DON'T GO KYUHYUNNIE
Cast : KyuMin pairing
Summary : Sungmin kabur dari rumah yang ia anggap sebagai 'neraka'. Lalu akhirnya bertemu kyuhyun dan saling mencintai. Kyuhyun masih mencintai orang masa lalunya! Bagaimana dengan sungmin? Orang masa lalu kyuhyun ternyata ada bersama ayah sungmin. Akankah kyuhyun lebih memilih sungmin dibandingkan masa lalunya? Atau malah sebaliknya?
Disclaimer : KyuMin saling memiliki. Pengennya sih kyuhyun buat author, tapi om sooman bilang KyuMin udah di kontrak SM. Jadi mending KyuMin milik diri mereka sendiri aja. Dan ff ini, full milik author! Keke~
Genre : Hurt/Comfort, Drama.
Rated : T, Sewaktu-waktu bisa berubah M.
Warning :OOC, Typo(s), YAOI, BoyxBoy, Tulisan kasat mata, Alur amburadul, Kalimat alien(?), cerita ngelantur dll.
!~*~*~!
Suara benturan sendok dan garpu terdengar di setiap sudut, juga berbagai suara khas pembicaraan orang-orang yang tidak terlalu bising. Dan jangan lupakan beberapa orang yang berpakaian hitam-putih yang melayani orang-orang yang datang juga yang memesan. Dan disinilah Donghae duduk berhadapan dengan sungmin yang masih sibuk menatap buku menu di tangannya.
"Jadi… kau mau memesan apa sungmin-ah?" Tanya Donghae.
Sungmin beralih menatap Donghae. Bibir cherry itu ia poutkan beberapa centi. "Tidak ada makanan apapun yang mengandung labu disini!"
"Tentu. Ini restoran seafood, mana ada makanan dengan labu disini. Pesan yang lain saja." Sejujurnya Donghae nyaris tertawa terbahak, namun karena ia merasa tak enak hati jadi ia menahan keinginan tawanya untuk saat ini. Beruntung ia bisa menahannya dengan baik, jika kelepasan bisa-bisa Sungmin tak mau bertemu dengannya lagi.
"Aku tidak tahu makanan yang enak apa. Beberapa menit lalu kau mengatakan makanan disini semuanya enak ketika aku bertanya padamu. Aku jadi bingung harus pesan apa."
"Baiklah baiklah.. itu salahku. Biar aku yang memesan." Ucap Donghae. Donghae menepukkan kedua tangannya di atas kepala, tak berapa lama seorang pelayan datang padanya. "Aku pesan dua *tuutt* (Masukin aja nama makanan kesukaan kalian-_- Author gak tau jenis makanan apa yg harus author masukin.) dan minumnya-"
"Aku mau milkshake coklat."
" –Ya. Milshake coklat satu dan capucino hangat satu."
"Baik. Pesanan anda akan segera datang tuan." Pelayan itu membungkuk sopan, lalu pergi dari hadapan Sungmin dan Donghae.
"Ah, iya Hae kau sekarang bekerja? Atau masih kuliah?" Tanya Sungmin yang lebih dahulu membuka percakapannya.
"Emm.. Aku sekarang bekerja. Pekerjaanku tidak terlalu buruk, dan aku –menyukainya."
"Benarkah? Coba saja aku jadi orang yang bebas sejak dulu. Mungkin aku juga akan merasakan apa yang orang biasa rasakan." Dapat Donghae lihat senyum kecut dan pancaran kesedihan dari foxy pria dihadapannya.
"Memangnya –apa saja yang kau lakukan setelah kau lulus SMA dan sekolah khusus?" Tanya Donghae ragu. Mungkinkah Sungmin akan menjawab pertanyaannya yang termasuk privat ini?
