"Hhh.." Desahan-nya, ketika ia merangkak dapat terdengar.
Sret.. sret.. sret…
Ia merangkak tepat pada tubuh gadis berambut biru yang tergeletak tak bergerak disampingnya. Tubuh mungil dengan cairan merah yang terus keluar dari perutnya itu.. menampakan kulit-kulit pucatnya. Jika tak ada seorang pun yang datang untuk menyelamatkanya, mautpun tak akan menunggunya lagi. Gadis manis itu akan kehabisan darah.
Tempat itu kini sudah menjadi lautan darah!
"Pi..Pinjam… t..tubuh.." Ia kini sudah berada diatas tubuh gadis itu. senyuman seram yang menghiasi wajahnya itu berubah sembakin lebar! "Aku.. tak butuh lagi.. boneka sempit ini.."
Ia pun keluar dari tubuh boneka itu dan.. masuk kedalam tubuh gadis itu. membuat lonjakan sementara dari tubuh mungil itu, karna menerima sesuatu yang masuk kedalam tubuhnya.
Tubuh gadis itu tiba-tiba dapat bergerak. Pertama ujung jari, kepala lalu kakinya. Ia bangkit perlahan. Seakan tak terjadi apa-apa, ia berjalan dengan terhuyung-huyung—dengan darah yang masih mengalir, menetes hingga ke jalanan. Ia berjalan layaknya mayat hidup.
Gadis manis yang bernama Wendy itu… kini sudah bukan lagi dia.
"L..Lu..cy"
.
Mama
Disclaimer of Fairy tail : Hiro Mashima
GENRE(S) : HORROR, MYSTERY, HURT, ROMANCE, FAMILY, FRIENDSHIP
Rated : T/semi-M
Auhtor : Nshawol56/566
.
"Luce! kau mau kemana?!"Natsu mengejar Lucy yang berlari menuju pintu guild. "Aku ingin mencari Nashi!"
"Lucy! Nashi akan baik-baik saja! ia bersama Wendy!" Natsu mencoba menahannya agar tak keluar guild. Tubuhnya masih lemah.
"Lu-chan"Levy mengulurkan tangannya pada pundaknya, ia menggerakan tangannya naik-turun. Mengelus pundak sahabatnya itu agar ia merasa lebih tenang "Percayalah. Tak akan terjadi apa-apa"
"Levy benar Lu—!" Natsu menggerakan kepalanya cepat kearah pintu guild. Hidungnya menangkap sesuatu. "Aroma ini…" Ia berlari menuju pintu guild dan membukanya dengan keras.
Begitu pintu terbuka, menampakan seorang gadis berambut biru—yang bersimbah darah, anggota guild pun langsung menatapnya horror!
"WENDY!" Pekik mereka histeris. "Ada apa denganmu?!" Mira adalah yang pertama mendekatinya. Wajah pucat Wendy yang terlihat menyeramkan itu tak menunjukan ekspresi apapun. Ia hanya menatap lurus kedepan. Matanya kosong.
"K-Kau berdarah seperti ini dan masih bisa berdiri tegak?!" Lisanna membantu Mira membawa Wendy keruang kesehatan guild.
Natsu masih berdiri didepan pintu. Ada sesuatu yang aneh. "Salamander" Panggil Gajeel yang berjalan mendekatinya. "Apa.. kau merasakannya juga?"
"Ya" Bola mata Natsu masih memperhatikan Wendy yang diseret Mira dan Lisanna menuju ruang kesehatan guild, alis matanya yang bertautan, menandakan ia tengah berpikir keras. Gadis itu.. "Kenapa? Kenapa aroma yang keluar dari tubuh Wendy adalah… aroma mayat?"
"N-Natsu.." Lucy menarik lengan bajunya "N-Nashi tak bersama Wendy.." Natsu melirik Lucy, itu benar.. dimana putrinya?
"Firasatku benar-benar tak enak Natsu" Wajah Lucy kini tegang dan gerak-geriknya gelisah. Tak ada lagi paras cantiknya, semua tertutup akan kehawatirannya. Ia bahkan tak peduli pada peluh yang mengalir masuk ke pelupuk matanya.
