DON'T GO KYUHYUNNIE
Previous Chapter
Tok tok
Suara pintu diketuk kembali terdengar, namun kali ini yang masuk adalah sesosok namja tampan dengan aura charmingnya yang menggunakan baju berjas hitam sama seperti para bodyguard lainnya, bedanya di jasnya juga terukir lis berwarna emas disekitar pinggiran tangannya. "Anda memanggil saya sajangnim?" ucap orang tersebut.
"Ne. Awasi orang bernama cho kyuhyun, dan juga putraku. Kau mengerti.. Lee Donghae?" perintah lee chunhwa to the point.
Namja bernama lee donghae tersebut hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum. "Aku mengerti."
Next Chapter
!~*~*~!
Cast : KyuMin pairing
Summary : Sungmin kabur dari rumah yang ia anggap sebagai 'neraka'. Lalu akhirnya bertemu kyuhyun dan saling mencintai. Kyuhyun masih mencintai orang masa lalunya! Bagaimana dengan sungmin? Orang masa lalu kyuhyun ternyata ada bersama ayah sungmin. Akankah kyuhyun lebih memilih sungmin dibandingkan masa lalunya? Atau malah sebaliknya?
Disclaimer : KyuMin saling memiliki. Pengennya sih kyuhyun buat author, tapi om sooman bilang KyuMin udah di kontrak SM. Jadi mending KyuMin milik diri mereka sendiri aja. Dan ff ini, full milik author! Keke~
Genre : Hurt/Comfort, Drama.
Rated : semi M
Warning :OOC, Typo(s), YAOI, BoyxBoy, Alur amburadul, Kalimat alien(?), cerita ngelantur dll.
!~*~*~!
Hari telah berganti bulan, bulan sudah hampir berganti tahun. Kyuhyun dan sungmin tetap bersama, malah bertambah lengket. Lalu kemana 'hadiah' yang dimaksudkan oleh Lee Chunhwa? Tidak tahu. Author pun tidak tahu #digiling. Oke.. mungkin ada rahasia dibalik rahasia. *apasih maunya?*
"Kyuu!" terdengar suara teriakan dari namja manis yang diakui sebagai ummanya author #dijambak readers#. Intinya terdengar suaranya sungmin deh #dilempar#
Kyuhyun yang tadinya ingin membawa buku-bukunya ke sofa akhirnya harus tertahan karna buku itu terlebih dahulu jatuh ke lantai.
"Yah! Jangan berteriak! Tanpa kau berteriak pun aku mendengar." Omel kyuhyun, sedangkan sungmin yang kini sudah berdiri didepan kyuhyun hanya tersenyum kikuk. Kyuhyun memberikan beberapa buku yang tersisa di tangannya pada sungmin, sedangkan ia sendiri mengambil beberapa buku lainnya yang tadi terjatuh karna teriakan sungmin.
"Kyu aku ikut ke tempat kerjamu ya? Kau sudah berjanji untuk mengajakku waktu itu, masih ingat?"
Kyuhyun berjalan menuju sofa diikuti sungmin. "Ya aku pernah berjanji waktu itu.."
Kedua mata sungmin berbinar senang, namun tentu saja tidak dapat dilihat kyuhyun karna kyuhyun berjalan didepannya.
"Kau boleh ikut besok pagi. Karna besok aku akan full time di sana." Lanjut kyuhyun. Kyuhyun menaruh buku yang ia pegang di meja dekat sofa, lalu ia mengambil buku yang dipegang sungmin dan menaruhnya seperti yang ia lakukan sebelumnya.
"Aku tau, kau hanya bekerja part time setiap hari senin sampai jumat. Lalu sabtu dan minggu kau akan full time disana." Sungmin mendaratkan butt seksinya disamping kyuhyun setelah kyuhyun terlebih dahulu duduk di sofa itu.
"Kau menghapal jadwalku huh? Tidak ada kerjaan sekali." Cibir kyuhyun.
"Yah! Aku tak ada kerjaan dirumah. Kau kuliah dari pagi hingga menjelang sore, lalu sesudah itu kau bekerja hingga malam. Aku kesepian! Padahal aku kabur dari rumah juga karna aku kesepian." Cicit sungmin di akhir kalimatnya. Pandangan matanya yang tadi berbinar kini berubah menjadi sendu, dan kyuhyun mengetahui itu.
