Title : Yunnie Saranghae

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu,

Pairing : Yunjae, Yoosu

Rated : M (sewaktu-waktu berubah)

Disclaimer : Semua nya milik Tuhan dan orang tua mereka, pengecualian buat jaejoong umma saya. Hahaha

Summary : Jung Yunho ketua Kingka Shinki High School yang disegani oleh seluruh penghuni sekolah, anak dari pemillik sekolah , dingin, kasar dan bertindak semaunya. Bertemu dengan Kim Jaejoong, hoobaenya di sekolah, namja cantik, manja, polos, dan sedikit hyper.

Happy reading

.

.

.

Yunho sedang serius memperhatikan tayangan di depannya sambil memakan snack dan menyilangkan kakinya diatas sofa sampai suara Jung Heechul mengalihkan perhatiannya.

"Yunhoo-ah, bantu umma sebentar!", panggil Heechul dari pintu masuk. Yunhopun segera menuju ke pintu masuk dimana ummanya berada. Dilihat ummanya membeli banyak sekali pakaian-pakaian wanita yang di bawanya dengan paper bag berbagai ukuran. 'Kenapa tumben sekali umma berbelanja sebanyak ini?' pikir Yunho. Karena penasaran,dia pun mengambil sebagian paper bag yang dibawa ummanya dan langsung melihat isinya.

'Hot pants?', pikir Yunho saat melihat barang belanjaan Ummanya.

"Umma, kenapa tumben sekali berbelanja sebanyak ini?", karena masih diliputi rasa penasaran, Yunhopun langsung bertanya kepada Ummanya. "Memangnya umma akan memakai celana seperti ini?", lanjut Yunho lagi. Heechul yang mendengar pertanyaan Yunho, memberikan death glare kepada anaknya tersebut.

"Jangan sembarangan, Umma membelikan ini untuk Joongie.", kata Heechul sambil berlalu menuju ruang tengah dan langsung menduduki sofa.

"Mwo? Memang Bo-..maksudku Jaejoong itu yeoja? Kenapa dibelikan celana seperti ini?", yunho hampir saja memanggil Jaejoong dengan panggilan kesayangannya, kalau saja dia tidak terlanjur sadar. Ia pun melancarkan protesnya kepada sang Umma yang membelikan gajah cantiknya pakaian seperti ini. Menurut Yunho, Boojaenya tidak akan diizinkan menggunakan pakaian yang terlalu minim. Kalaupun boleh, hanya dia yang dapat melihatnya, pikirnya sambil tersenyum mesum.

'Aish, apa yang aku pikirkan!',yunho menggelengkan kepalanya.

"Memangnya kenapa, bukannya Joongie akan terlihat semakin manis dengan baju-baju ini?", tanya Heechul sambil tersenyum meminta persetujuan Yunho yang masih melihat-lihat baju yang dibeli ummanya.

"Iya juga sih.", "Ahh..tapi tetap saja dia namja umma!", tanpa sadar Yunho mengiyakan pertanyakan ummanya. Setelah dia sadar apa yang dia ucapkan, dia langsung buru-buru menyangkalnya.

"Tapi namja cantik!", balas Heechul sengit.

"Terserah umma sajalah.", Yunho meninggalkan ummanya sendiri di ruang tengah.

.

.

"Ummaaaaa..", teriakan seorang namja cantik terdengar keras di kediaman keluarga Kim.

"Dimana tas gajah Joongiee?!", teriak Jaejoong karena tidak mendapat sautan dari Ummanya. Sementara dirinya sendiri masih sibuk mengobrak-abrik lemarinya untuk menemukan tas bergambar gajah kesayangannya.

"Ahh.. umma kemana sih? Ummaaaaa!", panggil Jaejoong lebih keras lagi.

"Aigo.. ada apa dengan kamar ini? Dan kenapa kau berteriak sayang?", Umma Kim yang baru mendengar teriakan Jaejoong, segera menuju kamar anak cantiknya itu. Melihat apa yang sedang dikerjakan oleh anaknya itu Umma Kim hanya geleng-geleng kepala melihatnya.

