Title : Yunnie Saranghae
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu,
Pairing : Yunjae, Yoosu
Rated : M (sewaktu-waktu berubah)
Disclaimer : Semua nya milik Tuhan dan orang tua mereka, pengecualian buat jaejoong umma saya. Hahaha
Summary : Jung Yunho ketua Kingka Shinki High School yang disegani oleh seluruh penghuni sekolah, anak dari pemillik sekolah , dingin, kasar dan bertindak semaunya. Bertemu dengan Kim Jaejoong, hoobaenya di sekolah, namja cantik, manja, polos, dan sedikit hyper.
Warning : YAOI, BoyxBoy, typo, DLDR, RNR
Note : Chaper 2 sudah updateee ! Yeyeyeyyyy.. akhirnyaa terimakasih buat temen-temen yang sudah Ripiu. Jeongmal Gomawoo^^
Happy Reading J
.
.
Shinki High School
"wah, apa ini sekolah Joongie?"
Namja cantik bernama Kim Jaejoong ini berdiri di depan gerbang Shinki High School sambil menggumamkan kata-kata kagum terhadap sekolah barunya.
"Apa Su-ie sudah datang ya?", katanya berdialog sendiri, menanyakan kedatangan sang sahabat Kim Junsu.
Akhirnya Jaejoong memutuskan untuk menunggu Junsu di Depan Gerbang Shinki.
Tiba-tiba saja datang seorang namja yang tidak jaejoong kenal menghampirinya.
"Manis, kau anak baru ya?", katanya namja ber nametag Choi Seunghyun sambil mencolek dagu Jaejoong.
"Umm, Joongie memang anak baru disini. Sunbae siapa?", jawab jaejoong sambil menganggukan kepalanya imut. Melihat namja didepannya memakai baju yang sama dengannya, otak lamban Jaejoong menyimpulkan bahwa namja ini adalah murid sekolahannya juga.
"Joongie!", panggil seorang namja bersuara lumba-lumba
"Su-iee!", teriak Jaejoong lebih keras sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Seunghyun yang melihat itu menjadi mulai tertarik dengan seorang Kim Jaejoong, apalagi melihat senyumannya. Dilain pihak Junsu justru khawatir, sahabatnya Jaejoong dengan mudahnya bergaul dengan orang-orang asing yang belum dia kenal. Junsu takut terjadi apa-apa dengan Jaejoong melihat betapa polosnya seorang Kim jaejoong. Apa tidak ingat, Jaejoong yag dicolek dagunya hanya diam saja.
"Kenapa Su-ie lama sekali? Joongie sudah menunggu dari tadi."
"Mianhae..Tadi aku telat bangun Joongie."
"Kajja kita cari kelas Joongie.",lanjut Junsu kemudian meninggalkan Seunghyun yag masih menatap jaejoong .
.
Keduanya berjalan melewati koridor sekolah yang mulai ramai di penuhi siswa-siswi Shinki High School. Jelas saja mereka menjadi perhatian. Kim Junsu siapa yang tidak mengenal namja imut , dengan pipi yang chubby, dan tentu saja dngan pantatnya yang lumayan berisi menjadikannya lumayan dikenal sebagai uke top no.2 setelah Lee Taemin, namja cantik yang juga menjadi primadona sekolah.
Di sampingnya terdapat namja berwajah cantik yang belum mereka kenal, dengan mata doe, bibir cherry, pinggang ramping dan rambut almondnya yang menutupi sebagian mata juga menarik perhatian yeoja dan namja berstatus seme yang ada di sana.
"Su-ie, kenapa mereka memperhatikan kita seperti itu?", kata Jaejoong yang ternyata merasa risih menjadi pusat perhatian.
"Biarkan saja Joongie, mereka hanya kagum melihat kecantikan mu.", kata Junsu sambil menyeringai.
"Aishh..sudah berapa kali Joongie bilang,Joongie itu tampan bukan cantik!", kata Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya sekali lagi. Tidak sadarkah kau Jaejoongie, banyak namja berstatus seme disana yang menatap lapar dirimu.
"Tapi memang benar kau cantik Joongie."
Karena merasa percuma menjawab peryataan Junsu, akhirnya Jaejoong mengalihkan perhatiannya ke sekelilingnya. Mencoba mengingat-ingat letak ruangan-ruangan penting di sekolahnya dengan menamai ruangan tersebut dengan nama boneka-boneka gajahnya yang berada di kamar.
Lain halnya dengan Junsu yang sudah hapal dengan seluk beluk sekolahnya, dia memilih untuk tetap mengawasi Jaejoong sambil mendengarkan lagu lewat Earphonenya. Sampai matanya menangkap gerombolan Sunbae yang selama ini selalu dihindarinya. Dengat cepat, dia mengamit lengan Jongie-nya agar selalu berada disampingnya. Bisa gawat kalau sampai Joongie sahabatnya menjadi incaran sunbae-sunbae tersebut.
