DON'T GO KYUHYUNNIE

Previous Chapter

Kyuhyun memasuki cafe dengan gontai. Percakapannya dengan changmin tadi benar-benar menguras pikiran dan tenaganya. Kyuhyun lalu menatap ke luar kafe, tapatnya ke arah dimana sungmin dan jaejoong sedang mengobrol akrab.

Changmin benar. Ia harus memilih satu diantara sungmin dan ryeowook. Tapi kyuhyun tidak tahu mana yang harus ia pilih. Sungmin.. atau ryeowook?

Next Chapter

!~*~*~!

Cast : KyuMin pairing

Summary : Sungmin kabur dari rumah yang ia anggap sebagai 'neraka'. Lalu akhirnya bertemu kyuhyun dan saling mencintai. Kyuhyun masih mencintai orang masa lalunya! Bagaimana dengan sungmin? Orang masa lalu kyuhyun ternyata ada bersama ayah sungmin. Akankah kyuhyun lebih memilih sungmin dibandingkan masa lalunya? Atau malah sebaliknya?

Disclaimer : KyuMin saling memiliki. Pengennya sih kyuhyun buat author, tapi om sooman bilang KyuMin udah di kontrak SM. Jadi mending KyuMin milik diri mereka sendiri aja. Dan ff ini, full milik author! Keke~

Genre : Hurt/Comfort, Drama.

Rated : T, Sewaktu-waktu bisa berubah M.

Warning :OOC, Typo(s), YAOI, BoyxBoy, Tulisan kasat mata, Alur amburadul, Kalimat alien(?), cerita ngelantur dll.

!~*~*~!

BRUK

Donghae menyerahkan setumpuk dokumen pada Chunhwa, lalu ia duduk di hadapan Chunhwa dengan santai.

"Apa ini?" tanya Chunhwa sambil membolak-balikan dokumen tersebut.

"Data diri serta riwayat seseorang bernama Kim Ryeowook." Jawab donghae dengan wajah datar.

"Kim Ryeowook? Siapa dia?"

"Dia adalah seseorang yang penting untuk Cho Kyuhyun. Tapi menurut informasi serta riwayat hidup yang kudapatkan, Kim Ryeowook hilang ingatan saat mengalami kecelakaan bersama orang tuanya. Orang tuanya meninggal saat kecelakaan tersebut, sedangkan dia mengalami koma selama beberapa minggu." Jelas Donghae.

"Dia hidup sendiri sekarang?"

"Tidak. Dia tinggal bersama Kim Yesung, seseorang yang membawanya ke rumah sakit saat itu. Beberapa tahun terakhir, mereka tinggal di desa terpencil tempat asal kim ryeowook untuk menjernihkan ingatan Kim Ryeowook. Namun, karna tidak membuahkan hasil, mereka kembali ke sini beberapa bulan yang lalu." Jawab Donghae.

Chunhwa membaca dokumen itu dengan teliti. Dan setelahnya senyum mengerikan tampil di wajahnya.

"Apa yang kau rencanakan?" tanya Donghae yang sudah mengetahui bahwa atasannya ini sudah memiliki suatu rencana.

"Kita akan sedikit bermain main dengan ingatannya." Ucapnya tanpa menghilangkan smirk diwajahnya.

"Kau akan memanipulasi ingatannya?" tanya Donghae mengerutkan keningnya.

"Yah, sedikit. Tidak semua ingatannya."

Dan Donghae hanya menghela nafasnya kasar, satu lagi hal buruk yang akan ia lakukan.

!~*~*~!

Ryeowook tersenyum saat kelopak bunga mawar dihadapannya kini sudah basah karna ia siram. Ia menyukai mawar, apapun penyebabnya, yang jelas ia menyukai mawar. Ia berjalan ke arah lainnya untuk menyirami jenis bunga lainnya yang berada di halaman kecilnya.

"Nananana~" ryeowook bersenandung riang menandakan bahwa ia senang melakukan itu, tanpa sadar bahwa kini beberapa orang yang mengamatinya dari jauh.

"Eoh?" Ryeowook menghentikan kegiatannya saat melihat dua orang yang nampak berdiri di pagarnya. Ia menghampiri dua orang berpakaian serba hitam itu dan memberinya seulas senyuman ramah.

"Annyeong hasimnikka~ Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ryeowook sopan. Namja yang berada di depan menoleh ke namja dibelakangnya, lalu mereka menganggukkan kepalanya.

