Title : Yunnie Saranghae

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu,

Pairing : Yunjae, Yoosu

Rated : M (sewaktu-waktu berubah)

Disclaimer : Semua nya milik Tuhan dan orang tua mereka, pengecualian buat jaejoong umma saya. Hahaha

Summary : Jung Yunho ketua Kingka Shinki High School yang disegani oleh seluruh penghuni sekolah, anak dari pemillik sekolah , dingin, kasar dan bertindak semaunya. Bertemu dengan Kim Jaejoong, hoobaenya di sekolah, namja cantik, manja, polos, dan sedikit hyper.

Happy reading

.

.

.

.

Yunho berjalan masuk ke dalam rumah disusul oleh sang appa. Dirinya baru saja pulang dari rumah Jaejoong setelah sang appa datang dan menggagalkan acara lovey-dovey nya bersama Jaejoongnya. Untung saja bukan Ummanya yang memergokinya, kalau iya habislah Yunho.

Saat melewati ruang tamu Yunho melihat Ummanya sedang membaca majalah ditemani Appanya yang baru datang. Heechul memang sudah tidak merajuk lagi kepada suaminya setelah sang suami membujuknya dengan mobil keluaran malas mengganggu pasangan Jung senior itu ia melangkahkan kakinya menuju dapur rumah untuk mengambil minum. Menatap datar seseorang lain disana yang sedang mengobok-obok isi kulkasnya ditemani sebuah tongkat pel. Siapa lagi kalau bukan Jung Changmin.

Changmin memang sedang menjalankan hukuman yang diterimanya dari Heechul karena membuat hubungan Yunjae menjadi tidak jelas. Changmin disuruh mengepel seluruh kediaman Jung oleh Heechul, tetapi yang dihukum sendiri nampaknya tidak perduli dengan tugasnya. Lihat saja dirinya yang masih betah mencicipi berbagai macam makanan yang ada di kulkas besar milik keluarga Jung itu.

"Oh, kau sudah pulang hyung?"

"hm" Yunho sudah selesai meneguk airnya.

"Bagaimana dengan Jae-noona?" Yunho mengernyitkan dahinya setelah mendengar panggilan Changmin kepada Jaejoong.

"Dia baik."

"…."

Entah bodoh atau kenapa. Yunho malah menjawab pertanyaan Changmin seperti itu, jelas-jelas maksudnya menanyakan hubungannya dengan Jaejoong.

"Bukan itu maksudku hyung" Jawab Changmin sambil menghela nafas. Tidak menghiraukan Changmin, Yunho keluar dari dapur dan langsung menuju kamarnya. Moodnya sedang turun karena dipisahkan dengan Jaejoong. Aigoo..seperti tidak akan bertemu lagi.

"Yakk! Hyung! Aku belum selesai bertanyaaa!" panggil Changmin ke Yunho yang sudah menjauh.

"Miiniiieeee! Jangan buang-buang waktu, ini sudah malam!" teriak Heechul dari ruang tamu.

.

.

.

.

Shinki High School sudah terlihat mulai dipenuhi oleh siswa-siswa lagi, setelah 2 hari kemarin mereka diliburkan karena adanya Workshop oleh guru-guru. Dan hari ini, sedang ada pemeriksaan kerapian yang dilakukan oleh para anggota OSIS. Para anggota OSIS tersebut terlihat berjaga di depan gerbang sementara, beberapa lainnya berjaga di belakang sekolah. Choi Siwon sang ketua OSIS, sedang mengurus beberapa siswi-siswi yang kedapatan melanggar peraturan sekolah. Sebenarnya itu hanya akal-akalan mereka saja supaya bisa bertatap muka dengan Ketua OSIS tampan satu ini.

"Oppa, aku mengenakan rok mini hari ini, apa aku akan dikenakan sanksi?" kata yeoja ber nametag Im Yoona sambil mengedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda Siwon.

"Tentu saja, berbarislah di samping kananku." Siwon berkata ramah sambil melanjutkan pemeriksaan pada siswa dan sisiwi lainnya.

"Kau , yang disana berbaris di sampingku!" Terus saja Siwon menegur siswa dan siswi yang melanggar peraturan sekolah. Meskipun dia berteman dengan Yunho yang notabene adalah kingka di sekolahnya, namun Siwon masih tetap bisa mempertahankan prestasi dan disiplinnya di sekolah.