"Huweee, kenapa Joongie tidak bisa menemukan tas gajah joongie?", rengek Jaejoong sambil menarik-narik lengan baju sang Umma. Umma Kim yang mendengarnya, mencoba mengingat-ngingat dimana letak tas kesayangan sang anak.

"Ohh.. Umma ingat, bukannya waktu itu Joongie meninggalkannya di rumah Chullie umma saat berbelanja dengannya?", tanya Umma Kim memastikan.

"Jinjja?", Jaejoong malah balik bertanya pada ummanya sambil memiringkan kepalanya.

"Ne, coba saja sekarang Joongie telepon Chullie umma. Otte?"

Jaejoong mengangguk dan langsung menuju ke ruang tengah untuk menelepon kediaman Jung. Tapi, saat berjalan melewati pintu kamarnya,tiba-tiba saja dia berhenti dan membalikan badannya.

"Umma, kalau Joongie menelepon, siapa yang akan menjawab telepon Joongie?", tanya Joongie ragu-ragu.

"Tentu saja Heechullie yang akan menjawabnya, tapi bisa saja Yunho yang menjawabnya. Memang ada apa sayang?"

Mendengar nama Yunho yang keluar dari bibir Ummanya, niat Jaejoong untuk menelepon menjadi surut. Dia masih ingat dengan perlakuan Yunho beberapa hari yang lalu di kantin sekolah. Bukannya mendapat maaf, Jaejoong menjadi semakin takut untuk bertemu dengan Yunho lagi. Apalagi sekarang dia harus menelepon Kediaman Jung, dimana Yunho juga tinggal disana. 'Ahh, Bagaimana ini?'

"Umma..", panggil Jaejoong pelan.

"Ne? ada apa sayang?"

"Tidak bisakah umma saja menelepon Chullie umma?", pinta Jaejoong kepada ummanya. Ia segera mendorong umanya keluar pintu kamar, agar ummanya cepat-cepat menelepon Chullie umma.

Umma Kim bertambah heran dengan kelakuan anaknya. Tapi ia memutuskan untuk menelepon sahabatnya terlebih dahulu. Mungkin suasana hati Jaejoong sedang tidak baik. Begitu pikir Umma kim.

.

.

Kriinnggg

"Yunho-ah, angkat teleponnya!", suruh Heechul kepada Yunho yang sedang memainkan Playstationnya. Yunho tetap saja melanjutkan permainannya setelah mendengar teriakan ummanya yang tidak pelan itu.

Kriinnggg

"YUNHOOOO!", teriak Heechul sangat kencang, menyebabkan Yunho dengan terpaksa mengangkat telepon yang berbunyi itu.

"Umma! Berhentilah berteriak!", sebelum mengangkat telepon itu, Yunho yang kesal karena kegiatannya di ganggu menyempatkan diri untuk meneriaki ummanya. Dasar appa durhaka

"Yoboseyo!", jawab Yunho ketus.

"Aigo! Kau menganggetkanku Yunho-ah." , balas suara dari seberang. Yunho yang mendengar suara familiar ini, segera meminta maaf karena berbicara tidak sopan.

"Ah..Mianhae Ahjumma, aku kira siapa yang menelepon. Hehe" kata Yunho dengan cengirannya yang tentu saja tidak dilihat oleh sang penelepon yang ternyata Umma Kim.

"Ne, gwenchana Yun-ah. Apa Eonni ada?", tanya umma kim.

"Umma?, sebentar akan aku panggilkan Ahjumma.", Yunho segera memanggil ummanya dan memberikan gagang telepon itu kepada ummanya . Sementara dirinya kembali memainkan playstation yang tadi semp[at ditinggalkannya.

"Ne?, Ada apa Wookie?", sapa Heechul yang baru saja menerima gagang teleponnya.

"…."

"Iya, tasnya aku taruh di kamar Yunho. Baiklah nanti akan kusuruh Yunho mengantarnya kerumahmu."

"…"

"Mwo? Memangnya ada apa? Apa mereka sedang bertengkar?"

"…"

"Baiklah nanti akan aku urus.", Heechul menutup teleponnya dan segera ke ruang tengah menemui Yunho. Dia berniat menitipkan tas Jaejoong, untuk di bawa ke kediaman Kim sekarang. Tapi mengingat perkataan Ryeowook tadi kepadanya diapun memutuskan untuk ikut pergi ke kediaman Kim.