"Ehm.. Permisi, apakah anda Kim Ryeowook?" tanya namja yang berada di depan.

"Ne, saya Kim Ryeowook. Ada apa?" tanya ryeowook heran, karna seingatnya ia tidak pernah bertemu kedua orang ini.

Namja yang berada di belakang maju beberapa langkah, lalu ia mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul lingkaran besar. Ia mengayunkan bandul tersebut. "Paerhatikan bandulnya. Perhatikan dan fokus pada bandulnya." Ucap si namja itu dan ryeowook hanya menganggukan kepalanya .

Namja pemegang bandul itu menoleh pada namja sebelahnya, dan mereka menganggukan kepala mereka.

.

.

.

"Wookie-ah? Ada siapa diluar?" tanya yesung keluar dari rumah begitu mendengar ryeowook yang berbicara pada seseorang.

Ryeowook tampak tak menjawab. Yesung menyeritkan dahinya ketika melihat dua orang serba hitam yang sepertinya adalah tamunya. "Wookkie?" Yesung menepuk bahu mungil ryeowook dengan lembut. Dan betapa kagetnya ia melihat ryeowook yang menatap salah satu dari kedua orang itu, ia begitu terpaku.

"H-hae hyung?" gumam Ryeowook. Yesung menatap ryeowook tak percaya. Pasalnya Ryeowook belum pernah menyebutkan nama itu semenjak ia hilang ingatan.

"A-apa? Siapa hae ?" Tanya Yesung. Ia menarik kedua bahu Ryeowook agar menghadapnya.

"H-hyung.. D-dia.." Ucap ryeowook sambil menunjuk salah satu diantara kedua orang berbaju hitam itu.

Yesung memandang kedua orang itu tajam. "Siapa kalian?"

"Ah, mianhamnida tuan. Perkenalkan saya Lee Donghae, dan disamping saya ini Kim Kibum." Ucap orang yang mengaku bernama Lee Donghae.

"Lalu apa urusanmu dengan Ryeowook?" Tanya yesung.

"Kami.. mengenal ryeowook. Dan kupikir ryeowook mengingat kami." Ucap Donghae sambil memberikan smirknya.

"Wookie-ah, apakah kau mengenalnya?" tanya Yesung sambil menatap Ryeowook dalam.

"A-aku.. Mereka temanku h-hyung." Ucap Ryeowook takut takut.

Yesung mengerutkan keningnya, benarkah ryeowook mengingatnya? Padahal selama ini ia sudah berusaha untuk mengembalikan ingatan ryeowook dengan susah payah, dan sekarang hanya melihat kedua orang temannya saja ia langsung ingat.

Ya, seharusnya aku bahagia mendengar kabar baik ini.

"Baiklah silahkan masuk." Yesung mempersilahkan Donghae dan Kibum untuk masuk ke rumahnya.

.

.

.

"Jadi, kalian ini darimana?" Tanya yesung setelah mereka semua duduk di sofa.

"Aku dari seoul. Dan kibum dari Los Angeles, ia baru sampai di korea kemarin saat aku memberi kabar bahwa ryeowook masih hidup." Jelas Donghae.

"Hmm.." Yesung mengangguk-anggukan kepalanya. "Jadi wookie-ah, mereka ini teman sekolahmu atau tetanggamu atau lainnya?" Tanya Yesung pada Ryeowook disampingnya.

"Ngg- itu.. Hae hyung itu.. emm.. A-ku tidak ingat. Mianhae~" Ryeowook hampir saja menangis jika yesung tidak mengelus punggungnya.

"Gwenchana ryeowook-ah, justru itulah tujuan kami kesini. Kami ingin membantumu untuk.. err.. terapi! Ah iya terapi! Terapi untuk mengembalikan ingatanmu." Donghae nyengir kuda, ia benar-benar merutuki kegugupannya. Apakah yesung curiga? Mudah-mudahan tidak.

"Eh? Terapi? Terapi seperti apa yang kalian maksud? Jika terapi kedokteran, kami sudah melakukannya namun tak ada hasilnya."

"Kami akan menunjukan tempat, kegiatan atau hal-hal yang menjadi kenangan ryeowook. Mungkin kami akan mencobanya selama 3 hari, dan jika tidak berhasil aku akan berhenti melakukan terapi."

