DON'T GO KYUHYUNNIE
Previous Chapter
Kyuhyun tak mendengar ucapan sungmin. Kepalanya mengeleng-geleng. Tidak, ia tidak ingin kehilangan sosok itu untuk yang kedua kalinya. Kakinya mulai berlari mengejar bus yang sudah pasti tak akan terkejar. "KIM RYEOWOOK!"
Sungmin terhentak. Ia terhentak saat kyuhyun dengan tiba-tiba berlari, dan sekarang dadanya sakit saat kyuhyun meneriakkan nama orang itu dengan lantang sambil berlari. Persis seperti namja yang tidak ingin kehilangan kekasihnya. Hentikan kyu, rasanya itu sakit...
Next Chapter
!~*~*~!
Cast : KyuMin pairing
Summary : Sungmin kabur dari rumah yang ia anggap sebagai 'neraka'. Lalu akhirnya bertemu kyuhyun dan saling mencintai. Kyuhyun masih mencintai orang masa lalunya! Bagaimana dengan sungmin? Orang masa lalu kyuhyun ternyata ada bersama ayah sungmin. Akankah kyuhyun lebih memilih sungmin dibandingkan masa lalunya? Atau malah sebaliknya?
Disclaimer : KyuMin saling memiliki. Pengennya sih kyuhyun buat author, tapi om sooman bilang KyuMin udah di kontrak SM. Jadi mending KyuMin milik diri mereka sendiri aja. Dan ff ini, full milik author! Keke~
Genre : Hurt/Comfort, Drama.
Rated : semi M
Warning :OOC, Typo(s), YAOI, BoyxBoy, Alur amburadul, Kalimat alien(?), cerita ngelantur dll.
!~*~*~!
Kyuhyun jatuh terduduk di pinggir trotoar saat mendapat kenyataan bahwa ia tak dapat mengejar bus yang membawa ryeowook, yang artinya ia juga tak dapat bertemu ryeowook.
Kyuhyun berjalan dengan lunglai menuju cafe tempatnya bekerja, ia sudah tidak ada tenaga. Berbagai kata penyemangat sudah ia serukan dalam hatinya, seperti 'Pasti akan bertemu lagi' 'dia ada disekitar sini, jadi mudah untuk mencarinya. Semangat cho kyuhyun' 'Sabar, mungkin waktu yang tepat untuk bertemu dengan ryeowook.'
Tapi tetap saja ia masih kecewa, kecewa karna tak dapat bertemu. Lalu siapa namja yang bersama ryeowook tadi? Apakah saudaranya? Jika memang benar ryeowook pindah ke luar negeri dan sudah kembali ke seoul. Seharusnya ryeowook mengunjunginya terlebih dahulu, meskipun hanya untuk meminta maaf karna sudah meninggalkannya secara tiba-tiba.
Kyuhyun duduk di salah satu bangku taman karna lelah. Dilihatnya sepasang burung yang terbang disekitarnya. Entah kenapa, ia merasa iri pada burung-burung itu. Iri karna burung-burung tersebut dapat berpasangan, sedangkan ia? Hanya single. Bahkan ia telah ditinggalkan oleh orang yang ia anggap pasangannya.
Bosan dengan pemandangan di taman, kyuhyun melanjutkan perjalanannya menuju ke cafe. Ia berjalan dengan malas. Mengingat ini sudah terlambat 45 menit lebih –menurutnya- dari jam kerjanya, ia jadi agak malas ke cafe jika sebelumnya pasti ia akan dimarahi oleh jaejoong hyung –yang juga bosnya- baru boleh bekerja.
Kyuhyun menghela nafas berat saat sampai di depan cafe. Entah kenapa ia merasa tidak siap memasuki cafe, dan dengan terpaksa ia memasuki cafe.
Beberapa suara pengunjung dan suara pelayan saling bersahut-sahutan(?) saat kyuhyun memasuki cafe.