Natsu Pov
Aku merangkul Lucy yang terlihat sangat cemas. Bagaimana tidak? Jika darah dagingmu dalam bahaya.
Aku juga merasa cemas. Aku cemas akan putriku, juga istriku yang resah dan ketakutan. Perasaan Lucy menjalar ke sekujur tubuhku. Lenganku yang melingkar dilehernya, dapat merasakan degup jantungnya yang cepat. Aku tahu ia bukan lagi takut—ia sangat ketakutan.
Tak mudah memang bagi seorang wanita yang menjadi seorang ibu membiarkan anaknya sendirian diluar sana. Dan… entah dimana dia.
"Kasiahan putriku…" Desahnya pelan. tubuhnya mulai bergetar.
Aku tak sampai hati memandang wajahnya.
"Luce. Ayo kita temui Wendy" Aku menarik tangannya pelan. kami menuju ruang kesehatan guild. Hawa disekitar sini mulai tak nyaman. Beberapa kali membuat buluku berdiri. Ini tak biasanya. Bahkan.. aku yang seorang fire dragon slayers, pada detik ini merasa.. kedinginan.
Aku membuka pintu kesehatan guild pelan. wuut. Argh! Ada apa dengan bau aroma ruangan ini. Bau yang kucium.. bukan lagi bau.. seorang manusia. Ini.. darah.. mayat! Kenapa ada bau seperti ini!
Aku melirik Mira dan Lisanna yang tengah membantu menutup luka yang ada perut Wendy. Wajah Wendy tertutup tubuh Mira. Tapi.. aku masih dapat melihat luka di perutnya. Luka yang sangat dalam. Bagaimana ia bisa selamat?
Jika kuberikan gambaran. Luka itu.. bukan luka biasa. Tapi.. itu sudah membuat tubuh Wendy bolong. Kau bahkan dapat melihat.. Ugh. Aku mulai mual. Aku yakin.. kau bahkan tak sanggup untuk melihatnya dengan matamu.
"Natsu.. aku ingin bertanya pada Wendy…" Lucy ingin berjalan mendekati Wendy. Tapi tanganku seakan mempunyai pikirannya sendiri. Tangan kananku menahannya. "Ada apa?" Tanya Lucy pelan. Entah lah Luce.. aku tak mungkin mengatakan 'aku tak yakin itu Wendy' ketika kami masih berada di ruangan ini. Wendy dapat mendengarnya. Tak menutup kemungkinan kekuatan dragon slayersnya masih berfungi dengan baik.
"Wendy" Panggil Mira sembari memperban lukanya "Kau.. kenapa? Siapa yang membuatmu begini?" Mira bertanya padanya. Tapi.. aku tak mendengar Wendy membuka mulutnya sedikit pun. Mulutnya seakan terkunci.
Aku memiringkan kepala untuk melihat wajahnya. Aku tersentak, ketika bola mata Wendy tergerak kearahku! S-sejak kapan mata Wendy terlihat begitu besar? Dengan adanya garis-garis hitam di bawah matanya. Ia menatapku tanpa berkedip.
Aku mulai tak nyaman. "Luce. sebaiknya kita mencari Nashi"
"Nashi!" Teriak Wendy. Sontak membuat kami semua terlonjak kaget. Lucy yang mendengar nama 'Nashi' menghampiri Wendy "D-Dimana Nashi, Wendy?!"
"Nashi…" Wendy tiba-tiba bangkit. "Wendy! Kami belum se—!" Tatapan sinis Wendy membuat Mira menutup mulutnya. Ada apa sebernarnya dengan gadis manis ini?
"Kalian mencari… Nashi?" Senyum diwajahnya tiba-tiba merekah. Ia berjalan mendekati.. Lucy.
Jalannyapun tak seperti orang pada umumnya. Kenapa ia jadi berjalan pincang begitu?
"K..kau.. ingin tahu dimana Nashi?" Tanya Wendy sembari mencengkram bahu Lucy dengan kedua tangannya. "Y-Ya.. Wendy"
"Dia berada di tempat yang aman"
"Di mana itu?"