"Hahh.. arraseo. Kapan akan mulai?" Sejujurnya, yesung sangat khawatir. Bagaimanapun juga ia belum mengenal donghae sebelumnya, dan sekarang tiba-tiba donghae datang dan ingin mengembalikan ingatan Ryeowook. Namun karena ryeowook sendiri yang bilang bahwa ia mengenal donghae, jadi ia mengizinkannya demi kesembuhan ryeowook.

"Besok. Besok aku akan menjemput Ryeowook." Ucap donghae mantap, dan tanpa diketahui ia memberikan smirk.

!~*~*~!

"Kita mau kemana hae hyung?" tanya ryeowook pada donghae yang sedang menyetir.

"Kau akan bertemu seseorang ryeowook-ah." Jawab Donghae lalu ia memberikan senyumnya pada ryeowook, dan ryeowook hanya menganggukan kepalanya.

.

.

.

"I-ini rumah siapa hyung?" Tanya Ryeowook saat mobil yang membawa mereka memasuki rumah bak istana.

"Kau akan tahu setelah ini."

"Nah, ryeowook-ah ayo masuk!" Ajak Donghae dengan semangat sambil menarik tangan ryeowook untuk masuk ke ruang tengah, sedangkan sang empunya tangan hanya tersenyum canggung.

"Ah kalian sudah datang!" Sambut seorang namja paruh baya yang ryeowook tebak adalah pemilik rumah ini.

"A-anyeong hasimnikka." Ucap Ryeowook sambil membukukkan badannya.

"Tidak usah formal begitu. Santai saja Ryeowook-sshi." Ucap namja itu sambil tersenyum ramah.

"Ah, ya silahkan duduk. Perkenalkan, aku Lee Chunhwa." Ucap namja yang ternyata adalah Chunhwa.

"Ne. Chunhwa sajang-"

"Panggil ahjusshi saja." Chunhwa tersenyum ramah.

"Ah.. n-ne Chunhwa ahjusshi." Ryeowook kembali tersenyum canggung. Sebenarnya ia agak bingung juga. Bukankah Donghae bilang ia akan bertemu seseorang yang dapat membantu memulihkan ingatannya? Lalu apa hubungannya dengan Chunhwa yang super kaya raya ini?

Chunhwa yang melihat jelas kebingungan di wajah ryeowook hanya tersenyum licik. "Ah, ya. Aku dengar kau hilang ingatan, apa itu benar Kim Ryeowook-sshi?" Tanya Chunhwa yang hanya dibalas anggukan oleh Ryeowook.

"Baiklah, sejujurnya aku tidak tahu apakah hal ini akan membantumu. Maksudku, apakah kau kenal dengan seseorang bernama... Cho Kyuhyun ?"

DEG

Entah tiba-tiba saja dada Ryeowook terasa bergetar saat mendengar nama itu. Siapa Cho Kyuhyun?

"Kau tidak mengingatnya?" Tanya Chunhwa lagi.

"A-ani. Tapi aku seperti sudah familiar dengan nama i-itu." Aku Ryeowook.

"Ya tentu saja kau merasa familiar. Dia adalah saksi hidupmu sebelum kau kecelakaan." Ucap Chunhwa sambil menyunggingkan senyum miringnya.

"J-jeongmal?" Ryeowook membelalak kaget. Benarkah? Benarkah orang bernama kyuhyun itu mengetahui segala tentangnya?

!~*~*~!

"Hei ming. Aku mau tanya." Kyuhyun melirik sungmin yang kini sedang memainkan boneka kelinci putih yang dibelikan oleh Jaejoong kemarin lusa.

Sungmin menatap kyuhyun sekilas, lalu ia kembali sibuk dengan bonekanya. "Tanya apa? Katakan saja." Jawab sungmin.

"Emm~ i-itu.. Kalau...kalau... kau berada di.. dua pilihan sulit. A-apa yang akan kau lakukan?" Tanya kyuhyun ragu-ragu.

Sungmin nampak berpikir sejenak. Ia membayangkan apa yang ditanyakan kyuhyun. Dua pilihan sulit ya? Misalnya seperti pilihanku untuk meninggalkan kyuhyun atau tetap bersama. Ugh.. itu sulit dipilih.

Sungmin kembali menatap kyuhyun. "Tergantung pilihanmu. Jika menurutmu salah satu dari kedua pilihan itu yang terbaik, kau harus memilihnya."

Pilihan yang terbaik? "Menurutmu pilihan terbaik itu seperti apa?" Tanya kyuhyun lagi.