"Aku –tidak ada. Hanya pergi sekolah, makan dan tidur. Aku tidak diizinkan berinteraksi dengan dunia luar. Aku hanya memiliki handphone yang hanya bisa dipakai untuk menghubungi orang-orang tertentu saja. Aku tidak memiliki hiburan selain notebook-ku yang isinya hanya tugas dan data, itupun beruntung karena aku masih diizinkan untuk browsing dan mengetahui kabar dunia luar dari notebook kesayanganku." Sungmin tertawa miris, menyebunyikan genangan air matanya yang hampir tumpah.
Donghae menatap Sungmin sendu. Benarkah? Benarkah pria ini sebegitu di isolasinya? Bahkan dirinyapun tidak habis pikir pada atasannya yang terlalu memproteksi puteranya sendiri. Jika ia menjadi orang seperti Sungmin, mungkin tanpa berpikir lagi ia akan loncat dari lantai paling atas rumahnya atau menusuk jantungnya sendiri dan mati tepat didepan ayahnya.
Donghae menelan ludahnya dan bergidik ngeri kala fantasi-fantasi ala psikopat mulai berkeliaran di otaknya. Tapi sungguh Donghae akan memilih untuk mengakhiri hidupnya dari pada hidup bak hewan yang terkurung di kandang yang sempit.
"Apa kau tidak merasa kesepian?"
Donghae sedikit merutuki mulutnya yang seenaknya berbicara saat Sungmin menatapnya kaget. Mungkinkah pertanyaannya terlalu menohok? Namun setelahnya Sungmin kembali menundukan kepalanya. Menatapi jari-jari lentiknya yang sepertinya lebih menarik baginya.
"Tentu saja. Tentu aku kesepian. Sangat. Apalagi –semenjak eomma meninggal, tidak ada lagi yang menghiburku saat aku merasa lelah dengan semuanya. Awalnya aku tidak merasa keberatan dengan semua jadwal gila itu. Namun sejak eomma meninggal, appa jadi gila kerja dan jarang pulang. Aku yang kesepian karna perginya eomma, menjadi semakin kesepian karna bagiku appa juga sudah pergi. Tak jarang aku berpikir bahwa diriku ini yatim piatu, tapi setelah itu aku tertawa karena bahkan anak yatim piatu pun memiliki kebebasan lebih dari pada diriku. A-aku.. aku-"
Donghae mengepalkan tangannya kuat saat Kristal bening itu turun dari mata foxy indah milik Sungmin. Namja didepannya itu sungguh tersiksa dengan kehidupannya. Kehidupan yang justru berbanding terbalik dengan hidupnya yang bahkan sering mengelili dunia karena suatu misi yang diterimanya.
"-benci appa."
BRAKK GREPP
Sungmin melebarkan matanya saat Donghae tiba-tiba berdiri yang menyebabkan kursinya terjungkal kebelakang, lalu memeluknya erat. Membuat mereka menjadi pusat perhatian dalam sekejap. Berpasang mata itu memang membuat Sungmin risih, namun ada hal lain yang menyedot perhatiannya, yaitu serangkaian kata yang keluar dari mulut Donghae.
"Jangan takut. Aku –tak akan membiarkanmu sakit lebih dari ini."
Donghae melepaskan pelukannya dan menatap mata Sungmin dalam.
"Akan aku lakukan yang terbaik untukmu. Apapun caranya. Dan-"
Donghae menghapus air mata Sungmin dengan kedua ibu jarinya kemudian tersenyum. Senyuman yang membuat Sungmin yakin bahwa Donghae akan mendukungnya apapun yang terjadi.
" –maaf atas kesalahanku sebelumnya dan kesalahanku nantinya. Ingatlah apapun yang aku lakukan itu untuk kebaikanmu, arra?"
Sungmin tersenyum bahagia, kemudian balas memeluk Donghae erat. Sambil menggumamkan ucapan terima kasih.
"Terima kasih. Gomawo Donghae-ah. Jeongmal gomawo."
!~*~*~!