"Kyuhyun? Kyuhyun-ah! Bantu kami!" teriak salah satu teman kyuhyun yang juga seorang pelayan, suho.
"KYUHYUN!" Suara jaejoong membahana saat kyuhyun baru saja berminat untuk membantu suho.
"Hahh.." lagi lagi kyuhyun menghembuskan nafas beratnya. Entahlah, mungkin hari ini terlalu banyak hal yang membuatnya kaget.
Aura-aura hitam yang masih samar mulai terasa saat kakinya melangkah menuju ruang kerja jaejoong. Kyuhyun sendiri tidak mengerti dengan sifat bosnya yang satu ini. Wajahnya yang cantik tidak membuktikan bahwa ia orang lembut. Buktinya jaejoong. Meskipun wajahnya cantik, kulitnya putih bersih, dan suaranya yang merdu, itu tidak membuktikan bahwa ia lembut. Jaejoong sajangnim itu sangat cerewet, ia tidak ingin ada satu kesalahan pun dilakukan oleh para bawahannya. Namun ia sangat perduli pada bawahannya, ia menganggap para bawahannya seperti saudara-saudaranya sendiri. bahkan hampir seluruh dari bawahannya memangggilnya dengan sebutan 'hyung/oppa', karna memang jaejoong sendiri yang ingin akrab dengan para bawahannya.
"Hyung?" panggil kyuhyun saat ia telah berada di dalam ruangan jaejoong.
Tampak jaejoong yang tadinya duduk di bangkunya membelakangi kyuhyun, kini memutar bangku itu menghadap kyuhyun. "Kau terlambat satu jam dua puluh menit lima puluh detik cho kyuhyun!"
Kyuhyun meneguk ludahnya, hyung sekaligus bosnya ini memang sangat tepat waktu.
"Mi-mianhae hyung. Aku... ada masalah saat diperjalanan tadi." Balas kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.
Jaejoong menghela nafasnya kasar, "Baiklah, aku maafkan. Oh iya, tadi ada seorang namja cantik yang mencarimu kesini. Lalu saat aku bilang kau belum datang, ia langsung pamit pergi."
Kyuhyun membelalakan matanya. Oh tuhan, sepertinya kyuhyun melupakan sungmin yang ikut bersamanya tadi. "A-apa?"
Kenapa ia sampai bisa melupakan sungmin? Hanya karna ia melihat ryeowook, ia mengejarnya lalu melupakan sungmin. Sungmin adalah tanggung jawabnya, bagaimanapun juga sungmin adalah tanggung jawabnya. Ia harus mencarinya. Harus.
"Hyung, bolehkan aku meminta izin-mu lagi? Kumohon. Gadis.. eh maksudku namja cantik itu adalah temanku yang menginap beberapa har.. ah beberapa bulan ini dirumahku. Jadi otomatis ia adalah tanggung jawabku bukan? Dia tidak tahu daerah sini, dia juga tidak membawa uang, jadi.. jadi.. aku harus mencarinya. Aku mohon hyung.." ucap kyuhyun dengan gugup. Ia benar-benar takut jika sungmin menghilang.
"Ck, bicaralah yang benar dulu cho! Pergilah, hanya untuk kali ini saja aku mengizinkanmu!" jawab jaejoong cepat sambil mengibas-ngibaskan tangannya, mengusir kyuhyun.
Senyum kyuhyun mengembang dengan lebar. "Baiklah hyung. Gomawo! Jeongmal gomawo! Saranghae!" kyuhyun berlari keluar dari dihiasi cengiran lebarnya, dan bergegas untuk mencari sungmin.
"Ck, dasar manusia labil!" umpat jaejoong kesal.
"Ada apa boojae?" tanya seorang namja yang baru keluar dari kamar khusus yang memang berada di dalam ruangan itu.
"Ah, itu kyuhyun. Dia itu seperti orang bodoh yang tersesat cinta haha.."