Sungmin mengerucutkan bibirnya. "Tentu saja pilihan yang terbaik untuk semua pihak. Tidak ada yang tersakiti dan adil. Masak begitu saja kau tidak tahu." Cibir sungmin.

Terbaik untuk semua pihak? Apa artinya aku egois? "Lalu, jika kau diharuskan memilih untuk meningalkan salah satu orang yang kau cintai, kau akan pilih mana?"

DEG

Meninggalkan salah satu orang yang dicintai? Apa itu artinya, aku dan.. Kim Ryeowook? Sungmin tersenyum kecut. "Pilih salah satu yang paling kau cintai." Ucap sungmin sebelum akhirnya ia memilih untuk kembali kekamarnya. Pertanyaan kyuhyun cukup membuatnya terguncang.

Sementara itu kyuhyun terbengong akan jawaban sungmin, tanpa menyadari bahwa sungmin sudah beranjak dari tempatnya. "Bagaimana jika aku mencintai keduanya?" lirih kyuhyun yang hanya mampu di dengar olehnya saja.

!~*~*~!

"Changmin!" Kyuhyun berlari menghampiri changmin yang hendak pergi ke dapur cafe.

"Wae?" tanya changmin. Kyuhyun berhenti tepat di depan changmin.

"Ikut aku!" Changmin nyaris memukul kepala kyuhyun saat ia tiba-tiba ditarik, apalagi kyuhyun berlari tanpa melihat-lihat sehingga hampir saja ia terpentok laci yang memang berada di atas, tahu sendiri kan seberapa tingginya changmin? -_-

"Yak! Yak! Apa apaan kau menculikku seperti ini huh?!" Pekik changmin saat kyuhyun sudah melepaskan tarikan tangannya.

Kyuhyun hanya tersenyum konyol. Ia lalu berdehem untuk memulai percakapannya. "Umm Changmin-ah, kau tahu kan aku bukan orang yang suka basa-basi. Jadi.."

"Kau sudah berbasa basi kyuhyun-ah." Changmin menatap malas kyuhyun. Sedangkan kyuhyun menepuk dahinya, merutuki otaknya yang akhir-akhir ini menjadi bodoh.

"Baiklah.. baiklah.. Umm.. Aku mau bahas tentang.. perasaanku..."

"Jadi, kau sudah menentukan perasaanmu ?! Oh kyuhyun-ah syukurlah!" Pekik changmin sambil tersenyum lebar.

Ya.. aku juga maunya sih begitu..

"..Jadi siapa pilihanmu?" Lanjut changmin.

"A-ano.. Sejujurnya.. aku.. belum menentukan apapun.. hehe.."

PLAK

Kyuhyun meringis kala changmin menggeplak kepalanya tanpa aba-aba.

"Yak! Apa yang kau lakukan namsan tower!" Kyuhyun mengusap-usap kepalanya.

"Yah itu salahmu! Kenapa kau belum menentukan pilihanmu, bodoh!"

"Sebenarnya apa urusanmu?! Aku tahu kau sahabatku changmin-ah, tapi kau tahu? Menentukan satu dari dua yang penting itu sulit.."

Changmin menatap kyuhyun sendu, ia menepuk pundak sahabatnya itu. "Kau harus bisa memilih. Jangan hanya pikirkan perasaanmu, pikirkan perasaan sungmin dan ryeowook juga, dan jangan lupakan... ryeowook.. kemungkinan untuk ia mencintaimu belum pasti 100%.."

Changmin menepuk pundak kyuhyun beberapa kali, sebelum akhirnya meninggalkannya. Ia tahu kyuhyun masih perlu banyak berpikir.

~o0o~

Sungmin semakin menurunkan topinya agar wajahnya tak terlihat, entahlah ia hanya tidak menjadi pusat perhatian karna wajahnya yang cantik.

Dengan earphone putih-ungu yang dipasang di kepalanya, ia melangkah dengan pasti menuju salah satu jembatan untuk menyebrang. Ia mencari tempat sepi dan bersandar pada pagar pembatas jembatan tersebut.

Akhir-akhir ini sungmin sering kesini, sejak terakhir kali kesini ia bersama jaejoong. Ia memperhatikan matahari yang terlihat besar dan jelas dari sini. Matahari tenggelam atau sunset. Ya, disini salah satu cara untuk melihat pemandangan sunset sekaligus menjadi salah satu tempat favorit sungmin.