"Cho Kyuhyun-sshi?" Tanya seseorang dari arah belakang Kyuhyun. Kyuhyun menatap seseorang dengan wajah datar dan poker facenya.
"Ne?"
Kyuhyun memperhatikan gerak-gerik pria datar didepannya. Dari awal duduk, hingga memesan minuman. Bola mata kelam pria didepannya kini menatap Kyuhyun tajam.
"Aku sudah beritahu bahwa aku bukan jenis orang yang suka basa-basi.." Kyuhyun diam. Bersikap tenang seperti sewajarnya. Ia tak ingin terbawa emosi seperti saat tak sengaja bertemu dengan Ryeowook sebelumnya.
"Kau.. mau tahu dimana Kim Ryeowook?"
Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya saat mendengar nama Ryeowook disebut. Badannya tegang seketika, jantungnya memompa lebih cepat, dan keringat sebesar biji jagung mulai bercucuran.
"Katakan." Kyuhyun menatap pria didepannya dengan dingin. "Katakan dimana Ryeowook!" Ulangnya.
"Sabarlah sebentar Cho-sshi. Toh nantinya aku akan memberitahukanmu tentang keberadaan Ryeowook. Namun.." Pemuda yang nyatanya lebih pendek dari Kyuhyun itu menggantungkan ucapannya, membuat Kyuhyun nyaris saja nekat untuk meninju pria dihadapannya. "..Kau harus memenuhi persyaratannya."
"Apa? Persyaratan? Kau ingin uang? Ambilah sebanyak yang kau mau! Tapi sebelum itu-"
Sebelah alis dari pria itu menaik, meskipun wajahnya masih terkesan datar.
"-Aku tidak tahu siapa anda tuan."
Pria itu terkikik. Terkikik hingga akhirnya kikikannya itu menjadi tawa yang terdengar menakutkan di telinga Kyuhyun.
"Kau ingin tahu namaku Cho-sshi? Kenalkan, aku.." Pria itu berdiri kemudian menjulurkan tangannya. Kyuhyun ikut berdiri dan menyambut dengan tangan itu dengan dingin. "-Kim Kibum."
!~*~*~!
Waktu terus berjalan. Bising kota kini mulai sunyi. Namja berambut pirang itu terus-terusan menoleh ke arah jarum jam yang menunjukan pukul 11.45 malam. Sungmin –pria itu- menghela nafasnya, sudah beberapa puluh menit yang lalu Sungmin menunggu Kyuhyun pulang. Ia tak bisa tenang jika Kyuhyun belum pulang, dan ia tak bisa tidur jika tidak dipeluk Kyuhyun.
Berbagai hal sudah Sungmin lakukan untuk menghilangkan rasa bosannya. Mulai dari menonton tv, membaca buku, menulis diary yang sebenarnya jarang ia lakukan, mengisi kotak TTS, hingga guling-gulingan di karpet. Namun semua itu tak berhasil mengusir rasa bosannya sedikitpun.
Sungmin berbaring di sofa, kemudian mengayukan kakinya lucu untuk sekedar menghilangkan sepersekian persen rasa bosannya.
KLIK
Sungmin terperanjat saat mendengar bunyi pintu apartemen yang terbuka.
"Kyu?" Panggil Sungmin.
Sungmin berjalan menuju kea rah pintu. Dan senyumnya merekah kala mendapati Kyuhyun yang tengah melepas sepatu. Sungmin menghampiri Kyuhyun dan membantunya membawa jasnya dan menggantungkannya di gantungan baju.
"Hngghh minhh~" Sungmin menyerit kala mendapati Kyuhyun yang memanggilnya dengan nada tak biasa. Ia menghampiri Kyuhyun dan menangkup kedua pipi Kyuhyun dengan kedua tangannya.