'Aigo, aku bisa cepat beruban kalau seperti ini.' Batinnya dalam hati

"Maaf sunbae, aku tidak bermaksud berkata lancang." Suara hoobaenya yang merupakan anggota baru OSIS itu mengalihkan perhatian Siwon sejenak dari acara menggeledah tas siswa didepannya.

"Kau tidak tau siapa aku?" tatap mata musang itu. Yang di tatap hanya diam tidak menjawab

"kau tidak punya mulut untuk menjawab ya?" bentaknya lagi.

"Maaf Yunho sunbae, aku tidak mengenali sunbae tadi." Balas OSIS tersebut sambil terus menunduk dihadapan Yunho.

"Ada apa ini?" sela Siwon yang menghampiri Yunho dan hoobaenya tersebut.

"Jangan mengganggu Choi." Balas Yunho yang tetap menatap tajam orang di depannya. Siwon yang mengetahui Yunho tidak ingin di ganggu hanya mengendikkan bahu dan berharap tidak terjadi apa-apa dengan Hoobaenya tersebut. Sementara yang bersangkutan, mulai merinding membayangkan apa yang akan diterima olehnya.

"Jilat!" titah Yunho menunjuk sepatunya dengan dagu dan disambut pelototan dari beberapa siswa disana. Bagaimana mungkin hanya karena menarik tangan seorang Jung Yunho, disuruh menjilati sepatunya. Sepatunya sih memang mahal, tapi mengingat apa saja yang pernah diinjak sepatu itu, euhh membayangkannya saja tidak.

"Cepat!" suruhnya lagi.

"Yuuunniiiieeeeee!"

BRUKKK

.

.

.

Hari ini Jaejoong diantar ke sekolah oleh Jung Heechul, umma dari Jung Yunho. Bagaimana bisa? Bisa saja jika itu yang Heechul inginkan. Setelah turun dari mobil Heechul, Jaejoong bergegas menuju ke kelasnya untuk menemui Junsu yang sudah pulang dari liburannya. Tetapi di depan gerbang, ia menemukan seseorang yang lebih menarik perhatiannya.

"Bukankah itu Yunnie?"

"Sebaiknya Joongie kesana, hihi."

Jaejoongpun segera berlari menuju targetnyaa sambil berteriak..

"Yuuunniiiieeeeee!"

BRUUKKKKK

Yunho yang baru saja membalikan badannya, tidak siap dengan terjangan Jaejoong yang tiba-tiba terjatuh dengan ditimpa badan Jaejoong yang memeluknya diatasnya.

"Ughh.." rintih Yunho. Para siswa yang melihat kejadian tersebut, menatap horror orang yang berani menabrak dan memeluk Yunho seperti itu. Tinggal menunggu hukuman saja-batin mereka.

"Ughh Boo bangunlah." Kata Yunho pada Jaejoong yang masih saja memeluknya sambil menelusupkan kepalanya di perpotongan leher Yunho.

"Yunnie bogosiphoo" bisik Jaejoong.

"Aaish dasar nakal" Yunho tersenyum sambil mengelus rambut Jaejoong.

"Yunnie tidak kangen Joongie?" tanya Jaejoong yang sekarang sudah duduk di pangkuan Yunho. Hei sadarlah kalian masih di depan gerbang sekolah dan banyak orang yang melihat kalian dengan tatapan aneh -_- Aigoo

"Tidak." Goda Yunho

"Ish, Joongie pergi saja! Joongie kesal!" Jaejoong yang mendengar jawaban Yunho segera beranjak dari pangkuan namja musang tersebut dan berjalan masuk ke area sekolah meninggalkan Yunho yang kelabakan menghadapi tingkahnya. Merajuk sepertinya.

"Boo!.. bukan begitu maksudku" Yunho mengejar Jaejoong yang semakin menjauh. Sementara yang lainnya masih menampakan wajah bingung serta tanda tanya besar-Apa itu benar jung Yunho yang tadi? Kenapa perlakuannya berbeda? Siapa orang tadi?- begitu pikiran orang-orang disana

Krik

Krik

"Kenapa semua diam? Lanjutkan pemeriksaan!" Siwon yang menyadari keadaan segera menegur rekan-rekannya .

.

.

"Boo!"

