DON'T GO KYUHYUNNIE
Cast : KyuMin pairing
Summary : Sungmin kabur dari rumah yang ia anggap sebagai 'neraka'. Lalu akhirnya bertemu Kyuhyun dan saling mencintai. Kyuhyun masih mencintai orang masa lalunya! Bagaimana dengan Sungmin? Orang masa lalu Kyuhyun ternyata ada bersama ayah Sungmin. Akankah Kyuhyun lebih memilih Sungmin dibandingkan masa lalunya? Atau malah sebaliknya?
Disclaimer : KyuMin saling memiliki. Pengennya sih Kyuhyun buat author, tapi om Sooman bilang KyuMin udah di kontrak SM. Jadi mending KyuMin milik diri mereka sendiri aja. Dan ff ini, full milik author! Keke~
Genre : Hurt/Comfort, Drama.
Rated : T, Sewaktu-waktu bisa berubah M.
Warning :OOC, Typo(s), YAOI, BoyxBoy, Tulisan kasat mata, Alur amburadul, Kalimat alien(?), cerita ngelantur dll.
!~*~*~!
"Sshh… ahh… akuu hampirrhh Minhh... hhnngg.."
"Ngghh.. Kyuhhh.."
"Ssshh… ak-ku dat-angghh MINHHH!"
.
.
"Ah!" Kyuhyun membelalakan matanya. Nafasnya terdengar terengah-engah. Ia melirik sekitarnya. Tak ada Sungmin. Tak ada siapapun. Jadi ia bermimpi bercinta bersama Sungmin lagi? Kyuhyun meraba bagian depan celananya. Basah. Dan miliknya masih menegang karena yang ia rasakan barusan hanyalah mimpi meski ia sudah cum. Miliknya begitu merindukan hole milik Sungmin. Segini merindunya kah Kyuhyun?
Kyuhyun mengusap-usap miliknya dari luar, berharap juniornya dapat tenang. Ini sudah sering terjadi. Malam dimana Kyuhyun bermimpi bercinta dengan Sungmin dan berakhir dengan celana yang basah dan juniornya yang masih tegang. Lagi, sepertinya Kyuhyun harus menyelesaikannya secara solo di kamar mandi.
.
.
.
KLINGG
Suara lonceng yang menandakan seseorang masuk ke café terdengar. "Selamat da- oh? Kyuhyun-ah? Tumben sekali lewat depan?" Changmin yang tadinya ingin menyambut tamu yang datang menghentikan sambutannya karena yang datang adalah Kyuhyun.
"Bosan. Lagipula ini masih pagi, café masih sepi." Jawabnya acuh. Kyuhyun berjalan santai meninggalkan Changmin dan menuju lokernya untuk mengganti seragam. Tanpa sengaja dirinya berpas-pasan dengan Ryeowook yang sedang menuju ke dapur.
"Hai Kyu! Tumben kau datang pagi." Sapa Ryeowook. Kyuhyun memutar bola matanya bosan. "Lalu masalahnya untuk hyung dimana?" Balasnya sengit. Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Ryeowook yang masih terkikik disana.
Ini sudah tiga tahun semenjak kejadian itu. Kejadian dimana Ryeowook harus dirawat intensif karena ada komplikasi pada otot otaknya juga ingatannya. Saat itu Kyuhyun dan Yesung sangat menyesal membawa Ryeowook ke makam orang tuanya, namun Yesung lah yang paling terpuruk. Pria itu bahkan nyaris bunuh diri saat mendengar Ryeowook koma untuk beberapa hari kedepan.
Tapi bersyukur setelah masa komanya berakhir, Ryeowook terbangun dengan ingatan yang sudah pulih. Ia kembali mengingat Kyuhyun, mengingat kedua orang tuanya, dan ia tetap mengingat Yesung tentunya.
