Heroine

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pair: NaruSasuNaru

ItaFemKyuu

.

.

.

Deru angin musim dingin terdengar kencang menyamarkan suara langkah kaki pelan seseorang berjubah dengan topi caping. Orang tersebut melangkah pelan menuju sebuah rumah kayu sederhana yang berada beberapa meter darinya. Saat orang tersebut tiba di depan pintu rumah kayu itu, dia segera mengetuknya dengan kencang. Pemilik rumah yang saat itu sedang asik menikmati secangkir ocha panas bersama dengan kekasih atau istrinya –tak ada yang tahu status diantara kedua orang itu- melangkah menuju pintu.

"Siapa itu?" tanya sang wanita pada pasangannya.

"Entahlah. Biar kulihat," Sang pria beranjak dari katsunya.

Kreet. Sang pria membuka pintunya sedikit untuk mengintip siapa tamu yang datang. Dilihatnya sesearang berjubah jerami dengan caping dikepalanya. Mungkin seorang pengelana, pikirnya. Dibukanya agak besar pintu itu.

"Siapa kau?" tanya sang pria pada tamunya agak kencang agar suaranya terdengar.

"Aku pembawa takdirmu," balas sang tamu

"Apa katamu?" keningnya mengernyit tak mengerti.

Sosok itu mengangkat kepalanya yang tertunduk. Memperlihatkan wajahnya yang tadinya tak terlihat.

"Ka- Kau!" seru pria itu terkejut saat mengenali sosok yang ternyata seorang wanita. Wanita yang pernah dicampakkan pria itu beberapa tahun yang lalu. Seorang miko cantik dari desa lain yang pernah dijadikan kekasihnya. Lalu di buang saat dia bosan. Meninggalkannya saat wanita itu sedang mengandung anaknya. Kabar terakhir yang pernah di dengarnya tentang mantan kekasihnya itu adalah saat wanita itu menyerahkan anak mereka untuk menjadi persembahan dewa.

"Mau apa kau ke sini?" bentak sang pria.

"Sudah saatnya kau mendapatkan hukumanmu."

"Heh, kau pikir aku percaya?" ujarnya sinis. Namun tak dipungkiri bila hatinya gelisah, cukup terindimidasi dengan sosok miko itu. Bila wanita itu bisa membunuh buah hatinya bukan tak mungkin ia bisa membunuh pria yang dibencinya dengan mudah.

"Bajingan sepertimu hanya akan menghasilkan bajingan selanjutnya. Karena itu aku akan mengutuk mu dan keturunanmu." Tangan wanita itu bergerak-gerak membentuk sebuah segel ala ninja.

"Aku tak percaya hal semacam itu! Enyah kau!" Teriak sang pria histeris, ketakutan. Kalau bukan karena harga dirinya yang begitu tinggi, mungkin ia sudah lari ketakutan.

Teriakannya membuat wanita yang tadinya ada di dalam rumah muncul, melihat keadaan pasangannya yang entah kenapa berteriak.

"Siapa yang datang, Madara?" wanita itu berdiri dibelakang pasangannya dan melihat wanita bercaping.

Diselimuti rasa amarah dan cemburu, wanita bercaping berteriak mengucap mantra untuk mengutuk mantan kekasihnya.

"Kau dan keturunanmu hanya akan bisa mencintai satu kali dan satu orang saja! Dengan begitu kau tidak akan mempermainkan wanita lagi! Kau akan mengilainya bagai candu yang akan menopang hidupmu. Bila kau kehilangan candumu kau akan mati karena kehilangan sumber hidupmu!"

Sang pria yang ketakutan mendorong wanita bercaping agar pergi dari hadapannya.

"Perg-Aaaaaaaaagh!" Tiba-tiba muncul asap merah menyelimuti sang pria dan membuatnya menjerit kesakitan. Rasa sakit yang begitu tak tertahankan hingga membuat pria brtubuh kekar itu pingsan.