"Bersama dengan kakaknya…" Aku melihat tangan Wendy yang mengulur mencoba menggapai sebuah pisau kecil yang ada pada meja disebelahnya. "Apa.. kau ingin menemuinya?"
"Tentu saja!"
"Kalau begitu kau harus…" Wendy mengayunkan tangannya "MATI!"
SLASH!
"AAH!"
"Wendy! Apa yang kau lakukan!" Mira berteriak sangat histeris. Hingga anggota guild lain dapat mendengar suaranya yang memekik.
"M-Mira-nee! Ini sepertinya bukan Wendy!" Lisanna mulai menjauhinya.
"Natsu! Kau tak apa?!" Lucy bertanya padaku. Beruntung aku cepat melindungi Luce, sebelum menusuk tepat pada jantungnya!
Sial! Tapi kini pisau itu menancap pada lengan kiriku! Aku tak menyangka pisau sekecil itu dapat membuat lenganku mengucurkan banyak darah. Bahkan… darahku kini terciprat hingga kesegala arah!
"Kau..!" Wendy menatapku tajam. Ia mencengkram leherku kuat! Ugh! Kenapa! Kenapa! Sihirku tak bekerja?!
Braak!
"Salamander!" Aku mendengar Gajeel datang. Ia meninju wajah Wendy, hingga ia terpental menghantam dinding guild yang keras. Kepalanya terbentur sebuah ujung lemari. Membuat ujung kepalanya kembali mengalirkan… darah.
"Sudah kuduga ada yang tak beres dengan anak itu!" Gajeel menopangku keluar ruangan. Kami semua berlarian dari ruang kesehatan guild.
"Hhh..!" Aku mendengar Wendy menggeram hebat. Ia berlari dibelakang kami, larinya begitu cepat!
"Ada apa ini?!" Master berteriak dari sudut bar. Semuanya kini dapat melihat Wendy yang berjalan terpincang-pincang mengejar kami. Meninggalkan jejak darah di mana-mana.
"Hiyaa! A-ada apa dengan Wendy?! Kenapa kalian malah menjauh darinya!" Levy malah ingin mendekati Wendy! Bodoh! Kau bisa mati! Itu bukan Wendy!
Gajeel yang melihat Levy berlari—untuk menolong Wendy. Melepaskan aku dari genggamannya dan berlari menuju Levy. "Kecil! Jangan kau dekati dia!"
"Apa maksudmu Gajeel? Kalian jangan main-main! Kalian harus menolong Wendy! Lukanya semakin parah!" Levy tak menggubris omongan Gajeel. Jarak diantaranya juga Wendy semakin dekat!
"Kecil!"
"Wendy.." Levy menepuk punggung Wendy "Biar kubantu.."
Wendy mengulurkan tangannya pada Levy. "Nah.. seperti itu.." Kata Levy pelan. "Levy! Menjauh dari Wendy, sekarang!" Teriakku!
Ini aneh! sangat aneh! tak satupun dari anggota guild yang dapat menggunakan sihir mereka! Sihir kami seakan lenyap! Semua anggota guild lain bahkan sudah berlarian keluar! Tinggal Aku, Gajeel dan Master, juga.. Levy…
"Kecil! Kumohon! Lepas tangannya!"
Kami melihat Wendy yang mulai terengah-engah. Detak jantung kami semakin cepat! Gajeel akhirnya menarik paksa Levy menjauh darinya!
Kami pikir semua sudah selesai! Semua orang sudah berada di luar guild! Semua aman.. tapi ternyata..
"Eh? Wendy? Kenapa kau malah berjalan-jalan? Bukannya kau harusnya istirahat?" Sial! Cana! Dari mana saja kau! Kami melihat Cana yang berjalan mendekati Wendy.
"Cana apa yang mau kau lakukan?!"
"Membantu Wendy?" Jawabnya santai.
"Tidak! Jangan Cana itu bukan Wendy! Kembali! Ayo kita tinggalkan guild ini!" Master berteriak.