"Hei." Sungmin memekik kaget saat ada sebuah tangan yang menepuk bahunya. Ia mengerutkan keningnya saat ia melihat namja yang satu jengkal lebih tinggi darinya. Dengan jas hitam yang tidak dikancing dan dalaman kaus putih bergaris, serta celana hitam dan topi berwarna dominan hitam yang dipakai terbalik. Ia tidak mengenalnya.

"Umm.. apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanyanya pada orang yang kini berdiri di sampingnya, melihat pemandangan yang sama. Sunset.

"Aku kenal kau. Tapi kau mungkin tidak tahu." Ucap orang itu sambil tersenyum ke arah sungmin.

"Eh? Benarkah? M-maaf, tapi kapan kau mengenalku? Karena.. karena aku.."

"Karena pada saat SMA kau Sekolah khusus kan? Seperti di isolasi. Benar?"

Sungmin melebarkan matanya. Orang ini, kenapa bisa tahu? Apakah ia ada hubungannya dengan ayahnya?

"K-kenapa tahu?"

"Tenang saja sungmin-sshi, kita pernah satu SMP dulu, tapi kau mungkin tidak menyadarinya karna kau selalu dijaga ketat oleh para bodyguardmu itu." Ucap donghae sambil tertawa. Sungmin tersenyum kecut. Ya. Ia bahkan tidak menyadari siapa saja orang-orang di sekelilingnya, itu semua karena dirinya yang terlalu dijaga ketat oleh ayahnya dengan adanya para bodyguard itu.

"Lalu bagaimana kau tahu aku ada disini? Apakah kau mengenal ayahku?" Tanya sungmin curiga.

"Aku hanya kebetulan lewat, dan melihatmu. Soal ayahmu, tentu aku mengenalnya, siapa yang tidak mengenal pengusaha besar bernama Lee Chunhwa hmm..?"

"Ah? Hahaha.. bukan itu maksudku. Itu.. maksudku apakah kau pernah menjalin kerja sama dengan ayahku?"

Ya, aku bahkan sedang menjalankan suatu misi dengannya. Namun, apa yang dikatakan donghae dalam hati tidak lah sama dengan ucapannya. Tentu saja, ia tak akan membuat rencananya berantakan begitu saja. "Oh? Tidak. Aku hanya mengenalnya karena pada saat kelulusan SMP dulu aku pernah menguntit kalian karena penasaran kau akan masuk ke SMA mana, dan ternyata kau Sekolah special. Padahal jika kau sekolah normal, aku ingin masuk ke sekolah yang sama denganmu."

"Oh.. begitu. Ah, ya. Aku tidak tahu namamu. Ayo berkenalan seperti orang-orang pada umumnya!" Sungmin tersenyum hangat. Ia mengulurkan tangannya.

Donghae menatap tangan sungmin yang terulur padanya. Ia baru menyadari, seramah ini kah seorang Lee Sungmin? Bahkan sungmin percaya pada cerita palsunya. Ia balas tersenyum dan membalas uluran tangan sungmin. Dalam hatinya, ia benar-benar minta maaf jika suatu hari nanti ia akan menyakiti sungmin.

"Aku Lee Sungmin. Bangapseumnida!" Sungmin tersenyum manis kearah Donghae.

"Lee Donghae. Nado bangapseumnida sungmin-sshi." Donghae balas tersenyum pada sungmin.

"Ah! Sunset nya!" Sungmin melepas genggaman mereka. Lalu ia menatap sunset itu dengan kagum. Mengabaikan Donghae yang kini telah menatapnya lekat.

"Indahnyaa~" gumam sungmin. Donghae berdehem kaget. Ia melihat sunset seperti yang Sungmin lakukan.

"Emm.. Sungmin-sshi, apakah kau sibuk malam ini?" Tanya Donghae. Sungmin mengalihkan pandangannya pada Donghae. Ia berpikir sejenak.

"Tidak. Kenapa memangnya?" Tanya Sungmin.

"Aku ingin mengajakmu makan malam. Bagaimana? Sebagai tanda perkenalan kita?" Tawar Donghae.

"Benarkah? Umm.. bagaimana ya? Aku harus minta izin pada seseorang terlebih dahulu."

Pasti Cho Kyuhyun.

"Baiklah, kau boleh meminta izin-nya. Berikan aku handphone mu!"