"Kyu? Gwen-chmphh!" Sungmin melebarkan matanya saat Kyuhyun dengan tiba-tiba menciumnya. Bau alkohol menguar begitu saja. Dan dari situ Sungmin dapat menyimpulkan sesuatu. Kyuhyun mabuk. Apa yang membuat Kyuhyun mabuk hingga melebihi batasnya begini? Biasanya jika minum, Kyuhyun tidak akan sampai mabuk.
"Hhmmpphhh~ Mmnnhh~ " Sungmin mendesah paksa. Kyuhyun menciumnya lembut, namun sesekali menciumnya dengan kasar.
Kyuhyun terus mendorong Sungmin mundur, hingga ia terjatuh berbaring ke sofa dengan bibir yang masih menyatu.
"Akh-hmmpnnhh~" Sungmin memekik saat Kyuhyun menggigit bibirnya, meminta akses untuk masuk ke dalam sang tuan rumah. Lidah Kyuhyun mengabsen deretan gigi Sungmin, tak lupa mengajak bagian tak bertulang di dalamnya untuk bertarung yang sudah dipastikan Kyuhyun akan mendominasi semuanya.
"Hnggnn-nahh~ hmpp~" Sungmin memekik saat Kyuhyun yang mendominasi ciuman mereka semakin kasar.
Sungmin meneteskan air matanya. Ia merasa kecewa pada Kyuhyun. Sungmin yakin, saat ini Kyuhyun sedang mengalami masalah besar, lalu kenapa Kyuhyun tidak cerita padanya? Malah mencumbunya dengan kasar begini?
Tangan kanan Kyuhyun di gunakan untuk membuka kancing kemejanya sendiri, sedangkan tangan lainnya ia gunakan untuk menyelinap ke dalam baju Sungmin.
Kyuhyun sudah bertelanjang dada sekarang. Tangan kanannya menyusul tangan kirinya menelusup ke dalam baju Sungmin, kemudian membuka paksa kemejanya hingga beberapa kancingnya terlepas dari tempatnya.
"Ughhm~" Badan Sungmin melambung saat Kyuhyun memainkan nipplenya dengan cepat. Kyuhyun menurunkan ciumannya menuju leher. Ia mengecup, mengigit kecil, dan menghisap leher mulus Sungmin. Meninggalkan banyak kissmark disana.
Setelah puas dengan bagian leher dan bahu, Kyuhyun beralih ke nipple Sungmin yang terlihat sudah memerah dan membengkak sempurna. Segera ia mengulum nipple itu, yang mendapat respon dengan Sungmin yang melambungkan dadanya tinggi, seolah meminta lebih.
Di sela-sela kulumannya, Kyuhyun teringat akan percakapannya dengan orang bernama Kim Kibum itu.
Flasback
"Baiklah Kibum-sshi, apa yang kau maksud dengan persyaratan?" Kyuhyun langsung to the point usai mereka saling berkenalan.
"Kau sungguh tak sabaran Kyuhyun-sshi. Baiklah sesuai permintaan dari atasanku-"
"-Tunggu! Kau bilang atasanmu? Itu berarti kau bukan dalang di balik semua ini?" Kyuhyun memotong ucapan Kibum, dan bertanya pada pria itu.
Kibum menebarkan smirknya, yang otomatis menebarkan aura hitamnya dengan cepat. Beberapa dari pengunjung restoran bahkan dengan terburu-buru keluar dari restoran tersebut, termasuk beberapa pengunjung yang berada di sekitar mereka.
"Tentu saja. Untuk apa aku melibatkan diri dalam urusan bodoh macam ini. Atasanku yang mengutuskan semuanya, dan aku hanya menjalankannya." Jawab Kibum acuh.
"Arraseumnida. Lanjutkan ucapanmu sebelumnya."
"Bosku, meminta imbalan padamu atas informasi tentang Kim Ryeowook."
"Hnn.." Kyuhyun menanggapinya dengan gumaman. Pria itu memainkan tangan-tangannya karena tak sabar.