"Kyuhyun? Aku sempat melihatnya sedikit tadi. Dia tampak kacau, ya?"
"Ya, maka dari itu aku mengizinkannya untuk membolos hari ini. Mandilah kau yunnie, kau bau!" dengus jaejoong sambil menutup hidungnya dengan ibu jari dan telunjuknya.
"Aku bau cairan cintamu boo~" desah namja yang dipanggil yunnie tadi tepat di samping leher mulus jaejoong.
Jaejoong bergidik. "Ugh~ berhentilah yunnie. Sana mandi!" Jaejoong mendorong yunho untuk masuk ke kamar mandi, sedangkan yunho hanya terkekeh pelan.
Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya saat ia telah berhasil menggeret yunho ke kamar mandi.
~o0o~
Kyuhyun duduk di bangku taman sambil mengatur nafasnya yang masih terengah-engah. Sudah berjam jam ia mencari sungmin, namun hasilnya nihil.
"Ming~ kau dimana.." desis kyuhyun. Ia sudah mencari ke seluruh jalan besar, gang sempit pun tak luput dari pencariannya. Namun tetap saja ia tak menemukan sungmin. Tadi ia sudah menelepon tetangga apartemennya untuk meneleponnya jika sungmin sudah pulang. Tapi sampai sekarang tidak ada telepon yang masuk, itu berarti sungmin belum pulang.
Hari sudah mulai petang, dan sungmin belum juga ditemukan. Kyuhyun benar-benar khawatir. Sungmin tidak pernah keluar dari apartemen tanpa dirinya, dan sekarang sungmin tersesat di kota seoul yang luas ini. Kyuhyun tidak habis pikir, sebenarnya kemana sungmin? Kenapa sungmin tidak menunggunya di cafe saja?
Kyuhyun benar-benar khawatir. Dengan wajah yang cantik, bisa saja sungmin dikira perempuan oleh orang-orang diluar sana. Dan jika perempuan sendirian saat malam hari itu akan sangat berbahaya.
"Argh! Lee sungmin!" kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Kaleng minuman yang ada di tangannya kini sudah reyot saking kuatnya remasan kyuhyun.
"Hiks..." Kyuhyun mengangkat kepalanya. 'Suara siapa itu?' batin kyuhyun.
Kyuhyun menajamkan indera pendengarannya saat suara itu terasa makin jelas. Entah kenapa tubuhnya bergerak dengan sendirinya untuk menuju ke sumber suara.
Tampak bayangan seseorang yang sedang duduk di ayunan. Pemikiran horor mulai merambati pikiran kyuhyun. Kyuhyun memicingkan mataya saat dirasanya bahwa ia mengenal siluet tubuh orang itu.
"Ming?" kyuhyun membulatkan matanya saat ia mengenali bahwa sosok itu adalah sungmin. Dengan perlahan dan senyum yang terlukis di bibirnya, kyuhyun berjalan mendekati sungmin.
"Orang bernama kim ryeowook itu beruntung sekali ya? Hiks.."
DEG
Ada apa sungmin menyebut nama ryeowook?
"Dicintai oleh orang yang setia bernama cho kyuhyun. Aku.. juga mau." Senyum kyuhyun perlahan memudar saat mendengar gumaman, atau lebih tepatnya dengan curhatan hati sungmin.
Hati kyuhyun bergetar saat sungmin mengucapkan hal itu. Tubuhnya mendadak kaku, dan kakinya sulit untuk digerakkan.
"Tuhan, maafkan aku karena aku telah mencintai orang bernama cho kyuhyun." Sungmin mendongakan kepalanya, menatap langit yang mulai gelap dan mulai bertaburan bintang.
Kyuhyun terpaku. Terpaku antara dua hal. Pertama, terpaku karna ucapan sungmin. Dan kedua, terpaku karna kecantikan sungmin yang saat ini wajahnya bagaikan terkena sinar rembulan.