"Mianhae." Sungmin menoleh ke arah kyuhyun, dan menatapnya bingung. "Nanti akan aku carikan kegiatan untukmu agar kau tidak kesepian." Lanjut kyuhyun. Sungmin melebarkan matanya, lalu mengangguk senang. Membuat kyuhyun reflek ikut tersenyum juga.
.
.
.
.
.
Kini kyuhyun sibuk dengan buku-bukunya yang tadi ia bawa bersama sungmin. Sedangkan sungmin hanya menatap malas kyuhyun.
"Kyu kenapa kau bekerja?"
"tentu saja untuk mendapatkan uang pabo"
Sungmin memutar bola matanya kesal. "Yah! Bukan itu maksudku! Kau tidak diberi uang oleh orang tuamu?"
"Diberi. Tapi aku tidak ingin menggunakannya. Uang itu hanya dipakai untuk keperluan kuliahku, untuk uang saku aku ingin memakai uangku sendiri."
"Lalu, dimana orang tuamu?"
Kyuhyun menghentikan kegiatannya, membuat sungmin sedikit was-was. "Mereka.. di china."
"Mereka di china dan kau disini? Tapi.. kenapa?"
"Eomma dan hyungku pindah ke china sejak kematian appa." Sinar mata kyuhyun meredup kala ia mengingat appanya yang sudah lama meninggal.
"Mianhae." Sungmin menyesal. Apalagi saat melihat sinar mata kyuhyun yang mulai meredup saat pria itu mengingat keluarganya.
"Tak apa. Kupikir aku membutuhkan tempat untuk bercerita." Ucap kyuhyun sambil tersenyum tulus pada sungmin. Ya, kyuhyun tidak pernah menceritakan tentang keluarganya sedikitpun pada orang lain. Mungkin bercerita pada sungmin akan mengurangi bebannya.
"Appaku meninggal saat ia dalam penerbangan berangkat ke jepang. Saat itu aku berumur 15 tahun. Appaku salah satu korban meninggal dalam kecelakaan pesawat itu. Kami sangat terpuruk, terutama ibuku. Tak lama, kami sedikit demi sedikit mulai bangkit. Hyungku menggantikan posisi appaku di perusahaan, saat itu ia baru berumur 18 tahun. Meskipun tergolong muda, namun kemampuan bisnisnya sudah tak dapat diremehkan. Perusahaan appa yang sempat terpuruk dapat bangkit kembali, bahkan menjadi lebih baik. Meskipun eomma sudah kembali melakukan kegiatannya seperti biasa, tapi aku dan hyungku masih sering mendapati eomma yang terkadang melamun bahkan menangis." Sungmin menatap kyuhyun sendu. Sedangkan kyuhyun menerawang, mengingat kenangan pahit tersebut. 'Tidak jauh berbeda denganku' Batin sungmin.
"Hyung memutuskan untuk menjual rumah kami, lalu pindah ke china. Perusahaan pusat pun dipindah ke china. Aku menolak untuk ikut ke china. Aku ingin bersekolah disini, dan bersama dengan orang yang kucintai."
DEG
Hati sungmin berdesir sakit saat kyuhyun mengatakan kalimat terakhir. Siapa orang yang dicintai kyuhyun? Apakah orang itu masih ada? Tapi dimana? Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dibenak sungmin.
"Hyung tetap pindah ke china, dan aku tetap disini bersama orang yang kucintai. Semua berjalan lancar saat itu. Perusahaan appa tetap berjalan, dan eomma sudah dapat melepas appa, aku juga sudah terbiasa hidup tanpa mereka disini. Di awal aku memang kesepian, namun orang itu selalu menemaniku, sehingga tanpa sadar aku telah mencintainya."
Sungmin semakin merundukan kepalanya ketika kyuhyun mulai bercerita tentang orang itu. Dadanya makin lama terasa makin sesak, apakah ia cemburu? Apakah ia mencintai kyuhyun? Sungmin pun tidak yakin dengan perasaannya sendiri.
