DON'T GO KYUHYUNNIE
Cast : KyuMin pairing
Summary : Sungmin kabur dari rumah yang ia anggap sebagai 'neraka'. Lalu akhirnya bertemu Kyuhyun dan saling mencintai. Kyuhyun masih mencintai orang masa lalunya! Bagaimana dengan Sungmin? Orang masa lalu Kyuhyun ternyata ada bersama ayah Sungmin. Akankah Kyuhyun lebih memilih Sungmin dibandingkan masa lalunya? Atau malah sebaliknya?
Disclaimer : KyuMin saling memiliki. Pengennya sih Kyuhyun buat author, tapi om Sooman bilang KyuMin udah di kontrak SM. Jadi mending KyuMin milik diri mereka sendiri aja. Dan ff ini, full milik author! Keke~
Genre : Hurt/Comfort, Drama.
Rated : T, Sewaktu-waktu bisa berubah M.
Warning :OOC, Typo(s), YAOI, BoyxBoy, Tulisan kasat mata, Alur amburadul, Kalimat alien(?), cerita ngelantur dll.
!~*~*~!
Langit tampak gelap, sepertinya akan turun hujan hari ini. Sama seperti keadaan seorang Cho Kyuhyun kini. Hatinya yang gundah, dan sesak di dadanya membuatnya ingin menangis saat itu juga. Namun ia sadar, menangis tak akan membuahkan jalan keluar, meski mungkin akan mengurangi sesak di dadanya.
"Sungmin…"
Ya, orang itulah yang sedari tadi ada dipikiran Kyuhyun, meski Ryeowook juga menguasai sebagian dari pikirannya.
"Hhh.." Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada kursi perpustakaan. Ia memutuskan untuk menghabiskan waktu di perpustakaan hingga malam nanti. Sebelumnya Kyuhyun sudah memberitahu Sungmin dengan alasan ada tugas dari dosen, jadi setidaknya namja cantik itu tak akan mengkhawatirkan dirinya. Dan ia juga sudah izin pada bosnya untuk bolos hari ini dengan alasan tak enak badan.
"Orang itu.."
Kyuhyun ingat pembicaraannya dengan teman Sungmin yang bernama Donghae yang ternyata adalah salah satu komplotan Chunhwa. Mungkin jika Sungmin mengetahui kenyataan itu Sungmin akan marah besar pada Donghae, tapi sebelumnya Donghae sudah memberitahu Kyuhyun untuk tidak memberitahu Sungmin dengan alasan yang.. –mungkin bisa ia mengerti separuhnya.
Flashback
"Sungmin atau Ryeowook. Kira-kira kau pilih mana Kyuhyun-sshi?" Donghae langsung to the point kali ini. Ia sedang tak ingin berbasa-basi meski Kyuhyun baru datang di restaurant lokasi janjian mereka.
"A-aku.."
Kyuhyun tergagap. Benar. Kyuhyun belum memilih satupun diantara mereka dari dulu hingga sekarang. Tapi, kenapa orang bernama Donghae ini tahu akan sesuatu yang mengganjal di pikirannya itu?
"Aku Lee Donghae. Salah satu anak buah Chunhwa, sama seperti Kim Kibum. Hanya saja.." Donghae menatap gelas berisi bir di hadapannya, membayangkan seolah-olah wajah Sungmin ada di dalamnya.
"-Aku sedikit membangkang dari perintahnya karena Sungmin."
Sejenak Kyuhyun menahan nafasnya, suaranya seolah hilang saat mendengar pernyataan dari pria di depannya yang lebih terdengar seperti 'Aku melakukan ini karena Sungmin.'
"K-kau.." Kyuhyun meneguk ludahnya yang terasa seperti batu. Ia menatap wajah Donghae, membaca apa yang ada dipikirkan namja itu. Dari tatapan matanya yang teduh saat mengucapkan nama Sungmin, dari senyumnya yang langsung merekah saat membayangkan Sungmin, Kyuhyun tahu satu hal. Donghae mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun, membuat Kyuhyun semakin yakin bahwa-
"-menyukai Sungmin?"