"Huweee, Yunnie pergi saja, tidak usah mengejar Joongie!" Jaejoong berteriak di sepanjang koridor sekolah. Mengundang tatapan heran dari orang-orang yang berada di sana.

GREP

"Dengarkan aku.." bujuk Yunho dengan tangannya yang memeluk pinggang Jaejoong yang berhasil ditangkapnya. Mau tidak mau Jaejoong menatap Yunho kesal, dan mempoutkan bibirnya imut.

"Mianhaeyoo Boo, aku hanya menggodamu tadi. Tentu saja aku merindukanmu." Bisik Yunho Jujur kepada Jaejoong. Tentu saja dia merindukan Boojaenya, dua hari tidak bertemu dan tanpa komunikasi pula. Kenapa tidak menanyakan pada Heechul? Entahlah , mungkin gengsi.

"Benarkah?" mata Jaejoong bersinar.

"Ne Boo."

"Hihi, Joongie kira Yunnie benar tidak merindukan Joongie" Yunho tersenyum

"Arrasso, sekarang kita kekelasmu. Akan kuantar" Jaejoong dengan senang hati menerima ajakan tersebut.

.

"Su-ieee!" teriak Jaejoong yang baru sampai pintu kelasnya saat melihat Junsu sedang mengobrol dengan namjachingunya Park-Jidat-Yoochun. Junsu yang merasa namanya dipanggil segera menolehkan kepalanya melihat Jaejoong.

"Kyaaaa Joongieeee, aku merindukanmu. Aku sudah membawakan oleh-oleh untukmmu, tapi tertinggal dirumah. Bagaimana kalau nanti Joongie kerumahku saja. Kita pulang bersama otte? Ahh aku sungguh merindukanmu..kau tau disana banyaak hgadbcdcdshcsdvcjsc" Junsu dan Jaejoong terus saja melepas rindu dan bercerita,eum mungkin cuma Junsu saja karena Jaejoong hanya menatap Junsu dengan pandangan mata yang berbinar-binar dan anggukkan kepalanya. Walaupun dia juga sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Junsu, mengingat Junsu berbicara tanpa mengambil nafas.

"Sepertinya kita diabaikan." Kata Yoochun pada Yunho yang ikut menemani Jaejoong sampai dikelasnya.

"Hm, begitulah."

"Kalau begitu kita kembali ke kelas saja."

"Ne, Boo aku akan kembali ke kelas." Yunho beniat berpamitan dengan Jaejoong. Tapi melihat Jaejoong yang sepertinya masih asik dengan sahabat dolphinnya Yunho pun membiarkan saja dan kembali ke kelasnya bersama Yoochun "Dia benar mengabaikanmu Hyung"

.

Siang itu Jaejoong, Yoochun, dan Yunho sedang berada dirumah Junsu sesuai rencana pagi tadi. Kenapa Yoochun dan Yunho turut serta? Yoochun, karena tentu saja Junsu pacarnya. Ia tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk dekat-dekat dengan pacar seksinya. Yunho? entahlah, mungkin hanya ingin menemani Jaejoong pergi.

Junsupun segera mengambilkan buah tangan yang dibawanya khusus untuk sahabatnya tercinta itu. Yoochun yang melihatnya merasa iri karena dirinya yang notabene pacarnya tidak dibelikan. Sementara Yunho sibuk dengan smartphonenya. Setelah memberikan oleh-olehnya, Junsu mengajak mereka bertiga menonton film di kamar Junsu. Beberapa saat setelah film diputar, Jaejoong yang tidak mengerti dengan jalannya cerita, terus saja bertanya pada Yunho yang menjadi sandarannya. Sementara pasangan Yoosu, sesekali terlihat Junsu memukul Yoochun saat namja tersebut meraba-raba buttnya.

"Ah, apakah kalian berdua akan datang di acara Promnight?" tiba-tiba suara Junsu mengalihkan perhatian sepasang namja-namja yang sedang menonton film tersebut dengan khidmatnya.

"Uh..Joongie tentu saja akan datang." Jaejoong berkata riang.

"Aku tidak." Balas Yunho memang tidak pernah menghadiri acara-acara macam itu. Karena dia sering merasa risih ditempeli yeoja-yeoja genit minta digaruk. Selain itu acaranya membosankan. Begitu pikirnya.