Beberapa hari setelah ia pulang ke apartemen Kyuhyun pasca koma, Ryeowook mengatakan bahwa ia hanya menganggap Kyuhyun sebagai dongsaengnya karena ia anak tunggal, dan saat itu juga Ryeowook mengakui hubungannya dengan Yesung yang resmi menjadi sepasang kekasih beberapa hari setelah ia sadar dari koma. Dan Ryeowook memilih untuk tinggal bersama Yesung lagi, tentu Kyuhyun mengizinkan. Tak ada alasan untuk melarang Ryeowook tinggal dengan Yesung, toh mereka adalah sepasang kekasih sekarang.
Namun saat itu juga Kyuhyun merasa dirinya sudah di ambang keputus asaan. Ia sudah kehilangan segalanya. Untunglah Ryeowook selalu menyemangatinya dan berkata padanya bahwa ia harus tetap hidup demi Sungmin.
Kyuhyun pun bangkit, dan ia mencari-cari informasi tentang Sungmin dari banyak orang. Dan ia tak mendapatkan apapun dari pencarian informasi tersebut, dan dari situ Kyuhyun menyimpulkan. Bahwa jejak Sungmin dan Donghae menghilang.
Donghae tak bisa ia hubungi, begitupun Sungmin. Ia bahkan sampai ke rumah besar Chunhwa dan memberikan kenang-kenangan berupa memar di pipi pria tua tersebut. Dan hanya satu informasi yang ia dapatkan. 'Sungmin masih hidup entah dimana. Aku menjamin kehidupannya Cho-sshi.' Dan perkataan itu cukup untuk membuat Kyuhyun angkat kaki dari rumah megah tersebut.
Kyuhyun mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja seperti biasanya. Ia mematut dirinya di depan cermin besar yang memang disediakan oleh Jaejoong. "Tampan." Gumamnya.
Dan soal mengapa ada Ryeowook di café ini. Ryeowook memutuskan untuk bekerja dan ia diterima bekerja sebagai koki di café ini. Dan lagi Yesung juga pindah dan bekerja menjadi penyanyi di tempat Jaejoong ini. Dengan kehadiran dua karyawan baru itulah yang membuat café ini semakin laris dari hari ke harinya. Yang juga otomatis membuat semua karyawan, termasuk dirinya lebih sibuk dari biasanya.
Dan Kyuhyun beryukur untuk itu, karena dengan begitu pikirannya tentang Sungmin teralihkan. Kyuhyun keluar dari kamar ganti, dan ia sudah disambut dengan kehebohan para fans pegawai café.
"Kyaaa Yesung oppaaa!"
"Ryeowook oppa! Buatkan aku makanan~ Kyaaa kau manis sekali oppa!"
"Changmin oppa kemariii!"
"Dimana Kyuhyun oppa? Kyuhyun oppaaa!"
Kyuhyun menghela nafasnya, pekerjaannya dimulai.
!~*~*~!
"Maafkan aku. Kita cukup sampai disini." Pemuda dengan mata hazel keabuan itu menatap datar gadis bule di depannya. Gadis bernama Carline itu menutup mulutnya untuk menahan isakannya.
"Why? You know I really love you Aiden." Ucap gadis itu dengan sedikit sesegukan. "Tidak." Aiden menatap gadis itu datar. "Aku hanya bosan." Jawabnya sadis. "Tapi-"
"Aideeennn~" Ucapan Carline terputus saat mendengar panggilan imut dari arah lain. Carline melirik seorang namja manis yang diyakininya jauh lebih manis darinya melambai ceria ke arah Aiden. Carline mengalihkan pandangannya pada namja yang kini berlari sambil tersenyum.
"Aiden!" Namja itu langsung memeluk Aiden erat seolah mereka sudah terbiasa melakukannya. "Hai Vicent. Bagaimana kuliahmu hari ini?" Tanya Aiden pada Vicent seraya mengelus helaian rambut blonde yang di beberapa bagiannya di cat biru tosca. "Biasa saja." Jawab Vicent. Vicent mengalihkan pandangannya pada Carline, iris mata biru lautnya menatap Carline intens. "Dia?"