Donghae tertegun. Dirinya? Menyukai Sungmin? Benarkah? Perasaan ingin melindungi Sungmin, perasaan ingin membuat Sungmin bahagia, perasaan bahagia ketika Sungmin tersenyum dan merasa bahagia, perasaan saat dadanya berdebar karena Sungmin yang menceritakan kisah hidupnya yang sekaligus pertanda bahwa Sungmin mempercayainya sebagai orang penting bagi Sungmin. Benarkah itu tandanya ia mencintai Sungmin?
"A-aku? Mungkinkah?"
"Kau tak yakin dengan perasaanmu?" Tanya Kyuhyun sok akrab. Oh sepertinya dua orang ini bisa berteman akrab nantinya.
Donghae mengangguk ragu. Ia tahu betul bahwa Sungmin sangat mencintai namja di depannya ini, dan ia tak bisa melakukan apapun meski kenyataannya bisa saja ia membunuh Kyuhyun untuk mendapatkan Sungmin. Tapi ia tak akan melakukan hal keji itu, karena bagaimanapun kebahagiaan Sungmin adalah prioritas utamanya.
"Aku punya rencana." Ucap Donghae yang membuat Kyuhyun yang tadinya ingin membuka mulutnya untuk bicara menjadi bungkam. "Tapi ini sedikit melibatkan perasaanmu… -juga Sungmin."
End of Flashback
"ARGHH!" Kyuhyun mengacak rambutnya gusar. Ia terus mengerang frustasi yang menimbulkan perintah diam dari sang penjaga perpustakaan. Namun ia terlalu frustasi untuk memperdulikan ucapan orang-orang yang berada di perpustakaan ini. Kyuhyun terus mengigit bibir bawahnya, berusaha meyakinkan bahwa rencana dari Lee Donghae memanglah yang terbaik untuknya, Sungmin dan Ryeowook.
Kyuhyun meletakkan kepalanya pada meja yang penuh dengan buku-buku yang pada awalnya ingin ia gunakan untuk mengalihkan pikirannya, namun apalah daya karena pada akhirnya buku-buku itu hanya terongggok disana.
"Aku harus melakukannya… Ya, harus. Maafkan aku Sungminie~" Bulir air mata turun dari kedua mata Kyuhyun, bersamaan dengan menutupnya kelopak mata itu.
!~*~*~!
Burung berkicau dengan merdu bersahut-sahutan. Seolah mengiringi namja cantik yang kini bersenandung ria sambil berkutat dengan sarapan paginya. Ia tersenyum saat sebuah tangan berkulit putih pucat melingkar di pinggangnya. Ia mengelus tangan itu dan berbalik, yang dibuahi dengan morning kiss dari sang namja tercintanya.
"Sudah bangun Kyunie?" Sungmin menatap namjanya yang kini tersenyum dan malah memeluknya erat. Sebenarnya ia juga heran, tapi biarlah toh akhir-akhir ini Kyuhyun memang sedikit aneh.
"Aku mencintaimu Ming." Sungmin terhenyak saat Kyuhyun tiba-tiba menyatakan cintanya, namun tak lama ia tersenyum dan balas memeluk Kyuhyun lebih erat. Memberikan sinyal bahwa ia juga mencintai namja dengan rambut brunette itu.
Kyuhyun memejamkan matanya saat Sungmin semakin memeluknya erat. Ya, ia sudah yakin akan hal itu. Namun.. biar bagaimana pun juga pilihan yang diberikan Chunhwa itu sulit. Kyuhyun mengakui ia sampai sekarang pun masih berharap pada Ryeowook, meski harapannya tak sebesar di bandingkan harapannya bersama Sungmin. Namun jika ia memilih Sungmin, Ryeowook akan tidak baik-baik saja. Tak ada jalan lain selain menyerahkan Sungmin pada Chunhwa, dan setelahnya Lee Donghae sudah berjanji untuk menjaga Sungmin-nya.
"Mau jalan-jalan Sungminie?" Tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan semangat oleh namja cantiknya.