"Mwo? Yunnie tidak akan datang? Wae?" begitu mendengar keputusan yang Yunho buat, Jaejoong langsung melengkungkan bibirnya ke bawah. Mewek

"Aku malas Boo."

"Huweeee, pokoknya Yunnie harus ikut!" Jaejoong mulai merajuk pada Yunho.

"Tidak mau"

"Hiks..Yunnie jahat. Kalau begitu Joongie pergi dengan Hyunjoong sunbae saja!" balas Jaejoong sambil bersidekap.

"Mwoo? Andweee! Arraso aku akan ikut." Putus Yunho kemudian dibalas pelukan manis oleh namja di depannya.

"Pftt.." yoochun menahan tertawanya melihat Yunho yang berbeda dari sebelumnya.

"apa kau?"

"Ani Hyung, cepat-cepat saja meresmikan hubunganmu dengan Jaejoongie. Agar tidak di embat namja lain." Yoochun memberi saran kepada Yunho setelah sebelumnya memastikan Jaejoong dan Junsu sudah keluar kamar mengambil snack.

"Hmm"

.

.

.

Malam ini adalah malam dimana diadakannya acara Prom Night yang sangat dinanti oleh siswa Shinki High School. Acara tahunan untuk memperingati Ulang Tahun sekolah ini dilaksanakan di Ballroom Jung's Hotel yang juga dimiliki oleh keluarga Jung. Terlihat Jung Hankyung sang pemilik turut hadir bersama dengan istri cantiknya Jung Heechul tentu saja dan di belakang mereka berjalan sang anak Jung Yunho yang juga menggandeng seorang namja cantik bermata doe. Tentu saja hal itu menjadi perhatian orang banyak yang heran melihat kedatangan Yunho yang memang selama ini tidak pernah datang di acara ini. Apalagi sekarang Yunho tengah menggandeng tangan seseorang. Bukankah itu langka?

Sesampainya di tempat acara, Jung Hankyung yang ditemani sang istri memberikan sambutan kepada siswa dan siswi yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Sementara Yunho dan Jaejoong mendengarkan sambutan dari Hankyung dari bawah panggung, mereka belum bertemu dengan pasangan Yoosu dan Changkyu. Setelah memberikan sambutan, pasangan senior tersebut turun dari panggung dan terlihat berbaur dengan beberapa guru dan komite yang diundang serta. Sedangkan Yunho sendiri sudah ditempeli banyak yeoja yang mulai merayunya meninggalkan Jaejoong sendiri di belakangnya yang sedang merajuk-lagi –karena diabaikan.

"Ish, apa yang di lakukan Yunho dengan yeoja-yeoja itu?" Heechul menatap sengit kearah putranya dan beberapa yeoja yang mengelilinginya. "Mwo? Berani-beraninya mereka!" mata Heechul membelalak saat dilihatnya sang putra mulai di grepe-grepe oleh yeoja gila tersebut. Lebih parahnya lagi Yunho hanya diam saja sambil menatap lurus kedepan. Grrrr… jiwa iblis Heechul mulai bangkit. Akhirnya ia memutuskan menghampiri Yunho.

"Annyeong nona-nona cantik" sapa Heechul sambit memberikan senyuman manis kepada beberapa yeoja yang berada di sekitar anaknya. Padahal didalam hatinya sudah panas.

"oh, Annyeong"

"Annyeong."

"Annyeong Eommonie" dengan lancangnya seorang yeoja dengan balutan dress mini ketat memanggil Heechul dengan sebutan Eommonie. Membuat darah dalam kepala Heechul semakin mendidih. Tapi Heechul masih dengan sabar menahannya.

"Eum, apakah Ahjumma boleh meminjam Yunho sebentar?" tanya Heechul meminta persetujuan, masih dengan senyum manis yang bertengger di wajahnya.

"Tentu Eommonie" dengan masih memakai panggilan yang sama gadis yang diketahui bernama Jessica tersebut langsung mengiyakan permintaan wanita yang ada di depannya itu.

'Memang dia siapa memanggilku seperti itu?' sewot Heechul

Mendapat persetujuan, Heechul segera menarik Yunho menjauh dari para yeoja tersebut. Yunho yang ditarik hanya diam saja dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ummanya tersebut.

"Yak! Jung Yunho kau ini bodoh atau apa?" damprat Heechul kepada anaknya.