"Dia mantan pacarku." Jawab Aiden acuh. Vicent menganggukan kepalanya, kemudian ia tersenyum manis pada Carline. "Hai! Aku Vicent, pacar SAH nya Aiden." Ucapnya riang.
"A-apa? A-aiden?" Gadis itu nampak tak percaya dengan ucapan Vicent, ia menatap Aiden seolah meminta penjelasan pada pria itu.
"Dia sudah menjelaskannya. Apa perlu aku buktikan?" Tantang Aiden. Dengan cepat ia meraih pinggang Vicent dan menempelkan bibirnya. Tanpa ba-bi-bu bibir Aiden sudah meraup cepat bibir Vicent. Aiden terus mencumbu bibir Vicent tanpa memperdulikan Carline yang kini menangis dan meneriakinya brengsek. Tanpa perduli dengan keadaan sekitar dan Carline yang telah pergi, Aiden terus melumat dan mencumbu bibir Vicent jika saja Vicent tak mencubit ganas pinggangnya.
"Aw yak!" Aiden melepaskan ciumannya dan beralih mengusap pinggangnya yang terasa perih. Ia menatap Vicent yang kini sibuk mengelap salivanya sambil menatapnya ganas. "Kau kelewatan lagi Donghae!" Aiden yang ternyata Donghae hanya menampilkan cengirannya sambil bergumam maaf.
"Kau tahu sendiri Sungmin-ah, aku selalu sulit untuk tidak kelepasan jika itu kamu." Jawabnya. Vicent yang ternyata Sungmin mendelik tak suka pada Donghae sambil mengerucutkan bibirnya. "Yah! Kalau tau begitu aku tak usah berjanji padamu!" Teriaknya. Donghae terkekeh lalu kembali menggoda Sungmin.
"Lalu siapa yang berjanji untuk membantu hingga aku menemukan penggantimu hmm?" Sungmin mendelik kemudian ia memukul wajah Donghae dengan komik yang baru saja dikeluarkannya dari tas. "Otakmu sudah tercemar dengan kebiasaan orang New York yang selalu berganti pasangan Hae!" Dengusnya.
Donghae hanya terkikik tak jelas, kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Kibum yang baru saja keluar dari kelasnya. "Hai Bryan Trevor!" Sapa Donghae. Kibum menatap Donghae datar, "Panggil saja Kibum bodoh." Jawabnya sakratis.
"Yak!" Donghae menjitak sayang kepala Kibum. "Aku lebih tua darimu tahu!" lanjutnya. Kibum memutar bola matanya bosan. Ia lalu melirik Sungmin yang berwajah masam sambil mengerucutkan bibirnya. Dari sikap Sungmin pun Kibum sudah tahu. Ia sedikit berlari untuk menyamakan jalannya pada Sungmin. "Si bodoh itu mempermainkan wanita lagi?"
"Hey!" Donghae memekik tak suka saat Kibum lagi-lagi memanggilnya bodoh, sedangkan keduanya nampak tak memperdulikannya. Sungmin mengangguk, kemudian ia kembali berkonsentrasi untuk membaca komiknya.
"Aku penasaran kenapa kau selalu memakai lensa berwarna biru laut?" Tanya Kibum pada Sungmin. Sungmin mengalihkan pandangannya pada Kibum. Ia menutup komiknya lalu memasukannya ke dalam tas.
"Ini?" Tanyanya sambil menunjuk ke matanya. Kibum mengangguk. Ia memperhatikan bagian mata Sungmin dengan seksama. Sejujurnya jika tak memakai lensa, warna mata Sungmin yang coklat gelap pun sudah membuatnya menjadi indah.
"Ah tidak apa-apa. Aku hanya ingin terlihat lebih alami saat memakai nama Vicent. Lagipula ini membuatku seperti orang bule betulan bukan, haha. Kau dan Donghae juga begitu 'kan? Hanya saja kalian lebih memilih warna yang umum." Jawab Sungmin.