!~*~*~!
Namja berperawakan mungil itu menatap kosong ke luar jendela yang menampilkan halaman besar milik Chunhwa. Entah kenapa ia merindukan Yesung yang pastinya kini berada di rumahnya, yah meski ia masih dapat bertemu Yesung saat namja itu sedang manggung di café.
Sebuah tepukan di bahunya menyadarkannya dari lamunannya tentang Yesung. "Kim Ryeowook. Rilexs, dan tidurlah." Ryeowook menutup matanya saat kedua matanya ditutup oleh tangan besar seseorang. "Dan dengarkan sugestiku."
!~*~*~!
"Kyuhyun-ah ~" Sungmin memanggil Kyuhyun dengan manja, yang dibalas delikan sebal dari sang empunya nama.
"Wae?!" Ucap Kyuhyun sedikit membentak. Sejak ia mengajak Sungmin jalan-jalan ke taman ria, Sungmin selalu melakukan hal aneh-aneh. Seperti memaksanya memakai baju badut saat bertemu badut, kau bayangkan betapa malunya dirinya menggantikan badut itu meski sementara. Dan meminta Kyuhyun untuk berdandan seperti wanita, memakai wig, dress, dan sepatu hak yang membuatnya jatuh berkali-kali saat berjalan, Sungmin bilang ia ingin melihat bagaimana penampilan yeoja yang ia dandanu meski yang didandaninya adalah yeoja jejadian macam Kyuhyun. Mungkin kali ini juga.
Sungmin tersenyum amat manis bahkan hingga matanya nampak menjadi sebuah garis sabit. Ia menghampiri Kyuhyun kemudian menarik pria itu memasuki sebuah toko yang dari desain tokonya terlihat errr.. feminim.
"Anyeong haseyo~ Selamat datang di toko kami." Pelayan dari toko itu menyambut KyuMin saat mereka masuk, yang tentu dibalas senyuman manis dari Sungmin dan senyum kecut dari Kyuhyun.
"Aku mau cari boneka bunny besaaaar. Apa ada?" Tanya Sungmin imut.
"Ah, ne. Silahkan ikut aku nona." Pelayan itu berjalan menujukkan jalan pada KyuMin. Dan Sungmin hanya membeku di tempat. "No-na?" Ulang Sungmin hiperbolis. Sedangkan Kyuhyun hanya cekikikan di tempat.
"Apa aku mirip yeoja?" Sungmin bertanya pada dirinya sendiri sambil mengerucutkan bibirnya dan melihat penampilannya. Sungmin terus memutar-mutar tubuhnya dan mencari bagian mana yang mirip yeoja.
Kyuhyun tersenyum. Kaus putih polos yang kebesaran dan celana bahan selutut dengan warna pink, tentu saja membuatnya mirip seperti yeoja apalagi di dukung oleh wajahnya yang cantik untuk ukuran namja. Ah, jangan lupakan jepit rambut yang ia gunakan untuk menyangga beberapa helai poni pirangnyanya. "Kau memang cantik."
"A-apa?" Sungmin menatap Kyuhyun, memberikan death glare meski terkesan imut. "Aku serius, kau cantik. Kenapa kau berpakaian seperti itu hmm?" Kyuhyun mendekatkan wajahnya, mengendus pipi Sungmin yang tampak memerah.
"A-aku hanya suka style ini." Cicit Sungmin. Gugup juga jika di perlakukan begitu oleh Kyuhyun, kenapa ia jadi seperti wanita begini? "Tapi lebih cantik jika kau tak pakai semua ini."
BLUSHH
"YAKK!"
CUP
Sungmin menghentikan omelannya saat Kyuhyun mengecup pipinya dan menjilat bibirnya seduktif, jelas membuat wajahnya semakin mirip kepiting rebus.
CUPP
"Nghh~"
Kyuhyun kembali mencium bibir Sungmin, kali ini dengan lumatan-lumatan lembut. Sungmin menepuk-nepuk bahu Kyuhyun, dan berhasil membuat Kyuhyun menghentikan ciumannya.