"Kenapa meninggalkan Joongie sendiri? Hah? Joongie itu baru pertama kalinya datang ke acara seperti ini. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan joongie? Umma tidak mau tau, cari joongie sekarang dan bawa pada umma!" suruh Heechul.

"Kenapa aku harus membawanya ke umma?" tanya Yunho.

PLETAK

"Tentu saja agar ada yang menjaga Joongie. Mana mungkin kau perduli dengannya sementara kau sendiri sibuk dengan gadis-gadis genit tadi!"

"Aku? Aku tidak" Yunho mengelak

"Ish anak ini, cepat cari sekarang!"

"Hhh, arraso Cinderella"

"Yak! Dasar tidak sopan!"

Yunho akhirnya mencoba mencari Jaejoong ditempat ia meninggalkan nya tadi, namun yang dicari tidak menampakan dirinya sama sekali. Yunhopun menjadi panik, takut-takut apa yang dikatakan ummanya benar terjadi pada Jaejoong. Siapa suruh kau meninggalkannya sendiri, sudah tau Jaejoong orangnya tidak bisa diam di tempat. Iapun mencoba berkeliling aula mencari Jaejoong, sampai manik musangnya menangkap seorang namja cantik bersama beberapa namja di sekelilingnya yang berniat menggodanya. Terlihat kedua pipi Chubby namja itu merah merona. Yunho yang melihatnya menjadi geram sendiri. Langsung saja ia menghampiri orang tersebut sambil menahan amarahnya.

"Apa yang kalian lakukan?" Yunho bertanya pada para pemuda disana dengan nada dingin dan datarnya. Namun jangan lupa tatapan tajamnya.

GLEK

"Um, t-tidak ada Yun-.."

"Apa yang kalian lakukan padanya!" yunho kembali mengulang pertanyaannya. Tapi kali ini dengan berteriak, menyebabkan beberapa orang yang berada di acara tersebut menoleh ke arahnya.

"Mianhae, kami tidak tau dia milikmu" ucap salah seorang namja disana dengan wajah yang sudah memucat. Siapapun tau bahwa seorang Jung Yunho tidak suka propertinya disentuh, apalagi diganggu. Dan masalahnya Namja yang sedang mereka goda adalah property seorang Yunho.

"Yunniee" racau namja cantik yang sedari tadi menundukan kepalanya. Yunho yang mendengarnya menolehkan kepalanya melihat Jaejoong yang wajahnya memerah dan matanya yang sayu. Merasa curiga dengan keadaan Jaejoong, Yunho akhirnya mendekatkan diri pada Jaejoong dan hidung Yunhopun menghirup bau alcohol yang menyengat.

"Kalian apakan dia?" suara Yunho terdengar makin menyeramkan. Sementara orang-orang tadi semakin gugup berhadapan seorang Jung Yunho yang terlihat akan mengamuk

"Uh, t-tadi ak-ku-…"

"Bicara yang jelas!"

"Kamitidaksengajamemberikannyaalkohol" jawabnya cepat.

"Beraninya-.."

"Yunnie, Joongie ingin pulaang. Sekaraang" kembali suara itu terdengar, tetapi sekarang meminta Yunho mengantarnya pulang. Jaejoongpun dengan polosnya sudah memeluk Yunho dan menenggelamkan kepadanya di dada bidang Yunho.

"Arra kita pulang sekarang" kata Yunho segera menuntun Jaejoong yang masih tidak mau melepas pelukannya. Namun baru beberapa langkah Yunho kembali membalikan badannya menghadap para pemuda tadi.

"Kalian, akan bertemu denganku besok!"

GLEKK

'Matilah kitaa'

.

Heechul yang melihat Yunho membawa Jaejoong pulang bersorak dalam hatinya karena rencana yang disusunnya tidak lama itu berjalan dengan lancarnya. Heechul memang merencanakan hal ini saat melihat Yunho bersama yeoja tadi. Dia meminta beberapa siswa disana untuk menggoda Jaejoong setelah Jejoong diberi beberapa teguk alcohol. Awalnya para siswa tersebut tidak mau mengikuti apa yang diminta oleh Heechul karena takut akan diamuk oleh Jung Yunho. Namun setelah diberi penjelasan oleh Heechul akhirnya mereka mengabulkan permintaannya.