Saat mereka berdua melewati gerombolan tersebut, junsu merasa jika ada sesuatu atau tepatnya tangan seseorang yang menempel di buttnya.
PLAK
Junsupun memukul, tangan kurang ajar itu
"yaakk! Dasar tidak sopan!", maki junsu kepada sang pemilik tangan yang ternyata adalah Park yoochun.
"Aigoo, su-ie ku galak sekali." Kata Yoochun sambil menampilkan muka meweknya.
"Biar saja, kajja joongie." Kata junsu ketus sambil menarik tangan Jaejoong menjauhi kumpulan sunbae tersebut. Tapi sayang, tangan Jaejoong sudah terlebih dahulu ditarik oleh namja bermata musang-yaa siapa lagi kalau bukan Jung Yunho-menjadikan badan jaejoong tersentak dan jatuh ke pangkuan Yunho.
Junsu yang melihat sahabatnya masuk ke kandang beruang menatap horror Jung Yunho. Lain Junsu lain Jaejoong. Ternyata, namja manis pemilik mata doe tersebut masih adem ayem saja , bertahan dengan wajah innocentnya. Ingatkan Jaejoong secepatnya, jika dia pernah membuat masalah dengan ketua Kingka Shinki High School ini.
"Aku masih punya urusan dengan temanmu ini.", kata Yunho datar sambil tetap menggenggam tangan Jaejoong yang tadi di tariknya. Sementara tangan satunya sudah melingkari pinggang Jaejoong.
Tiba-tiba saja Yunho bangkit dan langsung membawa Jaejoong di pundaknya. Junsu yang melihat itu mencoba mengejar Yunho, Yoochun yang menyadari Junsu akan pergi segera membawa Junsu dengan bridal style menuju ke kelas Junsu. Teman-teman mereka yang melihat kejadian itu hanya memberikan tatapan tidak percaya kepada Yunho dan Yoochun.
"Kyaaaa, apa yang kau lakukan jidat lebar! Turunkan aku!". Teriak Junsu sambil memukul dada bidang Yoochun.
"Diamlah, kau itu berat, dan juga suaramu itu membuat telingaku sakit.", kata Yoochun datar sambil tetap menggendong Junsu.
Junsu jangan ditanya, wajahnya sudah sangat merah karena malu di perlakukan seperti itu oleh sang kekasih. Junsu dan Yoochun memang sepasang kekasih, tp di sekolah mereka memang jarang berlaku layaknya sepasang kekasih. Lain halnya jika mereka sudah berada di kamar #eh
.
"Sunbae..", panggil namja bermata doe ini.
"Hm.."
"Apa Joongie tidak berat?"
"Ani"
"Nama sunbae siapa?"
"Kau akan tahu nanti."
"Lalu bagaimana Joongie harus memanggil sunbae kalau nanti kita bertemu dijalan?"
"Ya! Kau ini tidak bisa diam ya"
Jaejoong yang masih berada di pundak Yunho terus saja mengajukan pertanyaan yang menurut Yunho tidak penting. Memangnya orang ini tidak tau siapa aku? Pikir yunho.
"Akkkkk.."tiba-tiba jaejoong berteriak.
Yunho yang mendengarnya hampir saja menjatuhkan Jaejoong dari pundaknya.
"Kenapa lagi?"
"Apa masih lama sunbae? Pantat Joongie sudah kram.", Jawab Joongie dengan air mata yang sudah timbul disudut matanya.
Yunho sweatdrop, bisa-bisanya hoobae cantiknya-what? Cantik? Aish Jung Yunho, ingat kau ini mau membalas dendam, jangan malah tergoda oleh wajahnya. Yunho pun menurunkan Jaejoong tepat di depan Toilet Pria di ujung koridor yang sepi. Setelahnya , yunho menarik Jaejoong untuk masuk ke salah satu bilik toilet yang kosong. Beberapa orang yang ada di dalam toilet, menatap mereka berdua dengan tatapan 'kenapa dia membawa cewek ke toilet pria?'.
"Apa kau tidak mengingatku? Hm?", kaya Yunho sambil duduk di toilet.
Jaejoong memiringkan kepalanya dan mulai berpikir. Pose yang terlihat imut dimata seorang Jung Yunho. 'Aish Jung, jangan tergoda, jangan tergoda' Yunho berucap dalam hati .
"AHH, Joongie ingat."
"Lalu? Siapa aku?", kata Yunho memastikan.
"Sunbae yang tadi menarik tangan joongie sampai joongie jatuh di paha sunbae.", jawab jaejoong yang membuat Yunho semakin tidak percaya dengan makhluk imut yang baru saja ditemuinya. Belum lagi dengan posisinya sekarang yang membuat butt milik Jaejoong menekan sesuatu yang berada di tengah paha Yunho.
"Ughh…",tidak sengaja Yunho mengeluarkan desahannya.