"Aku tidak ingin mencintai seseorang yang sudah mencintai orang lain."
DEG DEG DEG
Jantung kyuhyun terus berdebar cepat. Jadi sungmin tidak menginginkan perasaan itu? Apakah ia menyesal dengan adanya perasaan itu dalam dirinya? Kyuhyun menyerit penuh kekecewaan. Entah kenapa hatinya terasa tergores saat sungmin mengatakan hal itu.
"Aku akan lebih memilih untuk mencintai orang yang juga mencintaiku. Jadi tuhan, jika perasaan ini salah. Ku mohon hapuslah perasaan ini."
Kyuhyun berjalan perlahan. Tidak. Ia tidak ingin kata-kata semacam itu keluar lagi dari mulut sungmin. Kata-kata yang sungmin ucapkan bagaikan duri yang menusuk hatinya dengan tajam. Ia benci itu. Rasanya ingin sekali ia membungkam bibir semerah cherry itu.
"Hilangkanlah perasaan ini tuhan. Aku tidak ingin sakit.." Sungmin menutup matanya saat dua bulir air mata lolos dari kedua bola mata indahnya.
Langkah kyuhyun semakin dekat. Dan sungmin tampak belum menyadari keberadaan kyuhyun yang didekatnya, terlalu hanyut dalam curhatannya mungkin?
"Setidaknya bantu aku untuk memben-.. mmnnhh!" Sungmin membelalakan matanya saat ada sesuatu yang kenyal seperti-
-bibir?
... yang membungkan mulutnya. Ia mengenal bibir ini. Bibir yang selalu membuatnya ketagihan, bibir yang selalu mengucakan umpatan-umpatan kasar. Bibir yang selalu membungkamnya saat mereka bercinta. Bibir yang selalu memanjakannya.
Sungmin menatap kelopak mata kyuhyun yang kini menutup. Apakah kyuhyun mendengar semua ucapannya?
Baik kyuhyun ataupun sungmin diam dalam ciuman mereka. Tidak ada yang berani memulai, atau memang tidak ingin?
Mata sungmin memanas. Kenapa? Kenapa kyuhyun tidak melumat bibirnya seperti sebelumnya? Apakah perasaan kyuhyun sudah tertutup sepenuhnya karna sudah menemukan ryeowook?
Sungmin menangis dalam ciumannya. Hatinya sakit saat memikirkan itu. Tampaknya ia sudah benar-benar mencintai kyuhyun.
Sungmin melepas ciuman mereka. "Ming~" lirih kyuhyun.
"Kyu~ sudah.. menemukan orang bernama ryeowook?" ucap sungmin sendu.
"Tidak. Aku akan mencarinya nanti. Kau.. kenapa disini?" tanya kyuhyun.
Sungmin menghela nafasnya, lalu ia berjalan untuk duduk di ayunan taman itu. "Aku.. hanya ingin merenung setelah tersesat tadi."
"Makannya jangan jalan-jalan sendiri. kenapa kau tidak menungguku di cafe?" kyuhyun berjalan mendekat ke hadapan sungmin. Lalu berdiri tepat di depan sungmin yang duduk di ayunan.
"Aku tidak mengenal siapapun disana, jadi aku berniat pulang."
Sejenak mereka terdiam.
"Jangan ulangi lagi."
"Apa?" sungmin menatap kyuhyun heran.
"Jangan ulangi lagi. Jangan membuatku khawatir lagi. Kau seharusnya menghubungiku dulu." Ulang kyuhyun sambil menatap sungmin dalam.
Sungmin menatap kyuhyun tidak percaya. Benarkah? Benarkah ini kyuhyun? "Mianhae.." hanya kata itu yang dapat keluar dari mulut sungmin.
"Hhh sudahlah. Ayo pulang." Kyuhyun menarik tangan sungmin untuk pulang.