Kibum menganggukan kepalanya, ia melirik ke arah Donghae yang kini sibuk menggerling nakal pada setiap wanita bule yang lewat. Kibum menghela nafasnya, dengan sengaja ia melambatkan jalannya hingga Ia sejajar dengan Donghae.
NYUUTTT
Dengan satu cubitan cukup untuk membuat Donghae berteriak kesakitan. "Akh! Yak! Apa yang kau lakukan? Ini sakit! Sungmin sudah mencubitku di bagian ini tadi! Dan kau menambah intesitas sakitnya!" Omel Donghae pada Kibum sambil mengusap pinggangnya yang menjadi sasaran cubitan Kibum.
Kibum hanya menggedikan bahunya tak perduli. "Jangan menggeriling mesum seperti itu, orang akan menganggapmu buruk dan kau tak akan dapat kekasih." Donghae menyipitkan matanya, ia tersenyum jahil sambil mencolek dagu Kibum. "Hoo, jadi kamu cemburu Kibumie? Kamu menyukaiku, eumm?"
"Y-yah! Apa maksudmu hah?!" Donghae tertawa saat melihat rona kemerahan yang mampir di wajah Kibum. Diacaknya rambut hitam legam Kibum. "Maaf-maaf. Lagipula aku menganggapmu sebagai dongsaengku Kibumie." Donghae menepuk pelan kepala Kibum sebelum akhirnya berjalan lebih dulu dan menghampiri Sungmin.
Kibum menatap nanar punggung Donghae. "Aku tau. Sampai kapan pun kau akan akan tetap menganggapku dongsaengmu… hyung." Gumamnya lirih yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri.
!~*~*~!
"Aku pulaang~" Teriak Sungmin saat ia sudah memasuki apartemennya. Sungmin melepas sepatunya dan tersenyum saat mendengar gemuruh suara langkah orang berlari.
"Mommy~!"
HUP
Gadis kecil yang tadi berlari itu segera melompat ke dalam gendongan Sungmin. "Hai baby~" Sambut Sungmin. Dielusnya rambut caramel pendek gadis kecil tersebut, membuat si gadis kecil berlonjak senang.
"Mommy, papa dan Bum-jusshi dimana?" Tanya gadis kecil itu pada Sungmin sambil mengerjabkan mata focynya yang mirip seperti milik Sungmin.
"Cha~ Hai Sandeulie! Bagaimana sekolahmu hari ini hmm?" Donghae yang baru sampai segera beralih menggendong gadis kecil bernama Sandeul itu ke dalam gendongannya. "Bum-jusshi!" Pekik Sandeul saat melihat Kibum yang berada di belakang Donghae. "Hai manis~" Balas Kibum sambil mengecup pipi Sandeul yang masih berada di dalam gendongan Donghae.
"Papa, hali ini Michele mengganggu Sandeul lagi. Michele mengambil bekal yang mommy buat untuk Sandeul." Adu gadis kecil itu dengan aksen cadelnya sambil memajukan bibirnya. "Jinjja? Itu karena masakan mommy sangat lezat. Besok mintalah mommy untuk membawakan Sandeul bekal lebih bnyak lagi ne?"
Sandeul mengangguk senang. Sungmin tersenyum kemudian mengecup pipi chuby Sandeul, "Cha, baby. Biarkan papa masuk dulu ne? Papa pasti lelah karena sehabis kerja langsung menjemput mommy dan Bum-jusshi." Sandeul mengangguk, ia mencium pipi Donghae lalu turun dan beralih menggandeng tangan Sungmin.
Sungmin menuntun Sandeul untuk masuk ke dalam dan tersenyum singkat pada Luna, pengasuh Sandeul sejak bayi yang ia ambil langsung dari korea. Sungmin mengajarkan segala hal tentang korea pada Sandeul meski bayi itu lahir di New York dan tinggal di New York untuk sekarang ini. Sungmin ingin Sandeul mengetahui hal-hal umum tentang korea, karena Negara itulah rumah mereka yang sesungguhnya.
!~*~*~!