Sungmin mengeluarkan Handphonenya yang baru dibelikan kyuhyun usai peristiwa 'tersesatnya sungmin' dengan alasan, jika kyuhyun kehilangan sungmin ia akan mudah mencarinya dengan handphone.

Donghae mengetikkan beberapa nomor di Handphone sungmin, lalu ia beri nama 'Donghae' sebelum dikembalikan kepada sang pemilik.

"Untuk apa ini?" Tanya sungmin saat melihat nomor Donghae yang sudah ada di kontaknya.

"Itu nomorku, jika kau sudah meminta izin kau hubungi nomor itu saja."

Sungmin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lalu ia segera berpamitan pulang karena hari sudah mulai gelap.

~o0o~

Amuri aphado joha.. jigeum.. neol boreo gagi ttaemune

Meoreojyeo inneun dongan neol.. neomu.. bogo sipheotgi ttaemune

Kyuhyun melirik Handphonenya yang menampilkan panggilan masuk dari nomor tak dikenal.

KLIK

Tak ingin membuat si pemilik nomor menunggu lama, akhirnya kyuhyun mengangkatnya.

"Yeoboseo~"

"Halo kyuhyun-sshi" Kyuhyun menjauhkan handphonenya dari telinganya, ia mengerutkan keningnya karena tak mengenal suara namja ini.

"Maaf, apakah kita saling mengenal?" Tanya kyuhyun sopan.

"Kau? Mungkin tidak mengenalku. Tapi aku, ya."

Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Kenapa bisa begitu?"

"Tentu saja bisa. Ah, ya. Kyuhyun-sshi, aku bukan tipe orang yang berbasa-basi."

"Aku juga." Kyuhyun mulai bersikap seperti biasa karna ia merasa aneh dengan namja ditelepon sebrang. Dadanya juga entah kenapa tiba-tiba bergemuruh hebat.

"..." Diam sejenak. "Bagus kalau begitu."

" Aku hanya ingin memberitahukan sesuatu padamu. Tentang.. Kim Ryeowook."Lanjutnya.

Tubuh kyuhyun menegang. Kim Ryeowook? Benarkah?

"Apa yang kau katakan?! Cepat beritahu aku apa yang kau ketahui tentang Kim Ryeowook?!" Ucap kyuhyun cepat saat ia telah tersadar dari lamunannya.

"Woho~ sabar dulu Tn. Cho. Temui aku di Rising Hotel, tepatnya di Star Cafe. Pukul 7 malam. Dan kau akan mendapatkan informasi tentang Kim Ryeowook."

"H-hei! Apa yang kau katakan! H-hei!"

KLIK

Sambungan itu pun terputus, diputus oleh namja diseberang. Kyuhyun menatap handphonenya kecewa. Ia masih ingin bertanya banyak hal tentang Ryeowook pada namja yang mengaku mengetahui sesuatu.

"Aish apa benar ia mengetahui sesuatu tentang Ryeowook? Apa benar dia Ryeowook-ku? Tapi dia bilang bermarga Kim. Aishh Cho! Yang bermarga Kim dengan nama Ryeowook itu bukan hanya Ryeowook!" Kyuhyun mengacak rambutnya gusar.

~o0o~

"Kyu?" Sungmin mendekati kyuhyun. Ia sudah menutup mulutnya sejak datang tadi, karena kyuhyun nampak diam tak berkutik. Membuat sungmin tak berniat untuk mengganggu atau sekedar mengajak ngobrol. Tapi janjinya pada teman barunya –Donghae- untuk makan malam, membuatnya harus meminta izin terlebih dahulu pada Kyuhyun.

"..." Tak ada respon. Sungmin masih sabar.

"Kyuhyun-ah~" Panggil sungmin lagi.

"..." Tak ada jawaban lagi, sungmin mulai menggerutu kecil.

"Kyuhyun~" Lagi, sungmin memanggil kyuhyun dengan manja.

"..." Oke, sungmin mulai jengah sekaligus kesal. Ia mulai menarik nafasnya, membuka mulutnya untuk berteriak di depan kyuhyun. Namun sebelum itu-

"KYU-"

Ucapannya terputus saat kyuhyun tiba-tiba menatapnya. "Kau mau apa sungmin-ah?" Dan itu sukses membuat sungmin membungkam mulutnya tiba-tiba.

"Sungmin-ah?" Tanya kyuhyun lagi. Tak tahan juga aku jika harus mengacuhkannya yang memanggilku dengan manja begitu. Batin kyuhyun.