"C-Cana.. b-bantu aku.." Kami mendengar suara Wendy yang bergetar meminta tolong pada Cana.
"Baiklah. Permainan kalian tak lucu" Cana kembali melangkah mendekatinya.
"Wendy tak pernah memanggilmu tanpa menggunakan kata'-san'!" Aku kembali berteriak. Aku ingin sekali meonolong anggota guildku itu! tapi.. kakiku seakan kaku! Jika aku menolongnya… sepertinya aku yang mati.
"Aku tak bisa membiarkan Wendy mati" Cana mengangkat bahunya.
"Kumohon.. Cana.. kumohon…"
"Nah. Ayo Wendy" Cana menopang tubuh Wendy "Kalian lihat kan? Wendy tetap anak manis yang penurut" Cana tersenyum lembut.
Tiba-tiba tubuh Cana tersentak! Dan wajah cantiknya memucat menakutkan! Mulutnya terbuka, ia terbatuk darah! Wendy telah menancapkan pisau di perutnya.
"W-Wen..dy… apa yang…" Seperti tak mengizinkan Cana mengucapkan sepatah kata apapun. Wendy mencabut pisau dari tubuh Cana, dan menghunuskannya tepat pada…
"CANA!"
Aku, Gajeel, Master dan Levy menatap Wendy yang menebas leher Cana itu, hanya dapat membelokkan mata kami! Ketika darah bermuncratan dan membekas pada dinding putih guild kami!
"Canaa!" Levy berteriak histeris! Air matanya sudah mengalir di kedua pipinya! Kenapa jadi begini! Cana.. tak mungkin!
"BRENGSEK!" Aku meninju sebuah meja sebelum aku dan lainnya berlarian keluar guild.
"Natsu! Ada apa?" begitu menapakan kaki diluar, Lucy langsung menghampiri kami. "C-Cana.." Aku bahkan tak dapat berkata apa-apa lagi. lidahku keluh. "Cana.. mati"
Aku melihat Lucy membekap mulutnya berusaha untuk tak berteriak.
Semua kejadian ini.. entah mengapa berlangsung sangat cepat! Dengan hanya sekejab mata, banyak nyawa yang menghilang! S-sebenarnya.. kejadian ini mengarah kemana?! Apa yang telah kami lakukan hingga jadi begini?
"Nak!" Panggil master. "Hancurkan gedung ini!"perintahnya.
Dan kami pun mulai melakukan apa yang diperintahkannya. Sihir kami sudah bekerja kembali! Semuanya menendang, meninju dan menghancurkan segala sudut bangunan. Berharap gedung ini runtuh, dan menimpa-nya yang berada di dalam.
Begitu gedung serikat kami roboh. Master berdiri menghadap kami "Ini benar-benar kejadian.. di luar nalar.. manusia.." Matser menatap ngeri bangunan Fairy tail yang kini hancur bersatu dengan tanah.
"Kuharap.. tak ada lagi.. yang sepertinya.." Selang beberapa saat master berbicara, itu seperti menandakan harapan terakhirnya. Sebuah kayu panjang—seperti pilar guild menancap tepat pada dadanya! Tubuh pria tua yang kecil itu terhempas. Membuat bulir-bulir darah berjatuhan dari atas. Seakan hujan darah!
"MASTER!" Teriak semuanya! Ini kejadian gila!
"Kalian! sebaiknya, kita cepat pergi!" Perintah Gajeel.
"Tapi, master.. Cana.. dan Wendy?!" Lisanna bertanya.
Gajeel menghela nafas "Kita tinggalkan mereka… atau kita mati?"
Mendengar perkataan Gajeel, akhirnya kami semua pun berlarian menjauhi gedung fairy tail yang kini tinggal kenangan.
Apa sebenarnya tujuan makhluk itu?
Normal Pov
Ia yang masih berada pada tubuh Wendy itu.. keluar perlahan dari serpihan bangunan guild. Kepalanya tak lagi dapat berdiri tegak, lehernya seakan sudah akan putus. Lengan kanannya pun sudah tak ada. Sepertinya terpotong sebuah benda tajam ketika bangunan fairy tail itu roboh.