"Madara! Madara! Bertahanlah!" jerit wanita yang menjadi pasangannya ketakutan.

Sosok wanita bercaping itu menghilang bagai asap meningggalkan sesosok pria yang terbaring pingsan dan wanita yang berusaha membangunkan kekasihnya.

I.K.N.S

Suara musik terdengar kencang disekeliling ruangan ini. Muda-mudi menggerakkan tubuh mereka mengikuti irama. Diskotik Heaven memang pub yang populer . Meski begitu tak sembarang orang bisa masuk. Karena hanya anggota yang merupakan orang-orang cukup umur yang boleh masuk ke tempat ini. Selain itu membuat kartu anggotanya pun cukup mahal, jadi hanya orang-orang yang memiliki uang lebih yang menjadi anggota.

Sekelompok pemuda asik berkumpul bersama seorang wanita penggoda yan ada di pub.

Sepasang muda-mudi asik berciuman tak peduli dengan pemuda lainnya yang tampak bosan melihat pemandangan itu. Mereka sudah terlalu terbiasa melihat pemandangan semacam itu.

"Shisui-kun," desah sang wanita mesra .

"Kau sungguh cantik, Akemi," rayu pemuda bernama Shisui membuat teman kencannya tersipu.

"Tapi sekarang aku bosan denganmu. Pergilah, kau mengganggu pemandanganku," katanya sadis tak berperiwanitaan. Sang wanita terkejut bukan main. Baru tiga hari mereka bersama dan pemuda sial itu bilang dia sudah bosan.

"A-Apa? Hahaha.. kau bercanda ya?" tawa sang wanita canggung.

"Aku serius wanita bodoh," ujarnya dingin lalu mendorong wanita yang tadinya duduk di sofa terjatuh.

"Kyaaaaaa!" sang wanita menjerit kesakitan karena tindakan kasar Shisui.

"Shisui, jangan keterlaluan!" tegur temannya.

"Dia Cuma wanita penghibur, Sasori," Ucap pemuda tampan berkuncir yang bernama Itachi dingin.

"Kau pikir, wanita penghibur bukan manusia. Dasar!" gerutu pemuda pirang berkuncir.

Wanita yang sudah berdiri karena bantuan Sasori kembali mendekati Shisui lalu menamparnya kencang. " Dasar bajingan!" serunya. Lalu pergi meninggalkan pemuda-pemuda itu.

Shisui hanya tertawa-tawa saja melihat wanita itu pergi.

"Jangan main-main dengan wanita Shisui, kau bisa kena karma!" lagi-lagi temannya yang bernama Sasori menegurnya.

"Bodoh, bukankah keluarga Uchiha sudah dikutuk hanya akan mencintai satu orang saja. Sebelum aku bertemu heroinku, aku ingin senang-senang dulu,"

"Kau percaya dengan kutukan konyol itu, Shishui?"

"Memang kau tidak, Itachi? Sudah terlalu banyak bukti yang ada. Aneh kalau tidak percaya,"

"Aku msih tidak percaya meski ayahku memang kecanduan ibuku," ujarnya dingin.

"Kau akan mempercayainya bila kau bertemu heroinmu,"

"Heroin? Kalian pemakai?" Deidara mengernyit bingung. Ini pertama kalinya ia tahu temannya pemakai padahal mereka sudah berteman cukup lama.

"Bukan, Dei. Kau tak pernah dengar tentang kutukan pada keluarga Uchiha?" Sasori menatap pemuda yang duduk di sebelahnya.

"Aku belum pernah dengar," katanya sambil menggeleng.

"Anggota klan Uchiha hanya bisa mencintai satu orang saja seumur hidupnya. Dan orang yang akan kami cintai itu di sebut heroin. Karena wanita atau pria itu kan menjadi candu bagi kami layaknya heroine bagi pengguna narkoba. Apabila kami terlalu lama tidak bersama heroin kami, kami akan merasa pusing, sesak napas dan gelisah layaknya pecandu yang tidak mendapatkan candunya, dan apabila terus menerus seperti itu anggota klan yang sudah kehilangan candunya akan gila dan paling parah akan mati," jelas Shisui.