"A-ano.. Aku ada janji dengan seseorang untuk makan malam bersama malam ini." Ucap sungmin yang tiba-tiba menjadi agak gugup.

"Benarkah? Dimana? Dengan siapa?" Tanya kyuhyun.

"Entahlah, ia belum menentukan tempatnya karena aku bilang aku harus bilang dulu padamu. Namanya Donghae, aku berencana akan memberitahunya jika aku diizinkan."

Kyuhyun nampak berpikir. Sebelumnya ia belum pernah mengizinkannya untuk pergi tanpa dirinya, yahh.. pengecualian untuk jaejoong yang memang sering mengajak sungmin pergi.

Ia tiba-tiba teringat akan janjinya pada namja yang sebelumnya ditelepon. Jika ia pergi, berarti sungmin akan sendirian dirumah. Yah.. sesekali mengizinkan sungmin pergi tak apa kan?

"Baiklah, tapi jika saat aku meneleponmu untuk pulang, kau harus pulang. Jangan pulang terlalu larut, dan jangan menerima ajakan siapapun yang belum kau kenal. Arra?" Kyuhyun mengacak rambut sungmin sebelum ia berdiri dari duduknya.

"Hum! Aku berjanji! Tapi.. kyuhyun-ah kau mau kemana?" Tanya sungmin saat melihat kyuhyun yang nampak ingin bersiap-siap.

"Aku? Aku juga ada janji dengan temanku. Aku ingin membahas sesuatu. Makannya aku mengizinkanmu, jika kau pulang duluan tunggulah aku, ne?" Pesan kyuhyun.

"Umm!" Angguk sungmin cepat.

"Ah ya! Dan sampaikan pada orang bernama Donghae, jangan pulang larut! Dan jangan lupa kunci jendela dan pintu sebelum kau pergi. Cek kompor apakah sudah mati atau belum, aku tidak akan pulang larut sepertinya." Pesan kyuhyun saat ia sudah memakai sepatunya.

"Um.. ya."

"Dan jangan lup-

"Iya iya. Aku akan mengunci pintu dan jendela, memastikan kompor mati sebelum pergi. Dan aku akan menunggu di rumah jika kau belum pulang. Jadi kau tenang saja, aku bukan anak kecil yang harus diingatkan berkali kali." Sungmin mendorong kyuhyun sampai berada di luar pintu apartemen.

Kyuhyun tersenyum. Ia mengacak rambut sungmin, ya.. ia terlalu khawatir. "Baiklah sungminnie~ kekeke."

Sungmin memerah saat mendengar panggilan kyuhyun yang terdengar manis.

"Lihat- lihat uri sungminnie wajahnya sudah seperti kepiting rebus kekeke~" Goda kyuhyun saat mendapati wajah sungmin yang memerah.

"Ish! Sudah hentikan! Kau menyebalkan!" Umpat sungmin.

"Aku menyebalkan hmm? Baiklah kalau begitu."

CUP

Kyuhyun mengecup kening sungmin. "Hati-hati saat pergi nanti."

CUP CUP

Kyuhyun mengecup kedua kelopak mata sungmin. "Sampaikan pada Donghae untuk jangan pulang terlalu larut."

CUP

Kyuhyun mengecup hidung mancung sungmin. "Jangan lupa kunci apartemen, dan tunggu aku jika kau pulang lebih dulu."

CUP

Kyuhyun mengecup bibir plump sungmin agak lama, ia ingin merasakan hatinya yang selalu hangat ketika bibir mereka bersentuhan. "Aku..

Mencintaimu ming, batin kyuhyun. Namun ia tak berani untuk mengatakannya langsung, karena takut ia salah dan menyakiti sungmin nantinya.

".. pergi dulu ming."

CUP

Sekali lagi kyuhyun mengecup bibir sungmin, sebelum akhirnya ia benar-benar pergi.

Sungmin menatap kyuhyun sendu. Terkadang ia merutuki dadanya yang selalu bergetar ketika kyuhyun memberikan perlakuan lembut padanya, dan merutuki kyuhyun yang selalu bersikap manis padanya.

.

.

.

Setelah kyuhyun pergi, sungmin segera mengirim sms pada Donghae bahwa ia diizinkan untuk pergi. Dan tidak lupa untuk memberikan alamat apartemen kyuhyun agar donghae dapat menjemputnya.