"Apa sekarang nafasmu pendek?" Tanya Kyuhyun sakratis pada Sungmin yang kini menatapnya kesal sambil mengelap lelehan saliva di sekitar mulutnya. "Ini tempat umum bodoh!" Pekik Sungmin pelan. Kyuhyun melirik sekitarnya lalu bersmirk, "Oh, jadi jika bukan tempat umum kau ingin melanjutkannya? Baiklah.."
"MWO?" Pekikan Sungmin membuat semua pengunjung menoleh ke arahnya. Dan Sungmin kini sibuk membungkuk meminta maaf pada para pengunjung lainnya akan suaranya yang menggelegar, serta memberikan death glare pada Kyuhyun yang sibuk cekikikan. Sedangkan pelayan yang tadinya melayani mereka hanya tersenyum tulus melihat keromantisan mereka sejak tadi, terbesit rasa iri juga sebenarnya dengan pasangan itu. Namjanya begitu romantis dan yeojanya begitu lucu, pikir pelayan itu. Tak taukah kau wahai pelayan bahwa mereka adalah sepasang gay? Salahkan wajah Sungmin yang terlampau cantik kalau begitu.
!~*~*~!
"Kyeoptaa~" Pekik Sungmin. Sedangkan Kyuhyun sibuk dengan pemandangan indahnya sendiri, yaitu Sungmin. Saat ini mereka sedang berada di salah satu bianglala, dan sepertinya mereka akan lama berada di dalam sini karena Sungmin memberikan penjaga itu tiga tiket sekaligus.
Kyuhyun menyingkirkan boneka bunny yang dibeli Sungmin tadi, kemudian ia pindah duduk menjadi di samping Sungmin menggantikan boneka bunny tadi. Yang otomatis membuat bianglala itu menjadi agak oleng karena semua bebannya pindah ke kanan. "Hiyee Kyu! Kenapa pindah ke sini?!" Pekik Sungmin. Sedangkan Kyuhyun hanya menatap Sungmin polos.
Kyuhyun mengambil tangan Sungmin dan menggenggamnya erat. Ia merapatkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Sungmin. "Kyu~" Lirih Sungmin, apakah Kyuhyun terlalu lelah karenanya hari ini? "Sebentar saja Ming, biarkan seperti ini." Ucap Kyuhyun tak kalah lirih.
Sungmin mengangguk. Ia balas menyenderkan kepalanya pada kepala Kyuhyun, mencoba merasakan kehangatan yang menguar dari tubuh Kyuhyun. Tanpa sadar Kyuhyun dan Sungmin memejamkan matanya bersamaan dengan Kyuhyun, itukah yang di namakan sehati?
Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu, bahkan Sungmin nyaris tertidur kalau Kyuhyun tidak dengan tiba-tiba mengangkat kepalanya. Tidak tiba-tiba juga sih, sebenarnya terkesan hati-hati, yah karena memang Sungmin yang nyaris setengah sadar maka dianggap tiba-tiba.
"Waeyo Kyunie?" Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata yang sedikit sayu, maklum ia masih mengantuk. Kyuhyun tak membalas pertanyaan Sungmin, ia hanya menatap Sungmin yang kini terlihat indah karena sinar matahari senja yang begitu memilaukan, apalagi matanya yang sayu yang justru terlihat tatapan teduh di matanya.
Sungmin sedikit kaget saat tiba-tiba Kyuhyun mendekatkan wajahnya, namun setelahnya ia menurut saja, toh tak ada ruginya. Sungmin dapat merasakan hembusan nafas Kyuhyun yang sudah sampai di kulit wajahnya. Dan dapat dipastikan beberapa detik lagi bibir plumpnya akan di 'tiban' oleh bibir kissable Kyuhyun.
Kyuhyun berharap dengan ini Sungmin dapat mengetahui perasaannya, percaya padanya, percaya pada perasaannya yang tentunya lebih lebar dari daun kelor. Tangan Kyuhyun sudah digunakannya untuk menahan kepala Sungmin untuk memperdalam ciumannya. Sedangkan tangan Sungmin sendiri lebih memilih untuk bergelayut manja pada leher Kyuhyun. Sungmin hanya diam menikmati sambil sesekali meleguh, mengikuti irama kepala Kyuhyun yang selalu berganti posisi agar ciuman mereka terasa lebih nyaman.