"Yunho-ah, antar umma ke rumah Umma Kim?"

"Umma kim?", kata Yunho berpikir. "Baiklah", lanjutnya kemudian. Tapi tunggu sebentar, Umma Kim? Umma Jaejoong? Rumah umma Kim? Berarti rumah Jaejoong? Rumah Jaejoong , berarti bertemu Jaejoong?

"Andwe, andwe.. aku masih dalam tahap awal,tidak mungkin aku harus menyerah sekarang?", Yunho berbicara sangat pelan agar tidak ketahuan ummanya. Untung saja otak jeniusnya berpikir dengan cepat, kalau sampai dia bertemu dengan Jaejoong, dia mungkin tidak bisa menahan diri untuk tidak berbicara dengan Jaejoong. Hei, dia masih menjalankan rencana Changmin, yah meskipun terkandang dia rindu dengan tatapan mata Boojaenya.

"Eum..Umma? bagaimana kalau umma sendiri yang kesana? Aku harus ke rumah Yoochun untuk mengerjakan tugas. Hehe." Kata yunho pada ummanya. Dia buru-buru ke kamarnya agar tidak ditanya macam-macam oleh sang Umma

Heechul heran, Yunho tiba-tiba berubah pikiran. Tapi akhirnya dia biarkan saja karena dia harus mengantarkan tas Jaejoong sekarang. Sebenarnya Heechul hanya mengetes Yunho. Saat tadi dia berbicara dengan ryeowook di telepon, Ryeowook sudah memberitahunya mengenai sikap Jaejoong yang seakan menghindar untuk bertemu dengan Yunho.

.

.

.

Di kediaman Kim, Heechul yang baru sampai buru-buru masuk ke kamar Jaejoong tanpa menghiraukan Ryeowook yang memanggilnya dari arah dapur.

"Joongie baby" panggil Heechul saat membuka pintu kamar Jaejoong.

"Chullie ummaaa…", Jaejoong yang sedang bergelung di selimutnya, begitu mendengar suara Heechul langsung bangkit dan berlari memeluk Heechul. Heechul yang tidak siap menerima pelukan terhuyung sedikit ke belakang.

"Aigo..kenapa menangis?",tanya Heechul mengelus rambut Jaejoong, setelah merasakan bajunya terasa basah.

"Hiks..Yunho hiks Yunho.", mendengar Jaejoong berbicara begitu Heechul akhirnya mengerti kenapa Jaejoong menangis. Semakin lama , suara isakan Jaejoong tidak terdengar lagi, sepertinya dia kelelahan menangis sampai tertidur.

Seteleh menidurkan Jaejoong di kasurnya, Heechulpun pamit dan segera melajukan mobilnya ke suatu tempat. Tapi sebelum itu dia mengetik pesan kepada seseorang .

.

.

.

Siangnya Hankyung dan sekretarisnya berniat makan siang bersama di Caffe dekat Jung Corp. Sesampainya disana segera mencarikan tempat duduk untuk Bossnya tersebut. Sementara Hankyung masih bediam diri di dalam mobil sambil mencoba menghubungi istrinya. Tapi sayangnya telepon genggam Heechul tidak bisa dihubungi.

Tiba-tiba, mata Hankyung menangkap siluet wanita cantik dengan kemeja lengan panjang yang dilipat berwarna merah muda fanta, jeans ketat berwarna putih serta ditambah High heels berwarna cream memperindah penampilannya hari ini. Namun sekarang yang menjadi masalah bukan penampilan wanita itu, tetapi siapa wanita yang dilihat Hankyung tersebut.

Hankyung segera keluar dari mobil dan menyusul wanita tersebut masuk ke dalam Caffe. Matanya terus memutari sudut-sudut café guna menemukan wanitanya tersebut. Saat matanya menemukan wanita itu, Hankyung menjadi geram karena dilihatnya dia sedang bersama seorang lelaki muda.

'Jadi begini kelakuanmu?'