Tak lama Donghae pun menjemput Sungmin, dan mereka pun pergi makan malam bersama.

TE-BE-CE

Hello! Author balik dengan membawa lanjutan dari FF ini!

Author tahu, dan author paham kalo author sudah sebulan lebih gak update ff ini. Author sebenernya udah nyelesain setengah dari ff ini setengah bulan lalu, tapi pas mau lanjut lagi malah buntu dijalan. Trus jiwa reader author kumat, jadilah author males lanjut ff dan malah jadi reader, tapi author bukan jenis siders kok XD

Dan juga keadaan author yang sakit flu. Dan sebenernya banyak alesan yang intinya adalah males dan gak sempet kekeke~

Nah ini author udah update yang mana chapter ini lebih panjang dari yang lainnya. Untuk chapter selanjutnya author bakalan bener-bener usahain biar gak mogok yah :D

Balasan Review :

Yefah Joyer Cloudsomnia : Hahaha liat pilihan kyuhyun nanti ya chigu ;D Taken apa chingu? Aku baru denger loh nyahaha XD Gomawo. Tetap review ne?

Cho Sungkyu : Maaf ya lama update, banyak faktor yang membuat author lama update kekeke~ Gomawo. Tetap review ne?

Abilhikmah : Terus review aja biar ming tetap bertahan :D *PLAK. Gomawo, tetap review ne

NaizhuAmakusa : Nih author kasih tau ya, pokoknya cast inti itu KyuMinWookHaeYe sama Chunhwa. Jadi silahkan berpendapat ada yang lain atau enggak :D Kyu Cuma belum dewasa aja chingu, maklum dia kan baru A-BE-GE keke~ Gomawo, tetap review ne?:D

bunnyblack . FLK . 136 : Gak papa chingu, yang penting review hehe :D Abang ikan nyempilnya disini chingu! :D Gomawo. Tetap review ne?

luthfieannha . aryhanhiiey : Disini udah di jelasin kan kenapa wook hilang ingatan? Keke~ Ini udah update, tapi mian lama. Gomawo, tetap review ya :D

fyoung56 : Gapapa chingu, yang penting review kekeke~ Gomawo, Review lagi ne?

sissy : Ini udah next kok, tapi mian lama ya hehe. Gomawo, tetap review ya :D

hyun lee : Oke, diusahaain ya :D Gomawo, tetap review ya :D

Vicent Brianna Cho : Iya, kyu kan A-BE-GE nnyahaha XD iya gapapa chingu, yang penting review :D Gomawo, tetap review ne?

winecouple : Iya, disini changmin aku buat agak-agak bijak gituh *plak* biar jadi penerangangan kyuhyun juga *apaan itu? Haha* Gomawo, tetap review ne? :D

ria : Aku seneng deh sama reviewnya ria, panjang banget :D Mian ya author updatenya lama. Nih author jawab review-annya ria :D Si kyu itu disini kan masih labil gituh, jadi dia masih nganggep kalo wook itu cintanya, jadi dia spontan pas liat wook. Jaejoong suka sama sungmin yang mukanya imut-imut, makannya dia inget XD Ketemu dong, kalo gak ketemu, author gak tahu ceritanya jadi apa :D Tentu, soalnya sungmin udah sadar kalo dia itu cinta sama kyu, tapi ternyata kyu masih beranggapan bahwa wook itu cintanya, jadi mereka cinta segitiga deh (?) Changmin tau siapa Chunhwa, soalnya kan chunhwa pengusaha kaya raya terkenal di korea, jadi pada tau. Tapi sayang, sungmin itu dijaga ketat dari media ataupun publik, jadi gak ada yang tau satupun kalo sungmin itu anaknya chunhwa. Kyu harus pilih salah satu dong, gak mungkin dia pilih dua-duanya kan? Cepat atau lambat ingatan wook pasti bakal kembali, jadi kyu harus menentukan pilihannya dengan cepat. Gomawo, tetap review ya :D

Yuuhee : Hahaha bener tuh.. XD Gomawo, tetap review ya :D

venzsuju : ini udah update, mian lama ya :D Thanks, tetap review ya :D

Nah, sekian dari author. Jangan lupa review ya reader-deul! :D Author mau ganti name pen jadi 'Niel Hill' gimana menurut reader? Author udah pake name itu dimana-mana :D hehe. Udahlah sekian cuap-cuapnya. Terima kasih banyak reader-deul!