Dan mereka berjalan pulang dengan hening.
~o0o~
Karna perjanjian mereka kemarin batal, maka jadilah kyuhyun membawa sungmin hari ini ke cafenya.
"Kyu, nugu?" ucap salah satu sahabat kyuhyun, changmin. Semua mata disana memandang sungmin takjub. Sebelumnya mereka tidak mngetahui bahwa sungmin adalah namja. Karna sungmin memakai celana jins yang pas dengan kakinya, dan sweater pink yang bagian lengannya hampir membungkus tangannya dan hanya menyisakan jari-jari lentiknya yang terlihat, ditambah kupluk sweater yang dipakainya, membuat sungmin tampak terihat super super super kiyut *eh? Kok jadi alay -_-*
"Jae hyung, lepaskan rangkulanmu itu dong. Aku juga ingin memeluknya." Ucap changmin pada jaejoong yang memang terus memeluk sungmin sejak awal sungmin menampakan wajahnya dihadapan jaejoong.
"Andwee~ Sungminie hari ini milikku!" tolak jaejoong lucu.
"Boojae~" Yunho mencubit pipi jaejoong saat jaejoong bersikap cute.
"Aww, yunnie! Diam saja disana! Sungminnie, kita jalan-jalan ya? Ya? Ya?" rayu jaejoong pada sungmin.
"Aku tidak mau sajangnim. Aku ingin disini saja.." tolak sungmin lembut.
"Aigoo~ panggil aku hyung sungminnie. Jaejoongie hyung."
"Ah, ne jaejoong hyung."
"Nah begitu lebih baik." Ucap jaejoong senang. "Bagaimana beli ice cream? Ya! Ayo kita beli ice cream!" Dan pada akhirnya jaejoong membawa kabur sungmin, mengabaikan kyuhyun dan teman-temannya yang menatap bos mereka malas.
.
.
.
"Kyuhyun!" panggil changmin pada kyuhyun yang sedang berada di bagian belakang cafe. Bagian belakang cafe memang sering dijadikan tempat untuk beristirahat oleh kyuhyun.
Dibagian belakang cafe itu hanya terlihat jalan raya yang tepat bersebrangan dengan taman kanak-kanak. Karna suasananya yang tenang, jadi kyuhyun senang ketempat ini. Sedangkan teman-temannya yang lain lebih memilih untuk pergi keluar cafe atau sekedar bersantai didalam cafe, kecuali changmin tentunya. Changmin adalah teman kyuhyun sejak lama, ia adalah salah satu saksi kisah hidup kyuhyun dan ryeowook.
"Hmm.." kyuhyun hanya menjawab sekenanya karna memang ia sedang sibuk dengan istri virtualnya –psp-.
"Kyu, darimana kau dapat namja manis itu?" tanya changmin pada kyuhyun dengan mata berbinar-binar.
"Nugu? Sungmin maksudmu?" tanya kyuhyun yang mulai tertarik dengan pembicaraan changmin. Changmin hanya mengangguk anggukan kepalanya sebagai balasan.
"Aku tiba-tiba bertemu dengannya. Ia kabur dari rumah, dan kau tau? Dia anaknya Lee ChunHwa."
"MWO?!" Changmin membelalakannya matanya kaget. "Ch-chunhwa katamu?"
Kyuhyun menanggukkan kepalanya. Ia sudah menduga reaksi changmin sebelumnya. "Kau tidak percaya? Awalnya aku juga tidak percaya."
"A-arra. Aku percaya, tapi.. bagaimana bisa?" changmin masih shock saat mengetahui kenyataan tentang sungmin.
"Tentu saja bisa pabo! Kau memangnya tidak memperhatikan? Sungmin itu mirip dengan orang yang diberitakan pada satu tahun lalu."
Changmin berpikir sejenak, lalu ia membulatkan matanya. "Ah! Ya, kau benar. Orang itu adalah sungmin. Tapi aku benar-benar tidak menyangka."