"Tubuh ini.. sudah tak lagi bisa digunakan…"Gumamnya.
Ia pun melirik pada tubuh pria tua yang tergeletak tak jauh darinya. Pria tua yang mengenakan jubah putih melambangkan kebesarannya, itu pun.. tak ada gunanya lagi. pria tua yang ramah itu, tak dapat tersenyum lagi. wajah baiknya tertutupi luka seram. Siapa pun tak menyangka jika Ia bahkan mati dengan tragis.
Penyihir.. atau pemimpin fairy tail terkuat itu, bahkan mati hanya dengan sekali serang, oleh makhluk tak kasat mata.
"Tubuh itu.. cukup.. bagus" ia keluar dari tubuh Wendy—yang tak layak dikatakan sebagai tubuh, karna telah kehilangan banyak bagian. Lalu ia masuk kedalam tubuh master.
Ia menggerakan leher tubuh barunya. Ia tersenyum kecil "Musnahkan mereka yang menghalangi kami…"
.
.
"BRENGSEK! BRENGSEK! BRENGSEK!" Natsu menjambak-jambak rambut merah mudanya. "Master… Cana… Wendy.. cih! Apa yang sebenarnya terjadi?!" Natsu berteriak. Mereka kini sudah lumayan jauh dari tempat pertumpahan darah itu.
"Bagaimana dengan anggota guild lain yang tengah menjalankan misi? Mereka pasti tak tahu ada kejadian seperti ini?" Elfman bertanya sembari memeluk Lisanna yang tengah terisak-isak dalam tangisnya.
"Diantara semua anggota guild yang tak menjalakan misi… hanya tinggal kita" Gajeel menyenderkan tubuhnya pada sebuah pohon.
"Ini semua salahku…" Lucy bergumam kecil sebelum ia berteriak "Ia ingin aku untuk ikut bersamanya! Tapi aku menolaknya!"
"Lu-chan.." Levy tak dapat menenangkan sahabatnya lagi. ia sendiri pun tak tenang. Apalagi setelah ia melihat anggota guildnya mati di depannya.
"A-Apa kita juga akan mati?" Mira terdengar sangat pasrah.
"Apa yang kau katakan Mira?! Kita akan hidup!"
"Hidup? Bagaimana bisa?! Kalian akan melawan makhluk yang tak kasatmata itu, huh?! Mustahil!" Mira bergetar hebat. Tak ada lagi senyuman lembut yang menghiasi wajahnya. Semua hanya ekspresi ngeri, ketakutan dan kecemasan! "Lucy.. kita hentikan mencari Nashi"
"APA?! Tak mungkin! Aku akan mencarinya!"
"Dan kau ingin membuat nyawa kita dalam bahaya?! Apa kau sudah gila?!" Ini pertama kali semuanya melihat Mira marah seperti itu. ia pasti sangat takut.. akan hal semacam kematian.
"Mira apa yang kau katakan.." Lucy mengkerutkan keningnya. Semudah itu kah ia mengucapkan hal seperti itu? "Kau pikir, aku mau ada kejadian seperti ini?!"
"Nashi itu.. bukan anak biasa Lucy! Dia.. dia.. membuat petaka bagi kita! Lebih baik dia yang mati, sebelum lebih banyak korban berjatuhan!"
Slap!
Semua terdiam ketika Lucy menempelkan dengan keras telapak tangannya pada pipi Mira. Meninggalkan bekas merah disana.
"J-Jangan.. mencoba.. menjadikan anakku tumbal atas semuanya!"
"K-Kalian! cukup!" Levy berteriak "Ini bukan salahnya siapa pun! Semua tak ingin ada kejadian seperti ini.. kumohon.. tenanglah kalian… aku tak ingin kehilangan siapa pun lagi" Levy menangis.
"L-Levy benar. Kenapa kita harus saling menyalahkan satu sama lain? Ketika kita semua tengah dalam keadaan genting" Lisanna mengeratkan genggamannya pada lengan Elfman.