"Sungmin-ah, apakah kau tidak berniat untuk kembali ke Korea?" Tanya Donghae pelan yang sekaligus memecah keheningan. Sungmin menghentikan tepukannya untuk menidurkan Sandeul, sebelumnya Sandeul merengek pada Sungmin untuk tidur bersama mommy dan papanya.
"Aku tidak tahu." Jawabnya. Sungmin menatap Sandeul yang kini sudah tertidur nyenyak disampingnya. Donghae menatap Sungmin sendu. "Kau tidak dendam padanya kan? Aku sudah menjelaskannya padamu waktu itu, itu benar dan aku tak berbohong." Donghae berusaha meyakinkan Sungmin yang masih nampak ragu.
"Aku tahu, tapi … apakah harus?" Tanya Sungmin lirih. Ia mengelus helaian rambut Sandeul yang mana warna rambutnya mengingatkannya pada Kyuhyun, daddynya. "Aku tau kau masih mencintainya, sesakit apapun hatimu tapi kau tak boleh egois Min. Sandeul membutuhkan daddynya Sungmin-ah, bukan papanya."
"Ia besar dengan mommy, papa, dan Kibum ahjusshi-nya Hae. Apa itu belum cukup?"
"Ia lebih butuh daddynya dari pada aku ataupun Kibum Sungmin-ah, kau harus mengerti. Setidaknya biarkan Sandeul mengetahui siapa daddynya, bukan hanya papanya. Aku menjadi papanya karena Kyuhyun tak disini, jika Kyuhyun disini maka aku hanyalah Ahjusshinya saja, sama seperti Kibum." Donghae menatap Sandeul sendu, dimatanya tersirat berbagai perasaan yang berkecamuk untuk menunjukkan siapa ayahnya yang sebenarnya.
"Dia jenius seperti Kyuhyun, tapi meski begitu ia benar-benar polos sepertimu Sungmin-ah. Aku selalu sedih saat menangkap mimik wajahnya yang terkadang terlihat iri dengan teman-temannya, meski saat di depan kita semua dia berpura-pura baik-baik saja."
Sungmin mengepalkan tangannya, ia berbalik memunggungi Donghae dan Sandeul. Dipejamkan matanya. Apa yang harus ia lakukan? Sungmin benar-benar ingin kembali ke Korea, tapi.. Bagaimana jika Kyuhyun sudah bahagia bersama Ryeowook nantinya? Bahkan sudah punya anak? Donghae tidak pernah tahu bahwa Ryeowook adalah cinta pertama Kyuhyun, dan Kyuhyun masih mencintainya. Untuk apa ia kembali jika hanya akan melihat sepasang keluarga bahagia dengan anaknya?
"Lagipula apa kau tidak ingin mengunjungi Tuan Lee?" Pertanyaan terakhir cukup menghantam dada Sungmin. Benar, sudah sekian lama ia tak pernah mengunjungi appanya. Sekitar tiga tahun lalu, appanya mengirimnya ke New York, dengan Donghae dan Kibum sebagai bodyguardnya. Namun saat Sungmin sudah terbiasa dengan kehidupan di New York, ia mendapat kabar bahwa appanya koma karena mengalami kecelakaan parah. Mobilnya bertabrakan langsung dengan truk, dan appanya terluka parah karena terlempar ke jurang.
Waktu itu Sungmin tak bisa menjenguk appanya karena umur kehamilannya yang masih muda. Hanya Donghae dan Kibum yang menjenguk, namun karena video call yang Donghae lakukan, Sungmin bisa mengetahui keadaan kritis ayahnya.
Saat itu Sungmin sadar, saat melihat wajah ayahnya, ia seperti melihat wajah yang biasanya, bukan ayahnya yang kasar. Dan Sungmin menyadari, sebenci apapun ia pada ayahnya, pria tua itu tetaplah ayahnya. Ayah yang sudah bersusah payah membesarkannya dan memberikan kehidupan yang layak untuknya. Sejak itu Sungmin berjanji, ia akan berusaha untuk tidak membenci ayahnya apapun yang terjadi.