Kyuhyun memutar bola matanya kesal. "Yayaya.. terserah kau. Awal aku bertemu dengannya, kupikir dia namja manis, penurut, baik hati, dan kalem, juga lembut. Tapi ternyata sungmin itu menyebalkan, manja, suka membantah, kejam terhadapku, terkadang aku suka dipukul jika aku menolak untuk makan sayur, ia juga pandai memasak. Aku jadi benar-benar berpikir bahwa ia sudah seperti eomma-ku saja." Kyuhyun mengomel sambil terus mencibir-cibir tentang sungmin.
"Kau mengenalnya sudah berapa lama?"
"Aku baru mengenalnya sekitar beberapa bulan yang lalu, dan ia sudah seperti eomma-ku, kejam bukan?"
"Menurutmu sungminnie secara fisik seperti apa?"
"Secara fisik? Maksudmu seperti kulit putih bersih serta halus, jari –jari lentik, bola mata kelinci yang tajam, rambut yang halus, hidung bangir, bibir shape 'm' nya yang merah merekah, pinggangnya yang ramping meski pria, dan.. dan.." kyuhyun nampak terlalu hanyut dengan pertanyaan changmin, sedangkan changmin menatap sendu kyuhyun.
"Bagaimana dengan sifatnya?" tanya changmin lagi.
"Bukankah aku sudah memberitahu padamu tadi? Dia itu cerewet, terlalu banyak mengatur pola hidupku. Yeah, meskipun hidupku jadi lebih sehat dan teratur. Aku juga merasa hangat setiap ia berada di sekitarku, seperti bersama eomma-ku." Jawab kyuhyun dengan lancar.
"Kyu.."
"Ne? Kau mau tanya apa lagi changmin-ah?"
"Kau mencintainya?" tanya changmin sambil menatap dalam kyuhyun.
"A-apa?" kyuhyun tergagap.
"Kau mencintainya kyuhyun? Kau mencintai sungminnie." Ucap changmin.
"Ha..ha..ha.." changmin tertawa sakratis. Kyuhyun terdiam, memikirkan perkataan changmin membuat hatinya sedikit terguncang. Benarkah? Benarkah ia mencintai sungmin?
"Kyu, bagaimana dengan ryeowook? Kau mau melepaskan ryeowook dan bersama sungmin? Atau.." changmin menatap sendu kyuhyun. Ia tahu jelas bahwa kyuhyun masih menginginkan ryeowook, namun ia juga tau bahwa kyuhyun mencintai sungmin. Hah, kyuhyun adalah sahabatnya. Sepintar apapun kyuhyun menyembunyikannya, changmin akan mengetahuinya cepat atau lambat.
"Tidak! A-aku sudah hampir menemukan ryeowook! Aku harus mendapatkannya!" bentak kyuhyun pada changmin.
"Lalu bagaimana dengan sungmin? Kau tidak bisa menggantungnya seperti itu kyuhyun!" balas changmin, changmin menarik kerah kemeja kyuhyun dan mencengkramnya erat.
"A-aku.. aku tidak tahu changmin-ah. Aku menginginkan ryeowook, tapi jika aku kehilangan sungmin.. aku.. aku.. tidak tahu.." jawab kyuhyun lesu.
Changmin berdecih lalu ia melepaskan cengkramannya pada kyuhyun. Nafasnya memburu, matanya menatap kyuhyun garang. "Kau harus memilih kyuhyun-ah! Kau harus memilih salah satu dari mereka sebelum semuanya terlambat!" ucap changmin sebelum akhirnya meninggalkan kyuhyun yang terduduk sendirian disana.
.
.
.
Kyuhyun memasuki cafe dengan gontai. Percakapannya dengan changmin tadi benar-benar menguras pikiran dan tenaganya. Kyuhyun lalu menatap ke luar kafe, tapatnya ke arah dimana sungmin dan jaejoong sedang mengobrol akrab.