"Baiklah. Sebaiknya kita kembali melanjutkan perljalanan kita. Setidaknya cukup jauh dari guild"
Dengan ucapan Natsu barusan. Semuanya pun berjalan menuju pusat kota. Berharap akan ada 'siapapun' yang dapat membantu mereka.
.
.
"Kakak! Kakak! Lihatlah! Aku membuat boneka baru !"
"Bagus.."
"Kakak suka?" Mata Nashi berbinar-binar. "Tentu" Jawab sosok itu pelan.
Nashi duduk dipangkuan sosok berambut pirang itu. ia menyisir rambut merah muda Nashi dengan jemarinya "Kakak. Kapan ya.. mama akan bermain dengan kita. Maksudku.. saat kita berkumpul bersama"
"Sebentar lagi.. kau tenang saja.." Katanya sembari terus menyisir rambut Nashi.
"Tapi aku heran kak. Kenapa ya, papa seperti tak ingin kakak ada?"
"Hh.."
"Maksud Nashi. Papa bilang.. aku putri satu-satunya"
Sosok itu mengepalkan tangannya. Wajahnya kembali terlihat seram. Srek srek
Tiba-tiba Nashi mendengar suara dibalik semak-semak. "Apa itu, kak?" Nashi mendongakan kepalanya, agar dapat melihat apa—atau siapa yang ada dibalik semak-semak itu.
"Hanya teman kakak. Kau disini dulu ya" Perintah-nya. Ia pun meninggalkan Nashi. Ia melihat sesosok pria tua yang besimbah darah "Kulihat.. kau mendapat tubuh baru"
"Aku… akan segera mengganti tubuh yang hina ini.. tubuh ini terlalu kecil" Jawab 'ia' yang berada di tubuh pria tua kecil itu.
"Kalau begitu.. tak perlu menunggu lagi. aku tahu tubuh yang bagus untukmu.." Sosok itu menyunging seram. "Kau akan suka. Mendekatlah pada jarak amat dekat.. lalu tikamlah jantungnya" Kata sosok itu.
Jantung yang menjadi sasaran bidik itu adalah jantung Natsu Dragneel.
.
.
*Okeh. Sedikit penjelasan. Guild fairy tail pada saat ini sepi. Atau hanya beberapa orang saja yang ada didalamnya. Yang lain? Mereka pergi menjalankan misi dan tak tahu jika kejadian seperti ini telah menimpa mereka.
Beberapa orang yang tertinggal hanya.. NaLu ,GaLe ,Mira ,Lisanna, Elfman . juga Erza, Gray dan Juvia yang baru akan muncul di chapter selanjutnya. Author sengaja tak ingin menggunakan banyak chara.
Dan… sepertinya, identitas sosok dan 'temannya' itu baru akan diketahui di cahppie selanjutnya ^^
-Saya juga mau buat fic spesial Halloween ^^ tapi entar. Belum jadi :]
Balesan Review.
SyifaCute Hihihi makasih Syifa-chan ^^
NaZa Naza-san Arigatou! Udah RnR! X3 dan mendukung saya yang masih pemula ini.. di genre horror! Jadi semangat nih! :3
mizuna-san hehehe ini update Mi-chan ^^ gimana? Apakah aku mengecewakan :o
Kaoru Dragneel iyaaa! Makasih udah ditunggu nihh.. ka-chan ! XD jadi semangat! aku nanya pendapat lagi yaah tentang chappie yg ini :3 gimana?
alexa Dark water? Hehe. Aku gak tahu cerita itu sih Alexa-san :o tapi .. syukur deh Alexa-san suka ^^
Akiko Nagato Waaah… A-chan hebay euuuy.. sering nonton filem horror o,o pasti berani banget nih! tapi.. maap… ya.. ternyata di chap ini… Wendy.. nya… T.T
Lacie Helra-Chan
Siiip! Siippp! La-chan! Makasih udah mampir nih ^^ hehe. Aku msh harus banyak belajar dari La-chan tapi nih… -3- dari yg CCB tuh. kan seruu tuh ceritanya.
santika widya
Yaaaah… sa-chan. Maap yaaa ternyata di chappie ini Wendynyaaa. T.T. oh ya sa-chan! Gimana gambar yang aku minta? :D apa udah? Penasaran nih!