"Tapi orang itu tiba-tiba saja menghilang saat aku sadar akan perasaanku. Ia menghilang dari sekitarku tanpa jejak sedikitpun. Aku benar-benar sedih dan terpuruk saat itu. Kehidupanku seperti hancur saat itu, makanku tidak teratur, pola tidurku juga tidak teratur, hingga aku jatuh sakit. Eomma dan hyungku bahkan sampai menjengukku dan menginap beberapa minggu sampai aku sembuh total. Setelah itu eomma menyarankanku untuk melupakannya. Aku memang berhasil melakukannya, namun tidak dengan perasaanku. Kupikir aku masih sangat mencintainya, mengingat aku terus mengharapkannya untuk kembali."
Kyuhyun tersenyum tipis, sedangkan sungmin tersenyum kecut. Jadi aku sudah tidak bisa ya? Tidakkah ada tempat lagi untukku? Batin sungmin.
Kyuhyun kini menatap sungmin. "Kau. Bagaimana dengan ceritamu?"
"Apa? Aku? Kehidupanku maksudmu?" tanya sungmin sambil menatap kyuhyun bingung, sedangkan jari telunjuknya menunjuk dirinya sendiri. Kyuhyun hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan sungmin.
Sungmin membenarkan duduknya untuk menghadap ke depan, menerawang untuk mengingat kehidupan yang ia anggap nerakanya itu.
"Aku anak tunggal. Ibuku bernama lee hyebin, ayahku bernama lee chunhwa."
"APA? LEE CHUNHWA KATAMU?!" pekik kyuhyun kaget. Jelas saja kaget, lee chunhwa adalah salah satu pengusaha terkaya di korea. Ia memang pernah mendengar tentang anak CEO itu, tapi tidak ada yang tahu kalau anak itu berjenis kelamin namja. Sungmin memang pernah satu kali terliput ketika ia mengantar ayahnya untuk ke amerika, setelah itu tidak ada lagi berita mengenai sungmin. Banyak yang mengira kalau sungmin itu yeoja, karna wajahnya yang lebih cantik dari yeoja ditambah pakaian sungmin saat itu yang memang mirip pakaian yeoja yang sederhana meski ia tidak pakai rok.
"Yah! Kenapa kau harus berteriak begitu eoh!" umpat sungminn kesal. Ia memajukan bibirnya, dan mulutnya terus mengumpati kyuhyun yang masih setia dengan ekspresi kagetnya.
Kyuhyun melihat sungmin dari kaki hingga kepala dengan begitu intens, sungmin yang merasa dipandang aneh oleh kyuhyun pun menjadi risih. "Hei! Hei! Tidak usah sampai seperti itu. Aku memaklumi jika kau tidak percaya padaku, toh aku memang sengaja tidak diperkenalkan di publik."
"Memang dia.. oh Tuhan, kupikir dia itu benar-benar yeoja, ternyata..." bukannya menanggapi ucapan sungmin, kyuhyun justru menggumam gak jelas.
Sungmin melebarkan matanya begitu sadar apa maksud ucapan kyuhyun. "Yah! Kau berpikir bahwa aku yeoja? Keterlaluan!" bentak sungmin.
Sungmin melipat tangannya di depan dada, lalu ia berbalik memunggungi kyuhyun plus bibirnya yang kini terpout karna kesal. Kyuhyun menghela nafasnya begitu mengerti akan sikap sungmin. Sungmin marah. Yah, terpaksa aku harus membujuk lagi, batin kyuhyun.
"Jangan berusaha membujukku!" ucap sungmin ketus.
Kyuhyun menelan ludahnya yang terasa menyangkut di tenggorokan, ditambah matanya yang melebar kaget. Kenapa dia tau apa yang ku pikirkan?, batin kyuhyun lagi.
"Aku tau apa yang kau pikirkan kyuhyun-ah!" sekali lagi, bola mata kyuhyun makin melebar.
Apakah ia seorang mind reader?
"Dan aku bukan mind reader!" Lagi, bola mata kyuhyun rasanya ingin copot saat itu juga.