Changmin benar. Ia harus memilih satu diantara sungmin dan ryeowook. Tapi kyuhyun tidak tahu mana yang harus ia pilih. Sungmin.. atau ryeowook?
TBC
Chapter 4 update! Author sengaja update malam minggu, haha. Kan biasanya para jomblo kayak author suka pengen baca-baca fanfic buat ngilangin bete atau sekedar pengen. *plak duagh*
Oh iya, author pengen nyoba bikin fanfic oneshoot atau twoshoot, tapi gak tau mau pake pair siapa. Ada yang mau request pair? Atau ada juga yang mau request genre? Tapi nanti author mau polling, yang lebih banyak polingan pair dan genrenya, itulah yang author pilih. Jadi reader-sshi review ya?
Makasihh banyak buat para reader tercinta yang mashi mau menunggu kelanjutan ff ini. Makasih juga buat para reader yang mau review. Juga pada siders yang udah mau baca. Tapi buat para sider, tunjukanlah diri kalian sebellum author malas, haha *bercanda, tapi serius (?)*
Balasan review :
Cho Sungkyu : Mianhae ne, author gak bisa update kilat. Author kepepet banget sama tugas-tugas sekolah. Tapi author bakal usahain update lebih cepet. Gomawo udah baca dan mereview ^^
: Wohoho mian author gak bisa update kilat. Gomawo, ff ini gak sebagus authornya kok haha. Ghamsahamnida udah mau review dan membaca ff abal author^^
Yuuhee : Nyahaha begitulah kyuhyun :D Ada ryeowook, tentu harus ada yesung juga dong ;D Abang ikan tugasnya masih belum diketahui hahaha. Nih udah update, mian telat. Gomawo udah baca dan review^^
abilhikmah : author juga maunya gitu, tapi kyuhyun berkata lain XD. Gomawo udah baca dan mereview^^
HeeKitty : Ya beginilah sungmin *plak* Iya kasian sungmin u.u Gomawo udah baca dan mereview ff abal abal author :D
Minnie kyumin : Iya kasian ya T^T *nangis bareng reader* Gomawo udah baca ff abal author, tetap review ya :D
Joyer Cloudsomnia : Min udah sakit hati kok hiks.. T^T Gomawo udah baca dan mereview. Tetap review ya :')
Choi Yuan : Itu juga minnie ku T^T *digoreng kyuhyun* Gomawo udah baca ff bala author, tetap review ya :D
Stalkyumin : gak tahu ya? Kyuhyun itu kan emang gak peka huhu. *di tabok kyuhyun* Ghamsahamnida udah baca dan review^^ Tetap review ya :D
Kyumin pu : kyuhyun emang php kok. Buktinya kyuhyun sering phpin aku T^T *dijewer sungmin* Gomawo udah baca dan review ff abal ini :D tetap review ya ..
Sissy : Aku juga lebih setuju kyumin XD Gomawo ini udah lanjut. Ghamsa udah baca dan review. Tetap review ya :D
Ria : Ehehe iya :D Pertanyaan-pertanyaanmu akan terungkap di chapter chapter selanjutnya XD Gomawo udah baca, tetap review ya ..
Guest : Gomawo udah baca, ini udah lanjut kok.
Evil vs bunny : Hahaha begitu ya? Bisa jadi *lohhh* Gomawo udah baca, tetap review ya~
Winecouple : Ya begitulah haha. Gomawo udah review, tetap review ya :D
NaizhuAmakusa : Jadi wookie itu masa lalunya kyuhyun, dan author gak tahu wook itu siapanya ayah sungmin hehe. Gomawo udah baca ff abal author. Tetap review ya :D
Sekian cuap cuap dari author. Reader-nim jangan lupa untuk.. REVIEW! :D Author selalu menunggu review dari reader-shhi. Pai pai ^^/