Sungmin menepuk dada Kyuhyun, berkode-kode karena dia sudah nyaris kehilangan nafasnya yang sudah sangat sangat menipis. Kyuhyun mengerti, dan ia segera menjauhkan wajahnya yang menciptakan benang saliva yang terhubung pada keduanya. Sungmin tersenyum dengan rona merah di kedua pipinya, membuat Kyuhyun ikut tersenyum dan menariknya kedalam pelukannya.
"Ku harap kita terus seperti ini~" Ucap Sungmin manja. Bahu Kyuhyun sempat tegang. Kenapa? Kenapa Sungmin harus mengatakan hal itu pada saat ia bahkan ingin mengorbankan kebersamaan mereka. "Kyunie?" Merasa taka da jawaban Sungmin mencoba memanggil Kyuhyun. "Hmm?" Jawab Kyuhyun seadanya. Ia tak ingin memperlihatkan jika gerak-geriknya aneh dan malah menimbulkan kecurigaan pada Sungmin nantinya.
"Kau mendengarku? Kenapa tidak menjawab?"
"A-aku dengar Ming. Tentu aku sangat ingin kita selalu bersama, tapi.. jika harus menunggu apakah kau akan tetap ingin bersamaku?" Tanya Kyuhyun lirih. Sungmin melepas pelukannya dan menatap Kyuhyun yang kini menatapnya sendu. Di tangkupnya wajah Kyuhyun lalu dikecupnya singkat bibir tebal Kyuhyun. "Aku selalu ingin bersamamu Kyunie. Apapun yang terjadi, keinginanku tak akan berubah. Ku pastikan itu." Ucap Sungmin mantap, yang nyaris membuat Kyuhyun menumpahkan air matanya.
Kyuhyun kembali membawa Sungmin kedalam pelukannya, ia ingin merasakan kehangatan tubuh Sungmin. Sekaligus menyembunyikan kenyataan bahwa kini beberapa tetes air matanya turun. "Ya, benar. Jangan merubahnya, jangan merubah keinginanmu sedikitpun kumohon."
"K-kyu~" Lirih Sungmin saat merasakan punggung Kyuhyun yang bergetar. "Tidak Ming! Biarkan seperti ini." Tolak Kyuhyun saat Sungmin ingin melepaskan pelukan mereka. Sungmin pun menuruti keinginan Kyuhyun, padahal ia ingin sekali melihat keadaan Kyuhyun sekarang.
!~*~*~!
"Kyuu kitaa akan kemanaaa keke~" Gumam Sungmin dengan ceria. Usai 'berkunjung' ke taman ria tadi, Kyuhyun bilang ia ingin mengajak Sungmin ke suatu tempat yang wajib di kunjungi Sungmin. Ia tak tahu tempat itu, ia senang saja karena sebelum menuju ke tempat yang dimaksud Kyuhyun, mereka sempat untuk membeli sesuatu di toko aksesoris. Lihat saja bando kucing yang jika dilihat dengan sekilas akan menjadi mirip cuping kucing tanpa tahu bahwa itu bando yang kini merekat erat pada kepala Sungmin, dan bando itu sukses tersamarkan karena warnanya yang memang transparan sehingga hanya terlihat bahwa Sungmin memiliki cuping kucing berwarna pirang.
Kyuhyun tak menjawab. Sejak tadi ia tak menjawab sedikitpun ocehan Sungmin tentang 'tempat apa yang dituju' itu. Ia tak ingin bicara atau entahlah alasannya, Kyuhyun pun tak tahu. Ia mengecek ponselnya, disana tertera e-mail dari Kim Kibum dimana mereka harus bertemu.