"Chullie, kenapa senyum-senyum sendiri?" Hankyung heran melihat istrinya tersenyum sendiri

"Ah? Tidak kok. Hankyungie, bagaimana kalau nanti kita menginap di sini saja?" saran Heechul masih sambil tersenyum.

"Tapi bagaimana dengan Yunho dan Joongie?"

"Biarkan saja, mereka kan sudah besar." Jawab Heechul

"Um, baiklah." Jung Hankyung memang tidak sanggup menolak permintaan istrinya.

.

Yunho sedang mengemudikan mobilnya menuju ke kediaman Jung. Tidak mungkin dia membawa Jaejoong yang sedang mabuk pulang ke kediaman Kim. Bisa-bisa ia di damprat oleh Umma Kim.

Merekapun sampai dengan selamat, Yunho segera menggendong Jaejoong ala bridal menuju ke kamarnya. Ia membaringkan Jaejoong di ranjang King size miliknya. Karena merasa gerah, ia bergegas mengganti bajunya dengan piama. Setelah berganti baju, Yunho kembali mengambil piama miliknya untuk dipakai Jaejoong. Ia berniat membuka kemeja Jaejoong sebelum tangan namja cantik itu menariknya dan mempertemukan bibir mereka.

"Uhh Yunnie..Joongie ingiin"

Yunho mengerutkan keningnya mendengar racauan Jaejoong. Tanpa disadari Yunho, satu tangan Jaejoong sudah merambat turun mengelus Junior Yunho. sementara tangannya yang lain digunakannya untuk membuka kancing piama Yunho.

"Shit! Kau membuatku hard Boo."

"Yunnie sentuh Joongieee" rengek sang pemilik mata doe tersebut. Mendengar rengekan Jaejoong Yunho berniat menggoda Jaejoong. Padahal dirinya sendiri sudah hard.

"Sentuh dimana sayang?" balas Yunho sambil menyentuh Junior Jaejoong. Hanya disentuh

"Ahh..Diss..ahh…naahhh"

"Dimana sayang?"

"Disana Yunnie!" frustasi Jaejoong karena merasa Yunho menggodanya.

Yunho yang mengerti permintaan Jaejoong segera melakukannya. Iapun mulai mengelus Junior Jaejoong yang masih terbungkus celana.

"Uhh..Yuunhhiee.b..bukaahhh"

"Sebentar sayang."

Yunhopun membuka kemeja yang dikenakan Jaejoong, dan terlihatlah nipple pink yang menggoda milik namja cantik tersebut. Yunho yang mulai tidak sabar, menjilat nipple kanan Jaejoong sementara tangan kanannya memilin nipple satunya. Sementara Jaejoong hanya bisa mendesah dan terus menekan kepala Yunho agar semakin mendekat ke dadanya.

Setelah merasa cukup lama bermain dengan dada Jaejoong Yunho melepas kulumannya pada nipple Jaejoong dan terdengarlah erangan frustasi dari sang empunya. Yunho yang mendengar erangan frustasi Jaejoong tersenyum dan melanjutkan kegiatan selanjutnya. Ia mulai melumat bibir Jaejoong yang setengah sadar itu, Jaejoong pun membalas lumatan tersebut. Tangan Yunho turun kembali ke selangkangan Jaejoong dan mulai membuka celana Jaejoong beserta dalamannya. Setelah terbuka dielusnya junior Jaejoong yang berwarna putih bersih itu dan mulai mengocoknya pelan.

"Aahh..emmhhh Yunnmmppckk"

"Aghh Yunniee fasshh…theerr.."

Yunhopun mempercepat pergerakan tangannya di junior Jaejoong.

"Ahhh..aahh…ahhhh Yuuniieeee" setelah beberapa lama dimanjakan oleh tangan Yunho akhirnya Jaejoong mengeluarkan cairannya ditangan Yunho yang langsung dijilat oleh namja itu.

"Boo, langsung saja ne? Aku sudah tidak tahan." Yunho meminta persetujuan Jaejoong terlebih dahulu.

"um" Jaejoong mengangguk sambil masih memejamkan matanya. Yunho yang melihat itu segera membuka baju dan celananya. Membiarkannya terlihat naked sama seperti namja di bawahnya. Jaejoong yang sudah membuka mata merona melihat tubuh naked Yunho, apalagi dengan Junior besar milik Yunho yang sudah mengacung tegak.