"Chullie! Jadi begini kelakuanmu sementara aku bekerja? Heh , bagus sekali", ternyata wanita yang dilihat Hankyung adalah Jung Heechul istrinya sendiri. Pantas saja Handphone istrinya ini tidak bisa dihubungi. Apalagi dengan pakaiannya yang yaa memang pantas dengan Heechul yang masih terlihat muda. Tapi, tetap saja dia sudah mempunyai suami.

"Mwo? Kenapa kau disini yeobo?", tanya Heechul santai sambil menyeruput Jusnya.

"Harusnya aku yang bertanya padamu Chullie! Kenapa kau berada disini dengan laki-laki tidak jelas sementara aku terus mencoba menghubungimu!", teriak Hankyung kepada Heechul . Sekarang semua mata yang ada di café tertuju pada meja tempat mereka bertengkar.

"Yakk! Kenapa kau membentakku hah?! Apa maksudmu dengan laki-laki tidak jelas? Ini keponakanmu Changmin! Dasar Bodoh!", balas Heechul tidak kalah keras. Dia merasa kesal dengan suaminya yang seenaknya menuduhnya berselingkuh dengan keponakannya sendiri. Apa dia gila? Pikir Heechul.

"Mwo? Changminnie?", tanya Hankyung memastikan bahwa orang yang bertemu Heechul adalah Changmin.

"Ne, Appa..sudahlah duduk saja appa,jangan membuat kesal umma." Kata Changmin mempersilahkan Hankyung duduk di samping Heechul yang melipat tangannya di dada dan membuang muka.

"Ekhemm." Changminpun memecahkan keheningan tercipta di sana.

"Jadi apa yang ingin umma bicarakan denganku?", tanya Changmin kepada Heechul yang masih saja melancarkan aksi merajuknya kepada sang suami.

"Apa yang kau lakukan kepada Yunho dan Jaejoong?" , tanya Heechul sambil memberikan glarenya.

Gulp

"Ani umma, aku tidak melakukan apa-apa kok.", jawab Changmin gugup. Meskipun dirinya evil, tapi dia lebih takut dengan Heechul yang marah.

"Katakan dengan jujur!" karena tidak tahan dengan Changmin, Heechul bangkit dan langsung menjewer telinga keponakannya itu.

"Akkhh, ummaaa sakittt"

"Chullie baby..kasihan Changminnie. Sudahlah" , bujuk Hankyung dengan lembut kepada Heechul yang mengamuk.

"Jangan berbicara padaku Jung."

"Baby-ah.." akhirnya Heechul melepaskan telinga Changmin yang sudah berubah merah dan pergi meninggalkan café. "Min, telepon umma nanti. Umma tidak mau tau, jika kau tidak menelepon, kau akan habis.", kata Heechul sebelum benar-benar keluar dari Caffe disusul Hankyung dan Mr. park yang sedari tadi diam saja.

.

.

.

Malamnya

Heechul yang baru saja menerima telepon dari Changmin, menggeram kesal dengan kelakuan keponakan beserta anaknya tersebut. Iapun memutuskan untuk memangggil Yunho dan mengatakan sesuatu tentang Jaejoong.

"Yunho-ah, kemari sebentar."

"Ada apa Umma?",

"Apa kau menyukai Jaejoong?", Yunho yang ditanya seperti itu tentu saja dilema, karena dia masih harus menjalankan rencana bersama Changmin. Tidak tahu saja kau Yunho,kalau umma evilmu sudah mengurus Changmin. Yunho memutuskan untuk mengelak pertanyaan dari ummanya dengan menggelengkan kepalanya.

"Begitukah? Haahh.. sayang sekali.", Heechul yang melihat yunho menggelengkan kepalanya bangkit dan berjalan menuju kamarnnya.

"Memang ada apa umma?"

"Kudengar Jaejoong akan mengadakan pertunangannya besok dengan namja pilihan orang tuanya.",jawab Heechul tak lama kemudian berjalan kembali ke kamarnya.

Yunho mendengar jawaban Heechul menjadi panik dan segera menujuke kediaman Kim. Persetan dengan rencana nyabersama Changmin. Dia lebih tidak mau jika Boojaenya menikah dengan orang lain selain dia. 'Andweee'

.

Kediaman Kim

BRAKK

"Yunho? Ada apa sayang? Kenapa kesini malam-malam?", tanya Ryeowook yang sedang menonton tv di ruang tengah.