Pria itu menghela nafasnya kemudian kembali memasukan ponselnya kedalam saku, dan tanpa sengaja tangannya menyentuh sesuatu yang juga berada di dalam sakunya. Ia menatap sebuah kalung dengan bandul gembok ukuran kecil yang dibuat cantik dengan ukiran juga lubang kunci. Dimana jika lubang kunci itu di masukkan dan diputar, gembok itu akan otomatis terbelah dua dan menampilkan sebuah mutiara putih yang memang berada di dalamnya.
Sungmin memiliki pasangan kalung itu, yaitu kuncinya yang berbentuk unik dengan ukiran cantik menghiasi kunci yang sama kecilnya dengan gembok itu. Kyuhyun rela merogoh kocek lebih dalam dari biasanya saat Sungmin merengek meminta kalung itu. Ia melirik leher Sungmin yang kini dihiasi kalung bandul kunci itu. Kyuhyun memejamkan matanya, menetralkan perasaannya sambil mulutnya berkomat-kamit mengucapkan kata maaf.
Kyuhyun dapat melihat sebuah mobil sport hitam yang tersamarkan oleh gelapnya malam, dengan dua orang bertubuh tegap yang berjaga didepan mobil itu. Kyuhyun meneguk ludahnya susah payah, ia terus-terusn melirik Sungmin yang berjalan di belakangnya takut-takut kalau Sungmin mengetahui mobil itu dan langsung kabur.
"Kyu! Lihat aku dapat kunang-kunang!" Seru Sungmin yang langsung berlari kedepan Kyuhyun dan berjalan mundur menghadap Kyuhyun. Ia tersenyum seraya menunjukan kunang-kunang yang entah ia dapat dari mana. Kyuhyun melirik ke arah mobil itu, ia dapat melihat bahwa kini Kim Kibum sudah keluar dari mobilnya membawa sosok yang amat dirindukannya, Kim Ryeowook.
Untuk sementara tubuhnya menegang, ia kembali melirik Sungmin yang masing sibuk berceloteh tentang kunang-kunang yang ia dapatkan itu. Merasa waktunya tak lagi banyak, Kyuhyun menghentikan langkahnya dan memegang kedua pundak Sungmin sambil menatapnya.
Sungmin menghentikan langkahnya, ia dapat melihat Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan yang bercampur aduk.
CUPP
Sungmin sedikit kaget pada awalnya karena Kyuhyun dengan tiba-tiba menciumnya. Namun setelahnya ia menikmati saja. Kyuhyun mengulum bibir atas dan bawah Sungmin secara bergantian, tangannya melingkar erat di pinggang Sungmin guna mengikis jarak antara keduanya. Kyuhyun memiringkan kepalanya, mengganti-ganti posisi agar dapat mencium Sungmin dengan lebih leluasa. Kunang-kunang yang tadi di tangkap Sungmin entah sudah terbang kemana.
"Ngghhh~" Desah Sungmin saat Kyuhyun menggelitik langit-langit mulutnya, dan mengajak bertarung lidahnya. Kyuhyun kemudian turun ke leher jenjang Sungmin, ia memutuskan untuk meninggalkan tanda kepemilikan disana. Kyuhyun menggigit bagian bahu Sungmin hingga pria itu memekik sakit, kemudian dihisap dan dijilat bekas gigitan itu untuk menetralisir sakit yang dirasakan tadi, hingga menimbulkan bercak merah keunguan. Puas dengan karyanya Kyuhyun kembali melumat bibir plump itu diakhiri kecupan lembut diseluruh bagian wajahnya. "Saranghae~"
Sungmin merona malu kemudian berbalik untuk menyembunyikan wajahnya yang bersemu. Namun detik itu juga senyumannya luntur dan rona merah di pipinya pun pudar seketika. Kakinya kini tak lagi bergerak, malah kakinya sekarang bergetar. Lututnya terasa lemas, air matanya hampir membludak.
Ia kenal dua sosok berbadan tegap dengan pakaian hitam-hitam di depan mobil sport itu, meski ia tak mengenal dua pria yang salah satunya merangkul pria lain itu. Dua orang itu, adalah salah satu bodyguard kepercayaan appanya. Yong Guk dan Daehyun. Dan pria manis itu, Sungmin rasa ia mengenalnya tapi dimana ya..