Yunho mulai merunduk dan mencium Jaejoong lagi, dilumatnya bibir merah yang sudah membengkak itu kemudian beralih ke leher jenjang milik Jaejoong. Gigit, hisap, jilat, meninggalkan beberapa bekas keunguan yang pasti masih akan terlihat sampai beberapa hari kedepan. Turun ke perut rata Jaejoong, melewati Junior Jaejoong dan dikecupnya ujung benda tersebut. Turun lagi menuju ke paha dalam Jaejoong, dan disetiap tempat yang disinggahi Yunho selalu ada bekas kissmark yang terlihat. Setelah selesai member tanda, Yunho lalu melebarkan kaki Jaejoong guna memudahkan penetrasi. Ia meludahi tangannya sedikit, kemudian diolesi ke Juniornya yang sudah sangat tegang itu. Tanpa peregangan terlebih dahulu Yunho langsung memasukan juniornya kedalam hole milik Jaejoong.

"AAAARRGGGHHHH…AAPPOOOO EOMMAAAAA!" teriak Jaejoong sangat keras saat baru setengah Junior Yunho yang masuk. Jelas saja hole sesempit itu dimasuki tanpa diregangkan. Yunho yang mendengar teriakan jaejoong mencoba menenangkan namjanya itu.

"Ssstttt..dengarkan aku sayang. Rileks okey?" dilumatnya lagi cherry lips itu. Setelah merasa Jaejoong mulai tenang Yunho kembali memasukan keseluruhan juniornya.

"Aaghhh…Yunniee aappoo hikss.." mata Jaejoong mulai mengeluarkan air mata dan langsung dijilat oleh Yunho.

"Sebentar saja sayang, tidak akan sakit lagi" bujuk yunho sambil terus menenangkan dan memeluk Jaejoong.

"Uhh..bergerak Yunnie." Yunho mulai bergerak memajumundurkan pinggulnya dengan ritme teratur.

"Ahhh..ahhh..Ahhmm Yunn.."

"Ohh..sempit sekalii sayang.."

"Yunnieeh..fasshhterrr" Yunho menambah intensitas gerakannya saat mendengar permintaan Jaejoong.

"Ahhhh..diisana Yunniieee.."

Merasa telah menemukan sweet spot yang dimaksud Jaejoong Yunho semakin gencar menusuk hole Jaejoong. Malah sekarang posisi mereka sudah berganti, Jaejoong terlihat menungging dengan Yunho yang memeluknya dari belakang sambil tetap memasukan Juniornya semakin dalam.

"Ogh..Yunnhh Jongie maauu pii..aahh..pipiiis"

"eerrmmh, keluarkan saja sayang."

"AGHHH.." Jaejoong memuncratkan cairannya di tangan yunho serta seprai kasur tersebut. Sementara Yunho masih belum menunjukan tanda-tanda akan keluar.

"Ahhh..Boo.."

"Yunn Joongiee Lelaahh..ahhh" Jaejoong sudah merasa lelah kembali mendesah dikarenakan Yunho kembali meyentuh sweet spot nya.

"Sebentar lagi Boo.."

"Ahhh ..ahhh..Ughh"

"Ahhh..JOONGIEE/YUNNIEE" akhirnya Yunhopun ambruk disamping Jaejoong mengeluarkan cairannya di dalam hole Jaejoong. bersamaan dengan Jaejoong yang mengalami orgasme kedua kalinya. Yunho menarik Jaejoong yang sudah tertidur agar semakin dekat ke arahnya. Sengaja ia tidak mengeluarkan juniornya dari hole Jaejoong karena masih ingin menikmati kehangatan.

"Saranghae Joongie Baby." Bisik Yunho ditelinga Jaejoong yang sudah tertidur.

.

.

.

.

.

TBC

.

Uwawawwa.. maaf ne telat banget updatenyaa, dikarenakan sempat sakit beberapa hari.

Tapi harii ini update bawa NC. Kkk

Gimana kesannya sama NC yang author buat? Maklum ya kalo kurang bagus karena baru pertama kalinya buat dan perbendaharaan katanya masih sedikit.

Anyway, thankyou for all readers yang sudar baca Fanfic ini yaa. Kritik dan saran masih sangat diperlukan.

So, Review please^^ hihi. Thankyou so much :*