Malam yang indah di sebuah kota, telihat seorang laki-laki sekitar 20 tahunan bersandar pada sisi jendela. Matanya yang indah berwarna hijau menatap langit yang hitam.

~##~

Harry Potter © J.K Rowling

we'll help you, Harry! © Anisa Phantomhive

Warning : OOC,OC, M-preg, Fluff gagal, Drabble, Slash,

Typo bertebaran, dan lain-lain

Pair : Draco x Harry

Rating : T

Genre : Romance, Humor(?)

Happy reading!

Don't like? Don't read!

.

we'll help you, Harry

~##~

"Hhh… dia telat lagi…"Gumamnya tidak jelas. Perlahan dia mengambil surat yang tidak jauh darinya, surat dari temannya, Hermione Weasley, setidaknya itu nama temannya setelah menikah dengan Ronald Weasley, atau panggil saja Ron.

Surat itu, diantar dengan sebuah botol. Harry sedikit menaikkan alisnya membaca surat itu. sungguh isinya sangat menanggetkannya, coba saja lihat,

Dear Harry,

Bagaimana keadaanmu dengan Draco dan Averiil?

Aku harap baik-baik saja. Dan, aku sekeluarga juga baik-baik saja.

Ow ya, Harry, beberapa hari ini aku dan Ron membuatnya lagi.

Ramuan yang bisa membuatmu hamil lagi. Aku yakin pasti kau menginginkan seorang anak lagi.

Beritahu aku kalau kau hamil lagi! Aku tunggu kabar itu!

Baiklah itu saja isi suratku,

Hermione W.

"Ahh… ada-ada saja Hermione."Gumam Harry lagi. Tapi, ramuan itu… entahlah, Harry bingung. Apakah Draco mau mempunyai anak lagi? Atau… apa dirinya kuat kalau mengandung lagi? Aaargh! Harry merebahkan dirinya di ranjang dan menatap langit-langit kamarnya.

Tak lama, dia mendengar suara langkah dari luar kamarnya. Harry menatap pintu kamarnya yang sekarang terbuka.

Akhirnya, dia pulang…

"Maaf aku telat pulang, Love."Ucapnya. Harry diam dan masih menatap kedua manik abu-abunya. Dengan gerakan pelan Harry kembali duduk di ranjangnya.

"Bukannya 1 minggu ini memang kau telat pulang Draco? Sudahlah. Tidak usah dibahas."Balas Harry dengan mengangkat kedua bahunya. Draco tersenyum dan mendekat pada Harry.

Pelan tangan Draco mengusap wajah Harry, "Di mana Averiil?"Tanya Draco, tentang anak mereka Averill. Ya, Narcissus Averill Potter-Malfoy. Anak mereka yang sekarang berumur 5 tahun. Anak yang semakin mirip dengannya dan Draco.

Harry memutar kedua matanya malas, "Kau pikir ini jam berapa? Tentu saja dia di kemar dan sedang tidur! Dia terlalu lelah menunggu Daddy-nya yang tidak pulang-pulang"Jawab Harry malas. Draco melirik jam yang berada di meja yang tidak jauh dari ranjang mereka. Jam itu menunjukkan tepat pukul 23.30 malam.

Draco mengangguk dan berdiri. Dia melepas jasnya dan tanpa berkata pergi ke kamar mandi. Harry sendiri yang di tinggal hanya diam dan menatap surat yang masih di tangannya.

"Ini membingungkan!"Erangnya tidak suka. Harry kembali merebahkan dirinya di ranjang. Untuk beberapa saat dia kembali melamun. Melamukan apa yang akan terjadi bila Draco tau ini. Aah, sepertinya lelaki berambut platina itu akan suka. Ingat, mereka hampir setiap minggu melakukan aktivitas kau-tau-apa.

20 menit kemudian, Draco keluar dari kamar mandi dan menatap Harry aneh.

'Kenapa dia?'Batin Draco. Dengan masih hanya memakai celana panjang hitam dan bertelanjang dada, Draco mendekati Harry, "Ada apa denganmu Harry? Dari tadi melamun."

Harry menatap Draco dalam diam dan memberikan surat yang dikirim Hermione tadi. Draco segera membaca isi surat itu dan mata abu-abu Draco sontak melebar melihat isi surat itu.

"What!? Ramuan… ramuan Poinsettia…"Gumam Draco tidak percaya. Harry memberikan botol kecil –yang terletak di meja- yang berisi ramuan itu pada Draco. Draco menatap botol kecil itu, "…Kau mau?... maksudku… err –hamil lagi?"

Harry diam dan masih menatap Draco dengan wajah yang memerah, "kau… tau… Averill selalu merengek ingin adik dan… aahh! Terserah kau sajalah, "Balas Harry dengan wajah yang sangat merah.

Draco tersenyum dan membuka isi botol itu, "Jadi, sebaiknya, kau minum ini, Harry,"Ucap Draco dengan meminumkan ramuan itu dengan paksa pada Harry.

Harry tersedak dengan ramuan itu, "Uhuk-uhuk! A-apa yang kau lakukan Draco! Kau ingin aku mati tersedak, hah!?"Protes Harry pada Draco. Draco tersenyum –menyeringai –

''Sekarang kita hanya perlu menunggu beberapa jam dari sekarang"Ucap Draco dengan masih tersenyum –menyeringai- Mengusap perut Harry yang datar.

Harry semakin memerah dengan jawaban itu, 'Merlin, Suamiku benar-benar MESUM!'

~#~

Omake

# 2 Minggu kemudian #

Pagi itu, adalah pagi yang cerah tapi,

"Hoek!"Suara Harry yang memuntahkan semua isi perutnya di toilet. Draco segera berjalan menuju toilet kala mendengar suara Harry memuntahkan isi perutnya.

"Love, kau tidak apa-apa?"Tanya Draco dengan Averiil di sampingnya.

Averill menatap ayahnya itu khawatir, "Daddy, Daddy Harry baik-baik saja?"

Harry menatap dua orang yang sangat dia sayangi itu, perlahan Harry mengangguk, "Ya, sepertinya,"Balasnya. Draco mendekat pada Harry dan menyentuh pergelangan tangan Harry, untuk memeriksanya.

Draco mengangkat alisnya dengan tidak percaya. Draco menatap Harry dengan menyeringai, "Owh Harry, Kau… Hamil!"

Omake End!

[Tentang penulis]

Ampuni sayaaa! Entah kenapa tiba-tiba ide buat squel ini pada saat saya disuruh membuat puisi xD bukannya buat puisi di kertas kosong saya, saya malah ngebut DraRry ini xD ahaahhaah! Kata Editor saya ini termasuk Drabble, jadi maaf kalo pendek xD

Saya juga gak tau ini bakal ada lanjutannya enggak. Saya DILEMA! XD … saya meminta pendapat dari kalian. Haruskah ada chap 3 ?

Okay, terimakah yang sudah ripiuw di chap 1. :) saya akan lebih berterimakasih kalau kalian mau ripiuw lagi di sini xD heheeh…

Special thanks untuk Editor saya seberti biasa dan untuk saudara kembar saya The Silver Fire.

See you~

-Anisa Phantomhive-