Ia menyipitkan matanya pada pria mungil itu dan ia ingat! Pria itu adalah.. Kim Ryeowook. Kalau begitu Kyuhyun..
"Kyu.." Sungmin berbalik dan menatap Kyuhyun horror. Sungmin dapat melihat jelas bahwa kini Kyuhyun tak berani untuk sekedar balik menatapnya. Pantulan amarah dan kekecewaan langsung tercetak jelas di mata Sungmin. "Apa maksud semua ini Kyu?! APA HAH?!"
Genangan air mata yang sempat ditahannya itu kini tumpah. Kenapa disaat ia sudah mendapatkan kebahagiannya, sumber kebahagiannya malah menghianatinya begini. "Kau harus ikut mereka Ming." Lirih Kyuhyun.
Kyuhyun mencengkram pergelangan tangan Sungmin, menahan Sungmin untuk kabur dari tempat itu. "Lepas! Aku tak mau kembali dalam sangkar! LEPAS KYU! KAU TIDAK DENGAR HAH?!"
Kyuhyun berusaha menulikan pendengarannya dari segala penolakan Sungmin, ini satu-satunya cara terbaik yang dapat diraihnya. "Kumohon Mi-"
"TIDAK! AKU BAHKAN LEBIH BAIK MATI! Kumohon Kyu~ Kumohon hiks~" Sungmin terus menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengatakan tidak karena tenggorokannya terasa seperti teranjal sesuatu.
Sungmin menatap tajam dua bodyguardnya yang kini sudah mencengkram erat kedua tangannya. Ia masih berusaha untuk melepaskan diri dari keduanya, meskipun ia sudah tahu bahwa takkan berhasil.
"Kyu~" lirih Sungmin berharap Kyuhyun berubah pikiran dan menolongnya. Namun yang di dapat Sungmin adalah gelengan kepala Kyuhyun dan Kyuhyun yang berjalan melewatinya, menuju dimana orang asing dan Kim Ryeowook berada.
Jadi begitu? Jadi Kyuhyun menukarnya hanya untuk mendapatkan Kim Ryeowook? Setelah semua yang Kyuhyun lakukan padanya? Merenggut malam pertamanya, merenggut ciuman pertamanya, menciptakan banyak kissmark disana, meleguh menyebutkan namanya, mencintainya, dan telah merenggut hatinya. Dan ini yang Sungmin dapatkan dari seluruh pengorbanannya itu? Kembali ke dalam sangkar emas? Ah bukan, Sungmin yakin appanya akan menghukumnya karena ia berani kabur darinya.
Sungmin dapat melihat Kim Ryeowook yang kini sudah berpindah tangan pada Kyuhyun. Sedangkan dirinya sudah diseret oleh dua bodyguardnya untuk masuk ke dalam mobil, meski ia masih memberontak sehingga menyulitkan para bodyguard itu.
"KYUHYUN BRENGSEK! INI YANG KAU SEBUT CINTA HAH?! MENUKARKU DEMI KIM RYEOWOOK? SETELAH SEMUA YANG KULAKUKAN UNTUKMU!?"
Air mata terus tumpah dari kedua foxy indah Sungmin. Sedangkan Kyuhyun tetap berjalan menjauh bersama Kim Ryeowook. Tak ada harapan lagi di matanya. Kyuhyun tak akan pernah berbalik dan memeluknya seperti apa yang ia harapkan.
Dengan seluruh tenaganya, meskipun sulit ia akhirnya mengatakannya. "AKU BENCI KAU CHO KYUHYUUUNN!" Teriaknya sebelum akhirnya ia berhasil dipaksa masuk ke dalam mobil.