"Ahjumma, dimana Joongie?"

"Dikamarnya, memang ada apa?"

Tanpa menjawab pertanyaan Ryeowook, Yunho langsung berlari menuju kamar Jaejoong yang berada di lantai dua. Meninggalkan Ryeowook yang menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan anak-anaknya.

BRAKK

Suara dobrakan pintu yang keras itu terdengar lagi dikamar sang namja cantik. Membuat sang empunya kamar menjadi kaget.

"Boo.."

"Yun-hoo.. hiks"

"Boo.." Yunhopun memeluk Jaejoong yang sangat dirindukannya. Sementara jaejoong yang masih tidak mengerti dengan keadaan hanya mengeluarkan isakannya.

"Apa kau akan pergi?"

"apa kau akan meninggalkanku Boo?"

"Jeongmal mianhae Boo, aku tidak bermaksud mengacuhkanmu."

Kata Yunho bertubi-tubi, tanpa sempat memberikan kesempatan pada jaejoong untuk menjawabnya.

"Hiks..se..sakhhh" Jaejoong yang dipeluk begitu erat oleh Yunho mulai merasakan sesak dan mencoba keluar dari kungkungan tangan Yunho. Yunho yang menyadarinya segera melepaskan pelukannya dan beralih menangkup wajah cantik Jaejoong yang mengeluarkan air mata.

"Jangan tinggalkan aku Boo"

"Siapa yang akan meninggalkan Yunho Sunbae?", Jaejoong memiringkan kepalanya sambil menatap Yunho dengan mata doenya.

"Kau. Umma bilang padaku , bahwa kau besok akan bertunangan dengan namja lain.",

"Ani. Joongie tidak bertunangan."

"Berarti aku dibohongi oleh umma? Aishh jinjja..", kesal Yunho

"Apa Sunbae marah?" tanya Jaejoong hati-hati

"Ani boo,aku tidak marah" kata Yunho sambil tersenyum seraya mengecup pipi Jaejoongienya.

Jaejoong yang baru saja diperlakukan manis oleh Yunho menjadi blushing. Mereka berduapun turun ke lantai satu untuk menemui Umma Kim yang sudah menunggu untuk makan malam. Appa kim sedang ada pekerjaan diluar kota maka dari itu tidak bisa ikut dalam acara makan malam hari ini.

.

.

Sementara itu Changmin di apartemennya sedang ditemani Yoochun dan Junsu menghabiskan makanan yang baru saja dibelinya dengan uang Yunho.

"Kenapa kau beringas sekali min?", tanya Junsu melihat cara makan Changmin.

"biarlah aku menikmati makananku sebelum aku dihabisi oleh Chullie umma"

"Mwo?" Yoochun dan Junsupun saling berpandangan tidak mengerti.

.

.

"Boo..", panggil Yunho yang sedang menglus surai halus milik Jaejoong. Malam ini dia berniat menemani Jaejoong sampai tidur dengan alasan rindu.

"Ne?"

"Kau sungguh cantik."

"Ani, Joongie tampan." Jaejoong mempoutkan bibirnya

"Jangan mempoutkan bibirmu, nanti bisa-bisa kucium." Kata Yunho sambil menyeringai mesum.

"cium?"

"Ya seperti ini." Yunho mendekatkan wajahnya ke wajah Jaejoong yang masih juga belum mengerti dengan maksud Yunho. Perlahan bibir yunho mulai mendekat dan menempel dengan bibir milik Jaejoong.

"uhmmm.." Yunho mengulum bibir bawah Jaejoong , sementara jaejoong mengulum bibir atas Yunho. Aigo Jaejoong sebentar lagi akan tertular kemesuman Yunho. Mereka terus saja berpagutan mesra bahkan tangan Jaejoong sudah melingkar di leher Yunho.

BRAKK

"JUNGG YUNHOOOOOO!

.

.

.

TBC

.

.

.

Huahuaaaa Maaf agak lama Updatenya *bow

Gimana ffnya? Karena banyak yang minta m-preg jadi nanti author coba buat yang m-preg meskipun belum pernah. HOHO

Mian ceritanya jadi nggak jelas yaa hehe.

Akhir kata mohon review dan sarannya nee ^^ Love youu