.

Dia selalu marah dengan berbahasa Mandarin dicampur Korea, agak susah juga ya.. Tao terlalu buruk melafalkan kata-kata dalam bahasa Korea.

.

.

Aku selalu ingat pada semua yang kau katakana.

Hyung kau kemana saja?

Kau tau aku khawatir?

Gege kumohon belikan itu!

Jebal! Kau bilang aku buruk dalam bahasa Korea, kenapa kau terus-menerus bertanya dalam bahasa itu?

Gege! Jangan bicara dalam bahasa alien itu, gunakan Mandarin atau Korea!

Tapi, aku selalu cuek dan tidak memperdulikanmu.

Gege, kau kenapa selalu dingin?

Kau cuek pada semuanya ge?

Apa kau punya teman disini ge?

Tapi, aku tak pernah melihat kau bicara pada orang lain kecuali rekan bisnismu.

Aku selalu bersikap buruk padamu, selalu melupakanmu, menomor duakanmu. Tanpa ku sadari rasa ini muncul. Rasa yang orang sebut cinta. Aku tak tau pasti ini cinta pada pandangan pertama atau cinta yang terlahir dari rasa benci atau cinta yang—Arrkkhhh! Tak taulah! Yang ku tau saat ini hanya aku ingin bertemu denganmu.

Saat terakhir kau akan pergi…

"Gege, bisa antarkan aku ke bandara?"

"Maaf Tao aku sedang ada rapat mendadak"

"Hhmm.. baiklah" … "Ge, apa kau ingin mengucapkan sesuatu?"

"Maksudmu?"

"Ahh.. tidak. Ya sudah aku pergi dulu yaa, ge? Gomawo untuk segalanya. Maaf selama ini aku merepotkanmu, ge"

"Hhmmm.. bye"

.

Penyesalan yang tak akan ku lupakan. Disaat aku memilih untuk berbaring di sofa kantorku dari pada mengantarkan mu ke bandara, tempat terakhir aku bertemu dengamu. Sebenarnya tidak juga kau lebih memilih tinggal di Kanada mengamatiku dari jauh. Dan kau pikir aku tak tahu? Kau selalu menjadi Tao yang bodoh yang kurang pekerjaan yang menjadi stalker orang lain. Aku sengaja mendiamkanmu agar kau sadar bahwa kau selama ini memiliki perasaan yang sama sepertiku. Rasa yang aneh, mengganjal disini, jantung. Bukan dihati melainkan seperti obat yang membuat kecanduan ketika orang telah melihat senyuman yang manis itu.

.

Setelah seminggu dia puas mengamatiku, kini apa giliranku yang terus saja mengikutinya. Aku sesalu tertawa sendiri saat dia kehilanganku dan mencariku padahal aku sedang melihatnya dan menertawakannya.

.

"Baru kali ini aku bertemu dengan orang sepertimu, ge" Dia mencoba menyairkan suasana diantara kami. Setelah aku melakukan sesuatu yang sangat tak lazim, caraku menyelamatkan dia dari serempetan mobil di halte bus, jangan tanya bagaimana bisa dia selalu saja mementingkan ponsel daripada nyawa-nya sendiri.

"Hhmmm.." jawabku dan tetap memandang langit yang... gelap tanpa bulan dan bintang.

"Mengapa kau sangat, sangat, sangat, dingin? Bukankah sekarang belum turun salju."

"Apa kau selalu mementingkan benda persegi panjang itu?" tanyaku dingin.

Dia sedikit berpikir. "Apa kau tak mengerti bahasa Mandarin? Ashh! Sorry.. eumpp!" Katanya, tiba-tiba langsung ku kecup bibir menggoda itu dan dia pergi meninggalkan ku di halte bus itu sendirian, berkata "I'm sorry, thank you."

Hahaha.. sungguh lucu dia meminta maaf dan mengucapkan terima kasih atas tindakan ku? Ada apa denganmu Kris? Kau baru mengenal Tao dua minggu yang lalu, Kris. Hanya kenangan itu yang paling ku ingat dari banyaknya kenangan yang kita buat berdua dan benar Tao meninggalkan ku sendirian hingga waktu yang tak ku tahu.

.

Dia tidak kembali. Aku sudah memastikan itu, aku melihatnya langsung dia naik pesawat tujuan Incheon. Kemana lagi dia akan pergi kalau bukan ke Korea? Beijing? Itu tak mungkin, keluarganya sedang berada di San Fransisco dan tak ada orang di rumahnya. Setidaknya dia bisa mengunjungi temannya di Seoul, Zhang Yixing.

.

Pertemuan yang tak menyenangkan harus berakhir dengan luka di hatiku ?

.

FIN

Maaf yaa.. kalo kurang memuaskan.. review anda sangat membantu saya untuk terus intropeksi diri :)

Gomawo sudah mampir, baca dan review :)

Balasan review :

Melody : Makasi sudah suka. Ini Chap. 1-nya Taoris.

coldgirl 2 : Itu maksudnya, setiap cerita Miracles in December itu alurnya maju-mundur. Setiap ceritakan shippernya beda2 tapi jalan ceritanya lanjut terus dari Taoris sampai Chanbaek.
Jadi kalo baca gak dari cerita Taoris gak ngerti nanti di cerita shipper yg lainnya. /ngerti gak?/
Kalo masih gak ngerti nanti deh kalo sudah cerita di update. Ku jelasi lagi.

Laibel : Sulay nanti yaa.. sabar tunggu sampai giliran mereka.. :)

Putry. KyusungKrishun : Tunggu bagian mereka yaa.. Sehun kemana? Itu rahasia :)

DwitaDwita : Hahaha.. jleb gimana? Author agak susah buat bikin angst kalo Chanbaek :(

Aswshn : Ini Taoris sudah update. Maaf kalo kurang memuasakan.

selvian. summer : Wah.. pas banget 3 couple itu rada sedikit angst ..

oktaviani. latifa : ntar gak nyesek-nyesek amat lah..

Princessyadongprivacy : Sulay-nya nyusul yaa.. update-nya harus sesuai urutan biar bacanya nyambung.