Tuan cho, sepertinya kau harus berhenti membatin.
"Minn~ ku mohon jangan marah ne? Jebalyo~" bujuk kyuhyun.
"Ani."
"Aku tidak bermaksud untuk berpikir bahwa kau adalah yeoja. Lagipula semua orang juga mengira bahwa kau adalah yeoja."
"MWO?! Yang benar saja orang-orang itu!"
"Aku kan hanya mengikuti gosip min.. jangan marah lagi ne?"
"Ani."
"Yah min, jebal jangan marah. Kalau kau marah, aku makan apa nanti?" Ya, kalau marahmu tidak berdampak pada makanan, mungkin aku tidak akan berusaha membujukmu kelinci jelek. Tapi sayangnya, jika kau marah, kau juga tidak akan membuat makanan untuk ku makan nantinya. Batin kyuhyun. Kasihan yah uri kyuhyun #dijambak kyuhyun#
"Masak saja ramen." Ooh rupanya sungmin tidak perduli dengan nasib kyuhyun.(author: rasain lo kyu suruh siapa jambak-jambak gue? Kyu: kejam lo thor! Author: blee :P)
"Ming.. ayolah. Kau kan tahu dengan masak ramen saja aku bisa membuat legenda sungai han, dan kali ini aku masak lagi? Legenda apa lagi yang akan ku buat?"
"Buat saja legenda baru. Seperti legenda ramen di musim kemarau misalnya?"
"Yah min!" kyuhyun berdiri dari duduknya. Bagaimana bisa namja manis didepannya ini membiarkannya membuat legenda baru?
"Huh" sungmin hanya mendengus kesal. Ia lalu memutar bola matanya, berpikir hal apa yang harus dilakukan kyuhyun agar ia tidak marah. Kasian juga para makanan itu nanti jika pria itu membuat legenda baru.
"Ah!" sungmin memekik sambil mengacungkan jari telunjuknya. Membuat kyuhyun sempat terlonjak kaget. "Aku akan memaafkanmu kalau kau mengizinkanku untuk ikut kau ke tempat kerjamu selama seminggu?" ujar sungmin sambil tersenyum manis.
"Mwo?! Shiro! Itu terlalu lama. Bukankah aku sudah berjanji untuk mencarikanmu kegiatan ?" ucap kyuhyun yang tidak terima dengan persyaratan sungmin.
Sungmin mendadak merenggut, "Ya sudah, kalau begitu aku tidak mau memaafkanmu."
"Yah! Baiklah dua hari?" tawar kyuhyun.
Sungmin menggeleng, "Ani!"
"Tiga hari?"
"Ani." Sungmin menggeleng lagi.
Kyuhyun mendesah frustasi, ia benar benar berharap dengan penawarannya kali ini. "Baiklah, empat hari?"
"Aniyo." Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.
"Baiklah lima hari." Tawar kyuhyun dengan wajah yang memelas bak anjing kecil yang kelaparan.
Sungmin berpikir, lima hari itu sudah cukup lama. Berbagai ekspresi berpikir ia keluarkan, berusaha mencari keputusan yang tepat. "Baiklah. Lima hari!" ucap sungmin final.
"Yes!" sorak kyuhyun. Kyuhyun memegang tangan sungmin yang kini terpaku, ia mendekatkan wajahnya lalu memelas "Jadi, min. Aku lapar, buatkan aku kimchi pedas ne?" Dan sungmin sweatdrop.
!~*~*~!
"Kyu, kenapa kita jalan kaki? Kenapa tidak naik bus?" gerutu sungmin pada kyuhyun yang kini berjalan beberapa centi di depannya.
"Irit uang. Lagipula dari apartemen ke cafe itu hanya perlu melewati dua halte saja. Jika naik bus, akan boros. Lagipula jalan kaki kan lebih sehat." Jelas kyuhyun singkat.
"Huh, langsung to the point saja kalau kau memang pelit dan tidak ingin mengeluarkan uang." Dengus sungmin.
"Yah! Kalau kau terus mengomel aku tidak jadi mengajakmu!" rutuk kyuhyun, dan sungmin hanya diam tak menjawab.