" –Dia meminta.. Kau berikan Lee Sungmin untuk kami."
Flashback off
Kyuhyun kembali meraup bibir Sungmin dengan ganas saat emosinya tiba-tiba naik karena mengingat percakapannya. Kedua tangannya ia gunakan untuk mengelus kejantanan Sungmin yang sudah tegang dari luar celana.
"Hnnmhh~ Kyunghh~" Desah Sungmin saat Kyuhyun menggodanya. Kyuhyun terus menggesek-gesekan 'milik' mereka. Membuat 'keduanya' semakin sempit di dalam sana. Kyuhyun memberikan French kiss yang membuat Sungmin terbuai karenanya. Sungmin mengalungkan tangannya dan membekap Kyuhyun erat. Sesekali ia melepas ciumannya untuk mengambil nafas, kemudian melanjutkan ciuman mereka lagi.
"Hnnnhh~ Kyu~" Sungmin menggapai 'milik'nya namun ditepis oleh Kyuhyun.
"Biar aku ming." Ucap Kyuhyun.
Kyuhyun mengecupi bagian dada Sungmin, dan turun ke perut hingga perbatasan dengan celana milik namjanya. Dengan perlahan Kyuhyun menurunkan celana milik Sungmin dan mengecupi setiap jengkal kulit halus Sungmin. Sedangkan Sungmin menggigit bibir bawahnya tak sabar. Ia ingin segera mengeluarkan 'milik'nya, namun selalu ditepis oleh tangan Kyuhyun.
"Shhahh~" Satu desahan lolos dari mulut Sungmin saat 'milik'nya sudah dilepaskan sempurna oleh Kyuhyun.
Melihat 'milik' Sungmin yang sudah menegang dihadapannya, apalagi cairan sudah membasahi ujungnya. Kyuhyun segera memasukkan 'milik' Sungmin yang tidak seberapa besarnya kedalam mulutnya. Mengulumnya dan memajumundurkannya. Tangan kanannya bekerja meremas-remas twinsball milik Sungmin, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk memilin nipple milik Sungmin.
"Hmnhh~ Kyuhh~ shh~" Sungmin menggeleng-geleng tak tahan. Tubunya dikerjai habis-habisan oleh Kyuhyun saat ini. Meski awalnya Sungmin benar-benar kecewa dengan Kyuhyun, namun ia tidak jaim untuk mengakui bahwa ia menginginkan ini. Sudah lama sejak Kyuhyun tidak menyentuhnya lagi.
Merasa 'milik' Sungmin yang ingin mencapai puncaknya, Kyuhyun semakin gencar mengulum 'kejantanan' Sungmin di dalam mulutnya. Ia menghisap ujung 'batang' milik Sungmin, seakan menyedot sesuatu untuk segera keluar darisana.
"Hmnnnh! Kyuh! Kyuh~" Sungmin menghentak-hentakan kepalanya saat dirasanya sesuatu memblesak ingin keluar. Apalagi saat Kyuhyun 'menghisap' miliknya.
"KYUHYUNNNN!" Sungmin melambungkan dadanya, dan mencengkram pinggiran sofa dengan kuat saat ia sudah 'keluar' untuk pertama kalinya.
GLUPP GLUPP
Kyuhyun menelan semua cairan Sungmin, kemudia ia mengelap sisanya yang berceceran. Kembali, Kyuhyun mengingat percakapannya dengan Kibum.
Flashback on
"A-apa? K-kenapa Sungmin-"
"Kau tahu? Bos-ku adalah ayahnya Sungmin. Tak heran jika dia menginginkan Sungmin, bukan?"
Kyuhyun membelalakan matanya. Ayahnya Sungmin adalah bos-nya, itu berarti bos dari Kim Kibum adalah-
" –Lee Chunhwa?"
"Yap."
"T-tapi kenapa-"
"-Karena bos-ku menginginkan Sungmin pulang. Dan menjodohkannya dengan laki-laki pilihannya atau wanita pilihannya."