"Kita akan bicarakan ini besok Hae, aku ingin tidur." Helaan nafas terdengar dari mulut Donghae, pria tampan itu mengecup pucuk kepala Sandeul. Setelahnya suara decit ranjang terdengar karena bebannya berkurang.
"Selamat malam." Ucap Donghae sebelum akhirnya meninggalkan sepasang anak dan ibu.. err.. ya, seperti ibu, dikamarnya. Sungmin berbalik setelah Donghae penutup pintu, ia menatap mata terpejam anaknya. Bulir air mata telah turun dari sudut matanya.
"Apakah kau ingin bertemu daddy, Sandeulie?"
!~*~*~!
"Ahjusshi!"
"Urgg.."
"Ahjusshi!"
"Hngg.."
"Ahjusshi, aku yakin kau tidak tuli."
"YAK! Bocah cebol!"
"Aku tidak cebol ahjusshi, aku masih kecil."
Perempatan sudah berkali-kali mampir di dahi Kyuhyun sejak bocah kecil itu bersamanya. Kyuhyun menatap gadis kecil yang mengaku tersesat di festival kembang api yang kini sibuk menjilati ice cream strawberry-nya. "Kau! Sebenarnya siapa akghh!" Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Tujuannya kesini itu untuk menghibur dirinya sendri, tapi justru malah mendapatkan pengikut bocah cebol begini.
"Namaku itu Sandeul…" Bocah itu menghentikan ucapannya. Keningnya mengerut dan tanpa sadar es-nya meleleh dan mengotori sekitar tangannya. "… Lee. Lee Sandeul. Kalau tidak salah mommy bilang begitu."
Kyuhyun sempat terdiam. Entah kenapa tiba-tiba Kyuhyun jadi mengingat Sungmin lagi. Kyuhyun mengangkat gadis kecil bernama Sandeul itu, ia memangku gadis itu dan mengelap tangan mungilnya menggunakan tissue yang dibawanya. "Kau bilang kata mommy-mu, kenapa kau tidak tahu nama keluargamu sendiri huh, cebol?"
Sandeul memajukan bibirnya, ditatapnya ahjusshi yang bahkan ia belum tahu namanya. "Belhenti memanggilku cebol ahjusshi. Kelualgaku memakai nama samalan saat di nuw yolk."
"Nuw yolk? New York maksudmu?" Ralat Kyuhyun. "Aku ini cadel ahjusshi!" Kyuhyun hanya memutar bola matanya, ia beralih mengelap mulut gadis itu yang terdapat ice cream dimana-mana. 'Bibir tipisnya mirip dengan Sungmin, dan aku baru sadar kalau mata ini sangat mirip dengan Sungmin.'
"Hey bocah, siapa nama mommy-mu?"
Sandeul memiringkan kepalanya lucu. "Mommy?" Kyuhyun mengangguk, "Ya, mungkin aku bisa menemukan keluargamu jika aku tau nama mommy-mu."
"Nama mommy-ku itu Vicent. Dia cantik, dan matanya belwalna bilu. Tapi kadang-kadang walnanya coklat. Mommy-ku pintal masak, kalo ahjusshi coba masakan mommy, ahjusshi pasti ketagihan." Oceh Sandeul.
"Vicent? Ku pikir dia orang korea karena namamu itu nama korea."
"Mommy dali kolea kok. Cuma aku yang lahil di nuw yolk."
"Huh?" Kyuhyun mengerutkan keningnya. Sebenarnya ia kagum juga karena bocah cebol ini mampu mengerti ucapannya, apalagi sepertinya ia masih balita. "Lalu siapa nama aslinya?"
"Su-"
"Sandeulie?"
Ucapan Sandeul terhenti saat ia mendengar suara yang memanggil namanya. Dengan kompak Kyuhyun dan Sandeul menoleh asal suara yang berasal dari belakang mereka.
Kyuhyun membelalakan matanya. Sosok di depannya, sosok yang sudah lama ia cari selama ini.