Tangan sungmin bergerak gelisah, ia ingin menanyakan sesuatu pada kyuhyun. Namun ia ragu. "Eum, kyu?"
"Hmm?" jawab kyuhyun.
"Orang yang saat itu kau ceritakan.. aku.." sungmin tampak ragu untuk menanyakan orang tersebut. Entah takut orang itu masih ada, atau takut kyuhyun marah.
"Siapa? Orang yang kucintai?"
Lagi. Sungmin merasakan sesak di dadanya saat kyuhyun mengatakan bahwa ia mencintai orang itu.
"Eum.. ya."
"Maksudmu kau penasaran dengan orang itu? Mau ku ceritakan tentangnya?" ujar kyuhyun mendadak bersemangat.
"Em.. jika kau tidak keberatan." Jawab sungmin sambil tersenyum kecut.
Kyuhyun membalikkan badannya, membuat sungmin menghentikan langkahnya. Ia mendekat pada sungmin. Kyuhyun memegang kedua pipi chubby sungmin. "Kau sakit min? kau terdengar lemas?"
Sungmin melebarkan matanya, pipinya terasa memanas saat kyuhyun menyentuh kulitnya. Tak lama tatapannya kini berubah menjadi sendu. Sungmin menepis kedua tangan kyuhyun dengan lembut. "Tidak apa, aku hanya tidak biasa berjalan kaki terlalu jauh."
Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya, lalu ia kembali melanjutkan langkahnya.
Sungmin memandang punggung kyuhyun dengan sendu. Tolong jangan perlakukan aku seperti itu kyu, kau membuatku berdebar saat kau menyentuhku. Tapi kau juga membuatku sakit saat kau mengatakan bahwa kau memiliki orang yang kau cintai, dan parahnya orang itu bukan aku. Aku harap aku tidak jatuh terlalu jauh saat kau pergi dariku. Tuhan, tolong bantu aku dan perasaanku ini.
"Ah iya, kau tadi menanyakan tentang orang itu bukan? Aku akan menceritakan awal kami bertemu." Seru kyuhyun semangat, dan sungmin hanya kembali tersenyum kecut.
Sementara itu di seberang jalan yang sama.
"Okkie-ah, kau tunggu disini ne? Biar aku yang beli minum." Ucap namja yang wajahnya seperti emo.
"Eum, jangan lama-lama hyung. Aku takut sendirian." Ujar namja bertubuh mungil yang dipanggil okkie tadi.
"Arraseo okkie-ah, kau tunggu busnya disini ne. Aku akan kembali sebelum busnya datang." Lalu namja emo tadi meninggalkan namja mungil sendirian di halte. Mata namja mungil tersebut melirik-lirik ke sekitarnya, mencari sesuatu yang dapat menghilangkan rasa bosannya.
Tatapannya terhenti saat matanya menangkap dua orang yang sedang berada di sebrang jalan. Ia memperhatikan namja tinggi berambut ikal yang tampak familiar dimatanya, lalu ia melihat namja manis yang kini menjadi lawan bicara sang namja ikal.
"Sepertinya namja ikal itu tampak bersemangat sekali saat berbicara, sedangkan namja manis yang menjadi lawan bicaranya meskipun tersenyum terlihat sekali bahwa ia sedang berusaha menahan sakit.. dihatinya mungkin? Apakah namja ikal itu tidak tahu? Terlalu bersemangat bercerita, ya?"
"Okkie-ah, ada apa? Kau berbicara sendiri?" tanya namja emo yang kini sudah kembali dengan kedua tangannya yang memegang botol minuman.
"Oh, anio yesung hyung. Aku hanya bermonolog saja." Jawab okkie.
Namja emo yang ternyata bernama yesung itu menganggukan kepalanya tanda mengerti. "Ku pikir kau mengingat sesuatu tentang masa lalu mu. Mungkin saja ada kemajuan bukan?" ucap yesung.
"Tidak, kau tau sendiri hyung. Ingatanku seperti tidak mau kembali, aku tidak mengerti." Jawab okkie sambil menghembuskan nafas beratnya.
"Bersabarlah, kau pasti akan mengingatnya." Yesung mengelus pundak okkie untuk menenangkannya.