"Dan kau percaya dengan hal yang tidak masuk akal macam itu?" tanya Deidara dengan senyum menghina.

Shisui hanya mengangkat bahu. "Sudah banyak buktinya sih. Jadi mau-tak mau aku percaya,"

"Bukti?" Deidara kembali mengerutkan keningnya.

"Ya, ada cukup banyak anggota klan yan mengalami depresi berat dan bunuh diri saat mereka kehilangan atau tidak berhasil mendapatkan pasangannya," Shisui menegak minumannya. Sepertinya ia cukup haus menceritakan sisi kelam klannya.

"Benarkah? Jadi benar-benar mengalami ketergantungan?" mata Deidara membulat tak percaya.

"Hn,"

"Itu cuma kebetulan," sahut Itachi datar. Ia paling tak percaya dengan hal semacam itu.

"Ck, kau ini! Mana mungkin kebetulan terjadi pada lebih dari lima puluh orang dalam tiga abad!"

"Ada lima puluh orang mati dalam klan mu karena kehilangan pasangan mereka?" ucap Sasori tak percaya.

"Ya. Aku yakin itu bukan kebetulan. Awalnya mereka depresi lalu memilih bunuh diri,"

Penjelasan cukup membuat Deidara bergidik. "Tapi bagaimana klan kalian bisa terkena kutukan?" tanyanya masih penasaran.

"Yang kudengar itu karena leluhurmu adalah pria yang suka menyakiti wanita, ya kan?" tanya Sasori meminta kepastian.

"Yup. Leluhurku, sering berganti-ganti pasangan dan menyampakkan mereka setelah bosan," Shisui mengambil cemilan yang ada dimeja.

"Seperti dirimu~?" ledek Deidara.

Shisui hanya menyerigai.

"Berhati-hatilah kalau begitu, bodoh! Kau bisa dapat kutukan baru hahahaha.." Sasori dan Shisui hanya ikut tertawa mendengar ledekan Deidara sedangkan Itachi hanya memutar kedua matanya.

TBC

Balesan review:

: ini uda dilanjut hehehe.. makasih uda review

Narusasuitakyu :Waaa sampe tiga kali reviewnya hehe. Maaf. Fic bakal tetap Narusasu ^^ sebab sudah di rencanakan begitu dari awal. Mungkin fujo bakal bikin FemNaru di fic lain. Doain aja ya hehehe

Moku-chan: Yup. Ini fic yaoi Narusasunaru. Masih bingung fujo siapa yang seme

Haruka Hayashibara: Hahaha.. iya, ini bakal tetep yaoi.

jung hana cassie : Narusasu bakal yaoi, yang ganti kelamin Cuma Kyuubi yang jadi betina-eh- wanita.

Kiba Hatake: udah dilanjut ^^

Lala : sengaja, kalau yaoi semua ntar Uchiha ga punya penerus lagi hehe

I dont care about Taz : hai ka taz! Apa kabar? Uda lama ya ga ketemu! Gimana kabarnya dengan si 'anu' masih lanjut?*dihajar* kyuu belum muncul di chap ini, mungkin chap depan. Sengaja nulisnya dikit-dikit biar penasaran hehehe. Fujo ga bisa bikin panjang-panjang

Mio Altezza : Biar keluarga uchiha punya cucu hehe

Kyuu al Z : kayaknya bakal netral sih, fujo masih bingung sebenernya siapa pair dominan. Naruto rave? Perasaan tu fic isinya naruto lagi ngigo doank. Apa kerennya?

Imperiale Nazwa-chan: Namanya susah juga naz#plak. Yap kyuubi cewek hehehe sekali-kali bikin straigth

Makasih banyak buat yang uda review dichap sebelumnya. Fujo langsung semangat buat lanjut lagi ^^

Berkenan review lagi?