Rahang Kyuhyun mengeras. Sungmin? Dijodohkan? Itu berarti Sungmin akan ada yang memiliki jika ia melepasnya. "Bisa ganti syarat?"
"Tidak ada. Bos tidak memberikan penawaran. Sungmin atau kau akan mendapatkan foto Ryeowook dalam kondisi mengerikan." Ancam Kibum. Kibum meninggalkan kartu nama yang katanya untuk menghubunginya jika Kyuhyun sudah berubah pikiran.
Flashback off
Buru-buru Kyuhyun melepas celananya yang semakin sempit. Ia maju ke depan dan membiarkan Sungmin memanjakan miliknya. Sungmin memasukkan 'milik' Kyuhyun ke dalam mulutnya, dan persis melakukan seperti yang Kyuhyun lakukan pada 'milik'nya.
"Shhh minh~" Desah Kyuhyun saat Sungmin mengulum 'milik'nya dengan cepat.
"Nghhh~" Kyuhyun kembali mendesah saat Sungmin mengulum twinsball miliknya dan mengocok cepat juniornya.
"Hhnnhh.." Buru-buru Kyuhyun mencium Sungmin sambil sesekali mendesah karena Sungmin yang terus mengocok 'milik'nya.
"Min?" Kyuhyun menatap Sungmin meminta persetujuan untuk memenuhi diri Sungmin dengan 'milik'nya. Sungmin mengelus pipi Kyuhyun kemudian mengangguk menyetujuinya.
Kyuhyun tersenyum kemudian mengecup bibir Sungmin lembut dan berkata- "Aku akan pelan-pelan. Aku ambil sesuatu dulu."
Kyuhyun pergi meninggalkan Sungmin, dan ia kembali dengan sebuah alat vibrate yang ukurannya kecil.
"K-kyu, apa itu?" Sungmin menatap ngeri alat di tangan Kyuhyun, apakah itu akan dimasukkan kedalam miliknya?
"Ini akan membantumu mencapai puncak. Dan ku pastikan ini nikmat." Sungmin memerah, Kyuhyun selalu mengatakan hal yang membuatnya malu jika mereka sedang bercinta.
Sungmin melebarkan matanya saat alat itu mulai memasuki hole miliknya. Getaran yang dihasilkan oleh alat itu rasanya membuat Sungmin terbang.
Kyuhyun mengocok miliknya sambil memperhatikan hole Sungmin yang berkedut-kedut. Ia segera mengarahkan juniornya untuk masuk ke hole Sungmin karena sudah tak sabaran.
"Akh!" Pekik Sungmin saat 'milik' Kyuhyun yang jauh lebih besar dari vibrate ikut mendelesak paksa mendorong Vibrate itu semakin kedalam.
Kyuhyun mencium lembut bibir Sungmin, membiarkan Sungmin terbiasa akan miliknya dibawah sana plus alat vibrate yang sengaja tidak ia keluarkan.
"Mhhnnh Kyuhh~" Sungmin memberikan isyarat pada Kyuhyun untuk segera bergerak. Kyuhyun mengecup bibir Sungmin kemudian mengangguk.
Kyuhyun memajukan, memundurkan, memajukan, memundurkan. Begitu seterusnya hingga semakin lama hentakan itu semakin kuat.
"Akh! Kyuhh" Desah Sungmin saat Kyuhyun tepat menumbuk prostatnya.
"Sshh minh~ Kau nikmat hmmnn~"
"Oh God! Kyuhhh ahh umhh shh~"
"Shhhh uhhh~"
"Kyuhh~ lebhiihh cephattt mnhhh~" Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya saat tusukan itu terasa semakin nikmat.
"Ku lakukan minhh mhh~"
Kyuhyun menarik milknya hingga ujungnya yang tersisa di dalam hole Sungmin, kemudian memasukannya lagi dengan cepat dan tepat menubruk titik prostat milik Sungmin.