"M-ming?"
"Kyu~"
"Mommy!"
!~*~*~!
Sudah hampir tengah malam, namun di malam festival malam adalah hal paling indah. Hiruk pikuk keramaian pun masih terdengar jelas. Di sebuah café kecil yang tak jauh dari tempat festival, disini lah ketiganya berada. Dengan Sungmin dan Sandeul yang bersebelahan, dan Kyuhyun yang dihadapan mereka.
"Jadi, dia adalah anakmu?" Kyuhyun menatap Sandeul yang kini berada di samping Sungmin, bocah cebol itu adalah anaknya Sungmin. "Hnn." Sungmin mengangguk. Ditelitinya wajah Sungmin, tidak banyak berubah. Hanya saja warna rambutnya selain pirang ada warna biru tosca juga di beberapa bagian, juga warna matanya menjadi biru. 'Bocah cebol itu bilang warna mata mommy-nya juga terkadang berwarna coklat, mungkinkah warna biru hanya sekedar lensa? Atau yang coklat yang lensa?'
"Kau benar. Dia mirip denganmu." Kyuhyun tersenyum lirih. Di tatapnya Sungmin yang balik menatapnya dengan polos, 'mata itu masih sama.'
"Hmm.." Sungmin menatap anaknya yang kini sibuk menatap hidangannya, sejak sampai di korea Sandeul ingin terus makan makanan korea. "Ya. Dia juga mirip ayahnya."
"A-ayahnya?" Kyuhyun membelalakan matanya. Jadi begitu, jadi Sungmin sudah berkeluarga dan bahkan memiliki anak. Jadi semuanya sudah terlambat. Tunggu, Sandeul bilang marganya adalah Lee. Itu berarti ayahnya adalah orang korea, mungkinkah itu … Donghae?
"Mommy, dimana papa dan Bum-jusshi?" Celetukan Sandeul. Kyuhyun mencengkram celananya kuat. Dadanya terasa bergemuruh sakit, jika Sungmin sudah bahagia dengan orang lain. Untuk apa ia hidup selama ini?
"Ah, mungkin sedang jalan-jalan?" Sungmin menepuk pucuk kepala Sandeul. Makanan masih memenuhi tangan dan mulutnya, apakah Sandeul akan menjadi gemuk karena makan sebanyak ini. "Jangan makan banyak-banyak ne, Sandeulie?" Sandeul mengangguk, tapi siapa yang tahu bahwa di dalam pikirannya ia sudah berniat bahwa ia tak akan mematuhi omongan Sungmin. 'Siapa yang tahan dengan makanan segini banyak?'
"Kyu? Ada apa?" Sungmin dapat melihat jelas kekecewaan di mata Kyuhyun saat pria itu menatapnya balik. Apa Kyuhyun bersama Ryeowook sekarang? Sungmin benar-benar penasaran, dan ia harus tau kenyataannya.
"Apa kau … sudah menikah dengannya?"
Kyuhyun tersentak, ia menatap Sungmin dengan mata yang membelalak. Sungmin memang menatap lantai, tapi kesedihan terpancar di wajahnya. 'Siapa yang Sungmin maksud? Ryeowook kah?' Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat, menghilangkan kegugupannya. "Maksudmu Ryeowook?"
Tubuh Sungmin menegang, sejujurnya ia tidak siap mendengar jawaban Kyuhyun. Tapi ia harus mendengarnya, mendengar kenyataannya.
"Dia akan menikah…"
Sungmin menggigit bibir bawahnya. Tidak, Sungmin harus kuat saat ini.
"… dengan Yesung."
"Ha?" Sungmin membelalakan matanya. "A-apa? Yesung? Nugu?"
"Pria yang waktu itu bersamanya, yang saat di halte. Kau ingat?"
Sungmin terdiam. Ah, ya peristiwa itu. Dimana Sungmin melihat rasa cinta Kyuhyun yang begitu nyata. "Ah, dia. Jadi Ryeowook mencintainya?"