Jaejoong yang mendengar desahan Yunho tentu saja tidak mengerti dan makin mendekatkan dirinya kepada yunho.
"Sunbae kenapa? Apa ada yang sakit?", kata jaejoong sambil mengeceksuhu badan Yunho menggunakan tangannya.
Yunho yang merasa Jaejoong makin menekan juniornya hanya pasrah jika saja nanti dia lepas kendali dan menyerang hoobae imutnya ini.
"uhmm..Jaehh apa yang mau kau lakukan", yunho menatap Jaejoong horror, sebab tangan Jaejoong sekarang sudah berani membuka satu per satu kancing seragamnya.
"Umm kenapa Sunbae?", tanya Jaejoong polos. Tidak sadarkah kau wahai Joongie ,sebentar lagi kau membangunkan beruang tidur.
"kenapa dibuka?", Yunho mulai panik dengan kelakuan berani Jaejoong, bukannya tadi dia yang ingin membalas dendam malah sekarang dia terjebak dengan junior yang sudah hard dan Jaejoong yang terus saja melucuti pakaiannya. Keringat dinginpun mulai turun dari dahi menuju pelipis Yunho.
"Bukannya Sunbae sedang kepanasan? Lihat saja keringat Sunbae, jadi Joongie hanya coba membantu Sunbae supaya tidak kepanasan.", kata Jaejoong polos sambil mengelap keringat Yunho yang mengucur deras.
Mendengar kata 'membantu' yang keluar dari bibir Cherry itu, kemesuman yunho mulai aktif. Yunhopun menggapai tangan jaejoong yang sedang mengelap keringatnya. Menariknya, membuat dada Jaejoong yang lumayan berisi menempel dengan pas di dada bidang Yunho. Jaejoong hanya diam melihat apa yang sunbaenya perbuat, dia berpikir mungkin Sunbaenya benar-benar sakit karena sekarang Sunbaenya tersebut menyelusupkan kepalanya di perpotongan leher namja cantik tersebut.
"Ahh.. jangan digigit sunbae itu sakitt!", jaejoong berteriak cukup keras karena kaget Yunho menggigit dan menjilat lehernya dan meninggalkan bekas merah di leher putih tersebut.
"Diamlah Boo.. jangan berteriak seperti itu.", kata Yunho sambil terus mengecup-ngecup leher Jaejoong.
"Boo?"
"Ne, itu panggilanku untukmu. Keberatan?"
"Ani, Joongie suka.", kata Jaejoong sambil tersenyum hangat. Tanpa di sadari Yunho mulai tertarik dengan seorang Kim jaejoong.
Seakan lupa dengan tujuannya Yunho mulai mengecup bibir Jaejoong lembut, semakin lama yunho mulai melumat bibir Jaejoong. Jaejoong yang tentu saja masih polos diam saja sampai-..
"YAKK JUNG YUNHO! KELUAR KAU , DASAR ANAK NAKAL!", terdengar suara yang sangat Yunho kenal berteriak dari luar bilik toilet.
Jung Yunho yang mendengar teriakan Ummanya mendadak panik.
"Jung Yunho! Kalau kau tidak keluar sekarang juga umma akan benar-benar menghukummu!", Heechul yang berada di luar bilik mulai kesal dengan anaknya yang tidak kunjung keluar dari tempat persembunyian tersebut.
Mendengar Heechul yang sudah member ultimatum seperti itu Yunho langsung berdiri dari duduknya, melupakan Jaejoong yang sekarang sudah terjatuh dengan Butt yang menghantam lantai toilet tersebut.
"AKK..Kenapa sunbae menjatuhkan Joongie?", tanya Jaejoong dengan mata doe yang mulai berkaca-kaca.
"Yakk, Jung Yunho kau bersama siapa di dalam?", teriak heechul karena kaget mendengar suara kesakitan dari dalam bilik toilet.
'Aishh , apa yang harus aku katakan sekarang?'
"Aigoo..mianhae Boo, aku tidak bermaksud menjatuhkanmu.", kata Yunho lembut sambil mengusap punggung Boojaenya.
"Tapi pantat Joongie sakit"
'Ughh bagaimana ini, apa harus aku keluar bersama Jaejoong?'
"Jung Yunho kalau kau tidak keluar umma akan mendobrak paksa pintu ini!"
"…."
Karena tidak mendapat jawaban dari dalam, Heechul pun memanggil Yoochun yang berada diluar toilet untuk mendobrak pintu bilik tersebut. Yoochun yang memang tidak bisa membatah-Heechul yang tidak bisa dibantah-langsung saja melaksanakan perintah sang Cinderella.
BRAKK
"…."
"…"
"Loh Joongie?"
.
"Sebenarnya ada apa ini?"
TBC
Hihi.. selesai juga Chapter 2
Karena Jung Boojae baru disini, jadi kritik dan sarannya sangaaat-sangat diperlukaan
Jadi mohon review, review, review sebanyak-banyaknyaa :*