Tak lama bus yang mereka tunggu telah datang, namun sepertinya dua orang itu tidak mengatahui kedatangan bus tersebut.
"Bus nya datang! Sudah hampir pergi! Kim Ryeowook! Cepat naik!" Panik yesung, okkie alias ryeowook langsung terlonjak kaget sehingga botol minumannya terjatuh.
"Ah, tunggu sebentar hyung. Botol minumanku!" ryeowook mengambil botol minumannya yang terjatuh tak jauh dari kakinya, lalu akhirnya mereka menaiki bus yang hampir saja pergi.
Kyuhyun & sungmin's side.
"Jadi dulu aku dan dia bersekolah di sekolah yang sama. Dia orang yang baik. Ia sering datang ke apartemenku lalu memasak untukku, sehingga aku sudah terbiasa memakan masakannya. Ia juga terkadang membersihkan apartemenku karna memang aku malas membersihkannya." Ucap kyuhyun dengan semangat.
"Benarkah? Kurasa dia orang yang lembut." Komentar sungmin dengan lemas.
Kyuhyun berbinar senang saat orang itu dipuji oleh sungmin, "Ya, dia memang orang yang lembut. Namanya Kim Ryeo-
Matanya melebar, namun tak lama menyipit. Berusaha untuk memperjelas penglihatannya pada namja diseberang yang sedang memungut botol minumannya yang terjatuh, lalu namja mungil yang dirasa ia kenal itu memasuki bus bersama namja yang tak ia kenal.
Dadanya mendadak sesak, ia bagaikan menemukan perhiasan yang lama hilang. Matanya mulai berembun, menandakan bahwa ia merindukan namja mungil disebrang. Alisnya menyatu, ingin meminta penjelasan dari namja itu. Apakah itu benar-benar dia?
-Wook"
Kyuhyun menghentikan langkahnya, tepat saat bus itu telah pergi menjauh dari halte seberang. Bahunya naik turun menyesuaikan nafasnya yang tidak teratur ketika ia melihat sosok itu. Sosok yang sudah lama tak bertemu, sosok yang selama ini ia rindukan.
"Kyu? Gwenchana?" tanya sungmin yang menyadari perubahan sikap kyuhyun saat namja itu menyebutkan nama orang itu.
Kyuhyun tak mendengar ucapan sungmin. Kepalanya mengeleng-geleng. Tidak, ia tidak ingin kehilangan sosok itu untuk yang kedua kalinya. Kakinya mulai berlari mengejar bus yang sudah pasti tak akan terkejar. "KIM RYEOWOOK!"
Sungmin terhentak. Ia terhentak saat kyuhyun dengan tiba-tiba berlari, dan sekarang dadanya sakit saat kyuhyun meneriakkan nama orang itu dengan lantang sambil berlari. Persis seperti namja yang tidak ingin kehilangan kekasihnya. Hentikan kyu, rasanya itu sakit...
TBC
Helloww author is back! Sebelumnya auhtor minta maaf bangettt karna baru publish sekarang. Jujur sebenernya author pengen publish minimal satu chapter per minggu, tapi ternyata author malah keteter sama tugas. ya jadi begini lah u.u Mian juga kalau banyak typo, karna author memang miss typo T,T
Oh iya kalau ada yang mau kenal author follow aja twitter author:
www. twitter tiamhrn (hilangkan spasi)
atau bisa juga add facebook author:
www. facebook thiya. hinamori (hilangkan spasi)
Sepertinya makin lama cerita ini membosankan ya? Keliatan dari reviewnya yang berkurang. Meskipun gak wajib review, tapi review itu penting buat author. Makin banyak review, author juga makin semangat ngelanjutin chapter selanjutnya. Jadi readerdeul review ya:)
Udah segitu aja cuap cuap nya, Review ya readerdeul:D
Big thanks and hug for:
lenyclouds, abilhikmah, riesty137, Joyer Cloudsomnia, coffeewie137, sissy, guest1, guest2, ria, guest3, kyuminalways89, choi yuan, minnie kyumin, bunnyblack136, yuhee, .
Review = Chapter selanjutnya :)