Kyuhyun tersentak saat Sungmin mengucapkan kalimat itu dengan lantang. Air matanya yang sudah ia tahan sejak tadi akhirnya jatuh juga, rasa sakit di hatinya membuatnya tak dapat membendung lagi. Kyuhyun tahu dirinya brengsek seperti apa yang dikatakan Sungmin, Kyuhyun tahu dirinya pantas dibenci oleh Sungmin. Oleh karena itu yang hanya bisa di lakukannya adalah berdoa semoga Sungmin memaafkannya. Ia tak berharap Tuhan akan memaafkannya karena seorang pendosa sepertinya sudah di yakininya tak akan masuk kedalam Surga-Nya. Ia menatap Ryeowook yang kini menatap polos padanya, yang dibalas senyuman paksa dari Kyuhyun.
Untuk beberapa saat Sungmin masih menangis meraung saat mobilnya menjauhi tempat itu, tapi sekarang yang tersisa hanyalah sesegukan juga rasa kecewa dan marah yang menumpuk di hatinya.
"Sudah puas menangis Tn. Lee Sungmin?" Tanya pria yang tak Sungmin kenal yang kini sedang menyetir di depan, sedangkan dia di apit oleh dua bodyguard itu. Sungmin menatap tajam pria itu, dikuatkan hatinya agar ia tak menangis lagi. "Siapa kau?" Tanya Sungmin dingin.
"Kenalkan, aku Kim Kibum. Aku adalah tangan kanan Chunhwa sajangnim bersama seorang rekanku."
Sungmin diam saja. Ia sudah lelah untuk sekedar menangis ataupun memberontak, lebih baik ia menyimpan tenaganya untuk menghadapi ayahnya nanti. Ia menyenderkan kepalanya, menutup matanya dan tertidur dengan wajah yang kusam serta penampilan yang kusut. Dalam hatinya, ia berharap ada seseorang yang dapat menyelamatkannya dari semua ini.
TBC
Horahh akhirnya selesai juga chapter ini. Mian kalo Niel jarang publish atau lama ne. Soalnya kalau udah masuk sekolah Niel jadi sibuk T~T Tapi Niel usahakan update, meski lama.
Mian jika di chapter ini banyak typo atau gak sejalan dengan pikiran kalian. Niel tahu masih banyak author yang ff ini jauhh lebih bagus. Niel juga sadar, masih banyak kekurangan Niel sebagai seorang author. Apalagi karya abal-abal satu ini.
FF ini mungkin akan selesai beberapa chapter lagi, jadi para readers mohon antisipasinya untuk mereview ne?
Khamsahamnida untuk semua yang sudah membaca, mereview, memfavorite-kan, memfolow dan yang nyasar ke ff ini. Jeongmal gomawo untuk para readers yang mau mereview, jangan lupa untuk terus review.
Untuk yang jarang review atau belum review, ayolah review. Toh ff ini beberapa chapter lagi akan tamat. Jadi mohon antisipasinya untuk mereview ff ini ^^
Untuk yang punya akun, author udah balas di PM ya :D, yang gak punya akun, silahkan cari dibawah balasan review kalian.
lee sunri hyun : ini udah lanjut chingu. Gomawo udah review :D dan jangan lupa review lagi ya chingu. Mian kalau author updatenya lama u,u
cho ri rin : kekeke~ chingu salah denger lagunya. Harusnya yang lagunya kedengeran sekseh-sekseh gitu #plak. Mian ya updatenya lama. Silahkan review lagi :D
winecouple : Pertanyaanmu terjawab di chapter ini chingu! Silahkan isi kotak review kalau mau protes #plakplak. Mian ya updatenya lama. Jangan bosen untuk mereview ^^/
sissy : Iya nih chingu, gak hot ya lemonnya? Gak berpengalaman nulis nc sih XD Ini sudah Niel lanjut, mian ya updatenya lama. Gomawo udah review ^^/
Ria : Ini udah update lagi! XD Mian ya kalau lama u,u Pertanyaan pertama dan keduamu udah kejawab di chapter ini. Pertanyaan terakhir pasti akan di jawab di chapter-chapter selanjutnya. Gomawo selalu review. Jangan lupa review lagi ya ^^
Guest : Ini udah lanjut. Gomawo ya. Dan mian lama update. Review lagi~ ^^/
Review Again? ;)