"Akhh! Eumhhh kyuhh~"
Kyuhyun menatap Sungmin tanpa menghentikan kegiatannya dibawah. Ia segera menyingkirkan tangan Sungmin yang menggapai-gapai junior miliknya. Kyuhyun memegang kedua tangan Sungmin dan membawanya ke atas kepalanya. Tak lupa Kyuhyun mencicipi bibir cherry itu, ia menyukai semua desahan yang Sungmin keluarkan. Desahan itu memiliki arti sendiri untuknya.
"Kyuhh aku mau uhhmm~" Kyuhyun segera menutup lubang pada 'milik' Sungmin. Tidak mengizinkan Sungmin untuk mencapai puncak terlebih dahulu.
"Kyuhh~!" Sungmin menatap Kyuhyun memelas, oh ayolah ia sudah tak tahan. Sungmin merasa cairannya menumpuk di bawah sana.
"Together min~" Kyuhyun semakin cepat menghentak-hentakan miliknya, membuat Sungmin merasa cairannya dua kali lebih banyak dari sebelumnya.
"Minhh aku sampaiihh~"
"Kyuhhh cepatt" Kyuhyun melepaskan tangannya yang menutupi lubang 'milik' Sungmin, dan akan membiarkan cairan miliknya memenuhi tubuh Sungmin, juga cairan milik Sungmin yang berceceran kemana-mana.
"Aku sampai minhh hh SUNGMINN~"
"Akhh KYUHYUNN~"
Kyuhyun menarik miliknya keluar dan mengeluarkan alat vibrate itu, dan memasukan miliknya lagi. Setelahnya ia berbaring bersama Sungmin di atas sofa, beruntunglah Kyuhyun membeli sofa yang lumayan besar sehingga muat untuk menampung mereka berdua berbaring di atasnya.
Kyuhyun memeluk Sungmin. Sesekali mengecup bibirnya, dan sesekali mengulum daun telinganya.
"Gomawo min. Saranghae."
Sungmin tersenyum kecut. Selalu begitu, selalu Kyuhyun hanya mengatakan 'Saranghae' usai mereka bercinta. Selebihnya Kyuhyun tidak akan mengatakannya.
Kyuhyun memeluk Sungmin posesif. Ia kembali memikirkan persyaratan yang harus memberikan Sungmin kembali pada appanya. Jika ia tak bisa memiliki Sungmin, namun Kyuhyun tahu hati Sungmin sudah dimilikinya. Yang menjadi masalahnya adalah ancaman Kim Kibum jika ia tidak menyerahkan Sungmin.
Kyuhyun menutup matanya. Kenapa semuanya sulit sekali? Kyuhyun membutuhkan keduanya untuk hidup, dan kenapa ia harus memilih satu dengan cara yang seperti ini?
TBC
Hello helloo~ Author bawain ff ini dengan NC didalamnya. Gimana? Kurang hot ya? Author masih amatiran kalau buat begituan, jadi gak pede u.u
Mianhar author baru update, soalnya kemarin kan UAS jadi author belajar. Dan Alhamdulillah nilai author gak buruk.
Big Thanks and Hug for :
NaizuAmakusa, gothiclolita89, dirakyu, luthfieannha . aryhanhiiey, Zen Liu, abilhikmah, sissy, winecouple, Ria, Fiction Girl Trapped.
Mian gak bisa bales satu-satu tapi author senenggg banget baca review dari kalian. Untuk yang baru baca, jangan lupa review juga ya! Pokoknya yang baca, review jangan lupa okey?
Kalo kalian gak review hati-hati di datengin vampirekyu *plak. Kalo gitu sih ntar malah semuanya gak review yah -_- Jangan deh. Kyu dikurung aja. Kalo gak review berarti gak minta lanjut, udah gitu aja.
Bye~ See you next chapter :*