Nereon
Hihihi. Jadi. Ne-san kiraa itu, keluarga yang mirip keluarga Dragneel :D hehe baiklah! Saya tahan dulu tebakan anda ^^ hehe. Terus.. makasih yaa Ne-san udah ditunggu TT menskipun anda jadi jenggotan. :o
kuze s fernandes
Kuze-chan! Makasih yaaa! Udah RnR! ^^ hihi. Karna ini langsung dari otak saya makanya aneh nih Kuze-chan :3
Hanara VgRyuu
Iyaaa hana-chan. Itu semua Cuma mimpinyaa Lucy doang o,o di dunia nyata sih… ternyata dia gak berdarah … masih sehat wal'afiat ^^ makasih nih Hana-chan udah RnR~
Top of Form
Bottom of Form
Berlian Cahyadi
Wkwkwkwk bulu ketek?! Wkwkwkw kakak ! reviewnya top bngt! XD bikin aku geli! Padahal nih fic horror. Tapi reviwannya kocak gilaaa!
Aiga Iyaaa gpp kok Ai-chan ^^ gak log ini. hehe. Makasih yaa udah nyempatin nge-review ^^ dan dibaca. Hohoho. Bikin aku semangat! XD
stillewolfie
Hihihi. Iyaaaa! Le-san! Hehehe. Siiip! Siip! Wah tipenya sama nih kayak aku! XD suka liat keluarga Drganeel sengsara! Berarti anda satu jenis dengan sya :D
Okelah! Kuusahakan bakalan update cuepet lg XD
Kirigiri Danganronpa Hihihi… iyaaa Kiri-san ^^ makasih 3
RyuuKazekawa
Iyaaa. Waaaah! MAAP RYU-SAN! Ternyata di chap ini.. WENDY.. nyaaa T.T hiks. Gomenne…
Nnatsuki
Hehehe. Lah? aku loh Na-chan nyoba-nyoba ^^ ini… aja msh amburadul horrornya -_-" alurnya juga belum jelas. Tsk tsk, nekat bngt nih. aku. Na-chan boleh nanya gak :D punya line? Entar bales lewat PM aja yaah ^^ hehe.
XxJigoku-no-HanaxX
Hana-chan! Emng begitu seremnya o,o? T.T makasih yaa anda udh takut (?) berarti fic saya horrornya ngena dikit. XP
Guest
Q : Kreeen!
Lanjut thor, jangan lama2 y updateny.
Thor, fanfictionny kpan update?
Jangan lama2 y,
Hidup NaLu!
A : T.T maap yaa… saya masih mencari ending yg greget… hiks. Makasih udah RnR ^^
Resha
Hihihi,wah kayaknya Re-san hampir ngebongkar alur cerita saya nih o,o gawat! Hhe.. tapi gpp ^^ makasih udah RnR Re-san~
otakugirl321
Hehehe. Jangan dibilang parah atuh -3-. Kirain jelek nih ficnya. Iyaah. Makasih yaa ^^ hehe
Tohko Ohmiya
Haiii~ my little sist ^^ how are you today? #plak! (*Sok bahasa inggris!) -0-
Hehe. Sa-chan kalo takut entar bobo dirumah aku aja :D masih ada kamar ruang kosong satu (*gudang :P)
Pipin -Fina
Weleh. Pi-chan siiih bacanya malam" hehe. Terus sedirian o,o jadinya kan… gimana gitu. Eh pi-chan ati".. kalo baca fic ini.. harus slalu liat kbalakng… bisa aja tiba-tiba, 'dia' muncul terus megang pundaknya pi-chan XD kyaaaa! Seru tuh (?)
'Kami' yup! Pi-chan juga hampir ngebongkar alur cerita saya nih 030, apa pi-chan dukun yaa?
Pokok'e makasih udh RnR Pi-chan! Selalu bikin aku smngt deh XD muaaach!