Kyuhyun mengangguk. "Ya. Bagaimana denganmu?" Kyuhyun bergerak resah. Ia sudah pasrah jikalau Sungmin benar-benar sudah memiliki pendamping hidupnya.
"Aku?" Sungmin menggigit bibir bawahnya saat Kyuhyun malah menggantungkan ucapannya. "Aku…"
.
.
TBC
Holla! Author update nih :D Niatnya author mau update seminggu setelah update terakhir kemarin, tapi ternyata koneksi internet gak mendukung. Jadilah sekarang baru bisa update. Mian ne?
Dan mianhae kalau chapter kali ini gak maksimal, soalnya author bikinnya juga mepet-mepet sama tugas author yang menumpuk. Untuk chapter selanjutnya author gak tau bisa update minggu besok atau enggak, soalnya umma nya author jadi sakit sedangkan author punya 2 saeng, jadi agak kesusahan bagi waktunya.
Untuk para reader mohon antisipasinya aja untuk mereview ya =) Gomawo. *kisseu.
Balasan Review :
Dirakyu = Jika Donghae menghendaki dia bakal jagain Ming kok ;) Thanks udah review ya :*
Minnie Kyumin : Haha iya, Wook pasti bakal inget lagi dong, karena author gak mau endingnya jadi KyuWook XD Gomawo udah review :D
Yefah : Hohoho KyuMin momentnya belum full disini, di chapter depan kayaknya :D Gomawo udah review ya :D
Arevi . are . viking : Hoho gwenchana, author hargai karena kamu udah mau review. Thankseu udah review ne =)
NaizhuAmakuza : Wook itu hilang ingatan karena kecelakaan kok, emangnya menurut chingu karena apa? ._. Mian kalau author gak jelas nyampeinnya ya. Apa KiHae momentnya udah ada? XD Gomawo udah review :* /Kisseu
Abilhikmah : Jangan nangis chingu. /Kasih tissue. Gomawo karena selalu review ya :') /ikut nangis/
Baekhyunniewife : Hohoho kalau Ming kabur lagi, nanti endingnya makin panjang XD /plak/ Gomawo udah review ya =)
Isnaeni love sungmin : Hai bagapta chingu :D Makasih karena bersedia baca ff abal author dan mereview. Gomawo ne =)
himCHANrin : Annyeong chingu-ya~ Iya Wook bakal inget lagi kok. Iyakah? Mungkin authornya aja yang emang mellow XD MV juniel? Gak tau, author bukan fansnya /plakplak XD/ Ah, iya mianhae untuk typo namanya, author gak teliti. Gomawo udah perhatiannya juga reviewnya *kisseu*
Guest : Ini udah author lanjutin kok. Author selalu semangt ngelanjutinnya, kan untuk reder tercintah /duagh/ Aminn. Gomawo doa sama reviewnya :D
Chu : Pasti dong. Kyuepil harus nyesel karena menyakiti Umin huahahaha /ketawa jahat/ Masih lumayan lama? Mianhaee T_T Gomawo udah review :D
Yuhee : Aigoo, author baru 'ngeh'. Iya author akhir akhir ini sering nonton anime jadi kaya gitu deh. Author gak bisa nyiksa Kyu, karena kasian Umin terpisah jauh dari Kyu XD
Tidakk. Jangan panggil author eon, author masih kelas satu sma loh XD Tahun ini umur author 15 tahun XD
Maximunelf : Iya atu salahnya abangkyu, biarin aja dia kualat XD
Sarynayolla : Sungmin menderita itu takdir, dan author menyukai umin menderita XD /plak/ Gomawo udah review =)
Ria : Ikuti aja lanjutannya, tinggal dua chapter lagi kok XD Gomawo udah review ya :D
Sissy : Gyahh, curang. Tapi gomawo untuk usahamu agar author update cepet XD
BluelfRose : Author selalu semangat kok, kan demi readers yang lope lope /plakplak/
Gomawo udah review ne :)
REVIEW PLEASEE ~~
